cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1: Januari 2024" : 42 Documents clear
Memahami Fenomena Body Shaming di Kalangan Remaja Awal Azzahra, Nabila; Dwiningtyas Sulistyani, Hapsari; Lukmantoro, Triyono
Interaksi Online Vol 12, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya body shaming yang dialami oleh anak remaja awal usia 12-14 tahun. Penelitian ini akan dikaji dengan teori coordinated management of meaning dan interpersonal communication theory. Subjek penelitian ini adalah anak remaja awal berusia 12-14 tahun yang memiliki pengalaman sebagai korban body shaming. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis interpretif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam terhadap 5 orang informan dan data dianalisis dengan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Dengan metoda IPA, ditemukan dua pola terkait dengan pengalaman dan pemaknaan body shaming anak remaja awal. Yang pertama adalah pola proses terjadinya body shaming yang memuat pemantik body shaming, respon korban terhadap body shaming, dan reaksi pelaku akan respon yang korban berikan. Pola kedua yaitu pola pasca terjadi body shaming yang memuat pengalaman korban dalam menceritakan body shaming yang dialaminya, kepada siapa korban bercerita dan bagaimana respon orang yang mendengar cerita korban. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah bahwa : 1. Pengalaman body shaming pada anak remaja awal diawali dengan adanya perbedaan antara dirinya dengan orang lain yang menjadi pemantik adanya body shaming. Mengalami body shaming terkadang mendorong anak untuk melakukan konfrontasi. Namun konfrontasi tsb tidak mengehentikan perilaku body shaming dr pelaku krn pelaku melakukannya bukan utk mendapat respon namun utk merasa lebih besar di lingkungannya. 2. Anak remaja awal memaknai body shaming sebagai sebuah hinaan dan penghakiman. Akibat dari adanya hinaan dan penghakiman tersebut terjadi goncangan mental akibat body shaming yang mendorong anak untuk bercerita mengenai pengelamannya kepada orang terdekat. Dukungan moral dari orang terdekatlah yang paling dibutuhkan agar anak dapat mengurangi dampak buruk body shaming terhadap dirinya.
Representasi Identitas Diri Homoseksual Dalam Film “Pria” Desastri Ahda Ramadhan, Pimpi; Rahardjo, Turnomo; Bayu Widagdo, Muhammad
Interaksi Online Vol 12, No 1: Januari 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identitas ialah merupakan sebuah struktur konsep diri yang mencerminkan kita itu adalah siapa dan juga membuat individu itu mendapatkan sebuah gambaran yang terhubung dengan budaya yang dimilikinya kemudian dengan adanya sebuah identitas, orang lain dapat mengerti atau memahami siapa kita yang berdasarkan oleh gambaran yang kita gerakan terkait terhadap beberapa hal di antaranya, budaya, etnis dan juga ialah sebuah proses sosialisasi yang dilakukan. Film ini mengangkat topik mengenai homoseksual yang terdapat pada diri anak remaja laki – laki yang bernama Aris, dimana Aris harus bergulat dengan identitas dirinya, disamping itu hal ini membuat ibu dari Aris menganggapnya kutukan yang dipegang atau dipercayai oleh budaya di lingkungan Aris, kemudian Aris juga dipaksa menikah oleh ibunya dengan perempuan satu desa nya agar orientasi seksualnya tersebut bisa hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan juga mendeskripsikan identitas diri homoseksual yang dipresentasikan di dalam film “Pria” ini, selanjutnya di dukung dengan teori yang digunakan adalah teori identitas budaya dan negosiasi identitas, serta menggunakan metode analisis semiotika dari John Fiske yang kemudian akan menganalisis dengan tiga konsep yaitu level realitas, level representasi dan juga level ideologi. Hasil dari penelitian ini melalui representasi yang dihasilkan ialah menunjukkan adanya level – level yang membuat Aris tetap tidak berani dan takut dalam pengungkapan identitas dirinya termasuk kepada ibunya, calon mertuanya dan perempuan yang dijodohi oleh ibu dari Aris, hal ini juga sangat dibatasi oleh Aris untuk tidak ada satu pun orang yang mengetahui mengenai identitasnya tersebut dan hanya orang – orang tertentu saja, serta pola asuh yang diberikan oleh ibu dari Aris yang menganggap homoseksual itu ialah kutukan, sehingga pada akhirnya Aris tetap mengikuti kemauan dari ibunya yaitu menikah dengan wanita yang dijodohi.