cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER" : 20 Documents clear
ANALISA EFEKTIFITAS WIND TURBINE SUMBU HORIZONTAL DENGAN VARIASI JUMLAH DAN JENIS AIRFOIL SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK TAMBAHAN PADA FISHERIES INSPECTION Arga Gideon Sarwanto; Untung Budiarto; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.529 KB)

Abstract

Dengan naiknya harga bahan bakar, maka akan berdampak pada industri perkapalan dikarena konsumsi bahan bakar fosil digunakan untuk menggerakkan kapal, penerangan pada kapal, bahkan untuk bongkar muat. Pemanfaatan energi angin bisa dilakukan dengan cara pemasangan wind turbine pada kapal. Penelitian ini menganalisa efektifitas energi yang dihasilkan dari turbin angin yang akan diinstalasi pada deck Fisheries Inspection Vessel 594 GT dengan variasi jumlah dan ketebalan sudu airfoil NACA. Turbin angin yang akan dianalisa merupakan tipe turbin angin sumbu horizontal yang dipasang pada bagian deck kapal. Peneliti ini akan menganalisa pengaruh dari variasi bentuk geometri dan jumlah sudu wind turbine. Variasi ketebalan foil yang digunakan adalah NACA 0015, NACA 0018, NACA 0025 dengan variasi jumlah sudu 2, 3 dan 4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa turbin berupa gaya, torsi, daya, dan koefisien power turbin pada setiap variasi. Peneliti menggunakan software Ansys CFX 14 untuk melakukan analisa gaya yang mempengaruhi gerak sudu turbin dan software Qblade v.0.91b untuk mencari koefisien power turbin angin. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan bahwa nilai torsi tertinggi adalah pada turbin angin dengan jenis foil NACA 0018 dan jumlah sudu 2 sebesar 351,72 Nm ,nilai daya 11051,1 Watt, nilai koefisien power 0,488. Dapat ditarik kesimpulan turbin angin dengan foil NACA 0018 dengan jumlah 2 sudu merupakan geometri turbin yang paling optimum digunakan pada pembangkit listrik tenaga angin ini.
ANALISA UNJUK KERJA DESAIN SISTEM REFRIGERASI KOMPRESI UAP PADA KAPAL IKAN UKURAN 5 GT DI WILAYAH REMBANG Gritis Al hasbi MM; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.711 KB)

Abstract

Proses pendinginan atau refrigerasi merupakan proses yang penting untuk menjaga kualitas daging hasil tangkapan. Metode pendinginan yang saat ini diterapkan oleh mayoritas nelayan dengan ukuran kapal 5 GT di wilayah Rembang masih menggunakan cara konvensional (balok es) yang membawa kerugian tersendiri terhadap operasional dan kualitas daging hasil tangkap. Nelayan Rembang menjadikan kepiting rajungan (portunus pelagicus) sebagai tangkapan utama mereka, karena produk ini merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai jual tinggi maka perlu mendapatkan penanganan secara khusus bila dibandingkan dengan komoditas hasil tangkap lainya. Oleh karena itu Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) melakukan suatu rancangan sistem Refrigerasi Kompresi uap pada kapal ikan ukuran 5 GT dengan hasil tangkapan yaitu kepiting rajungan yang bertujuan untuk menggantikan sistem pendinginan sebelumnya (balok es) dan menjaga kualitas daging setelah ditangkap. Jenis refrigeran yang dipakai pada sistem ini adalah R-134a. Berdasarkan analisa unjuk kerja sistem refrigerasi pada penelitian ini diperoleh nilai koefisien prestasi / coefficient of performance (COP) = 3,24 dari nilai ini disimpulan bahwa sistem memiliki nilai COP˃1 yang artinya sistem ini memiliki effisiensi kerja yang baik. Kemudian diperoleh nilai kapasitas tiap komponen pada sistem sebagai berikut: (Kompresor=39,93 kJ/kg), (Kondensor=-168,73 kJ/kg), (Unit ekspansi=261,164 kJ/kg), dan (Evaporator=128,8 kJ/kg). Serta diketahui bahwa keberhasilan perancangan sistem refrigerasi untuk menggantikan sistem pendingin yang lama pada palka I adalah 40,7 %, dan pada palka II adalah 33 %.
STUDI ANALISA STRUKTUR LAMBUNG SEMI SUBMERSIBLE HEAVY LIFT VESSEL 30.000 TON MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD Egar Haneshananta Sihombing; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.646 KB)

Abstract

Kemajuan di bidang perkapalan sangatlah pesat, salah satu aspek yang paling disoroti adalah kekuatan dan ketahanan kapal. Hal ini mencakup kekuatan dan ketahanan pada saat berlayar ataupun berlabuh. Direct Strength Analysis adalah salah satu cara yang tepat untuk mengetahui kekuatan suatu struktur. Mengetahui komponeN-komponen yang paling kritis dan perlu mendapat perhatian lebih. Penelitian ini menganalisa kekuatan strutur lambung semi-submersible heavy lift vessel yang diberikan tekanan hirostatik saat kapal mengalami semi-submerged draught maksimum menggunakan FEM(Finite Elmemnt Method). Dalam proses analisa menggunakan software Msc.Nastran Patran, kami mendapatkan hasil tekanan hidrostatik sebesar 133.598,5 Pa.Untuk beban muatan sebesar 20.000 ton,terjadi deformasi sebesar 11,9 cm dan tegangan maksimu sebesar 100 N/mm2 . Untuk beban muatan sebesar 25.000 ton, terjadi deformasi sebesar 11,9 cm,tegangan maksimum sebesar 128 N/mm2. Dan saat kapal diberi muatan sebesar 30.000 ton,deformasi sebesar 12,4 cm dan tegangan maksimum sebesar 218 N/mm2. Tegangan maksimal yang diterima oleh kapal tersebut masih berada dibawah nilai tegangn ijin menurut ketentuan DNV yaitu sebesar 235 N/mm2.
PEMBUATAN APLIKASI PERANCANG LINES PLAN DENGAN METODE DIAGRAM NSP (NEDERLANDSCH SCHEEPBOUWKUNDIG PROEFSTATION) BERBASIS MACRO VBA MS. OFFICE EXCEL DAN PENDEKATAN B-SPLINE UNTUK MEMPERMUDAH PROSES PERANCANGAN KAPAL Khoirul Anam; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.256 KB)

Abstract

Lines plan merupakan suatu gambar desain kapal yang sangat penting, dimana dari gambar lines plan ini akan sangat berpengaruh terhadap gambar-gambar desain kapal lainnya seperti rencana umum, konstruksi profil, konstruksi melintang, stabilitas dan gambar-gambar lainnya. Dalam perancangan lines plan diperlukan perhitungan matematis yang cukup rumit dan tentu saja memakan waktu yang relatif lama sehingga akan berpengaruh dalam produksi sebuah proses desain kapal. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sebuah aplikasi komputer yang dapat membantu proses perancangan lines plan sehingga dapat menjadi solusi yang murah dan efisien waktu. Proses perancangan kapal dilakukan dengan metode diagram NSP dan kapal pembanding untuk menentukan bentuk badan kapal. Pembuatan aplikasi menggunakan fitur macro VBA  pada Ms. Office Excel untuk pemrograman dan desain interface-nya, software Delftship v8.09 untuk permodelan 3D kapal hasil perancangan dan software Autocad sebagai media untuk penggambaran hasil perancangan lines plan kapal. Dengan menginput data ukuran utama kapal yang akan dirancang sistem akan secara otomatis menampilkan data hasil perhitungan perancangan lines plan berupa tabel offset CSA dan Bodyplan beserta grafiknya. Selain itu pengguna juga dapat melihat hasil gambar perancangan lines plan dengan software Autocad yang telah terintegrasi dengan aplikasi ini. Dengan adanya aplikasi perancangan lines plan ini diharapkan dapat mempermudah pengguna dalam merancang sebuah lines plan kapal sehingga proses desain kapal dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.
ANALISA PERFORMANCE PROPELLER TIPE B-SERIES PADA KAPAL SELAM MIDGET 150M DENGAN VARIASI SKEW ANGLE DAN BLADE AREA RATIO (AE/AO) MENGGUNAKAN METODE CFD Budi, Putra Bangkit Setya; Chrismianto, Deddy; Rindo, Good
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.07 KB)

Abstract

Kapal selam merupakan kapal yang mampu beroperasi dibawah air dengan mandiri, namun juga harus bergerak senyap dibawah air tanpa terdeteksi.  Maka dari itu salah satu kebutuhan paling penting dalam kapal selam adalah Baling-Baling atau Propeller. Baling-baling kapal selam membutuhkan beberapa kriteria khusus yaitu baling-baling kapal yang dapat memberikan gaya dorong yang besar dengan tingkat kebisingan yang rendah. Maka desain propeller harus memiliki nilai thrust yang besar, nilai tekanan yang rendah, dan aliran baling-baling yang halus. Penelitian ini menganalisa baling-baling kapal selam jenis B-7 Series dengan variasi Skew Angle (27.70, 29.70 dan 31.70) dan Blade Area Ratio (0.55, 0.59 dan 0.70) dengan penambahan Kort Nozzle C Tipe Shushkin Nozzle serta dengan tiga nilai RPM yaitu, 400 RPM, 450 RPM dan 500 RPM, sehingga didapatkan jenis baling – baling yang optimum untuk kapal selam midget type 150 m dengan menggunakan program Computational Fluid Dynamics (CFD). Dalam proses analisa menggunakan software berbasis CFD, kami mendapatkan hasil dari semua model baling – baling yaitu  bentuk aliran, nilai thrust dan nilai pressure yang berbeda sesuai dengan RPM yang diberikan. Dari kesembilan variasi model yang telah dibandingkan didapat model baling – baling yang optimum yaitu B – 7 Series pada Model 3 (27,70 & 0,70) putaran 400 RPM dengan nilai thrust sebesar 21,66 kN, rata-rata tekanan 66,58 Pa, dan aliran turbulen dengan kecepatan rata - rata 15,51 m/s serta nilai effisiensi sebesar 0,868.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI DOUBLE BOTTOM PADA FRAME 46 SAMPAI FRAME 50 AKIBAT PERUBAHAN DARI SINGLE HULL KE DOUBLE HULL PADA KAPAL TANKER 13944 LTDW DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Ary Ramadhan; Imam Pujo Mulyatno; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.843 KB)

Abstract

Kapal Tanker  Indradi  13944 LTDW merupakan kapal yang  dirancang untuk mengangkut cairan dalam jumlah besar. Karena kebutuhan minyak yang selalu meningkat, mengakibatkan kapal harus dapat beroprasi sesuai peraturan MARPOL 73/78-Annex 1, Regulation 13G, Amandemen 2001 perubahan lambung wajib dilakukan terhadap lambung kapal[3][4]. Penelitian ini hanya bertujuan untuk membandingkan Model sebelum dan sesudah dimodifikasi saat berada pada kondisi beban statis, Sagging dan Hogging. Adapun skenario pembebanan meliputi muatan penuh pada model Ring Construction dan Double Bottom saja sebelum dimodifikasi dan sesudah dimodifikasi[2]. Akibat perubahan pada ruang muat dengan penambahan inner shell, double bottom mengalami perubahan pembebanan. Maka itu memodifikasi konstruksi pada Bottom dengan menghitung kembali, sarat  kapal untuk mendapatkan ukuran profil dan ketebalan baja yang aman untuk bobot kapal yang baru sesuai dengan Rules BKI. Hasil analisa dengan Software berbasis FEM berupa tegangan Von Mises yang terjadi pada Double Bottom sebelum dimodifikasi pada keadaan Statis sebesar 14,3 Mpa, Sagging sebesar 71,6 Mpa, Hogging sebesar 68,4 Mpa, Kemudian Double Bottom sesudah dimodifikasi pada keadaan Statis sebesar 12,0 Mpa,Sagging sebesar  48,8 Mpa, Hogging sebesar  46,5  Mpa. Hasil analisa yang paling kritis pada Tegangan (stress) maksimum terbesar yang terjadi pada Double bottom frame 46-50 kapal chemical carrier 13944 LTDW ini sebesar 71,6 N/m2 pada kondisi Sagging model Double bottom saja sebelum dimodifikasi dan 48,8 N/mm2 pada model double bottom saja setelah dimodifikasi pembebanan ketika kondisi sagging.
ANALISA HAMBATAN AKIBAT PENAMBAHAN STERN WEDGE PADA KRI TODAK MENGGUNAKAN METODE CFD (COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC) Alfian, Abi Dimas; Chrismianto, Deddy; Hadi, Eko Sasmito
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.051 KB)

Abstract

Sudut stern wedge memegang peranan penting dalam menentukan performa hidrodinamika kapal khususnya dalam hal hambatan. Hambatan merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam perancangan sebuah kapal. Dalam membuat kapal perang dengan kriteria senyap diperlukan  stern wedge yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan stern wedge kapal perang terbaik yang mempunyai performa hidrodinamis optimal yaitu mendapatkan hambatan total yang paling kecil sehingga memenuhi kriteria sangat senyap.Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung hambatan total kapal menggunakan program computer berbasis CFD. CFD (Computational Fluid Dynamic) adalah ilmu yang mempelajari cara memprediksi aliran fluida, perpindahan panas, dan reaksi kimia dengan menyelesaikan persamaan matematika/numerik dinamika fluida. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan menggunakan CFD dari 16 model variasi stern wedge kapal perang didapatkan 7 model dengan hambatan total lebih kecil dari hambatan total model aslinya, pada Fn 0,22 yaitu model A , pada Fn 0,44 yaitu model A , pada Fn 0,55 yaitu model A dan B dan pada Fn 0,65 yaitu model A , model B dan model C. Kesimpulannya, dari 16 model tersebut didapatkan bentuk stern wedge terbaik yang memiliki hambatan paling kecil yaitu model A.
STUDI ANALISA KONTRUKSI DECK KAPAL ACCOMMODATION WORK BARGE PADA FR 0-12 AKIBAT PENAMBAHAN CRANE BERBASIS FEM Pujikuncoro, Farobi Tetuko; Zakki, Ahmad Fauzan; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.12 KB)

Abstract

Accommodation Work Barge digunakan sebagai tempat akomodasi bagi perkerja offshore dan umumnya memiliki fasilitas bongkar muat sendiri seperti crane, namun dikarenakan kebutuhan yang sangat tinggi sehingga AWB tersebut harus dilakukan penambahan pedestal crane untuk menggantikan crawler crane yang biasa dipakai.Sehingga kapal tersebut memiliki nilai efisiensi yang bertambah. Dalam kaitannya dengan penambahan crane tersebut, maka perlu diadakan analisa pengaruh penambahan pedestal crane terhadap kekuatan deck  yang dibebani oleh crane dengan variasi sudut elevasi dan pembebanan. Hal ini pula yang mendasari penulis melakukan analisa kekuatan terhadap deck yang mengalami pembebanan crane. Untuk membantu penulis dalam menganalisa kekuatan kontruksi akibat penambahan pedestal crane pada AWB, penulis menggunakan alat bantu software yang berbasis metode elemen hingga. Hasil analisa menggunakan software Msc. Patran dan Msc. Nastran menunjukkan hasil tegangan maksimum  sebesar 69,9 Mpa di maindeck pertemuan antara bracket depan dan longitudinal bulkhead. Berdasarkan pengecekan terhadap tegangan izin struktur, hasil analisa menunjukkan bahwa sistem tersebut dinyatakan kuat menahan beban maksimum operasional crane.
ANALISA EFEKTIFITAS WIND TURBINE SUMBU VERTIKAL DENGAN VARIASI JUMLAH DAN KETEBALAN SUDU AIRFOIL NACA SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK TAMBAHAN PADA FISHERIES INSPECTION VESSEL 594 GT MENGGUNAKAN METODE CFD P. Boby Janurianto; Untung Budiarto; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1249.547 KB)

Abstract

Konsep kapal dengan turbin angin dapat mengurangi pemakaian bahan bakar. Pada penelitian ini, akan dilakukan analisa efektifitas energi yang dihasilkan dari turbin angin yang akan diinstalasi pada deck Fisheries Inspection Vessel 594 GT dengan variasi jumlah dan ketebalan blade. Turbin angin yang akan dianalisa merupakan tipe turbin angin sumbu vertikal. Variasi foil yang digunakan adalah NACA 0011, NACA 0015, NACA 0019 dengan variasi jumlah sudu 2, 3 dan 4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa turbin berupa torsi, daya, dan koefisien power turbin pada setiap variasi. Menggunakan software Ansys CFX 14 untuk melakukan analisa gaya yang mempengaruhi gerak sudu turbin dan software Qblade v.0.91b untuk mencari koefisien power turbin angin. Berdasarkan hasil analisa didapatkan bahwa nilai torsi tertinggi adalah pada turbin angin dengan jenis foil NACA 0015 dan jumlah sudu 3 sebesar 759,13 Nm. Nilai daya dimiliki turbin NACA 0015 dengan jumlah sudu 3 sebesar 7614,09 Watt. Nilai koefisien power tertinggi dimiliki turbin NACA 0015 dengan jumlah sudu 3 sebesar 0,3603. Dapat ditarik kesimpulan turbin angin dengan foil NACA 0015 dengan jumlah 3 sudu merupakan geometri turbin yang paling optimum digunakan pada pembangkit listrik tenaga angin ini.
ANALISA KEKUATAN STRUKTUR TANK DECK PADA KAPAL (LST) LANDING SHIP TANK KRI.TELUK BINTUNI 7000 DWT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Nurayoga, Fasya; Mulyatno, Imam Pujo; Adietya, Berlian Arswendo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.04 KB)

Abstract

Kapal angkut tank KRI Teluk Bintuni adalah kapal type Landing Ship Tank (LST) milik Departemen Pertahanan yang beroperasi dalam jajaran armada TNI AL untuk wilayah perairan timur Indonesia (ARMATIM) yang di gunakan untuk mendukung dalam operasi militer amfibi. dengan membawa kendaraan, kargo, dan pasukan. Tujuan tugas akhir ini adalah untuk membuktikan bahwa tank deck pada kapal LST.KRI Teluk Bintuni telah memenuhi tegangan ijin dari class yang di gunakannya yaitu Lloyd’s Register sebesar 175 N/mm2. Konstruksi tank deck merupakan konfigurasi struktur berupa Ring Construction yang terdiri dari deck, sekat memanjang, sekat melintang, bottom floor dan side hull yang di analisa menggunakan software finite element (NASTRAN-PATRAN), sehingga dapat diketahui penyebaran tegangan yang terjadi akibat beban muatan, struktur bangunan atas dan pengaruh gelombang air laut. ditinjau dari angka factor keamanan (margine of safety) Kondisi tegangan von mises pada ring construction tank deck pada saat menggunakan variasi muatan kosong pada kondisi air tenang sebesar 65,0 N/mm2, kondisi sagging sebesar 174 N/mm2, kondisi hogging sebesar 158 N/mm2, kemudian saat mengguanakan variasi muatan 10 unit Tank Leopart dan 2 Unit Panzer 2A VBL pada kondisi air tenang sebesar 96,6 N/mm2, kondisi sagging sebesar 170 N/mm2, kondisi hogging sebesar 142 N/mm2, Hasil perhitungan menunjukan tegangan maksimal terjadi saat menggunakan variasi muatan kosong dan kapal dalam keadaan sagging, pada plat deck dan plat side hull yang di tumpu deck transvers di bagian midship sebesar 174 N/mm2.dan nilai deformasi sebesar 8,44 cm. 

Page 1 of 2 | Total Record : 20