cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2017): JULI" : 9 Documents clear
Analisa Teknis Dan Investasi Kapal Perikanan Dengan Alat Tangkap Purse Seine 110 Gt Di Daerah Juwana Rosita, Ila; Mulyatno, Imam Pujo; Santosa, Ari Wibawa Budi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.578 KB)

Abstract

Industri galangan kapal di daerah Juwana,Pati saat ini mengalami perkembangan yang pesat dikarenakan tingkat investasi sebuah kapal perikanan di daerah Juwana yang sangat menguntungkan. Oleh karena itu dibutuhkan analisa lebih lanjut untuk membantu pengembangan ini. Dalam analisa ini dilakukan perhitungan besarnya biaya investasi yang harus dikeluarkan investor untuk kepemilikan kapal perikanan berukuran 100 GT. Hasil dari analisa perbandingan antara KMN. Putra Usaha Barokah 03 memiliki stabilitas pada kondisi IV sudut GZ Maxsimum (36 deg)  dan KMN. Jasa Mina Sejati memiliki stabilitas pada kondisi IV sudut GZ Maxsimum (33 deg) sedangkan pada analisa stabilitas kondisi I,II dan III didapat hasil KMN. Jasa Mina Sejati memiliki stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan KMN. Putra Usaha Barokah 03. Sedangkan perbandingan hambatan kedua kapal memperoleh hasil bahwa pada kecepatan 9 knots KMN. Putra Usa Barokah 03 untuk menempuh kecepatan maksimum sebesar 28,1 kN dan membutuhkan daya mesin sebesar 174,664 HP dan KMN. Jasa Mina Sejati menempuh kecepatan maksimum sebesar 19,4 kN dan membutuhkan daya mesin sebesar 120,545 HP, pada olah gerak kedua kapal memiliki hasil yang telah memenuhi kriteria penerimaan olah gerak kapal, sedangkan pada perbandingan analisa investasi KMN. Putra Usaha BAROKAH 03 akan mengalami balik modal selama 3,1 tahun dan KMN. Jasa Mina Sejati akan mengalami balik modal pada 3,5 tahun kapal melakukan trip.
Analisa Pengaruh Variasi Posisi Centerbulb Berbentuk Foil Terhadap Hambatan Kapal Katamaran MV. Laganbar Menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Achmad Kurniawan Zakaria; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.746 KB)

Abstract

Secara teoritis, stabilitas kapal katamaran lebih baik, tetapi muncul permasalahan lain yaitu hambatan. Hambatan kapal katamaran lebih kompleks karena efek interaksi komponen hambatan dengan gelombang laut pada lambung kapal. Hal tersebut mengakibatkan bertambahnya hambatan gelombang akibat hempasan badan kapal oleh gelombang laut. Dari permasalahan tersebut munculah percobaan untuk menambahkan centerbulb berbentuk foil pada kapal katamaran. Centerbulb berfungsi mengurangi hambatan gelombang yang terjadi pada lambung kapal katamaran. Analisa perhitungan hambatan total kapal katamaran dihitung menggunakan software CFD yaitu Tdyn 12.2.3.0 dan menggunakan variasi kecepatan (Fn = 0,15; Fn = 0,20; Fn = 0,25; Fn = 0,30; Fn = 0,35), dan posisi centerbulb. Hasilnya,  nilai hambatan total kapal pada Fn = 0,35  model original sebesar 2,06 N berkurang menjadi 1,37 N atau sebesar 34% pada konfigurasi model 6 atau posisi tengah secara memanjang kapal dan atas secara sarat kapal.
Perancangan Kapal Riset Untuk Perairan Laut Nusa Tenggara Timur Bintang M.T Sinambela; Berlian Arswendo Adietya; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.41 KB)

Abstract

Kurangnya kapal riset yang beroperasi diperairan Indonesia, khususnya diperairan laut Nusa Tenggara Timur yang memiliki banyak potensi untuk dilakukan penelitian menjadi pertimbangan  utama dalam mendesain kapal riset monohull ini. Desain kapal riset ini harus mampu mengangkut segala peralatan penelitian layaknya kita berada disebuah laboratorium penelitian yang lengkap dengan segala peralatan penelitiannya. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa langkah yang meliputi survey langsung ke kapal riset milik LIPI di Jakarta Utara yaitu KR.Baruna Jaya VIII untuk mendapatkan beberapa data, menghitung ukuran utama dengan metode regresi linear, membuat rencana garis dan rencana umum, hambatan kapal, analisis olah gerak dan stabilitas kapal, serta pemilihan peralatan penelitian kapal riset sesuai fungsinya. Hasil dari desain kapal riset ini mendapatkan ukuran utama LOA : 60 m, LWL : 57 m, LPP : 54,15 m, B : 10,17 m, T : 10,17 m, H : 7 m pada kapal riset monohull. Dari hasil perhitungan terhadap performance kapal, hasil menunjukkan stabilitas kapal memiliki titik M berada diatas titik G di segala kondisi. Gerak kapal terbukti tidak terjadi wettnes deck, kapasitas orang didalam kapal adalah 54 0rang dengan 24 awak dan 30 peneliti. Kapal ini menggunakan dua mesin motor penggerak dengan daya sebesar 503-567 bHP.
Analisa Pengaruh Variasi Penambahan Fin pada Centerbulb terhadap Hambatan Kapal Katamaran MV. Laganbar menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Yosafat Nugraha Putra; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.765 KB)

Abstract

Kapal katamaran merupakan kapal yang menarik untuk dikaji, stabilitas kapal katamaran memang lebih baik, namun muncul permasalahan lain yaitu hambatan. Hambatan kapal katamaran lebih kompleks karena efek interaksi komponen hambatan dengan gelombang laut pada lambung kapal. Hal tersebut mengakibatkan bertambahnya hambatan gelombang akibat hempasan badan kapal oleh gelombang laut. Dari permasalahan tersebut munculah percobaan untuk menambahkan fin pada centerbulb kapal katamaran. Centerbulb berfungsi mengurangi hambatan gelombang yang terjadi pada lambung kapal katamaran, serta penambahan fin pada centerbulb dapat mengoptimalkan pengurangan hambatan tersebut. Analisa perhitungan hambatan total kapal katamaran dihitung menggunakan software CFD yaitu Tdyn 12.2.3.0 dan  menggunakan variasi kecepatan (Fn = 0,15; Fn = 0,20; Fn = 0,25; Fn = 0,30; Fn = 0,35), jumlah dan ukuran fin pada centerbulb. Hasilnya, nilai hambatan total kapal bertambah pada Fn 0,15 sampai dengan Fn 0,30, dan mengurangi hambatan total pada kecepatan tertinggi dengan Fn = 0,35 yaitu sebesar 1% sampai 20% pada keseluruhan model. Model terbaik terdapat pada model 11 dengan jumlah fin 6 dan ukuran lebar fin 0,13m yaitu pada Fn = 0,35 dapat mengurangi hambatan total sebesar 20%.
Analisa Performa Kapal Ikan Tradisional Pati KMN.Rukun Arta Santosa 7 karena Perpindahan Wilayah Operasional dan Penggantian Alat Tangkap Elvira Dwi Gustiarini; Berlian Arswendo Adietya; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.278 KB)

Abstract

Potensi lestari sumber daya ikan laut Indonesia sebesar 6,5 juta ton pertahun tersebar di perairan wilayah Indonesia dan perairan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) yang terbagi dalam sembilan wilayah perairan Indonesia. Namun, potensi ikan yang besar di Indonesia masih kurang didukung dengan jumlah kapal ikan dengan kapasitas besar yang mampu adaptif untuk berlayar lebih jauh guna memanfaatkan potensi ikan yang tersebar luas di wilayah luar perairan Indonesia. Kondisi tersebut menimbulkan problematika yang cukup pelik yaitu overfishing dan overcapacity, problematika overfishing dan overcapacity merupakan masalah yang perlu diatasi guna memanfaatkan potensi lestari sumber daya ikan di laut dengan cara memindahkan wilayah operasional kapal atau juga membuat kapal yang mampu adaptif dalam berlayar di beberapa pelayaran. Untuk keperluan tersebut, perlu dilakukan analisa performa kapal karena adanya perpindahan wilayah operasional, karena dengan perbedaan tinggi gelombang dari Laut Natuna ke Samudra Hindia akan menghasilkan olah gerak yang berbeda, maka sebelumnya perlu dilakukan analisa apakah kapal tersebut mampu untuk berpindah wilayah operasional. Dengan sumber perikanan tangkap yang berbeda pula, kapal perlu mempertimbangkan alat tangkap yang digunakan dan berkaitan dengan faktor stabilitas kapal, maka analisa penggantian alat tangkap perlu dilakukan. Olah gerak dan stabilitas kapal akan dianalisa menggunakan Maxsurf dan hambatan akan dianalisa dengan Tdyn dengan Fn: 0,26. Hasil dari penelitian ini adalah kapal ikan Pati yang berukuran 90 GT yang biasa berlayar di Laut Natuna masih mampu berlayar di Samudra Hindia dengan catatan pada saat kapal mencapai kecepatan penuh yaitu 8 knot, kapal akan mengalami rolling sebesar 7,7 derajat. Dan juga meskipun stabilitas kapal dianalisa dengan beberapa alat tangkap seperti Purse Seine, Longline, Stern Trawl, dan Double Rig Trawl kapal masih dalam keadaan baik, ditunjukan dengan nilai GZ masing-masing kapal yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan IMO. Untuk penggantiannya hanya mempertimbangkan faktor ekonomis dan menyesuaikan sumber ikan yang ditangkap.
Analisa Teknis Penggunaan Serat Pelepah Siwalan (Borassus Flabellifer ) sebagai Alternatif Material Komponen Kapal Ditinjau Dari Kekuatan Tekuk Dan Impak Muhammad Wahyu Prihantoro; Hartono Yudo; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.795 KB)

Abstract

Serat pelepah Siwalan (Borassus Flabellifer) merupakan penguat komposit alami yang memiliki struktur serat yang kontinyu kuat, tidak membahayakan kesehatan, murah, tersedia melimpah karena belum temanfaatkan dengan baik serta dapat mengurangi polusi lingkungan. Dari pertimbangan diatas maka penelitian ini dilakukan pembuatan material komposit berpenguat serat alami yaitu serat pelepah siwalan untuk mengetahui kekuatan tekuk dan impak dan mengetahui pengaruh variasi arah serat terhadap kekuatan tekuk dan impak dari material komposit berpenguat serat pelepah siwalan. Pembuatan komposit serat pelepah siwalan pada penelitian ini menggunakan metode hand layup dengan arah orientasi serat lurus, fraksi volume 60% matriks polyester dan 40% serat pelepah siwalan. Hasil pengujian komposit berpenguat serat pelepah siwalan didapatkan nilai uji bending tertinggi dimiliki oleh komposit dengan variasi arah sudut 0° dengan nilai rata – rata 47,239 N/mm² dan memiliki nilai tertinggi sebesar 57,43 N/mm² dan rata-rata nilai modulus elastisitas 2422,96 N/mm2, nilai uji impact tertinggi pada sudut 0° mempunyai energi impak rata-rata sebesar komposit serat siwalan dengan variasi sudut 0 ° mempunyai keuletan rata-rata sebesar 0,0077 J/mm² dengan nilai tertinggi sebesar 0,0090 J/mm² dan berdasarkan hasil pengujian bending dan impak yang didapat, semakin kecil sudut arah serat maka semakin besar kekuatan yang mempengaruhi hasil pengujian. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekuatan tarik, modulus elastisitas dan kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat pelepah siwalan belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kekuatan tarik dan modulus elastisitas dari BKI yang mempunyai nilai modulus elastisitas 6860 N/mm² dan kekuatan bending 150 N/mm².
Studi Perancangan Kapal LNG 3150 DWT Rute Pelayaran Blok Masela - Tanjung Mas Yacob Utama Nainggolan; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.497 KB)

Abstract

Di sektor gas alam, Indonesia masih tercatat sebagai salah satu negara penghasil gas alam yang diakui dunia. Di Indonesia blok Masela adalah salah satu blok yang memiliki cadangan gas terbesar di Indonesia. Cadanganya mencapai 10,73 Trillion Cubic Feet (TCF). Begitu besarnya jumlah cadangan tersebut, hingga Blok Masela disebut lapangan Abadi. Oleh karena itu,Indonesia merencanakan pembangunan kilang terapung atau FLNG yang berada di blok Masela dikawasan laut Arafura. Maka untuk itu diperlukan suatu alat transportasi laut berupa kapal LNG yang  mempermudah pendistribusian gas alam cair dan tentunya sesuai dengan karakteristik perairan wilayah tersebut. Kapal yang akan dirancang sebagai kapal penganggkut gas alam cair atau LNG  dari Blok Masela -Tanjung mas harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal dan analisis olah gerak kapal, serta pemilihan peralatan penyelamatan dan mesin induk berdasarkan hasil perhitungan daya mesin sesuai dengan hambatan yang dialami kapal. Metode perancangan kapal LNG ini menggunakan kapal pembanding sebagai acuannya. Setelah ukuran utama didapatkan maka analisa kelayakan lambung bisa didapatkan dari software pendukung perancangan kapal. Perancangan kapal menggunakan metode perbandingan untuk mendapatkan ukuran utama kapal, software Maxsurf dan Rhinoceros untuk pemodelan dan untuk analisa karakteristik kapal.  Ukuran utama kapal didapatkan yaitu Lpp = 99,00 m, B = 17,20 m, H = 10,92 m, T = 5,5 m, Vs = 13 knot, dengan displacement 7256  ton dan Cb = 0,73. Kapal LNG ini menggunakan 1 buah mesin penggerak kapal dengan daya 1500 HP. Pada Tinjauan stabiltas, hasil menunjukkan kapal stabil karena sudah memenuhi Criteria IMO. Pada Olah gerak Kapal LNG ini hasilnya sudah memenuhi Criteria NORDFORSK.
Analisa Kekuatan Konstruksi Kapal Landing Craft Tank Teluk Katurei Akibat Perubahan Framing System Dengan Metode Elemen Hingga Fajrul Falah Rosid; Imam Pujo Mulyatno; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.922 KB)

Abstract

Kapal Landing Craft Tank adalah kapal yang digunakan untuk mengangkut kendaran-kendaraan besar seperti heavy cargo, bulldozer, excavator, dumb truck, loader,dan alat berat lainnya yang sangat diperlukan untuk pekerjaan konstruksi. Selain itu bahan-bahan konstruksi berukuran besar seperti pipa besi, lembaran baja, tangki air dan sebagainya juga dapat diangkut dengan Landing Craft Tank. Akibat adanya beban tersebut akan mengakibatkan distribusi beban pada kapal Landing Craft Tank. Dengan perubahan framing system kapal akan terjadi perubahan karakteristik tegangan. Pada setiap framing system tersebut dilakukan analisa maximum stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari kendaraan, beban setiap kondisi pembebanan serta beban hidrostatik. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan  terbesar dari konstruksi kapal Landing Craft Tank serta mengetahui letak titik kritis pada kapal Landing Craft Tank, berdasarkan tiga variasi kondisi pembebanan kapal Landing Craft Tankyaitu air tenang, sagging dan hogging. Hasil analisa dan perhitungan yang  dilakukan pada kapal Landing Craft Tank model satu dalam kondisi air tenang sebesar 68 N/mm2, kondisi sagging sebesar 76,8 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 74,1 N/mm2. Untuk model dua dalam kondisi air tenang sebesar 68 N/mm2, kondisi sagging sebesar 74,8 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 72,6 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Landing Craft Tank masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan maupun safety factor standar BKI.
Perancangan Kapal Selam Tipe Tumblehome Hull Dan Karakteristik Meri Nugraha; Deddy Chrismianto; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.193 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Pulau natuna adalah salah satu kepulauan yang memiliki sumber daya alam gas bumi. Namun natuna akhir-akhir ini sedang ada permasalahan konflik dengan negara cina tentang perebutan sengketa hak milik pulau natuna  yang sebabkan oleh sumber kekayaan yang banyak di pulau natuna. Dengan ini dari sektor kebutuhan suatu Negara untuk mempertahankan negaranya berupaya mengembangkan teknologi terbaru khususnya di bidang maritime untuk kapal selam tersendiri banyak bervariasi dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih. Terlebih kompleksitas kapal selam modern tipe tumblehome hull. perancangan dengan metode trend curve approach dengan menggunakan perhitungan regresi linier sederhana. perhitungan hambatan dengan menggunakan software TYDN CFD, perhitungan stabilitas dihitung pada sudut 0 -900 dengan kriteria IMO, hidrostatik dan equilibirum dibantu dengan perangkat lunak untuk perhitungan. Ukuran utama yang didapat adalah LOA = 79,5 m,  H=9,72 m, T=7,92 m, B=9,6 m CB = 0,543. Nilai hambatan kapal selam yang didapat dengan perhitungan manual dan di validasikan dengan software maxsuft dan TYDN CFD untuk kapal menyelam 348,099 KN untuk kecepatan 20 knot. Volume Normal Surface Condition (NSC) adalah 3212 m3 dan volume submerged 5491,481 m3 dan seimbang dengan perhitungan berat. Skenario ballast kapal daat mengantisipasi skenario pemuatan ekstrim kapal yang ditunjukan oleh polygon equilibirum. Nilai stabilitas pada kondisi NSC memiliki nilai GZ maksimum sebesar 3,565 m pada 900 dan memenuhi kriteria IMO untuk max GZ dan initial GMt.

Page 1 of 1 | Total Record : 9