cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 840 Documents
Analisis Pengaruh Kombinasi Material Abrasif Garnit dan Silika Pada Proses Blasting Baja ASTM A36 Terhadap Prediksi Laju Korosi Dan Daya Rekat Adhesi Steven Natanael Lubis; Untung Budiarto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ASTM A36 merupakan material yang banyak digunakan dalam industri perkapalan karena kekuatan dan ketersediaannya. Namun, sifatnya yang mudah mengalami korosi di lingkungan laut menuntut adanya perlindungan tambahan melalui pelapisan (coating). Keberhasilan coating sangat bergantung pada persiapan permukaan, salah satunya melalui proses sandblasting. Penelitian ini menganalisis pengaruh kombinasi material abrasif garnet dan silika pada proses sandblasting terhadap kekasaran permukaan, daya lekat cat, serta laju korosi baja ASTM A36. Tiga variasi komposisi abrasif (50:50, 60:40, dan 70:30) diuji menggunakan metode adhesi pull-off dan pengujian laju korosi dalam larutan NaCl 3,5%. Hasil penelitian yaitu peningkatan proporsi garnet menghasilkan kekasaran permukaan yang lebih tinggi, dengan nilai tertinggi pada komposisi silika:garnet (30:70) sebesar 55,00 μm. Kekuatan adhesi coating menunjukkan korelasi positif dengan kekasaran permukaan, dimana nilai tertinggi dicapai pada komposisi silika:garnet (30:70) sebesar 13,21 MPa. Laju korosi terendah juga diperoleh pada komposisi yang sama sebesar 0,00033 mm/y. Seluruh variasi komposisi memenuhi standar ISO 12944-9 (>5 MPa) dan termasuk kategori ketahanan korosi "Outstanding" (<0,02 mm/y).
ANALISIS PENGARUH SANDBLASTING GARNETT, ALUMINIUM OXIDE, DAN SILICA DENGAN PARAMETER TEKANAN PADA KETETAPAN SUDUT TERTENTU TERHADAP COATING ADHESION BAJA A36 Rivaldi Francius Hutauruk; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ASTM A36 banyak digunakan pada konstruksi kapal tetapi rentan terhadap korosi sehingga diperlukan perlindungan tambahan berupa pelapisan (coating). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, metode pelapisan (coating) dengan persiapan permukaan (surface preparation) melalui sandblasting menjadi penting untuk meningkatkan daya rekat dan guna lapisan pelindung. Metode yang digunakan untuk penelitian adalah  memvariasikan tekanan blasting (5 bar, 6 bar,7 bar) dengan ketetapan sudut pada setiap material abrasif (Garnett, Alox, Silica). Output atau hasil pada penelitian ini berupa data pengujian kekasaran permukaan dan kekuatan daya rekat adhesi cat pada permukaan baja ASTM A36. Metode yang digunakan  adalah eksperimen nyata (real experiment) dengan proses blasting manual, diikuti pengujian kekasaran permukaan (ASTM D4417) dan daya rekat adhesi menggunakan pull-off test (ASTM D4541). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis material abrasif, tekanan, dan sudut penyemprotan berpengaruh signifikan terhadap nilai kekasaran dan daya rekat coating. Material Alox menghasilkan pengaruh paling kuat terhadap peningkatan daya rekat dan pada tekanan 7 bar pada sudut 60o menghasilkan kekasaran permukaan tertinggi sebesar 71,8 µm, misalnya pada material Garnett bernilai 59,1 μm dibandingkan 5 bar sudut 45o dengan nilai 42,3 μm dan 6 bar dengan nilai 47 μm. Secara umum, peningkatan tekanan penyemprotan cenderung meningkatkan nilai kekasaran, yang berbanding lurus dengan kekuatan lapisan adhesi.
Analisis Hambatan Kapal Planing Hull pada Kondisi Air Tenang: Perubahan Posisi LCG dan VCG M Doni Indra Cahya Kurniawan; Samuel Samuel; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IMO mengadopsi strategi awal untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan memperkenalkan Energy Efficiency Design Index (EEDI). Strategi tersebut menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sekitar 50% pada tahun 2050 dibandingkan dengan level pada tahun 2008. Permasalahan utama yang dihadapi kapal planing adalah keseimbangan antara efisiensi hidrodinamik dan stabilitas operasional. Beberapa perangkat tambahan di buritan, seperti interceptor digunakan untuk mengurangi hambatan dan mengontrol sikap kapal melalui pembangkitan gaya angkat hidrodinamik, sehingga sudut trim berkurang dan efisiensi keseluruhan meningkat. Salah satu cara yang untuk mengoptimalkan sudut trim dan efisiensi kapal planing tanpa tambahan perangkat di buritan adalah dengan mengoptimalkan distribusi bobot pusat gravitasi longitudal dan vertical agar hambatan dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi Longitudinal Center of Gravity dan Vertical Center of Gravity terhadap sudut trim dan hambatan total. Metode yang digunakan adalah simulasi Computational Fluid Dynamic (CFD) berdasarkan Reynold-averaged Navier-Stroke (RANS) yang terverifikasi dan tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan VCG 8% dan LCG +5% menghasilkan penurunan hambatan terbesar sebesar 61,74% pada Fr 0.91. Pada kecepatan lebih tinggi yaitu Fr 1.61, VCG 8% dan LCG -10% memiliki penurunan hambatan terbaik sebesar 41.92%. Seiring bertambahnya kecepatan, posisi VCG 8% secara konsisten memberikan hambatan lebih kecil dibanding VCG 16% dan 24%. Sedangkan pengaruh LCG dan VCG pada sudut trim, di kecepatan rendah Fr 0.91, VCG 8% dan LCG +5% menunjukkan trim paling kecil dan stabil, menandakan keseimbangan gaya angkat dan berat yang baik. Namun, pada kecepatan tinggi Fr 1.41 dan 1.61, LCG -5% dan -10% dengan VCG 8% menghasilkan sudut trim yang optimal dengan nilai 2°-4°, yang merupakan rentang optimum kondisi planing.
Analisa Hambatan Kapal Pentamaran Dengan Variasi Konfigurasi Side hull Dengan Metode CFD Niko Andrias Susanto; Andi Trimulyono; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 3 (2026): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal multihull merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi hidrodinamika kapal melalui pengurangan hambatan total akibat interferensi gelombang antar lambung. Salah satu konfigurasi multihull yang masih jarang diteliti adalah kapal pentamaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jarak transversal antar lambung (S/L) dan pergeseran longitudinal (R/L) terhadap koefisien hambatan total (Ct) kapal pentamaran menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD). Simulasi numerik dilakukan menggunakan ANSYS Fluent berbasis persamaan Reynolds-Averaged Navier-Stokes (RANS) pada rentang Froude number (Fr) 0,4–0,7. Variasi konfigurasi yang digunakan yaitu S/L 70/200 dan 80/200 dengan R/L 4/20 dan −2/20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Ct menurun seiring meningkatnya Fr pada seluruh konfigurasi. Konfigurasi dengan S/L 80/200 dan R/L −2/20 menghasilkan nilai Ct terendah dibandingkan konfigurasi lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa konfigurasi forward stagger mampu menghasilkan interferensi gelombang dan distribusi aliran yang lebih menguntungkan sehingga hambatan total kapal dapat dikurangi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variasi posisi side hull berpengaruh terhadap performa hidrodinamika kapal pentamaran, di mana hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran longitudinal memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap nilai Ct dibandingkan separasi transversal. Konfigurasi terbaik diperoleh pada S/L = 80/200 dan R/L = −2/20.
Analisis Pengaruh Variasi Arus Dan Media Pendinginan Pada Pengelasan Smaw Baja SS 400 Terhadap Kekuatan Uji Tarik Dan Uji Tekuk Rafa Effendi Soeroyo; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi kuat arus pengelasan dan jenis media pendingin terhadap sifat mekanik baja SS 400 hasil pengelasan dengan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW). Material yang digunakan adalah baja karbon rendah SS 400, dengan elektroda tipe E7018 dan sambungan las kampuh V tunggal. Variasi arus pengelasan yang digunakan adalah 100 A dan 120 A, sedangkan media pendingin yang digunakan setelah proses pengelasan meliputi air, oli bekas, dry ice, dan udara. Total spesimen uji sebanyak 52 buah, terdiri dari pengujian tarik berdasarkan standar ASTM E8 dan pengujian tekuk berdasarkan ASTM E19014. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variasi media pendingin dan arus listrik pengelasan memiliki pengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik, regangan, modulus elastisitas, serta kekuatan tekuk spesimen. Nilai kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada spesimen dengan media pendingin dry ice dan arus 120 A sebesar 402,68 MPa. Regangan tarik tertinggi dicapai oleh spesimen dengan media pendingin oli bekas dan arus 120 A sebesar 34,91 %. Sementara itu, nilai modulus elastisitas tertinggi ditemukan pada media oli bekas dengan arus 120 A sebesar 52,41 GPa. Untuk pengujian tekuk, nilai tegangan tekuk tertinggi sebesar 882,79 MPa dicapai oleh spesimen yang menggunakan air sebagai media pendingin dengan arus pengelasan 120 A. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi parameter pengelasan yang tepat sangat memengaruhi kualitas mekanik sambungan las baja SS 400. Media pendingin dry ice memberikan kekuatan tarik dan kekakuan tertinggi, sedangkan air dan oli bekas menghasilkan keuletan dan ketangguhan lentur yang lebih baik dibanding udara dan dry ice.
Analisis Kekuatan Torsional Variasi Material Sandwich Plate System pada Cargo Hold Kapal Container DWT 7537 Dimas Bosty Alfarizki; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam desain struktur kapal bertujuan untuk menghasilkan konstruksi yang ringan, kuat, dan efisien. Salah satu teknologi yang digunakan adalah Sandwich Plate System (SPS), yaitu sistem pelat berlapis dengan material inti yang berfungsi meningkatkan kekuatan tanpa menambah berat secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan torsional struktur Cargo hold kapal menggunakan variasi material inti pada SPS. Simulasi numerik dilakukan dengan metode elemen hingga (FEM) menggunakan perangkat lunak Abaqus CAE. Material inti yang diteliti berupa elastomer dan synthetic resin, serta dibandingkan dengan struktur konvensional. Hasil analisis menunjukkan bahwa SPS dengan inti elastomer menghasilkan tegangan von Mises sebesar 3,87  MPa dan defleksi 29,64 mm. Sementara itu, SPS dengan inti synthetic resin menghasilkan tegangan 3,86 MPa dan defleksi 29,64 mm. Seluruh konfigurasi tersebut memenuhi standar kekuatan struktur berdasarkan kriteria dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Dengan demikian, penggunaan SPS dengan material inti elastomer maupun synthetic resin dinilai layak sebagai alternatif pengganti pelat baja konvensional dalam struktur kapal modern.
Pengaruh Preheat Treatment, Post Weld Heat Treatment Pada Pengelasan SMAW Baja ST60 Terhadap Kekuatan Uji Tarik Serta Impak Catur Wahyu Cahyono; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST60 sebagai material struktural kritis di industri perkapalan rentan mengalami penurunan sifat mekanik akibat pengelasan SMAW. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh perlakuan panas preheat (450 °C/15 menit) dan PWHT annealing (450 °C/15 menit) terhadap kekuatan tarik dan ketangguhan impak sambungan las. Metode eksperimental diterapkan menggunakan pelat baja ST60 tebal 10 mm yang dilas dengan elektroda E7018 (arus 100– 140 A, tegangan 20–30 V), kemudian diuji tarik (ASTM E8) dan impak Charpy (ASTM E23). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan preheat dan kondisi tanpa perlakuan memiliki kekuatan tarik dan ketangguhan impak yang hampir setara. PWHT tunggal justru menurunkan performa mekanik, baik dari segi kekuatan tarik (432,32 MPa) maupun ketangguhan impak (0,62 J/mm²). Sebaliknya, kombinasi preheat dan PWHT (PWPR) memberikan hasil terbaik dengan kekuatan tarik tertinggi (477,90 MPa) dan impak tertinggi (0,84 J/mm²). Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan hanya pada parameter fracture strain. Temuan ini mengindikasikan bahwa perlakuan PWPR memberikan efek sinergis terhadap peningkatan performa mekanik sambungan las baja ST60.
Analisis Pengaruh Waktu Dan Voltase Pada Proses Elekroplating Lapisan Seng Terhadap Laju Korosi Pada Baja ST37 Adam Maulana Fadli; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi waktu dan voltase proses elektroplating seng terhadap ketahanan korosi baja ST37. Proses dilakukan dengan variasi waktu 10, 15, dan 20 menit serta tegangan 6, 8, dan 10 volt menggunakan larutan ZnSO₄ pada suhu 26°C. Pengujian meliputi ketebalan lapisan menggunakan coating thickness gauge dan laju korosi dengan metode elektrokimia pada media NaCl 3,5%. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan tegangan dan waktu pelapisan meningkatkan ketebalan lapisan dari 7,3 μm hingga 28,1 μm serta menurunkan laju korosi dari 0,024961 mm/tahun menjadi 0,0045175 mm/tahun. Kondisi optimal dicapai pada tegangan 10 V dengan waktu 20 menit, menghasilkan lapisan setebal 28,1 μm dan laju korosi terendah 0,0045175 mm/tahun. Variasi parameter proses terbukti berpengaruh signifikan terhadap kualitas lapisan pelindung, di mana kombinasi tegangan tinggi dan waktu lebih lama memberikan perlindungan korosi terbaik pada baja ST37.
Analisa Pengaruh Variasi Arus Las SMAW Pada Pengelasan Dissimilar Baja ST42 dan SS304 Terhadap Laju Korosi dan Kekuatan Impak Muhammad Naufal Athallah; Hartono Yudo; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material baja ST42 dan stainless steel SS304 secara luas diaplikasikan dalam berbagai sektor industri karena memiliki kombinasi sifat mekanik yang baik dan ketahanan korosi yang tinggi. Pengelasan dissimilar antar keduanya diperlukan penelitian sebagai acuan parameter pengelasan akibatt perbedaan sifat fisik dan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi arus SMAW terhadap ketahanan korosi dan energi impak sambungan ST42–SS304. Proses pengelasan dilakukan menggunakan elektroda E312 pada posisi 1G dengan arus 110A, 120A, dan 130A. Uji impak charpy dilakukan untuk mengetahui ketangguhan sambungan terhadap beban kejut, sedangkan uji korosi dilakukan secara elektrokimia dalam larutan NaCl 3,5%. Pada spesimen yang dilas dengan arus 110 A, diperoleh laju korosi terendah sebesar 0,284 mm/year dan energi impak tertinggi sebesar 2,66 J/mm². Peningkatan arus pengelasan menjadi 120 A menyebabkan laju korosi meningkat menjadi 0,428 mm/year, disertai penurunan energi impak menjadi 2,03 J/mm². Selanjutnya, pada arus 130 A, laju korosi mencapai nilai tertinggi sebesar 0,579 mm/year, sementara energi impak menurun menjadi 1,97 J/mm². Dengan demikian, arus 110A memberikan performa terbaik dalam hal ketahanan korosi dan kekuatan impak pada sambungan dissimilar ini.
Analisis Engine Propeller Matching Pada Kapal Kontainer 100 Teu Gede Tresna Jaya Prawira; Untung Budiarto; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 3 (2026): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi laut berperan penting dalam mendukung distribusi logistik, sehingga diperlukan sistem propulsi yang mampu memenuhi kebutuhan operasi kapal secara efektif. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja sistem propulsi adalah kesesuaian antara mesin induk dan propeller (engine–propeller match). Penelitian ini bertujuan mencapai kesepakatan mesin dan baling-baling pada kapal kontainer KM. Nusantara 100 TEU menggunakan metode Engine–Propeller Matching (EPM). Analisis dilakukan melalui pemodelan kapal menggunakan perangkat lunak Maxsurf untuk memperoleh hambatan kapal, dilanjutkan dengan perhitungan kebutuhan daya mesin, pemilihan gearbox, evaluasi beberapa alternatif propeller Wageningen B-Series, analisis kavitasi, serta penentuan titik operasi (matching point) berdasarkan karakteristik open-water propeller dan engine envelope.Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kecepatan rencana 12 knot perolehan hambatan total kapal sebesar 121,7 kN. Karena kapal menggunakan konfigurasi twin screw, kebutuhan propulsi dibagi menjadi dua sistem propulsi yang identik. Berdasarkan hasil evaluasi karakteristik baling-baling, dipilih baling-baling Wageningen B4-55 dengan diameter 2,40 m dan rasio P/D 0,694 untuk proses pencocokan mesin–baling-baling. Selanjutnya dipilih mesin induk MaK 6M20C berdaya 1.020 kW dengan gearbox ZF 8355. Berdasarkan analisis engine envelope, titik operasi diperoleh pada putaran sekitar 900 rpm, dengan kebutuhan daya sekitar 80,26% BHP dari daya maksimum mesin.Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi mesin MaK 6M20C, gearbox ZF 8355, dan propeller Wageningen B4-55 memenuhi kebutuhan sistem propulsi kapal pada kondisi operasi rencana 12 simpul berdasarkan metode Engine–Propeller Matching yang digunakan dalam penelitian ini.