cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Department of Naval Architecture
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Jurusan Teknik Perkapalan yang berisi artikel karya ilmiah mahasiswa program Sarjana Teknik Perkapalan universitas Diponegoro
Arjuna Subject : -
Articles 840 Documents
ANALISA PERUBAHAN SARAT TERHADAP HAMBATAN KAPAL JAPAN BULK CARRIER DENGAN METODE HOLTROP Firman Alif Kurniawan; Good Rindo; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang sabgat bergantung pada transportasi laut untuk mendukug perekonomian negara. Selain mendukung perekonomian negara, transportasi laut juga memiliki peran penting dalam mendukung perdagangan internasional terutama negara-negara yang memiliki hubungan dagang dengan Indonesia. Olehkarena itu, performa oprasional transportasi laut menjadi faktor krusial yang perlu diperhatikan, khususnya dalam pembuatan kapal, perlu diperhatikan hambatan total yang memengaruhi konsumsi bahan bakar dan efisiensi pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan total kapal Japan Bulk Carrier menggunakan metode Holtrop sebagai pendekatan penghitungan dan menggunakan software Maxsurf  Resistance. Dengan mengubah sarat kapal menjadi tiga bagian dan menganalisa bagaimana hasil hambatan total di setiap sarat tersebut.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan total kapal meningkat secara signifikan seiring dengan bertambahnya kecepatan kapal. Pada sarat 16,5 m, hambatan total pada kecepatan maksimal (14,5 knot) adalah 1241257 N. Pada perubahan sarat kapal menjadi 15 m, hambatan total pada kecepatan maksimal (14,5 knot) adalah 1325959 N. Sedangkan pada perubahan sarat menjadi 18 m, hambatan total pada kecepatan maksimal (14,5 knot) adalah 1255924 N. Terjadi peningkatan hambatan kapal setelah melakukan modifikasi sarat kapal maka sarat 16,5 m adalah sarat terbaik untuk mengurangi hambatan kapal dibandingkan dengan sarat yang lain. Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan untuk melakukan eksplorasi metode penghitungan hambatan lain atau penggunaan perangkat lunak tambahan sebagai pembanding agar analisis lebih komprehensif.
Analisis Kekuatan Laminasi Serat Bambu Apus Dan Fiberglass (Chopped Strand Matt) Dengan Bentuk Lengkung (Curve) Hilmy Charis Alfareza Hariyanto; Parlindungan Manik; Ahmad Firdhaus
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan komposit berbasis serat alami semakin ditingkatkan sebagai alternatif dari material konstruksi kapal yang lebih ramah lingkungan dan memiliki karakteristik mekanik yang unggul. Bambu apus (Gigantochloa apus) adalah salah satu jenis serat alami yang berpotensi dikembangkan menjadi material komposit struktural, mengingat ketersediaannya yang baik serta kemampuan mekaniknya yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak variasi sudut kelengkungan terhadap kekuatan impak dan kekuatan tekuk dari komposit laminasi bambu apus dan fiberglass menggunakan matriks resin epoxy. Spesimen dirakit dengan metode hand lay-up yang terdiri dari lapisan laminasi bambu apus dan fiberglass chopped strand mat pada sudut kelengkungan yang bervariasi, yaitu 0°, 8,74°, 17,10°, dan 24,77°. Pengujian kekuatan impak dilakukan sesuai standar ISO 179-1, sedangkan pengujian kekuatan tekuk mengikuti standar ASTM D7264 dengan metode three-point bending. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peningkatan sudut kelengkungan berdampak positif terhadap sifat mekanik dari komposit. Nilai kekuatan impak mengalami peningkatan dari 108,06 kJ/m² pada sudut 0° menjadi 138,90 kJ/m² pada sudut 24,77°. Di sisi lain, kekuatan tekuk meningkat dari 326,50 MPa menjadi 380,87 MPa. Semua spesimen memenuhi batas minimum kekuatan tekuk sesuai dengan Rules for Fiberglass Reinforced Plastic Ships yang dikeluarkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Variasi sudut kelengkungan 24,77° menunjukkan karakteristik mekanik terbaik dan berpotensi digunakan sebagai material alternatif dalam struktur kapal dengan bentuk melengkung
Analisa Perbandingan Perendaman Pelat Stainless Steel 316 Pada Larutan HNO3 dan H2SO4 Terhadap Laju Korosi dan Pengaruhnya Terhadap Kekuatan Tarik dan Impak Fairuz Farah Ikbar; Untung Budiarto; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh perendaman pelat stainless steel 316 pada larutan asam nitrat (HNO3) dan asam sulfat (H2SO4) terhadap laju korosi dan perubahan sifat mekaniknya, khususnya kekuatan tarik dan impak. Spesimen direndam dalam tiap larutan yang masing – masing berkonsentrasi 1,0 M pada suhu ruang selama 14 dan 28 hari. Pengujian laju korosi dilakukan menggunakan metode weight loss, sedangkan pengujian sifat mekanik dilakukan dengan pengujian tarik dan uji impak menggunakan mesin impak charpy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu perendaman menyebabkan laju korosi yang semakin tinggi pada kedua media asam. Berdasarkan hasil weight loss, spesimen yang direndam HNO3 menunjukkan nilai laju korosi yang lebih tinggi dibandingkan dengan spesimen yang direndam H2SO4, terutama selama waktu 28 hari. Pada pengujian tarik, peningkatan weight loss cenderung diikuti oleh penurunan beberapa parameter mekanik, seperti yield strength, modulus elastisitas, dan fracture energy. Sementara itu, hasil uji impak menunjukkan bahwa nilai dari absorbed energy dan impact strength pada spesimen yang direndam H2SO4 lebih rendah dibandingkan HNO3, yang menandakan penurunan ketangguhan material yang lebih besar. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis larutan dan durasi perendaman berpengaruh terhadap laju korosi dan kekuatan mekanik stainless steel 316, di mana HNO3 cenderung menghasilkan nilai laju korosi lebih tinggi, sedangkan H2SO4 memberikan penurunan sifat impak yang lebih besar.
Studi Perancangan Kapal Penangkap Ikan Jenis Katamaran dengan Penambahan Solar Cell sebagai Sumber Penerangan Afif, Muhammad Akhfaf; Santosa, Ari Wibawa Budi; Budiarto, Untung
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang kapal penangkap ikan tipe katamaran berkapasitas 15 GT yang dilengkapi sistem solar cell sebagai sumber energi penerangan. Metode perancangan menggunakan pendekatan Spiral Design dan Point Based Design berdasarkan data 10 kapal pembanding katamaran. Analisis hambatan dilakukan menggunakan metode Slender Body Molland dengan bantuan perangkat lunak Maxsurf Resistance. Hasil perancangan menghasilkan ukuran utama kapal yaitu LPP 15,2 m, lebar 8 m, tinggi 2,35 m dan sarat 1,2 m. Pada kecepatan dinas 15 knot diperoleh hambatan total sebesar 11,711 kN dengan Froude Number 0,63. Analisis stabilitas menunjukkan seluruh kondisi muatan memenuhi kriteria IS Code 2008. Sistem solar cell menggunakan 10 panel surya 455 Wp dengan total energi harian sebesar 21,805 Wh. Analisis ekonomi menunjukkan keuntungan bersih kapal sebesar Rp. 3.093.640.000 per tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal katamaran dengan sistem solar cell memiliki potensi sebagai kapal penangkap ikan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Uji Material Insulasi Termal LNG ISO Tank Pada Temperature Ruang. Arneta Mega Sundari; Hartono Yudo; Tuswan Tuswan
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 2 (2026): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Liquefied Natural Gas (LNG) memerlukan sistem insulasi termal yang mampu mempertahankan suhu rendah selama proses penyimpanan dan transportasi untuk meminimalkan terjadinya perpindahan panas dan boil-off gas. Polyurethane foam merupakan salah satu material yang banyak digunakan sebagai insulasi termal, namun masih diperlukan upaya peningkatan karakteristik mekaniknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan serat fiberglass terhadap densitas, konduktivitas termal, dan kekerasan Shore D polyurethane foam serta membandingkannya dengan polystyrene foam sebagai material insulasi LNG ISO Tank pada suhu ruang. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan membuat spesimen polyurethane foam menggunakan variasi fraksi massa serat fiberglass sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15%. Pengujian densitas dilakukan berdasarkan ASTM C134-95, pengujian konduktivitas termal mengacu pada ASTM E1225, dan pengujian kekerasan menggunakan metode Shore D berdasarkan ASTM D2240. Hasil pengujian kemudian dianalisis untuk mengetahui pengaruh penambahan fiberglass terhadap karakteristik termal dan mekanik material insulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan fraksi massa fiberglass menyebabkan densitas meningkat dari 0,034 g/cm³ menjadi 0,072 g/cm³ serta meningkatkan nilai konduktivitas termal dari 0,0316 kcal/m·jam·°C menjadi 0,0359 kcal/m·jam·°C. Nilai kekerasan Shore D tertinggi diperoleh pada variasi fiberglass 10% sebesar 82 Shore D. Polystyrene foam memiliki nilai konduktivitas termal yang lebih rendah yaitu 0,0297–0,0305 kcal/m·jam·°C sehingga memberikan kemampuan insulasi termal yang lebih baik. Namun, polyurethane foam berpenguat fiberglass memiliki sifat mekanik yang lebih unggul. Oleh karena itu, penambahan fiberglass sebesar 10% dapat dianggap sebagai komposisi optimum karena memberikan keseimbangan terbaik antara kemampuan insulasi termal dan kekuatan mekanik material.
Studi Perancangan Desain Floating Bank Statis Untuk Menunjang layanan Perbankan di Pulau Seram Akira Bajra Yudha; Good Rindo; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 3 (2026): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Seram, yang terletak di Kepulauan Maluku, menghadapi tantangan besar dalam akses layanan perbankan, terutama di daerah terpencil. Penelitian ini mengusulkan pembangunan floating bank statis sebagai solusi untuk meningkatkan inklusi keuangan di wilayah tersebut. Desain floating bank ini mempertimbangkan kapasitas operasional dan stabilitas struktur terapung, dengan dimensi utama LoA = 18 m, B = 16,5 m, H = 1,85 m, dan T = 0,85 m, serta kapasitas 20 pengunjung dan 10 kru. Untuk memastikan operasional yang optimal, perhitungan displacement, deadweight, dan lightweight dilakukan dengan cermat. Berdasarkan hasil analisis equilibrium, stabilitas struktur terjaga dengan nilai heel dan trim angle sebesar 0 derajat. Nilai GZ tertinggi tercatat pada kondisi kelima, dengan pengisian penuh tangki air tawar 50% dan pengunjung yang terisi penuh. Sistem kelistrikan dirancang dengan memanfaatkan panel surya sebagai sumber utama energi, dipadukan dengan generator diesel kapasitas 80 kW sebagai cadangan untuk memastikan kelancaran operasional. Panel surya diharapkan dapat memenuhi sekitar 80% dari total kebutuhan energi harian. Biaya total pembangunan proyek diperkirakan mencapai Rp 1.831.976.703. Untuk menjaga stabilitas, floating bank ini ditambatkan dengan sistem spread mooring. Desain ini diharapkan dapat mempermudah akses layanan perbankan dan meningkatkan inklusi keuangan di daerah yang sulit dijangkau.
Perancangan Kapal Cepat Hydrofoil dengan bahan Aluminium Untuk Perairan Dangkal Dwi Ageng Frastio; Good Rindo; Ahmad Fauzan Zakki
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 3 (2026): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan kapal cepat hydrofoil berbahan aluminium untuk perairan dangkal menjadi solusi penting dalam pengembangan transportasi laut yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Kapal hydrofoil memiliki kemampuan unik untuk mengurangi hambatan gesekan dengan air, yang memungkinkan kapal untuk beroperasidengan kecepatan lebih tinggi dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Aluminium 5083 dipilih sebagai bahan utama karena sifatnya yang ringan, tahan terhadap korosi, dan mudah diproses, menjadikannya ideal untuk konstruksi kapal yang akan beroperasi di perairan dangkal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kapal hydrofoil dengan mempertimbangkan aspek stabilitas, efisiensi, dan kenyamanan penumpang dalam kondisi perairan dangkal, seperti yang ditemukan di Selat Bali, Indonesia. Desain kapal dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Maxsurf untuk analisis stabilitas, keseimbangan, dan hambatan kapal, serta Rhinoceros untuk pembuatan model 3D. Hasil dari desain ini menunjukkan bahwa kapal dengan ukuran utama LOA 27 m, lebar 5,5 m, dan draft 1,2 m dapat beroperasi stabil pada kecepatan hingga 70 knot, dengan nilai stabilitas yang memenuhi standar keselamatan internasional. Kapal ini juga menunjukkan efisiensi operasional yang tinggi, dengan konsumsi bahan bakar yang lebih rendah dibandingkan dengan kapal konvensional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan teknologi kapal cepat untuk transportasi laut yang lebih cepat, aman, dan efisien, khususnya di wilayah perairan dangkal Indonesia yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan konektivitas antar pulau.
Pengaruh Variasi Waktu dan Media Pendingin Terhadap Kekuatan Tarik dan Tekuk Pengelasan SMAW Dissimilar Baja ASTM A36 dan SS304 Restu Sri Saptoaji; Ari Wibawa Budi Santosa; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 3 (2026): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan dissimilar merupakan metode penyambungan dua jenis material dengan sifat kimia dan mekanik yang berbeda, yang banyak diaplikasikan dalam industri perkapalan. Baja ASTM A36 dan SS304 merupakan material yang umum digunakan, namun perbedaan karakteristik keduanya dapat memengaruhi kualitas sambungan las. Salah satu parameter penting yang berpengaruh terhadap sifat mekanik hasil pengelasan adalah media dan waktu pendinginan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi media pendingin (air dan oli) serta waktu pendinginan (0 menit, 2 menit, dan 4 menit) terhadap kekuatan tarik dan tekuk hasil pengelasan SMAW dissimilar baja ASTM A36 dan SS304. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode eksperimental dengan pembuatan spesimen uji tarik dan uji tekuk sesuai standar ASTM E8 dan ASTM E290. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi media dan waktu pendinginan memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat mekanik sambungan las. Pendinginan menggunakan media oli dengan waktu 4 menit menghasilkan nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 426,07 MPa serta menunjukkan performa uji tekuk terbaik dengan nilai ultimate flexural strength tertinggi yaitu 754,83 MPa. Hasil ini menunjukkan bahwa pendinginan oli dengan waktu 4 menit mampu meningkatkan keuletan dan ketahanan deformasi plastis sambungan las dissimilar, sehingga lebih sesuai untuk aplikasi struktural, khususnya pada industri perkapalan.
Analisis Pengaruh Mangrove dan Submerged Breakwater Terhadap Reduksi Gelombang dan Olah Gerak Kapal Dengan Metode Smoothed Particle Hydrodynamic (SPH) Shafly Dwi Aprilian; Andi Trimulyono; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 14, No 3 (2026): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini melatarbelakangi kawasan pesisir yang rentan terhadap ancaman hidrodinamika seperti abrasi dan gelombang besar, yang memicu erosi pantai serta mengganggu stabilitas olah gerak kapal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan menganalisis efektivitas konfigurasi pelindung pantai—baik tunggal maupun kombinasi vegetasi alami (mangrove) dan struktur buatan (submerged breakwater)—dalam mereduksi energi transmisi gelombang dan pengaruhnya terhadap karakteristik olah gerak kapal. Metode yang digunakan adalah Computational Fluid Dynamics (CFD) berbasis Smoothed Particle Hydrodynamics (SPH) dengan perangkat lunak DualSPHysics, Blender, dan Paraview. Simulasi dilakukan pada model kolam uji menggunakan gelombang reguler guna menguji kondisi tanpa pelindung, breakwater tunggal, mangrove tunggal, serta konfigurasi kombinasi antara mangrove dan breakwater, terhadap respons olah gerak kapal pada gerakan heaving, pitching, dan rolling. Hasil simulasi menunjukkan konfigurasi tanpa pelindung meneruskan hampir seluruh energi gelombang langsung ke kapal, sedangkan penerapan pelindung tunggal mampu mendisipasi sebagian energi gelombang. Efektivitas peredaman meningkat signifikan pada konfigurasi gabungan, di mana kombinasi mangrove dan breakwater mampu mereduksi energi transmisi gelombang secara maksimal yang ditandai penurunan nilai amplitudo. Reduksi energi gelombang ini secara langsung berhasil menurunkan respons amplitudo olah gerak kapal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pelindung alami (mangrove) dan struktur buatan (submerged breakwater) jauh lebih efektif mereduksi energi transmisi gelombang dibandingkan sistem tunggal, sehingga pemilihan konfigurasi kombinasi yang tepat sangat esensial untuk menciptakan kondisi perairan tenang demi keselamatan aktivitas olah gerak kapal
Design of a Low-Cost Vessel Monitoring System for Fishing Vessels Gladys Amelia; Totok Yulianto; Adi Novitarini Putri
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 13, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, as the world's second-largest maritime country, has a fisheries sector that plays a crucial role in the economy with a contribution of nearly 5% to GDP. With 170,034 fishing vessels spread across Indonesia's entire territory, monitoring the movement of fishing vessels is essential to prevent illegal activities such as fish smuggling, territorial incursions, and maritime terrorism threats. This study aims to design an affordable, effective, and easy-to-use fish vessel monitoring system. The system includes monitoring of location, fuel, weather, and early warning features that can enhance surveillance efficiency. LoRa technology is used as a communication network module for long-distance data transmission at low cost, while the ESP32 microcontroller manages the system effectively. Initial testing in a laboratory scale model, adjusted to field scenarios, showed satisfactory results: GPS accuracy reached 99.49%, fuel sensor 93.67%, and weather data above 97%, except for wind speed at 72.86% due to external factors during measurement and BMKG data update frequency. Field testing conducted on fishing vessels at the Brondong Nusantara Fishery Port, Lamongan, showed GPS accuracy above 98%, fuel sensor around 92%, and BMKG weather data above 94%. From an economic perspective, this system offers lower production and subscription costs compared to current commercial VMS.