cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017" : 42 Documents clear
SIMULASI SISTEM BUKA TUTUP TOL KANCI – BREBES TIMUR SAAT ARUS MUDIK 2016 Yustika Putra; Valentino Hary Pratama; Bambang Riyanto; Wahyudi Kushardjoko
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.332 KB)

Abstract

Kemacetan merupakan suatu permasalahan pada sektor transportasi yang sampai saat ini masih belum ditemukan solusinya. Bahkan, jalan tol yang merupakan suatu sarana untuk mengurangi kemacetan ternyata tidak luput dari kemacetan itu sendiri. Penelitian yang dilakukan difokuskan pada jalan tol Brebes Timur yang baru saja selesai dengan studi kasus arus mudik 2016. Pengumpulan data terkait kasus Brebes Timur, meliputi data lalu lintas pada ruas Kanci-Pejagan, serta lalu lintas pada tiap Gerbang yang diteliti, yaitu Gerbang Tol Pejagan, Brebes Barat, dan Brebes Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kemacetan serta memberikan salah satu solusi dari kemacetan melalui simulasi sistem buka tutup pintu gerbang yang ada pada ruas tol yang diteliti. Metode yang digunakan adalah simulasi dari sistem buka – tutup dilakukan tanpa adanya survei data langsung, dikarenakan kasus yang diangkat sudah lama terjadi. Simulasi ini memanfaatkan data sekunder dari operator jalan tol yang bersangkutan. Analisis pada pembahasan meliputi kapasitas maksimal dari tiap gerbang, antrian yang terjadi, serta simulasi sistem buka tutup gerbang tol dengan alternatif penambahan gardu dan pembatasan antrian sebesar 3 km, 4 km, dan 5 km. Hasil dari analisis adalah simulasi dilakukan dengan menetapkan batas antrian pada tiap gerbang untuk menentukan kapan waktu sistem buka dan tutup itu dimulai. Kesimpulan dari studi ini yaitu faktor penyebab dari kemacetan yang ada adalah tingkat kedatangan yang sangat besar (2584 kend/jam pada Gerbang Tol Brebes Timur, 976 kend/jam pada Brebes Barat, 1742 kend/jam pada Pejagan) yang tidak sebanding dengan kapasitas pelayanan yang ada, dinyatakan dengan besaran . Jika  semakin mendekati 1 maka gerbang semakin jenuh, jika   maka gerbang tidak mampu melayani tingkat kedatangan yang ada (1,076 pada Gerbang Tol Brebes Timur, 0,813 pada Brebes Barat, 0,967 pada Pejagan). Simulasi yang paling efektif untuk dilakukan adalah simulasi dengan batas antrian sebesar 4 km dengan waktu pelayanan tiap gardu 12 detik dan tanpa adanya penambahan jumlah gardu. Sebagai tindak lanjut dari studi ini adalah perlu adanya data yang lebih lengkap agar perhitungan yang dilakukan lebih rinci dan mendalam, serta ketika simulasi dilakukan perlu adanya komunikasi yang baik antar gerbang tol terkait untuk menginformasikan arus dan panjang antrian yang terjadi untuk menentukan pembukaan dan penutupan gerbang yang dilakukan.
REDESAIN STRUKTUR GEDUNG RAWAT INAP RSUD KABUPATEN TEMANGGUNG Aji Tidar Prasakti; Samuel Marciano; Sri Tudjono; Rudi Yuniarto Adi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur gedung yang berada di wilayah rawan gempa harus direncanakan dengan baik, kuat, dan tahan terhadap beban gempa agar tidak terjadi kegagalan struktur yang tidak diinginkan. Dengan didasarkan pada SNI 03-2847-2013 dan SNI 03-1726-2012, maka perlu dilakukan desain ulang pada Struktur Gedung Rawat Inap RSUD Kabupaten Temanggung. Perencanaan Struktur Gedung Rawat Inap RSUD Kabupaten Temanggung ini meliputi perencanaan struktur atas dan struktur bawah. Perencanaan struktur atas, meliputi perencanaan pelat, balok, kolom, dinding geser yang dibantu dengan menggunakan program SAP. Perencanaan struktur bawah, meliputi perencanaan pondasi sumuran yang dilakukan secara manual. Pembebanan yang ditinjau untuk perencanaan elemen struktur adalah beban mati, beban hidup dan beban gempa yang dihitung dengan menggunakan metode analisis dinamik spektrum respons gempa. Pada Tugas Akhir ini, Perencanaan Struktur Gedung Rawat Inap RSUD Kabupaten Temanggung yang terdiri dari 8 lantai ini terbuat dari beton bertulang dan menggunakan Sistem Ganda yang merupakan kombinasi antara dinding geser beton bertulang khusus dan rangka pemikul momen khusus.
PENGEMBANGAN DRAINASE SISTEM POLDER SUNGAI SRINGIN KOTA SEMARANG Evi Rahmawati; Aulia Wahyu Rahmawati; Suripin Suripin; Dwi Kurniani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.41 KB)

Abstract

Banjir yang terjadi di Kawasan Sungai Sringin khususnya Kawasan Industri Terboyo dan Kawasan permukiman Dukuh Ngilir Kelurahan Trimulyo Kecamatan Genuk diakibatkan oleh genangan pasang surut air laut (rob) serta limpasan air hujan. Daerah hilir Sungai Sringin mempunyai elevasi lahan lebih rendah dari muka air pasang, hal ini mengakibatkan air sungai tidak mampu mengalir secara gravitasi sehingga penanganan banjir yang tepat untuk kawasan Sungai Sringin adalah menggunakan sistem polder (non-gravitasi). Sistem polder adalah sistem penanganan drainase perkotaan dengan cara mengisolasi daerah yang dilayani (catchment area) terhadap masuknya air dari luar sistem. Komponen sistem polder meliputi tanggul, kolam retensi, sistem pompa dan pintu, serta perbaikan drainase saluran induk Sungai Sringin. Luas kolam retensi 17,795 hektar dengan kedalaman 3,5 meter. Jenis pompa yang digunakan adalah gate pump berjumlah 8 buah, terdiri dari empat buah masing-masing 10 m3/detik dan empat buah masing-masing 2,5 m3/detik. Gate pump yang digunakan adalah pintu tipe sliding gate berjumlah enam buah pintu dengan lebar masing-masing pintu tiga meter. Perbaikan penampang sungai dengan rencana lebar sungai 30 meter pada hilir saluran dan 28 meter pada hulu saluran. Perkuatan dinding sungai direncanakan dengan dinding penahan tanah pasangan batu kali. Dinding laut (revetment) direncanakan di garis pantai untuk mengisolasi air laut agar tidak masuk ke dalam sistem polder. Total rencana anggaran biaya yang diperlukan dalam Pengembangan Drainase Sistem Polder Sungai Sringin adalah Rp. 230.210.000,00 (Dua ratus tiga puluh milyar dua ratus sepuluh juta rupiah) dengan lama pekerjaan 22 minggu.
PERENCANAAN DRAINASE JALAN PAHLAWAN DAN JALAN SRIWIJAYA, SEMARANG Ruzika Habib; Recha Resnandi Raka; Sri Sangkawati; Dyah Ari Wulandari
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.073 KB)

Abstract

Banjir adalah aliran air di permukaan tanah yang relatif tinggi dan tidak dapat ditampung oleh saluran drainase atau sungai, sehingga melimpah ke kanan dan ke kiri dari saluran drainase serta menimbulkan genangan/aliran dalam jumlah yang melebihi normal dan mengakibatkan kerugian pada manusia. Jalan Pahlawan dan Jalan Sriwijaya Kota Semarang merupakan kawasan pusat kegiatan dan pelayanan di Kota Semarang. Pada saat hujan terjadi banjir atau genangan di jalan tersebut. Hal ini disebabkan karena saluran drainase berkurang kapasitasnya akibat sedimentasi, serta kurangnya saluran inlet yang beroperasi maksimal. Oleh karena itu diperlukan analisis hidrologi untuk mencari debit banjir rencana pada saluran drainase sehingga didapat dimensi optimal untuk saluran drainase dan jumlah serta dimensi saluran inlet yang dibutuhkan. Evaluasi kapasitas eksisting dengan debit rencana yang diperoleh dari aplikasi InfoSWMM untuk mengetahui daerah mana yang berpotensi terjadi genangan. Hasil evaluasi menunjukkan ada beberapa saluran yang tidak memenuhi syarat dari segi kapasitas dan kemiringan dasar saluran, serta kurangnya jumlah saluran inlet. Sehingga perlu dilakukan perencanaan dimensi saluran baru dan kemiringan saluran baru. Perencanaan kemiringan saluran dilakukan dengan bentuk saluran tetap. Perencanaan gorong-gorong menggunakan gorong-gorong U-Ditch. Perencanaan inlet menggunakan dua jenis inlet yaitu kerb inlet A2nh dengan dimensi 13/16 x 30 x 50 cm dan gutter inlet dengan dimensi gril saluran 49 x 35 x 2 cm.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH DIAMETER DAN KUAT TEKAN INKLUSI TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR Robertus Wahyu Pambudi; Wisnu Wardhana; Han Ay Lie
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.394 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh diameter dan kuat tekan inklusi terhadap kuat tekan mortar. Untuk mendapatkan kuat tekan inklusi yang bervariasi, inklusi dalam penelitian ini adalah agregat buatan dari material mortar yang dimasukan ke dalam benda uji. Penelitian sejauh ini mengatakan inklusi berbentuk silinder adalah bentuk yang memberikan kuat tekan paling tinggi. Oleh karena itu muncul usulan dalam penelitian ini untuk meneliti bagaimana pengaruh diameter dan kuat tekan inklusi bentuk silinder terhadap kuat tekan mortar. Pada penelitian ini digunakan 4 variasi diameter inklusi yaitu ukuran 11,7 mm, 20,8 mm, 29,7 mm, dan 45,7 mm serta 5 variasi kuat tekan inklusi yang didapat dari variasi campuran semen dan pasir berupa 1:3,81; 1:3,21; 1:2,62; 1:2,02 serta 1:1,42. Penelitian ini meninjau pengaruh diameter dan kuat tekan inklusi dari benda uji berukuran 100x100x50 mm. Pengujian yang dilakukan dengan pembebanan uniaksial (satu arah) dan menggunakan load cell untuk mengetahui beban maksimum yang dihasilkan. Melalui penelitian ini diharapkan, selain mengetahui pengaruhnya terhadap kuat tekan benda uji, dapat juga mengetahui hubungannya terhadap pola retak benda uji dapat diamati saat pengujian dan dianalisa dengan menggunakan SAP 2000.
ANALISA DAMPAK LALU LINTAS AKIBAT KETERBATASAN LAHAN PADA RUANG PARKIR PASAR TRADISIONAL DI KOTA SEMARANG Gidion Andreas; Dimas Dirgantara; Kami Hari Basuki; Ismiyati Ismiyati
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.922 KB)

Abstract

Pasar tradisional umumnya disediakan macam bahan pokok keperluan rumah tangga dan biasanya berlokasi di tempat terbuka. Pasar Karangayu dan Pasar Sampangan adalah salah satu pasar tradisional di Kota Semarang. Lahan parkir yang tersedia di wilayah kedua pasar tersebut sangat terbatas, sehingga tidak mampu untuk menampung jumah kendaraan yang masuk ke area parkir. hal ini menyebabkan banyak kendaraan memilih parkir di badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kegiatan parkir di halaman pasar, menganalisa kebutuhan ruang parkir dan pengaruh kinerja jalan akibat parkir di badan jalan kaitannya dengan dampak lalu lintas, memberi rekomendasi penyelenggaraan parkir dan mengetahui nilai pelayanan yang dibutuhkan untuk menentukan biaya optimum.Pada penelitian ini yang digunakan adalah data primer berupa survei lapangan dan data sekunder sebagai acuan dalam menganalisis kebutuhan ruang parkir dan pengaruh kinerja jalan akibat dampak lalu lintas di Pasar Karangayu dan Pasar Sampangan.Adapun hasil penelitian dengan metode distribusi kedatangan didapatkan rata-rata di Pasar Karangayu dan Pasar Sampangan yaitu 36 dan 32 kend/jam, untuk distribusi waktu pelayanan didapatkan rata-rata di parkir Pasar Karangayu dan Pasar Sampangan yaitu 57 dan 46 menit, dipadukan dengan disediakan ruang parkir konsep kedua pasar tradisional adalah tipe A, ruang parkir Pasar Karangayu untuk mobil yaitu 550 m2 dan motor 229,5 m2. Pasar Sampangan untuk mobil yaitu 300 m2 dan motor 463,5 m2. Nilai derajat kejenuhan sesuai MKJI jalan di depan Pasar Sampangan tahun 2016 adalah 0,93>0,75 digambarkan bahwa kinerja jalan dalam kondisi macet karena adanya aktifitas pasar yang digunakan parkir di badan jalan dan Pasar Karangayu dari arah timur sebesar 0,58<0,75 kinerja jalan dalam kondisi lancar walau ada aktifitas pasar.Dapat disimpulkan dengan ditentukan nilai rasio luas lahan parkir harus disediakan terhadap luas bangunan pasar maka area parkir dapat mencukupi kendaraan parkir hingga 5 tahun ke depan dibuat dapat semakin lancar kendaraan yang akan mencari ruang parkir ataupun yang keluar dari area parkir pasar tersebut. Sehingga Pemerintah Daerah bisa menjadikan patokan setiap adanya pembangunan pasar baru ataupun renovasi pasar lama agar dapat menggunakan rasio luas area parkir sebesar 0,24 untuk area parkir motor dan 0,20 untuk area parkir mobil terhadap luas bangunan pasar sebagai syarat perizinan
Normalisasi Sungai Krengseng dalam Mendukung Keberlanjutan Waduk Pendidikan Diponegoro. Berlian Swindy; Bernadeta Andini; Suharyanto Suharyanto; Sumbogo Pranoto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.415 KB)

Abstract

Sungai Krengseng adalah sungai kecil yang terletak di kawasan pemukiman Tembalang,Semarang. Sungai Krengseng dijadikan sebagai pemasok air untuk Waduk PendidikanDiponegoro, tetapi di kawasan sungai tersebut masih banyak terdapat sampah, sertabeberapa bangunan permanen dan non permanen yang dibangun di area sempadansungai. Hal ini disebabkan oleh kurangnya tingkat kesadaran sebagian masyarakat dalampengelolaan sampah dan belum adanya fasilitas pembuangan sampah yang memadaisehingga dapat memperburuk permasalahan di sekitar Sungai Krengseng. Terlebih adasebagian penduduk yang masih membuang sampah dan limbah cair ke sungai. Selainmasalah sampah, ada juga beberapa penampang sungai yang belum mencukupimenampung debit banjir, sehingga perlu dilakukan perbaikan penampang sungai. Sebagaipemasok air untuk waduk, sudah seharusnya kelestarian dan kelangsungan fungsi sungaiKrengseng harus dijaga yaitu dengan penataan sempadan sungai dan sosialisasi padamasyarakat mengenai larangan membuang sampah serta sanksi-sanksi terkaitpembuangan sampah. Salah satu dampak yang timbul akibat tidak terjaganya sempadansungai adalah terjadinya pencemaran air dan penghambatan aliran air sungai sehinggapenampang sungai tidak dapat menampung debit banjir pada saat hujan deras. Dari hasilanalisis data curah hujan pada stasiun Simongan, Gunung Pati, Pucang Gadingdidapatkan debit banjir rencana periode ulang 25 tahunan Q25= 31,593 m3/det yangdigunakan untuk menganalisis penampang sungai Krengseng. Adapun lebar sungai yangdirencanakan adalah 7 m pada STA 0+50 sampai dengan STA 31+50 dan 5 m pada STA32 sampai dengan STA 68. Rencana waktu pembangunan yang diperlukan adalah 21minggu dengan total anggaran Rp. 69.500.000.000 (Enam puluh miliar lima ratus jutarupiah).
EVALUASI WASTE DAN CARBON FOOTPRINT DALAM KONSEP GREEN CONSTRUCTION PEKERJAAN BETON READY MIX PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG Fenny Adellia M.S; Tegar Ramadhan P.N; Suharyanto Suharyanto; M.Agung M.Agung
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.868 KB)

Abstract

Dewasa green construction dituntut untuk bisa meminimalisasi dampak sebuah proyek konstruksi terhadap lingkungan, terutama mengenai limbah konstruksi dan carbon footprint. Oleh sebab itulah maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisa volume waste dan carbon footprint dalam konsep green construction yang terfokus di pekerjaan beton ready mix sebagai pekerjaan terpenting dalam sebuah proses konstruksi gedung. Penelitian diawali dengan mengidentifikasi kejadian waste dan carbon footprint dengan metode studi literatur dan dikonfimasikan melalui metode wawancara untuk perkiraan awal. Hasil ini kemudian dilakukan validasi dengan metode pengamatan langsung untuk mendapatkan data estimasi volume waste dan carbon footprint yang sebenarnya terjadi. Hasil analisa menunjukkan bahwa volume waste yang dihasilkan dari batching plant hingga site project dari pekerjaan beton sebesar 76 m3 adalah berupa beton bercampur air sebesar 8,40 m3 (WL = 0,111), beton ready mix sebesar 6,037 m3 (WL = 0,079), pasir sebesar 0,044 m3 (WL = 0,00249), kerikil sebesar 0,016 m3(WL = 0,00045) dan campuran pasir-kerikil sebesar 0,0023 m3 (WL = 0,00004). Sedangkan volume carbon footprint yang dihasilkan selama cradel to site sebesar 150664,31 kgCO2. Nilai hasil dari penilaian green construction adalah sebesar 2,25 (Enabling) sehingga dinyatakan sanggup dan memungkinkan menerapkan konsep green construction pada pekerjaan beton ready mix.
PERBANDINGAN HASIL ANALISIS KINERJA OPERASIONAL SIMPANG BERSINYAL DENGAN MKJI 1997 TERHADAP HASIL PENGAMATAN LANGSUNG Rizki Eka l; Deasrilisan Seundhar P; EPF.Eko Yulipriyono; Amelia Kusuma I
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.206 KB)

Abstract

Manual Kapasitas Jalan Indonesia di Indonesia 1997 merupakan panduan dalam kegiatan analisis kinerja jaringan jalan di Indonesia, salah satunya simpang bersinyal. Manual ini disusun berdasarkan penelitian empiris di beberapa tempat yang dianggap mewakili kondisi karakteristik di Indonesia, karenanya nilai parameter analisis yang dihasilkan bisa mengalami perubahan/modifikasi. Beberapa MKJI penelitian terdahulu telah melakukan modifikasi pada beberapa salah satunya nilai ekivalensi mobil penumpang (emp) untuk MC dan HV  (Yusra, 2014). Tulisan ini bertujuan untuk membandingkan panjang antrian dan kendaraan terhenti berdasarkan MKJI 1997 dengan pengamatan lapangan di simpang bersinyal tiga lengan dan simpang bersinyal empat lengan. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara panjang antrian berdasarkan MKJI 1997 dengan pengamatan lapangan, yaitu 58,4 - 2305,7  meter (MKJI 1997) dan 32 - 91 meter (pengamatan lapangan). Demikian juga untuk nilai parameter kendaraan terhenti, yaitu 0,6 - 8,8 stop/smp (MKJI 1997), sementara dari pengamatan lapangan tidak ada kendaraan yang berhenti berulang (lolos semua). Untuk meminimalkan perbedaan yang terjadi, dilakukan koreksi terhadap nilai luas areal smp teoritis yang bernilai 20 (MKJI 1997), dengan formulasi  QL =  = nilai real lapangan (m). Hasilnya menunjukkan bahwa nilai luas areal smp yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan adalah 9,6-15,9 m2..
PENGARUH GRADASI PASIR DAN FAKTOR AIR SEMEN PADA MORTAR TERHADAP KEKUATAN BETON PREPACKED M. Lutfi; Dina Daniaty; Nuroji Nuroji; Yulita Arni Priastiwi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.655 KB)

Abstract

Beberapa waktu belakangan ini, dikembangkan suatu metoda baru dalam pembuatan beton yang berbeda dari beton konvensional, dimana agregat kasar dalam beton diharapkan dapat berkontribusi secara maksimal terhadap mutu beton. Metoda ini disebut metoda prepacked. Dengan metoda ini, agregat kasar yang ditempatkan terlebih dahulu di dalam bekisting akan saling mengunci satu sama lain (interlocking) dan menimbulkan gaya saling aksi (interaction). Perlu diperhatikan mortar yang akan digunakan dalam beton prepacked haruslah mortar yang mampu mengisi celah kecil yang ada di antara partikel agregat kasar tanpa mengganggu susunan agregat kasar yang sudah ditempatkan di dalam bekisting. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan penelitian terhadap mortar mengenai pengaruh faktor air semen serta gradasi pasir terhadap flowability dan sifat fisik dan mekanik mortar dan juga bagaimana pengaruh interlocking dan interaction terhadap karakteristik beton prepacked. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai faktor air semen dan gradasi pasir sangat berpengaruh terhadap flowability dan sifat fisik dan mekanik mortar. Pengaruh interlocking dan interaction juga sangat berpengaruh terhadap kuat tarik belah beton, namun dalam kapasitas kuat tekan beton masih kurang maksimal karena lemahnya interface antara agregat kasar dengan mortar sehingga harus diteliti lebih lanjut untuk meningkatkan mutu lekatan antara agregat kasar dan mortar.