cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017" : 42 Documents clear
ANALISA PERILAKU DAYA DUKUNG TIANG TUNGGAL DENGAN RUMUS STATIK DAN MODEL FISIK PADA TANAH PASIR Izzet Hekmatyar; Ikhsan Fauzy; Indrastono Dwi Atmanto; Kresno Wikan Sadono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.369 KB)

Abstract

Untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, perlu adanya pembangunan infrastuktur yang signifikan. Pembangunan infrastruktur sangat erat hubungannya dengan konstruksi bangunan sipil. Semakin besar suatu bangunan sipil maka dibutuhkan pondasi yang kuat pula untuk mendukung struktur di atasnya. Untuk konstruksi gedung, jembatan, dan bangunan lain yang memiliki elevasi yang tinggi, biasanya menggunakan struktur pondasi berupa pondasi tiang. Pondasi tiang yang biasanya dipakai adalah pondasi tiang pancang dan pondasi bored pile. Sebuah pondasi tiang akan memiliki sebuah daya dukung sebagai akibat dari beban struktur di atasnya. Daya dukung tiang dibagi menjadi dua yaitu daya dukung tiang ujung dan daya dukung tiang friksi. Nilai daya dukung tiang ujung dan daya dukung friksi tersebut nantinya dijumlahkan sehingga diperoleh daya dukung ultimate tiang. Pada kenyataannya, hasil perhitungan rumus empiris dan hasil kenyataan di lapangan masih belum sama persis. Dari permasalahan diatas maka dilakukan penelitian dengan membandingkan hasil perhitungan di lapangan dengan hasil pengujian dengan skala kecil di laboratorium. Dari penelitian tersebut diharapkan dapat memperoleh suatu rumusan perbandingan dari hasil perhitungan dan pekerjaan tiang pancang di lapangan sehingga kedepannya untuk merancang pondasi tiang pancang dihasilkan hasil yang valid
Tabel 1. PERENCANAAN PERBAIKAN SUNGAI PEDES RUAS P14-P40, BREBES Agung Wasono; Yuli Kurnia Sari; Pranoto Samto Atmodjo; Sri Sangkawati
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.509 KB)

Abstract

Sungai Pedes mempunyai bentuk tebing yang sangat curam, kondisi ini sangat mudah mengalami longsor apabila pada bagian bawah tebing mengalami gerusan/erosi. Sungai Pedes yang masih aktif bermeander juga menyebabkan adanya perubahan alur sungai dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukan bahwa terjadi gerusan di sepanjang alur Sungai Pedes. Untuk menanggulangi terjadinya gerusan terutama pada Sungai Pedes ruas P14-P40, maka perlu  direncanakan perbaikan sungai. Analisis hidrologi dengan menggunakan software HEC-HMS didapatkan debit rencana Q20th = 274,6 m3/det. Analisis hidrolika menggunakan software HEC-RAS didapatkan kedalaman air 2,2 m. Berdasarkan kemiringan dasar sebesar 0,0127 dan kedalaman air 2,2 m, didapatkan kecepatan kritis sebesar 0,532 m/det melebihi kecepatan kritis yang diijinkan 0,018 m/det. Untuk mengurangi kecepatan kritis perlu dilakukan pengurangan kemiringan dasar, didapat nilai kemiringan rencana sebesar 0,000014 dan diperoleh hasil bahwa Sungai Pedes ruas P14-P40 tidak terjadi gerusan, namun pada Sta Hu 0+25 – Hi 0+25 masih terjadi gerusan. Untuk menanggulangi gerusan yang terjadi, direncanakan bangunan berupa check dam 1 pada Sta Hu 0+50 dengan tinggi 3,6 m, check dam 2 pada Sta Hi 4 dengan tinggi 5,2 m dan bronjong pada Sta Hu 0+25 – Hi 0+25 dengan tinggi 5 m. Perencanaan teknis keseluruhan direncanakan sebesar Rp. 9.491.000.000,00 dengan durasi pekerjaan 49 minggu.
PERENCANAAN BOX CULVERT DAN PINTU AIR TAMBAHAN PADA PINTU AIR MANGGARAI, JAKARTA SELATAN Burhani, Yasser; Januwisesa, Yeckastoro; Prabandiyani, Sri; Muhrozi, Muhrozi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.814 KB)

Abstract

Banjir merupakan permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat Jakarta. Lahan-lahan yang telah banyak berubah fungsi menyebabkan penyerapan air berkurang. Banjir yang sering terjadi di Pintu Air Manggarai, dikarenakan kondisi saluran tersebut sudah tidak memungkinkan menampung air hujan dengan intensitas tinggi. Dengan kondisi tersebut, pemerintah kota Jakarta mengatasi masalah banjir yang terjadi di Jakarta dengan merealisasikan program normalisasi Sungai Ciliwung berupa penambahan pintu air Manggarai. Perencanaan Pintu Air Tambahan pada pintu air Manggarai menggunakan data curah hujan 10 tahun terakhir, data tanah, dan peta topografi Kota Jakarta. Perhitungan debit banjir rencana dengan periode ulang 25 tahun (Q25) sebesar 495 m3/det. Berdasarkan perhitungan debit baru untuk saluran tambahan dikurangi dengan debit banjir saluran lama didapatkan hasil 195 m3/det. Saluran Tambahan pada pintu air Manggarai menggunakan saluran tipe box culvert. Perhitungan struktur box culvert ini menggunakan software SAP 2000 untuk menentukan ukuran tulangan yang digunakan. Dari hasil perhitungan didapatkan dimensi box culvert tinggi 10 m, lebar 8,6 m dan tinggi jagaan 1 m. Pintu air dengan tinggi pintu 7 m dan lebar pintu 7 m. Pembangunan konstruksi Pintu Air Tambahan Manggarai memerlukan waktu 46 minggu dengan total anggaran sebesar Rp 28.182.870.000 (dua puluh delapan milyar seratus delapan puluh dua juta delapan ratus tujuh puluh ribu rupiah).
PENGARUH PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI CANDI TERHADAP SUNGAI KREO DI KOTA SEMARANG DAN PENANGANANNYA Luluk Afidah; Nuring Nafisah; Hary Budieny; Suharyanto Suharyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT IPU (Indo Permata Usahatama) selaku developer KIC (Kawasan Industri Candi) akan melakukan pengembangan perluasan wilayah pada KIC. Lokasi KIC terletak di antara dua sungai besar di Kota Semarang yaitu Sungai Bringin di sebelah barat dan Sungai Kreo di sebelah selatan. Pengembangan KIC menyebabkan beberapa dampak negatif, salah satunya dengan bertambahnya debit banjir. Dalam Tugas Akhir ini, disajikan hasil kajian pengaruh dari pengembangan KIC terhadap debit banjir di Sungai Kreo. Perhitungan debit banjir dilakukan dengan dua metode, yaitu metode Rasional dan HSS Gama 1. Penanganan dari dampak pengembangan kawasan industri tersebut direncanakan dengan membangun beberapa long storage pada sub DAS Kreo yang terkena dampak pengembangan, yaitu pada sub DAS 1, 2, dan 6. Untuk keperluan Tugas Akhir ini, perencanaan dilakukan pada long storage 1c, meliputi mercu (pelimpah) dan pintu air penguras. Dari perencanaan long storage ini diharapkan dapat menanggulangi dampak banjir yang bisa saja terjadi akibat dari pengembangan kawasan industri Candi  pada daerah Sungai Kreo Semarang. Dari analisis hidrologi didapat debit banjir rencana dengan periode 50 tahun sebesar 29,66 m3/s. Volume tampungan long storage didapat dengan mengurangkan debit sesudah dan sebelum pengembangan. Dari hasil perencanaaan didapatkan volume tampungan sebesar 5418 m3, elevasi dasar +77, elevasi mercu +80, tinggi mercu 3 meter, rencana anggaran biaya sebesar Rp 825,463,000.00 dalam waktu 34 minggu dengan menyertakan penjadwalan pekerjaan long storage.
PERENCANAAN PELEBARAN JEMBATAN JATINGALEH KOTA SEMARANG Heri Irawan; Dedy Purnomo; Siti Hardiyati; Muhrozi Muhrozi
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.707 KB)

Abstract

Untuk menunjang kegiatan transportasi yang melintasi Kota Semarang dan Kabupaten Semarang, maka dibangunlah Jembatan Jatingaleh pada ruas Jalan Teuku Umar- Setiabudi Kota Semarang. Seiring dengan pertumbuhan dan pola pergerakan lalu lintas, didapatkan bahwa pada kondisi tertentu khususnya pada saat jam sibuk, sering dijumpai antrian kendaraan yang akan melintasi Jembatan Jatingaleh. Hal ini dilandasi dengan didapatkan nilai Degree of Saturation (DS) Jembatan Jatingaleh sebesar 0,78 (> 0,75) yang mengindikasikan kondisi lalu lintas sudah tidak stabil. Oleh karena itu, pelebaran Jembatan Jatingaleh dapat menjadi solusi kemacetan dan potensi kelebihan beban akibat kendaraan yang terjadi. Namun, untuk merealisasikan hal  tersebut perlu ada perencanaan pelebaran pada struktur jembatan mengingat kondisi exsisting yang tidak dapat menampung arus lalu lintas kendaraan yang melewati jembatan tersebut dan terbatasnya ruang jembatan. Hal ini yang melatar belakangi pengambilan topik tugas akhir ini. Sebagai pertimbangan teknis dan estetika, Jembatan Jatingaleh didesain sama seperti kondisi exsisting sehingga jembatan direncanakan menggunakan struktur gelagar baja untuk struktur atasnya dan beton bertulang untuk struktur bawahnya. Dalam perencanaan, Jembatan Jatingaleh akan melayani lalu lintas dari arah Kota Semarang  ke Semarang ke arah selatan ataupun sebaliknya. Masing- masing pelebaran sisi kanan dan kiri dengan pelebaran jalan jembatan 6 meter ditambah lebar trotoar 2 x 1,5 meter. Sehingga nantinya pada jembatan jatingaleh menjadi 8 lajur 2 arah. Perencanaan pada aspek lalu lintas menggunakan umur rencana 25 tahun dengan nilai pertumbuhan lalu lintas kendaraan sebesar 2,472% per tahun. Ruang lingkup elemen jembatan yang direncanakan dalam tugas akhir ini meliputi pekerjaan untuk struktur keseluruhan jembatan dan jalan pendekat jembatan
ANALISIS KELAYAKAN TERMINAL PENUMPANG 1A BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO – HATTA Nurdin, Rio; Asisi, Hayning Santa; YI.Wicaksono, YI.Wicaksono; Setiadji, Bagus Hario
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.4 KB)

Abstract

Terminal 1 Bandar Udara Internasional Soekarno – Hatta terbagi menjadi 3 sub-terminal yaitu 1A, 1B dan 1C. Terminal 1A hanya dioperasikan oleh maskapai Lion Air. Kepadatan penumpang pada terminal 1A terjadi karena kapasitas terminal tidak sebanding dengan pertumbuhan penumpang per tahunnya. Penumpang peak hour dianalisis berdasarkan SNI 03-7046-2004 dan SKEP/77/VI/2005. Analisis ini bertujuan untuk evaluasi kelayakan terminal penumpang 1A pada check in counter, ruang tunggu keberangkatan, dan baggage claim. Hasil dari forecasting tahun 2024 didapatkan penumpang berangkat sebesar 2.943 penumpang per jam dan penumpang datang sebesar 3.189 penumpang per jam. Tahun 2014 dan 2024, kondisi eksisting check in counter dan baggage claim device tidak memadai untuk penumpang peak hour, tetapi ruang tunggu keberangkatan masih memadai untuk melayani penumpang peak hour. Analisis berdasarkan metode FIFO (first in first out) pada tahun 2014 dibutuhkan minimum 37 loket check in counter untuk melayani 1.828 penumpang berangkat per jam dan 7 buah baggage claim device untuk malayani 2.058 penumpang datang per jam sedangkan, pada tahun 2024 dibutuhkan minimum 60 loket check in counter dan 11 baggage claim device. Ruang tunggu keberangkatan masih memadai untuk melayani penumpang peak hour tahun 2014 dan tahun 2024 dengan Level Of Service (LOS) kategori Excellent Level Of Comfort. Adanya kepadatan pada check in counter dan baggage claim terminal 1A, memunculkan rencana maskapai Lion Group akan beroperasi di terminal 1A, 1B dan 1C. Kondisi eksisting dari terminal 1A, 1B dan 1C memiliki 75 check in counter dan 15 baggage claim device, sehingga dengan rencana tersebut dapat mengatasi kepadatan pada check in counter dan baggage claim sampai tahun 2021 dengan asumsi distribusi penumpang yang merata ke terminal 1A, 1B dan 1C. Selain distribusi penumpang yang merata, kepadatan juga dapat diatasi dengan adanya check in online dan pemisahan check in counter dengan bagasi dan tanpa bagasi. 
EVALUASI MATERIAL WASTE DAN CARBON FOOTPRINT PADA PENERAPAN GREEN CONSTRUCTION Andini Nugrahardani; Iqbal Setyo Jatmiko; Mochamad Agung Wibowo; Hari Budieny
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi memiliki dampak buruk terhadap lingkungan, antara lain limbah material dan emisi karbon yang dihasilkan pada proses konstruksi. Penanganan di lapangan perlu dilakukan untuk mengurangi limbah material dan emisi karbon yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tindakan penanganan yang dilakukan oleh pihak kontraktor terhadap limbah material dan emisi karbon. Metode yang dilakukan yaitu dengan survey melalui wawancara kuisioner secara langsung, dan dianalisis dengan statistik deskriptif. Dihasilkan pada sumber dan penyebab pada limbah material ataupun emisi karbon terdapat penanganan yang harus dilakukan untuk tercapainya green cinstruction pada proyek konstruksi. Metode penanganan yang dihasilkan untuk mengurangi jumlah waste dan emisi karbon adalah dengan meningkatkan koordinasi dari pihak-pihak dalam proyek konstruksi, memanfaatkan material sisa, meningkatkan kualitas alat dan material, dan memperpendek jarak angkut transportasi material.
ANALISIS PENGARUH PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI CANDI TERHADAP BANJIR SUNGAI BRINGIN Erlyanto Eko Kurniawan; Rifqi Aditya Halimawan; Dwi Kurniani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.597 KB)

Abstract

Pengembangan Kawasan Industri Candi yang berada di Kota Semarang yang dibuat dengan melakukan pengeprasan bukit dan menyebabkan perubahan tata guna lahan di sekitar lokasi pengembangan secara signifikan. Hal ini berdampak salah satunya pada meningkatnya debit banjir di sungai yang terkena dampak pengembangan, salah satunya adalah Sungai Bringin. Intensitas dan frekuensi banjir di Sungai Bringin dari tahun ke tahun selalu meningkat sejak terjadinya banjir pada tahun 2010.Salah satu penanganan yang dapat dilakukan akibat meningkatnya debit banjir ini adalah dengan membuat detention pond. Analisis debit banjir dilakukan pada kondisi eksisting dan kondisi setelah pengembangan. Debit banjir yang akan di tangani adalah debit banjir dengan periode ulang 50 tahun. Metode yang digunakan untuk menganalisis adalah Metode Rasional dan Metode HSS Gama 1. Hasil dari kedua metode tersebut kemudian dibandingkan dan diambil yang terbesar. Selisih volume banjir pada kondisi setelah pengembangan terhadap kondisi eksisting akan ditampung dengan detention pond. Desain dari detention pond yang direncanakan adalah tipe long storage, yaitu berupa tampungan memanjang di badan sungai. Long storage ini dipilih guna memaksimalkan kapasitas tampungan di palung palung Sungai Bringin serta meminimalkan pembebasan lahan masyarakat.Studi penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan besarnya debit banjir akibat pengembangan Kawasan Industri Candi serta memberikan penanganan terkait peningkatan debit banjir tersebut. Pemilihan detention pond sebagai bentuk pengendalian banjir dikarenakan dapat menampung volume air dari debit banjir dengan memanfaatkan kapasitas tampungan di palung palung sungai tanpa pembebasan lahan masyarakat. Volume yang tertampung dapat mengurangi banjir yang terjadi di hilir DAS Bringin, sehingga debit banjir di hilir tidak akan mengalami peningkatan atau memenuhi delta-Q zero principle.
ANALISIS PERUBAHAN PERILAKU PENGENDARA SEPEDA MOTOR PADA RUAS JALAN DI KOTA SEMARANG (Studi Kasus di Jalan Pandanaran dan Jalan Soekarno Hatta) Wahyuningsih, Dewi; Akbar, Fadhil; Yulipriyono, EPF.Eko; Suptiyono, Supriyono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.94 KB)

Abstract

Sejak diterbitkannya MKJI 1997, kondisi yang dialami prasarana dan sarana transportasi jalan serta penggunanya, baik dari segi kuantitas maupun kualitas, sudah tidak sesuai lagi dengan karakteristik lalu lintas dan kondisi prasarana saat itu. Pada kota Semarang, jumlah kendaraan bermotor khususnya pada moda sepeda motor mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kondisi tersebut diduga akan mengubah parameter analisis dalam MKJI. Peningkatan jumlah sepeda motor, perilaku pengendara yang berbeda-beda, meningkatnya perkembangan mesin motor mengakibatkan meningkatnya nilai emp MC. Hal ini berpengaruh pada kapasitas jalan dan kecepatan lalu lintas. Karakteristik lingkungan juga merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya nilai emp MC. Hasil dari analisis didapatkan nilai emp untuk jalan Soekarno Hatta (jalan perkotaan terbagi) adalah emp HV = 0,705 dan emp MC = 0,459 sedangkan untuk jalan Pandanaran (jalan perkotaan tak terbagi) adalah emp HV = 1,055 dan emp MC = 0,418. Dengan adanya dominasi sepeda motor maka perlu adanya pemberlakuan jalur khusus sepeda motor.
ANALISIS KERUSAKAN DAN PENANGANAN RUAS JALAN PURWODADI - GEYER Bambang Junoto; Supranyoto Supranyoto; Bambang Pudjianto; YI.Wicaksono YI.Wicaksono
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 6 ,Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.741 KB)

Abstract

Jalan raya Purwodadi- Geyer merupakan bagian dari ruas Purwodadi – Solo. Berdasarkan fungsinya,termasuk jalan kolektor primer, berfungsi menghubungkan kabupaten Grobogan dengan kota Solo. Ruas jalan Purwodadi-Geyer terdiri dari tipe jalan 4/2 D dengan perkerasan lentur  serta 2/2 UD  dengan perkerasan lentur dan perkerasan beton semen. Sepanjang jalan tersebut terdapat banyak kerusakan jalan dan yang paling parah terjadi pada perkerasan lentur. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kerusakan jalan antara lain muatan berlebih (overload), kegagalan struktur, tanah dasar dan lingkungan yang berkaitan dengan drainase jalan. Kendaraan niaga dengan muatan berlebih di indikasi menjadi faktor utama pada kerusakan jalan ruas jalan Purwodadi-Geyer. Hal ini sesuai data lalu lintas harian rata-rata tahun 2012 dan tahun 2013 dimana golongan 6A dan 6B mendominasi dengan presentase masing- masing sebesar 20,58% serta 20,91%. Untuk  itu kami mencoba menganalisa kerusakan dan ketebalan perkerasan ruas jalan Purwodadi-Geyer pada khususnya. Sehingga memberikan solusi peningkatan kualitas pelayanan jalan,sesuai dengan umur rencana.Dari hasil analisis didapatkan CBR tanah dasar rencana sebesar 3,3 %. Untuk Pertumbuhan lalu lintas pertahun didapatkan nilai 8,196 % serta untuk jalan tipe 2/2 UD nilai DS sebesar 1,84 . Dimana nilai tersebut sudah tidak memenuhi standart yang disyaratkan sehingga di lakukan pelebaran menjadi tipe 4/2 D. Mengenai nilai dari indeks tebal perkerasaan lentur yang ada untuk tahun 2015 didapatkan 11,80 dan  lapis overlay di dapatkan tebal sebesar 9 cm. Untuk tebal perkerasan lentur rencana hingga akhir 2025 didapatkan ITP sebesar 15,00. Dengan susunan perkerasan pada pelebaran jalan sebagai berikut AC 19 cm, LPA 20 cm, LPB 35 cm. Sedangkan hasil dari evaluasi eksisting beton semen tebal 25 cm hanya mampu melayani masa layannya sampai akhir 2018 dan didapatkan nilai betal beton semen rencana hingga akhir 2025 dengan tebal 26,5 cm. Dengan penambahan tebal beton 1,5 cm, maka dikonversi ke  perkerasan lentur sehingga nilai tebal komposit sebesar 4 cm. Dari hasil analisis kami menyimpulkan untuk perkerasan ruas jalan Purwodadi-Geyer, berkaitan dengan kapasitas jalan perlu dilalukan pelebaran jalan. Mengenai lapis permukaan, khususnya pada perkerasan lentur perlu dilakukan peningkatan dengan cepat untuk mengurangi kerusakan yang ada.