cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL KARYA TEKNIK SIPIL
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018" : 14 Documents clear
PERENCANAAN PERBAIKAN MUARA SUNGAI BANJIR KANAL TIMUR SEMARANG Citra Ermas Victoria; Irene Bernike Hutapea; Salamun Salamun; Sugiyanto Sugiyanto
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.918 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan yang sering terjadi di berbagai sungai adalah permasalahan sedimentasi. Sedimentasi seringkali menjadi awal bagi permasalahan lainnya, seperti banjir, dan terhambatnya aliran sungai. Sedimentasi kerap diakibatkan oleh kecepatan aliran yang rendah. Kecepatan aliran yang rendah ini kemudian mengakibatkan terjadinya endapan yang berpotensi pada pendangkalan dasar sungai. Kawasan muara dari suatu sungai adalah yang paling rawan terhadap masalah ini. Letaknya yang berada berdekatan dengan garis pantai membuat aliran menjadi sangat lambat. Oleh karena itu pada muara yang kecepatan alirannya lambat, perlu dilakukan usaha untuk menaikkan kecepatan aliran.Dalam kasus Sungai Banjir Kanal Timur, melalui simulasi hidraulis dengan HEC-RAS 5.0.3. didapati kecepatan aliran pada saat pasang tertinggi dengan debit 79.0025 m3/detik adalah 0.18 m/detik, dengan diameter butiran d50 sebesar 0,0059 mm. Jika dievaluasi dengan grafik Hjulstrom maka kondisi tersebut akan jatuh pada fase transisi, dimana sedimen baru akan mulai bergerak.Penempatan krib corrugated concrete sheet piles W 350 sebanyak 8 buah di kedua sisi sungai dengan jarak 30 m antar sheet piles, sepanjang 1000 m dari muara, pada debit 79,0025 m3/detik, ternyata memberikan penambahan kecepatan sebesar 0,72 m/detik. Sehingga kecepatan pada muara Sungai BKT menjadi 0,8 m/detik. Jika dievaluasi dengan grafik Hjulstrom maka kondisi tersebut akan jatuh pada fase bergerak atau fase dimana sedimen sudah tertransportasi.
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PADA PENGEMBANGAN BANDARA AHMAD YANI SEMARANG Ahmad Ali Kafi; Yonatan heriyanto; Suseso Darsono; Dwi Kurniani
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (936.67 KB)

Abstract

Semarang adalah salah satu kota metropolitan yang padat penduduk di Indonesia. Dengan banyaknya penduduk Kota Semarang, menyebabkan tingginya kebutuhan akan transportasi massal salah satunya adalah pesawat terbang. Pemerintah Kota Semarang bersama Angkasa Pura 1 berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dengan membangun terminal bandara baru. Bandara yang baik harus dilengkapi dengan fasilitas utama, fasilitas penunjang, dan fasilitas keamanan dan keselamatan. Salah satu fasilitas keamanan dan keselamatan yang harus ada di bandara adalah sistem drainase. Perencanaan sistem drainase ini meliputi perencanaan saluran drainase, kolam detensi, dan stasiun pompa. Sistem drainase direncanakan secara gravitasi menggunakan 1 buah saluran primer trapesium dengan dimensi lebar 5 m dan tinggi 1,5 m dengan kemiringan lereng 1:2, saluran sekunder menggunakan U – Ditch berukuran 0,6 x 0,6 m, saluran tersier menggunakan U – Ditch berukuran 0,5 x 0,5 m dan pipa manhole dengan dimensi 0,6 x 0,6 m. Perhitungan debit banjir rencana menggunakan pemodelan HEC HMS versi 4.1 untuk periode ulang 100 tahun dengan hasil sebesar 13,5 m3/detik. Perencanaan kolam detensi disesuaikan dengan kondisi eksisting yaitu menggunakan 4 buah kolam dengan volume kolam 1, 2, 3, dan 4 sebesar 4137,93, 4429,94, 187470,51, dan 56785,09 m3. Berdasarkan debit banjir rencana dan luas kolam detensi, outlet kolam 3 direncanakan menggunakan 1 buah pompa dengan kapasitas pompa sebesar 3 m3/s sementara outlet kolam 4 menggunakan 3 dengan kapasitas tiap pompa 3 m3/s. Perencanaan saluran drainase dianalisis menggunakan HEC-RAS versi 5.0.1 sehingga menghasilkan dimensi saluran yang dapat menampung debit air rencana.
KAJIAN LAYANAN DAN UTILITAS DERMAGA TERMINAL PETI KEMAS PELABUHAN PANJANG Luthfi Habibi Amanullah; M.Gilang Indra Mandika; Slamet Hargono; Salamun Salamun
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.557 KB)

Abstract

Pelabuhan Panjang merupakan pelabuhan utama di Lampung dan salah satu pelabuhan besar di Pulau Sumatera. Oleh sebab itu peran Pelabuhan Panjang menjadi sangat penting dan strategis, karena merupakan simpul utama perekonomian dan sebagai pintu gerbang ekspor-impor di Lampung. Pentingnya keberadaaan Pelabuhan Panjang salah satunya ditunjukan dari kinerja Terminal Peti Kemas Pelabuhan Panjang. Dalam menyikapi pertumbuhan bongkar muat peti kemas, Terminal Peti Kemas meningkatkan pelayanan pelabuhan. Studi yang dilakukan mengenai analisis kinerja operasional dan utilitas peti kemas di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Panjang Provinsi Lampung pada kondisi saat ini dan selanjutnya meramalkan kinerja pelayanan hingga tahun 2025.Analisis yang dilakukan  mengenai BOR (Berth Occupancy Ratio), CYOR (Container Yard Occupancy Ratio), kinerja peralatan bongkar muat, BTP (Berth Throughput), KD (Kapasitas Dermaga), dan prediksi arus kapal dan arus peti kemas dengan menggunakan analisis regresi. Dengan panjang dermaga 400 m dan waktu efektif dalam setahun adalah 355 hari diperoleh arus kapal pada tahun 2016 berjumlah 206 unit dan tahun 2025 berjumlah 46. Untuk arus peti kemas pada tahun 2016 berjumlah 101.462 TEUs/tahun dan tahun 2025 berjumlah 154.284 TEUs/tahun. BOR pada tahun 2016 adalah  14,89% dan tahun 2025 bernilai 20,577% dikategorikan baik karena masih dibawah 50% seperti yang disarankan UNCTAD. Nilai CYOR  pada tahun 2016 bernilai 14,50% dan pada tahun 2025 bernilai 29,43% dikategorikan baik. Pada Terminal Peti Kemas Pelabuhan Panjang penanganan peti kemas menggunakan beberapa alat yaitu dengan Container Crane yang dapat menangani 881.280 TEUs/tahun dan Rubber Tired Gantry yang dapat menangani 550.800 TEUs/tahun mencukupi untuk melayani peti kemas sebanyak 101.462 TEUs/tahun pada tahun 2016 bahkan masih mencukupi untuk tahun 2025 yang diproyeksikan sebanyak 154.284 TEUs/tahun. Untuk BTP pada tahun 2016 yaitu 1.307 TEUs/m/tahun dan tahun 2025 yaitu 1.253 TEUs/m/tahun. Untuk KD pada tahun 2016 berjumlah 522.646 TEUs/tahun dan pada tahun 2018 berjumlah 501.220 TEUs/tahun. Jadi, layanan dan utilitas pada Terminal peti Kemas Pelabuhan Panjang pada kondisi eksisting dan peramalan hingga tahun 2025 dikategorikan baik. Hal ini terlihat pada nilai BOR, CYOR, BTP, KD dan kinerja peralatan bongkar muat dimana nilai-nilai tersebut memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh UNCTAD dan PT.PELINDO. 
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE JALAN TOL BALIKPAPAN-SAMARINDA SEKSI 4 Rahmawati Rahmawati; Hikmah Maulani; Pranoto Samto; Salamun Salamun
Jurnal Karya Teknik Sipil Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.193 KB)

Abstract

Kota Samarinda dan Kota Balikpapan berperan penting dalam meningkatkan aktivitas ekonomi dan sosial sehingga membutuhkan prasarana jalan berkualitas baik.Adanya jalan tersebut mampu meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat. Pembangunan jalan tol yang menghubungkan kedua kota tersebut memberikan alternatif jawaban bagi pertumbuhan ekonomi antarwilayah dan dalam rangka penciptaan sistem transportasi yang lancar serta efisien.Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi 4 memiliki panjang 16.325 meter.Analisis hidrologi sistem drainase ini dilakukan menggunakan Metode Rata-Rata Aljabar untuk mencari hujan rerata, analisis intensitas hujan menggunakan Persamaan Mononobe, serta analisis debit menggunakan Metode Rasional dan Metode Hidrograf Satuan Sintetis Gama I berdasarkan periode ulang tertentu. Pada perencanaan saluran gorong-gorong dan jembatan digunakan periode ulang 50 tahun dan diperoleh debit maksimum sebesar 80,06 m3/dt; sedangkan pada perencanaan saluran samping dan saluran median digunakan periode ulang 10 tahun. Debit maksimum saluran samping sebesar 1,058 m3/dt dan debit maksimum saluran median sebesar 0,049 m3/dt. Berdasarkan analisis hidrolika diperoleh penampang rencana saluran gorong-gorong tipe Box Culvert dimensi 2mx2m dan dimensi 2x2mx2m, penampang rencana saluran samping berupa U-Ditch dimensi 0,6mx1m dan 1,8mx1 m dan penampang rencana saluran utama median berupa pipa beton setengah lingkaran berdiameter 40cm serta saluran pembuangan median berupa pipa beton berdiameter 60cm.Pelaksanaan konstruksi drainase jalan tol ini direncanakan selesai dalam waktu 9 bulan, dengan total biaya sebesar Rp 71.077.876.000,00 (Tujuh puluh satu milyar tujuh puluh tujuh juta delapan ratus tujuh puluh enam ribu rupiah).

Page 2 of 2 | Total Record : 14