cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024" : 12 Documents clear
Evaluasi Efektivitas dalam Produksi Kokas dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Studi Kasus : Coke Oven Plant PT Krakatau Steel (Persero) Tbk) Samosir, Andi; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang produksi baja. Coke OvenPlant pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan fasilitas yang memproduksi kokas untuk digunakan sebagaibahan bakar pada proses pembakaran di Blast Furnace yang membuat Hot Rolled Wire. Masalah umum yang seringdijumpai di lantai produksi adalah mesin produksi tidak beroperasi dengan baik sehingga mempengaruhi proseslainnya, Salah satu metode pengukuran kinerja dan efektivitas mesin yang digunakan adalah Overall EquipmentEffectiveness (OEE) yang kemudian dilanjutkan dengan pengukuran OEE six big losses dan dari faktor six big lossestersebut dicari faktor terbesar yang mengakibatkan rendahnya efisiensi. Metode OEE merupakan metode pengukuransuatu tingkat efektivitas pemakaian suatu mesin atau peralatan pada perusahaan. Metode ini tediri dari tiga faktorutama yang saling berhubungan yaitu Avaibility (ketersediaan), Performance (kemampuan) dan Quality (kualitas).Hasil perhitungan OEE akan mengidentifikasi kondisi penggunaan mesin yang tidak efektif dan efisien mengakibatkanrendahnya produktivitas mesin dan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Selain itu, dapat mendeteksikejanggalan-kejanggalan yang mungkin terjadi pada periode selanjutnya sehingga bisa dilakukan perbaikan secepatmungkin untuk kedepannya dan dilakukan penjadwalan pemeliharan mesin untuk pencegahan breakdown yang terjadidalam proses produksi. Kata kunci: Produksi, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses
PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN INTERVAL TURNAROUND DENGAN PENGEMBANGAN METODE FMEA DAN FTA BERDASARKAN CRITICAL ITEM PABRIK 5 (Studi Kasus: PT Pupuk Kalimantan Timur) Siahaan, Winter Ferdinand
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada salah satu item Pabrik 5 PT. Pupuk Kalimantan Timur yaitu HTS Effluent, ditemukan bahwakebocoran pada seat flange menuju tube bundle to shell dapat menyebabkan situasi berbahaya,memerlukan shutdown pabrik demi keamanan. Melalui analisis Mean Time Between Failure (MTBF) danFailure Rate, item HTS Effluent diidentifikasi sebagai penyebab utama kegagalan dengan MTBF sebesar1,385 tahun dan failure rate sebesar 0,722 tahun. Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)digunakan untuk menilai tingkat kekritisan item. Item HTS Effluent menunjukkan nilai Risk PriorityNumber (RPN) tertinggi, yakni 180. Analisis setelah FMEA dilakukan dengan metode Fault Tree Analysis(FTA), menunjukkan bahwa interval Turn Around (TA) untuk area Ammonia kurang dari target 2 tahun.Perbaikan lebih lanjut diperlukan untuk mencapai target interval TA dan meminimalisir dampak kegagalanpada item kritis. Studi ini memberikan kontribusi pada pemahaman kritis terhadap permasalahan unitAmmonia dan merumuskan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.Kata Kunci: Turn Around; FMEA; FTA Abstract[Title: TURNAROUND INTERVAL PLANNING AND CONTROL THROUGH THE DEVELOPMENTOF FMEA AND FTA METHODS BASED ON CRITICAL ITEMS IN PLANT 5(Case Study: PT East Kalimantan Fertilizer)] Air On one of the items in Plant 5 of PT. East KalimantanFertilizer, namely HTS Effluent, a leakage was identified in the seat flange leading to the tube bundle toshell, which could pose a hazardous situation, necessitating a factory shutdown for safety. Through MeanTime Between Failure (MTBF) and Failure Rate analysis, HTS Effluent is identified as the main cause offailure with an MTBF of 1,385 years and a failure rate of 0.722 per year. The Failure Mode and EffectAnalysis (FMEA) method was employed to assess the criticality level of the HTS Effluent. The item showedthe highest Risk Priority Number (RPN) at 180. Subsequent analysis using Fault Tree Analysis (FTA)revealed that the Turn Around (TA) interval for the Ammonia area is below the target of 2 years. Furtherimprovements are required to achieve the target TA interval and minimize the impact of failures on criticalitems. This study contributes to a critical understanding of the Ammonia unit issues and formulatesnecessary improvement steps.Keywords: Turn Around; FMEA; FTA
ANALISIS PERBAIKAN SISTEM KERJA MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) PADA LINI TTSK TTD DARI TTSK GEDUNG J DI PT PHAPROS, Tbk Yahya, Muhammad Dimas; Purwaningsih, Ratna
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Phapros, Tbk merupakan perusahaan farmasi yang merupakan anak perusahaan PT Kimia Farma, Tbk.dimana perusahaan ini merupakan perusahaan yang memproduksi dan memasarkan produk farmasi diIndonesia. Salah satu gedung yang terdapat pada PT Phapros, Tbk adalah gedung TTSK gedung J dimanagedung tersebut merupakan tempat produski tablet, tablet salut, kapsul, dan OT. Pada TTSK gedung J ini,terdapat satu lini bernama lini TTSK TTD yang merupakan lini produksi inline dimana bahan baku, prosesproduksi, dan pengemasan dilakukan didalam satu gedung. Pada proses produksi di TTSK TTD, terdapatbanyak pekerja yang memiliki postur kerja yang berpotensi menimbulkan musculoskeletal disorders. Untukmenilai postur kerja dari setiap aktivitas kerja, digunakan metode rapid upper limb assessment (RULA)dimana metode ini dipilih untuk melengkapi penelitian yang dilakukan secara objektif dari hasil pengamatanyang dilakukan pengamat. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis potensi penyakitakibat kerja pada proses produksi lini TTSK TTD,, Tbk serta memberikan usulan perbaikan ergonomi yangdapat diterapkan pada pekerja untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya musculoskeletal disorders danmenjaga kesejahteraan pekerja. Pada penelitian ini, dihasilkan skor akhir dari setiap postur, skor indeks untuksatu lini produksi, serta rekomendasi yang dapat diberikan sebagai perbaikan yang dapat diterapkankedepannya.Kata Kunci: Musculoskeletal Disorders; Postur Kerja; RULA
PENERAPAN CIRCULAR ECONOMY PADA PERANCANGAN MODEL BISNIS DI CV. BINTANG PRIMA PERKASA Erwinda, Affan; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMeningkatnya pengaruh keberlanjutan dalam praktik manajemen rantai pasok dan operasidapat dikaitkan dengan fakta bahwa para pemangku kepentingan yang ada di dalamorganisasi dituntut untuk meningkatkan kinerja ekonomi yang kuat serta bertanggung jawabatas kinerja lingkungan dan sosial. Penerapan circular economy di Indonesia telah menjadisalah satu yang diperhatikan oleh pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan adanya masterplan implementasi circular economy yang dibuat oleh pemerintah hingga tahun 2025.Meskipun master plan yang telah dibuat difokuskan untuk perusahaan manufaktur, dalampenelitian ini, peneliti mengambil di bidang manufaktur. CV. Bintang Prima Perkasamerupakan perusahaan karoseri box niaga yang terletak di Kawasan Industri CandiSemarang. Perusahaan ini belum mernerapkan Circular Economy sehingga perlu ditinjaumodel bisnisnya. Penelitian ini akan melakukan perancangan Circular Business ModelCanvas CV. Bintang Prima Perkasa, menentukan proses bisni yang bisa dikembangkanuntuk menetapkan circular economy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengandesain penelitian ekploratif. Harapannya, dengan penelitian ini dapat membantu CV.Bintang Prima Perkasa dalam memaksimalkan pengolahan limbahnya, serta dapatmengembangkan bisnisnya sesuai dengan model bisnis yang tepat serta dapat memanfaatkanpotensi dari limbah manufaktur secara maksimal.Kata Kunci: CMBC, Circular Economy, CV. Bintang Prima Perkasa, Manufaktur AbstractThe increasing influence of sustainability in supply chain management practices andoperations can be attributed to the fact that stakeholders within organizations are requiredto promote strong economic performance and be responsible for environmental and socialperformance. The implementation of a circular economy in Indonesia has become somethingthat the government is paying attention to. This is proven by the existence of a master planfor implementing a circular economy made by the government until 2025. Although themaster plan that has been made is focused on manufacturing companies, in this research,researchers focused on the manufacturing sector. CV. Bintang Prima Perkasa is acommercial box body company located in the Candi Industrial Area, Semarang. Thiscompany has not yet implemented a Circular Economy so its business model needs to bereviewed. This research will design a Circular Business Model Canvas CV. Bintang PrimaPerkasa, determines business processes that can be developed to establish a circulareconomy. This research uses qualitative methods with an exploratory research design. Thehope is that this research can help CV. Bintang Prima Perkasa in maximizing its wasteprocessing, and being able to develop its business according to the right business model andbeing able to maximize the potential of manufacturing waste.Keywords: CMBC, Circular Economy, CV. Bintang Prima Perkasa, Manufactur
Evaluasi Efektivitas dalam Produksi Kokas dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Studi Kasus : Coke Oven Plant PT Krakatau Steel (Persero) Tbk) Samosir, Andi; Suliantoro, Hery
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang produksi baja. Coke OvenPlant pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan fasilitas yang memproduksi kokas untuk digunakan sebagaibahan bakar pada proses pembakaran di Blast Furnace yang membuat Hot Rolled Wire. Masalah umum yang seringdijumpai di lantai produksi adalah mesin produksi tidak beroperasi dengan baik sehingga mempengaruhi proseslainnya, Salah satu metode pengukuran kinerja dan efektivitas mesin yang digunakan adalah Overall EquipmentEffectiveness (OEE) yang kemudian dilanjutkan dengan pengukuran OEE six big losses dan dari faktor six big lossestersebut dicari faktor terbesar yang mengakibatkan rendahnya efisiensi. Metode OEE merupakan metode pengukuransuatu tingkat efektivitas pemakaian suatu mesin atau peralatan pada perusahaan. Metode ini tediri dari tiga faktorutama yang saling berhubungan yaitu Avaibility (ketersediaan), Performance (kemampuan) dan Quality (kualitas).Hasil perhitungan OEE akan mengidentifikasi kondisi penggunaan mesin yang tidak efektif dan efisien mengakibatkanrendahnya produktivitas mesin dan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Selain itu, dapat mendeteksikejanggalan-kejanggalan yang mungkin terjadi pada periode selanjutnya sehingga bisa dilakukan perbaikan secepatmungkin untuk kedepannya dan dilakukan penjadwalan pemeliharan mesin untuk pencegahan breakdown yang terjadidalam proses produksi. Kata kunci: Produksi, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses
EVALUASI TARGET PRODUKSI PT BIMUDA KARYA TEKNIK BERDASARKAN FAKTOR CYCLE TIME DAN MANPOWER DENGAN MENGAPLIKASIKAN METODE SWTS DALAM PENGAMBILAN DATA Putri, Nadhira Amelia
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Bimuda Karya Teknik merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang industrimanufaktur, terkhusus dalam memproduksi produk otomotif. Pada proses produksinya, PT BimudaKarya Teknik menggunakan sistem PO atau Purchase Order sehingga harus memiliki penjadwalan dantarget produksi yang umumnya berbeda-beda setiap harinya karena produksinya harus menyesuaikanapa yang menjadi kebutuhan customer. Salah satu aspek yang cukup penting pada proses produksi yangdilakukan oleh PT Bimuda Karya Teknik adalah penentuan target produksi hariannya. Hal inidisebabkan karena target produksi menjadi acuan untuk para karyawan yang bekerja khususnyaoperator mesin yang bekerja secara langsung dalam pembuatan produknya. Pada saat ini, PT BimudaKarya Teknik masih menggunakan metode manual dalam menentukan target produksi denganmempertimbangkan jadwal datangnya material dan due date dari masing-masing pelanggan yangmemesan. Acuan yang digunakan oleh PT Bimuda Karya Teknik adalah GSPH lama pembuatan part yang waktu siklusnya belum diperbarui. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya peningkatan targetproduksi harian PT BKT agar dapat meningkatkan produktivitas perusahaan dan meningkatkanefisiensi penggunaan waktu kerja. Dengan menggunakan metode SWTS dalam mengambil data, perludilakukan perhitungan ulang waktu siklus dan GSPH sesuai dengan keadaan lapangan pada saat ini.Setelah dilakukan identifikasi ulang, ternyata terdapat perbedaan signifikan dari GSPH terhitung saatini. Dengan pertimbangan spesifikasi material, maka didapatkan persentase kenaikan target produksiuntuk part yang berketebalan 0,6 – 1,2 adalah 29%, ketebalan 1,4 – 2 adalah 41%, dan ketebalan 2,3- >3,2 adalah sebesar 36%. Selain itu, perlu adanya pengklasifikasian PIC dalam pembuatan partberdasarkan ketebalan material untuk menunjang target tersebut, yaitu untuk part yang berketebalan0,6 – 1,2 akan di-handle oleh PIC dengan skor matrix skill 50-60, part yang berketebalan 1,4 – 2 akandi-handle oleh PIC dengan skor matrix skill 61-70, dan part yang berketebalan 2,3 - >3,2 akan dihandleolehPICdenganskormatrixskill71-80.Kata kunci: evaluasi target produksi, manpower, cycle time, SWTS AbstractPT Bimuda Karya Teknik is a company engaged in the manufacturing industry, especially in producingautomotive products. In its production process, PT Bimuda Karya Teknik uses a PO or Purchase Ordersystem, so it must have a production schedule and target that generally varies every day becauseproduction must adjust to what the customer needs. One aspect that is quite important in the productionprocess carried out by PT Bimuda Karya Teknik is the determination of the daily production target. Thisis because the production target is a reference for employees who work, especially machine operatorswho work directly in making their products. At this time, PT Bimuda Karya Teknik is still using themanual method in determining production targets by considering the material arrival schedule and duedate from each customer who orders. The reference used by PT Bimuda Karya Teknik is the old GSPHfor making parts whose cycle times have not been updated. Therefore, it is necessary to increase PTBKT's daily production target in order to increase the company's productivity and increase the efficiencyof working time. By using the SWTS method in collecting data, it is necessary to recalculate cycle timesand GSPH according to the current field conditions. After re-identification, it turns out that there is asignificant difference from the current calculated GSPH. Taking into account the materialspecifications, the percentage increase in the production target for parts with a thickness of 0.6 – 1.2 is29%, a thickness of 1.4 – 2 is 41%, and a thickness of 2.3 -> 3.2 is 36% . In addition, it is necessary to classify PIC in making parts based on the thickness of the material to support this target, i.e. parts witha thickness of 0.6 – 1.2 will be handled by a PIC with a matrix skill score of 50-60, parts with a thicknessof 1.4 – 2 will be handled by a PIC with a matrix skill score of 61-70, and parts with a thickness of 2.3- > 3.2 will be handled by a PIC with a matrix skill score of 71-80.Keywords: evaluation of production target, manpower, cycle time, SWTS
PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN DEPARTEMEN HSC-HSE PADA PT XYZ MENGGUNAKAN PENDEKATAN HUMAN RESOURCE SCORECARD Fanerika, Vesya Zalfa; Susanty, Aries
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPT XYZ adalah perusahaan dengan Penanaman Modal Asing dengan kegiatan utama yaitu industrigarmen. PT XYZ memiliki beberapa departemen, salah satunya Departemen HSC-HSE (Health SafetyCompliance-Health, Safety, and Environment). Selama ini, pengukuran kinerja yang dilakukan padaDepartemen HSC-HSE hanya diukur melalui status finansial yang dilaporkan pada manajer perusahaan.Jika dilihat dari status finansialnya saja, kinerja para karyawan tidak bisa terukur. Hal itu kurang bisadijadikan tolak ukur karena bisa saja status finansial yang dilaporkan berubah menjadi lebih burukdikarenakan karyawan lain dan berpengaruh pada keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, perludilakukan evaluasi pengukuran kinerja dari berbagai aspek bagi karyawan untuk mengetahui kinerjasumber daya manusia pada Departemen HSC-HSE di PT XYZ. Langkah-langkah penelitian dari awalyaitu mengidentifikasi KPI (Key Performance Indicator) menggunakan rancangan HR Scorecard,kemudian menghitung bobot tiap KPI dengan metode Analytical Hierarchy Process, lalu menentukannilai kinerja dengan metode Scoring System, dan yang terakhir evaluasi hasil pengukuran kinerja denganmetode Traffic Light System. Penelitian yang dilakukan menghasilkan 19 KPI, yaitu 5 KPI HRDeliverable, 6 KPI dari perspektif High Performance Work System, 5 KPI HR Efficiency, dan 3 KPI HRSystem Alignment. Dari hasil pengukuran kinerjanya didapatkan 2 KPI memiliki Traffic Light Systemberwarna merah, yaitu kepemimpinan dan tingkat keterlambatan karyawan. Walaupun hasil kinerjakeseluruhannya berada pada level hijau sebesar 94,17%, perusahaan tetap harus melakukan perbaikansegera pada kedua KPI tersebut agar dapat meningkatkan nilai persentasenya sehingga kinerjaDepartemen HSC-HSE menjadi semakin baik.Kata kunci: pengukuran kinerja, key performance indicator, human resources scorecard, scoring systemdan traffic light system, analytical hierarchy process 
USULAN PERBAIKAN FORECASTING DEMAND PRODUK OBAT X DAN Y DENGAN METODE TIME SERIES (STUDI KASUS PT. PHAPROS Tbk. SEMARANG) Lailany, Rosida Salsa; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSebagai perusahaan yang bergerak di bidang farmasi manufaktur, PT Phapros dituntut untuk bisa adaptifterhadap fluktuasi permintaan yang tidak pasti dan selalu berubah-ubah. Upaya ini diwujudkan denganmelakukan peninjauan dalam meramalkan atau memperkirakan jumlah permintaan (demand) kedepannya.Keputusan terkait jumlah permintaan yang akan diproduksi harus didasarkan pada suatu prediksi yang akuratserta dengan metode yang terbaik sehingga hasil keputusan yang diambil akan tepat terutama dalammenghadapi masa depan yang tidak pasti termasuk pada produk X yang diproduksi oleh PT Phapros. Berdasarkan studi dan observasi yang dilakukan, proses peramalan permintaan yang dilakukan masihtergolong konvensional, sehingga berdampak pada kurangnya akurasi hasil peramalan permintaan produk.Alternatif solusi atas permasalahan tersebut adalah dengan mengaplikasikan metode peramalan time seriespada berdasarkan data historis demand produk X selama 3 tahun (2020-2022). Hasil pengolahan datamenunjukkan bahwa metode time series terbaik dengan nilai eror terkecil adalah metode Winters Methoddengan nilai MAPE sebesar 32%, MSE sebesar 1699, dan MAD sebesar 5394335. Hasil peramalan yangdidapatkan berdasarkan output Winters Method Smoothing selama 12 periode kedepan adalah Januari sebesar2833, Februari sebesar 4253, Maret sebesar 7605, April sebesar 3652, Mei sebesar 4585, Juni sebesar 4992,Juli sebesar 6812, Agustus sebesar 8015, September sebesar 5316, Oktober sebesar 7318, November sebesar4027, dan Desember sebesar 3597.Kata Kunci : peramalan; peramalan permintaan; time series; akurasi permintaan; manufaktur farmasi AbstractAs a company engaged in the pharmaceutical manufacturing sector, PT Phapros is required to be adaptive touncertain and ever-changing demand fluctuations. This effort is realized by conducting a review in forecastingor estimating the number of requests (demand) in the future. Decisions regarding the number of requests to beproduced must be based on an accurate prediction and the best method so that the results of the decisions takenwill be appropriate, especially in the face of an uncertain future, including product X produced by PT Phapros.Based on the studies and observations made, the demand forecasting process is still relatively conventional, soit has an impact on the lack of accuracy of product demand forecasting results. An alternative solution to thisproblem is to apply the time series forecasting method based on historical data on demand for product X for 3years (2020-2022). The results of data processing show that the best time series method with the smallest errorvalue is the Winters Method with a MAPE value of 32%, MSE of 1699, and MAD of 5394335. The forecastingresults obtained based on the Winters Method Smoothing output for the next 12 periods is January of 2833,February 4253, March 7605, April 3652, May 4585, June 4992, July 6812, August 8015, September 5316,October 7318, November 4027, and December 3597.Keywords: forecasting; demand forecasting; time series; request accuracy; pharmaceutical manufacturing
USULAN PERBAIKAN FORECASTING DEMAND PRODUK OBAT X DAN Y DENGAN METODE TIME SERIES (STUDI KASUS PT. PHAPROS Tbk. SEMARANG) Lailany, Rosida Salsa; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSebagai perusahaan yang bergerak di bidang farmasi manufaktur, PT Phapros dituntut untuk bisa adaptifterhadap fluktuasi permintaan yang tidak pasti dan selalu berubah-ubah. Upaya ini diwujudkan denganmelakukan peninjauan dalam meramalkan atau memperkirakan jumlah permintaan (demand) kedepannya.Keputusan terkait jumlah permintaan yang akan diproduksi harus didasarkan pada suatu prediksi yang akuratserta dengan metode yang terbaik sehingga hasil keputusan yang diambil akan tepat terutama dalammenghadapi masa depan yang tidak pasti termasuk pada produk X yang diproduksi oleh PT Phapros. Berdasarkan studi dan observasi yang dilakukan, proses peramalan permintaan yang dilakukan masihtergolong konvensional, sehingga berdampak pada kurangnya akurasi hasil peramalan permintaan produk.Alternatif solusi atas permasalahan tersebut adalah dengan mengaplikasikan metode peramalan time seriespada berdasarkan data historis demand produk X selama 3 tahun (2020-2022). Hasil pengolahan datamenunjukkan bahwa metode time series terbaik dengan nilai eror terkecil adalah metode Winters Methoddengan nilai MAPE sebesar 32%, MSE sebesar 1699, dan MAD sebesar 5394335. Hasil peramalan yangdidapatkan berdasarkan output Winters Method Smoothing selama 12 periode kedepan adalah Januari sebesar2833, Februari sebesar 4253, Maret sebesar 7605, April sebesar 3652, Mei sebesar 4585, Juni sebesar 4992,Juli sebesar 6812, Agustus sebesar 8015, September sebesar 5316, Oktober sebesar 7318, November sebesar4027, dan Desember sebesar 3597.Kata Kunci : peramalan; peramalan permintaan; time series; akurasi permintaan; manufaktur farmasi AbstractAs a company engaged in the pharmaceutical manufacturing sector, PT Phapros is required to be adaptive touncertain and ever-changing demand fluctuations. This effort is realized by conducting a review in forecastingor estimating the number of requests (demand) in the future. Decisions regarding the number of requests to beproduced must be based on an accurate prediction and the best method so that the results of the decisions takenwill be appropriate, especially in the face of an uncertain future, including product X produced by PT Phapros.Based on the studies and observations made, the demand forecasting process is still relatively conventional, soit has an impact on the lack of accuracy of product demand forecasting results. An alternative solution to thisproblem is to apply the time series forecasting method based on historical data on demand for product X for 3years (2020-2022). The results of data processing show that the best time series method with the smallest errorvalue is the Winters Method with a MAPE value of 32%, MSE of 1699, and MAD of 5394335. The forecastingresults obtained based on the Winters Method Smoothing output for the next 12 periods is January of 2833,February 4253, March 7605, April 3652, May 4585, June 4992, July 6812, August 8015, September 5316,October 7318, November 4027, and December 3597.Keywords: forecasting; demand forecasting; time series; request accuracy; pharmaceutical manufacturing
PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN DEPARTEMEN HSC-HSE PADA PT XYZ MENGGUNAKAN PENDEKATAN HUMAN RESOURCE SCORECARD Fanerika, Vesya Zalfa; Susanty, Aries
Industrial Engineering Online Journal Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPT XYZ adalah perusahaan dengan Penanaman Modal Asing dengan kegiatan utama yaitu industrigarmen. PT XYZ memiliki beberapa departemen, salah satunya Departemen HSC-HSE (Health SafetyCompliance-Health, Safety, and Environment). Selama ini, pengukuran kinerja yang dilakukan padaDepartemen HSC-HSE hanya diukur melalui status finansial yang dilaporkan pada manajer perusahaan.Jika dilihat dari status finansialnya saja, kinerja para karyawan tidak bisa terukur. Hal itu kurang bisadijadikan tolak ukur karena bisa saja status finansial yang dilaporkan berubah menjadi lebih burukdikarenakan karyawan lain dan berpengaruh pada keuntungan perusahaan. Oleh karena itu, perludilakukan evaluasi pengukuran kinerja dari berbagai aspek bagi karyawan untuk mengetahui kinerjasumber daya manusia pada Departemen HSC-HSE di PT XYZ. Langkah-langkah penelitian dari awalyaitu mengidentifikasi KPI (Key Performance Indicator) menggunakan rancangan HR Scorecard,kemudian menghitung bobot tiap KPI dengan metode Analytical Hierarchy Process, lalu menentukannilai kinerja dengan metode Scoring System, dan yang terakhir evaluasi hasil pengukuran kinerja denganmetode Traffic Light System. Penelitian yang dilakukan menghasilkan 19 KPI, yaitu 5 KPI HRDeliverable, 6 KPI dari perspektif High Performance Work System, 5 KPI HR Efficiency, dan 3 KPI HRSystem Alignment. Dari hasil pengukuran kinerjanya didapatkan 2 KPI memiliki Traffic Light Systemberwarna merah, yaitu kepemimpinan dan tingkat keterlambatan karyawan. Walaupun hasil kinerjakeseluruhannya berada pada level hijau sebesar 94,17%, perusahaan tetap harus melakukan perbaikansegera pada kedua KPI tersebut agar dapat meningkatkan nilai persentasenya sehingga kinerjaDepartemen HSC-HSE menjadi semakin baik.Kata kunci: pengukuran kinerja, key performance indicator, human resources scorecard, scoring systemdan traffic light system, analytical hierarchy process

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue