cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016" : 23 Documents clear
Pengaruh Beban Kerja Mental, Kelelahan Kerja, Dan Tingkat Kantuk Terhadap Penurunan Tingkat Kewaspadaan Perawat (Studi Kasus Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Puri Asih, Salatiga) Ario Rahadhi; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.829 KB)

Abstract

RSU Puri Asih memiliki peran penting sebagai salah satu institusi pelayanan kesehatan di kota Salatiga. Salah satu departemen dalam RSU Puri Asih yang bekerja dengan sistem kerja 24 jam adalah Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dengan pembagian durasi kerja yang tidak merata (shift pagi 6 jam, shift siang 7 jam, dan shift malam 11 jam), timbul berbagai masalah, diantaranya perawat yang merasakan beban kerja mental yang tinggi, kelelahan dan mudah mengantuk, sedangkan perawat IGD dituntut untuk memiliki kewaspadaan tinggi untuk selalu siap setiap waktu untuk melayani pasien dengan berbagai kondisi. Dalam penelitian ini dilakukan Uji Regresi Linear Berganda untuk menganalisis pengaruh beban kerja mental, kelelahan kerja dan tingkat kantuk terhadap penurunan tingkat kewaspadaan di setiap shift kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja mental, kelelahan kerja dan tingkat kantuk berpengaruh positif secara simultan terhadap penurunan tingkat kewaspadaan di ketiga shift kerja. Beban kerja mental dan kelelahan kerja berpengaruh positif secara individual terhadap penurunan tingkat kewaspadaan di setiap shift, sedangkan tingkat kantuk tidak berpengaruh positif secara individual terhadap penurunan tingkat kewaspadaan di setiap shift. Kelelahan kerja merupakan variabel yang berpengaruh secara dominan terhadap penurunan tingkat kewaspadaan dengan nilai standardized coefficient sebesar 0,815 untuk shift I, 0,442 untuk shift II dan 0,641 untuk shift III. Dibutuhkannya pemenuhan jumlah perawat yang ideal, perbaikan sistem jadwal kerja, penyediaan fasilitas beristirahat yang memadai, serta saran mengkonsumsi nutrisi yang baik dan olah raga ringan untuk meminimalisasi penurunan tingkat kewaspadaan perawat IGD saat bekerja. ABSTRACTPuri Asih General Hospital has an important role as a health care institution in Salatiga. One department in Puri Asih Hospital which works with a 24-hour work system is the Emergency Department (ED). With unequal work duration (6 hours morning shift, 7 hours day shift and 11 hours night shift), raised various issues, including nurses who felt  high mental workload, fatigue, and drowsiness, while nurses in ED are required to have a high vigilance to always be ready at any time to serve patients with various conditions. The test results showed that mental workload, fatigue and sleepiness positively influence decrement of vigilance level on all of the shifts simultaneously. Mental workload and fatigue positively influence each shift individually while sleepiness is not positively influencing each shift individually. Fatigue is the dominant variable to decrement of vigilance level with standardized coefficient 0.815 on shift I, 0.442 on shift II and 0.641 on shift II. The need of fulfillment of the ideal number of nurses, repairment of shift schedule, the addition of adequate resting facilities, and suggestion to consume good nutrition and doing simple exercise to reduce the impact of mental workload, fatigue and sleepiness to minimize the decrement of ED nurses’s vigilance level at work.
Analisis Repair Policy dan Preventive Maintenance pada Mesin KDS 800 PT. Phapros Adi Luhung Pekerti; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.49 KB)

Abstract

PT. Phapros merupakan perusahaan yang bergerak dibidang farmasi dengan berbagai jenis produk obat. Dari sekian banyak mesin pada kegiatan produksinya, mesin packaging merupakan mesin yang paling sering digunakan salah satunya adalah mesin KDS 800 yang berfungsi untuk pengepakan obat jenis strip yang merupakan jenis obat yang paling banyak digunankan pada PT. Phapros, sehingga dirasa perlu untuk melakukan kebijakan perawatan mesin yang optimal untuk menjaga kondisi mesin tetap pada kondisi prima, namun menurut data historis perusahaan mesin KDS 800 sering mengalami breakdown yang mengakibatkan kegiatan packaging produk terganggu dan mengakibatkan cost yang harus ditanggung oleh perusahaan, sehingga departemen maintenance merasa perlu untuk mengkaji kebijakan perawatan mesin KDS 800 apakah telah sesuai kebutuhan atau terdapat kesalahan sehingga mengakibatkan performa mesin menjadi tidak optimal dan rawan breakdown, Metode perawatan mesin yang paling sering digunakan adalah kebiajakan preventive maintenance dan preventive maintenance, dan tak jarang kedua kebiajakn ini digabung untuk mendapatkan hasil yang lebih baik 
Analisa Waste Waiting pada Pembuatan Produk Full Hard dengan Menggunakan Process Activity Mapping pada Plant Cold Rolling Mill Noka Lisano; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.431 KB)

Abstract

PT.Krakatau Steel adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri baja. Perusahaan ini memegang peran penting dalam pembangunan Indonesia, dimana Indonesia per tahunnya membutuhkan 9 juta ton baja guna membangun infrastruktur dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu sub pabrik yang terdapat pada perusahaan ini adalah CRM (Cold Rolling Mill) dimana sub pabrik ini memproduksi baja lembaran dengan ketebalan dibawah 3 mm. Lead time pembuatan salah satu produk dengan frekuensi pembuatan tertinggi yaitu full hard adalah 30 hari kerja, sehingga diperlukan analisis terkait hal tersebut. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan salah satu VALSAT (value stream analysis tools) yaitu process activity mapping, didapatkan VA (value added activity) sebesar 76,01 menit, NVA (non value added activity) sebesar 31407,26 dan NNVA (necessary not value added activiy) sebesar 89,40 menit. Tingginya NVA dikarenakan lamanya proses penyimpanan material pada storage N1, N2, dan N3, dimana proses penyimpanan ini tidak memberikan nilai tambah pada produk  dengan total waktu 31200 menit atau 98,82% dari total lead time. Untuk mengetahui penyebab lamanya penyimpanan ini dilakukan analisis kembali dengan menggunakan diagrram fishbone dan didapatkan bahwa penyebab lamanya penyimpanan adalah karena rendahnya availability dari mesin utama, yaitu CTCM (Cold Tandem Cold Mill) yang dikarenakan umur mesin yang sudah tua. Selain itu, lamanya waktu penyimpanan ini dikarenakan material yang tidak sesuai spesifikasi, sehingga dilakukan proses pemesanan kembali ke sub pabrik sebelumnya yaitu HRM (Hot Rolling Mill), dan material terkait menunggu untuk di produksi ulang.    AbstractPT.Krakatau Steel is an indonesian steel manufacture company. This company hold a big role in the nation growth, where Indonesia needs 9 millions of steer per year to accomplish the infrastructure development in order to fullfil the growth of the nation economy. One of the plant in this company is CRM (Cold Rolling Mill) where this plant produce the below 3mm steel sheet. The lead time to make the highest selling frequency product, which name is full hard, is 30 days. Based on this long lead time, an analysis to find the root cause of this problem is a must. From the analysis using one of the VALSAT (value stream analysis tools) which is  process activity mapping, there are VA (value added activity) amounted to 76.01 minutes, NVA (non-value added activity) amounted to 31407.26 and NNVA (Necessary not value added activiy) by 89 , 40 minutes. This high NVA caused by the long storage time in N1, N2 and N3, where this storage doesn’t give the value to the product, with total 31200 minutes time, or 98,82% from the total lead time. To identify the root cause of this problem, the fishbone diagram used and the root cause of this long time storage problem is the low availability of the main machine,which is CTCM (Cold Tandem Cold Mill), due to the old age of this machine. Furthermore, this long time storage time caused by the wrong material specification ordered, so, the CRM have to order the new material to the other plant, which is HRM (Hot Rolling Mill) and the material needs to wait to be reproduced. 
Pemodelan Sistem BRT Koridor II Semarang sebagai Solusi Permasalahan Transportasi Nabiel Putra Adam; Ary Arvianto; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.278 KB)

Abstract

Kota Semarang sebagai salah satu pusat bisnis dan ekonomi di wilayah Jawa Tengah menyebabkan naiknya arus urbanisasi ke kota Semarang. Hal ini yang mendasari terjadinya peningkatan kebutuhan akan sarana dan prasarana transportasi terutama moda transportasi umum. Namun, kondisi pengelolaan transportasi umum terutama armada bus dan juga angkutan kota (angkot) yang kurang baik menyebabkan masyarakat cenderung menggunakan moda transportasi pribadi (Agatha, Nurcahyanto, & Musawa, 2011). Pengadaan armada BRT merupakan salah satu solusi yang diterima dengan baik oleh pengguna transportasi umum, hal tersebut diketahui dari peningkatan permintaan yang signifikan yakni pada tahun 2012 adalah sebesar 136.848 sedangkan pada tahun 2014 menjadi 659.444. Seiring dengan bertambahnya permintaan, muncul permasalahan baru yakni terjadi penumpukkan antrian pada beberapa halte yang beroperasi di trayek BRT terutama pada Koridor II. Oleh karena itu, dilakukan pemodelan sistem transportasi BRT berdasarkan proses – proses yang terjadi dalam kondisi nyata. Dengan menggunakan software ProModel 6.0 dihasilan model simulasi sistem transportasi BRT yang telah terverifikasi dan mampu menggambarkan kondisi nyata dari proses operasional armada BRT. Adapun solusi yang ditawarkan adalah dengan memanipulasi frekuensi antar kedatangan armada BRT sehingga dihasilkan panjang antrian penumpang yang lebih rendah.i AbstractSemarang city as one of the business and economic center in the region of Central Java, causes the increasing of urbanization rate on Semarang city. and made the need of facilities and infrastructure increase too, especially for public transportation. However, the deficient condition of public transport management especially for buses and city transport causes people tend to use private transportation modes (Agatha, Nurcahyanto, & Musawa, 2011). The existence of Bus Rapid Transit (BRT) became well accepted solution by the public transportation users, and could be seen from the significant increase of BRT demand. For example, in the year of 2012 the demand was 136.848 whereas in 2014 the demand increased to 659.444. Along with that, the new problem emerged in the queue of BRT passengers on Corridor II. Therefore, this research will apply system modelling of transportation system based on the processes of the real condition. The modelling process with the use of ProModel 6.0 simulation software develop a verified model of transportation system simulation and could perform the real condition of BRT operational processes. And the result from this research is how to achieve the lower result of passenger queues by manipulating the arrival cycle of Bus Rapid Transit.
ANALISIS RANTAI PASOK PADA PENGADAAN OBAT DI RUMAH SAKIT (STUDI KASUS: RSU PURI ASIH SALATIGA) Eldinda Sazida Permatasari; Hery Suliantoro; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.025 KB)

Abstract

The price of drugs in Indonesia is still relatively expensive in both the government and private sectors. A survey conducted in 2004 showed that the price of patented drugs in Indonesia is 22 to 26 times higher than the International Reference Price (IRP). As for generic drugs, though cheaper than patented drugs, still, the price is still nine times higher than the IRP. To overcome these problems, the government facilitated the procurement of generic drugs by using the e-catalogue. But not all hospitals can purchases drugs through the the e-catalogue, some still using the conventional methods to supply the needs of medicine where the prices is more expensive than the prices of the e-catalogue. The case studies carried out in RSU Puri Asih Salatiga, and selection of items examined using Kraljic Portfolio Matrix. After doing research, the selected item that is on strategic items is Omeprazole. The price difference is due to different contract system, in the conventional way, the contract made between the Hospital and the PBF, while the e-catalogue way, contracts made directly to the pharmaceutical factory through the facilities of LKPP. In the future, the conventional way must be abandoned, because through the e-catalogue, procurement is more efficient, thereby reducing time and costs. ABSTRAKHarga obat di Indonesia masih tergolong mahal baik di sektor pemerintah maupun swasta. Survey yang dilakukan pada tahun 2004 menunjukan bahwa obat paten di Indonesia harganya 22 sampai 26 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan International Reference Price (IRP). Sedangkan untuk obat generik, walaupun harganya lebih murah daripada obat paten, tetap saja harganya masih sembilan kali lipat dibandingkan IRP. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, saat ini pemerintah memfasilitasi pengadaan obat generik dengan menggunakan sistem e-catalogue. Tetapi tidak semua rumah sakit dapat melakukan pembelian obat melalui fasilitas e-catalogue, beberapa rumah sakit masih menggunakan cara konvensional untuk pengadaan kebutuhan obat dimana harga beli dengan cara konvensional lebih mahal dibandingkan harga e-catalogue. Studi kasus dilakukan di RS Puri Asih Salatiga, dan pemilihan item diteliti menggunakan Kraljic Portofolio Matrix. Setelah dilakukan penelitian, item yang terpilih adalah item yang berada pada strategic item yaitu Omeprazole. Terjadinya perbedaan harga tersebut dikarenakan sistem kontrak yang berbeda, pada cara konvensional kontrak dilakukan antara Rumah Sakit dan PBF, sedangkan cara e-catalogue, kontrak dilakukan secara langsung kepada pabrik farmasi melalui fasilitas dari LKPP. Kedapannya cara konvensional harus ditinggalkan, karena melalui e-catalogue pengadaan semakin efisien sehingga mengurangi waktu dan biaya.
PENENTUAN LOT PESANAN DAN PERIODE PEMESANAN MENGGUNAKAN TEKNIK LOTTING DAN PENENTUAN SAFETY STOCK UNTUK ARABIAN LIGHT CRUDE SEBAGAI UMPAN FUEL OIL COMPLEX 1 PADA BULAN SEPTEMBER 2014 DI PT PERTAMINA (PERSERO) REFINERY UNIT IV CILACAP Damar Jiwo Kuntoprasetyo; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.99 KB)

Abstract

PT. PERTAMINA (Persero) Refinery Unit IV Cilacap berada dibawah tanggung jawab Direktorat pengolahan PT. PERTAMINA (Persero), adalah salah satu Public Server Obligation (PSO) bagi pemerintah yang salah satu tanggung jawabnya adalah menyediakan bahan bakar minyak untuk berbagai keperluan di Indonesia. Sebagai perusahaan produsen BBM, PT. PERTAMINA (Persero) RU IV Cilacap membutuhkan Crude Oil sebagai feed atau bahan baku utama.Salah satu jenis crude oil yang digunakan sebagai bahan baku di PT. PERTAMINA (Persero) RU IV Cilacap adalah Arabian Light Crude ( ALC ), yang merupakan minyak mentah dari Arab dengan kategori light crude. Unit dalam perusahaan yang menggunakan ALC  sebagai feed, salah satunya adalah Crude Distilate Unit I (CDU I ) pada Fuel Oil Complex I. Jumlah dan periode pemesanan ALC selama ini dilakukan berdasarkan order dari pengelola PERTAMINA Pusat. Dasar penentuan jumlah dan periode pemesanan tidak diketahui, sehingga pengelola plant tidak dapat mengatasi masalah secara langsung apabila terdapat kendala pada rantai suplai ALC. Diperlukan pendekatan teoritis untuk menganalisa perilaku sistem perhitungan ukuran lot dan periode pemesanan. Dari kondisi tersebut, rumusan masalah penelitian adalah bagaimana menentukan lot pesanan dan periode pemesanan ALC menggunakan teknik lotting dan bagaimana menentukan safety stock yang optimal untuk ALC. Tujuan dari penelitian adalah menentukan lot pesanan dan periode pemesanan ALC menggunakan teknik lotting untuk mendapatkan lot pesanan dan periode pemesanan yang optimal, menentukan safety stock ALC dan menilai kesesesuaian kontrak pembelian ALC dengan hasil pengolahan data teoritis. Hasil dari penelitian didapatkan lot pesanan ALC adalah 1.680.000 barrel. Periode pemesanan ALC dilakukan setiap 15 hari. Safety stock ALC yang optimal adalah 552.671 barrel. Ukuran lot ALC dibandingkan dengan perhitungan lot secara teoritis memberikan hasil kesesuaian 93.33%. AbstractPT. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap are under the responsibility of the Directorate processing PT. Pertamina (Persero), is one of the Public Server Obligation (PSO) to the government that one of his responsibilities is to provide fuel for various purposes in Indonesia. As a manufacturer of fuel, PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap need of Crude Oil as feed or main raw materials. One of crude oil type used as a raw material in the PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap is Arabian Light Crude (ALC), which is the crude oil from Saudi light crude categories. Units within the company that is using ALC as feed, one of which was crude Distilate I Unit (CDU) in the Fuel Oil Complex I. The number and the booking period ALC has been done based on orders from Pertamina Head Manager. The basis for determining the number and the booking period is unknown, so the plant manager can not resolve a problem directly if there are constraints on the supply chain ALC. The theoretical approach is needed to analyze the behavior of lot size calculation system and the booking period. From these conditions, the formulation of the research problem is how to determine a lot of orders and the booking period lotting ALC using the techniques and how to determine the optimal safety stock for ALC. The purpose of the study is to determine the order and the booking period lot ALC uses lotting techniques to get a lot of orders and the booking period is optimal, determine safety stock and assess kesesesuaian ALC ALC purchase contract with the theoretical results of data processing. Results of the research showed orders lot ALC was 1.680.000 barrels. ALC booking period is done every 15 days. ALC optimal safety stock is 552.671 barrels. ALC lot size compared with theoretical calculations give a lot suitability of 93.33% results.
Implementasi Posture Evaluation Index Untuk Perancangan Meja RBTI dengan Menggunakan Virtual Environment Human Modelling Muhammad Rizky; Arfan Bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.115 KB)

Abstract

Ruang Baca Teknik Industri (RBTI) merupakan salah satu sarana penunjang dalam kegiatan perkuliahan berupa perpustakaan yang terletak di lantai 2 kampus Teknik Industri Universitas Diponegoro. Meja merupakan salah satu fasilitas pokok yang harus dipertimbangkan dalam pelayanan di RBTI. Hasil kuesioner awal terhadap 30 responden  menunjukkan bahwa 66,67% responden merasakan kurang nyaman terhadap desain meja yang ada karena pengguna harus membungkukkan badan supaya dapat membaca dan menulis dengan baik. Penelitian ini mengkaji aspek ergonomi dalam lingkungan virtual pada meja aktual, sehingga aspek ergonominya dapat dibandingkan dengan rancangan meja usulan yang sudah disesuaikan dengan ukuran antropometri penggunanya. Tujuan penelitian ini adalah memberikan penilaian dan membandingkan postur pengguna menggunakan meja aktual dengan rancangan meja usulan dengan menggunakan metode Posture Evaluation Index (PEI). PEI mengintegrasikan nilai low back analysis (LBA), ovako working posture analysis (OWAS) dan rapid upper limb assessment (RULA). Analisis dilakukan dengan menggunakan model manusia yang disediakan virtual environment pada software jack 8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai PEI pada meja aktual memiliki nilai yang lebih tinggi daripada meja usulan. Hal ini mengindikasikan nilai PEI yang semakin rendah maka akan semakin baik postur tersebut.  ABSTRACTReading Room of Industrial Engineering (RBTI) is one means of supporting the learning activities in the form of a library that is located on the 2nd floor of Industrial Engineering Diponegoro University campus. The desk is one of the main facilities that should be considered in service in RBTI. The results of the initial questionnaire to 30 respondents indicated that 66.67% of respondents felt less comfortable to design a desk that is due to be bent so that the user can read and write well. This study examines aspects of ergonomics in a virtual environment on actual desk, so that aspect of ergonomics can be compared to recommended desk that have been adapted to the size of its anthropometry. The purpose of this study is to provide an assessment and compare the posture of the user using the actual desk to recomended desk by using Posture Evaluation Index (PEI). PEI integrate low back value analysis (LBA), Ovako working posture analysis (OWAS) and rapid upper limb assessment (RULA). Analyses were performed using a virtual human model that is provided on the software environment jack 8. The results showed that the actual value of PEI at the table have a higher value than recommended desk. This indicates that the lower the PEI value, the better the posture.
PERHITUNGAN DAN ANALISIS NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVITY (OEE) PADA CYLINDER HEAD LINE PT. TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA JAKARTA Meisarah Sabrina Arifianty; Rani Rumita
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.77 KB)

Abstract

Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah salah satu indikator pengukur performa mesin yang banyak diterapkan para pelaku industri di dunia. Overall Equipment Ejéctiveness (OEE) merupakan metode pengukuran efektivitas penggunaan peralatan dalam penerapan program Total  Productive Maintenance (TPM). Metode ini telah banyak diaplikasikan dalam proses manufaktur perusahaan yang berasal dari Negara Jepang, benua Eropa maupun Amerika. Kemampuan mengidentifikasikan secara jelas akar permasalahan dan faktor penyebabnya yang membuat usaha perbaikan menjadi terfokus merupakan faktor yang menjadikan metode ini diaplikasikan secara menyeluruh olch banyak perusahaan di dunia. Untuk mendapatkan nilai OEE maka diperlukan perhitugan tiga rasio, yaitu Availability Factor, Performance Factor, dan Quality Factor. Penelitian ini dilakukan pada Cylinder Head Line karena sering terjadi line stop akibat tingginya breakdown time. Faktor yang menyebabkan proses produksi pada Cylinder Head Line PT. TMMIN berjalan kurang maksimal adalah tingginya breakdown time yang menyebabkan line stop. Terjadinya breakdown pada mesin biasanya disebabkan oleh keausan part, kesalahan kontrol dari operator, sistem pendingin yang tidak berjalan normal, dll. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai OEE Cylinder Head Line PT. TMMIN adalah sebesar 94,03%.Nilai tersebut telah melampaui nilai standard OEE Internasional sebesar 85%. ABSTRACTOverall Equipment Effectiveness (OEE) is one of the measuring indicators of machine performance which widely applied by industry actors in the world. Overall Equipment Ejéctiveness (OEE) is a method of measuring the effectiveness of the use of equipment in implementation of Total Productive Maintenance (TPM). This method has been widely applied in the manufacturing process of companies originating from Japan, Europe and America. Ability clearly identifying root causes and contributing factors that make improvement efforts be focused are the factors that make this method was applied thoroughly by many companies in the world. The calculation of OEE value  requires three ratio, Availability Factor, Performance Factor, and Quality Factor. The factors that led to the production process in the Cylinder Head Line PT. TMMIN less than the maximum run time is the high breakdown that led to the stop line. The occurrence of breakdown in the engine is usually caused by wear and tear of parts, error control of the operator, the cooling system is not running normally, etc. The results showed the value of OEE Cylinder Head Line PT. TMMIN amounted to 94.03%. The value has exceeded the value of International standard OEE of 85%.   
Pemilihan Bahan Pewarna Alam Batik Tulis di Usaha Kecil dan Menengah Semarang Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus UKM Batik Semarang) Ahmad Kamil; Arfan Bakhtiar; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.12 KB)

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia dari nenek moyang bangsa Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO. Sekarang ini banyak pengrajin cenderung menggunakan bahan kimia daripada bahan pewarna alam untuk pembuatan batik, karena waktu pewarnaan yang singkat dan mudah diperoleh. Hal tersebut juga ditemui pada UKM Batik Semarang. Untuk itu peneliti melakukan penelitian guna mengetahui alternatif bahan pewarna alam yang dapat digunakan pada UKM Batik di Semarang. Penelitian ini menggunakan metode analitycal hierarchy process (AHP) dengan menggunakan 4 variabel (ekonomi, teknis, lingkungan, dan kualitas) 6 kriteria (komersial, proses produksi, bahan baku, dampak lingkungan, hasil warna dan tingkat kelunturan) dan 14 sub kriteria. Hasil perhitungan diperoleh nilai bobot tertinggi pada variabel ekonomi sebesar 0.394, bobot tertinggi pada kriteria komersial sebesar 0.252 dan nilai tertinggi pada sub kriteria harga bahan baku sebesar 0.126. hasil dari pembobotan didapatkan alternatif bahan untuk warna hijau adalah jelawe dengan penambahan pasta indigo sesuai perbandingan 3:1sedangkan untuk warna kuning adalah tegeran.  Abstract Batik is one of the Indonesia’s cultural heritages from the ancestors of Indonesia that was recognized by UNESCO. Recently, many producers tend to use a synthetic dye rather than the natural ones, because synthetic dye require shorter time in the process of making batik and can be found easily. That similar case was also found in UKM Batik in Semarang City, so that this research will try to find out the alternatives of natural dyeing agents which can be used by the people on the UKM Batik Semarang. The application of analytical hierarchy processes (AHP) method will use 4 variables (economics, technic, environment and quality) then 6 criteria (commercial, production processes, raw material, environmental impact, color results, and fading levels) and 14 sub criteria. As for the results show that the highest score is economic criteria with 0.394 points, then commercial has 0.252 points and raw material prices sub – criteria is 0.126 points. So the alternative material that could be use for the green dye is “Jelawe” by addition of “Indigo” with ratio 3:1 and “Tegeran” can be used for yellow dyeing.         
Analisis Rantai Pasok Pengadaan Bahan Medis Habis Pakai (Studi Kasus : RS Puri Asih Salatiga) Intan Novita Dewi; Hery Suliantoro; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.593 KB)

Abstract

Sebagai negara dengan pendapatan menengah, biaya kefarmasian di Indonesia termasuk tinggi baik di sektor publik maupun swasta. Biaya pelayanan kefarmasian di Indonesia salah satunya adalah bahan medis habis pakai. Bahan medis habis pakai adalah alat kesehatan yang ditujukan untuk sekali pakai (single use) dan digunakan untuk menunjang proses pengobatan. Harga bahan medis habis pakai yang beredar di Indonesia bervariasi, tapi perlu dipertanyakan jika terjadi perbedaan harga beli untuk barang yang sama. Ditemukan perbedaan harga beli bahan medis habis pakai antara dua rumah sakit yang menggunakan sistem pengadaan konvensional dan sistem pengadaan e-catalogue. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rantai pasok bahan medis habis pakai kedua sistem pengadaan yang berada pada kuadran strategic. Setelah diteliti dengan metode Kraljic Portfolio Matrix, bahan medis yang terpilih adalah disposable syringe 5cc. Hasil dari penelitian ini adalah rantai pasok sistem pengadaan e-catalogue lebih pendek dibandingkan sistem pengadaan konvensional.   ABSTRACTAs a middle-income countries, pharmaceutical cost in Indonesia is high in both public and private sectors. One of pharmaceutical services cost in Indonesia is disposable medical device. Disposable medical device are medical devices intended for single-use and are used to support the treatment process. The price of disposable medical devices in Indonesia may varies, but it should be a concern if there is different price for the same product. There are difference price of disposable medical devices between two hospitals that use conventional procurement system and e-catalogue procuremnet system.  This study is conducted to determine the supply chain of disposable medical devices from the two procurement systems that is in the strategic quadrant. From the study with Kraljic Portfolio Matrix methods, disposable medical devices chosen are disposable syringe 5cc. Results from this study is the supply chain procurement of e-catalogue system is shorter than conventional procurement system. 

Page 1 of 3 | Total Record : 23


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue