cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
Search results for , issue "volume 3,nomor 4,tahun 2014" : 31 Documents clear
ANALISIS TRAFFIC ACCIDENT DI INDUSTRI TAMBANG BATU BARA DENGAN METODE HUMAN FACTOR ANALYSIS AND CLASSIFICATION SYSTEM-MINING INDUSTRY (HFACS-MI) (Studi Kasus di PT X Rantau Distrik KCMB) ABI HASBI ASSHIDIQI; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.919 KB)

Abstract

PT X Rantau Distrik KCMB adalah Perusahaan penambangan batubara mulai dari tahap eksplorasi, eksploitasi, transportasi hingga pelaksanaan reklamasi tambang. Kegiatan tambang tersebut memiliki potensi bahaya dan resiko terjadinya kecelakaan dalam setiap proses penambangan. Kasus kecelakaan kerja dibagi dalam 2 bagian yaitu major loss dan minor incident,minor incident dibagi menjadi 3 bagian yaitu traffic accident, tale getting, dan minor injury. Traffic accident adalah kecelakaan kerja  yang terjadi dijalur tambang atau dijalur hauling. Traffic accident merupakan kejadian yang paling sering terjadi dan sering menjadi penyebab pengeluaran perusahaan yang paling tinggi. Metode HFACS-MI bertujuan untuk mencari basic event atau akar masalah yang terjadi dalam traffic accident. HFACS-MI memiliki 5 level yang menjadi faktor utama dalam investigasi kecelakaan. Hasil dari investigasi didapatkan bahwa unsafe act merupakan penyebab utama terjadinya traffic accident yang memiliki nilai faktor kejadian sebanyak 29 faktor kejadian dari 29 traffic accident.  ABSTRACTPT. X Rantau KCMB Distric the company of the coal mining starting from exploration,exploitation,transportation to execution of mine reclamation. The mining activity has petential danger and risk of accident in every process of mining. Work accident cases are divided into two parts are major loss and minor accident, a minor accident is divided into three parts namely traffic accident,tale getiing, and a minor injury. Traffic accident was a work accident that happenened had we had a minr or hauling. Traffic accident is an occurrence that most frequently occur and are often the cause of the company,s expenses. HFACS-MI has five levels that became the major factor in the investigation of accidents. The result of investigation found that an unsafe act are the main cause of occurrence of traffic accident factor that has value by as much as 29 incidence factor of 29 traffic accident. 
PERBAIKAN PROSES BRAND CHANGEOVER MESIN MAKER-PACKER DENGAN PENDEKATAN SINGLE MINUTES EXCHANGE OF DIES (SMED) (Studi Kasus PT.XXX, Departemen Business Unit) Nyimas Titiek Indriani; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.775 KB)

Abstract

Waktu Changeover merupakan suatu waste yang perlu dihilangkan atau diminimalkan. Pada Departement Secondary Putih Mesin PT. XXX , waktu setup pada proses pergantian brand (Brand Changeover) yang tinggi berdampak pada nilai uptime yang kecil dan bergesernya jadwal produksi sehingga tidak dapat memenuhi permintaan konsumen tepat waktu. Sehingga perlu dilakukannya perbaikan proses changeover pada mesin maker dan packer. Salah satu penyebab waktu pergantian brand yang tinggi adalah PT. XXX belum memisahkan kegiatan eksternal dan internal serta prosedur yang tepat untuk setup proses brand change. Pemisahan kegiatan eksternal dan internal dengan metode SMED, lalu tahap selanjutnya memparalelkan kegiatan internal. Waktu yang dibutuhkan mesin maker untuk melakukan changeover adalah 80.91 menit dan mesin packer adalah 162.71 menit. Dengan melakukan pemisahan kegiatan eksternal dan internal dapat mereduksi 38,04% waktu changeover untuk mesin maker dan 45.13% waktu changeover untuk mesin packer. Dari implementasi selama 7 minggu dapat diketahui bahwa penurunan waktu changeover dapat meningkatkan peforma uptime link up mesin sebesar 6.48%.  ABSTRACT Changeover time is a waste that we should be replaced or minimized. In Department of SPM PTXXX, setup time on high brand changing process (brand changeover) caused small uptime value and shifting production scheudle with the result that could not fullfill consumer's demand in the right time. So it needs to be improved on the machine maker and packer. One of the cause higher changeover timing on brand changing process is PTXXX haven't  separated external and internal activities, also the correct procedure for setup of brand changing process. The separation of external and internal activities with SMED method, then the next stage parallelize internal activities. The time needed to perform the changeover machine maker is 80.91 minutes and the packer machine is 162.71 minutes. By separated external and internal activities, could reduce 38,04% changeover timing for machine maker and 45,13% changeover timing for packer machine. During 7 weeks of  implementation it could be known that the decreasing of changeover timing able to increasing uptime performance of link-up machine in amount of 6,48%. 
USULAN PERBAIKAN PROSES PADA LINI PRODUKSI 18 BAGIAN JAHIT PT. STAR FASHION UNGARAN MENGGUNAKAN METODE LEAN SIX SGIMA Naurah Witriannisa; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.123 KB)

Abstract

Perkembangan industri yang tumbuh pesat membuat banyak perusahaan harus bekerja lebih ekstra untuk dapat memenangkan persaingan yang ada. PT. Star Fashion Ungaran (SFU) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri garmen. Berdasarkan hasil value stream mapping, pada proses produksi di PT. SFU  masih ditemukan beberapa jenis pemborosan (waste) seperti banyak produk cacat (defect), waiting time, dan unnecessary motion. Pendekatan yang digunakan dalam penyelesaian masalah ini adalah lean six sigma dengan metode DMAI (tanpa tahap control). Dapat diketahui bahwa efisiensi proses produksi di PT. SFU saat ini adalah 65% sedangkan standar institut perawatan Jepang mengatakan bahwa efisiensi proses yang baik adalah di atas 95%. Kemudian tingkat sigma yang ada di perusahaan sebesar 3,75 dimana target yang diharapkan adalah mencapai enam sigma. Hasil tersebut masih jauh dari apa yang diharapkan sehingga perlu adanya perbaikan. Pertama yang harus dilakukan adalah analisis akar penyebab masalah dengan diagram fishbone kemudian dilakukan improve dengan metode 5S. Jika usulan perbaikan diterapkan pada PT. SFU maka dapat diestimasi bahwa terjadi peningkatan kecepatan proses produksi menjadi 84% dan peningkatan nilai sigma menjadi 3,94. AbstractDevelopment of the industry makes companies have to work extra to win the competition. PT. Star Fashion Ungaran (SFU) is one of company that works in the garment industry. Based on the value stream mapping, the production processes at PT. SFU still found some types of waste like defect products, waiting time, and unnecessary motion. The approach used in the solution of this problem is a lean six sigma with methods DMAI (without phase control). It is known that the efficiency of production processes at PT. SFU is 65%, while Japan’s standard of Institute of Plant Maintenance said that good PCE is above 95%. The sigma level in the company is 3,75 which the target is to achieve six sigma. The results are still far from what is expected so that company need for improvement. The first to do is root-cause analysis with fishbone diagram then do improve with the 5S method. If the recommendation is applied to the PT. SFU then it can be estimated that an increase in the production process efficiency to 84% and increase the value of sigma to 3,94. 
PENENTUAN HARGA SIKAT GIGI BERBAHAN LIMBAH KAYU DENGAN METODE ABILITY AND WILLINGNESS TO PAY (Studi Kasus : Hotel di Semarang dan Yogyakarta) Dwi Yuni Setiawati; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.397 KB)

Abstract

Plastik telah dikenal luas dalam kehidupan manusia, akan tetapi penggunaan plastik yang berlebihan tanpa ada pengolahan limbah plastik yang baik dapat menyebabkan dampak lingkungan negatif. Salah satu penyumbang sampah plastik adalah sikat gigi. Sikat gigi yang diganti 3-4 bulan sekali berbeda dengan hotel yang menyediakan sikat gigi plastik sekali pakai. Jika 17 hotel memiliki 30 kamar maka jumlah kebutuhan sikat gigi plastik sekali pakai yaitu sebesar 510 buah, belum lagi jumlah tamu hotel yang mempengaruhi kebutuhan sikat gigi plastik. Akan tetapi harga yang relatif mahal menyebabkan produk ramah lingkungan masih belum diminati konsumen. Untuk itu dalam menentukan harga produk ramah lingkungan perlu kesesuaian antara kemampuan dan kemauan membayar konsumen. Dari hasil perhitungan nilai ATP rata-rata yang didapatkan yaitu sebesar Rp 2.216 dan nilai WTP rata-rata yaitu sebesar Rp 1.109. Penentuan harga berdasarkan ATP dan WTP untuk harga sikat gigi kayu yaitu sebesar Rp 1.100 dengan presentase responden 56,52% yang mampu dan mau membayar dengan harga tersebut. AbstractPlastic has been widely known in human life, but the excessive use of plastic without any good plastic waste processing can cause negative environmental impacts. One contributor to the waste plastic is a toothbrush. Brush teeth are replaced 3-4 months in contrast to hotels that provide disposable plastic toothbrush. If the hotel has 30 rooms 17 then the number needs disposable plastic toothbrush in the amount of 510 pieces, not to mention the number of hotel guests that affect the needs of a plastic toothbrush. However, the price is relatively expensive cause of environmentally friendly products consumers demand remains. For that in determining the price of environmentally friendly products need to fit between the ability and willingness of consumers to pay. From the calculation of the average ATP value obtained in the amount of USD 2,216 and average WTP value that is equal to Rp 1,109. Pricing based on the ATP and WTP for the wooden toothbrush price of Rp 1,100 with a percentage of 56.52% of respondents were able and willing to pay the price.
PENYUSUNAN DOKUMENTASI MUTU DENGAN REVIEW DAN UPDATE MANUAL MUTU, PROSEDUR MUTU SERTA INSTRUKSI KERJA DI DEPARTEMEN MAINTENANCE BERDASARKAN ISO 9001:2008 Susila Winata; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.443 KB)

Abstract

PT ABC merupakan salah satu aset Pertamina yang memproses gas alam menjadi LNG (Liquid Natural Gas) untuk kebutuhan ekspor gas dunia. PT ABC telah berpengalaman selama lebih dari 30 tahun dalam proses produksi dan perawatan pabrik LNG. Dalam mencapai dan mempertahankan kinerja perusahaan ini telah mencapai dan menerapkan beberapa sertifikat kualitas, salah satunya ISO 9001:2008. Salah satu klausul dalam ISO 9001:2008 disebutkan bahwa perusahaan wajib mendokumentasikan dan memelihara sistem manajemen mutu, hal tersebut diwujudkan dalam dokumen manual mutu, prosedur mutu dan instruksi kerja.Dokumen mutu yang dimiliki PT ABC pada saat ini adalah edisi tahun 2008. Ada beberapa aktivitas yang sudah tidak lagi dikerjakan tetapi masih tertulis di dalam dokumen mutu edisi lama dan adanya aktivitas baru yang belum tertulis di dokumen mutu edisi lama,oleh karena itu diperlukan sebuah pembaruan dokumen mutu sesuai dengan kondisi perusahaan saat ini. Dokumen mutu yang sudah diperbarui antara lain manual mutu, SOP (Standard Operating Procedure) pemeriksaan Boiler dan Instruksi Kerja pengecekan relief valve. Hasil analisis menunjukkan dengan adanya dokumen baru yang sudah diperbarui sesuai dengan kondisi perusahaan saat ini akan menolong karyawan dalam menjalankan aktivitas di dalam perusahaan sesuai dengan dokumen standar yang tersedia saat ini.      ABSTRACT  PT ABC is one of Pertamina‘s assets which process natural gas into LNG (Liquid Natural Gas) for the world's gas exports. PT ABC has experienced for more than 30 years in the production process and maintenance of LNG plants. PT ABC has maintain the company's performance and implement several quality certificates, one of which is an ISO 9001:2008. One of the clauses in ISO 9001: 2008 states that companies are required to document and maintain a quality management system, it is embodied in the document quality manual, Standart Operating Procedures and work instructions. Quality documents owned by PT ABC at this time is the 2008 edition. There are several activities that are no longer exist but still written in the old edition of quality documents and the new activities that has not been written in the quality documents, so it needs an update quality documents in accordance with the company's current condition. The new aquality documents include quality manual, SOP (Standard Operating Procedure) for boiler inspection and Work Instructions for checking relief valve. The analysis show that the new document will help employees in carrying out the activity in accordance with the company standard documents available at this time. 
Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) untuk Menentukan Nilai Jabatan dan Kelas Jabatan Fungsional Umum Universitas Diponegoro jumiarsih jumiarsih; Bambang Purwanggono; Susatyo Nugroho W.P.
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.505 KB)

Abstract

Universitas Diponegoro merupakan perguruan tinggi yang diselenggarakan Departemen Pendidikan Nasional yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Menteri Pendidikan Nasional, dan secara fungsional dibina oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Sumber daya manusia (SDM) di UNDIP dituntut untuk memiliki kompetensi manajerial dan teknis. Untuk mengetahui tingkat kinerja para pemangku jabatan dibutuhkan evaluasi jabatan. Evaluasi jabatan digunakan untuk menentukan nilai jabatan dan kelas jabatan. Hasil evaluasi jabatan dengan menggunakan metode Factor Evaluation System (FES) tahun 2012 terjadi adanya ketidaktepatan di antara jabatan-jabatan fungsional umum. Ketidakpuasan dirasakan oleh para pemangku jabatan. Ketidaktepatan tersebut  terjadi pada pengisian kuesioner yang dilakukan oleh Tim Evaluator. Solusi yang dipilih untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan merancang Standard Operating Procedure (SOP) dengan tujuan untuk mengurangi ketidaktepatan yang terjadi dan menjadikan ISO 9001 :2008 sebagai acuan dalam pembuatan SOP tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dirancang 2 (dua) Standard Operating Procedure (SOP). Di antara 2 SOP tersebut terdapat perbaikan dalam proses yang dilakukan yaitu mereview hasil wawancara dengan uraian jabatan.     ABSTRACTDiponegoro University is a university that is organized by Ministry of National Education which under and directly responsible to the Minister of National Education, and functionally supervised by the General Director of Higher Education Ministry of National Education. Human resources (HR) at UNDIP is required to have managerial and technical competence. To determine the level performance of job holders is required  job evaluation. Job evaluation is used to determine the value position and class position. The results of job evaluation which were using Factor Evaluation System (FES) in 2012 occurred any inaccuracies among positions of public functional. Dissatisfaction was felt by the job holders. Inaccuracies occur in filling out the questionnaire from the Evaluator Team. The solution chosen to solve the problem is to design a Standard Operating Procedure (SOP) with the aim of reducing the inaccuracies that occur and make the ISO 9001: 2008 as a reference in making the SOP. Based on the research, is designed two (2) Standard Operating Procedure (SOP). Between 2 of the SOP that have improvements on the review process are reviewing the results of interviews with job descriptions.
REDESAIN KIPAS ANGIN DENGAN KONSEP MODULARITY - MULTIFUNGSI UNTUK MEREDUKSI LIMBAH Christopher Wimba Manggala; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.101 KB)

Abstract

Desain Produk yang berkelanjutan merupakan salah satu kunci dalam upaya Sustainable development karena dapat memperpanjang umur produk tersebut serta mengurangi dampak limbah di landfill. Dengan mendesain ulang produk kipas angin menggunakan konsep modularity dan Design Structure Matrix (DSM) untuk melihat keterkaitan antar komponen, mampu mencegah timbulnya limbah dari keseluruhan kipas menjadi bagian kumparan pada dinamonya saja. Dengan menambah fitur multifungsi obat nyamuk elektrik, pengharum ruangan, aki penyimpan daya, serta lampu emergency akan menambah fungsi dari kipas angin, serta mereduksi komponen dan potensi limbah yang terbentuk. Maka dengan konsep modularity – multifungsi ini mampu menunjang sustainable product design dalam mereduksi limbah pada produk kipas angin.   ABSTRACT Sustainable Product Design is a part of key to make efforts for sustainable development, because with it can make life time of the product longer while reduce the landfill waste. By means of product redesign using modularity concept, and Design Structure Matrix (DSM) as tools to look the matrix of relationship between product components are able prevent to arise of waste from overall units of fan become just a part of coil in the fan dynamo. With adding any multifunction fiture like insect repellent, air freshener, battery storages, and emergency lamp will increase the function of the fan along reduce component and waste potention. Accordingly with this modularity - multifunction concept will be able to support sustainable product design to reduce waste of fan product.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI AREA MESIN PT. NADIRA PRIMA MENGGUNAKAN RISK ASSESMENT PROCESS ISO 31000:2009 DAN METODE JOB HAZARD ANALYSIS IBNU SALEH HABIBI; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.602 KB)

Abstract

PT. Nadira Prima merupakan salah satu  perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang furniture di kota Semarang. Produk  yang  dihasilkannya didominasi oleh perabotan yang berbahan dasar kayu seperti meja, kursi,  bangku,  almari,  pigura, dan sideboard. Berdasarkan  hasil  observasi  dan  wawancara dengan bagian HRD mengenai  kecelakaan  kerja yang ada di PT. Nadira Prima, sebagian  besar  kecelakaan  kerja terjadi  di bagian mesin produksi dan kecelakaan tersebut dikategorikan sebagai kecelakaan kerja dengan tingkat keparahan (severity) tinggi karena dalam beberapa kasus mengakibatkan  pekerja kehilangan salah satu anggota tubuh mereka. Dari hasil observasi tersebut juga diketahui bahwa beberapa karyawan mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup debu sisa gergaji kayu serta mata yang sering mengalami iritasi. Berdasarkan kasus-kasus tersebut, diketahui bahwa perlu adanya upaya analisis risiko keselamatan dan kesehatan  kerja yang terintegrasi ke dalam  manajemen risiko yang dimulai dengan identifikasi risiko pada proses kerja operator sampai  dengan  menentukan  tingkat  risiko  kecelakaan  kerja  dan  menghubungkannya dengan fakta kecelakaan dan penyakit akibat  kerja yang pernah terjadi di PT. Nadira Prima.  Sehingga  secara mudah risiko dapat diminimalkan dengan menentukan pengendalian yang tepat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan risk assesment  process ISO 31000:2009 dengan tujuan untuk mengetahui tingkat risiko (risk rating) yang ada pada area mesin. Sedangkan, untuk proses identifikasi risiko, penulis menggunakan metode Job Hazard Analysis (JHA). Metode tersebut bertujuan mengetahui risiko yang ditimbulkan agar kemudian potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat dikendalikan dengan menguraikan langkah-langkah pekerjaan.   ABSTRACTPT. Nadira Prima is one of manufacturing firms that is active in  furniture sectors in Semarang. The products  dominated by furniture that made of wood such as table, chair, benches, cupboard, frame, and sideboard. Based on the results of the observation and interviews with HRD section of the work accident in PT. Nadira Prima, most accidents occured on the production machine and the accidents were categorized as a work accident with high level severity because in some cases result in some workers lost one member of their body. From the results of observation  also found some employees had distruption respiratory due to inhaling dust remaining a saw wood and irritating eyes problems. Based on these cases, note that the need for risk analysis efforts on safety and health work that integrated into the risk management starts with the identification of risks at work process operator to determine the level of risk of accidents and connect it to the facts of the accident and diseases caused by work that ever happened in PT. Nadira Prima. So that the risk can be minimized easily by specifying the appropriate control. In this study, the authors used a  risk assesment process based on ISO 31000: 2009 with the purpose to find out the level of risk (risk rating) in the machines area. Whereas, for the risk identification process, the author uses the method of Job Hazard Analysis (JHA). The method is aimed at knowing the risks posed so that potential accidents and illness caused by work activity can be controlled by outlining steps of jobs.
PERANCANGAN KANBAN JIG UNTUK MEREDUKSI DEFECT SEED (STUDI KASUS: SUPPORTING UNIT LINE PAINTING PT. TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA) Vincensius Surya Buana; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1076.93 KB)

Abstract

PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia divisi Painting memiliki masalah dengan defect seed. Penelitian dilakukan di divisi Painting pada area Jig Handling dan Jig Cleaning. Area tersebut memiliki permasalahan mengenai produktivitas tenaga kerja yang rendah serta jumlah Jig yang digunakan untuk proses produksi belum terdata sehingga menyebabkan siklus Jig tidak berjalan sesuai standard. Selain itu jarak Jig Handling dengan Jig Cleaning yang jauh menimbulkan pemborosan berupa waktu pengiriman. Untuk menyelesaikan masalah yang ada pada Jig Area dilakukan perbaikan dengan sistem kanban, pembuatan standard kerja tenaga kerja Jig Handling serta relayout Jig Area. Melalui pengumpulan data dan pengolahan data, dihasilkan waktu baku yang digunakan untuk menyusun standard kerja bagi tenaga kerja untuk menyelesaikan pekerjaanya guna memastikan pekerjaan berjalan dengan baik, dengan hasil berupa penurunan waktu menganggur dari 18% menjadi 3,6%. Pengurangan waktu menganggur diperoleh dari pengurangan waktu pengiriman jig ke cleaning akibat dipindahkannya cleaning area yang berjarak 500 meter, dari sebelumnya 40 menit menjadi 12 menit Lalu untuk perhitungan kanban didapatkan kebutuhan kanban untuk memastikan jig dikirim tepat waktu dan dalam kondisi yang baik yakni 1 cycle=1 cleaning adalah 2 buah kanban yang beredar dengan kapasitas per pengiriman sebanyak 40 unit jig.    ABSTRACT PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia Painting division has a problem with the seed defect. The study was conducted in Painting division in the area of Jig Handling and Cleaning. The area has a problem about the low labor productivity and the number Jig used for the production process has not been recorded thus causing the cycle Jig does not go standards. In addition, the distance between Jig Cleaning and Jig Handling cause waste in the form of the delivery time. To resolve the problems exist in the area to be improved Jig with kanban systems, create labor standards and relayout Jig Cleaning Area. Through data collection and data processing, resulting standard time is used to develop standards for workers to complete the job to ensure the work goes well, the result of a decrease idle time from 18% to 3.6%. Reduction of idle time is obtained from the reduction of delivery time from removal jig cleaning area within 500 meters, from 40 minutes to 12 minutes. Then obtained for the calculation of kanban requirements to ensure the jig delivered on time and in good condition which is 1 cycle = 1 cleaning is 2 pieces of kanban in circulation with capacity of delivery is 40 unit jig every cycle. 
ANALISA SWOT PADA KAWASAN INDUSTRI CANDI JAWA TENGAH MENUJU ECO INDUSTRIAL PARK Prayudha Budi Hervino; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.717 KB)

Abstract

Kawasan industri di Indonesia haruslah memperhatikan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan sesuai dengan UU NO 3 th 2014 tentang perindustrian. Pembangunan kawasan industri candi menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat sekitar, Menurut lurah dari kelurahan purwoyoso sebagai penanggung jawab kelurahan, limbah-limbah cair dan kebisingan dari proses produksi pabrik di kawasan candi masih dirasakan oleh masyarakat sekitar. Eco Industrial park (EIP) memiliki konsep utama yaitu bagaimana membangun sebuah industri yang memiliki tingkat kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk-produk yang unggul di pasaran. Penelitian ini dilakukan untuk (i) melakukan analisis SWOT untuk mengetahui kemungkinan penerapan Eco-Indusrial Park (EIP) di Kawasan Industri Candi. Bedasarkan analisis SWOT didapatkan 5 kekuatan dan 5 kelemahan yang dapat dimanfaatkan untuk menuju Eco-Industrial Park. Hasil penelitian juga menunjukan adanya 5 kekurangan dan 2 ancaman yang harus diatasi oleh pengelola kawasan untuk menuju Eco-Industrial Park. AbstractIndustrial park in Indonesia must pay attention to continuous development and environmentally conscious, which is in line with constitution number 3 of 2014. The development of Candi Industrial Park has been inducing the presence of pros and cons from surrounding society. According to the chief of Purwoyoso, liquid waste and noise from production process of Candi Industrial Park could still be found. The primary concept of Eco Industrial Park (EIP) is to build an industry that is environmentally aware, but still have the capability to produce superior-quality products. This research is done to compose SWOT analysis to understand the possibility of applying Eco Industrial Park (EIP) in Candi Industrial Park. Based on the SWOT analysis, there are 5 strengths and 5 weaknesses that can be exploited to get the Eco - Industrial Park.. The results also show there are 5 deficiencies and 2 threats that must be addressed by PT.IPU to get the Eco - Industrial Park

Page 1 of 4 | Total Record : 31


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue