cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012)" : 12 Documents clear
KAJIAN ARUS SEJAJAR PANTAI (LONGSHORE CURRENT) AKIBAT PENGARUH TRANSFORMASI GELOMBANG DI PERAIRAN SEMARANG R. R, Intan Meilistya; Sugianto, Denny Nugroho; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.978 KB)

Abstract

Abstrak Gelombang yang merambat dari perairan dalam menuju ke perairan dangkal (pantai) akan mengalami perubahan perilaku gelombang (transformasi). Gelombang pecah yang membentuk sudut dengan garis pantai dapat menimbulkan arus menyusur pantai (longshore current), dimana dapat mengakibatkan proses erosi pantai secara alami. Perairan Semarang merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang pesisirnya mengalami erosi pantai. RCPWAVE (Regional Coastal Processes Wave) digunakan untuk simulasi penjalaran gelombang. Kecepatan longshore current dihitung dengan perhitungan empiris . Hasil simulasi model menunjukkan bahwa arah penjalaran gelombang menuju Perairan Semarang akan mengalami refraksi dan shoaling akibat adanya perubahan kedalaman. Kecepatan longshore current dari pengukuran tinggi dan periode gelombang signifikan adalah 1,586 m/det, sedangkan kecepatan longshore current dari hasil simulasi adalah 0,9017 – 1,1832 m/det.  
STUDI TRANSPOR SEDIMEN DI PANTAI SLAMARAN PEKALONGAN Yudowaty, Shinta Oktaria; Atmodjo, Warsito; Wulandari, Sri Yulina
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.975 KB)

Abstract

Pantai akan memulihkan bentuknya sendiri ketika dihadapkan dengan gelombang normal, atau akan terjadi erosi di satu lokasi dan sedimentasi di sisi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui transpor sedimen di Pantai Slamaran Pekalongan dan memprediksikan selama 10 tahun (2012-2022 dengan menggunakan model NEMOS. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 Mei – 11 Juni 2012 di Pantai Slamaran Pekalongan. Data yang digunakan sebagai data primer adalah data gelombang, data pasang surut, data tracking garis pantai dan sampel sedimen dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pemodelan dan penentuan titik sampling menggunakan metode sampling purposif. Analisis data menggunakan metode matematis dengan pendekatan permodelan. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis sedimen dasar yang dominan di perairan Slamaran adalah pasir lanauan dan jenis sedimen yang dominan di sepanjang pantai Slamaran adalah pasir. Sepanjang tahun 2003-2012 Pantai Slamaran telah mengalami sedimentasi seluas 1121.39 m2 dan erosi seluas 102.4 m2. Tahun 2013-2022 diprediksikan akan terjadi sedimentasi seluas 1621,72 m2 dan erosi seluas 84,44 m2 di Pantai Slamaran Pekalongan. Dengan demikian Pantai Slamaran dalam 10 tahun kedepan diprediksikan akan mengalami sedimentasi.
KARAKTERISTIK ARUS, SUHU DAN SALINITAS DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA Yulvia, Dinda; Yusuf, Muh.; Sugianto, Denny Nugroho
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1070.775 KB)

Abstract

Abstrak Karimunjawa terletak di utara Pulau Jawa, wilayah Kabupaten Jepara-Jawa Tengah. Kondisi oseanografi perairan sangat perlu diperhatikan sebab Karimunjawa sebagai salah satu objek wisata bahari di Indonesia sering dijadikan tujuan wisata lokal maupun mancanegara, begitu juga dengan aktivitas penduduk setempat. Oleh karena itu dibutukan informasi yang cukup mengenai kondisi perairan di Karimunjawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi arus dan mengetahui persebaran suhu dan salinitas di Kepulauan Karimunjawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif. Penelitian dilaksanakan pada April 2009 di Kepulauan Karimunjawa. Penelitian dilakukan di 13 titik sampling. Penelitian dilakukan di atas Kapal KR. Baruna Jaya VIII milik LIPI. Arus laut diukur menggunakan instrumen Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) meter, sedangkan untuk parameter massa air diukur dengan menggunakan instrumen Conductivity Temperature and Depth (CTD) meter. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa arus disekitar perairan Karimunjawa merupakan arus pasang surut. Menurut hasil scatter plot arah arus di Kepulauan Karimunjawa dominan ke arah Barat Daya-Barat Laut. Untuk pergerakan arus, pemodelan ADCIRC menghasilkan peta pergerakan arus Pulau Karimunjawa. Kondisi tersebut diwakili dengan vektor arus yang memperlihatkan arah dan kecepatan arus yang dihasilkan. Pemodelan arus dilakukan selama 3 hari sesuai dengan waktu pengukuran di lapangan. Kecepatan arus hasil model pada saat surut menuju pasang adalah 0,008 m/s. Kecepatan arus hasil model pada saat pasang menuju surut adalah 0,003 m/s. 
KAJIAN PENYEBARAN PLUME TERMAL OUTLET AIR PENDINGIN POWER PLANT PT NEWMONT NUSA TENGGARA DI PERAIRAN TELUK BENETE Panalaran, Satriyo; Prasetyawan, Indra Budi; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1825.151 KB)

Abstract

AbstrakPanas yang masuk ke badan air dapat melalui interaksi antara atmosfer dan air, ataupun dapat melalui kegiatan yang dilakukan manusia. Panas yang bersumber dari kegiatan manusia disebut juga panas artificial, yang dalam hal ini bersumber dari outlet power plant. Konsentrasi termal di titik sumber (outlet) memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, sehingga terjadi kondisi dimana konsentrasi thermal menyebar dari sumber ke lingkungan sekitarnya, kondisi itu lah yang diistilahkan sebagai penyebaran plume termal. Proses penyebaran suhu di perairan dapat melalui tiga proses yaitu secara radiasi, adveksi, dan difusi. Proses adveksi berpengaruh besar terhadap proses-proses transport di badan air. Pengambilan data dilakukan di Teluk Benete pada tanggal 1 hingga 15 April 2011. Data primer yang digunakan pada penelitian ini adalah data arus perairan dan data suhu perairan. Sedangkan data sekunder yang digunakan adalah data pasang surut, peta bathimetri, data angin dan cuaca. Hasil penelitian menunjukkan jenis pasang surut di Teluk Benete adalah campuran condong ke harian ganda. Karakteristik arus di Teluk Benete di lapisan dasar cenderung bergerak ke arah barat laut dan tenggara dengan kecepatan 0,6 – 17,4 cm/detik. Arus di lapisan menengah cenderung bergerak ke semua arah dengan kecepatan 0,2 – 14,2 cm/detik. Arus di lapisan permukaan cenderung bererak ke semua arah dengan kecepatan 0,15 – 21,7 cm/detik. Dari pemisahan kecepatan arus ke dalam komponen arus pasut dan arus residu, maka didapatkan bahwa arus di Teluk Benete lebih didominansi oleh arus residu. Hasil pengukuran suhu air di dekat outlet menunjukkan suhu di kolom air berkisar antara 28,0 – 28,8 °C. Sedangkan suhu pada stasiun kontrol suhu berkisar antara 27,7 – 28,9 °C. Hasil simulasi model penyebaran termal menunjukkan bahwa plume termal dari outlet air pendingin power plant tidak memiliki jangkauan yang luas, yaitu ditunjukkan pada jarak 50 meter dari outlet, suhu perairan hanya memiliki rentang kurang dari 0,5 °C. Hal ini menunjukkan bahwa pada jarak ini suhu air telah serupa dengan suhu lingkungan perairan di sekitarnya.
KAJIAN KERENTANAN PANTAI DI PESISIR KABUPATEN CILACAP, JAWA TENGAH Febriansyah, Ivan; D.S, Agus Anugroho; Helmi, Muhammad
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.953 KB)

Abstract

Abstrak Wilayah pesisir merupakan ruang pertemuan antara daratan dan lautan, karenanya wilayah ini merupakan suatu wilayah yang unik secara geologis, ekologis, dan merupakan domain biologis yang sangat penting bagi banyak kehidupan di daratan dan di perairan termasuk manusia. Pantai dapat dipandang sebagai mekanisme yang efektif yang menyebabkan gelombang menjadi pecah dan energinya diserap. Pantai berfungsi sebagai buffer, melindungi tebing laut dan konstruksi dibelakangnya dari serangan gelombang. Kehilangan asupan sedimen yang lama dari pantai, tentu akan berdamapak pantai tidak mampu berfungsi sebagai buffer lagi dan kerusakan terhadap bangunan dibelakangnya akan mungkin terjadi sehingga kajian kerentanan pantai merupakan hal yang penting untuk dikaji. Indeks kerentanan pantai didapatkan dengan melakukan perhitungan 6 (enam) variable – variable yang mempengaruhi kerentanan pantai di Pesisir Kabupaten Cilacap yaitu geomorfologi, perubahan garis pantai, kemiringan pantai, perubahan elevasi muka air relative, rata – rata tinggi gelombang serta rata – rata kisaran pasang surut. Hasil perhitungan menunjukan bahwa sepanjang peisir Kabupaten Cilacap yang terdiri dari 6 Kecamatan hanya satu kecamatan yang memiliki tingkat kerentanan sedang (4.24) yaitu kecamatan Nusawungu, sedangkan Kecamatan – kecamatan lainnya memiliki tingkat kerentanan rendah (2.45) yaitu kecamatan Adipala, Binangun, Cilacap Selatan, Cilacap Utara dan Kesugihan.
STUDI POLA ARUS DAN SEDIMENTASI DI DEKAT BREAKWATER BAGIAN LUAR KOLAM LABUH PELABUHAN TANJUNG EMAS SEMARANG Febribusmadian, Febribusmadian; Purwanto, Purwanto; Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.172 KB)

Abstract

Abstrak Wilayah pesisir yang perlu mendapat perhatian dan mempunyai fungsi cukup potensial untuk kegiatan kelautan salah satunya adalah wilayah pelabuhan. Dimana pelabuhan merupakan wilayah yang secara alami mempunyai energi arus yang kecil sehingga wilayah tersebut relatif tenang. Oleh karena itu, wilayah pelabuhan merupakan tempat pengendapan material erosi yang terbawa arus. Arus tersebut berpengaruh terhadap pergerakan sedimen yang diketahui sebagai akibat terjadinya sedimentasi. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu pengambilan data lapangan dan pengolahan data. Pengambilan data lapangan dilakukan di luar kolam Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada bulan Oktober 2011. Metode yang digunakan untuk analisis hasil penelitian adalah metode deskriptif, sedangkan untuk penentuan titik koordinat lokasi penelitian dengan menggunakan metode sampling purposif. Berdasarkan hasil model arus pengamatan lapangan, diperoleh dominasi arah arus di Perairan Tanjung Emas Semarang, bergerak dari arah barat menuju timur dengan kecepatan arus total tertinggi adalah 0,3256 m/det. Distribusi ukuran butir sedimen yang diendapkan tersusun atas jenis sedimen Lanau, Lanau Pasiran dan Lanau Lempung pasiran. Hubungan antara pola arus dan ukuran butir sedimen yang diendapkan yaitu pengendapan sedimen pasir terjadi pada saat arus yang menguat terdapat pada stasiun 2 dan 5, sedangkan pengendapan sedimen lanau dan lempung terjadi karena melemahnya arus terdapat pada stasiun 3, dan 4. Pengurangan kecepatan arus ini dikarenakan arah arus terhalang oleh adanya breakwater, kecepatan arus berkurang maka arus tidak mampu lagi mengangkut sedimen sehingga akan terjadi sedimentasi. 
STUDI MODEL PERSEBARAN PANAS PADA PERAIRAN DALAM RENCANA PEMBANGUNAN PLTU KARANGGENENG ROBAN, BATANG Tri Wibowo, Nico; Nugroho Sugianto, Denny; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6880.437 KB)

Abstract

Abstrak Permintaan energi listrik untuk pemukiman dan industri dari tahun ke tahun semakin meningkat. Untuk memenuhi permintaan tersebut, PT PLN merencanakan pembangunan PLTU Batang dengan kapasitas 3 x 1000 MW di Karanggeneng Roban, Batang. PLTU berbahan bakar batu-bara tersebut direncanakan menggunakan pendingin air yang di ambil dari perairan Karanggeneng. Sistem pengambilan air pendingin dan outlet harus terhindar dari terjadinya sirkulasi tertutup agar efisiensi PLTU tetap tinggi. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah mempelajari persebaran  panas pada perairan dalam rencana pembangunan PLTU Karanggeneng Roban, Batang. Pengukuran temperatur perairan dilakukan sebanyak dua kali  yaitu pada tanggal 12 dan 22 Desember 2010. Pengukurannya dilakukan dengan menggunakan CTD (Conductivity Temperatur Depth type CTD 12 Plus 735). Metode pengukuran yang digunakan adalah metode observasi langsung. Pengolahan data menggunakan pemodelan numerik untuk mengetahui persebaran panas yang keluar dari outlet pembangkit listrik PLTU. Hasil  simulasi model sebaran panas saat pasang purnama (spring tide) pada saat pasang tertinggi bergerak sejauh 870 meter ke arah timur. Kondisi surut terendah bergerak sejauh 930 ke arah barat, dan terdapat panas yang masuk ke dalam rencana pipa intake. Hasil kondisi simulasi model sebaran panas saat pasang perbani (neap tide) pada saat pasang tertinggi bergerak sejauh 690 meter ke arah timur. Kondisi surut terendah bergerak sejauh 1080 ke arah barat. Kondisi ini tidak terdapat panas yang masuk ke dalam rencana pipa intake.
STUDI GELOMBANG LAUT TERHADAP STRUKTUR BANGUNAN PEMECAH GELOMBANG DI PELABUHAN SRENGSEM LAMPUNG Prasetiyo, Eko; Prasetyawan, Indra Budi; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.376 KB)

Abstract

Abstrak Gelombang merupakan aspekoseanografi yang penting dalam pembuatan suatu pelabuhan. Untuk mengatasi pengaruh dari gangguan gelombang tersebut perlu dibuat suatu bangunan pemecah gelombang. Pembuatan bangunan pemecah gelombang dimaksudkan untuk mempermudah kapal untuk melakukan bongkar muat batubara dan mengurangi efek dari pengaruh gelombang terhadap kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi gelombang dan proses deformasi gelombang sebelum dan sesudah adanya pemecah gelombang (breakwater) pada lokasi studi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 sampai 19 Agustus 2011di Perairan Srengsem Lampung.Alat dan bahan yang digunakan antara lain: ADCP Nortek AS 1000 KHz Aquadopp Profiler, GPS 60CSX, Peta Alur Laut Kepulauan Indonesia skala 1:75.000DISHIDROS TNI-AL, PetaRBI skala 1:25.000BAKOSURTANAL, palem pasut, perahudan komputer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif.Pengolahan data angin dilakukan secara statistik menggunakan peramalan gelombang metode SMB. Software yang digunakan untuk membuat model gelombang adalah MIKE 21 Nearshore Spectral Waves. Hasil pengolahan data lapangan menunjukkan bahwa tinggi gelombang maksimum 3,500 meterdengan periode gelombang maksimum 8,00 detik.Tinggi gelombang signifikan Hssebesar1,393 meter dan periode gelombang signifikanTs sebesar 5,54 detik.Tinggi gelombang minimum 0,200 meter dan periode gelombang minimum 2,95 detik. Sedangkan hasil peramalan gelombang dengan metode SMB didapatkan untuk musim barat tinggi gelombang signifikan sebesar 0,937 meter dengan periode 4,00 detik, pada musim peralihan I tinggi gelombang signifikan sebesar 0,896 meter dengan periode 3,93 detik, pada musim timur tinggi gelombang signifikan sebesar 0,791 meter dengan periode 3,70 detik dan pada musim peralihan II tinggi gelombang signifikan sebesar 0,918 meter dengan periode 3,74 detik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lokasi Perairan Srengsem Lampung cocok jika akan dirancang suatu dermaga pelabuhan karena dapat menahan tinggi gelombang yang jauh lebih kecil.
KAJIAN POLA ARUS DAN CO-RANGE PASANG SURUT DI TELUK BENETE SUMBAWA NUSA TENGGARA BARAT Rudy Pratama, Taufix; Indrayanti, Elis; Budi Prasetyawan, Indra
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2500.33 KB)

Abstract

Abstrak Pola Arus dan kondisi pasang surut merupakan dinamika perairan yang sangat berpengaruh terhadap proses oseanografi di perairan. Kajian pola arus dan pasang surut dapat digunakan dalam pengelolaan kawasan perairan seperti pengelolaan alur pelayaran maupun pembangunan bangunan pantai di sekitar perairan. Arus di Teluk Benete di dominasi oleh arus non pasut, dimana dominasi arus pasut sebesar 34,545%, sedangkan dominasi arus non pasut sebesar 65.546%..  Kecepatan maksimum arus Teluk Benete sebesar 0,2822 m/s di permukaan, kondisi arus ini dipengaruhi oleh bentuk morfologi perairan dan juga kondisi teluk yang terhubung oleh Selat Alas. Analisis pola arus dan co- range pasang surut mengunakan program Mike-21 dimana program ini dapat mensimulasikan penjalaran arus dan dapat menampilkan co-range pasang surut di perairan. Hasil simulasi model memperlihatkan pola arus dimana kondisi pasang arus bergerak menuju teluk dan kondisi surut aus bergerak keluar teluk. Co-range pasang surut Teluk Benete memperlihatkan kondisi sebaran amplitudo di kawasan teluk merupakan hasil residu dari penjalaran gelombang pasang surut dari selat alas.
SIMULASI SEBARAN DEBU BATUBARA YANG JATUH DI PERAIRAN TELUK LAMPUNG BANDAR LAMPUNG Adhiatma, Yoga; Prasetyawan, Indra Budi; Indrayanti, Elis
Journal of Oceanography Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.136 KB)

Abstract

Abstrak                 Salah satu fungsi dari pelabuhan adalah sebagai tempat kegiatan bongkar muat material semisal batu bara. Selama  proses bongkar muat batubara dari darat ke kapal tongkang (proses Loading ) akan menyebabkan  debu batubara jatuh dipermukaan laut. Sehubungan dengan rencana PT. Tambang Batubara Bukit Asam untuk membangun pelabuhan bongkar muat batubara pada kawasan Teluk Lampung maka diperlukan simulasi sebaran debu  batubara dilaut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu metode dimana data data penelitiannya berupa angka dan analisisnya menggunakan statistik atau model. Modelmatematikyangdigunakan adalahmodel2DdepthaverageyaituRMA2 untukpolaarusdanSED2Duntukpolasebarandebu batubara,yangmerupakan bagiandarimodel SMS(SurfaceWaterModelingSystem)versi8.1. Berdasarkan hasil penelitian ini terlihat bahwa pola pergerakan arus dipengaruhi oleh pasang surut.Saat pasang arus bergerak dari arah tenggara kearah barat laut, sedangkan saat surut arus bergerak dari arah barat laut menuju kearah tenggara. Hasil simulasi sebaran debu batubara menunjukan bahwa saat pasang debu batubara akan condong menyebar kearah barat dan pada saat surut debu batubara akan condong menyebar kearah tenggara. Hal ini menunjukan bahwa pola sebaran debu batubara dipengaruhi oleh pola arus.

Page 1 of 2 | Total Record : 12