cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Oceanography
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Oseanografi diterbitkan oleh Program Studi Oseanografi, FPIK, Undip. Jurnal ini digunakan untuk menerbitkan jurnal-jurnal karya lulusan S1 Oseanografi Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016)" : 15 Documents clear
ANALISIS POLA SEBARAN TUMPAHAN MINYAK MENTAH (CRUDE OIL) DENGAN PENDEKATAN MODEL HIDRODINAMIKA DAN SPILL ANALYSIS DI PERAIRAN BALONGAN, INDRAMAYU, JAWA BARAT Sinurat, Maya Eria Br; Ismanto, Aris; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10261.034 KB)

Abstract

Perairan Balongan Kabupaten Indramayu merupakan salah satu perairan yang dimanfaatkan untuk distribusi minyak mentah. Kegiatan distribusi minyak mentah tidak terlepas dari kegiatan bongkar muat kapal minyak pada sarana tambat. Kegiatan bongkar muat dapat mengakibatkan terjadinya masalah tumpahan minyak. Minyak mentah yang tumpah mengakibatkan penutupan fisik permukaan air dan memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran tumpahan minyak mentah di Perairan Balongan pada kondisi pasang surut sehingga dapat memberikan informasi kepada pembaca mengenai pola sebaran tumpahan minyak di Perairan Balongan, Indramayu, Jawa Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Tahapan penelitian ini yaitu pengukuran data lapangan, pemodelan hidrodinamika dan pemodelan tumpahan minyak mentah. Penentuan titik pengukuran data arus menggunakan metode purposive sampling dan pengukuran data arus laut lapangan menggunakan metode Lagrange. Sebaran tumpahan minyak mentah dianalisis dengan pendekatan model hidrodinamika dan spill analysis. Simulasi model hidrodinamika di Perairan Balongan menghasilkan pola arus yang berotasi berlawanan dengan arah jarum jam dalam satu periode pasang surut. Simulasi model tumpahan minyak di Perairan Balongan menghasilkan dominan sebaran tumpahan minyak mentah ke arah barat-laut dan bergerak mengikuti arah arus sesuai kondisi pasang surut. Pada saat pasang, minyak mentah bergerak ke barat-laut sedangkan pada saat surut, minyak mentah bergerak ke arah tenggara.
Run-up dan Overtopping Gelombang Pada Off-shore Breakwater di Pantai Tirtamaya, Indramayu Windadi, Agung; Setiyono, Heryoso; Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3100.339 KB)

Abstract

Pantai Tirtamaya yang berada di Indramayu, Jawa Barat, memiliki potensi yang sangat baik di bidang pariwisata laut. Sebagai upaya melindungi pantai dari pengaruh gelombang dan erosi, maka dibangunlah sepasang off-shore breakwater. Gelombang yang menjalar dari arah laut menuju pantai dan menghantam struktur pemecah gelombang akan mengalami run-up dan overtopping gelombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai run-up dan overtopping gelombang yang terjadi pada off-shore breakwater di Pantai Tirtamaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Analisis data gelombang menggunakan metode SMB untuk mendapatkan nilai tinggi dan periode gelombang signifikan. Analisis harmonic pasang surut menggunakan metode Admiralty untuk mengetahui elevasi muka air laut.Analisis nilai run-up dan overtopping didapatkan melalui pendekatan Saville. Tinggi dari run-up gelombang pada section 1 dan section 2 adalah 1,57 meter. Dengan tinggi dari run-up gelombang yang demikian, maka dapat terjadi fenomena overtopping pada section 1 yaitu sebesar 0,0085 m3/m/sdan section 2 yaitu sebesar 0,0197 m3/m/s, perbedaan nilai dari overtopping ini dikarenakan pengaruh dari perbedaan tinggi elevasi pada kedua bangunan tersebut yang mana pada section 1 memiliki tinggi 2 meter dan pada section 2 setinggi 1,5 meter
SEBARAN LOGAM BERAT Pb DAN Cu PADA SEDIMEN MUARA SUNGAI SILUGONGGO KECAMATAN BATANGAN KABUPATEN PATI Sabila, Sarah; Yusuf, Muh.; Saputro, Siddhi
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.118 KB)

Abstract

Juwana merupakan salah satu daerah yang terdapat di kota Pati, banyak penduduknya yang bekerja sebagai nelayan dan pengerajin kuningan. Di Juwana juga terdapat pelabuhan dan tempat pelelangan ikan yang cukup besar. Limbah industri galangan kapal dan kuningan tersebut sebagian besar dibuang melalui sungai Silugonggo yang melintasi wilayah Juwana. Salah satu limbah buangan tersebut adalah logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan sebaran logam berat Pb dan Cu pada sedimen di sekitar muara sungai Silugonggo yang dipengaruhi oleh ukuran butir sedimen dan pola arus yang terdapat di perairan tersebut. Data lapangan diambil pada tanggal 28-29 Maret 2015 di sekitar muara sungai Silugonggo kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Analisa konsentrasi Pb dan Cu dilakukan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit, Yogyakarta dan analisa ukuran butir sedimen dilakukan di Laboratorium Geologi Laut FPIK Universitas Diponegoro. Hasil analisa konsentrasi Pb berkisar antara 2,083-8,840 mg/l, dan konsentrasi Cu berkisar antara 29,635-122,809 mg/l. sebaran Pb dan Cu dipengaruhi oleh pola arus, batimetri perairan serta jalur lalu lintas kapal yang menuju dan keluar sungai.
Pola Arus Permukaan di Perairan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta pada Musim Peralihan (Maret-Mei) Yogaswara, Gerdha Muhamad; Indrayanti, Elis; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1905.151 KB)

Abstract

Pulau Tidung merupakan salah satu Pulau di Kepulauan Seribu yang memiliki potensi wisata bahari yang masih perlu dilakukanya perencanaan pengembangan pembangunan lebih lanjut. Pengembangan wilayah pesisir dan laut sangat dibutuhkanya informasi mengenai kondisi perairan untuk mengurangi dampak-dampak negatif yang terjadi. Arus merupakan salah satu faktor oseanografi yang penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus di Perairan Pulau Tidung. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11-13 Mei 2015. Metode pengukuran data arus di lapangan menggunakan metode lagrange. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif pada pengukuran data arus dan metode permodelan matematik pada permodelan hidrodinamika. Data survei lapangan yang diperoleh akan digunakan sebagai verivikasi hasil model matematis yang dibuat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pola pergerakan arus di Perairan Tidung di pengaruhi oleh pasang surut. Kecepatan arus permukaan berkisar antara 0,0341 – 0,277 m/det dengan arah dominan ke tenggara dan barat laut.
PEMETAAN SEBARAN SEDIMEN DASAR BERDASARKAN ANALISA UKURAN BUTIR DI PELABUHAN TASIKAGUNG REMBANG Oktaviana, Cintya; Rifai, Aziz; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.507 KB)

Abstract

Pelabuhan Tasikagung merupakan pelabuhan terbesar yang terletak di Kabupaten Rembang. Pelabuhan Tasikagung berbatasan langsung dengan muara Sungai Karanggeneng di sebelah barat. Permasalahan yang dijumpai di muara Sungai Karanggeneng adalah pengendapan sedimen di muara sungai yang dapat menimbulkan pendangkalan. Pasang surut dan arus laut menjadi faktor hidro oseanografi yang mempengaruhi transportasi sedimen di sekitar pelabuhan Tasikagung. Berkaitan dengan potensi pendangkalan yang akan terjadi pada pelabuhan Tasikagung, maka dilakukan penelitian mengenai sebaran sedimen dasar di perairan sekitar pelabuhan Tasikagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola persebaran sedimen dasar serta gambaran proses transportasi sedimen di pelabuhan Tasikagung, Rembang. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama berupa pengambilan data di lapangan berupa contoh sedimen dasar dan pengukuran kecepatan dan arah arus menggunakan bola duga, sedangkan tahap kedua yaitu analisa ukuran butir contoh sedimen dasar yang dilakukan di Laboratorium Geologi jurusan Ilmu Kelautan FPIK Universitas Diponegoro, Semarang serta pengolahan data arus menggunakan software SMS 10.0, dan pengolahan data pasang surut menggunakan metode admiralty. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan contoh sedimen dasar menggunakan metode purposive sampling method. Berdasarkan hasil analisa ukuran butir, didapatkan jenis sedimen dasar di Pelabuhan Tasikagung, Rembang didominasi oleh lanau (silt) dan pasir (sand). Jenis arus yang mendominasi di pelabuhan Tasikagung, Rembang adalah arus pasang surut. Arus sejajar pantai mempengaruhi transportasi sedimen di perairan sekitar pelabuhan Tasikagung, Rembang. 
PEMETAAN BATIMETRI DAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN TELUK BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR Hidayat, Alvin; Dwi S, Agus Anugroho; Ismunarti, Dwi Haryo
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.729 KB)

Abstract

Perairan Teluk Balikpapan merupakan salah satu perairan yang terletak di Kecamatan Balikpapan Utara, Balikpapan Tengah dan Balikpapan Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Teluk Balikpapan merupakan perairan yang menjadi hilir dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Wain. Arah aliran Sungai Wain dari hulu ke hilir adalah dari Utara ke Selatan, dimana sepanjang Muara Sungai Wain terdapat aktivitas pembangunan industri seperti Kawasan Industri Kariangau (KIK) serta terdapat Pelabuhan Kariangau yang merupakan pelabuhan penyebrangan Balikpapan - Penajam Paser Utara. Aliran Sungai Wain membawa material sedimen sehingga aliran sungai menjadi salah satu sumber sedimen di daerah muara sungai Wain dan mengakibatkan terjadinya pendangkalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi batimetri serta sebaran jenis sedimen dasar perairan yang nantinya akan disajikan dalam bentuk peta kontur batimetri dan sebaran jenis sedimen dasar Perairan Teluk Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, yaitu dimana metode ini memusatkan permasalahan pada suatu kasus secara mendetail dan umumya menghasilkan gambaran yang longitudinal, yakni dimana data yang dihasilkan hanya dapat digunakan pada daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan batimetri / kedalaman pada lokasi penelitian berkisar  antara -2,24 meter hingga -53,84 meter terhadap nilai MSL dan hasil interpolasi kontur berkisar antara -2 meter hingga -35 meter . Morfologi dasar perairan menunjukan kelerengan di Perairan Teluk Balikpapan yaitu landai, datar-hampir datar dan agak curam. Serta jenis sedimen dasar di lokasi penelitian terdiri dari 3 macam yaitu, lanau, pasir lanauan, dan pasir.
Pola Arus Permukaan di Perairan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta pada Musim Peralihan (Maret-Mei) Yogaswara, Gerdha Muhamad; Indrayanti, Elis; Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1905.151 KB)

Abstract

Pulau Tidung merupakan salah satu Pulau di Kepulauan Seribu yang memiliki potensi wisata bahari yang masih perlu dilakukanya perencanaan pengembangan pembangunan lebih lanjut. Pengembangan wilayah pesisir dan laut sangat dibutuhkanya informasi mengenai kondisi perairan untuk mengurangi dampak-dampak negatif yang terjadi. Arus merupakan salah satu faktor oseanografi yang penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus di Perairan Pulau Tidung. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 11-13 Mei 2015. Metode pengukuran data arus di lapangan menggunakan metode lagrange. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif pada pengukuran data arus dan metode permodelan matematik pada permodelan hidrodinamika. Data survei lapangan yang diperoleh akan digunakan sebagai verivikasi hasil model matematis yang dibuat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pola pergerakan arus di Perairan Tidung di pengaruhi oleh pasang surut. Kecepatan arus permukaan berkisar antara 0,0341 – 0,277 m/det dengan arah dominan ke tenggara dan barat laut.
PEMODELAN SEBARAN TUMPAHAN MINYAK DI PERAIRAN TELUK BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR Siagian, Yanthi Sepriana; Rifai, Aziz; Ismanto, Aris
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.912 KB)

Abstract

Perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur merupakan salah satu perairan Indonesia yang memiliki pelabuhan laut yang berfungsi sebagai jalur pelayaran /lalu lintas berbagai kapal pengangkut komoditi perdagangan yang rentan mengalami kejadian tumpahan minyak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola sebaran tumpahan minyak mentah(crude oil)dengan pendekatan model Hydrodynamic dan model Oil Spill Analysis di PerairanTeluk Balikpapan. Data primer penelitian adalah data aruslaut, pasangsurut, dansuhu air laut, sedangkan data sekunder adalah data angin,batimetri, data volume fraksi minyak dan data port information. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sedangkan untuk penentuaan lokasi pengukuran menggunakan metode purposive sampling. Hasil analisa data pasut diperoleh bilangan Formzahl sebesar 0,26 sehingga dapat diketahui tipe pasang surut Perairan Balikpapan adalah tipe campuran condong ke harian ganda. Simulasi model sebaran tumpahan minyak mentah memperlihatkan sebaran tumpahan minyak menuju ke arah barat laut saat pasang, dan sebaliknya menyebar ke arah tenggara saat surut. Penyebaran tumpahan minyak berbentuk lintasan solid saat kondisi perbani dan berbentuk acak saat kondisi purnama.
ANALISIS KANDUNGAN KARBON ORGANIK TOTAL (KOT) DALAM SEDIMEN DI PERAIRAN SLUKE KABUPATEN REMBANG Nova Putri Dewanti; Muslim Muslim; Wahyu Retno Prihatiningsih
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.426 KB)

Abstract

Perairan Sluke terletak di bagian timurKabupaten Rembang yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Sedimen dasar laut selalu menjadi tempat pengendapan utama dari berbagai proses yang terjadi di laut. Bahan organik dapat menjadi parameter penilaian tingkat kesuburan suatu perairan.Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui konsentrasi dan distribusiKarbon Organik Total (KOT) dalam sedimen.Pengambilan data dilakukan pada tanggal 8 Maret 2015 dengan menggunakan metode purposive sampling.Data tersebut diperolehdari 9 stasiun penelitian yang mewakili wilayah perairan tersebut.Data primer berupa sampel sedimen dasar, sedangkan data sekunder meliputi pergerakan arus Perairan Sluke. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode analisa tekstur sedimen menggunakan metode dry sieving (pengayakan) dan wet sieving (pemipetan), sedangkan metode pengukuranKarbon Organik Total (KOT) dalam sedimen menggunakan metode loss of weight on ignition (LOI %). Metode pengukuran arus menggunakan metode euler.Hasil penelitian ini adalah konsentrasiKarbon Organik Total (KOT) dalam sedimen di Perairan Sluke berkisar antara 3,401% - 13,739%.Distribusi Karbon Organik Total (KOT) dalam sedimen dipengaruhi oleh jenis butir sedimen, dimana jenis butir sedimen yang halus seperti lanau dan lempung memiliki kandungan Karbon Organik Total (KOT) lebih tinggi dibandingkan dengan jenis butir sedimen yang kasar seperti pasir.Pergerakan massa air tidak mempengaruhi distribusi Karbon Organik Total dalam sedimen secara signifikan. 
PEMETAAN BATIMETRI DAN LAJU SEDIMENTASI UNTUK ALUR PELAYARAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TEGALSARI, TEGAL Hastari, Safira Dwijayanti; Rifai, Azis; Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (897.716 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari merupakan pelabuhan perikanan yang terletak di Kota Tegal dan merupakan pelabuhan dengan aktivitas kapal yang cukup ramai. Hal tersebut menjadikan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari menjadi pelabuhan yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Permasalahan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari adalah berkaitan dengan pendangkalan alur pelayaran akibat sedimentasi di bagian kolam pelabuhan maupun di alur pelayaran. Sehingga diperlukan informasi mengenai batimetri dan laju sedimentasi guna kelancaran alur pelayaran di Pelabuhan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi batimetri, menentukan kedalaman dan lebar alur pelayaran, dan mengetahui laju sedimentasi di dalam kolam Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penentuan lokasi pengukuran dan pengamatan dilakukan dengan metode sampling purposive. Data yang digunakan meliputi data batimetri, data pasang surut, dan data laju sedimentasi. Pengolahan data menggunakan software Surfer 10 dan ArcGIS 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi batimetri di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari bervariasi. Berdasarkan garis kontur, terdapat batimetri yang landai dan curam. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kedalaman maksimal di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari sebesar 8.27 meter dengan kedalaman rata-rata sebesar 3.78 meter. Syarat kedalaman minimum alur pelayaran yang dibutuhkan sebesar 3.51 meter dan lebar minimum sebesar 50 meter. Laju Sedimentasi di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari selama penelitian berkisar 14,2346 - 16,5891 g/m2/hari. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat sedimentasi di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari termasuk rendah. Sehingga, sedimentasi tidak mempengaruhi kedalaman alur pelayaran di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari.

Page 1 of 2 | Total Record : 15