Articles
18 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 4 (2017)"
:
18 Documents
clear
STUDI SEBARAN SEDIMEN DASAR DI TELUK KRUENG RAYA DAN SEKITARNYA
Sitepu, Rahmat Saleh;
Saputro, Siddhi;
Satriadi, Alfi
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (472.345 KB)
Teluk Krueng Raya merupakan salah satu perairan yang berfungsi sebagai jalur lintas kapal yang sering dilalui para pelaut. Perubahan Pelabuhan Malahayati menjadi pelabuhan peti kemas mengakibatkan peningkatan kegiatan lalu lintas kapal di sekitaran Teluk Krueng Raya dan Sekitarnya yang diduga akan menyebabkan terjadinnya sedimentasi di sekitar Teluk tersebut. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui sebaran sedimen dasar berdasarkan analisis ukuran butir serta mengetahui hubungan faktor arus terhadap sebaran sedimen dasar berdasarkan ukuran butir. Tipe pasang surut dan nilai muka air pasang tertinggi serta muka air surut terendah diperoleh menggunakan Metode Admiralty, hasil yang didapat adalah tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda dengan nilai Formzahl sebesar 0,181.Sebaran sedimen dasar pada lokasi penelitian terdiri terdiri dari pasir, pasir-lanauan, dan pasir-lanau-lempung. Kecepatan arus pada lokasi penelitian memiliki kecepatan maksimal sebesar 0.22 m/dtk. Untuk kecepatan minimum sebesar 0.02 serta arah arus cenderung menuju ke arah Barat Laut dan Tenggara. Pola arus serta angin merupakan salah satu penyebab karakteristik sedimen yang ada pada daerah penelitian berbeda yang disusun oleh berbagai jenis sedimen seperti pasir, pasir-lanauan, pasir-lanau-lempung
PERAMALAN PASAG SURUT UNTUK MENGETAHUI PERUBAHAN LUAS GENANGAN BANJIR PASANG DI KECAMATAN KRAKSAAN, PROBOLINGGO
Mahesha, Pratama Danang;
Setiono, Heryoso;
Handoyo, Gentur
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1700.175 KB)
Kecamatan Kraksaan merupakan wilayah yang potensial di bidang perikanan dan pertanian. Wilayah Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo memiliki masalah dengan banjir pasang.. Tujuan dilakukannnya penelitian ini adalah untuk mengetahui luas genangan banjir pasang di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo pada tahun 2016 dan memprediksi luas genangannya untuk 5 tahun ke depan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasusdengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk membuat model genangan banjir pasang dalam bentuk peta. Data yang digunakan untuk membuat model genangan banjir pasang adalah data pasang surut, DEM (Digital Elevation Model), Peta Rupabumi Indonesia 2000, dan citra GeoEye perekaman tahun 2016. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui nilai kenaikan muka laut rerata atau MSL (Mean Sea Level) dan muka air laut tinggi tertinggi atau HHWL(Highest High Water Level) sebesar 2,5 cm/tahun dan 2.9 cm/tahun. Luas genangan banjir pasang yang terjadi di Kecamatan kraksaan, Kabupaten Probolinggo pada tahun 2016 seluas 955,38 ha. Berdasarkan hasil prediksi luas genangan banjir rob pada tahun 2017 sebesar 967,58 ha, pada tahun 2018 sebesar 983,32 ha, pada tahun 2019 sebesar 995,25 ha, pada tahun 2020 sebesar 1012.29 ha, dan pada tahun 2021 sebesar 1020.60 ha.
STUDI KARAKTERISTIK PASANG SURUT DI PERAIRAN PULAU BIAWAK KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT
Rahmadeni, Hadin August;
Setiyono, Heryoso;
Widada, Sugeng
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.75 KB)
Pulau Biawak merupakan sebuah pulau yang terletak di lepas pantai Laut Jawa, 50 km di sebelah utara pantai Indramayu. Pulau Biawak merupakan daerah pariwisata yang membuat pemahaman mengenai kondisi oseanografi sangat diperlukan dalam upaya pengembangan wilayah tersebut. Salah satu faktor oseanografi yang perlu dikaji adalah pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasang surut di perairan Pulau Biawak dan meramalkan pasang surut. Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu pengumpulan data di lapangan dan pengolahan data. Pengumpulan data di lapangan terdiri dari pengamatan pasang surut selama 30 x 24 jam setiap 1 jam sekali. Pengolahan data terdiri dari analisis data menggunakan metode Admiralty. Hasil dari metode Admiralty diperoleh nilai Formzhal sebesar 0,86 dengan tipe pasang surut campuran harian ganda. Sedangkan nilai MSL yaitu 56,6 cm, LLWL yaitu 33 cm dan HHWL yaitu 86 cm. Peramalan pasang surut menggunakan software MIKE 21 yang memiliki nilai MRE 11,15 %.
PENGARUH POLA ARUS LAUT TERHADAP SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN PULAU LIRANG MALUKU BARAT DAYA
Fadhli, Ramdhani;
Setyiono, Heryoso;
Subardjo, Petrus;
Agustiadi, Teguh
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (582.086 KB)
Sulitnya akses ke Pulau Lirang menjadi masalah untuk perkembangan ekonomi dan sosial di daerah tersebut. Masalah lain yang terjadi adalah dermaga Pulau Lirang yang berada di sebelah timur pulau tidak berfungsi sejak dibangun dari tahun 2011 disebabkan karang laut yang melintang di depan dermaga. Oleh sebab itu pengembangan dan pemeliharaan di daerah tersebut harus dilakukan. Salah satu upaya untuk mendapatkan kedalaman yang ideal di perairan dermaga adalah pengerukan.Penelitian ini dilakukan dua tahap, yaitu pengumpulan data berupa data sedimen dasar dan data arus pada tanggal 15 April - 18April 2016, dan yang kedua adalah pengolahan data dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai Juli 2017. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh arus terhadap sebaran sedimen dasar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Dari hasil pengolahan sampel didapat jenis sedimen adalah berupa pasirdan lanau pasiran. Hasil pengolahan mawar arusmenunjukan arah arus yang dominan bergerak dari timur menuju ke barat laut dan utara dengan kecepatan 0,25 - 1,75 m/s. Berdasarkan hasil pengukuran lapangan di Perairan Pulau Lirang, arus memiliki kecepatan sebesar 0,02 – 1,75 m/s dengan arah dominan ke barat laut dan utara. Kecepatan maksimumpada setiapcell berbeda-beda, semakin dalam suatu kolom air kecepatan arus akan semakin besar hal inimenyebabkan kecepatan arus bertambah, sehingga ukuran butir yang didapatkan adalah kasar. Sedangkan pada daerah yang tidak dekat dengan pantai, kecepatan arusnya berkurang, sehinga ukuran butir yang didapatkan adalah halus.
ANALISA SEBARAN SEDIMEN DASAR DI PERAIRAN TOLITOLI SULAWESI TENGAH
Trianne, Sarah;
Satriadi, Alfi;
Maslukah, Lilik
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (368.164 KB)
Perairan Tolitoli adalah salah satu perairan yang berfungsi sebagai jalur lintas kapal yang sering dilalui para pelaut baik itu kapal besar maupun kapal yang kecil. Aktifitas pelabuhan di perairan ini cukup tinggi sehingga menyebabkan terjadinya sedimentasi disekitar perairan tersebut. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengetahui sebaran sedimen dasar berdasarkan ukuran butir serta mengetahui faktor arus terhadap sebaran sedimen dasar . Penelitian ini di lakukan pada tanggal 5-8 Oktober 2016. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu sampel sedimen dasar dan data arus serta data sekunder meliputi peta batimetri Tolitoli PUSHIDROS TNI AL Publikasi 2004 dan data pasut PUSHIDROSAL TNI AL wilayah Tolitoli bulan oktober 2016 . Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, penentuan lokasi sampling yang digunakan adalah purposive sampling method. Sampel sedimen dasar diambil menggunakan grab sampler dan pengambilan data arus menggunakan metode Euler dengan Current Meter Valeport 106. Metode analisa data menggunakan software ArcGIS 10.0. dan Mike 21. Sebaran sedimen dasar pada lokasi penelitian terdiri terdiri dari pasir,pasirlanauan,pasirlempungan dan lanau. Kecepatan arus pada lokasi penelitian 0,543 m/dtk. Sedangkan untuk kecepatan minimum sebesar 0,0013 serta arah arus cenderung menuju ke arah utara dan tenggara. Pola arus serta angin merupakan salah satu penyebab karakteristik sedimen berbeda yang disusun oleh berbagai jenis sedimen seperti pasir,pasirlanauan,pasir lempungan dan lanau.
HUBUNGAN LAJU SEDIMENTASI TERHADAP KERAPATAN MANGROVE DI PANTAI PASAR BANGGI KABUPATEN REMBANG
Safitri, Yuanita;
Saputro, Siddhi;
Hariadi, Hariadi
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1518.202 KB)
Pantai Pasar Banggi merupakan salah satu pantai di Kabupaten Rembang Jawa Tengah yang memiliki ekosistem mangrove di sepanjang pantainya. Ekosistem mangrove tersebut berfungsi untuk melindungi pantai dan tambak akibat abrasi laut, serta sebagai perangkap (trapped) sedimen sehingga dapat membentuk lahan baru (daratan). Untuk mengetahui seberapa besar laju sedimentasi yang terjadi di kawasan mangrove dilakukan penelitian mengenai hubungan laju sedimentasi terhadap kerapatan mangrove di pantai Pasar Banggi Kabupaten Rembang. Materi penelitian meliputi sampel sedimen, mangrove, data arus, serta data pasang surut, suhu, salinitas, dan pH. Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan nilai rata – rata laju sedimentasi tertinggi pada stasiun A sebesar 291,479 gr/cm2/hari dengan rata-rata kerapatan mangrove terendah sebesar 57822 ind/ha, rata-rata laju sedimentasi terendah pada stasiun B sebesar 171,095 gr/cm2/hari dengan rata-rata kerapatan mangrove tertinggi sebesar 105311 ind/ha, sedangkan rata-rata laju sedimentasi sedang pada stasiun C sebesar 219,461 gr/cm2/hari dengan rata-rata kerapatan mangrove sedang sebesar 888089 ind/ha. Berdasarkn hasil penelitian dengan menggunkan software SPSS versi 21.0, hubungan antara kedua variabel tersebut menghasilkan nilai korelasi negatif (-1) dengan artian semakin tinggi sedimen yang diendapkan semakin rendah kerapatan mangrove dan semakin rendah sedimen yang diendapkan semakin tinggi kerapatan mangrove.
PENGARUH KENAIKAN MUKA AIR LAUT TERHADAP AREA GENANGAN PADA PENGGUNAAN LAHAN DI PESISIR KOTA TEGAL JAWA TENGAH
Cahya, Ardhian Indra;
Helmi, Muhammad;
Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.497 KB)
Kota Tegal merupakan salah satu kota di provinsi Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan pantai Utara Jawa.Kota Tegal termasuk kedalam derah daratan rendah dengan toporafinya yang relatif datar. Banjir pasang menjadi salah satu masalah yang dihadapi pemerintah Kota Tegalsetiap tahunnya Banjir pasang merupakan banjir yang dibangkitkan oleh air laut pasang dan dipengaruhi oleh kenaikan muka air laut serta land subsidance.Penelitanin ini bertujuan untuk mengetahui nilai elevasi pasang surut dan mengetahui kenaikan muka air rerata tahunan serta mengetahui penggunaan lahan yang terdampak banjir pasang pada tahun 2017 dan tahun 2022 yang terjadi di Kota Tegal. Metode admiralty digunakan untuk nilai elevasi pasang surut Kota Tegal, serta mengetahui kenaikan muka air rerata tahunan berdasarkan data pasang surut Stasiun Pengamatan Kota Cirebon Badan Informasi Geospasial tahun 2014 – tahun 2017. Dilakukan juga pendekatan Digital Elevation Model (DEM) dengan metode Topo to Raster untuk menggambarkan kondisi wilayah Kota Tegal saat ini. Hasil dari pengolahan data pasang surut dengan metode Admiralty diperoleh nilai Formzahl sebesar 0,654 cm maka pasang surut perairan Kota Tegal adalah bertipe pasang campuran condong ke harian ganda dengan MSL = 76,49 cm, LLWL = 19,2 cm, dan HHWL = 133,77 cm dengan kenaikan muka air laut rerata tahunan sebesar 5,97 cm. Luas genangan yang terjadi pada bulan Februari tahun 2017 sebesar 497,63 ha meliputi Kelurahan Muarareja dan Kelurahan Tegalsari di Kecamatan Tegal Barat dan Kelurahan Mintaragen di Kecamatan Tegal Timur. Predikdi pada tahun 2022 luas area genangan bertambah menjadi 884,90 ha.
STUDI KARAKTERISTIK DAN PERAMALAN PASANG SURUT PELABUHAN LABUHAN PANDEGLANG BAGIAN SELATAN PELABUHAN MERAK BANTEN
Valerina, Eva;
Hariadi, Hariadi;
Setiyono, Heryoso
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pasang surut adalah fluktuasi muka air laut karena adanya gaya tarik menarik benda-benda di langit, terutama matahari dan bulan terhadap massa air laut di bumi. Kondisi pasang surut dapat diketahui atau diramalkan dengan cara perhitungan komponen pasang surut. Perhitungan komponen pasang surut dengan asumsi bahwa Bumi dalam keadaan setimbang. Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan pasang surut di Perairan Pelabuhan Labuhan, Pandeglang, Banten selama 3 tahun dengan menggunakan software World Tides dan MIKE 21. Penelitian dilaksanakan pada 4 Desember 2016-1 Januari 2107 di Perairan Pelabuhan Labuhan, Pandeglang, Banten. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pasang surut dan koordinat lokasi penelitian. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dimana hasil penelitian dianalisa dan dimodelkan dengan software World Tides dan MIKE 21. Penggunaan 2 software ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil tiap-tiap model. Hasil penelitian dengan menggunakan metode admiralty menunjukkan tipe pasang surut Perairan Pelabuhan Labuhan Pandeglang adalah campuran condong ke harian ganda dengan nilai formzahl 1,03. Nilai elevasi pasang surut MSL sebesar 114 cm, HHWL sebesar 184 cm, dan LLWL sebesar 40 cm.
STUDI RIP CURRENT DI PANTAI TAMAN, KABUPATEN PACITAN
Setyawan, Rinto;
Setiyono, Heryoso;
Rochaddi, Baskoro
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (762.78 KB)
Kabupaten Pacitan merupakan daerah yang memiliki potensi pesisir banyak, dari segi potensi pariwisata salah satunya adalah Wisata Pantai Taman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Lokasi kemunculan rip current di Pantai Taman Kabupaten Pacitan berdasarkan hasil interpretasi foto udaradan menganalisis faktor pembangkit rip current. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) tahap, yaitu tahap pengumpulan data sekunder, tahap pengambilan data lapangan, dan tahap pengolahan data. Pengumpulan data lapangan dilakukan pada tanggal 5-7 Juni 2017, dilakukan di sepanjang Pantai Taman pada koordinat 08˚43’20” LS sampai 08˚44’30” LS dan 115˚10’7” BT sampai 115˚09’36” BT. Pengolahan data dimulai pada bulan Juni 2017. Berdasarkan kenampakan visual hasil foto udara didapatkan 4 lokasi kemunculan rip current dinamakan dengan stasiun A,B,C,dan D. Pantai Taman ini memiliki karakteristik pantai berpasir dan berbentuk teluk. Kelerengan landai keberadaan beach cusp dan sandbar menjadi faktor pembangkit rip current. Selain itu data gelombang yang didapatkan dari instansi BMKG Pusat diolah untuk mendapatkan tipe gelombang pecah plunging. Kecepatan rip current yang terukur dilapangan menunjukan bahwa stasiun D menunjukan nilai kecepatan yang terbesar hingga 3m/detik dan stasiun A memiliki kecapatan rip current paling kecil yakni 1m/detik.
IDENTIFIKASI FAKTOR OSEANOGRAFI TERHADAP KEMUNCULAN HIU PAUS (Rhincodon typus) DI PERAIRAN KWATISORE, KABUPATEN NABIRE, PAPUA.
Enita, Siti Yasmina;
Kunarso, Kunarso;
Wirasatriya, Anindya
Journal of Oceanography Vol 6, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1206.819 KB)
Hiu paus merupakan salah satu spesies ikan yang terancam punah di dunia. Kemunculan hiu paus di Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) yang berlangsung sepanjang tahun menjadikan TNTC sebagai kawasan ekowisata laut sekaligus kawasan konservasi bagi hiu paus. Hasil pemantauan WWF Indonesia dari tahun 2011 sampai sekarang menunjukkan dugaan kemunculan hiu paus terkait dengan kehadiran ikan puri hasil tangkapan bagan khususnya di perairan Kwatisore. Penelitian meliputi faktor oseanografi seperti hasil tangkapan ikan puri, klorofil-a dan suhu permukaan laut (SPL) dari citra satelit aqua modis level 2 dengan resolusi 1 km pada tahun 2013-2016, dan nutrien (nitrat dan fosfat). Tahapan pengolahan data terdiri dari analisa sampel air untuk klorofil-a dan nutrien di laboratorium, serta pengolahan data citra secara klimatologi dan musiman. Hasil penelitian menunjukkan kemunculan hiu paus tidak berkaitan dengan hasil tangkapan ikan puri dengan nilai korelasi sebesar 0,09. Kemunculan hiu paus lebih memiliki tren fluktuasi yang sama dengan konsentrasi klorofil-a dan SPL di Perairan Kwatisore dengan korelasi berturut-turut sebesar 0,548 dan 0,543. Kemunculan hiu paus dan konsentrasi klorofil-a mengalami peningkatan pada bulan Desember dan Maret, dengan kisaran konsentrasi klorofil-a sebesar 0,38-0,48 mg/m3 dengan SPL diatas 30,5 ºC.