cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
BOOK REVIEW OF SURAT DAHLAN WRITTEN BY KHRISNA PABICHARA Wulan, Selia Meita
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel Surat Dahlan yang ditulis oleh Khrisna Pabichara ini merupakan sekuel novel kedua dari rangkaian trilogi novel kehidupan Dahlan Iskan, menteri BUMN di Indonesia. Novel kedua ini berbeda dengan novel pertama Dahlan Iskan yang menceritakan kehidupan Dahlan di masa kanak-kanaknya, pada novel ini, penulis menyajikan cerita Dahlan Iskan di waktu muda ketika beliau melanjutkan kuliah di Samarinda. Novel yang dimulai dengan suasana usai pencangkokan hati ini menceritakan sosok yang bersahaja dan idealis dalam perjuangan hidupnya sampai akhirnya ia menemukan dua kekasihnya, yaitu Surat Kabar dan perempuan dari Loa Kulu. Sesuai dengan judulnya Surat Dahlan, maka novel ini didominasi dengan kumpulan surat-surat yang diterima oleh Dahlan ketika beliau berada di Samarinda. Selain itu di dalam novel ini juga disajikan catatan dari buku harian Dahlan Iskan yang membuat cerita di novel ini semakin menarik. Tidak seperti anggapan orang pada umumnya yang mengira bahwa novel ini merupakan novel pencitraan tokoh utama yaitu Dahlan Iskan, justru novel ini adalah novel yang menceritakan perjalanan dan perjuangan sosok Dahlan muda yang sangat idealis dalam menemukan jati diri dan cintanya. Novel yang diterbitkan oleh Noura Books ini mencoba menyuntikan pesan-pesan moral kehidupan kepada pembaca khususnya generasi muda melalui kisah inspiratif kehidupan nyata Dahlan Iskan ketika beliau muda. Melalui novel ini kita dapat belajar banyak hal mengenai perjuangan hidup untuk mencapai suatu kesuksesan. Kegigihan, kesabaran, keberanian, serta prinsip Dahlan muda patut dicontoh oleh generasi muda saat ini untuk menemukan jati diri dan membentuk pribadi yang tangguh. Selain menyajikan cerita yang inspiratif, novel ini juga menceritakan tentang secuil sejarah surat kabar Jawa Pos yang tidak banyak orang ketahui.
JOHN LENNON’S QUEST FOR PEACE IN HIS LYRIC “IMAGINE” WAWOLUMAYA, FRILEONAL
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Number 2, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 In this thesis, the writer discusses about John Lennon’s quest for peace in his lyric entitled “Imagine”. The purpose of the study is to find the meaning and to prove the reason that “Imagine” was made for peace. To analyze the lyric, the writer will discuss the lyric as a literary work: poem. The writer uses the library research as the method of the study to find references for the thesis. In the method of approach, the writer uses mimetic to help the theory which is sociology literature. In the intrinsic aspects, the writer chose to discuss it per stanza. By using diction, imagery and symbol to analyze the intrinsic aspects, so it is easier to figure the meaning of the lyric. Based on the analysis, the writer finds that it is true if “Imagine” had many influences in John Lennon’s life background as a peace activist. There are also some parts of the lyric which are related to his social background. John Lennon had the ambition to stop the war, making peace, and helping one and another for a better place for living. He exploited his fame by using the media and used his lyric so the world could hear like “Imagine”. The result of the study shows that “Imagine” was made to response the class system, differences, and people’s ego. John Lennon created “Imagine” for the world to hear and to live in peace. It is proved that in this thesis, “Imagine” was made as John Lennon’s quest for peace. 
A SEMIOTIC ANALYSIS OF THE ADVERTISEMENTS OF BUKALAPAK COMPARED TO TOKOPEDIA AND ELEVENIA Asih, Diah Wahyu
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 5, Number 4, Tahun 2016
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.676 KB)

Abstract

Pertumbuhan jual beli online (e-commerce) di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat, termasuk pertumbuhan website berbasis C2C. Di Indonesia, terdapat 3 situs jual beli online terbesar berbasis C2C yang iklannya cukup gencar ditayangkan di televisi. Dari ketiga website tersebut, Bukalapak adalah website jual beli onine yang paling banyak diakses orang untuk transaksi online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu makna denotasi, makna konotasi dan pesan yang disampaikan oleh iklan Bukalapak sehingga menarik orang untuk mengaksesnya. Iklan yang saya analisis adalah iklan yang ditayangkan di televisi pada awal tahun 2015 hingga awal tahun 2016, antara lain iklan Bukalapak edisi Batu Akik dan Paket, iklan Tokopedia edisi Isyana vs. Gangster, dan Iklan Elevenia edisi Raisa ketemu Preman. Metode yang digunakan dalam menganalisis iklan tersebut adalah interpretative qualitative. Analisis dilakukan dengan menginterpretasikan setiap iklan dengan teori semiotik Roland Barthes. Hasil analisis menunjukkan bahwa orang lebih tertarik untuk mengakses website yang memberikan konsep aman daripada website yang menyediakan banyak pilihan barang maupun harga yang lebih murah.
Masculinity Representation of Jacob Black Character in New Moon Movie Rahma, Wijna Akhila
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The writer discussed about Jacob Black character in New Moon movie. There are three purposes of this study; to have knowledge about masculinity representation, to know more about Jacob Black character, and to be able to decide whether Jacob Black can be the representation of masculinity or not. The writer uses the masculinity theory by Frank Pittman. The result of the study shows that Jacob Black has the masculinity characteristics and, therefore, can be categorized as being the masculinity representative.
The Use of Implicature in Indonesia Cigarette Advertisement Slogans Safitri, Yuniar Dea
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.55 KB)

Abstract

Fenomena bahasa implikatur atau makna tersirat sering digunakan dalam slogan-slogan iklan suatu produk di Indonesia, salah satunya pada slogan rokok. Slogan iklan rokok sering menggunakan implikatur atau makna tersirat pada iklannya dikarenakan adanya aturan pemerintah yang melarang penggunaan kalimat persuasif ataupun sugestif pada konten iklan rokok. Dalam penelitian ini, penulis mengidentifikasi 10 slogan iklan rokok yang terdapat di Indonesia. Tujuan penulis melakukan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna yang tersirat atau implikatur yang tersirat pada setiap slogan, selain itu penulis juga mengidentifikasi setiap pelanggaran-pelanggaran maksim yang terjadi ditiap slogan dan juga mengkatagorikkan slogan sesuai jenis-jenis implikatur. 
Analysis of Courtroom Conversation in Philadelphia Movie Agustina, Agustina Kemala
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.491 KB)

Abstract

Bahasa memiliki peran penting bagi kehidupan manusia. Bahasa tidak hanya digunakan sebagai media komunikasi namun juga sebagai sarana untuk menunjukan keberadaan seseorang dalam lingkungannya. Ketika seseorang berujar, seseorang tersebut tidak hanya mengujarkan sebuah kesatuan bahasa yang benar secara tata bahasa namun juga melakukan aksi melalui tuturan mereka. Kadang suatu ujaran meliliki lebih dari satu fungsi,seperti yang dapat ditemui dalam rangkaian pertanyaan dan jawaban dalam suatu percakapan. Penggunaan kalimat Tanya dapat menujukan beberapa fungsi seperti meminta informasi, meminta izin, memberi perintah, dan meminta kejelasan. Penulis melihat pertanyaan dari segi struktur kebahasaan serta fungsi pertanyaan tersebut sesuai dengan teori Speech Act oleh Searle. Setelah memperoleh fungsi dari pertanyaan yang diujarkan oleh pengacara, penulis melihat hubungan pertanyaan dengan jawaban yang diujarkan oleh terdakwa dengan menggunakan prinsip Kerja Sama Grice. Hasil yang penulis peroleh adalah sebagian besar pertanyaan yang diajukan oleh pengacara berbentuk Yes-No question, Tag Question dan Wh-Question. Sedang kan dari sudut pandang fungsi pertanyaan, pertanyaan yang diajukan oleh pengacara memiliki fungsi Directive yakni untuk meminta informasi, meminta klarifikasi, member perintah dan untuk menguji jawaban terdakwa/saksi. Representative memiliki fungsi untuk mendeskripsikan pernyataan saksi dan mempertegas pernyataan saksi. Expressive untuk menunjukan fungsi ketidak puasan, ketidak sukaan atas jawaban saksi dan menunjukan simpati. Hasil analisis hubungan jawaban dan pertanyaan berdasarkan Prinsip Kerja Sama menunjukkan bahwa dari 90 kalimat Tanya ada 52 jawaban yang dijawab secara kooperatif oleh saksi. Sedangkan 30 jawaban menunjukan bahwa para saksi melanggar maxim yang ada dalam prinsip kerjasama tersebut. Adapun maxim yang dipatuhi oleh para saksi adalah Maxim kualitas, Maxim Kuantitas, maxim Hubungan, dan Maksim Cara.
THE TRIANGULAR LOVE OF MAIN CHARACTERS IN E. L. JAMES’ FIFTY SHADES DARKER (2011) Hadianti, Karina Rahma
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 1, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.706 KB)

Abstract

This thesis focuses on love aspects shown in Fifty Shades Darker (2011) novel by E.L. James. Fifty Shades Darker novel describes the love relationship between the characters named Christian Grey and Anastasia Steele. The aim of this thesis is to prove the existence of love aspects in the novel by analyzing the intrinsic and extrinsic aspects. The writer uses library research to collect the data with the novel as the main data and several relevant books, journals, articles, also online documents and websites are used as the supporting data. The intrinsic aspects cover characters, setting, and conflicts. Meanwhile, in the extrinsic aspects, the writer elaborates Robert Sternberg’s triangular theory of love. Based on Robert Sternberg’s triangular theory of love, there are three components of love: intimacy, passion, and commitment. The result of this thesis proves that, according to Robert Sternberg’s triangular theory of love, both characters in the novel, Christian Grey and Anastasia Steele, have experienced intimacy, passion, and commitment in their love relationship.
THE ILLOCUTIONARY ACTS AND CHARACTERISTICS OF PUBLIC NOTICES IN PUBLIC PLACES IN SEMARANG Susanto, George Abdiel Agios
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 4, Number 1, Tahun 2015
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.965 KB)

Abstract

Tanda-tanda pemberitahuan (public notice) yang ada di tempat umum dapat berupa peringatan dan rambu-rambu yang berisi berbagai macam pesan seperti larangan , informasi, promosi dan sebagainnya. Berbagai pilihan kata atau kalimat digunakan untuk menyusun public notice dalam menyampaikan pesan.Penulis mengamati aksi, khusunya tindak ilokusi (illocutionary act) dan mengidentifikasi karakteristik yang dihasilkan dari public notice yang ada di tempat umum di Semarang. Penelitian ini termasuk penelitian pragmatik khususnya speech act. Metode simak bebas libat cakap digunakan oleh penulis dalam mengumpulkan data dan metode padan pragmatik digunakan untuk menganalisis data. Dalam tahap pemilihan sampel, penulis menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap public notice memiliki berbagai tindak ilokusinya sendiri-sendiri sesuai dengan berbagai pesan yang terkandung didalamnya. Ditemukan pula beberapa karakteristik dari public notice seperti ketidaklangsungan, keringkasan, aspek konteks, dan kesamaan makna dengan bentuk kata yang berbeda.
ANALYSIS ON THE TRANSLATION OF SWEAR WORDS PRODUCED BY TWO MAIN CHARACTERS IN A VERY HAROLD AND KUMAR CHRISTMAS MOVIE Vitasari, Irma
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.878 KB)

Abstract

Bahasa merupakan sebuah sarana bagi manusia untuk berkomunikasi dan mengekspresikan perasaan mereka. Salah satu bentuk bahasa yang mereka gunakan adalah umpatan atau swear words. Swear words adalah kata-kata kasar yang digunakan untuk mengekspresikan kemarahan, kekesalan, kebahagiaan, keterkejutan, dan sebagainya. Belakangan ini, penggunaan swear words dalam dialog film barat yang masuk ke Indonesia semakin marak, sehingga para penerjemah harus bisa menerjemahkan swear words sesuai dengan budaya Indonesia. Maka dari itu, penulis tertarik untuk mengangkat tema tentang penerjemahan swear words. Tujuan penyusunan skripsi ini adalah mengidentifikasi dan menginterpretasikan makna swear words yang terdapat pada film A Very Harold and Kumar Christmas yang diucapkan oleh dua karakter utama, yaitu Harold Lee dan Kumar Patel, serta menentukan strategi penerjemahan yang tepat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang menunjukkan bahwa data yang dianalisis berupa kata, bukan angka. Sumber data yang diteliti merupakan data utama yang berasal dari dialog film. Penulis menemukan 78 swear words yang diucapkan oleh kedua tokuh utama yang mewakili emosi mereka. Penulis menggunakan metode dokumentasi dan simak dalam mengumpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian, dari ke 78 swear words yang ditemukan terdapat 17 ekspresi antaranya, kesal, pasrah, kesakitan, kecewa, panik, marah, kaget, ingin tahu, takut, bahagia, heran, kebingungan, terkejut, menyesal, sedih, perintah, dan penegasan. Strategi yang digunakan dalam penerjemahkan semua swear words adalah free translation atau metode bebas. Penulis menemukan beberapa terjemahan yang kurang tepat seperti kata “shit” dan “fuck” yang semuanya diartikan sama, yaitu “sial” padahal kata-kata tersebut memiliki ekspresi yang berbeda di setiap kondisinya.
A PROJECT JURNAL THIRD WAVE FEMINISM IN BEYONCE KNOWLES’S “RUN THE WORLD (GIRLS)” Sumamburat, Damayanti
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 6, Number 2, Tahun 2017
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.938 KB)

Abstract

In this extended essay, the writer is interested in doing research by analyzing the music of American R & B singer, Beyonce Knowles entitling “Run The World (Girls)”. The writer chose this song because the writer sees that, the song emphasizes on actions the girls can carry on the song contains the struggle of the girls to reign the world. The girls color the society with their ability. In the daily life, girls become the one common topic which is often discussed. The purpose of writing this extended essay is to know more the meaning of the song lyric in several aspects, such as self-actualization, education, social status and others. Moreover, this extended essay is to figure out the society and feminism through the lyric.