cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013" : 14 Documents clear
Pengaruh Ekstrak Bawang Putih ( Allium sativum ) dengan Dosis yang Berbeda terhadap Lepasnya Suckers Kutu Ikan ( Argulus sp. ) pada Ikan Koi (Cyprinus carpio) Wijayanto, Dimas Surya Mahendra; Solichin, Anhar; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.999 KB)

Abstract

Ikan koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu ikan hias air tawar yang memiliki bentuk dan warna tubuh yang menarik. Salah satu masalah yang sering dianggap sebagai penghambat dalam budidaya ikan adalah apabila ikan koi  mendapat serangan penyakit dan infeksi parasit. Pengendalian penyakit dalam usaha budidaya ikan selama ini  masih mengandalkan obat kimia, namun efek obat ini dapat menyebabkan  pencemaran perairan. Ada beberapa bahan alami / tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, misalnya bawang putih.Penelitian ini diadakan pada bulan Oktober-Desember 2012 di Laboratorium Hidrologi Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Tujuan penelitian  untuk mengetahui efektivitas penggunaan ekstrak bawang putih dengan dosis yang berbeda terhadap pelepasan sucker kutu ikan dan dosis optimum ekstrak bawang putih air yang mampu melepaskan / lepasnya   Argulus sp. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Konsentrasi ekstrak bawang putih yang digunakan adalah 0 % (kontrol),  4 %, 8% dan 12 %. Hasil yang didapatkan yaitu pelepasan sucker kutu ikan pada ikan koi pada perlakuan A (dosis 4 %) adalah 32 menit 36 detik, perlakuan B (dosis 8 %) 27 menit 12 detik, perlakuan C (dosis 12 %) 8 menit 12 detik. Dari hasil uji sidik ragam (ANOVA) perlakuan berbeda sangat nyata. Hubungan konsentrasi terhadap pelepasan sucker kutu ikan  pada ikan koi diperoleh persamaan Y = -3,092 x + 46,95 dengan koefisien determinasi sebesar R2= 0,911. Berdasarkan uji statistika ini diperoleh konsentrasi ekstrak bawang putih yang menghasilkan dosis optimum adalah sebesar 6,33%  Kondisi tingkah laku ikan pada akhir penelitian menunjukkan gejala yang normal dan kualitas air berada pada kisaran yang cukup optimal. Kondisi tingkah laku ikan pada akhir penelitian menunjukkan gejala yang normal dan kualitas air berada pada kisaran yang cukup optimal.
KAJIAN TENTANG LAJU PERTUMBUHAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forskall) PADA TAMBAK SISTEM SILVOFISHERY DAN NON SILVOFISHERY DI DESA PESANTREN KECAMATAN ULUJAMI KABUPATEN PEMALANG Susanti, Rina; Sulardiono, Bambang; -, Supriharyono
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.345 KB)

Abstract

Tambak merupakan salah satu jenis habitat yang dipergunakan sebagai tempat untuk kegiatan budidaya air payau yang berlokasi di daerah pesisir. Sistem Tambak Silvofishery merupakan suatu kegiatan budidaya perikanan yang dikombinasikan dengan pengelolaan hutan mangrove. Dalam penelitian ini, pengambilan sampel dilakukan setiap satu minggu sekali selama 4 minggu dengan mencatat laju pertumbuhan ikan bandeng yaitu dengan mengukur panjang dan berat ikan bandeng. Populasi yang dimaksud adalah ikan Bandeng yang diambil 50 sampel  dari jumlah ikan yang ada di tambak silvofishery dan non silvofishery. Padat penebaran ikan bandeng 2000 ekor/ 0,5 Ha, dengan media tambak silvofishery dan non silvofishery. Serta dilakukan pula pengukuran parameter pendukung seperti suhu, salinitas, pH, kecerahan, oksigen terlarut, nitrat, dan fosfat. Hasil analisis uji-t dengan Two-Sample Assuming Equal Variances bobot Specific Growth Rate (SGR) ikan bandeng pada tambak sistem silvofishery dengan bobot SGR ikan bandeng pada tambak non silvofishery menunjukkan nilai T hitung sebesar 0,186 dan T tabel sebesar 0,859. Berdasarkan data statistik tersebut maka T hitung < dari T tabel yang berarti tidak terdapat perbedaan rata-rata bobot SGR ikan bandeng pada tambak silvofishery dengan bobot SGR ikan bandeng pada tambak non  silvofishery.
BIOMASSA KARBON VEGETASI MANGROVE MELALUI ANALISA DATA LAPANGAN DAN CITRA SATELIT GEOEYE DI PULAU PARANG, KEPULAUAN KARIMUNJAWA Febrianti, Dewati Ayu; Hartoko, Agus; -, Suryanti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1212.186 KB)

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu hutan yang mempunyai simpanan karbon tertinggi di kawasan tropis. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan eksploratif dan pengambilan data menggunakan metode purposive sampling. Pengukuran besarnya biomassa tersimpan di atas permukaan tanah (batang, cabang, dan daun) dihitung menggunakan persamaan allometrik dengan tidak merusak vegetasi mangrove, dimana dalam penelitian ini mengestimasi stok karbon vegetasi mangrove menggunakan citra GeoEye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biomassa karbon vegetasi mangrove Pulau Parang sebesar 128,29 ton/ha (64,15 ton C/ha), dengan simpanan karbon terbesar terdapat pada bagian batang. Dari analisa regresi polynomial untuk pemodelan sebaran biomassa karbon pada tajuk mangrove didapatkan hasil bahwa tajuk Rhizophora mucronata tertinggi di stasiun I berkisar antara 0,0001 – 0,143 ton C dengan persamaan y = - 0,0436 (B2/B3)2 + 0,526 (B2/B3) - 1,4642, sebaran biomassa karbon tajuk Bruguiera gymnorrhiza tertinggi juga terdapat pada stasiun I berkisar antara 0,0001 – 0,081 ton C dengan persamaan y = - 0,0027 (B2/B3)2 + 0,0649 (B2/B3) – 0,2432, serta sebaran biomassa karbon tajuk Bruguiera cylindrica hanya terdapat pada stasiun III berkisar antara 0,0014 – 0,0619 ton C dengan persamaan y = - 0,0089 (B2/B3)2 + 0,0632 (B2/B3) - 0,0683.
KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN MAKROZOOBENTHOS PADA SUBSTRAT DASAR BERLOGAM TIMBAL (Pb) DI PESISIR TELUK JAKARTA Marbun, Lolo Ray; -, Ruswahyuni; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.718 KB)

Abstract

Teluk Jakarta sebagai pintu gerbang masuk ibukota telah mengalami pencemaran yang telah melewati ambang batas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kadar konsentrasi timbal (Pb) dalam substrat terhadap kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobenthos di pesisir Teluk Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, sedangkan metode yang digunakan untuk pengambilan sampel metode purposive sampling. Adapun lokasi sampling sebagai berikut :Stasiun I (Muara Cengkareng), Stasiun II (Muara Marina), Stasiun III (Muara Merunda).Hasil perhitungan pada Stasiun I diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 100 ind/0,027m3, indeks keanekaragaman sebesar 1,88, indeks keseragaman sebesar 0,76 dengan nilai konsentrasi timbal dalam substrat sebesar 50,02 ppm. Hasil perhitungan pada Stasiun II diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 893 ind/0,027m3, indeks keanekaragaman sebesar 0,32, indeks keseragaman sebesar 0,15 dengan nilai konsentrasi timbal dalam substrat sebesar 7,145 ppm. Hasil perhitungan pada Stasiun III diperoleh nilai kelimpahan individu sebesar 18 ind/0,027m3, indeks keanekaragaman sebesar 1,2, indeks keseragaman sebesar 0,75 dengan nilai konsentrasi timbal dalam substrat sebesar 35,73 ppm.
Efektifitas Fasilitas Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pasir Dalam Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Di Kabupaten Kebumen Wardani, Muhamad Sutri; Ghofar, Abdul; Saputra, Suradi Wijaya
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.62 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan merupakan pusat pengembangan ekonomi yang mempunyai tugas pokok untuk menunjang peningkatan usaha di bidang perikanan. Untuk memacu perkembangan dan pertumbuhan usaha perikanan serta peningkatan taraf hidup nelayan, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Kabupaten Kebumen mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi Pelabuhan Perikanan dilihat dari potensi sumberdaya perikanan yang besar. Kabupaten Kebumen mempunyai wilayah penangkapan yang cukup luas, adanya sumber daya perikanan laut yang memungkinkan dieksploitasi oleh armada perikanan yang cukup besar dan jumlah nelayan yang cukup banyak, adanya industri pengolahan ikan dan kegiatan pemasaran, serta dukungan yang besar dari masyarakat nelayan Kebumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CPUE (Catch per Unit Effort) selama sepuluh tahun di Kabupaten Kebumen mengalami fluktuasi, nilai cpue alat tangkap pelagis tertinggi  131,62 kg/trip tahun 2002 dan terendah 20,95 kg/trip pada tahun 2008 sedangkan nilai cpue alat tangkap demersal tertinggi  16,17 kg/trip tahun 2007 dan terendah 0,45 kg/trip pada tahun 2004. Kondisi fasilitas-fasilitas di PPI saat ini sebagian rusak dan kurangnya perawatan. Persepsi nelayan Pasir  terhadap efektifitas pengembangan fasilitas PPI Pasir dalam kaitan dengan pengelolaan sumberdaya perikanan didominasi kategori cukup baik 73,15%. Kondisi fasilitas di PPI Pasir dalam kategori kurang baik 91,3% pada fasilitas dasar, cukup baik 65,22% pada fasilitas fungsional dan kurang baik 54,35% pada fasilitas penunjang.
PERUBAHAN LUAS VEGETASI MANGROVE DI PULAU PARANG, KEPULAUAN KARIMUNJAWA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT Widiyanti, Angela Merici Dwi; Hartoko, Agus; Hendrarto, Boedi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1266.514 KB)

Abstract

Mangrove di Pulau Parang digunakan untuk kegiatan masyarakat sehingga luas vegetasi mangrove semakin lama semakin berkurang. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif. Pengambilan sampel di area mangrove menggunakan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan pengecekan lapangan dari hasil klasifikasi tidak terbimbing dengan menggunakan kombinasi band citra satelit. Hasil penelitian didapatkan jenis mangrove yang ditemukan di stasiun pengamatan Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa adalah Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera cylindrica, dan Avicennia marina. Jenis Rhizophora apiculata dan Avicennia officinalis hanya ditemukan beberapa pohon di kawasan mangrove Rawa Buaya. Jenis Sonneratia alba hanya ditemukan dua pohon yang cukup jauh dari kawasan mangrove Batu Merah. Status kondisi mangrove di Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa berdasarkan kriteria baku kerusakan mangrove untuk kategori pohon dengan kerapatan rata-rata 1,275 ind/Ha dan penutupan rata-rata 37,50% termasuk dalam kriteria rusak jarang, kategori anakan dengan kerapatan rata-rata 372 ind/Ha termasuk dalam kriteria rusak jarang, sedangkan untuk kategori semai dengan kerapatan rata-rata 13.889 ind/Ha termasuk dalam kriteria baik sangat padat. Luas vegetasi mangrove di Pulau Parang, Kepulauan Karimunjawa pada tahun 1997 sebesar 46,80 Ha yang pada tahun 2004 berkurang menjadi 41,44 Ha lalu pada tahun 2011 berkurang menjadi 38,36 Ha. Perubahan penurunan luas mangrove dari tahun 1997 – 2011 adalah sebesar 18,03%. 
KAJIAN KELIMPAHAN BULU BABI DAN PENUTUPAN TERUMBU KARANG PADA DAERAH BARAT DAN TIMUR PULAU BURUNG, KABUPATEN BELITUNG Gandung, Setiawan; -, Ruswahyuni; -, Subiyanto
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.586 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman bulu babi dan mengetahui presentase penutupan terumbu karang di daerah barat dan timur Pulau Burung Kabupaten Belitung. Line Transect digunakan untuk pengambilan data tutupan terumbu karang dan kuadran transect ukuran 1 x 1 m digunakan untuk pengambilan data kelimpahan bulu babi. Penelitian ini dilakukan pada kedalaman 3 meter pada stasiun A dan stasiun B. Panjang line transek adalah 10 m, kuadran  mengikuti line transek  dengan cara meletakan kuadran transek diatas line transek.Pada daerah barat didapatkan kelimpahan individu bulu babi sebanyak 93 ind/90m² untuk spesies Diadema setosum, untuk kelimpahan individu bulu babi pada daerah timur sebanyak 32 ind/90m² untuk spesies Diadema setosum. Hasil penelitian jenis karang yang ditemukan diperairan pulau Burung yaitu jenis Porites sp, Acropora sp, Miliopora sp, Hydnopora sp, Merulina sp, Seriatopora sp, Montipora sp, Galaxea sp, Favia sp dan Montastrea sp. Nilai prosentase penutupan karang hidup di daerah barat sebesar 52,42%, sedangkan nilai prosentase penutupan karang hidup di daerah timur sebesar 15,78%. Uji independent sample t-test hasil P-value sebesar 0,009 ( ≤ 0,05), sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kelimpahan bulu babi pada daerah barat dan timur.
HUBUNGAN SEBARAN STRUKTUR KOMUNITAS KARANG DENGAN VARIABILITAS KUALITAS LINGKUNGAN DI PERAIRAN TERUMBU DI PULAU BURUNG KABUPATEN BELITUNG Sulaksono, Septian Budi; -, Ruswahyuni; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.15 KB)

Abstract

Pulau Belitung merupakan wilayah kepulauan yang menyimpan kekayaan laut, terutama terumbu karang yang berlimpah. Hal ini disebabkan karena perairan Belitung merupakan perairan tropis. Kehidupan terumbu karang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di perairan tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, maka perlulah dilakukan suatu kajian secara seksama tentang hubungan variabel lingkungan terhadap kondisi dan sebaran struktur komunitas karang, agar  dapat memberikan gambaran dan informasi mengenai kondisi terumbu karang dan sebaran struktur serta pengaruh variabel lingkungan di perairan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terumbu karang, pengaruh kualitas lingkungan terhadap kondisi dan sebaran terumbu karang di perairan Pulau Burung, Kabupaten Belitung. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret - april 2012.Jenis karang yang di dapat di lokasi penelitian adalah Acropora sp., Euphyllia sp., Favia sp., Favites sp., Fungia., Goniastrea sp., Helioporra sp., dan Porites sp.. Dari hasil perhitungan prosentase penutupan karang hidup di lokasi penelitian, didapatkan pada kedalaman 3 meter sebesar 56.15%, pada kedalaman 5 meter sebesar 54,57%, serta pada kedalaman 7 meter didapatkan hasil sebesar 67,3%. Penutupan karang di Pulau Burung Kabupaten Belitung dikategorikan baik, karena memiliki penutupan karang lebih dari 50%. Dari hasil uji regresi disimpulkan bahwa paremeter kualitas air memiliki hubungan yang cukup erat dengan kondisi terumbu karang di perairan Pulau Burung.
ANALISA KLOROFIL-α, NITRAT DAN FOSFAT PADA VEGETASI MANGROVE BERDASARKAN DATA LAPANGAN DAN DATA SATELIT GEOEYE DI PULAU PARANG, KEPULAUAN KARIMUNJAWA Indrawati, Ayuningtyas; Hartoko, Agus; Soedarsono, Prijadi
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.263 KB)

Abstract

Pulau Parang memiliki potensi sumberdaya alam vegetasi mangrove. Salah satu peran penting dari pohon mangrove adalah luruhan daun yang gugur (serasah). Sedimen di sekitar vegetasi mangrove kemudian bercampur dengan serasah yang merupakan sumber bahan organik. Unsur hara seperti nitrat dan fosfat yang terdeposit dalam sedimen merupakan unsur esensial bagi mangrove. Metode penelitian adalah eksploratif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel daun mangrove dan sedimen kemudian dianalisa di laboratorium, sehingga didapatkan nilai kandungan klorofil-a, bahan organik, nitrat dan fosfat. Berdasarkan data lapangan dilakukan analisa yang bertujuan melihat hubungan antar variabel. Pengolahan data citra dilakukan di laboratorium MGC, untuk menganalisa klorofil-a berdasarkan data lapangan dan data satelit GeoEye. Hasil penelitian menunjukkan luas vegetasi mangrove pada lokasi penelitian stasiun 1, 2 dan 3 adalah 6,70 ha, 6,54 ha dan 6,36 ha. Jenis mangrove yang ditemukan adalah Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera cylindrica dan Avicennia marina. Jenis mangrove yang dominan adalah Rhizophora mucronata. Kerapatan vegetasi mangrove tergolong padat. Keanekaragaman jenis tergolong rendah dan keseragaman spesies sedang. Pemodelan algoritma kandungan klorofil-a berdasarkan data lapangan dan data satelit GeoEye bisa menghasilkan persamaan regresi untuk tiap jenis mangrove pada masing-masing stasiun serta terdapat keeratan hubungan antara klorofil-a lapangan dengan klorofil-a algoritma citra GeoEye. Hasil analisa data lapangan menunjukkan terdapat keeratan hubungan antara klorofil-a daun mangrove dengan nitrat, fosfat sedimen dan bahan organik dengan nitrat, fosfat.
HUBUNGAN KANDUNGAN NITRAT (NO3) & FOSFAT (PO4) TERHADAP PERTUMBUHAN BIOMASSA BASAH ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) YANG BERBEDA LOKASI DI PERAIRAN RAWA PENING AMBARAWA, KABUPATEN SEMARANG Bakhtiar, Raidie; Soedarsono, Prijadi; Sulardiono, Bambang
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.201 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hubungan kandungan nitrat dan fosfat terhadap pertumbuhan biomassa basah eceng gondok yang berbeda lokasi di perairan Rawa Pening Ambarawa, dan mengetahui perbandingan lokasi pengikatan eceng gondok ditinjau dari pengukuran kandungan nitrat dan fosfat selama selang waktu 14 hari (2 minggu). Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni 2012. Parameter panjang meliputi : tinggi batang eceng gondok, keliling total rumpun, luasan total rumpun, Parameter berat terdiri atas berat basah eceng gondok, dan Parameter Jumlah terdiri atas jumlah helai daun eceng gondok. Parameter kualitas air yang diukur adalah oksigen terlarut (DO), pH, suhu, kecerahan, kedalaman, nitrat dan fosfat. Hasil yang diperoleh melalui pengukuran kualitas air adalah oksigen terlarut 3,5 mg/l – 6,8 mg/l, pH 8,5 – 11,7, suhu perairan 270C  − 330C, nilai kecerahan 52,9 – 71,6 cm, nilai kedalaman 2,57 – 3,98 m. Untuk nilai kadar nitrat dan fosfat meliputi: Lokasi A di Kampung Rawa Tambakarejo memiliki nitrat 0,174 – 0,553 mg/l dan fosfat 0,023 – 0,052 mg/l.  Lokasi B di Sub DAS Torong memiliki nitrat 0,033 – 0,196 mg/l dan fosfat 0,012 – 0,037 mg/l. Lokasi C di Wisata Bukit Cinta Rawa Pening memiliki nitrat 0,527 – 1,467 mg/l dan fosfat 0,016 – 0,054 mg/l. Lokasi D di TPI Dinas Perikanan Ambarawa memiliki nitrat 0,295 – 1,070 mg/l dan fosfat 0,021 – 0,038 mg/l. Pada lokasi C memberikan hasil lebih baik terhadap pertumbuhan biomassa dibandingkan dengan perlakuan di lokasi yang lain. Pertumbuhan biomassa optimum eceng gondok berada pada kadar Nitrat (NO3) sebesar 1,467 mg/l yang terdapat pada waktu penelitian ke-3 dengan biomassa basah eceng gondok yaitu 2,87 kg dan pertumbuhan biomassa sebesar 2,091% kg/hari.

Page 1 of 2 | Total Record : 14