cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013" : 14 Documents clear
HUBUNGAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK SEDIMEN DAN KELIMPAHAN BIOTA MEIOFAUNA PADA DAERAH SUPRALITORAL PANTAI TANJUNG KELAYANG KABUPATEN BELITUNG -, Munandar; -, Ruswahyuni; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.592 KB)

Abstract

Pada ekosistem pantai kelimpahan biota meiofauna sangat penting peranannya dalam struktur rantai makanan. Biota meiofauna bersifat relatif menetap pada dasar perairan, oleh karena itu adanya perubahan lingkungan akibat eksploitasi dan pencemaran yang berlebihan dapat mengurangi kelimpahan biota meiofauna sehingga secara tidak langsung dapat mengganggu ekosistem karena biota meiofauna sangat penting peranannya dalam rantai makanan.Kehidupan organisme perairan dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya baik fisik, kimia maupun biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan biota meiofauna di pantai Tanjung Kelayang dan untuk mengetahui hubungan antara kandungan bahan organik pada sedimen dan kelimpahan biota  meiofauna di pantai Tanjung Kelayang yang terdiri dari 3 stasiun yaitu stasiun A merupakan daerha yang terkenan percikan air, B daerah yang kadang-kadang tergenang air dan C daerah yang selalu tergenang air. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2012 di Pantai Tanjung Kelayang Kabupaten Belitung.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif, metode deskriftif adalah suatu metode dalam meneliti status suatu obyek, suatu kondisi ataupun suatu peristiwa pada masa sekarang. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan 1 Phylum yaitu Nematoda yang terdiri dari 14 spesies, yaitu Rhabdodemania sp, Epacanthion sp, Anoplostoma sp , Halalaimus sp, Enoplolaimus sp, Oncholaimellus sp, Pareurystomina sp, Gairleanema sp, Oxystomina sp, Synonchus sp, Platicoma sp, Trissonchulus sp, Mesacanthion sp, dan Thalassironus sp. Dari hasil indeks keanekaragaman dan keseragaman dari ketiga stasiun menunjukan kondisi perairan baik karena tingkat keanekaragaman spesies tinggi, serta tidak ada spesies yang mendominasi di lokasi tersebut. Kelimpahan biota meiofauna pada ketiga stasiun yaitu, stasiun A 107000 ind./m3,   B 12100 ind./m3, dan C 163000 ind./m3. Berdasarkan analisis korelasi yang dilakukan, bahwa kandungan bahan organik mempunyai hubungan yang nyata dan memiliki keeratan.
KUALITAS PERAIRAN SUNGAI SEKETAK SEMARANG BERDASARKAN KOMPOSISI DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON Sumartini, Susi; -, Suryanti; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.06 KB)

Abstract

Sungai Seketak terletak di kelurahan Tembalang, kecamatan Tembalang, kota Semarang.  Semakin bertambahnya jumlah penduduk dan berdirinya pusat-pusat pendidikan di daerah Tembalang serta rencana pembangunan waduk pendidikan Diponegoro yang memanfaatkan aliran Sungai Seketak tentunya memberikan dampak bagi organisme yang hidup di perairan tersebut. Salah satunya adalah fitoplankton yang merupakan produsen utama. Masukan bahan organik maupun anorganik dari kegiatan manusia ke dalam badan air menyebabkan perubahan terhadap kualitas air dan keberadaan fitoplankton.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Juli  2012 di Sungai Seketak, Tembalang Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel air yang diambil dari Sungai Seketak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan metode pengambilan sampel adalah purposive sampling method. Frekuensi sampling dilakukan setiap 2 minggu sekali. Lokasi sampling terdiri dari 3 stasiun yaitu stasiun 1 merupakan inlet dari perencanaan waduk pendidikan Diponegoro. Lokasi ini berdekatan dengan jembatan dan gerbang pintu masuk UNDIP dan merupakan kawasan padat penduduk dimana di lokasi ini banyak ditemukan limbah rumah tangga dari warga sekitar yang dibuang langsung ke badan sungai. Stasiun 2 merupakan bagian tengah dari perencanaan waduk pendidikan Diponegoro berdekatan dengan Rusunawa UNDIP. Stasiun 3 merupakan stasiun yang sudah jauh dari kawasan padat penduduk yang merupakan outlet dari perencanaan waduk pendidikan Diponegoro.Hasil penelitian didapatkan 11 genera fitoplankton yaitu Oscillatoria sp., Anabaena sp., Nitzschia sp., Asterionella sp., Scenedesmus sp., Pediastrum sp., Volvox sp., Mougeotia sp., Closterium sp., Navicula sp., dan Dictyocha sp. Kelimpahan fitoplankton tertinggi yaitu pada stasiun 2 sebesar 7.451 Ind/L yang didominasi oleh Mougeotia sp. Indeks keanekaragaman pada tiap stasiun menunjukkan nilai 1,49 pada stasiun 1, 1,29 pada stasiun 2 dan 1,12 pada stasiun 3 dimana nilai dari ketiga stasiun menunjukkan kisaran 1 – 3 yang berarti perairan termasuk dalam kategori tercemar sedang. Indeks keseragaman mendekati 1 yang artinya jumlah setiap spesies sama atau setidaknya hampir sama.
ASPEK REPRODUKSI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI PERAIRAN RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG Kuncoro, Maulana Dhimas; -, Subiyanto; Solichin, Anhar
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.728 KB)

Abstract

Rawa Pening merupakan salah satu perairan yang potensial dengan sumberdaya ikan. Ikan Nila merupakan salah satu jenis ikan yang dijadikan salah satu target penangkapan oleh nelayan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aspek reproduksi dan pertumbuhan. Metode penelitian adalah  metode survei yang bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara simple sensus sampling. Pengambilan sampel ini dilakukan setiap satu bulan sekali selama tiga bulan yaitu bulan Mei, Juni, Juli 2012. Pengumpulan data dilakukan di laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Jurusan Perikanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan Nila selama 3 bulan penelitian bersifat allometrik negatif, bulan Mei dengan nilai b = 2,102, bulan Juni 2,211 serta bulan Juli 2,964, faktor kondisi menunjukkan kurang pipih (bertubuh kurus), ukuran rata-rata tertangkap (L 50%) sekitar 133 mm, L∞ sekitar 263 mm dan 1/2 L∞ = 131 mm, yang artinya ukuran tersebut layak tangkap. Nilai IKG berkisar 0,03-2,5. Pada bulan Mei rata – rata fekunditasnya berjumlah 123 butir, bulan Juni berjumlah 398 butir, dan Juli berjumlah 587 butir. Prosentase ikan Nila di perairan sebesar 56,89% ikan jantan, dan 43,10% ikan betina.
ANALISIS HUBUNGAN SUHU PERMUKAAN LAUT, KLOROFIL-a DATA SATELIT MODIS DAN SUB-SURFACE TEMPERATURE DATA ARGO FLOAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN TUNA DI SAMUDERA HINDIA Latumeten, Geertruidha Adelheid; Purwanti, Frida; Hartoko, Agus
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.399 KB)

Abstract

Tuna is a large pelagic fish that has three characters. First, most of Tuna were found in upwelling and sea water front area. Second, Tuna have a migratory instinct to locate abundant source of food area. Third, each species of Tuna has sub-surface temperature preference The research used explorative method and the sampling method used purposive sampling. Data used in the research are sea surface temperature, chlorophyll-a from the MODIS satellite data and sub-surface temperature from the ARGO Float data. The result has shown that the highest Tuna catch occurs on the east season except for southern bluefin Tuna which was only caught on the west season. The upwelling phenomenon was detected on the west season and the sea water front phenomenon was detected on the east season.  Analysis of single and multiple correlation between sub surface temperature and Tuna catch has shown high correlation with the coefficient correlation value is above 0.5 for both seasons. Based on the research, yellowfin Tuna has temperature range of 21 – 27 ⁰C in the depth of 80 m – 100 m, bigeye Tuna is 10 – 23 ⁰C in the depth of 150 m, albacore is 11 – 19 ⁰C in the depth of 150 m and southern bluefin Tuna is 12 – 16 ⁰C in the depth of 200 m.

Page 2 of 2 | Total Record : 14