cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Management of Aquatic Resources Journal (Maquares)
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27216233     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Management of Aquatic Resources diterbitkan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Jurnal Management of Aquatic Resources menerima artikel-artikel mengenai bidang perikanan, manajemen sumberdaya perairan.
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014" : 34 Documents clear
ANALISIS TOTAL BAKTERI, TOM, NITRAT DAN FOSFAT DI PERAIRAN ROWO JOMBOR, KABUPATEN KLATEN Indriyastuti, Janisa Ferril; Muskananfola, Max Rudolf; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.793 KB)

Abstract

Perairan Rowo Jombor dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan pengairan maupun kegiatan penangkapan dan budidaya ikan. Selain itu adanya warung apung yang ada di atas rawa ini juga menambah daya tarik wisatawan. Banyaknya aktivitas yang membuang limbah langsung ke perairan, menyebabkan produktivitas rawa ini berkurang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: kandungan Total Bakteri di perairan Rowo Jombor dan kandungan TOM, Nitrat dan Fosfat di perairan Rowo Jombor. Penelitian dilakukan pada bulan Mei – Juni 2014 menggunakan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun yaitu Stasiun 1 kawasan warung apung, stasiun 2 Karamba Jaring Apung, dan stasiun 3 perairan terbuka. Sampel bakteri disimpan menggunakan botol kaca 500 ml yang sudah di sterilisasi, sedangkan sampel TOM, Nitrat, dan Fosfat disimpan dalam botol sampel 600 ml. Media yang digunakan untuk penumbuhan bakteri adalah agar PCA. Setelah inkubasi 48 jam, koloni bakteri dihitung dengan colony counter. Hasil penelitian menunjukkan kandungan bakteri antara 340 - 16.000 CFU/ml, TOM 17,55 – 21,70 mg/l, Nitrat 0,03 – 1,22 mg/l, Fosfat 0,5043 – 10, 8425 mg/l. Berdasarkan hasil tersebut, kandungan total bakteri masih dapat ditoleransi karena tidak lebih dari 106 CFU/ml. Thes waters of Rowo Jombor are utilized for irrigation, fishing activities and fish cultivation. In addition, the restaurants that were floating on the top of the  swamp were also attractive to tourists. Many activities that throw waste directly into water, causing swamp productivity decrease. The aim of this study are to know: the total bacteria, Total Organic Matter, Nitrate and Phosphate in the waters of Rowo Jombor. This research was concludid in May - June 2014 using a descriptive method. Samples were taken at three stations. Station 1 is floating stall,  station 2 is gradually tapered off web Float (cultivation fish), and station 3 is  open waters. Sample of bacteria was stored using glass bottle 500 ml that has been sterilized, while samples of TOM, Nitrate, and phosphate was are stored in samples bottles 600 ml. The results of the study showed that content of bacteria between 340 - 16,000 CFU/ml, TOM 17.55 - 21.70 mg/l, Nitrate 0.03 - 1.22 mg/l, Phosphate 0.5043 - 10, 8425 mg/l. Based on the results that the total bacteria are still in the tolerable range because not more than 106 CFU/ml.
HUBUNGAN TOTAL BAKTERI DENGAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK TOTAL DI MUARA KALI WISO, JEPARA Kristiawan, Deni; Widyorini, Niniek; Haeruddin, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.297 KB)

Abstract

Muara merupakan salah satu ekosistem yang penting yang berada di pesisir. Muara juga termasuk tempat terjadinya siklus dekomposisi unsur-unsur hara. Ketersediaan unsur hara didalam suatu perairan dapat menjadi indikator kesuburan perairan tersebut. Dalam hal ini, unsur hara yang dilihat adalah kandungan bahan organik total di perairan Kali Wiso, Jepara. Zat hara tersebut sangat berperan penting terhadap kelangsungan hidup organisme didalamnya. Bakteri sebagai dekomposer bahan-bahan organik sangat berperan aktif untuk menyediakan zat-zat hara di perairan seperti bahan-bahan organik. Oleh sebab itu, kandungan total bakteri di sebuah perairan terutama dalam penyedia unsur hara dapat digunakan sebagai indikator kesuburan perairan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2014 dengan tujuan untuk mengetahui total bakteri di perairan Muara Sungai Kali Wiso, Jepara, serta kandungan bahan organik total di perairan Muara Sungai Kali Wiso, Jepara, dan hubungan antara total bakteri dengan bahan organik total di perairan Muara Sungai Kali Wiso, Jepara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Pengambilan sampel pada Muara Kali Wiso dilakukan pada tiga stasiun pengamatan. Stasiun satu merupakan bagian awal aliran air Muara Kali Wiso. Stasiun dua merupakan bagian tengah aliran air Muara Kali Wiso. Stasiun tiga merupakan bagian akhir aliran air Muara Kali Wiso yang sudah berbatasan langsung dengan laut. Pengambilan sampel air, kemudian dilakukan analisa di laboratorium untuk pengukuran total bakteri dan bahan organik total. Selain itu, pengukuran yang dilakukan secara in situ adalah pengukuran suhu, kecerahan, arus, derajat keasaman air, oksigen terlarut dan salinitas. Total Bakteri di Perairan Muara Kali Wiso, Jepara berkisar antara 710 x 102 cfu/ml hingga 2300 x 102 cfu/ml. Kandungan Bahan organik total di Perairan Muara Kali Wiso, Jepara berkisar antara 34,444 mg/l hingga 72,048 mg/l. Total bakteri dengan bahan organik total yang terdapat di Perairan Muara Kali Wiso, Jepara memiliki hubungan yang sangat erat.  Estuary is one of the important ecosystems located on the coast. Estuary is also the site of the decomposition cycle nutrients. The availability of nutrients in the waters can be an indicator of waters fertility. In this case, the element nutrient which is visible content of total organic matter in Kali Wiso Estuary , Jepara. The nutrients are crucial to the survival of organisms therein. Bacteria as decomposers of organic material very active role to provide nutrient substances in the water such as organic materials. Therefore, the total content of bacteria in a water especially in nutrient provider can be used as an indicator of waters fertility. This research was conducted on February – March 2014 in order to determine the total bacteria in the Kali Wiso estuary, Jepara, and the amount of total organic matter in the Kali Wiso estuary, Jepara, and the relations between total bacteria and total organic matter in the Kali Wiso estuary, Jepara. The method used in this research is descriptive. Sampling was conducted at Kali Wiso estuary at three observation stations. Station one is the first part of  Kali Wiso estuarine stream. Station two is a central part of Kali Wiso estuarine stream. Station three is the final part of Kali Wiso estuarine stream which is directly adjacent to the sea. Sampling for water samples, and then analyzed in the laboratory for measurement of total bacteria and total organic matter. In addition, measurements are made in situ measurements of temperature, brightness, flow, water acidity, total oxygen and salinity. Total Bacteria in the Kali Wiso estuarine waters, Jepara ranging from 710 x 102 cfu/ml up to 2300 x 102 cfu/ml. Content of Total Organic Matter in Kali Wiso estuarine waters, Jepara ranged between 34.444 mg/l up to 72.048 mg/l. Total bacteria and the content of total organic matter in Kali Wiso estuarine waters, Jepara has a very close relation.
KARAKTERISTIK DAN TOKSISITAS LIMBAH CAIR DARI KEGIATAN PERIKANAN DI PASAR KOBONG, SEMARANG TERHADAP Chlorella sp. Lestari, Agustiani Puji; Haeruddin, -; Ain, Churun
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.768 KB)

Abstract

Pasar Kobong merupakan salah satu tempat berdagang bagi masyarakat di kawasan Pengapon, Kecamatan Semarang Utara. Limbah cair dihasilkan dari kegiatan pencucian ikan dan air sisa perebusan ulang dari ikan pindang. Hal ini dapat berdampak pada penurunan kualitas air dengan adanya perubahan kondisi fisika, kimia, dan biologi perairan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik limbah cair dilihat dari parameter temperatur, pH, BOD5, dan COD, serta untuk mengetahui tingkat toksisitas limbah cair dari kegiatan perikanan di Pasar Kobong terhadap Chlorella sp. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratoris. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Pemberian perlakuan pada media uji terhadap Chlorella sp. dengan konsentrasi pengenceran air limbah 0%, 12,5%, 25%, 50%, dan 100%, kemudian dihitung nilai kepadatan akhirnya. Pengukuran parameter fisika dan kimia meliputi temperatur, pH, BOD5, dan COD. Kemudian melakukan analisis regresi korelasi dan one way anova. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa hubungan antara log konsentrasi limbah cair dengan Probit persentase penghambatan pertumbuhan Chlorella sp. memiliki nilai keeratan dengan nilai r = 0,8415. Hasil analisis anova menunjukkan konsentrasi limbah berpengaruh terhadap pertumbuhan Chlorella sp. dengan nilai signifikansi 0,000 (sig <0,05). Nilai konsentrasi penghambatan median (IC50) 96 jam adalah 22387,21% atau 223,88 kali dari media uji untuk menghambat pertumbuhan Chlorella sp. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa limbah cair yang dihasilkan di Pasar Kobong memiliki karakteristik suhu berkisar antara 27-28 ºC, pH 7-8,  sedangkan nilai BOD5 dan COD berbahaya bagi lingkungan perairan karena telah melebihi ambang batas baku mutu yang telah ditetapkan, dengan nilai BOD5 70,66-1447,10  mg/l, dan COD 114,62-2296,30 mg/l. Berdasarkan uji toksisitas menunjukkan bahwa air limbah dari kegiatan perikanan di Pasar Kobong tidak menghambat pertumbuhan Chlorella sp. tapi bersifat sebagai perangsang pertumbuhan Chlorella sp. Pasar Kobong is one of fish market in the region Pengapon, North Semarang District. Liquid waste water generated from washing of fish and from boiled fish. Its can impact on the quality of the water by the changing conditions in physics, chemistry, and biology of the waters. The purposes of this study are to know waste water characteristics which is seen from the parameters of temperature, pH, BOD5, and COD, as well as to determine the toxicity of the effluent from the fisheries in the Pasar Kobong toward Chlorella sp. This study used laboratory experimental method. The experimental design used was completely randomized design. Treatment on the test medium toward Chlorella sp. with a concentration of waste water are 0%, 12,5%, 25%, 50%, and 100%, and the final density value will be calculated. Measurement of physical and chemical parameters include temperature, pH, BOD5, and COD. Then, data analyzed using regretion correlation and one way anova test. Regression analysis showed that the relationship between log concentration waste water by probit percentage inhibition of growth of Chlorella sp. have strong correlation with r value is 0.8415. The results of the ANOVA analysis showed effluent concentration effect on the growth of Chlorella sp. with a value of significant is 0,000 (sig<0,05). The median inhibitory concentration (IC50) 96 hours is 22387,21%, or 223,66 times of test media could inhibit the growth of Chlorella sp.. Based on the results of this study is concluded that the waste water produced in the Pasar Kobong has characteristics temperatures between 27-28 ºC, pH 7-8, wich BOD5 and COD are harmful for environment with value of BOD5 70.66 to 1447.10 mg/L, and COD from 114,62 to 2296,30 mg/L. Based on toxicity test showed that waste water from the fisheries in the Pasar Kobong is not inhibit the growth of Chlorella sp. but stimulating growth of Chlorella sp.
KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA PERAIRAN HABITAT BIVALVIA DI SUNGAI WISO JEPARA Pancawati, Dika Nugraini; Suprapto, Djoko; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.046 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat dan interaksi fisika kimia perairan terhadap habitat bivalvia. Metode yang digunakan adalah metode eksploratif dan pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling (SRS). Penelitian dilakukan di Sungai Wiso, Jepara pada bulan April 2014 dengan mengambil titik sampling sejumlah 20 titik secara acak. Titik sampling yang digunakan untuk menganalisis faktor fisika kimia perairan adalah titik yang memiliki kepadatan tertinggi dan terendah. Uji statistik regresi dan korelasi dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor fisika kimia perairan terhadap bivalvia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik yang memiliki kepadatan tertinggi adalah T6, T17, T20 dan titik yang memiliki kepadatan terendah adalah T1, T2, T3. Hasil analisis faktor fisika kimia perairan yang diperoleh, seperti kecerahan perairan berkisar 17-32 cm; kedalaman berkisar 17-53 cm; temperatur air berkisar 27-30 oC; kecepatan arus berkisar 0,14-0,4 m/dt dengan tipe arus lambat sampai sedang; pH senilai 7; oksigen terlarut (DO) berkisar 3-6,1 mg/l dan kandungan organik substrat berkisar 2,3-8,3%. Keberadaan jenis bivalvia di dasar perairan berbanding positif dengan kecerahan, oksigen terlarut, dan bahan organik, serta berbanding negatif dengan kecepatan arus. Dalam interaksi fisika kimia perairan terhadap habitatnya, bivalvia cenderung memilih kondisi lingkungan serta tipe habitat yang sesuai, agar tetap tumbuh dan berkembangbiak. Indikasi yang menunjukkan kesesuaian suatu habitat bagi bivalvia adalah seragamnya bivalvia yang ditemukan pada lokasi penelitian ini dan bivalvia yang dominan adalah Anadara sp. This research aimed to determine the physical chemical interactions formed a properties aquatic habitat of bivalves. The applied method was exploratory and sampling using Simple Random Sampling (SRS). The research was conducted in Wiso River, Jepara in April 2014, by taking sampling point a number of 20 point randomly. Sampling points to analyze the physical chemical waters factor is a point that has the highest and lowest of bivalves density. Regression and correlation statistical tests were used to identify the influence or those environmental factors to bivalves. The results shown that the point which has the highest density is T6, T17, T20 and the point that has the lowest density is T1, T2, T3. The results of chemical physical waters analysis obtained, such as the water transparency ranged from 17-32 cm, the water depth ranged from 17-53 cm, while water temperature 27-30 oC, stream velocity ranged from 0,14-0,4 m/dt within slow type to medium, acidity observed 7, dissloved oxygen (DO) was around 3-6,1 mg/l and the persentation organic substrates was 2,3-8,3. The existence of bivalves in waters linear positive to brightness, dissolved oxygen,  and organic substrates, as well as linear negative to the flow velocity. In the interaction of waters chemical physical to the habitats, bivalves tend to choose the environmental conditions and the type of suitable habitat, in order to growing well and multiply. This research shown that Anadara sp. was the dominant species found in the location. The characteristic habitat of Anadara sp. had been identified in this research.

Page 4 of 4 | Total Record : 34