cover
Contact Name
Yuliana Habibi
Contact Email
jurnaledureka@gmail.com
Phone
+6285642806661
Journal Mail Official
jurnaledureka@gmail.com
Editorial Address
Perum GIS No. 16 Desa Sampih Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan Jawa Tengah
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 31249760     EISSN : 3124971X     DOI : -
Core Subject :
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran adalah publikasi akademik yang berfungsi sebagai media diseminasi karya ilmiah di bidang pendidikan dan pembelajaran. Jurnal ini memuat hasil penelitian empiris, kajian teoretis, serta pengembangan model, strategi, dan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan kontemporer. Artikel-artikel yang diterbitkan ditulis oleh peneliti, akademisi, dan praktisi pendidikan dari berbagai latar belakang keilmuan. Melalui proses penelaahan ilmiah yang sistematis, Edureka bertujuan untuk memperkaya khazanah keilmuan, meningkatkan kualitas praktik pembelajaran, serta mendukung pengembangan kebijakan dan profesionalisme pendidik.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Analisis Persepsi Peserta Didik Terhadap Nilai Kejuangan dan Etika Profesi Guru serta Implikasinya Terhadap Karakter Belajar Hartinah; Khusnul Kotima Amri Amri; Salwa Al Aura Pratiwi; Andi Husnul Qhatimah
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i3.139

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi peserta didik terhadap nilai kejuangan dan etika profesi guru serta implikasinya terhadap karakter belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Negeri Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan kuesioner terbuka yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik memandang sangat positif nilai kejuangan guru, terutama pada aspek semangat mengajar yang konsisten. Di samping itu, persepsi peserta didik terhadap etika profesi guru juga dinilai positif dengan fokus utama pada penghormatan martabat siswa. Pembahasan penelitian ini membuktikan bahwa nilai kejuangan dan etika profesi guru saling bersinergi membentuk ekosistem moral di dalam kelas. Melalui keteladanan yang tulus, figur guru mampu mendorong peningkatan karakter belajar peserta didik secara signifikan dalam hal kemandirian, kedisiplinan, serta motivasi berprestasi.
Kontekstualisasi Pemikiran Pendidikan KH. Ahmad Dahlan dalam Modernisasi Pendidikan Islam di Indonesia Hidayatul Chasanah; Mulyanto Abdullah Khoir
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i3.156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengontekstualisasikan pemikiran pendidikan KH. Ahmad Dahlan dalam modernisasi pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber primer dan sekunder berupa buku, artikel ilmiah, jurnal, serta dokumen yang membahas pemikiran KH. Ahmad Dahlan dan perkembangan pendidikan Muhammadiyah. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi gagasan-gagasan utama yang relevan dengan modernisasi pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran pendidikan KH. Ahmad Dahlan berlandaskan pada empat aspek utama. Pertama, pendidikan integralistik yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum dalam satu sistem pendidikan. Kedua, penguatan rasionalitas dan semangat tajdid (pembaruan) yang mendorong umat Islam untuk berpikir kritis, terbuka terhadap ilmu pengetahuan, dan tetap berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ketiga, pendidikan berbasis amal yang menekankan implementasi ilmu dalam kehidupan sosial melalui kepedulian terhadap sesama. Keempat, pendidikan kader yang bertujuan membentuk generasi Muslim yang berilmu, berakhlak, memiliki jiwa kepemimpinan, dan mampu menjadi agen perubahan masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa pemikiran KH. Ahmad Dahlan tetap relevan dalam menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer. Oleh karena itu, gagasan beliau dapat dijadikan landasan dalam pengembangan pendidikan Islam yang modern, integratif, dan berkemajuan di Indonesia.
Analisis Peran Project Based Learning (PBL) dalam Peningkatan Keaktifan Belajar dan Keterampilan Abad ke-21: Sebuah Tinjauan Literatur Gita Salsabila; Nofa Zahra Febrianti; Umu Salamah
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i4.160

Abstract

Keaktifan belajar siswa merupakan salah satu indikator penting dalam keberhasilan proses pembelajaran. Namun, pembelajaran yang masih berpusat pada guru sering menyebabkan rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan belajar. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah Project Based Learning (PjBL), yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui penyelesaian proyek yang autentik dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi penerapan model PjBL dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai jurnal ilmiah, buku, serta sumber akademik yang relevan. Tahapan penelitian meliputi penelusuran sumber, identifikasi data, analisis, perbandingan, dan sintesis hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PjBL efektif meningkatkan keaktifan belajar siswa melalui peningkatan partisipasi dalam diskusi, kolaborasi, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan pemecahan masalah. Keberhasilan penerapan PjBL didukung oleh pemilihan proyek yang relevan, pembentukan kelompok heterogen, penerapan scaffolding, integrasi teknologi digital, dan asesmen autentik. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasinya, PjBL terbukti mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada siswa serta mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21.
Pembelajaran Digital dan Pengembangan Literasi Teknologi: Studi Kualitatif pada Siswa SMP Adi Prasetyo
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i1.193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran digital dan pengembangan literasi teknologi pada siswa SMP Satu Atap melalui pendekatan kualitatif. Studi dilakukan terhadap 12 siswa kelas IX yang telah mengikuti pembelajaran TIK pada kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% siswa tidak memiliki akses komputer di rumah dan penggunaan komputer di sekolah tergolong jarang. Meskipun akses terbatas, 83,3% siswa pernah menggunakan aplikasi seperti Microsoft Word, Excel, atau PowerPoint di sekolah. Sebagian besar siswa menyatakan pembelajaran komputer membantu meningkatkan keterampilan dan rasa percaya diri mereka dalam menggunakan teknologi. Selain itu, siswa menunjukkan kesadaran tinggi terhadap pentingnya literasi teknologi dan menginginkan penambahan materi komputer dalam kurikulum. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran digital, meskipun belum optimal, telah membentuk fondasi literasi teknologi yang mencakup aspek operasional dan afektif. Penguatan akses, integrasi kurikulum, dan dukungan kebijakan diperlukan untuk mengembangkan kompetensi digital siswa secara lebih berkelanjutan.
Eksplorasi Metode Praktik Langsung dalam Pembelajaran Fikih Shalat bagi Siswa MI Muhammadiyah Kobisonta Ridwan
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i3.186

Abstract

Metode praktik langsung dipandang sebagai pendekatan yang lebih efektif karena memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam mempraktikkan gerakan, bacaan, dan urutan shalat sesuai syariat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi metode praktik langsung dalam pembelajaran Fikih Shalat pada Siswa Muhammadiyah Kobisonta. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan desain studi kasus (case study). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karakter disiplin siswa berkembang melalui pengalaman belajar yang autentik, keterlibatan aktif dalam praktik shalat, keteladanan guru, serta pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode praktik langsung dalam pembelajaran Fikih Shalat efektif membentuk karakter disiplin Siswa Muhammadiyah Kobisonta. Melalui praktik ibadah yang dilakukan secara bertahap, berulang, dan disertai bimbingan guru, siswa tidak hanya memahami tata cara shalat secara benar, tetapi juga terbiasa menaati aturan, menghargai waktu, serta melaksanakan tanggung jawab selama proses pembelajaran.  Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkaya kajian mengenai pembelajaran Fikih berbasis praktik langsung sebagai pendekatan pembentukan karakter disiplin pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Motivasi Belajar Peserta Didik Sekolah Dasar Nurfi Naily Rizqoh
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i1.200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar Matematika peserta didik kelas III di MI Nurul Islam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya pencapaian akademik siswa yang kerap mengalami hambatan psikologis, kejenuhan, serta kecemasan dalam menghadapi materi matematika, diperparah dengan kondisi sebagian siswa yang tinggal di pondok pesantren jauh dari orang tua.  Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kuantitatif korelasional yang dipadukan dengan evaluasi tindakan kelas melalui tahapan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Subjek penelitian melibatkan seluruh peserta didik dan guru kelas III di MI Nurul Islam. Instrumen pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, serta angket skala Likert untuk mengukur motivasi belajar (X) dan dokumentasi nilai untuk hasil belajar Matematika (Y).  Hasil analisis statistik Product Moment menunjukkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,602 yang berada pada kategori kuat. Uji signifikansi menggunakan uji t menghasilkan t hitung sebesar 2,071 yang lebih besar dari t tabel 1,98498 pada taraf signifikansi 95%, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Selain itu, tingkat ketuntasan belajar klasikal meningkat dari 40% pada prasiklus menjadi 100% pada siklus II dengan rata-rata kelas mencapai 85,7. Temuan ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar terhadap hasil belajar Matematika siswa.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas III Sekolah Dasar pada Materi Operasi Hitung Perkalian Luthfi Rahmawati
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i2.201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesulitan belajar matematika pada materi operasi hitung perkalian serta faktor-faktor yang menjadi penyebabnya pada siswa kelas III di SD Negeri 3 Kutawaringin. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian yang terdiri atas satu orang guru kelas III serta dua orang siswa yang dipilih secara purposif berdasarkan karakteristik kemampuan belajar. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi kegiatan observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, serta analisis dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui penerapan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk kesulitan utama yang dialami oleh siswa, yaitu: (1) kesulitan dalam keterampilan berhitung; (2) kesulitan dalam memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang; dan (3) kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita. Faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya kesulitan belajar tersebut meliputi faktor internal, seperti rendahnya motivasi belajar dan kebiasaan mengandalkan hafalan, serta faktor eksternal, seperti kurangnya pendampingan orang tua di rumah dan minimnya penggunaan media konkret dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya perancangan pembelajaran matematika berbasis pemahaman konsep serta peningkatan kolaborasi yang aktif antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Peran Guru dalam Mengatasi Perilaku Verbal Bullying pada Siswa di SD Negeri 1 Pematang Tahalo Siti Khasanah Melia; Imam Faizin
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2026): Maret 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan secara mendalam mengenai bentuk-bentuk perilaku perundungan verbal serta strategi guru dalam mengatasinya pada siswa di SD Negeri 1 Pematang Tahalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis datanya menggunakan model interaktif yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perundungan verbal yang kerap terjadi meliputi pencemoohan kondisi fisik, pemberian julukan atau nama panggilan buruk, pencatutan nama orang tua, serta ancaman dan intimidasi lisan. Perilaku menyimpang ini dipicu oleh faktor internal berupa rendahnya regulasi emosi dan pemahaman moral siswa, serta faktor eksternal seperti kurangnya pengawasan keluarga, pola asuh yang kurang harmonis, dan pengaruh buruk kelompok sebaya. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, guru menerapkan strategi preventif melalui penguatan pendidikan karakter, intervensi persuasif dan restoratif melalui dialog, peningkatan pengawasan serta manajemen kelas pada jam rawan, serta pembangunan kemitraan kolaboratif yang intensif dengan orang tua siswa di rumah.
Analisis Kebijakan Zonasi dan Implikasinya terhadap Strategi Kurikulum PAI Tingkat Lokal Alma Nur Kholifah
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i3.203

Abstract

Kebijakan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dirancang untuk mewujudkan pemerataan mutu dan keadilan akses pendidikan. Namun, kebijakan makro ini memicu pergeseran sosiologis berupa heterogenitas ekstrem dan disparitas profil sosio-religius peserta didik di dalam ruang kelas sekolah umum. Penelitian kepustakaan (library research) ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan zonasi serta implikasinya terhadap strategi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat lokal. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap regulasi resmi dan literatur ilmiah terkait, yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi dan analisis kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa disparitas literasi keagamaan dan latar belakang sosial siswa menuntut adanya rekonseptualisasi kurikulum PAI yang tidak lagi seragam (one-size-fits-all). Artikel ini merekomendasikan rekonstruksi model strategi pengembangan kurikulum PAI tingkat lokal berbasis lima pilar utama: (1) desentralisasi berbasis analisis kebutuhan kontekstual, (2) penerapan kurikulum berdiferensiasi dan fleksibilitas jalur belajar, (3) pengintegrasian moderasi beragama dan etika pluralisme sosial, (4) kolaborasi ekosistem tri sentra pendidikan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta (5) pengembangan sistem penilaian autentik dan holistik. Melalui model rekonstruksi ini, tantangan heterogenitas era zonasi dapat ditransformasikan menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI yang inklusif, adaptif, serta berkeadilan sosial di tingkat satuan pendidikan.
Penggunaan Media Bergambar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Simbol-Simbol Pancasila Kelas II SD Widya Lestari
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i3.204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) materi simbol-simbol Pancasila melalui pemanfaatan media bergambar di kelas II SD Negeri 168234 Tebing Tinggi tahun ajaran 2025/2026. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh rendahnya pemahaman siswa akibat penggunaan metode konvensional yang bersifat abstrak, yang berdampak pada rendahnya hasil belajar dengan nilai rata-rata awal sebesar 62,5 dan ketuntasan klasikal hanya 33,3%. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklusnya melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar (pre-test dan post-test) serta lembar observasi keaktifan siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari kondisi awal, siklus I, hingga siklus II. Pada siklus I, nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 78,2 dengan persentase ketuntasan 66,7%. Selanjutnya pada siklus II, nilai rata-rata kelas melonjak optimal mencapai 86,7 dengan tingkat ketuntasan belajar klasikal menyentuh angka 93,3%. Selain peningkatan prestasi akademik, penggunaan media bergambar terbukti mampu mengubah suasana kelas menjadi lebih interaktif, menyenangkan, serta meningkatkan keaktifan dan rasa percaya diri siswa. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa penerapan media bergambar sangat efektif dan tepat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta hasil belajar siswa pada materi simbol-simbol Pancasila di sekolah dasar.

Page 2 of 3 | Total Record : 28