cover
Contact Name
Yuliana Habibi
Contact Email
jurnaledureka@gmail.com
Phone
+6285642806661
Journal Mail Official
jurnaledureka@gmail.com
Editorial Address
Perum GIS No. 16 Desa Sampih Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan Jawa Tengah
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 31249760     EISSN : 3124971X     DOI : -
Core Subject :
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran adalah publikasi akademik yang berfungsi sebagai media diseminasi karya ilmiah di bidang pendidikan dan pembelajaran. Jurnal ini memuat hasil penelitian empiris, kajian teoretis, serta pengembangan model, strategi, dan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan kontemporer. Artikel-artikel yang diterbitkan ditulis oleh peneliti, akademisi, dan praktisi pendidikan dari berbagai latar belakang keilmuan. Melalui proses penelaahan ilmiah yang sistematis, Edureka bertujuan untuk memperkaya khazanah keilmuan, meningkatkan kualitas praktik pembelajaran, serta mendukung pengembangan kebijakan dan profesionalisme pendidik.
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Efektivitas Game-Based Learning terhadap Keterlibatan Aktif dan Hasil Belajar Siswa Kelas II Sekolah Dasar Yunita Efrina
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i3.205

Abstract

Pembelajaran di kelas rendah sering kali dihadapkan pada tantangan rendahnya fokus dan keterlibatan siswa. Game-Based Learning (GBL) hadir sebagai alternatif berbasis inovasi pedagogis untuk menciptakan atmosfer belajar yang interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan game-based learning dalam meningkatkan keterlibatan aktif dan hasil belajar interaktif siswa kelas II di SD Negeri 148 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan desain Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas II.A (kelas eksperimen dengan GBL) dan kelas II.B (kelas kontrol dengan metode konvensional). Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi keterlibatan siswa dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterlibatan interaktif siswa kelas eksperimen sebesar 84% (kategori sangat tinggi) dibandingkan kelas kontrol yang hanya mencapai 62%. Nilai rata-rata post-test hasil belajar kelas eksperimen (82,5) juga secara signifikan lebih tinggi daripada kelas kontrol (71,2). Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi game-based learning terbukti efektif dalam meningkatkan interaktivitas dan capaian akademis siswa kelas II SD Negeri 148 Palembang.
Penerapan Metode Suku Kata Berbantuan Kartu Kata Bergambar untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Kelas I Dian Budhiarti; Imam Faizin
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Mei 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i3.206

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Muhammadiyah 15 Surabaya yang disebabkan oleh dominannya pembelajaran konvensional dan minimnya variasi media. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik melalui penerapan metode suku kata yang dikombinasikan dengan penggunaan media kartu kata bergambar. Subjek penelitian berjumlah 26 siswa yang terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang mengacu pada model spiral Kemmis dan McTaggart, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes hasil belajar, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data, pada tahap pra-siklus tingkat ketuntasan belajar klasikal siswa hanya mencapai 50% dengan nilai rata-rata kelas yang rendah. Setelah diberikan tindakan pada Siklus I, persentase ketuntasan klasikal meningkat menjadi 73,08% dengan nilai rata-rata kelas 83,96. Angka tersebut kemudian mengalami lonjakan yang sangat signifikan pada akhir Siklus II, di mana tingkat ketuntasan belajar klasikal berhasil mencapai 88,46% dengan perolehan nilai rata-rata kelas menembus angka 90, yang sekaligus telah melampaui target indikator keberhasilan minimal sebesar 80%. Selain peningkatan aspek kognitif berupa penguasaan keterampilan membaca permulaan, penerapan kombinasi metode suku kata dan media kartu kata bergambar ini juga terbukti mampu mengubah suasana kelas menjadi jauh lebih interaktif, menyenangkan, serta mampu mendongkrak keaktifan dan rasa percaya diri siswa secara optimal.
Penggunaan Media Interaktif dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas II di SDN 2 Karangtumaritis Eusi Masidah
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i4.207

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran interaktif dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Media pembelajaran interaktif, seperti video animasi, permainan edukatif, dan simulasi, menghadirkan pengalaman belajar yang menarik, partisipatif, sesuai dengan perkembangan siswa, serta sangat familiar bagi mereka.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik tinjauan pustaka, yang melibatkan analisis mendalam terhadap literatur dari berbagai sumber yang relevan, seperti jurnal, buku, dan laporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media interaktif mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara signifikan dalam proses pembelajaran melalui interaksi aktif dengan materi yang disajikan. Selain itu, media interaktif mampu memberikan umpan balik langsung, yang terbukti membantu siswa memahami kemajuan belajar mereka, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperkuat motivasi belajar.  Tidak hanya berdampak pada siswa, media pembelajaran interaktif juga membantu guru dalam menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang lebih dinamis dan menarik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media interaktif memainkan peran krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif untuk mendongkrak minat dan motivasi belajar siswa di sekolah dasar secara berkelanjutan. 
Urgensi dan Strategi Kurikulum PAI Berbasis Karakter Islamic Entrepreneurship di Lembaga Pendidikan Raihanah Afifah
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i4.208

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi dan strategi integrasi Islamic entrepreneurship ke dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) guna merespons tantangan pengangguran terdidik serta krisis etika bisnis modern. Selama ini, sistem pendidikan Islam cenderung menghasilkan lulusan yang berorientasi sebagai pencari kerja (job seeker) dan memisahkan antara ibadah ritual dengan aktivitas ekonomi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka (library research), penelitian ini menemukan bahwa integrasi kewirausahaan Islami tidak hanya berfungsi sebagai solusi kemandirian finansial dan penciptaan lapangan kerja (job creator), tetapi juga sebagai vaksin moral yang menanamkan etos kerja profetik berlandaskan nilai kejujuran (shiddiq), amanah, transparansi (tabligh), dan kecerdasan (fathonah). Hasil analisis isi menunjukkan bahwa revitalisasi kurikulum PAI harus ditempuh melalui redesain perencanaan pembelajaran, penerapan model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), penguatan ekosistem sekolah dan keteladanan guru (uswah hasanah), serta pemanfaatan literasi digital yang beretika. Dengan demikian, implementasi ini mampu melahirkan generasi Muslim yang tidak hanya saleh secara ritual dan cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, integritas moral, serta orientasi kesejahteraan hakiki (falah-oriented) demi kemaslahatan umat.
Rekontruksi Kurikukulum PAI di Era Generasi Alpha: Menjawab Tantangan Disrupsi Digital Riska Nana Fhadila; Imam Faizin
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i4.209

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang urgensi rekonstruksi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) guna menjawab tantangan disrupsi digital di era Generasi Alpha. Generasi Alpha yang lahir dan tumbuh berdampingan secara penuh dengan teknologi digital, internet, serta kecerdasan buatan memiliki karakteristik berpikir serba cepat, visual, dan instan. Kondisi ini menciptakan jurang pemisah yang tajam dengan model pembelajaran PAI konvensional yang masih bersifat satu arah, tekstual, dan monoton, sehingga berpotensi membuat pendidikan agama kehilangan relevansi spiritualnya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), studi ini menganalisis literatur terkait dinamika pendidikan Islam kontemporer, karakteristik psikososial Generasi Alpha, serta literasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksi kurikulum PAI merupakan suatu keniscayaan mutlak untuk memperbarui metodologi pembelajaran, orientasi pedagogis, dan sistem evaluasi secara holistik tanpa mengubah prinsip dasar akidah dan syariat Islam. Pembaruan ini mencakup integrasi materi akhlak siber (cyber-akhlaq) dan literasi digital, seperti penerapan prinsip tabayyun dan hifdzul 'irdh, untuk membekali peserta didik dengan saringan internal berupa kesadaran pengawasan Allah SWT (muraqabatullah) di ruang virtual. Selain itu, peran guru agama ditransformasikan dari sekadar sumber informasi tunggal menjadi fasilitator, mentor moral, dan kurator digital. Melalui rekonstruksi kurikulum yang komprehensif, PAI diharapkan mampu mencetak generasi muda Muslim yang tidak hanya cakap dan terampil memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memiliki keteguhan akidah, kedalaman spiritual, serta keluhuran budi pekerti dalam menghadapi dinamika peradaban global.
Kurikulum PAI Ramah Anak: Menghapus Unsur Kekerasan Kognitif dan Verbal dalam Pembelajaran Rokhah Mansyur Putri
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i4.210

Abstract

Penelitian ini mengkaji urgensi pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) ramah anak sebagai upaya strategis dalam menghapus unsur kekerasan kognitif dan verbal di satuan pendidikan. Pembelajaran PAI di sekolah sering kali masih terjebak dalam metode tradisional yang kaku, menekankan hafalan berlebihan tanpa ruang berpikir kritis yang berimplikasi pada kekerasan kognitif, serta maraknya penggunaan bahasa kasar atau label negatif dari guru yang memicu kekerasan verbal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis isi, penelitian ini menelaah dokumen kurikulum, literatur pendidikan Islam, serta teori pendidikan ramah anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum PAI harus dirancang di atas fondasi asas religius, filosofis, sosiologis, psikologis, dan organisatoris, serta diintegrasikan dengan prinsip-prinsip Sekolah Ramah Anak (SRA). Strategi penghapusan kekerasan kognitif dan verbal dilakukan melalui penerapan pembelajaran humanis, reflektif, dan dialogis, seperti diskusi interaktif, pelatihan komunikasi positif bagi guru, serta penggunaan bahasa yang santun dan apresiatif. Paradigma pendidikan humanis memposisikan peserta didik sebagai subjek utama yang dihargai martabat dan potensi berpikirnya. Dengan demikian, kurikulum PAI ramah anak tidak hanya efektif dalam mentransfer nilai-nilai keagamaan, tetapi juga sukses melahirkan generasi bermental merdeka yang berakhlak mulia, inklusif, dan terbebas dari segala bentuk tekanan psikologis. 
Peran Guru dalam Penanaman Pendididkan Karakter Tanggung Jawab di TK Aisyiyah Wangandowo Nabila Ainnur Majidah; Irfan Haris
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i4.211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendidikan karakter dengan tema tanggung jawab melalui pendekatan survey lapangan di TK Aisyiyah Wangandowo. Pendidikan karakter di usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk nilai-nilai moral dan sosial anak, khususnya dalam mengembangkan sikap tanggung jawab terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah survey lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan guru, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan karakter dengan tema tanggung jawab melalui kegiatan sehari-hari di sekolah, seperti pembagian tugas, menjaga kebersihan, dan menghormati aturan, dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang tanggung jawab mereka. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti bahwa pendidikan karakter yang berfokus pada tanggung jawab memberikan kontribusi signifikan dalam menumbuhkan sikap positif pada anak-anak mengenai peran mereka dalam kehidupan sehari-hari.
Kajian Konseptual Kurikulum PAI Berbasis Blended Learning sebagai Pola Efektif Pembelajaran Pasca Pandemi Naufal Attaqy Alfarisy
Edureka: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 4 (2026): Juli 2026
Publisher : Darul Faizin Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67755/edureka.v1i4.212

Abstract

Transformasi pendidikan pasca-pandemi COVID-19 menuntut pergeseran fundamental dalam desain kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI). Model blended learning kini menjadi kebutuhan strategis untuk mendukung keberlangsungan pendidikan, namun seringkali adaptasi tersebut hanya berfokus pada aspek teknis penggunaan media, sehingga mengabaikan esensi pendidikan nilai. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pola efektif pengembangan kurikulum PAI berbasis blended learning yang adaptif dan koheren. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola efektif blended learning dalam PAI dilakukan melalui pemetaan materi yang sistematis: moda tatap muka untuk aspek psikomotorik dan ibadah, serta moda daring untuk aspek kognitif dan eksplorasi teoretis. Integrasi nilai dalam ekosistem digital dilakukan melalui peran pendidik sebagai desainer instruksional yang memberikan umpan balik reflektif. Kesimpulannya, kurikulum PAI berbasis blended learning yang ideal menuntut keseimbangan antara kecanggihan teknologi dengan penguatan nilai spiritualitas siswa. Pengembangan kurikulum ke depan harus mengedepankan fleksibilitas desain instruksional untuk menciptakan generasi muslim yang literat digital sekaligus kokoh dalam integritas moral.

Page 3 of 3 | Total Record : 28