cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 45 Documents
Search results for , issue "TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018" : 45 Documents clear
ANALISIS PERBANDINGAN NILAI SAIDI(SYSTEM AVERAGE INTERRUPTION DURRATION INDEX) DAN SAIFI (SYSTEM AVERAGE INTERRUPTION FREQUENCY INDEX) PLN APJ PURWOKERTO TAHUN 2014, 2015 DAN 2016 DENGAN STANDAR SPLN 1985 Hidayat, Surya Nur; Karnoto, Karnoto; Warsito, Agung
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.243 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.8-12

Abstract

SPLN 1985 merupakan standar yang ditetapkan pada tahun 1985, sudah lebih dari 30 tahun SPLN 1985 dipakai sebagai standar. Seiring dengan perkembangan jaman, SPLN 1985 yang digunakan masih sama seperti yang tahun 1985 sehingga perlu dilakukan penelitian kembali apakah standar SPLN 1985 masih sesuai dengan kondisi sekarang. Perbedaan infrastruktur, peralatan listrik dan jumlah pelanggan pada tahun 1985 dengan tahun-tahun sekarang ini tentunya terdapat perbedaan, hal tersebut memberikan pengaruh yang berbeda  dengan nilai keandalan listrik seperti SAIDI dan SAIFI. Pada penelitian ini dilakukan pengkajian standar SPLN 1985 dengan data lapangan yang diperoleh dari PLN APJ Purwokerto tahun 2014, 2015 dan 2016 dengan membandingkan hasil perhitungan nilai SAIDI dan SAIFI data lapangan dengan standar SPLN 1985. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan nilai SAIDI dan SAIFI tahun 2014, 2015 dan 2016 kemudian dibandingkan dengan SPLN 1985. Dari perhitungan diketahui nilai SAIFI data lapangan tahun 2014 didapatkan hasil sebesar 11,47 kali/tahun, tahun 2015 sebesar 20,74 kali/tahun dan 2016 sebesar 20,36 kali/tahun sementara standar SAIFI SPLN sebesar 3,2 kali/tahun.. Nilai SAIDI data lapangan tahun 2014 sebesar 16,76 jam/tahun, tahun 2015 sebesar 30,28 jam/tahun dan tahun 2016 sebesar 35,16 jam/tahun sementara standar SPLN sebesar 21 jam/tahun.
ANALISIS PENGASUTAN MOTOR RUBBER TYRED GANTRY TERHADAP SISTEM KELISTRIKAN AKIBAT PENAMBAHAN MOTOR AUTOMATIC RUBBER TYRED GANTRY DI TERMINAL PETIKEMAS SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE ETAP 12.6.0 Maulana, Muhamad Hakim; Hermawan, Hermawan; Sukmadi, Tejo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.691 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.252-259

Abstract

Motor crane adalah salah suatu motor listrik yang sering digunakan di dunia industri terutama untuk industri yang menggunakan alat berat sebagai penggerak jalannya industri tersebut. Motor crane rubber tyred gantry dipilih karena terdiri dari berbagai jenis motor induksi sehingga memiliki banyak keuntungan daripada motor listrik lainnya, yaitu harganya yang lebih murah, konstruksinya yang sederhana, dan lebih kuat. Tetapi permasalahan dalam menggunakan motor induksi adalah pada saat pengasutan karena 1 motor crane rubber tyred gantry terdiri dari 6 motor induksi yang memiliki 2 tipe yaitu hoist dan trolley. Pada saat terjadi kenaikan pengiriman melalui Terminal Petikemas Semarang maka pihak Terminal Petikemas menambah unit motor crane dengan tipe automatic rubber tyred gantry untuk mempercepat proses bongkar muat container di Terminal Petikemas Semarang. Pada Penelitian ini dilakukan analisis arus pengasutan motor terhadap sistem kelistrikan di Terminal Petikemas Semarang dengan penambahan unit automatic rubber tyred gantry. Pada sistem, motor induksi digunakan berada pada rangkaian motor crane yang berfungsi sebagai pemindah container dari truck pembawa container menuju penampungan container. Berdasarkan hasil simulasi pengasutan motor induksi dengan menggunakan  Variable Frequency Drive (VFD) pada software ETAP 12.6 terjadi lonjakan arus pada saat pengasutan yaitu  1,11% dari arus nominal dan terjadi selama 0,02 detik untuk skenario 1 dan 2.
PERANCANGAN PENYEARAH SATU FASE TERKONTROL PENUH SEBAGAI CATU DAYA MOTOR ARUS SEARAH PADA PROTOTYPE OVERHEAD CRANEMODE HOISTING Wibisono, Ariangga Bagas; Sukmadi, Tejo; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1534.98 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.193-200

Abstract

Perkembangan industri dewasa ini meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia. Untuk memindahkan produk atau barang, diperlukan sebuah alat pemindah atau yang biasa disebut crane. Motor arus searah merupakan salah satu jenis motor yang digunakan sebagai penggerak crane. Pada saat ini, masih banyak pengaturan motor arus searah menggunakan kendali konvensional dengan proses penyearahan menggunakantransformator. Metode konvensional ini berupa tegangan yang tetap, sehingga tidak memiliki pilihan pengaturan tegangan dan keberadaan transformator membuat dimensinya besar dan harganya mahal. Dalam penelitian, penggunaan penyearah satu fase terkontrol penuh dengan IC TCA 785 sebagai pengatur sudut pemicu thyristor dirancang untuk mengatasi masalah tersebut. Konverter ini dirancang untuk menggerakkan motor CSD80A1-A sebagai bagian pada Prototype Overhead Crane mode hoisting. Penyearah satu fase terkontrol penuh bekerja dengan baik untuk memberikan suplai pada bebanR dan R-Lsertadapat menggerakan motor CSD80A1-A. Berdasarkan hasil percobaan,motor arus searah mampu menghasilkan kecepatan 41 rpm hingga 141 rpm dengan uji pembebanan 0 kg hingga 13 kg. Semakin besar sudut pemicuan yang diberikan oleh IC TCA 785, maka nilai tegangan dan arus keluaran akan semakin kecil. Nilai efisiensi dari penyearah satu fase terkontrol penuh ini mencapai 94%.
PERANCANGAN ZERO VOLTAGE SWITCHING BUCK CONVERTER DENGAN BEBAN RESISTIF BERVARIASI DAN SEBAGAI CATU DAYA UNTUK MOTOR ARUS SEARAH Arief Rahman, Zya Jamaluddin Al-Rasyid; Windarta, Jaka; Hermawan, Hermawan
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1185.62 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.108-115

Abstract

Penggunaan konverter arus searah sebagai penghasil tegangan arus searah  sudah mengalami perkembangan. Rangkaian konverter arus searah diatur dengan menggunakan rangkaian kontrol Pulse Width Modulation (PWM) yang digunakan sebagai pengendali saklar. Proses ketika saklar mengalami kondisi nyala dan mati mengakibatkan terjadinya rugi-rugi pensaklaran. Masalah tersebut dapat diatasi dengan menggunakan metode soft-switching. Salah satu metode soft-switching yang digunakan adalah Zero Voltage Switching (ZVS). Teknik pensaklaran ZVS dapat membuat saklar bekerja ketika tegangan bernilai nol. Teknik pensaklaran tegangan nol ini dapat mengurangi rugi - rugi pensaklaran yang terjadi, sehingga  dapat meningkatkan efisiensi konverter arus searah yang digunakan sebagai catu daya motor arus searah. Berdasarkan hasil pengujian, rangkaian konverter arus searah tipe ZVS buck converter dapat menghasilkan daya keluaran sebesar 103,77 watt dengan nilai efisiensi sebesar 94,83%. Nilai efisiensi tertinggi terjadi ketika diberi beban statis berupa resistor 500 Ω sebesar 99,77%.
PERANCANGAN METODE INTERNAL MODEL CONTROL 2 DEGREE OF FREEDOM (IMC 2 DOF) UNTUK PENGENDALIAN MODEL SHELL HEAVY OIL FRACTIONATOR (SHOF) Surgani, Fatamorgana; Setiyono, Budi; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.116 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.40-46

Abstract

Shell Heavy Oil Fractionator (SHOF) adalah jenis kolom distilasi yang digunakan untuk memisahkan heavy oil mentah menjadi produk-produk yang diinginkan berdasarkan perbedaan titik didih dari masing-masing produk tersebut. Perancangan kendali pada SHOF memiliki beberapa kendala yang disebabkan oleh non-linearitas pada proses, interaksi multivariabel, adanya waktu tunda (dead time) yang panjang, dan adanya gangguan. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan metode kendali yang mampu membuat respon sistem mengikuti perubahan set point dan meredam gangguan, sehingga keluaran komposisi produk sesuai dengan yang diharapkan. Pada penelitian ini dibahas perancangan metode IMC 2 DoF untuk pengendalian SHOF MIMO 3x3 terdesentralisasi dalam bentuk fungsi alih first order plus dead time (FOPDT), hal ini dikarenakan metode IMC 2 DoF merupakan salah satu jenis metode kendali modern yang mampu mengendalikan plant multivariabel dan meredam gangguan yang ada. Tuning parameter filter pada pengendali ini menggunakan empat metode tuning parameter filter IMC. Interaksi antar subsistem dikurangi dengan menerapkan metode Relative Gain Array dan melakukan decoupling. Berdasarkan seluruh pengujian yang telah dilakukan, pengendali IMC 2 DoF menggunakan decoupling metode tuning parameter filter Rivera memiliki jumlah nilai IAE terbaik dibandingkan dengan ketiga metode tuning lainnya dengan nilai IAE 93,9585 pada respon , 40,0476 pada respon , dan  0,0102 pada respon .
SIMULASI PENGENDALIAN SHELL HEAVY OIL FRACTIONATOR (SHOF) MENGGUNAKAN METODE KONTROL ADAPTIF Sela Martasia; Budi Setiyono; Wahyudi Wahyudi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.07 KB) | DOI: 10.14710/transient.v7i1.294-301

Abstract

Shell Heavy Oil Fractionator (SHOF) adalah suatu kolom distilasi atau yang disebut juga fraksinator yang digunakan untuk memisahkan heavy oil mentah menjadi produk-produk yang diinginkan berdasarkan perbedaan titik didih dari masing-masing produk tersebut. Perancangan kendali pada SHOF memiliki beberapa kendala yang disebabkan oleh non-linearitas pada proses, interaksi multivariabel, waktu tunda (dead time) yang panjang, dan gangguan. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan suatu metode kontrol yang mampu mengendalikan respon sistem untuk pengoptimalan sistem SHOF sehingga keluaran komposisi produk sesuai dengan yang diharapkan. Kontroler tersebut digunakan untuk mengendalikan valve pada kolom fraksinator SHOF dengan tiga masukan dan tiga keluaran yang telah didekopling. Metode kontrol adaptif autotuning umpan balik relay dan algoritma Dahlin merupakan beberapa  jenis  metode  kontrol yang mampu mengendalikan plant multivariabel dengan fungsi alih FOPDT. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, rata-rata IAE terkecil yang diperoleh pada top end point composition (Y1) tanpa dan dengan gangguan sebesar 21,46 dan 101,78 dengan kontroler autotuning umpan balik relay sedangkan pada side end point composition (Y2) diperoleh rata-rata IAE terkecil tanpa dan dengan gangguan sebesar 9,19 dan 37,66 dengan kontroler autotuning umpan balik relay.
ARRAYED WAVEGUIDE GRATING PADA DENSE WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING Dewi, Arkidianabela Anggara; Prakoso, Teguh; Sofwan, Aghus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.236 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.179-185

Abstract

DWDM (Dense Wavelength Division Multiplexing) adalah suatu teknik multiplexing yang mampu mentransmisikan lebih dari 400 panjang gelombang dalam satu serat optik. Laju pengiriman data menggunakan media serat optik dapat mencapai 1 Tbps atau 1.000 Gbps. DWDM merupakan suatu perbaikan dari WDM. Inti perbaikan yang dimiliki oleh teknologi DWDM terletak pada jenis filter, serat optik dan penguat amplifier. Jenis filter yang umum dipergunakan salah satunya adalah  Array Waveguide Grating  (AWG).  Pada Penelitian ini dianalisis kinerja suatu Array Waveguide Filters (AWG) yang mampu digunakan pada DWDM.  Pada Penelitian ini dilakukan dengan menggunkan 2 software. Pertama, menggunakan software Optisystem 7 untuk memodelkan sistem DWDM. Kedua, menggunakan software OptiBPM untuk verifikasi AWG. Pada Optisystem didapatkan nilai konfigurasi DWDM yang optimal yaitu pada C Band dengan spasi kanal 50GHz dan jumlah wavelength 64. Sedangkan pada OptiBPM didapatkan untuk konfigurasi DWDM tersebut diperlukan AWG dengan dengan sudut orientasi 53 derajat, panjang FSR 1500um, lebar angular 11,4 derajat dengan ukuran 15000x10000um sehingga didapatkan nilai BER, Q-factor dan crosstalk yang memiliki perbedaan namun telah mencapai kriteria  yaitu dengan Q factor antara 8,43 sampai dengan 14,09 sedangkan untuk BER dari 1,719x10-40 sampai dengan 1,19x10-17 dan crosstalk antara -149 dB sampai dengan -40,8 dB.
OPTIMISASI PENJADWALAN EKONOMIS PADA UNIT PEMBANGKIT PLTG DI PLTGU PT INDONESIA POWER TAMBAK LOROK MENGGUNAKAN METODE DIFFERENTIAL EVOLUTION ALGORITHM Tamin, Achmad Faizal; Karnoto, Karnoto; Facta, Mochammad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.169 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.230-237

Abstract

Biaya pembangkitan merupakan biaya penyediaan energi listrik terbesar terutama pada biaya bahan bakar. Setiap unit generator memiliki karakteristik biaya pembangkitan tersendiri. Untuk mendapatkan pengoperasian pembangkit yang optimal maka diperlukan adanya penjadwalan operasi pembangkit. Differential Evolution Algorithm (DEA) diusulkan sebagai metode penjadwalan ekonomis pada PLTG di PLTGU Tambak Lorok. Metode DEA merupakan metode pencarian yang terinsiparasi oleh fenomena evolusi di alam dengan dasar argumen geometri. Untuk melihat perfoma dari simulasi metode DEA maka metode ini dibandingkan dengan metode Lagrange Mulptiplier sebagai validasi. Hasil simulasi optimisasi dengan metode DEA menunjukkan performa yang baik. Hasil simulasi identik dengan metode Lagrange Mulptiplier, sedangkan dalam keadaan operasi sistem dan keadaan diskret tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Berdasarkan simulasi dengan dua kondisi operasi yang berbeda menggunakan metode DEA, didapatkan bahwa pada operasi diskret didapat rata-rata penghematan sebesar 1916,260 $/jam. Pada operasi sistem didapat rata-rata penghematan sebesar 1914,408 $/jam.
DESAIN DAN IMPLEMENTASI SYNCHRONOUS REFERENCE FRAME-PHASE LOCKED LOOP (SRF-PLL) UNTUK TEGANGAN SATU FASE MENGGUNAKAN DSPIC30F4011 Abdurrahman, Muhammad Hanif; Setiawan, Iwan; Handoko, Susatyo
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.597 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.145-151

Abstract

Fase, magnitude, dan frekuensi dari tegangan listrik merupakan informasi penting dalam pengoprasian sistem jaringan. Berdasarkan kebutuhan penerapan koneksi pembangkit dengan grid side converter (GSC), GSC harus dapat dioperasikan meski pun jaringan mengalami interferensi. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan metode yang dapat mendeteksi gangguan jaringan secara cepat, yaitu dengan menggunakan metode Phase Locked Loop (PLL) yang dapat menyediakan informasi tegangan jaringan. Dibandingkan dengan algoritma PLL yang lainnya, Synchronous Reference Frame-Phase Locked Loop (SRF-PLL) bisa dikatakan merupakan yang paling populer dalam penerapannya. Dalam Penelitian ini, dibuat sebuah desain untuk pengaplikasian SRF-PLL untuk tegangan satu fase menggunakan mikrokontroler 16-bit dsPIC30f4011 dengan kontroler PI, dimana kontroler PI diharapkan akan membuat sistem memiliki respon yang cepat terhadap perubahan yang terjadi, dikarenakan tujuan dari kebutuhan PLL itu sendiri, sehingga akan didapatkan hasil data tegangan jaringan berupa, magnitude, frekuensi dan fase. Hasilnya, pengkondisi sinyal dapat mengatur sinyal tegangan jaringan agar dapat terabca oleh ADC mikrokontroler, sehingga magnitude, frekuensi, dan fase dari tegangan jaringan berhasil dibaca oleh algoritma SRF-PLL yang ditampilkan pada oscilloscope dengan bantuan DAC 8bit.
FBG (FIBER BRAGG GRATING) UNTUK DWDM (DENSE WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING) Murianti, Diana; Prakoso, Teguh; Sofwan, Aghus
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.077 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.77-82

Abstract

Pada era modern ini, tuntutan kebutuhan masyarakat akan layanan komunikasi semakin meningkat. Kebutuhan tersebut meliputi layanan  video, suara dan data. Penambahan kapasitas ini dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM). Salah satu perangkat yang digunakan teknologi DWDM yaitu Optical Add/Drop Multiplexer (OADM). OADM digunakan untuk melewatkan sinyal dan melakukan fungsi add dan drop. Salah satu perangkat yang mendukung untuk membantu kerja dari OADM adalah Fiber Bragg Grating (FBG). Tujuan pembuatan Penelitian ini adalah mendapatkan parameter desain FBG yang terbaik untuk jaringan DWDM berdasarkan nilai crosstalk, Q factor, dan Bit Error Rate (BER) guna memperoleh konfigurasi jaringan DWDM yang optimal. Pada Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua software. Pertama, menggunakan software Optisystem 7 untuk memodelkan sistem. Kedua, menggunakan software Optigrating 4.2.3 untuk verifikasi FBG. Parameter desain FBG yang terbaik yaitu dengan panjang grating 18600 um. Berdasarkan hasil ko-simulasi, nilai rata–rata BER hasil simulasi menggunakan FBG Optisystem adalah 1,19x10-15, sedangkan saat menggunakan FBG Optigrating adalah 4,15x10-15. Nilai rata – rata Q Factor hasil simulasi menggunakan FBG Optisystem adalah 8,43, sedangkan saat menggunakan FBG Optigrating adalah 8,18. Nilai rata – rata crosstalk hasil simulasi menggunakan FBG Optisystem adalah -39,63 dB, sedangkan saat menggunakan FBG Optigrating adalah -39,72 dB.

Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue