cover
Contact Name
Nanang Setiawan
Contact Email
mozaik@uny.ac.id
Phone
+628122762804
Journal Mail Official
mozaik@uny.ac.id
Editorial Address
Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, Kampus Karang Malang, Jalan Colombo No. 1, Yogyakarta, Indonesia, Kode Pos 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah
ISSN : -     EISSN : 28089308     DOI : 10.21831/moz
Core Subject : Humanities, Social,
MOZAIK is an academic journal centered in the study of history. MOZAIK is welcoming contributions from young and more experienced scholars from different disciplines and approaches that focus on historical changes. MOZAIK is an academic journal to discuss various crucial issues in Indonesian history, both at local, national and international levels, covering the history of the early period of Indonesia to contemporary Indonesia. MOZAIK does it in a multidisciplinary and comparative manner.The scope of MOZAIK encompasses all historical subdisciplines, including, but not limited to, cultural, social, economic and political history, historiography, and the philosophy of history.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2019)" : 6 Documents clear
CANGGU: PELABUHAN SUNGAI MASA MAJAPAHIT ABAD XIV – XVI Mawardi Purbo Sanjoyo
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.113 KB) | DOI: 10.21831/moz.v10i2.32456

Abstract

Keberhasilan Majapahit menjadi kerajaan besar tidak lepas dari proses pemanfaatan kondisi alam. Secara geografis, Majapahit yang terletak di pedalaman memungkinkannya menjadi kerajaan agraris dengan limpahan hasil alam sebagai komoditi utamanya. Disamping itu, lambat laun Majapahit juga mampu menjadi kerajaan maritim yang kuat dengan mengoptimalkan fungsi sungai sebagai jalur perdagangan dari pedalaman menuju hilir (pesisir). Majapahit membuat pelabuhan-pelabuhan dagang di sepanjang aliran sungai untuk memaksimalkan kegiatan dagang. Salah satu pelabuhan sungai yang penting pada masa Majapahit adalah Pelabuhan Canggu. Letak pelabuhan Canggu di masa Majapahit, pada masa kini dapat diidentikkan dengan Desa Canggu di Kecamatan Jetis Mojokerto. Pelabuhan ini tidak berdiri sendiri, ada beberapa pelabuhan penopang lain, di antaranya Pelabuhan Bubat yang sekarang dapat diidentikkan dengan Desa Tempuran, Kecamatan Sooko Mojokerto, dan Pelabuhan Terung yang terletak di Dusun Terung Kecamatan Krian, Sidoarjo. Sementara itu, Pelabuhan Canggu mempunyai fungsi yang beragam diantaranya sebagai pangkalan militer, pelabuhan dagang, bahkan pelabuhan bea cukai. Berdasarkan fungsinya sebagai pelabuhan sungai, Canggu mampu menjadi salah satu penopang kemakmuran Majapahit. Kata Kunci: Pelabuhan, Sungai, Majapahit
DAMPAK PERKEMBANGAN PONDOK MODERN DARUSSALAM GONTOR PUTRI 1 SAMBIREJO, MANTINGAN, NGAWI (1990-2019) Afrian Dwi Yunitasari; Ajat Sudrajat
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.054 KB) | DOI: 10.21831/moz.v10i2.32457

Abstract

Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri 1 merupakan pondok cabang Gontor Ponorogo. Perkembangan pondok ini semakin hari semakin banyak peminatnya. Hal ini tentu tidak bisa dipisahkan dari hubungan pondok dan masyarakat yang saling mendukung dan saling membantu. Kesadaran akan tanggung jawab sebagai muslim dan gairah diniyah telah mendorong PMDG Putri 1 untuk ikut serta dalam mengembangkan masyarakat sekitar. Hubungan Pondok Putri dengan masyarakat sekitar adalah hubungan timbal balik yang membawa berkah dan kemajuan bagi kedua belah pihak sehingga menimbulkan dampak bagi masyarakat. Dampak tersebut dapat terutama dalam bidang keagamaaan, sosial, ekonomi, dan pendidikan. Kata Kunci: PMDG Putri 1, Keagamaan, Pendidikan, Sosial, Ekonomi
MENELUSURI JEJAK AWAL PENERBANGAN DI INDONESIA (1913-1950-AN) Dadan Adi Kurniawan
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.679 KB) | DOI: 10.21831/moz.v10i2.32458

Abstract

Minimnya narasi tentang kiprah penerbangan di masa lalu menjadikan pemahaman sejarah terkait moda transportasi seakan pincang. Kebanyakan kajian masih berkutat pada sejarah transportasi darat dan laut, terutama masa kolonial. Padahal keunggulannya dalam menempuh berbagai medan jarak jauh, menjadikan transportasi udara sebagai salah satu primadona pilihan masyarakat modern dalam bermobilitas. Tulisan ini menelusuri lebih lanjut jejak kemunculan dan perkembangan awal penerbangan sipil-militer di Indonesia. Sejak kapan penerbangan mulai ada, faktor apa saja yang melatarbelakangi kemunculannya dan bagaimana dinamika awal perkembangannya. Penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis dinama penulis memadukan sumber primer maupun sekunder yang relevan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerbangan pertama di Indonesia telah ada sejak dekade kedua abad 20 dan mulai berkembang pesat pada periode 1950-an. Pada awalnya, penerbangan difungsikan untuk keperluan militer disusul penerbangan komersial dalam jumlah terbatas. Kemajuan teknologi di Barat dan persaingan global (perang) saat itu menyebabkan dunia penerbangan mencapai akselerasi kemajuan yang lebih cepat.Kata Kunci: transportasi, bandara, penerbangan, militer, komersial
PERAN GERWANI DALAM TRI KOMANDO RAKYAT (TRIKORA) 1961-1963 Dimas Dwi Kurnia; Miftahuddin Miftahuddin
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.647 KB) | DOI: 10.21831/moz.v10i2.32463

Abstract

Kemunculan Trikora berkaitan erat dengan permasalahan Irian Barat. Sebagai jawaban atas tidak kunjung selesainya masalah Irian Barat, pada tahun 1961 Soekarno mengumumkan Tri Komando Rakyat (Trikora) di Yogyakarta. Sementara itu, sejak awal tahun 1962, politik Gerwani banyak diarahkan ke masalah Irian Barat. Gerwani mengajak kaum wanita muda untuk berpartisipasi dalam kampanye nasional pembebasan Irian Barat. Gerwani kemudian terlibat dalam aksi-aksi demonstrasi menentang kolonialisme Belanda di Irian Barat. Berdasarkan rapat kerja aktivitas Gerwani yang diadakan pada September 1962, para anggota Gerwani diminta mendaftarkan diri sebagai sukarelawati untuk pembebasan Irian Barat dengan mengirimkan bantuan ke garis depan dan membantu keluarga sukarelawati di garis belakang. Kata Kunci: Gerwani, Trikora, dan 1961-1963
SEJARAH PENYEBARAN AGAMA KRISTEN DI INDRAMAYU Raden Muhammad Mulyadi
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.28 KB) | DOI: 10.21831/moz.v10i2.32464

Abstract

Penyebaran agama Kristen ke Indramayu adalah bagian dari strategi penyebaran agama Kristen secara massif oleh Nederland Zending Veereniging (NZV) ke Jawa Barat pada pertengahan abad ke 19. Penyebaran agama Kristen ke Jawa Barat sebetulnya direncanakan bagi etnis Sunda yang dianggap diabaikan dalam penyebaran agama Kristen di Hindia Belanda. Akan tetapi, pada perkembangannya agama Kristen di Indramayu lebih berkembang di kalangan etnis Tionghoa. Penelitian ini membahas sejarah penyebaran agama Kristen ke Indramayu, dengan pertanyaan penelitian mengapa penyebaran agama Kristen di Indramayu menyimpang dari strategi awal penyebaran agama Kristen di Jawa Barat yaitu terhadap etnis Sunda? Bagaimana terjadinya penyebaran agama Kristen di kalangan etnis Tionghoa dan pribumi? Penelitian ini merupakan penelitian sejarah, oleh karena itu metode yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari tahapan heusristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian memperlihatkan adanya berbagai hambatan dalam penyebaran agama Kristen di kalangan etnis Tionghoa maupun Sunda di Indramayu dan adanya sikap menerima kalangan etnis Tionghoa terhadap agama Kristen. Kata Kunci: Kristen, Indramayu, Tionghoa, Sejarah, Jawa Barat
UPAYA MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN DAN MEBERDAYAKAN PULAU-PULAU TERLUAR INDONESIA PASCA LEPASNYA SIPADAN DAN LIGITAN (2002-2007) Danar Widiyanta
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.142 KB) | DOI: 10.21831/moz.v10i2.32465

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang konflik atas beberapa pulau terluar di wilayah Indonesia karena permasalahan hukum dan politik serta permasalahan ekonomi. Ketidakjelasan batas negara dan status wilayah, situasi politik negara, regional dan internasional, serta kepentingan ekonomi  merupakan sumber sengketa potensial. Upaya mempertahankan pulau terluar dilakukan dengan menyiapkan perangkat hukum yang jelas serta meningkatkan kemampuan Angkatan Laut untuk menopang kemampuan penegakkan hukum di wilayah pulau-pulau terluar khususnya dan Indonesia pada umumnya. Upaya untuk memberdayakan pulau-pulau terluar dilakukan melalui langkah pengembangan aspek kelembagaan, aspek yuridis dan aspek program. Aspek kelembagaan dengan dibentuknya Tim Koordinasi Pengelolaan pulau-pulau terluar, dalam aspek yuridis disiapkan berbagai undang-undang yang memadai untuk menopang proses hukum yang mungkin terjadi, sedang aspek program dengan melanjutkan dan menyelesaikan penegasan batas wilayah serta meningkatkan pembangunan di wilayah pulau-pulau terluar Indonesia. Kata Kunci: Mempertahankan, Memberdayakan, Pulau Terluar Indonesia

Page 1 of 1 | Total Record : 6