cover
Contact Name
Nanang Setiawan
Contact Email
mozaik@uny.ac.id
Phone
+628122762804
Journal Mail Official
mozaik@uny.ac.id
Editorial Address
Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta, Kampus Karang Malang, Jalan Colombo No. 1, Yogyakarta, Indonesia, Kode Pos 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah
ISSN : -     EISSN : 28089308     DOI : 10.21831/moz
Core Subject : Humanities, Social,
MOZAIK is an academic journal centered in the study of history. MOZAIK is welcoming contributions from young and more experienced scholars from different disciplines and approaches that focus on historical changes. MOZAIK is an academic journal to discuss various crucial issues in Indonesian history, both at local, national and international levels, covering the history of the early period of Indonesia to contemporary Indonesia. MOZAIK does it in a multidisciplinary and comparative manner.The scope of MOZAIK encompasses all historical subdisciplines, including, but not limited to, cultural, social, economic and political history, historiography, and the philosophy of history.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2022)" : 6 Documents clear
PERKEMBANGAN SEKOLAH GURU B (SGB) I DI PURWOREJO TAHUN 1950-1961 Fitri Cahyani; Danar Widiyanta; Ririn Darini
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v13i2.51416

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui didirikannya SGB di Purworejo, penyelenggaraan SGB di Purworejo, dan dampak didirikannya SGB di Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis yang terdiri empat langkah yaitu heuristik, kegiatan pencarian dan pengumpulan sumber yang berhubungan dengan topik dalam penelitian ini yaitu Daftar Buku Induk SGB dan Surat Keputusan Penghapusan SGB. Kritik atau verifikasi, merupakan kegiatan penentu keautentikan dan kredibilitas sumber-sumber yang telah terkumpulkan. Aufassung atau interpretasi, kegiatan menafsirkan sumber yang sudah valid kebenarannya untuk memperoleh suatu peristiwa sejarah. Darstellung atau historiografi, kegiatan menyatukan seluruh hasil penelitiannya dalam suatu penulisan yang utuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanakan Kewajiban Belajar mengalami kesulitan biaya, gedung dan tenaga pengajar. Purworejo didirikan SGB untuk mengatasi kurangnya guru untuk Sekolah Rakyat. Tahun 1950-1961 di Purworejo terdapat tiga SGB yaitu SGB I Purworejo SGB II Purworejo dan SGB Kutoarjo. SGB di Purworejo juga memberikan dampak lahirnya golongan priyayi dan lulusan SGB mampu untuk mensejahterakan kehidupannya. Adanya SGB  memunculkan kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Kemudian SGB telah memenuhi kebutuhan guru untuk SR sehingga terjadi kelebihan jumlah guru.Kata Kunci: SGB, Purworejo, Kewajiban Belajar, Kesejahteraan hidup.
FLU SPANYOL DI JAWA 1918-1920: DARI PENYEBAB, HOAX, INFLUENZA ORDONANTIE, HINGGA KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT JAWA Sekar Ayu Asmara
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v13i2.51607

Abstract

AbstrakTopik yang dikaji dalam penelitian ini adalah sejarah flu Spanyol di Jawa tahun 1918-1920 yang meliputi (1) Penyebaran flu Spanyol, (2) Hoax flu Spanyol di Jawa, (3) Influenza Ordonantie, dan (4) Kearifan lokal masyarakat Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian sejarah yang meliputi empat langkah, di antaranya heuristik, kritik sumber, interprestasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa flu Spanyol pertama kali masuk ke Hindia Belanda melalui aktivitas ekonomi di pelabuhan internasional lalu menyebar ke Jawa dengan gejala demam tinggi, nyeri otot dan tulang, batuk, tidak nafsu makan, lemas, dan lain-lain. Adanya hoax mengenai jumlah kematian dari virus ini menambah kepanikan di kalangan masyarakat hingga akhirnya pemerintah kolonial Belanda resmi mengeluarkan Undang-Undang Influenza (Influenza Ordonantie) pada tahun 1920. Di sisi lain, masyarakat Jawa juga menghadapi wabah penyakit ini dengan menjalankan berbagai kearifan lokal yang telah diyakini secara turun temurun.Kata Kunci: Flu Spanyol, Jawa, Hoax, Influenza Ordonantie, Kearifan Lokal.
PERBANDITAN DI BATAVIA MASA POLITIK LIBERAL HINDIA BELANDA 1870-1930 Enggar Istiyana
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v13i2.51632

Abstract

AbstrakPeristiwa perbanditan sebagai bentuk pergolakan sosial masyarakyat Jawa masa Hindia Belanda mampu menunjukan adanya permasalahan social. Kajian ini akan mengkesplor sejarah Hindia Belanda yang bukan hanya membahas bentuk penjajahan saja, namun terkait pergolakan sosial yang dilakukan rakyat yang masih diabaikan. Penelitian ini dilakukan juga untuk mengidentifikasi secara rinci apa penyebab dan bagaimana penanganan yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda. Dengan metode interpretasi sumber primer penelitian ini menjadi tulisan yang menunjukan kegaduhan bandit dalam lingkup pedesaan masa Hindia Belanda. Hasil penelitian ini mengungkapkan argumen bahwa perbanditan pada masa Hindia Belanda dalam kurun waktu 1870-1930 memperlihatkan situasi rakyat dan pemerintah yang mengalami pergeseran dari sistem Tanam Paksa menuju Ekonomi Liberal. Tindak kriminal perbanditan yang dilakukan oleh para bandit Batavia tidak semata-mata untuk memperkaya diri sendiri melainkan juga untuk mensejahterakan rakyat kalangan bawah. Aksi perbanditan yang semakin meningkat dan hampir setiap malam terjadi membuat sistem keamanan pemerintah Kolonial terganggu. Selain itu, bandit Batavia mengajak rakyat untuk membangun kekuatan agar mau melawan atas tindasan yang diberikan oleh pemerintah Hindia Belanda. Bandit Batavia mengkampanyekan kehidupan yang lebih sejahtera dengan cara menjarah dan mengambil hak-hak rakyat yang semestinya diterima secara paksa. Kajian ini menjelaskan konsekuensi yang diterima rakyat karena melakukan pergolakan sosial dengan munculnya berbagai respon pemerintahan Hinda Belanda untuk mempertahankan keamanan.Kata Kunci: Ekonomi Liberal, Bandit Sosial, Batavia. 
KEMUNCULAN DAN PERKEMBANGAN MUSIK POP MINANGKABAU TAHUN 1950-1990-AN Annisa Annisa; Fikri Surya Pratama
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v13i2.53761

Abstract

Abstrak Memasuki perkembangan teknologi, kesenian tradisional Minangkabau mulai menjarahi alat-alat modern dalam mengembangkan kesenian daerah, salah satunya lahirnya Musik Pop Minangkabau, dimana unsur budaya musik Barat akan membaur dengan unsur musik tradisional Minangkabau. Artikel jurnal ini akan membahas sejarah muncul dan berkembangnya Musik Pop Minangkabau pada masa Orde Baru di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dimana metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah, dengan langkah-langkahnya: 1) heuristik, teknik pengumpulan data berupa studi pustaka terhadap tulisan yang membahas musik pop minangkabau, serta observasi menuju toko kaset klasik Musik Pop Minangkabau dan rumah komposer Musik Pop Minangkabau seperti Syahrul Tarun Yusuf; 2) kritik sumber data, baik secara ekstern dan intern; 3) analisa terhadap sumber data; 4) historiografi atau penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan budaya Minang mulai memiliki kelonggaran, seperti dalam bidang musik. Perubahan ini terjadi karena adanya perubahan pola fikir yang menuju modern dengan mengkombinasikan pengaruh budaya Barat pada musik dan filosofi-filosofi Minangkabau. Namun perubahan ini tidak meninggalkan filosofi Minangkabau secara seutuhnya. Era 1950-an dianggap sebagai era kelahiran Musik Pop Minangkabau. Pada era tahun 1970 perkembangan musik pop Minangkabau terus menjamur dengan lahirrnya bintang-bintang penyanyi dan  komposer musik pop Minang. Meski sempat mengalami kevakuman pada era 1980-an, era 1990-an kembali menjadi titik bangkit industri Musik Pop Minangkabau dengan adanya perubahan pada komposisi lagu serta instrumentasi yang mulai menggunakan alat instrumen musik digital atau Musical Instrument Digital Interface (MIDI).Kata kunci: Minangkabau, Musik, Perkembangan, Pop, Sejarah.
PERJUANGAN PANGERAN NOTOKUSUMO DAN IR. SUKARNO: KAJIAN KOMPARATIF HISTORIS Harto Juwono
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v13i2.52685

Abstract

AbstrakTulisan ini merupakan hasil kajian terhadap dua tokoh terkenal dalam sejarah Indonesia khususnya sejarah Jawa, yaitu Pangeran Notokusumo yang kemudian menjadi KGPA Paku Alam I dan Sukarno yang kemudian penjadi presiden pertama Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengangkat kesamaan nilai yang diperoleh dari proses perjuangan keduanya dalam menghadapi siatuasi di bawah dominasi kolonial. Untuk bisa mewujudkan tujuan ini, metodologi yang digunakan adalah strukturasi dengan tekanan pada peran agent dalam proses interaksi dan reproduksinya terhadap struktur yang ada, sehingga menghasilkan suatu bentuk struktur baru. Dengan analisis ini, proses perjuangan mereka bisa digambarkan dan terutama interaksi antara agent dan struktur yang ada (agency). Dari situ bisa ditemukan adanya bentuk perbandingan historis dalam struktur yang berbeda namun dengan system yang serupa, yaitu peralihan kekuasaan dari satu rezim ke rezim yang lain. Karena batasan dari tulisan ini adalah era sebelum kemerdekaan, data yang digunakan difokuskan pada data atau referensi yang dihasilkan pada era kolonial atau sezaman seperti khasanah arsip yang tersimpan di ANRI yaitu bundel Yogya, dengan tambahan beberapa referensi sumber sekunder.Keywords: Notokusumo, Sukarno, Pergantian Kekuasaan, Kerjasama, Struktur.
EKSISTENSI PABRIK GULA SEWUGALUR DAN PENGARUHNYA TERHADAP DINAMIKA SOSIAL EKONOMI TAHUN 1881–1935 Shofi Sani
Mozaik: Kajian Ilmu Sejarah Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/mozaik.v13i2.51701

Abstract

Pada abad ke-19 ketika gula menjadi komoditas paling mendominasi di Jawa, daerah vorstenlanden seperti Yogyakarta memiliki beberapa pabrik gula yang tersebar salah satunya yakni Pabrik Gula Sewugalur. Pabrik gula ini terletak di Sewugalur yang merupakan bagian dari wilayah Kadipaten Paku Alam. Penelitian yang disusun menggunakan metode penelitian sejarah ini mengkaji tentang eksistensi dari Pabrik Gula Sewugalur yang berdiri pada tahun 1881 hingga 1935, yakni meliputi perkembangan dan juga pengaruhnya dalam dinamika sosial maupun ekonomi terhadap beberapa pihak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pabrik Gula Sewugalur terlihat mengalami perkembangan yang lebih baik pada sekitar periode tahun 1920-an dan pada kurun tahun 1930-an mengalami penurunan karena krisis yang melanda pada periode tersebut. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa keberadaan dari Pabrik Gula Sewugalur memberikan pengaruh terutama dalam dinamika ekonomi yakni terkait kondisi finansial dari Kadipaten Paku Alam dan memberikan pengaruh terhadap masyarakat sekitar baik pengaruh positif maupun negatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 6