cover
Contact Name
Kartika Sari
Contact Email
kartika.sari@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6281261700537
Journal Mail Official
azzahra.putririaldi@lecturer.unri.ac.id
Editorial Address
Department of Fisheries Product Technology Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Fish Processing Technology
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : 31635830     DOI : https://doi.org/10.31258
Core Subject :
The Indonesian Journal of Fish Processing Technology (IJFPT) focuses on scientific research and technological development related to the processing and utilization of fishery and marine resources. The journal publishes original research articles and review papers that contribute to the advancement of fisheries-based processing technology and support sustainable development in the fisheries and maritime sector.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Penerimaan Perbedaan Konsentrasi Asam Kandis (Garcinia xanthochymus) terhadap Mutu Bekasam Ikan Gabus (Channa striata) Nofri Sandria; Ira Sari; Mala Anisa; Tjipto Leksono
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/nz519p08

Abstract

Bekasam adalah produk olahan tradisional hasil fermentasi ikan secara spontan, dengan menambahan asam kandis sebagai pengawet alami untuk mendukung pertumbuhan Bakteri Asam Laktat (BAL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap bekasam ikan gabus dengan penambahan asam kandis. Metode yang digunakan adalah eksperimen eksploratif dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang melibatkan empat perlakuan, yaitu kontrol (A0), serta konsentrasi asam kandis 8% (A8), 10% (A10), dan 12% (A12), dengan lama fermentasi 0, 2, 4, 6, dan 8 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bekasam dengan penambahan asam kandis 10% (A10) menghasilkan produk yang paling disukai oleh panelis, dengan karakteristik warna yang menarik, rasa asam dan asin yang khas. Bekasam yang terbaik tersebut memiliki nilai pH 5,3, nilai Aw 0,79.
Karakteristik Mutu Bakso Ikan Patin yang Difortifikasi dengan Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) N Ira Sari; M. Farras Abiyyuddin; Anggrei Viona Seulalae; Yohanes Janter Saputra Situmorang
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/m3b3t977

Abstract

Pemanfaatan tulang ikan patin sebagai bahan fortifikan merupakan salah satu upaya peningkatan nilai tambah hasil samping perikanan sekaligus pengayaan mineral pada produk pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fortifikasi tepung tulang ikan patin terhadap karakteristik mutu bakso ikan patin. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap nonfaktorial dengan empat taraf perlakuan, yaitu penambahan tepung tulang ikan patin sebesar 0% (T0), 4% (T4), 6% (T6), dan 8% (T8) dari berat daging ikan, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi atribut sensori (rupa, aroma, rasa, dan tekstur), kadar air, kadar abu, kadar kalsium, dan Angka Lempeng Total (ALT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi tepung tulang ikan patin tidak berpengaruh nyata terhadap rupa, rasa, dan tekstur bakso ikan patin, tetapi menurunkan nilai aroma secara nyata. Peningkatan konsentrasi tepung tulang ikan patin menurunkan kadar air dari 34,81% menjadi 29,54%, serta meningkatkan kadar abu dari 1,20% menjadi 2,61% dan kadar kalsium dari 8,33 menjadi 30,90 mg/100 g. Nilai ALT pada seluruh perlakuan berkisar antara 4,0 × 10⁴ hingga 5,3 × 10⁴ CFU/g dan masih berada pada kisaran yang dapat diterima. Secara keseluruhan, fortifikasi 4% menghasilkan mutu sensori yang paling proporsional, sedangkan fortifikasi 8% memberikan kadar kalsium tertinggi. Tepung tulang ikan patin berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan fortifikan untuk meningkatkan nilai fungsional bakso ikan patin dengan tetap mempertimbangkan batas penambahan agar mutu sensori, terutama aroma, tetap dapat diterima.

Page 2 of 2 | Total Record : 12