cover
Contact Name
Kartika Sari
Contact Email
kartika.sari@lecturer.unri.ac.id
Phone
+6281261700537
Journal Mail Official
azzahra.putririaldi@lecturer.unri.ac.id
Editorial Address
Department of Fisheries Product Technology Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Fish Processing Technology
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : 31635830     DOI : https://doi.org/10.31258
Core Subject :
The Indonesian Journal of Fish Processing Technology (IJFPT) focuses on scientific research and technological development related to the processing and utilization of fishery and marine resources. The journal publishes original research articles and review papers that contribute to the advancement of fisheries-based processing technology and support sustainable development in the fisheries and maritime sector.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Uji Aktivitas Ekstrak Andaliman dengan Pelarut Berbeda Terhadap Antibakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli Jumagar Simanjuntak; N. Ira Sari; Tjipto Leksono
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/s8qm7926

Abstract

Andaliman merupakan tanaman yang pada umumnya tumbuh liar di daerah perbukitan yang bersuhu rendah. Andaliman bekerja sebagai antibakteri melalui penghambatan fungsi membran sel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli dari ekstrak andaliman, mengetahui komponen bioaktif dari ekstrak andaliman pada pelarut zona terluas, serta mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak andaliman terhadap bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksploratif. Pada uji aktivitas antibakteri ekstraksi buah andaliman menggunakan pelarut yang berbeda (etil asetat, hexana, air, dan metanol) dan data hasilnya dianalisa secara deskriptif meliputi; identifikasi komponen bioaktif yang terkandung pada ekstrak buah andaliman. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram, dan komponen bioaktif. Ekstrak andaliman pelarut metanol merupakan zona hambat paling besar pada uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Bacillus subtilis dan Escherichia coli. Senyawa fitokimia ekstrak andaliman dengan pelarut metanol mengandung alkaloid, flavonoid, steroid/terpenoid, saponin, dan fenol. Hasil pengujian KHM pada bakteri Bacillus subtilis adalah 1,56% dan pada bakteri Escherichia coli adalah 3,12%. Hasil pengujian KBM pada bakteri Bacillus subtilis 12,5% dan pada bakteri Escherichia coli adalah 50%.
Studi Mutu Dadu Ikan Malong Kering (Muraenesox cinerus) dengan Kemasan Vakum dan Nonvakum Selama Penyimpanan Suhelvira; Suparmi; Sumarto
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/a6dz4g51

Abstract

Ikan malong (Muraenesox cinerus) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang hidup hingga kedalaman 100 m di muara-muara sungai, selain dapat digunakan untuk bahan baku pada industri surimi juga dapat dimanfaatkan untuk bahan baku berbagai produk olahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan mutu ikan malong kering berbentuk potongan dadu yang dikemas dengan vakum dan nonvakum. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yaitu melakukan percobaan pembuatan ikan malong kering berbentuk potongan dadu yang dikemas dengan HDPE (High Density Poly Ethylene) Vakum (X1) dan nonvakum (X2), dengan lama penyimpanan yaitu P0 (0 hari), P1 (15 hari), P2 (30 hari), dengan konsentrasi garam 20%. Hasil penelitian menunjukkan pengemasan vakum dengan penyimpanan 15 hari memiliki nilai terbaik dengan nilai kenampakan 6,01 (warna yang masih cemerlang dan bentuk dadu yang masih utuh). Pada nilai bau 6,52 (bau masih bisa diterima oleh panelis karena dadu ikan malong kering masih memiliki bau yang khas seperti ikan kering). Pada nilai rasa 6,25 (rasa masih diterima oleh panelis karena perubahan rasa yang tidak berbeda jauh dari 0 hari). Nilai tekstur 5,45 memiliki nilai terbaik karena kemasan vakum tidak terdapat udara yang menyebabkan produk masih utuh. Nilai kadar air 22,49% pada dadu ikan malong kering semakin lama penyimpanan maka nilai kadar air semakin meningkat. Nilai kadar lemak dadu ikan malong kering tertinggi terdapat pada hari ke 30 kemasan vakum yaitu sekitar 8,02807%, dan nilai TPC terbaik 5,5x104 CFU/g. Perlakuan terbaik dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan mempertahankan mutu dadu ikan malong kering
Karakteristik Organoleptik Tepung Buah Nipah yang Difortifikasi dengan Hidrolisat Protein Udang Rebon (Acetes erythraeus): mangrove Suparmi; Sumarto; Hendro E; Isna R
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/3nq8h962

Abstract

Provinsi Riau merupakan salah satu daerah yang memiliki hutan mangrove yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk memberikan manfaat baik sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun dapat juga memberikan keuntungan secara ekonomi. Pada saat ini pemanfaatan hutan mangrove oleh masyarakat pesisir. Jenis tumbuhan mangrove yang buahnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan antara lain buah nipah (Nypa fruticans). Kandungan karbohidratnya yang tinggi berpotensi untuk digunakan sebagai pengganti makanan pokok seperti beras, jagung dan sagu atau dapat digunakan sebagai pengganti, fortifikasi dan penganekaragaman pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan solusi penyediaan bahan makanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yaitu pengolahan tepung buah mangrove (nipah) dengan hidrolisat protein udang rebon yang difortifikasi pada konsentrasi yang berbeda yaitu: kontrol (M0), 20% (M1), 40% (M2), 60% (M3). Pengolahan tepung termodifikasi menggunakan metode Modified Heat Treatment (HMT). Parameter yang diamati adalah karakteristik organoleptik. Hasil yang diperoleh adalah perlakuan konsentrasi protein hidrolisat (M2) 40% merupakan hasil terbaik yaitu dengan. nilai organoleptik berdasarkan persentase uji penerimaan konsumen yang menyukai warna 88,50%, rasa 96,2%, aroma 93,2%, dan tekstur 95%, dengan ciri warna kuning cerah keputihan 98,90%, rasa gurih, aroma tidak terlalu amis, dan tekstur kering dan halus. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa tepung buah nipah disukai oleh konsumen karena dapat dijadikan makanan.
Pengaruh Penambahan Tepung Cangkang Kerang Hijau (Perna viridis) Terhadap Mutu Kerupuk Muslim Hidayat T; Suparmi; Dewita
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/sa0q2f82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung cangkang kerang hijau (Perna viridis) terhadap kualitas kripik. Metode yang digunakan adalah eksperimen pembuatan kripik dengan tepung cangkang hijau: tanpa penambahan tepung cangkang kerang hijau (A0), penambahan tepung cangkang kerang 5% (A1), penambahan tepung cangkang kerang hijau 10% (A2) dan penambahan tepung cangkang kerang hijau 15% penambahan tepung cangkang (A3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung cangkang kerang hijau tidak berpengaruh nyata terhadap warna, tepung, rasa dan kerenyahan kripik, tetapi berpengaruh nyata. Perlakuan terbaik adalah A3.
Pengaruh Penambahan Tepung Ikan Biang (Ilisha elongata) Terhadap Mutu Biskuit Usman Jujur Siregar; Sumarto; Suparmi
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/7dvt5n04

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biskuit dengan penambahan tepung ikan biang. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan penambahan tepung ikan biang berbeda yaitu 0%, 2%, 4%, 6% dan 8%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biskuit dengan penambahan tepung ikan biang 4% merupakan perlakuan terbaik dengan kandungan nutrisi produk yaitu air 3,91%, protein 17,31%, lemak 19,53%, abu 2,43% dan karbohidrat 56,81% serta kandungan kalsium pada biskuit sebesar 438 mg/kg. Biskuit dengan penambahan tepung ikan biang dapat dijadikan makanan tambahan bergizi untuk semua kalangan masyarakat dalam rangka menunjang kesehatan.
Kajian Mutu Bakso Ikan Patin (Pangasius sp.) pada Kondisi Kemasan Vakum dan Non Vakum Selama Penyimpanan Suhu Dingin (±5°C) Widya Ansari; Syahrul; N. Ira Sari
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/mjpxn479

Abstract

Bakso ikan patin merupakan salah satu diversifikasi produk perikanan yang praktis dan berprotein tinggi. Namun bakso ikan sendiri sangat cepat terurai karena kandungan airnya yang tinggi, oleh karena itu dilakukan penelitian tentang kualitas bakso ikan ikan patin dalam kemasan vakum dan non vakum selama penyimpanan dingin (±5°C) untuk mengetahui pengaruh daya simpan. penelitian ini ditujukan untuk pedagang keliling yang tidak memiliki lemari pendingin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Dengan menggunakan dua perlakuan pengemasan vakum dan non vakum secara berkelompok, lama penyimpanan adalah 0, 3, 6 dan 9 hari dengan 3 kali ulangan sehingga menghasilkan 24 unit percobaan dan melalui 3 tahap yaitu 1) penyiangan, 2) pembuatan bakso ikan patin, dan 3) analisis. Hasilnya dianalisis menggunakan uji-t. Hasil yang diperoleh adalah kemasan vakum dapat mempertahankan umur simpan bakso ikan patin lebih baik dibandingkan dengan kemasan non vakum. Dimana Nilai rata-rata kadar air pada kemasan vakum selama penyimpanan adalah 56,35% sedangkan pada kemasan non vakum yaitu 58,58%. Nilai rata-rata kadar protein pada kemasan vakum yaitu 35,64% sedangkan pada kemasan non vakum yaitu 34,07%. Nilai kadar abu pada kemasan vakum yaitu 0,69% sedangkan pada kemasan non vakum yaitu 0,73%.. Nilai rata-rata aktivitas air (aw) pada kemasan vakum selama penyimpanan yaitu 0,81 sedangkan pada kemasan non vakum yaitu 0,82. Rata-rata jumlah total bakteri psikrofilik pada kemasan vakum selama penyimpanan yaitu 2,6 x 105 koloni/g sedangkan pada kemasan non vakum yaitu 3,0 x 105 koloni/g
Karakteristik Rupa Tepung Kalsium Oksida (CaO) dan Hidroksiapatit (HAp) dari Cangkang Kerang Kijing Air Tawar (Pilsbryoconcha exilis) Anggi Anggraini; N. Ira Sari; Santhy Wisuda Sidauruk
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/p134ve02

Abstract

Kerang kijing merupakan kerang yang hidup di air tawar dan dapat ditemukan di Sungai Paku Kecamatan Kampar Kiri Provinsi Riau. Biasanya kerang kijing dimanfaatkan dagingnya dalam olahan pangan dan cangkang yang masih kurang dimanfaatkan. Cangkang kerang kijing mengandung senyawa kalsium dan posfat yang berpotensi sebagai hidroksiapatit. Hidroksiapatit Ca10(PO4)6(OH)2 merupakan komponen mineral utama penyusun tulang dan gigi. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan karakteristik rupa cangkang kerang kijing sebagai sumber hidroksiapatit. Metode yang digunakan ialah eskperimen melalui tiga tahap 1) preparasi sampel, 2) ekstraksi tepung kalsium oksida (CaO), dan 3) sintesis hidroksiapatit serta hasilnya dianalisis secara pengamantan langsung berdasarkan warna tepung. Hasil yang diperoleh ialah perbedaan warna pada tepung cangkang kerang kijing yaitu putih keabuan, tepung CaO berwarna kecoklatan dan warna hidroksiapatit yaitu putih keabuan.
Isolasi Bakteri Asam Laktat (BAL) dari Sosis Fermentasi Ikan Patin (Pangasius sp.) Defri Ilham; Febyanti Tarihoran; Tjipto Leksono; Ira Sari
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/w4p0jb09

Abstract

Ikan patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dikenal dan dibudidayakan di Indonesia. Sebagai salah satu jenis ikan air tawar, ikan patin memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Disamping itu, ikan patin juga relatif murah dan mudah diperoleh. Kualitas protein daging ikan lebih tinggi dibandingkan dengan protein daging sapi dan ayam, sehingga ikan memiliki potensi  yang menarik sebagai bahan baku pembuatan sosis. Pengolahan sosis fermentasi merupakan pemanfaatan potensi bakteri asam laktat untuk menghasilkan produk yang dapat meningkatkan keamanan pangan, seperti bioproteksi dan biopreservasi. Hal ini dikarenakan bakteri yang terkandung dalam asam laktat menghasilkan berbagai senyawa antibakteri, seperti bakteriosin yang mampu menghambat pertumbuhan dan penyebaran bakteri patogen di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhuhan bakteri asam laktat (BAL) pada sosis fermentasi ikan patin. Isolasi Bakteri Asam Laktat dilakukan dengan metode pour plate dan metode streak pada media de Man, Rogosa and Sharpe Agar (MRSA) dan media Nutrient Agar. Kultur BAL dinkubasi pada suhu 37 0C selama 48 jam, lalu koloni yang tumbuh diamat morfologinya. Hasil isolasi BAL dari sosis fermentasi ikan patin pada media de Man, Ragosa and Sharpe Agar (MRSA) didapat hanya 2 isolat yang memiliki karakteristik sebagai bakteri gram positif dengan bentuk bacillus.
Pengaruh Ekstrak Daun Belimbing Wuluh Terhadap Mutu Mikrobiologi dan Organoleptik Filet Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Selama Penyimpanan Dingin Azzahra Putri Rialdi; Susi Lasro Sihombing; N Ira Sari; Dian Iriani
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/zchygc83

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi potensi ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai pengawet alami untuk mempertahankan mutu filet ikan patin (Pangasius hypophthalmus) selama penyimpanan dingin (5°C ± 2°C). Filet direndam selama 30 menit dalam larutan ekstrak dengan variasi konsentrasi 0% (kontrol), 5%, 10%, dan 15%, kemudian disimpan pada suhu dingin dan diamati pada beberapa waktu simpan hingga penyimpanan terpanjang yang diuji. Parameter yang dianalisis meliputi Angka Lempeng Total (ALT), Coliform/Escherichia coli, pH, serta uji organoleptik (kenampakan, bau, tekstur, dan rasa) menggunakan score sheet dan panelis agak terlatih. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan uji lanjut BNJ. Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun belimbing wuluh menekan peningkatan ALT dibanding kontrol selama penyimpanan, dengan konsentrasi 10% memberikan performa paling efektif pada akhir penyimpanan, sementara peningkatan konsentrasi lebih tinggi tidak selalu memperkuat efek penghambatan. Coliform/E. coli tidak terdeteksi pada seluruh perlakuan dan waktu simpan (memenuhi batas SNI 7388:2009). Nilai pH filet pada perlakuan ekstrak cenderung lebih rendah dibanding kontrol, meskipun meningkat kembali pada penyimpanan lanjut. Secara organoleptik, seluruh atribut menurun seiring waktu simpan; perlakuan ekstrak berpengaruh nyata terhadap tekstur, sedangkan kenampakan, bau, dan rasa tidak menunjukkan perbedaan nyata antar konsentrasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa perendaman ekstrak daun belimbing wuluh, khususnya pada konsentrasi 10%, berpotensi diterapkan untuk memperlambat kemunduran mutu filet patin dalam rantai dingin, dengan perhatian pada konsekuensi sensori pada aplikasi produk.
Atribut Kualitas Fillet Ikan Lele (Pangasius hypophthalmus) Rasa Asap yang Dipengaruhi oleh Ukuran Ikan Tjipto Leksono; Bustari Hasan; Candra Yustitia Malau
Indonesian Journal of Fish Processing Technology Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Fish Processing Technology, Faculty of Fisheries and Marine, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/mm527975

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh ukuran ikan patin (Pangasius hypophthalmus) terhadap atribut mutu fillet patin berflavor asap, meliputi rendemen, komposisi proksimat, profil asam amino, total fenol, total asam, dan mutu sensori. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan tiga ukuran ikan: ±500 g (F1), ±750 g (F2), dan ±1000 g (F3). Fillet direndam dalam garam 2,5% (60 menit) dan asap cair tempurung kelapa (60 menit), kemudian dipanaskan pada 60°C selama 4–5 jam; data dianalisis dengan ANOVA (95%) dan uji lanjut bila berbeda nyata. Hasil menunjukkan peningkatan ukuran ikan cenderung meningkatkan waktu pengeringan dan menurunkan rendemen (F1 33,16%; F2 32,23%; F3 28,87%). Total fenol meningkat seiring ukuran ikan (64,5±0,9; 72,83±1,5; 92,67±1,5 ppm untuk F1–F3), sedangkan total asam menurun (2,24±0,04; 2,08±0,08; 1,66±0,07). Secara sensori, F2 cenderung paling disukai untuk aroma dan rasa, sementara tekstur relatif seragam antar perlakuan. Disimpulkan bahwa ukuran ikan memengaruhi mutu fisik-kimia dan sensori; ukuran bahan baku yang direkomendasikan untuk fillet patin berflavor asap bermutu baik adalah 500–750 g, disesuaikan dengan prioritas rendemen/nilai gizi atau penerimaan sensori.

Page 1 of 2 | Total Record : 12