cover
Contact Name
Luthfi Kurniawan
Contact Email
admin@optimaluntuknegeri.com
Phone
+6285353751546
Journal Mail Official
admin@optimaluntuknegeri.com
Editorial Address
Grand Slipi Tower LT. 5 Unif F, Jalan S. Parman, KAV / 22-24, Village / Sub-district Palmerah, Kec. Palmerah, City Adm. West Jakarta, DKI Jakarta Province.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Optimal Nursing Journal
ISSN : -     EISSN : 30629748     DOI : 10.67717
Core Subject :
Optimal Nursing Journal (ONJ) is a national open access journal with a primary focus on the field of healthcare, specifically in the field of nursing. Serving as a specialized platform for researchers and practitioners, ONJ facilitates the sharing of research findings, analysis, and in-depth theoretical reviews. Committed to academic rigor and a rigorous peer-review process, the journal strives to uphold the highest quality and contemporary relevance in nursing practice. Published biannually, in June and December, ONJ aims to make a significant contribution to the advancement of global nursing knowledge and practice. We invite you to join us in shaping the future of nursing through active participation in the ongoing dialog.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "volume 2 no 2 desember 2025" : 4 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN MASKER MORICEN (MORINGA OLEIFERA DAN CENTELLA ASIATICA) TERHADAP DERAJAT LESI ACNE VULGARIS PADA REMAJA DI DESA PURWOREJO, KECAMATAN KANDAT Farida Hayati; Rachma Diah Ayu Wiwit Diana
Optimal Nursing Journal Volume 2 No 2 Desember 2025
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740307

Abstract

Acne vulgaris merupakan masalah kulit disebabkan oleh tersumbatnya pori-pori akibat kotoran atau minyak pada kulit. Acne vulgaris terjadi pada remaja selama masa pubertas ketika kadar hormon androgen meningkat. Penatalaksanaan non farmakologi dapat dilakukan dengan pemberian masker MORICEN yang terbuat dari daun kelor dan herba pegagan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian masker MORICEN (Moringa oleifera dan Centella asiatica) terhadap derajat lesi Acne vulgaris pada remaja.  Desain penelitian menggunakan Pre Experimental dengan one group pre test – post test design. Populasi 42 responden dengan menggunakan Purposive Sampling dengan besar sampel 14 responden. Intervensi dilakukan selama 15 menit dan dilakukan 3 kali seminggu selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan pre test sebagian besar responden mengalami Acne vulgaris dengan kategori sedang, hasil post test menujukkan hampir keseluruhan responden mengalami Acne vulgaris dengan kategori ringan. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon signed rank test menunjukkan P value 0,003 ≤ 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh pemberian masker MORICEN terhadap derajat lesi acne vulgaris. Berkurangnya  acne vulgaris merupakan efek kombinasi daun kelor dan herba pegagan yang mempercepat penyembuhan kondisi acne dan memperbaiki kondisi sebum.  Disarankan penderita acne vulgaris usia remaja mampu mengaplikasikan terapi nonfarmakologi ini sebagai upaya untuk mengoptimalkan perawatan pada kulit dengan acne vulgaris.
KEBIASAAN NGEMIL, AKTIVITAS FISIK, DAN STATUS GIZI PADA REMAJA USIA 13 – 15 TAHUN DI BEKASI : STUDI CROSS SECTIONAL Lisna Nuryanti; Lina Indrawati; Ayunita Lestari
Optimal Nursing Journal Volume 2 No 2 Desember 2025
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740308

Abstract

Pendahuluan: Mengkonsumsi cemilan secara umum diartikan sebagai konsumsi makanan dan minuman di antara waktu makan utama. Seringkali ini melibatkan asupan tinggi lemak, gula, dan garam. Makanan ringan menyumbang sekitar 10% dari total asupan energi harian. Ngemil yang berlebihan dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup dapat menyebabkan penumpukan energi dalam tubuh dan mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan jajanan, aktivitas fisik, dan status gizi pada remaja SMP. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Data remaja usia 13 – 15 – tahun (n = 230, 50,9% perempuan) dikumpulkan menggunakan Food Frequencies Questionaire (FFQ), Physical Activity Questionnaire – Adolescent (PAQ – A) dan BMI (Z – Score). Hasil: Penelitian menemukan bahwa sebagian besar remaja memiliki kebiasaan jajan jarang (51,7%) berkategori “jarang”, 54,3% memiliki aktivitas fisik sedang, dan 77% remaja berstatus gizi normal. Analisis chi – square menunjukkan ada hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p value 0,009), sedangkan kebiasaan jajanan tidak ada hubungan dengan status gizi (p – value 0,799). Pembahasan: Kebiasaan jajanan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko status gizi kurang optimal. Pentingnya pendidikan gizi yang efektif dan promosi aktivitas fisik secara teratur mungkin merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan remaja.
“JIKA DIEDUKASI, KAMI SIAP”: PERSPEKTIF KESIAPAN POKDARWIS DALAM KESEHATAN JIWA BERBASIS PARIWISATA Shofi Khaqul Ilmy; Made Bayu Oka Widiarta; I Komang Gunawan Landra; Kadek Dwi Pitriyani; I Gusti Ayu Armadhira Iswa Adi
Optimal Nursing Journal Volume 2 No 2 Desember 2025
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740309

Abstract

Introduction: Local tourism has the potential to serve as a platform for mental-health promotion and prevention; however, the readiness of community actors-particularly tourism awareness groups (Pokdarwis)-remains poorly understood. This study aimed to explore Pokdarwis members’ perceptions and meanings of readiness to advance mental-health efforts through local tourism in Buleleng District, Bali. Methods: A qualitative descriptive phenomenology was conducted with seven Pokdarwis members (including two coordinators) through semi-structured interviews. Data were analyzed using Template Analysis, treating the Community Readiness Model (CRM) as sensitizing concepts (prior knowledge). Trustworthiness was ensured via member checking, peer debriefing, and an audit trail. Results: Six themes emerged: (1) meanings of health along the mental-health dimension (knowledge of the issue); (2) a “quiet yet important” issue (community climate); (3) abundant but unguided potential (existing community efforts); (4) mental-health benefits that remain unpublicized (knowledge of efforts); (5) “If educated, we are ready” (leadership); and (6) potential that is not yet connected (resources). A core theme was synthesized, conditional readiness: “If educated, we are ready.” CRM mapping indicated a position spanning vague awareness to preplanning. Discussion/Recommendations: Stage-matched priorities include strengthening culturally sensitive mental-health literacy; reframing destination narratives toward “restorative tourism”; appointing and training relevant actors; piloting small-scale packages with clear standard operating procedures and referral pathways; and consolidating assets-networks-funding. Community mental-health nurses should act as key collaborators linking Pokdarwis and puskesmas (primary health centers) to support standardization, capacity building, and ongoing quality monitoring of the program.
EFEKTIVITAS SPIRITUAL CUPPING NURSING TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RUMAH SEHAT HOLISTIK IN CARE YOGYAKARTA Ahmad Arifin; Aqila Yasa Fauziningrat; Muhammad Iqbal Sutisna
Optimal Nursing Journal Volume 2 No 2 Desember 2025
Publisher : PT Nuansa Fajar Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67717/740310

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah penyakit kronik akibat desakan darah yang berlebihan dan hampir tidak konstan pada arteri. Hipertensi ditandai dengan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg.  Bekam dilakukan dengan penyedotan kulit dibagian tertentu untuk mengeluarkan racun di dalam tubuh, serta berperan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik. Selain terapi bekam, langkah pendekatan fisik untuk mengurangi tekanan darah, juga dikombinasikan dengan pendekatan spiritual berupa terapi murottal Al Quran. Dengan demikian, peneliti melakukan penelitian lebih lanjut. Terkait efektivitas spiritual cupping nursing terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi. Tujuan: Mengetahui efektivitas spiritual cupping nursing terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Rumah Sehat Holistik In Care Yogyakarta. Metode:   Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitif, menggunakan metode praexperiment dengan rancangan one group pre-test – post-test. Jumlah responden 15 orang, teknik yang digunakan simple random sampling. Instrumen menggunakan alat pengukur tekanan darah (sphygmomanometer, stetoskop dan hasil lembar observasi) Menggunakan Uji Wilxocon. Hasil: Hasil analisis penelitian uji normalitas dengan menggunakan Shapiro-wilk mendapat nilai signifikan variabel sistol sebelum (0,001), diastol sebelum(0,000), sistol sesudah (0,009), dan diastol sesudah (0,010). Lalu dilanjutkan menggunakan uji Wilcoxon pada sistol dan diastol menunjukkan nilai p = 0,000 dan p = 0,000 yang berarti nilai p<0,001. Kesimpulan:  Terdapat efektivitas spiritual cupping nursing terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Rumah Sehat Holistik In Care Yogyakarta. Diharapkan peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian dengan menambah variabel -variabel pada Penyakit yang berbeda.

Page 1 of 1 | Total Record : 4