cover
Contact Name
Wulandari Dianningtyas
Contact Email
jurnal.lemigas@esdm.go.id
Phone
+6282121181003
Journal Mail Official
jurna.lemigas@esdm.go.id
Editorial Address
BBPMGB LEMIGAS Jl. Ciledug Raya Kav. 109. Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12230
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
LEMBARAN PUBLIKASI MINYAK DAN GAS BUMI (LPMGB)
Published by LEMIGAS
Core Subject :
LPMGB aims the dissemination of information on research activities, technology engineering development and laboratory testing in the oil and gas field. Manuscripts in English are accepted from all in any institutions, college and industry oil and gas throughout the country and overseas.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "vol 43 no 2 (2009)" : 11 Documents clear
Aplikasi Model Jaringan Nodal untuk Mengevaluasi Aliran Gas pada Jaringan Pipa edward tobing
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.132

Abstract

Analisis aliran steady state pada jaringan pipa gas dilakukan untuk menentukan distribusi tekanan aliran gas pada node dan laju alir gas dalam elemen penghubung node (leg). Metode analisis aliran steady state pada jaringan pipa gas yang diaplikasikan dalam makalah ini merupakan algoritma yang bersifat step forward. Dalam metode ini harga tekanan suatu node langsung dikoreksi pada setiap iterasinya berdasarkan ketidakseimbangan laju alir massa pada node tersebut, karena harga tekanan yang digunakan untuk menentukan laju alir massa gas dalam pipa pada tahap iterasi sebelumnya belum tepat. Algoritma ini memberikan kemungkinan baru untuk mengembangkan model simulasi jaringan pipa gas tanpa menggunakan matriks aljabar, dan pemecahan masalah jaringan pipa gas dengan mengaplikasikan model jaringan nodal. Untuk mendesain dan menganalisis jaringan pipa yang dilengkapi peralatan kompresor dan pressure regulator, perlu ditentukan parameter daya kuda yang dibutuhkan Kompresor dan bukaan pada pressure regulator. Cara yang dilakukan untuk menganalisis jaringan pipa tersebut adalah dengan mengeliminasi kedua peralatan tersebut, dan kemudian menempatkan dua buah node pada titik inlet dan outlet. Akan tetapi sistem harus mempunyai solusi yang unik setelah kedua peralatan tersebut dieliminasi, dengan batasan laju alir gas pada node inlet harus sama dengan laju alir pada node outlet dengan tanda berbeda. Tekanan dan laju alir pada kedua node harus ditentukan terlebih dahulu, dan kemudian parameter daya kuda kompresor serta bukaan pressure regulator dapat ditentukan.
Pengaruh logam Kalsium (Ca) dan Kromium (Cr) dalam Pembuatan Bio-gasoline (Setara Bensin) dengan Bahan Baku Metil Ester Morina Morina; Oberlin Sidjabat
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.133

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan energi bahan bakar minyak dalam rangka diversifikasi energi, maka perlu diupayakan untuk mencari energi alternatif sebagai bahan pengganti atau substitusi bahan bakar tersebut. Salah satu upaya adalah menggunakan bahan baku nabati yang banyak terdapat di negeri ini seperti minyak sawit, minyak jarak pagar dan minyak kelapa, dan juga merupakan bahan baku untuk energi terbarukan (bio-fuel) yang sangat menjanjikan. Perengkahan katalitik minyak sawit merupakan salah satu proses untuk menghasilkan senyawasenyawa setara dengan bensin (bio-gasoline) dilakukan dalam suatu reaktor fixed bed, denga  suhu reaksi berkisar dari 450 – 500°C. Penelitian diarahkan untuk melihat pengaruh logam kalsium (Ca) dan kromium (Cr) dengan bahan baku metil ester yang berasal dari minyak sawit, untuk menghasilkan bio-gasoline. Logam aktif katalis yang berperanan dalam proses konversi katalitik tersebut adalah logam kalsium dan kromium yang diembankan pada zeolit sintetis berukuran 35- 65 mesh, baik dalam bentuk logam tunggal maupun campuran logam. Masing-masing logam tunggal dengan konsentrasi tertentu dan logam campuran, menunjukkan aktivitas terhadap proses perengkahan katalitik dalam menghasilkan produk bio-gasoline setara bensin, dan hasil perengkahan katalitik yang tinggi terlihat pada katalis dengan logam campuran Ca-Cr-ZS dengan konversi 50-59% dan suhu optimum 475oC.
Formulasi Gemuk Lumas Sabun Litium dengan Bahan Dasar Minyak Jarak Ratu Ulfiati
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.134

Abstract

Gemuk lumas merupakan pelumas dalam bentuk setengah padat, terbuat dari minyak lumas dasar ditambah aditif dan bahan pengental (thickening agent). Sabun adalah zat pengemulsi yang umum digunakan, dan jenis sabun yang dipilih tergantung pada kondisi penggunaan gemuk lumas tersebut. Penggunaan sabun yang berbeda akan menghasilkan tingkat ketahanan terhadap temperatur (tergantung pada viskositas dan volatilitasnya), air, dan reaktivitas kimia yang berbeda. Kondisi proses saponifikasi dan mekanisme pencampuran bahan baku, mempengaruhi kualitas gemuk lumas. Selain itu juga jenis sabun dan konsentrasi sabun yang terbentuk serta dispersi sabun dalam minyak dasar mempengaruhi titik leleh gemuk lumas; jumlah bahan pengental dan bahan pengisi mempengaruhi kekerasan gemuk; dengan komposisi yang sama, gemuk lumas dengan bahan dasar minyak mineral mempunyai tingkat kekerasan yang lebih tinggi (NLGI) dibandingkan dengan gemuk lumas dengan bahan dasar minyak jarak; penambahan aditif tekanan ekstrim dapat mengurangi diameter scar pada bola uji fourball secara efektif.
Koaktivator Mo Pada Katalis Cu/Zeolit sebagai Reduktor N2O Chairil Anwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.135

Abstract

Katalis Cu-Mo/Zeolit sebagai pereduksi N2O dipreparasi secara impregnasi dengan memanfaatkan Zeolit alami termodifikasi sebagai pengemban. Katalis dibuat sebagai variasi konsentrasi logam Cu 2%, 3%, dan 4% dan logam Mo 0,03% dan 2% sebagai koaktivator. Karakterisasi katalis menggunakan metode Isotherm BET menunjukkan bahwa terjadi penurunan luas permukaan berturut-turut sebesar 16,9% dan 38,6% setelah impregnasi Mo 0,03% dan Mo 2%. Analisis XRD terhadap difraktogram katalis memberikan spesies Cu teridentifikasi sebagai Cu0 dan Mo sebagai MoO2. Uji aktivitas katalis menunjukkan bahwa katalis Cu-Mo/Zeolit dengan konsentrasi Mo 2% dan Cu 3% memiliki aktivitas terbaik dalam mengkonversi N2O dengan nilai % konversi N2 sebesar 73,55% pada temperatur 500oC. Hasil ini menunjukan bahwa katalis ini efektif digunakan sebagai katalis reduktor N2O.
Pengaruh Konsentrasi KNO3 pada Media yang Mengandung H2CO3 terhadap Pertumbuhan Scenedesmus sp. Rino Nirwawan
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.137

Abstract

Komponen seluler Scenedesmus sp. yang berupa lemak berpotensi dipakai sebagai biodiesel. Berbasis pada kandungan lemaknya, telah dilakukan penelitian mengenai pertumbuhan Scenedesmus sp. dalam media PHM (Provasoli for Haematococcus Medium) dengan variasi kandungan bikarbonat H2CO3 pada konsentrasi 0, 50, 100, dan 200 mg/L. Bikarbonat ini berfungsi sebagai sumber CO2 tambahan selain dari udara. Berdasarkan konsentrasi H2CO3 terbaik, penelitian pertumbuhan dilanjutkan dengan variasi kandungan KNO3 pada konsentrasi 1000, 600, dan 200 mg/L sebagai sumber nitrogen. Jumlah populasi, kadar lemak, dan berat kering biomassa dipakai sebagai parameter pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sel tertinggi (5,78 x 107 sel/mL) diperoleh pada media dengan konsentrasi 100 mg/L H2CO3 dan KNO3 1000 mg/L. Pada kondisi optimal tersebut diperoleh kadar lemak tertinggi (31,74%/berat kering) setelah inkubasi selama 8 jam sampai variasi konsentrasi 100 mg/L H2CO3, peningkatan pertumbuhan Scenedesmus sp. sejalan dengan konsentrasi H2CO3 yang ditambahkan. Pada variasi konsentrasi KNO3, pertumbuhan Scenedesmus sp. yang baik terjadi dalam media yang mengandung 600 mg/L KNO3, namun kandungan lemaknya terlihat rendah. Peningkatan kadar lemak terjadi pada media dengan konsentrasi KNO3 sebesar 1000 mg/L.
Preparasi dan Aktivitas Katalis Sintesis Dimetil Eter Holisoh Holisoh; Chairil Anwar
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.138

Abstract

Penelitian tentang preparasi katalis sintesis DME telah dilakukan dengan metode kopresipitasi, ko-impregnnasi, dan impregnasi garam logam copper nitrat, zinc nitrat, dan aluminium nitrat. Karakterisasi katalis dilakukan dengan metode BET, TPR, dan XRD. Katalis yang diperoleh dari ko-impregnasi memberikan hasil BET cukup baik, TPR pada 298°C, dan spektrum XRD yang tajam untuk spesies CuO, ZnO, dan Al2O3.. Uji aktivitas katalis sintesis DME di dalam reactor autoclave pada kondisi operasi , yaitu temperatur 260 – 300oC, dan tekanan 40- 42 bar dengan umpan campuran gas sintesis H2/CO sebesar 2,2 memberikan hasil DME 10% berat,MeOH 44,824%,metana sebesar 25,188% berat, CO2 sebesar 0,306% berat, CO2 sebesar 7,8% berat, dan hidrokarbon ringan.
Studi Karakteristik Fisika-Kimia pada Uji Jalan Minyak Lumas Mesin Bensin Formula Api SL sebagai Indikator Mutu Setyo Widodo; Shinta Sari; Catur Yuliani; Subiyanto Subiyanto
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.139

Abstract

Pada aplikasi sesungguhnya kualitas dari suatu minyak lumas dapat diketahui dari uji unjuk kerja. Walaupun demikian, sebagai indikator awal hal ini dapat diketahui dari karakteristik uji fisika-kimianya. Karakteristik tersebut dapat di teliti dengan cara menganalisa contoh minyak lumas yang diambil dari unjuk kerja uji jalan yang dilakukan pada interval jarak (kilometer) atau interval waktu tertentu. Studi tentang karakteristik fisika-kimia dari minyak lumas ini sangat diperlukan untuk mengetahui kualitas dari suatu minyak lumas. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan data teknis tentang ketahanan dari suatu minyak lumas dilihat dari uji laboratorium. Dimana minyak lumas yang digunakan dalam studi ini adalah minyak lumas hasil formulasi dengan grade SAE 15W40/API SL. Karakteristik minyak lumas dipantau dengan cara menggantinya selama uji jalan berlangsung setiap jarak 2.500 kilometer. Sehingga penurunan kualitas minyak lumas dapat dilihat selama penelitian berlangsung. Hasil uji menunjukkan bahwa formulasi minyak lumas memiliki sifat karakteristik yang memenuhi standar spesifikasi. Sebagian besar dari used oil tersebut masih dalam batas standar yang diijinkan kecuali untuk uji kadar silikon menunjukkan nilai dibawah ambang batas. Meskipun demikian dapat disimpulkan bahwa karakteristik formulasi minyak lumas ini masih menunjukkan unjuk kerja yang baik dalam penggunaanya sampai dengan jarak 15.000 kilometer. Hal tersebut dapat digunakan sebagai rekomendasi drain interval, jika formulasi minyak lumas ini diproduksi secara komersial.
Bioadsorben sebagai Media Penyimpanan Gas dalam Tabung ANG (Adsorbed Natural Gas) Rudy Indharto; Lusyana Lusyana; Yusep K Caryana
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.140

Abstract

Dengan adanya program pemerintah tentang pengalihan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) telah mendorong banyak sektor untuk menggunakan Bahan Bakar Gas baik dari sektor industri, transportasi maupun rumah tangga. Akan tetapi Bahan Bakar Gas yang saat ini menggunakan tabung CNG (Compressed Natural Gas) mempunyai beberapa kelemahan, salah satunya adalah tingginya tekanan dalam tabung (200 bar). Saat ini tabung ANG (Adsorbed Natural Gas) dapat digunakan untuk mengatasi kelemahan tersebut, pada tekanan yang relatif lebih rendah sekitar 500 psi, tabung ANG mempunyai volume penyimpanan hampir setara dengan tabung CNG. Tabung ANG terdiri dari adsorben karbon aktif dan lapisan pelindung, biasanya aluminium. Karakteristik penyimpanan/pelepasan gas bumi dari tabung ANG tergantung dari sifat-sifat adsorben karbon aktif penyusunnya. Kinerja adsorpsi/desorpsi karbon dapat diketahui melalui parameter massa jenis, kekuatan tekan, tahanan listrik dan luas permukaan karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabung ANG akan memiliki kinerja yang baik jika adsorpsi/desorpsi gas bumi pada karbon aktif memiliki kapasitas atau laju yang tinggi. Kapasitas adsorpsi gas bumi yang tinggi dalam karbon aktif terjadi jika karbon aktif memiliki massa jenis, luas permukaan dan kekuatan tekan yang tinggi serta memiliki hambatan listrik paling rendah. Parameter kinerja karbon aktif sangat bergantung pada proses pembuatannya. Luas permukaan akan tinggi jika butiran karbon aktif dibuat pada ukuran nano. Massa jenis dan kekuatan kompresi yang tinggi serta hambatan listrik yang rendah terbentuk jika karbon aktif dibuat melalui tahapan kompresi dan waktu pemanasan yang relatif lama.
Rancang Bangun Biofilter dan Pemanfaatannya untuk Menurunkan Kandungan Hidrogen Sulfida dalam Gas Bumi pada Skala Pilot di Lapangan Migas Moch Fierdaus
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.141

Abstract

Telah dibuat suatu unit biofilter yang terdiri atas tabung filter terbuat dari besi galvanis berdiameter 4” dan tinggi 1,5 m. Di dalamnya berisi komponen biofilter terdiri atas karbon aktif sebagai substrat, dan kultur mikroba sulfur dengan media tumbuhnya. Alat ini dibuat untuk menurunkan kandungan H2S dalam aliran gas bumi, dilakukan secara kontinyu dengan kecepatan aliran kurang lebih berkisar 10 s/d 30 lliter / menit. Dari uji coba pemakaian biofilter di suatu lapangan migas Cilamaya, menunjukkan hasil cukup nyata. Uji coba dilakukan selama 86 jam dengan dua perlakuan P-1 dan P-2. Perlakuan P-1 menggunakan komponen biofilter berupa karbon aktif, dan air formasi pembawa mikroba sebagai media tumbuh. Perlakuan P-2 mikrobanya berupa Thiobacillus thioparus dengan media thiosulfat sebagai media tumbuhnya. Penurunan kandungan H2S dalam gas bumi pada perlakuan P-1 dapat mencapai rata-rata sekitar 60%, dan meningkat menjadi 73% pada perlakuan P-2
Peningkatan Produksi Minyak dengan Injeksi CO2 pada Lapangan Minyak Tua Sangatta Kalimantan Timur Ego Syahrial; Hadi Purnomo
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 43 No 2 (2009)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.43.2.142

Abstract

Salah satu teknologi untuk meningkatkan produksi minyak dari lapangan-lapangan minyak tua adalah melalui injeksi CO2. Proses injeksi ini pada saat yang bersamaan juga bisa berkontribusi terhadap penurunan emisi CO2, dimana CO2 tersebut dapat disimpan di reservoir-reservoir secara permanen. Dalam penelitian ini, lapangan minyak tua Sangatta Kalimantan Timur dipelajari, dan studi ini difokuskan kepada potensi penambahan perolehan minyak dan volume CO2 yang dapat disimpan secara permanen. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan integrasi dari proses skening reservoir, uji laboratorium, dan pemodelan simulasi reservoir. Hasil studi menunjukan bahwa potensi penambahan perolehan minyak berkisar antara 2,4 – 3,3 juta barel dan sebanayak 2,2 – 4,7 juta ton CO2 dapat disimpan secara permanen di lapangan tua Sangatta Kalimantan Timur.

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol 60 No 2 (2026) Vol 60 No 1 (2026) Vol 59 No 3 (2025) Vol 59 No 2 (2025) Vol 59 No 1 (2025) Vol 58 No 3 (2024) Vol 58 No 2 (2024) Vol 58 No 1 (2024) Vol 57 No 3 (2023) Vol 57 No 2 (2023) Vol 57 No 1 (2023) Vol 56 No 3 (2022) Vol 56 No 2 (2022) Vol 56 No 1 (2022) Vol 55 No 3 (2021) Vol 55 No 2 (2021) Vol 55 No 1 (2021) Vol 54 No 3 (2020) Vol 54 No 2 (2020) Vol 54 No 1 (2020) Vol 53 No 3 (2019) Vol 53 No 2 (2019) Vol 53 No 1 (2019) Vol 52 No 3 (2018) Vol 52 No 2 (2018) Vol 52 No 1 (2018) Vol 51 No 3 (2017) Vol 51 No 2 (2017) Vol 51 No 1 (2017) Vol 50 No 3 (2016) Vol 50 No 2 (2016) Vol 50 No 1 (2016) Vol 49 No 3 (2015) Vol 49 No 2 (2015) Vol 49 No 1 (2015) Vol 48 No 3 (2014) Vol 48 No 2 (2014) Vol 48 No 1 (2014) Vol 47 No 3 (2013) Vol 47 No 2 (2013) Vol 47 No 1 (2013) Vol 45 No 3 (2011) Vol 45 No 2 (2011) Vol 45 No 1 (2011) Vol 44 No 3 (2010) Vol 44 No 2 (2010) Vol 44 No 1 (2010) Vol 43 No 3 (2009) Vol 43 No 2 (2009) Vol 43 No 1 (2009) Vol 42 No 3 (2008) Vol 42 No 2 (2008) Vol 42 No 1 (2008) Vol 41 No 3 (2007) Vol 41 No 2 (2007) Vol 41 No 1 (2007) Vol 40 No 3 (2006) Vol 40 No 2 (2006) Vol 40 No 1 (2006) Vol 39 No 3 (2005) Vol 39 No 2 (2005) Vol 39 No 1 (2005) Vol 38 No 3 (2004) Vol 38 No 2 (2004) Vol 38 No 1 (2004) Vol 37 No 1 (2003) Vol 36 No 3 (2002) Vol 36 No 2 (2002) Vol 36 No 1 (2002) Vol 24 No 2 (1990) Vol 24 No 1 (1990) Vol 23 No 3 (1989) Vol 23 No 1 (1989) Vol 21 No 3 (1987) Vol 21 No 2 (1987) Vol 21 No 1 (1987) Vol 20 No 3 (1986) Vol 20 No 2 (1986) Vol 20 No 1 (1986) Vol 19 No 3 (1985) Vol 19 No 2 (1985) Vol 19 No 1 (1985) Vol 18 No 3 (1984) Vol 18 No 2 (1984) Vol 18 No 1 (1984) Vol 17 No 2 (1983) Vol 15 No 1 (1981) Vol 14 No 3 (1980) Vol 14 No 2 (1980) Vol 14 No 1 (1980) More Issue