cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 23 Documents clear
STUDI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKUATAN BENDING PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR ROFANDI, ARIEF; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium adalah logam yang paling banyak digunakan di dalam dunia industri dan otomotif. Aluminium memiliki titik lebur yang rendah sehingga Aluminium banyak digunakan sebagai bahan baku proses pengecoran. Aluminium dipadukan dengan bahan lain bertujuan untuk merubah sifat mekanik yang sesuai dengan tujuan industri tertentu. Salah satunya yaitu Al-Si yang memiliki sifat fluiditas (mampu alir) yang baik sehingga aluminium dan silikon dapat mengalir lebih mudah pada proses pengecoran. Proses pengecoran memiliki berbagai variabel yang mempengaruhi sifat mekanik suatu material. Salah satunya adalah temperatur tuang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur tuang terhadap kekuatan bending paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir. Bahan yang digunakan yaitu ingot Al-Si dengan komposisi Al 84,51% dan Si 5,21%. Ingot Al-Si dilebur menggunakan tungku peleburan injeksi dengan temperatur tuang sebesar 680?C, 705?C, 730?C, 755?C dan 780?C. Al-Si cair dituang ke dalam cetakan pasir yang menggunakan riser. Pengujian bending menggunakan metode three point bending sesuai standar ASTM E 290-14. Hasil penelitian variasi temperatur tuang terhadap kekuatan bending paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir diperoleh rata-rata kekuatan bending pada temperatur 680?C, 705?C, 730?C, 755?C dan 780?C berturut-turut sebesar 558,75 Mpa, 588,75 Mpa, 592,5 Mpa, 603,75 Mpa dan 622,5 Mpa.
STUDI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKUATAN TARIK PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR SETYANI, ENDANG; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium adalah salah satu logam non ferrous yang paling banyak digunakan dalam bidang industri dan teknik. Aluminium memiliki titik lebur yang rendah, mempunyai massa jenis kecil, tahan terhadap korosi dan ringan koefisiensi pemuaian yang kecil sehingga aluminium digunakan sebagai bahan baku proses pengecoran. Kebanyakan pemakaian tidak menggunakan aluminium murni tetapi dipadukan dengan elemen-elemen lain untuk membentuk suatu allaoy. Penambahan elemen-elemen seperti Al dan Si bertujuan untuk meningkatkan sifat aluminium pada proses pengecoran. Peningkatan sifat mekanik aluminium tidak hanya dengan penambah elemen tetapi dapat dengan cara memvariasikan variabel pengecoran seperti temperatur tuang. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur tuang terhadap kekuatan tarik paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir. Material yang digunakan berupa ingot Al-Si dengan komposisi Al 84,51% dan Si 5,21%. Pengecoran dilakukan dengan memvariasikan temperatur tuang sebesar 680?C, 705?C, 730?C, 755?C dan 780?C selanjutnya dituang dalam cetakan pasir dengan menggunakan riser. Sampel pengecoran kemudian di uji tarik sesuai dengan standar ASTM E8 hasilnya memperlihatkan kekuatan tarik paduan 140,0 MPa meningkat menjadi 169,6 MPa pada temperatur tuang 705?C dan temperatur tuang 730?C sebesar 162,5 MPa selanjutnya turun pada temperatur tuang 755?C sebesar 151,3 MPa dan meningkat sebesar 156,7 MPa pada temperatur tuang 780?C. Kata kunci : aluminium, paduan Al-Si, pengecoran logam, temperatur tuang, cetakan pasir, uji tarik.
STUDI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKUATAN TARIK PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR SETYANI, ENDANG; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium adalah salah satu logam non ferrous yang paling banyak digunakan dalam bidang industri dan teknik. Aluminium memiliki titik lebur yang rendah, mempunyai massa jenis kecil, tahan terhadap korosi dan ringan koefisiensi pemuaian yang kecil sehingga aluminium digunakan sebagai bahan baku proses pengecoran. Kebanyakan pemakaian tidak menggunakan aluminium murni tetapi dipadukan dengan elemen-elemen lain untuk membentuk suatu allaoy. Penambahan elemen-elemen seperti Al dan Si bertujuan untuk meningkatkan sifat aluminium pada proses pengecoran. Peningkatan sifat mekanik aluminium tidak hanya dengan penambah elemen tetapi dapat dengan cara memvariasikan variabel pengecoran seperti temperatur tuang. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur tuang terhadap kekuatan tarik paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir. Material yang digunakan berupa ingot Al-Si dengan komposisi Al 84,51% dan Si 5,21%. Pengecoran dilakukan dengan memvariasikan temperatur tuang sebesar 680?C, 705?C, 730?C, 755?C dan 780?C selanjutnya dituang dalam cetakan pasir dengan menggunakan riser. Sampel pengecoran kemudian di uji tarik sesuai dengan standar ASTM E8 hasilnya memperlihatkan kekuatan tarik paduan 140,0 MPa meningkat menjadi 169,6 MPa pada temperatur tuang 705?C dan temperatur tuang 730?C sebesar 162,5 MPa selanjutnya turun pada temperatur tuang 755?C sebesar 151,3 MPa dan meningkat sebesar 156,7 MPa pada temperatur tuang 780?C. Kata kunci : aluminium, paduan Al-Si, pengecoran logam, temperatur tuang, cetakan pasir, uji tarik.
OPTIMALISASI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKERASAN PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN LOGAM APRILIAN, CHOIRUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium merupakan logam yang memiliki sifat diantaranya tahan terhadap korosi, ringan, penghantar panas yang baik, dapat ditempa, dan memiliki titik cair yang rendah, sehingga logam ini sangat cocok sebagai bahan baku proses pengecoran. Pada proses pengecoran, banyak variabel yang mempengaruhi sifat mekanis aluminium salah satunya adalah temperatur tuang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang terhadap sifat mekanis pada puli cor meliputi kekerasan. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasi temperatur tuang yaitu sebesar 680°C, 705°C, 730°C, 755°C, dan 780°C. Proses pengecoran menggunakan bahan baku paduan Al-Si dengan komposisi silikon sebesar 5% serta menggunakan cetakan logam yang sebelumya dipanaskan terlebih dahulu mencapai temperatur 200°C sebelum logam cair dituang ke dalamnya. Hasil coran selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan alat uji kekerasan tipe Microhardness Vickers. Hasil pengujian melihatkan nilai kekerasan meningkat seiring dengan kenaikan temperatur tuang. Kekerasan optimal terjadi pada temperatur tuang 780°C sebesar 113.60 HV.
UJI EKSPERIMENTAL TURBIN ANGIN SUMBU VERTIKAL JENIS CROSS FLOW DENGAN VARIASI JUMLAH BLADE FACHRUDDIN WAHYU PERMADI, MOCH; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sumber energi minyak bumi masih mendominasi sebagai sumber energi utama. Permintaan energi minyak bumi dari tahun ketahun semakin meningkat hal ini dapat menyebabkan krisis energi. Dengan kondisi seperti ini maka perlu pengembangan sumber energi alternatif ramah lingkungan salah satunya adalah energi angin. Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber energi angin yang sangat besar. Dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang panjang. Angin yang berhembus di daerah pesisir pantai cukup tinggi, akan tetapi untuk daerah selain pesisir pantai memiliki kecepatan angin yang relatif rendah. Hal ini dapat diatasi dengan menggunakan turbin angin vertical axis. Turbin angin vertical axis tidak bergantung pada arah angin untuk menghasilkan efisiensi maksimal. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, pembuatan turbin angin vertical axis jenis cross flow dengn memvariasikan jumlah blade. Variasi jumlah blade yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu 6, 8, dan 12 buah. Pengujian ini dilakukan pada kondisi angin di lapangan yang telah dikondisikan searah. Hasil penelitian didapatkan bahwa turbin angin 12 blade menghasilkan daya dan efisiensi tertinggi dibandingkan dengan variasi jumlah blade 6 dan 8 buah. Dengan pembebanan lampu sebesar 5w 12v menghasilkan daya elektrik turbin sebesar 3,87 watt dan efisiensi 3,76% pada kecepatan angin 5,52 m/s. Kata kunci:Energi angin, vertical axis, cross flow, jumlah blade. Abstract Petroleum energy sources still dominate as the main energy source. Petroleum energy demand is increasing year by year this may cause the energy crisis. With these conditions it is necessary to the development of environmentally friendly alternative energy sources one of which is wind energy. Indonesia is a country with a potential source of enormous wind energy. Because Indonesia is an archipelagic country that has a long coastline. The wind that blows in the coastal area is quite high, but for areas other than the coast has a relatively low wind speed. This can be overcome by using a vertical axis wind turbine. The vertical axis wind turbine does not rely on wind direction to generate maximum power. This research is an research experimental, manufacturing vertical axis wind turbine type of cross flow with variation of amount blade. Variations in the number of blades used in this study are 6, 8, and 12 pieces. The test is performed on wind conditions on the ground which has been conditioned in the same direction. The results showed that the 12 blade wind turbines generate power and highest efficiency as compared with the variation of the number of blade 6 and 8 pieces. With a lamp loading of 5w 12v produces 3.87 watts of electric power turbine and 3.76% efficiency at wind speed of 5.52 m/s. Keywords: wind energy, vertical axis, cross-flow, amount blade.
STUDI EKSPERIMEN PENGARUH SUHU TEMPERING PADA BAJA PEGAS JIS SUP 9 TERHADAP IMPACT RIYAN PERMANA, EDO; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTransportasi merupakan faktor penting yang digunakan dalam berkendara. Dari hasil survei truk yang ada jumlahnya sudah mencapai lebih dari 6.841 unit, mobil beban atau truk besar jumlahnya mencapai lebih dari 211.890 unit. Kondisi kerja suspensi yang berat pada truck maka akan cepat mengalami kelelahan dan harus mengganti dengan yang baru. Untuk meningkatkan umur pakai baja pegas dilakukan penelitian pengaruh suhu tempering pada baja pegas JIS SUP 9 terhadap impact. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen (experimental research) yang bertujuan untuk mengetahui besarnya, nilai impact (uji takik) baja pegas hasil perlakuan panas tempering dengan variasi suhu. Variasi tempering atau pemanasan baja JIS SUP 9 yang digunakan yaitu suhu 420 C, 540 C dan 660 C. Dari hasil uji impact (nilai pukul takik) sebelum dan sesudah perlakuan panas tempering didapatkan hasil bahwa baja mengalami peningkatan. Nilai uji impact baja pegas sebelum perlakuan panas sebesar 1,221 kg.m/cm2 sedangkan setelah hasil perlakuan panas dengan suhu 420 C mengalamai peningkatan sebesar 1,389 kg.m/cm2, perlakuan panas dengan suhu 540 C mengalami peningkatan sebesar 2,462 kg.m/cm2 dan dengan perlakuan panas dengan suhu 660 C peningkatan sebesar 6,327 kg.m/cm2. Kata kunci: Baja Pegas, Suhu Tempering, Kekuatan Impact
PENGARUH SISTEM KONTROL SOLAR CELL BERBASIS TIMER DENGAN ACUAN PERGERAKAN MATAHARI BARCEL NURWAN PRAKOSO, MUHAMAD; ANSORI, ARIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKrisis energi menjadi permasalahan yang sangat besar dan perlu perhatian khusus oleh dunia khususnya untuk negara Indonesia. Energi listrik khusunya yang amat berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup manusia saat ini. Peningkatan kebutuhan energi listrik rata 2,2 % pertahun mengakibat listrik sangat perlu diperhatikan, solusi terbaik dengan membuat energi alternatif. Salah satu energi alternatif yang dapat mengatasi kebutuhan energi listrik adalah energi panas matahari, yakni dengan menggunakan solar cell untuk mengubah energi panas matahari menjadi energi listrik. tujuannya dari penelitian ini yaitu mencari performa terbaik dari solar cell, Solusi untuk menambah daya dan efisiensi solar cell dengan penelitian menggunakan metode eksperimental dimana solar cell akan di tambahkan sistem kontrol dengan basis timer sebagai agar dapat mengikuti pergerakan sinar matahari dari pagi hingga sore hari, dengan variasi waktu yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dimana solar cell akan dikontrol menjadi sistem solar cell yang mampu mengitkuti pergerakan matahari. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa solar cell yang menggunakan sistem kontrol berbasis timer dengan acuan pergerkan matahari. Penelitian tentang sistem kontrol solar cell berbasis timer yang dilakukan diharapkan, dapat memperoleh nilai efisiensi solar cell yang tinggi. Penelitian sistem kontrol solar cell berbasis Timer ini memiliki variabel rentang waktu pengambilan selama 15 menit, 30 menit, dan 60 menit. Berdasarkan data pengujian penggunaan variabel terbaik terbaik terdapat pada penggunaan waktu pengambilan selama 15 menit, dikarenakan memiliki nilai persentase efisiensi tertinggi yaitu sebesar 9.62%, dibandingkan dengan variabel rentang waktu pengambilan 30 menit yaitu 9,46% dan rentang waktu 60 menit yaitu 9,23%. Berdasarkan data pengujian semakin kecil rentang waktu pengambilan maka akan berpengaruh terhadap kenaikan efisiensi solar cell. Karena pergerakan solar cell yang di peroleh akan lebih banyak sehingga lebih mengikuti gerak matahari pada setiap harinya.Kata kunci: Kata kunci : Solar Cell, Timer, Efisiensi.Abstract Energy crisis becomes a big problem and need special attention by the world especially for the country of Indonesia. Electric energy is especially influential on the survival of human life today. Increasing the need of electric energy average 2.2% per year due to electricity needs to be considered, the best solution by making alternative energy. One alternative energy that can overcome the need for electrical energy is solar thermal energy, namely by using solar cells to convert solar thermal energy into electrical energy. the goal of this research is to find the best performance from solar cell, Solution to increase power and efficiency of solar cell with research using experimental method where solar cell will be added control system with base timer as to follow the movement of sunshine from morning until afternoon, with different time variations. This research was conducted by using experimental method where solar cell will be controlled to solar cell system capable of mengitkuti movement of the sun. Data analysis techniques in this study using descriptive data analysis that describes the results of research in the form of tables and graphs. The purpose of this research is to know the performance of solar cell that uses timer based control system with the reference of sun movement. Research on solar cell-based control system that is done is expected, can get high efficiency value of solar cell. The research of Timer based solar cell control system has variable of taking time for 15 minutes, 30 minutes, and 60 minutes. Based on the test data the best use of the best variables is found in the use of the retrieval time for 15 minutes, because it has the highest efficiency percentage value of 9.62%, compared with the 30 minute retrieval time variable is 9.46% and the time span 60 minutes is 9.23% . Based on test data the smaller the retrieval time it will affect the increase in solar cell efficiency. Because the movement of solar cells in the gain will be more so that more follow the motion of the sun on each day. Keywords: Solar Cell, Timer,Efficiency.
PENGEMBANGAN SISTEM KONTROL SOLAR CELL BERBASIS LDR (LIGHT DEPENDENT RESISTOR) DENGAN ACUAN PERGERAKAN MATAHARI IMAM HARUN ARRASYID, TAKBIRUL; ANSORI, ARIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode eksperimental dimana solar cell akan di tambahkan sistem kontrol dengan basis sensor LDR (Ligth Dependent Resistor) sebagai pembaca intensitas sinar matahari sehingga solar cell bisa mengikuti pergerakan sinar matahari yang lebih terang, dengan variasi sudut sensor.Cara pengambilan data menggunakan solar power meter dan DC volt ampere meter yang selanjutnya dicatat ke tabel hasil pengambilan data. Dan metode analisis data yang digunakan yakni dengan metode kuantitatif deskriptif, dari hasil data yang sudah di analisa, dapat diketahui variabel range antar sensor 15° lebih efektif yaitu sebesar 12,66 % sedangkan range antar sensor 20° yaitu 12,20 %. dari alat sistem kontrol solar cell berbasis LDR sebelumnya Efisiensi yaitu 6,73 %. Penggunaan sensor LDR cukup efektf, karena terbukti sensor LDR dapat berfungsi sebagai koreksi saat terjadi mendung, terjadi pergerakan modul surya kembali ke sudut 82,5 dari sebelumnya yaitu 97,5 dan pada pukul 12.57 solar cell bergerak menghadap sudut 67,5. Kata kunci : Solar Cell, LDR, Variasi Sudut, Efisiensi Abstract Method where solar cell will be added control system with LDR (Ligth Dependent Resistor) sensor base as reader of sunlight intensity so solar cell can follow sunshine movement which is brighter, with angle variation sensors.How to take data using solar power meter and DC volt ampere meter which is then recorded to the data retrieval table. And the method of data analysis used that is with descriptive quantitative method, from result of data that have been analyzed, can know variable range between sensor 15° more effective that is equal to 12,66% while range between sensor 20° that is 12,20%. of the previous LDR-based solar cell control system Efficiency is 6.73%. The use of LDR sensors is quite effective, because LDR sensor is proven to act as correction during clouding, the movement of the solar module back to the 82.5 from the previous corner of 97.5 and at 12:57 solar cell move facing the corner 67.5. Keywords: Solar Cell, LDR, Variation Angle, Efficiency.
PENGARUH JARAK ANODA KATODA DAN WAKTU PENCELUPAN PADA PROSES PELAPISAN NIKEL–KROM TERHADAP KETEBALAN DAN KEKERASAN LAPISAN PERMUKAAN KNALPOT SEPEDA MOTOR INDRA NASUTION, DONNI; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elektroplating merupakan pelapisan logam dengan bantuan arus listrik melalui elektrolit dengan tujuan memindahkan partikel logam pelapis ke logam yang dilapisi. Tujuan pada penelitian ini 1) untuk mengetahui pengaruh jarak anoda katoda dan waktu pelapisan nikel-krom terhadap ketebalan lapisan permukaan knalpot sepeda motor. 2) untuk mengetahui pengaruh jarak anoda katoda dan waktu pelapisan nikel-krom terhadap kekerasan lapisan permukaan knalpot sepeda motor. Proses elektroplating mengunakan variasi jarak anoda katoda 20 cm, 25 cm, dan 30 cm, dengan waktu pencelupan 20 menit, 30 menit, dan 40 menit. Pengujian yang dilakukan adalah dengan pengujian ketebalan lapisan dan kekerasan Rockwell. Hasil penelitian ketebalan lapisan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat pada variasi jarak anoda katoda dan waktu pelapisan nikel-krom terhadap ketebalan lapisan permukaan knalpot sepeda motor. Hal ini disebabkan karena semakin dekat jarak anoda katoda maka semakin cepat proses oksidasi reduksinya. Waktu pencelupan juga mempengaruhi ketebalan lapisan, semakin lama waktu yang dipakai maka deposit logam yang menempel pada spesimen semakin banyak. Nilai ketebalan lapisan terendah sebesar 16,2 µm pada jarak anoda katoda 30 cm dengan waktu pencelupan 20 menit. Nilai ketebalan lapisan tertinggi sebesar 20,5 µm pada jarak anoda katoda 20 cm dengan waktu pencelupan 40 menit. Hasil penelitian kekerasan lapisan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sedang dan rendah untuk penggunaan variasi jarak anoda katoda dan waktu pelapisan nikel-krom terhadap kekerasan lapisan permukaan knalpot sepeda motor. Nilai kekerasan permukaan terendah sebesar 82,9 HRB pada jarak anoda katoda 30 cm dengan waktu pencelupan 20 menit. Nilai kekerasan permukaan tertinggi sebesar 87,1 HRB pada jarak anoda katoda 20 cm dengan waktu pencelupan 40 menit. Kata kunci: Elektroplating, Jarak Anoda Katoda, Waktu Pencelupan, Ketebalan Lapisan, Kekerasan Permukaan.
ANALISIS GAYA DAN MEKANISME ANGKUT FORKLIFT TOYOTA 8FBMT50 BERDAYA ANGKAT 5 TON DENGAN SISTEM HIDROLIK KURNIAWAN, RIZKY; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Forklift adalah contoh dari pesawat angkat yang berfungsi untuk memindahkan, menurunkan dan mengangkat, benda kerja dengan ketinggian yang berbeda. Dalam pengoperasian forklift jika diberikan beban berat secara terus menerus akan mengalami fatique (lelah) sehingga benda tersebut akan rusak. Jika forklift tidak dirancang dengan dengan baik maka forklift tersebut tidak akan bertahan lama atau akan menyebabkan kecelakaan kerja yang dapat membahayakan jiwa para pekerja sehingga perlu dilakukan analisis kinerja forklift. Salah satu metode untuk menganalisis kinerja forklift adalah menggunakan program Festo Fluidsim. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan mekanisme angkut dan gaya angkat forklift dengan kapasistas pengangkatan (rated capacity) serta mengetahui komponen penggerak utama dan desain mekanisme gerakan forklift dengan berbantu software Fluidsim. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian analisa. Variabel bebas (Independent Variabel) dalam penelitian ini adalah gaya dan mekanisme angkut forklift. Variabel terikat (Dependent Variabel) dalam penelitian ini adalah daya dan efisiensi yang dihasilkan pada variasi perubahan posisi forklift adalah 6o dan 12o kebelakang. Sedangkan Variabel Kontrol (Control Variable) dalam penelitian ini adalah fluida dan pompa hidrolik. Instrumen dan alat komponen sistem hydraulic pada sistem kerja forklift elektrik yang terdiri dari hydraulic tank, hydraulic pump, control valve, cylinder. Teknik analisa data yang digunakan adalah metode analisa statistik deskriptif Kata kunci: Festo FluidSIM, Sistem Hidrolik, forklift, kapasitas 5 Ton Abstract Forklifts are examples of lifeboats that serve to move, lower and lift, workpieces of different heights. In the operation of forklifts if a heavy load is given continuously will experience fatique (fatigue) so that the object will be damaged. If the forklift is not well designed then the forklift will not last long or will cause work accidents that can endanger the lives of workers so it needs to be analyzed forklift performance. One method to analyze forklift performance is to use the Festo Fluidsim program. This study aims to describe the transport mechanism and lift force forklift with rated capacity and know the main driving components and design of forklift movement mechanism with the help of Fluidsim software. The type of research in this study is research analysis. Independent variable (Independent Variable) in this research is forklift force and mechanism of transport. Dependent variable (Dependent Variable) in this research is the power and efficiency resulted in variation of forklift position change is 6o and 12o backward. While Variable Control (Control Variable) in this research is fluid and hydraulic pump. Instruments and tools of hydraulic system components in electric forklift work system consisting of hydraulic tank, hydraulic pump, control valve, cylinder. Data analysis technique used is descriptive statistical analysis method Keywords: Festo FluidSIM, Hydraulic System, forklift, capacity 5 Ton

Page 1 of 3 | Total Record : 23