Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

HUBUNGAN VARIASI TEMPERATUR TUANG PADA PENGECORAN LOGAM TIMAH DENGAN POROSITAS HASIL CORAN FAISALHARIYANTO, ACHMAD; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya cacat porositas pada pengecoran logam adalah temperatur tuang. Adapun tujuan dari untuk mengetahui hubungan temperatur penuangan dengan porositas hasil coran logam timah dan mengetahui cara mengukur porositas benda hasil coran dengan menggunakan metode non destruktif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan metode analisis data korelasi. Adapun variable yang terdapat pada tugas akhir ini adalah variable terikat yaitu porositas, variable bebas yaitu temperatur tuang dan variable control yaitu logam timah dan tungku peleburan. Dalam penelitian pengecoran logam ini peneliti menggunakan bahan dasar logam timah. Hasil yang didapat dalam penelitian eksperimen ini, dimana pada masing-masing temperatur tuang menghasilkan rata-rata cacat porositas yaitu pada temperature 232 OC adalah 7, pada temperature 252 OC adalah 12 dan pada temperature 282 OC adalah 19. Kata Kunci: Cairan Penetran, Pengecoran Timah, Porositas, Variasi Temperatur.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TEMPERATUR CETAKAN PADA PENGECORAN LOGAM ALUMUNIUM TERHADAP POROSITAS HASIL CORAN DAN DIUJI MENGGUNAKAN METODE NON DESTRUKTIF HAQQI, ADDINUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya cacat porositas pada pengecoran logam adalah temperatur cetakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara temperatur cetakan dengan cacat porositas. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan metode analisis data korelasi. Adapun variable yang terdapat pada tugas akhir ini adalah variable terikat yaitu cetakan logam, variable bebas yaitu variasi temperatur cetakan dan variable kontrol yaitu logam alumunium dan tungku peleburan. Dalam penelitian pengecoran logam ini peneliti menggunakan bahan dasar logam alumunium. Hasil yang didapat dalam penelitian ini, menunjukkan bahwa hubungan atau korelasi antara temperatur cetakan terhadap porositas hasil coran adalah kuat berlinear negatif. Yaitu ketika variabel X mengalami kenaikkan maka variabel Y mengalami penurunan ataupun sebaliknya. Hal ini ditunjukkan dengan hasil perhitungan menggunakan rumus pearson dengan hasil nilai ? 99. Kata Kunci: Cairan Penetran, Pengecoran Timah, Porositas, Variasi Temperatur.
RANCANG BANGUN TUNGKU PENGECORAN LOGAM NON FERRO (ALUMINIUM (AL) DAN TIMAH) DENGAN KAPASITAS 30 KG DILENGKAPI DIGITAL TEMPERATUR KONTROL DWI FEYZAR NOOR, FARIS; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan alat peraga sebagai media pembelajaran khususnya untuk ilmu bahan masih jarang digunakan oleh dosen. Kebanyakan dosen lebih suka mengajarkan secara verbal kepada mahasiswa tanpa ada alat peraga yang mendukung. Salah satu penyebabnya adalah tidak berjalannya alat peraga seperti alat peraga tungku pengecoran atau dapur peleburan. Tujuan tugas akhir ini untuk menciptakan Tungku Pengecoran logam non ferro (aluminium (Al) dan timah) dengan kapasitas 30 kg dilengkapi digital temperatur kontrol. Berdasarkan latar belakang diatas perancangan ini menggunakan metode rekayasa. Metode rekayasa adalah metode yang menerapkan ilmu pengetahuan menjadi suatu rancangan guna mendapatkan kinerja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Hasil dalam perancangan ini adalah terciptanya Tungku Pengecoran logam non ferro (aluminium (Al) dan timah) dengan kapasitas 30 kg dilengkapi digital temperatur kontrol. Alat ini dapat menghasilkan pengecoran dengan temperatur logam aluminium 680 0C dan logam timah dengan temperatur 250 0C, alat ini juga dilengkapi digital temperatur kontrol (termokopel) sehingga dapat mengetahui temperatur yang tepat untuk meminimalisir cacat porositas.
STUDI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKUATAN BENDING PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR ROFANDI, ARIEF; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium adalah logam yang paling banyak digunakan di dalam dunia industri dan otomotif. Aluminium memiliki titik lebur yang rendah sehingga Aluminium banyak digunakan sebagai bahan baku proses pengecoran. Aluminium dipadukan dengan bahan lain bertujuan untuk merubah sifat mekanik yang sesuai dengan tujuan industri tertentu. Salah satunya yaitu Al-Si yang memiliki sifat fluiditas (mampu alir) yang baik sehingga aluminium dan silikon dapat mengalir lebih mudah pada proses pengecoran. Proses pengecoran memiliki berbagai variabel yang mempengaruhi sifat mekanik suatu material. Salah satunya adalah temperatur tuang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur tuang terhadap kekuatan bending paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir. Bahan yang digunakan yaitu ingot Al-Si dengan komposisi Al 84,51% dan Si 5,21%. Ingot Al-Si dilebur menggunakan tungku peleburan injeksi dengan temperatur tuang sebesar 680?C, 705?C, 730?C, 755?C dan 780?C. Al-Si cair dituang ke dalam cetakan pasir yang menggunakan riser. Pengujian bending menggunakan metode three point bending sesuai standar ASTM E 290-14. Hasil penelitian variasi temperatur tuang terhadap kekuatan bending paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir diperoleh rata-rata kekuatan bending pada temperatur 680?C, 705?C, 730?C, 755?C dan 780?C berturut-turut sebesar 558,75 Mpa, 588,75 Mpa, 592,5 Mpa, 603,75 Mpa dan 622,5 Mpa.
STUDI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKUATAN TARIK PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR SETYANI, ENDANG; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium adalah salah satu logam non ferrous yang paling banyak digunakan dalam bidang industri dan teknik. Aluminium memiliki titik lebur yang rendah, mempunyai massa jenis kecil, tahan terhadap korosi dan ringan koefisiensi pemuaian yang kecil sehingga aluminium digunakan sebagai bahan baku proses pengecoran. Kebanyakan pemakaian tidak menggunakan aluminium murni tetapi dipadukan dengan elemen-elemen lain untuk membentuk suatu allaoy. Penambahan elemen-elemen seperti Al dan Si bertujuan untuk meningkatkan sifat aluminium pada proses pengecoran. Peningkatan sifat mekanik aluminium tidak hanya dengan penambah elemen tetapi dapat dengan cara memvariasikan variabel pengecoran seperti temperatur tuang. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur tuang terhadap kekuatan tarik paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir. Material yang digunakan berupa ingot Al-Si dengan komposisi Al 84,51% dan Si 5,21%. Pengecoran dilakukan dengan memvariasikan temperatur tuang sebesar 680?C, 705?C, 730?C, 755?C dan 780?C selanjutnya dituang dalam cetakan pasir dengan menggunakan riser. Sampel pengecoran kemudian di uji tarik sesuai dengan standar ASTM E8 hasilnya memperlihatkan kekuatan tarik paduan 140,0 MPa meningkat menjadi 169,6 MPa pada temperatur tuang 705?C dan temperatur tuang 730?C sebesar 162,5 MPa selanjutnya turun pada temperatur tuang 755?C sebesar 151,3 MPa dan meningkat sebesar 156,7 MPa pada temperatur tuang 780?C. Kata kunci : aluminium, paduan Al-Si, pengecoran logam, temperatur tuang, cetakan pasir, uji tarik.
STUDI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKUATAN TARIK PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR SETYANI, ENDANG; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium adalah salah satu logam non ferrous yang paling banyak digunakan dalam bidang industri dan teknik. Aluminium memiliki titik lebur yang rendah, mempunyai massa jenis kecil, tahan terhadap korosi dan ringan koefisiensi pemuaian yang kecil sehingga aluminium digunakan sebagai bahan baku proses pengecoran. Kebanyakan pemakaian tidak menggunakan aluminium murni tetapi dipadukan dengan elemen-elemen lain untuk membentuk suatu allaoy. Penambahan elemen-elemen seperti Al dan Si bertujuan untuk meningkatkan sifat aluminium pada proses pengecoran. Peningkatan sifat mekanik aluminium tidak hanya dengan penambah elemen tetapi dapat dengan cara memvariasikan variabel pengecoran seperti temperatur tuang. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur tuang terhadap kekuatan tarik paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir. Material yang digunakan berupa ingot Al-Si dengan komposisi Al 84,51% dan Si 5,21%. Pengecoran dilakukan dengan memvariasikan temperatur tuang sebesar 680?C, 705?C, 730?C, 755?C dan 780?C selanjutnya dituang dalam cetakan pasir dengan menggunakan riser. Sampel pengecoran kemudian di uji tarik sesuai dengan standar ASTM E8 hasilnya memperlihatkan kekuatan tarik paduan 140,0 MPa meningkat menjadi 169,6 MPa pada temperatur tuang 705?C dan temperatur tuang 730?C sebesar 162,5 MPa selanjutnya turun pada temperatur tuang 755?C sebesar 151,3 MPa dan meningkat sebesar 156,7 MPa pada temperatur tuang 780?C. Kata kunci : aluminium, paduan Al-Si, pengecoran logam, temperatur tuang, cetakan pasir, uji tarik.
OPTIMALISASI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKERASAN PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN LOGAM APRILIAN, CHOIRUL; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium merupakan logam yang memiliki sifat diantaranya tahan terhadap korosi, ringan, penghantar panas yang baik, dapat ditempa, dan memiliki titik cair yang rendah, sehingga logam ini sangat cocok sebagai bahan baku proses pengecoran. Pada proses pengecoran, banyak variabel yang mempengaruhi sifat mekanis aluminium salah satunya adalah temperatur tuang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang terhadap sifat mekanis pada puli cor meliputi kekerasan. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasi temperatur tuang yaitu sebesar 680°C, 705°C, 730°C, 755°C, dan 780°C. Proses pengecoran menggunakan bahan baku paduan Al-Si dengan komposisi silikon sebesar 5% serta menggunakan cetakan logam yang sebelumya dipanaskan terlebih dahulu mencapai temperatur 200°C sebelum logam cair dituang ke dalamnya. Hasil coran selanjutnya dilakukan pengujian menggunakan alat uji kekerasan tipe Microhardness Vickers. Hasil pengujian melihatkan nilai kekerasan meningkat seiring dengan kenaikan temperatur tuang. Kekerasan optimal terjadi pada temperatur tuang 780°C sebesar 113.60 HV.
ANALISIS KARAKTERISTIK FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT HYBRID PELEPAH PISANG DAN EGLAS WOVEN TERHADAP KEKUATAN BENDING DENGAN RESIN POLYESTER SIWI CATUR PAMUNGKAS, RAKA; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit adalah suatu bahan baru hasil rekayasa yang terdiri dari dua tiga bahan yang di kombinasikan dimana masing-masing bahan berbeda baik sifat kimia maupun fisik dan tetap terpisah dalam hasil akhir bahan tersebut (bahan komposit). Bahan komposit mulai banyak digunakan setelah terbukti memiliki banyak keunggulan, diantaranya kekuatan lebih tinggi, berat lebih ringan, mudah dibentuk dan lebih murah dibanding material bahan lain misal material bahan logam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif yaitu menggambarkan hasil penelitian secara grafis dalam table, histogram, dan grafik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik komposit hibryd polyester bepenguat serat pelepah pisang dan eglas woven dengan fraksi volume pembanding : 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%, dengan menggunakan uji bending untuk mengetahui kekuatan material akibat pembebanan dan kekuatan mekanik dari komposit tersebut
OPTIMALISASI TEMPERATUR TUANG TERHADAP STRUKTUR MIKRO PADUAN AL-SI DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR NEVIA FEBRIANI, DWI; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium adalah salah satu contoh logam yang paling banyak digunakan dalam dunia industri. Aluminium memiliki sifat tahan terhadap korosi, ringan, penghantar panas yang baik, dapat ditempa, dan memiliki titik cair yang rendah, sehingga aluminium baik untuk proses pengecoran. Ada banyak variabel yang dapat mempengaruhi sifat mekanis hasil coran, diantaranya yaitu temperatur tuang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang terhadap struktur mikro pada hasil coran paduan Al-Si dengan menggunakan cetakan pasir. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan temperatur tuang pada saat proses pengecoran. Temperatur tersebut yaitu sebesar 680°C, 705°C, 730°C, 755°C, dan 780°C. Bahan baku pada proses pengecoran ini adalah paduan Al-Si dengan komposisi silikon sebsesar 5% serta menggunakan cetakan pasir yang dibuat dengan mencampurkan 9 kg pasir gunung, 0,5 kg semen, 0,5 kg kalsium, 0,5 kg bentonit, dan 0,15 tetes tebu yang selanjutnya dibuat mal didalamnya dan di jemur hingga kering selama 2 hari dan logam cair dituangkan kedalam cetakan. Hasil coran selanjutnya dilakukan uji struktur mikro. Hasil pengujian struktur mikro menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur tuang pada proses pengecoran maka lebar dendrit akan semakin besar, dan unsur Si membentuk pulau-pulau yang semakin besar, serta cacat porositas pada material semakin banyak. Yang berarti semakin tinggi temperatur tuang, maka ketangguhan material semakin menurun. Kata kunci: aluminium, paduan Al-Si, pengecoran logam, temperatur tuang, cetakan pasir, struktur mikro.
PENGARUH FRAKSI VOLUME SERAT KOMPOSIT HYBRID BERPENGUAT SERAT BAMBU ANYAM DAN SERAT E-GLASS ACAK BERMATRIK EPOXY TERHADAP KEKUATAN BENDING SUBEKTI, FAJAR; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kerusakan pada pipa air yang terbuat dari logam pada banyak kasus terjadi karena terjadinya korosi dan beban yang terjadi pada pipa karena massa pipa itu sendiri maupun faktor dari luar. Material sebagai bahan pembuat pipa air yang tahan terhadap korosi dan memiliki sifat mekanis yang baik diperlukan sebagai bahan alternatif pembuatan pipa air. Komposit merupakan alternatif material yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat pipa air karena memiliki sifat tahan korosi dan sifat mekanik yang baik. Jenis komposit hybrid dapat digunakan sebagai bahan alternatif pembuat pipa karena memiliki ketahanan terhadap korosi dan sifat mekanik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi volume serat komposit hybrid berpenguat serat bambu anyam dan serat E-glass acak bermatrik epoxy terhadap kekuatan bending. Dengan perbandingan serat bambu dan serat E-glass sama. Variasi fraksi volume serat komposit hybrid 20%, 30%, 40% ,50%, dan 60%. Kemudian dibuat sampel komposit hybrid. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian bending untuk mengetahui kekuatan bending komposit hybrid. Pengujian bending dilakukan pada alat uji Universal Testing Machine (UTM) dengan standar pengujian bending ASTM D 7264. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit hybrid berpenguat serat bambu anyam dan serat E-glass acak bermatrik epoxy menunjukkan kecenderungan peningkatan kekuatan seiring dengan peningkaran fraksi volume serat dan kekuatan yang optimal pada fraksi volume serat 60% dengan nilai kekuatan bending 62,051 MPa. Pengamatan secara makroskopis menunjukkan fibre pullout yang sedikit dan merata pada bidang patahan serat E-Glass dan serat bambu. Kata kunci: Komposit Hybrid, Serat E-glass, Serat Bambu, Fraksi Volume , Kekuatan Bending. Abstract Damage to water pipes made of metal in many cases occurs due to corrosion and the load that occurs on the pipe due to the mass of the pipe itself and external factors. Material as a material for making water pipes that are resistant to corrosion and has good mechanical properties is needed as an alternative material for making water pipes. Composite is an alternative material that can be used as a water pipe maker because it has corrosion resistance properties and good mechanical properties. Hybrid composite types can be used as alternative pipe makers because they have corrosion resistance and good mechanical properties. This study aims to determine the effect of hybrid composite fiber volume fraction with woven bamboo fiber and random E-glass fiber with epoxy matrix on bending strength. With the comparison of bamboo fiber and E-glass fiber the same. Variation of hybrid composite fiber volume fraction 20%, 30%, 40%, 50%, and 60%. Then a hybrid composite sample is made. The test is bending testing to determine the bending strength. Bending testing is carried out on Universal Testing Machine (UTM) test equipment with standard ASTM D 7264 bending testing. The results showed that hybrid composites with woven bamboo fiber and random E-glass fiber with epoxy matrix showed a tendency to increase strength along with the increase in fiber volume fraction and optimal strength in 60% fiber volume fraction with 62,051 MPa bending strength. Macroscopic observation shows that the pullout fibers are little and evenly distributed in the fracture fields of E-Glass fibers and bamboo fibers. Keywords: Hybrid Composite, E-Glass Fibre, Bamboo Fibre, Volume Fraction, Bending Strength.