cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2019)" : 25 Documents clear
PENGARUH TEMPERATURE ANNEALING TERHADAP KEKUATAN MEKANIS PADA DAERAH HAZ PENGELASAN GMAW SEMI OTOMATIS BAJA SS 400 PADA BOGIE KERETA API SULISTYO, RIZKY; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses assembling di PT. INKA sebagian besar menggunakan proses pengelasan. dalam proses assembly sering dijumpai beberapa masalah, misalnya terjadi retak pada daerah Heat affected zone (haz) pengelasan. Melihat masalah retak yang terjadi pada proses assembly maka diperlukan peningkatan nilai kekerasan dan ketangguhan dengan proses perlakuan panas (heat treatment) annealing. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah SS 400. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan data secara sistematis, faktual dan akurat mengenai hasil yang diperoleh selama pengujian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh nilai kekerasan, ketangguhan serta struktur metallography baja SS 400. Adapun standar pengujian menggunakan ASTM E23, ASTM E18, dan ASTM E3. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terjadi pengaruh terhadap nilai kekerasan maupun nilai ketangguhan baja SS400. nilai kekerasan tertinggi terjadi pada variasi temperatur 6000C sebesar 27.4 HRc, sedangkan nilai kiekerasan terendah pada variasi temperatur 8000C sebesar 21.3 HRc. Sedangkan nilai kekuatan impak tertinggi terjadi pada variasi temperatur 7000C sebesar 2.88 (Joule/mm2), sedangkan untuk kekuatan impak terendah yaitu pada variasi temperatur 6000C sebesar 2.24 (Joule/mm2). Hasil foto mikro menunjukan bahwa pada temperatur 5000C dan 6000C memiliki struktur coarse ferrite, semakin tinggi temperatur pemanasan maka butiran perlit dan ferit semakin membesar dan tertata butirannya.
ANALISIS REGENERASI PASTA AKI BEKAS DENGAN VARIASI KONSENTRASI NACL 20%, 30%, DAN 40% UNTUK MENGEMBALIKAN KEMAMPUAN PENYIMPANAN LISTRIK ARINANDA PRATAMA, ANDRE; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aki adalah alat yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang nantinya akan disimpan sebagai energi kimia. Di dalam aki terdapat pasta yang berbahan dasar timbal (Pb). Kerusakan pada aki salahsatunya disebabkan timbulnya lapisan PbSO4 pada aki dikarenakan adanya pencampuran dari bahan Pbdengan SO4 seiring dengan penggunaannya. Variabel bebas dalam penelitian eksperimen ini adalah konsentrasi larutan NaCl sebagai pelarut PbSO4 variasi konsentrasinya adalah sebesar 20%, 30%, dan 40%. Dalam penelitian ini akan didapatkan hasil berupa tegangan charging, tegangan hasil charging, pembebanan, tegangan pembebanan, arus pembebanan, dan waktu charging. Jenis aki yang digunakan dalam penelitian ini adalah aki motor merk Yuasa dengan kapasitas 5 Ah. Dari penelitian ini didapatkanhasil konsentrasi optimum NaCl untuk melarutkan PbSO4 adalah konsentrasi NaCl 40% dengan hasil waktu pembebanan yang lebih lama yaitu 140,6 menit, sedangkan dengan konsentrasi 30% yaitu 133 menit dan konsentrasi 20% yaitu 120,3 menit. Kapasitas penyimpanan listrik mengalami kenaikan dimana spesimen tanpa perlakuan memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 0,06 AH sedangkan spesimen dengan konsentrasi NaCl 20% sebesar 0,26 AH, konsentrasi NaCl 30% sebesar 0,37 AH, dan konsentrasi 40% sebesar 0,44 AH.
PENGARUH FRAKSI VOLUME TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT PENGUAT SERAT ALAM KULIT BATANG KERSEN WAHYU IRFANI, FIKRI; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenggunaan meterial komposit dengan penguat serat alam saat ini berkembang pesat. Kebutuhan material bahan yang kuat, murah dan mudah didapat menyebabkan berkembangnya penggunaan komposit. Keberadaan serat alam yang melimpah seperti serat kulit batang kersen mempunyai potensi yang besar untuk digunakan sebagai penguat. Maka penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan dan mengetahui kekuatan mekanik dari komposit penguat serat kulit batang kersen. Pada penelitian ini digunakan serat kulit batang kersen sebagai penguat dengan matrik epoxy. Penelitian dilakukan dengan mengubah jumlah fraksi volume serat sebesar 15%, 25%, 35%, 45%. Dari variasi fraksi volume ini akan dilakukan uji bending ASTM D790untuk mengetahui kekuatan spesimen komposit kemudian dilakukan pengamatan makro dari masing-masing patahan akibat uji bending untuk mengetahui kemampuan matrik mengikat serat. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi fraksi volume dari serat kulit batang kersen mempengaruhi kekuatan bending. Kekuatan bending tertinggi ada pada fraksi volume 35% dengan kuat tegangan bending sebesar 34,57Mpa dan moment lentur bending 12366,67N.mm. Pada spesimen uji bending 45% ditemukan void sehingga menurunkan nilai kekuatan bending. Nilai kekuatan bending berbanding lurus dengan besar fraksi volume yang digunakan. Tetapi pada fraksi volume besar rawan terjadi void yang mengurangi kekuatan mekaniknya. Kata kunci : Komposit , Serat alam, Fraksi volume , bending, void
ANALISIS PROSES REGENERASI PASTA AKI BEKAS DENGAN.VARIASI KADAR NACL 50%, 60%, DAN 70% UNTUK MENGEMBALIKAN KEMAMPUAN.PENYIMPANAN LISTRIK ATMIN LUKITO, YUDISTIRA; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aki adalah alat yang fungsi utamanya untuk menyimpan energi listrik yang nantinya akan disimpan sebagai energi kimia, sebagai starting kendaraan bermotor, sebagai penyimpan energi, dan sebagai penggerak. Hingga saat ini aki yang banyak digunakan adalah jenis aki basah. Aki ini berisi air aki yang komposisinya adalah cairan asam sulfat (H2SO4). Penggunaan aki secara terus menerus dapat menyebabkan masa pakai aki dapat berkurang. Kerusakan pada aki disebabkan timbulnya lapisan PbSO4 pada permukaan. Dalam penelitian ini variabel bebas menggunakan larutan NaCl sebagai pelarut PbSO4 dengan variasi konsentrasi NaCl sebesar 50%, 60%, dan 70%. Tegangan charging, tegangan hasil charging, pembebanan, tegangan pembebanan, arus pembebanan, dan waktu charging akan di dapatkan dalam penelitian ini. Jenis aki yang digunakan dalam penelitian ini adalah aki motor merk Yuasa dengan kapasitas 5 AH. Dari penelitian ini didapatkan hasil konsentrasi optimum NaCl untuk melarutkan PbSO4 adalah konsentrasi NaCl 50% dengan hasil waktu pembenanan yang lebih lama sebesar 141 menit, sedangkan konsentrasi 60% yaitu 129 menit, dan konsentrasi 70% yaitu 114 menit. Kata Kunci: Regenerasi Aki, PbSO4, NaCl, Leaching.
KALSINASI PBSO4 DENGAN NACL DALAM PROSES PENYIMPANAN LISTRIK PADA AKI BEKAS FREDYAN PRATAMA, NICO; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aki merupakan alat yang berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang nantinya akan disimpan sebagai energi kimia. Penggunaannya yang semakin meningkat di dunia otomotif akan berdampak juga pada industri pembuatan komponennya. Hal ini menunjukkan bahwa limbah aki terus meningkat, kerusakan pada aki salah satunya disebabkan timbulnya lapisan PbSO4 pada permukaan grid karena adanya pencampuran Pb dan SO4. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan NaCl dapat berpengaruh terhadap kemampuan penyimpanan listrik. Metode yang dilakukan menggunakan pengujian charging-discharging. PbSO4 direndam dengan larutan NaCl selama 8 jam dilanjutkan dengan proses kalsinasi (pengeringan) selama 1 jam dengan suhu 1500C kemudian melakukan discharge untuk pengisian daya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa larutan NaCl lewat jenuh ini mampu melarutkan lapisan timbal sulfat pada elektroda aki. Hasil ini juga menyatakan bahwa konsentrasi NaCl yang paling berpengaruh adalah konsentrasi 40% dengan waktu pembebanan yang lebih lama yaitu 140,6 menit. Kapasitas penyimpanan listrik mengalami peningkatan dimana spesimen tanpa perlakuan memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 0,01AH sedangkan kapasitas konsentrasi NaCl 40% sebesar 0,07 AH Kata Kunci: NaCl, regenerasi aki, charging

Page 3 of 3 | Total Record : 25