cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020)" : 20 Documents clear
EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI JUMLAH SUDU BERPENAMPANG PLAT DATAR TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN REAKSI CROSSFLOW POROS HORIZONTAL PANJI NUGROHO, PEGGY; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan energi listrik serta menipisnya cadangan bahan bakar fosil, maka keadaan tersebut memaksa manusia untuk mencari energi alternatif (renewable energy) yang dapat diperbaharui yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Turbin air adalah salah satu alat yang dapat mengkonversi daya yang dimiliki air dan mengubahnya menjadi energi gerak sehingga menghasilkan listrik. Namun, daya yang dihasilkan turbin crossflow cenderung rendah sehingga perlu adanya pengembangan pada turbin crossflow dengan menggunakan variasi jumlah sudu plat datar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan memvariasikan jumlah sudu berpenampang plat datar pada turbin crossflow poros horizontal. Jumlah sudu yang digunakan adalah 12, 15 dan 18 yang akan diuji dengan variasi kapasitas air sebesar 12.58 L/s, 11.01 L/s, dan 8.84 L/s dan variasi pembebanan 500 gram, 1000 gram, 1500 gram, dan seterusnya dengan peningkatan pembebanan 500 gram hingga putaran turbin berhenti. Hasil dari penelitian didapatkan turbin dengan jumlah 15 memiliki daya dan efisiensi yang paling optimal dari pada turbin dengan jumlah 12 dan 18. Daya tertinggi dimiliki oleh turbin dengan jumlah sudu 15 yang terjadi pada kapasitas 12.58 L/s dengan pembebanan 7000 gram, memiliki daya sebesar 3,136 Watt. Efisiensi tertinggi juga dihasilkan oleh jumlah sudu 15 pada kapasitas 12.58 L/s dengan pembebanan 7000 gram dengan nilai efisiensi sebesar 58,23%. Hal ini dikarenakan pada jumlah 12 terlalu jauh jarak antar sudunya dan pada jumlah sudu 18 jarak antar sudu terlalu sempit sehingga mengurangi kapasitas penampungan air yang dimiliki untuk mengubah daya air menjadi putaran. Kata kunci: Crossflow, Daya, Efisiensi, Jumlah Sudu, Turbin.
EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI RASIO SUDU BERPENAMPANG DATAR TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN REAKSI CROSSFLOW POROS HORIZONTAL WAHDANI INSANTO, MUHAMMAD; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis energi listrik yang melanda dunia khususnya Indonesia saat ini semakin meningkat. Sumber energi listrik yang digunakan saat ini berasal dari PLN yang mayoritas dihasilkan dan diperoleh dari pembangkit - pembangkit listrik yang masih menggunakan batu bara, minyak bumi, dan gas. Turbin air adalah salah satu alat yang dapat mengkonversi energi yang dimiliki air dan mengubahnya menjadi energi gerak sehingga menghasilkan listrik, namun daya yang dihasilkan turbin crossflow cenderung rendah sehingga perlu adanya pengembangan pada turbin crossflow dengan menggunakan variasi rasio sudu berpenampang datar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan memvariasikan rasio sudu berpenampang datar pada turbin crossflow poros horizontal. Rasio yang digunakan adalah 13/16, 14/16 dan 15/16 yang akan diuji dengan variasi kapasitas air sebesar 12.58 L/s, 11.01 L/s, dan 8.84 L/s dan variasi pembebanan 500 gram, 1000 gram, 1500 gram, dan seterusnya dengan peningkatan pembebanan 500 gram hingga putaran turbin berhenti. Hasil dari penelitian didapatkan turbin dengan rasio 15/16 memiliki daya dan efisiensi yang paling optimal daripada turbin dengan rasio 13/16 dan 14/16. Daya tertinggi dimiliki oleh turbin dengan rasio 15/16 yang terjadi pada kapasitas 12.58 L/s dengan pembebanan 8000 gram, memiliki daya sebesar 3,136 Watt. Efisiensi tertinggi juga dihasilkan oleh rasio 15/16 pada kapasitas 12.58 L/s dengan pembebanan 8000 gram dengan nilai efisiensi sebesar 58,21%. Hal ini dikarenakan pada rasio 15/16 turbin mampu memanfaatkan aliran air dengan baik dan jarak antar lebar turbin dan lebar saluran semakin sempit maka luasan aliran air yang ditampung sudu semakin besar sehingga mampu menghasilkan rpm tinggi serta torsi yang besar, selain itu lebar turbin juga memiliki pengaruh karena semakin lebar turbin maka aliran air yang menuju rongga bilas semakin banyak sehingga kerja dari turbin menjadi lebih berat dan membutuhkan daya yang besar untuk memulai menggerakkan turbin. Kata kunci: Crossflow, Daya, Efisiensi, Rasio, Turbin.
PENGARUH FERRITE MAGNET TERHADAP PERFORMA KENDARAAN FOUR STROKE ENGINE 125 CC DENGAN BAHAN BAKAR PERTALITE DAN PERTAMAX DWI PRATAMA, YAN; YASA UTAMA, FIRMAN
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepeda motor adalah salah satu alat transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia dan jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya. Maka secara tidak langsung jumlah konsumsi bahan bakar pun akan ikut meningkat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan cara lain agar dapat menghemat bakar yang sederhana, bahan relatif murah, dan mudah didapatkan. Salah satu caranya menggunakan ferrite magnet untuk menghemat bahan bakar kendaraan. Penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemasangan ferrite magnet pada fuel hose terhadap performa four stroke engine 125 cc yang meliputi torsi, daya efektif, dan konsumsi bahan bakar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan standar SAE J1349 (pengukuran torsi dan daya), dan standar SNI 19-7118.3-2005 (pengukuran konsumsi bahan bakar) yang menggunakan metode pengujian kecepatan berubah dengan katup (throttle) terbuka penuh. Pengujian dilakukan pada putaran 3000-9000 RPM dengan rentang 500 RPM untuk setiap pengambilan datanya. Instrumen penelitian yang digunakan penelitian ini adalah inertia chassis dynamometer, oxygen sensor, tachometer, fuel flow meter, 4 in 1 multi- function environment meter, dan stopwatch. Dari penelitian ini diperoleh bahwa terdapat pengaruh penambahan ferrite magnet pada fuel hose terhadap performa kendaraan 125 cc. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata perubahan torsi sebesar (-0,03 Kgf.m) (pertalite), 1,47 Kgf.m (pertamax), daya sebesar (-0,24 PS) (pertalite), 1,19 PS (pertamax), dan konsumsi bahan bakar sebesar 1,939 liter/jam (pertalite), 4,789 liter/jam (pertamax). Hasil torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar tertinggi yang didapatkan adalah sebesar 0,949 Kgf.m, 7,874 PS, dan 1,636 liter/jam dengan presentase perubahan terbesar yang terjadi pada torsi sebesar 5,41%, daya 4,00%, dan konsumsi bahan bakar sebanyak 11,765%.Kata kunci: magnet, ferrite magnet, performa mesin, four stroke engine
RANCANG BANGUN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID SOLAR CELL DAN TURBIN ANGIN VERTIKAL MODEL DARRIEUS TIPE H DI PESISIR PANTAI TAMBAN KABUPATEN MALANG ARIAMUDA MAULANA, VIKY; ANSORI, ARIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi Indonesia permasalahan pada listrik bukan hanya soal menipisnya sumber energi konvensional, tetapi juga soal pendistribusian listrik yang kurang merata dikarenakan sumber daya alamnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan adanya pengembangan pembangkit listrik energi baru terbarukan yang memiliki potensi besar, seperti tenaga matahari, angin , air, gelombanglaut dll, sehingga dapat mengantisipasi keterbatasan energi konvensional dan permasalahan yang ada. Penelitian eksperimental ini akan merancang pembangkit listrik hybrid dengan mengkombinasikan turbin angin vertikal model darrieus tipe H dan solar cell kapasitas 50 WP berdasarkan variasi turbin 4 blade dan turbin 6 blade serta solar-PV tipe monocrystalline pada titik lokasi pemasangan yang berbeda sebagai pembangkit listrik hybrid. Waktu pengambilan data tiap 10 menit dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Model hybrid ini menghasilkan total (Pep) selama 1 hari (07.00 ? 16.00) pada masing-masing wilayah pemasangan, yaitu pada turbin angin 4 blade menghasilkan energi listrik sebesar 523,77 Watt/0,53 KW per hari dan untuk turbin angin 6 blade menghasilkan energi listrik sebesar 323,22 Watt/0,32 KW per hari dan total (Psc), yaitu pada solarcell (turbin 4 blade) menghasilkan energi listrik sebesar 937,90 Watt/0,94 KW per hari dan untuk solarcell (turbin 6 blade) menghasilkan energi listrik sebesar 758,74 Watt/0,76 KW per hari. Performa dari pembangkit listrik hybrid solarcell dan turbin angin variasi 4 blade, yaitu menghasilkan efisiensi sebesar 52,01% dalam 1 hari (07.00 ? 16.00) dan untuk performa dari pembangkit listrik hybrid solarcell dan turbin angin variasi 6 blade menghasilkan efisiensi sebesar 51,66% dalam 1 hari (07.00 ? 16.00). Kata kunci : Energi Terbarukan, Hybrid, Turbin Angin darrieus tipe H, Solar Cell.AbstractIn Indonesian, the problem on electrricity not only about the depletion of the source conventional energy, but also about the distribution of electricity is less prevalent due to the source of natural resources, it has not been utilized as a maximum. Premises the development of generating electrical energy new renewable having the potential is great, such as solar, wind, water, and sea waves, etc, So to anticipate the limitation problem of conventional energy and existing problems. Research and experimen will design the hybird electrical plant by clicking combine wind turbines vertical model of Darrieus type H and solar cell capacity of 50 WP is based on variation of the turbine 4 blade and 6 turbine blades and solar - pv type monocrystalline at the point of installation of different locations as hybird plant power. The time of data collection every 10 minutes from 07.00 until 16.00 WIB. The model hybrid is generating total electric power generator (Pep) ever one day (7am ? 4pm) in each area of installation, namely the wind turbines 4 blade generating energy by 523.77 Watt / 0.53 KW one day and for wind turbines 6 The blade produces 323.22 Watt / 0.32 KW one day and the total solar cell (Psc) power, which is the solarcell (turbine 4 blade ) produces 937.90 Watt / 0.94 KW one day and for solarcell ( turbine 6 blade ) generate of 758.74 Watt / 0.76 KW one day . Performance of electricity generation hybrid solarcell and 4 variations of wind turbine blade, which resulted in an efficiency of 52,01% in one day (7am ? 4pm) and to the performance of the power generation hybrid solarcell and variations wind turbine blade 6 generates an efficiency of 51,66 % in one day (7am - 4pm). Keywords : Renewable Energy, Hybrid, Darrieus Wind Turbine type H, Solar Cell .
PENGARUH WAKTU DAN TEMPERATUR HOT DIP GALVANIZING TERHADAP KETEBALAN DAN KEKUATAN BENDING PADA BAJA ST 41 WAHYU NUGROHO, MUHAMMAD; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 41 yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan sering digunakan pada komponen tiang listrik yaitu komponen penyangga lampu, travo, dan kabel, akan tetapi tidak ditunjang dengan sifat mekaniknya yaitu kekuatan bending. Hal ini diperlukan perlindungan dengan cara melapisi menggunakan metode pelapisan hot dip galvanizing. Proses hot dip galvanizing adalah memanaskan logam pelapis hingga mencair kemudian celupkan baja St 41 sesuai temperatur dan waktu pencelupan yang diinginkan hingga terlapisi dengan sempurna. Proses pencelupan ini dilakukan dengan melapisi baja St 41 dengan seng (zinc) sebagai perlindungannya. Untuk mengetahui pengaruh terhadap hasil ketebalan lapisan dengan standar ISO 1461 : 1999 perlu adanya variasi temperatur dan waktu pencelupan pada proses hot dip galvanizing, variasi temperatur yang digunakan adalah 420 °C dan 450 °C dan waktu pencelupan sebesar 15, 30, dan 45 detik. Hasil pengujian ketebalan lapisan dan kekuatan bending tertinggi yang diperoleh spesimen bentuk plat pada variasi suhu 420 °C dengan lama waktu pencelupan selama 45 detik dihasilkan ketebalan lapisan sebesar 77,5 µm dan peningkatan kekuatan bending sebesar 1133,33 Mpa, sedangkan lapisan terendah pada suhu 450 °C dengan waktu pencelupan 15 detik sebesar 66,5 µm dan peningkatan bending sebesar 346,6 Mpa. Pada sepesimen silinder diperoleh pada waktu penceluapan 45 detik dan suhu 420 °C dihasilkan ketebalan lapisan sebesar 57,16 µm serta peningkatan kekuatan bending sebesar 1097,679 Mpa, , sedangkan lapisan terendah pada suhu 450 °C dengan waktu pencelupan 15 detik sebesar 43,6 µm dan peningkatan bending sebesar 252,75 Mpa. Kata kunci : hot dip galvanizing, Baja St 41, temperatur pencelupan, waktu pencelupan, uji ketebalan.
EXPERIMENTAL PENGARUH VARIASI JUMLAH SUDU SETENGAH LINGKATAN TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN CROSSFLOW POROS HORIZONTAL KHAIRUL ANAM, DIMAS; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah salah satu pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran air untuk diubah menjadi energi mekanik. Ada banyak macam pembangkit lisrik tenaga air ini, salah satunya adalah pembangkit mikrohidro. Indonesia memiliki banyak kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai mikrohidro seperti, saluran irigasi, sungai dan air terjun yang dimanfaatkan tinggi jatuh (head) serta jumlah debit air sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Banyaknya potensi air yang ada di Indonesia memungkinkan bahwasanya energi air dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit mikrohidro menjadi energi alternatif sebagai pengganti energi fosil. Dilihat dari keadaan geografis daerah-daerah di Indonesia yang memiliki potensi air yang memadai untuk sebuah pembangkit listrik berskala kecil yang biasa dikenal dengan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH).Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dalam penelitian hal ini membuat 3 buah turbin crossflow dengan jumlah sudu 4, 6, dan 8 dengan variasi kapasitas air sebesar 8,884 L/s, 11,010 L/s dan 12,583 L/s. Variasi pembebanan sebesar 500 gram, 1000 gram, 1500 gram dan seterusnya dengan peningkatan pembebanan 500 gram hingga putaran turbin berhenti untuk mengetahui daya dan efisiensi yang dihasilkan. Hasil dari penelitian didapatkan turbin dengan jumlah sudu 6 memiliki daya dan efisiensi yang paling optimal dari pada turbin dengan jumlah sudu 4 dan 8. Daya tertinggi dimiliki oleh turbin dengan jumlah sudu 6 yang terjadi pada kapasitas aliran 11,010 L/s dengan pembebanan 6500 gram, memiliki daya turbin sebesar 2,650 Watt. Efisiensi tertinggi juga dihasilkan oleh jumlah sudu 6 pada kapasitas 11,010 L/s dengan pembebanan 6500 gram dengan nilai efisiensi sebesar 48,14%. Hal ini dikarenakan pada jumlah sudu 6 turbin mampu memanfaatkan aliran air dengan baik dan jarak sudu yang sesuai maka luasan aliran air yang masuk untuk mendorong sudu semakin besar sehingga mampu menghasilkan rpm tinggi serta torsi yang lebih besar. Selain itu jarak sudu turbin juga memiliki pengaruh karena semakin sempit jarak sudu turbin menyebabkan terjadinya benturan pada punggung turbin, serta jarak sudu turbin yang semakin lebar membuat gaya dorong yang dihasilkan air terlalu lambat sehingga turbin tidak dapat berputar secara optimal.
ANALISIS KINERJA SOLAR CELL DENGAN SUMBER ENERGI SOLAR SIMULATOR SETYO PAMUNGKAS, FENDI; ANSORI, ARIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The energy crisis has been a huge problem that becomes the world problem especially Indonesia. A new alternate energy is the most needed solution that can solve it, particulary colecticity energy. An energy utilization is extremely important for the sustainability of human life. One of the energy utilization is solar energy by using solar cell. The purpose of this research is for to know solar cell performance and solar cell efficiency that use a control system with the radiasion of the lights. This research is using experimental methot that the solar cell is controlled by the solar cell system that follow the movement of the lights radioation. The solar cell will be equipped with a simulator so that can read the latensity of the light. The data analysis in this research is descriptive that describe the result in from of table any grafick. From this research, the researcher want to get the ligh value of solar cell performance and solar cell efficiency. Based on this research at 12.30 am, the eficiency value of 40° inclination angle of solar cell with 110° inclination of solar simulator has 5,31% eficiency value of 50° inclination angle of solar cell with 110° inclination has 5,15% eficiency level.Key words: Solar Cell, Solar Simulator, Solar Cell Performance, solar Cell efficiency
OPTIMASI KOMPOSIT SERAT KERSEN KEKUATAN BENDING DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI HARDIANSYAH TANGAHU, DENI; HARTUTUK NINGSIH, TRI
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia industri saat ini semakin berkembang pesat. Perkembangan ini membuat semakin banyak permintaan akan jenis-jenis material baru yang memiliki sifat dan karakteristik sesuai dengan permintaan. Hal ini yang mendorong perubahan penggunaan material logam menjadi material komposit. Penggunaan material komposit seiring berjalannya waktu semakin banyak digunakan karena sifatnya yang dapat dirubah sesuai dengan kebutuhan. Komposit terdiri dari dua bagian utama yaitu matriks dan serat. Penelitian eksperimen ini menggunakan serat alam pohon kersen dan matriks resin epoxy. Terdapat 3 variasi dalam penelitian ini. Pertama konsentrasi NaOH 4% dan 5%, kedua lama waktu perendaman NaOH 60 menit dan 90 menit dan ketiga fraksi volume serat kersen 60% dan 70%. Penelitian komposit serat alam pohon kersen ini bertujuan untuk melihat nilai kekuatan bending yang dihasilkan dari variasi yang ditelah dipilih. Metode penelitian komposit serat kersen ini menggunakan metode taguchi. Penggunaan metode taguchi dari penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui level faktor yang memiliki pengaruh optimal, menghemat jumlah penelitian yang dilakukan dan mengurutkan level faktor dari yang memiliki pengaruh signifikan sampai yang tidak signifikan pada masing-masing pengujian. Pengujian bending pada penelitian ini memiliki urutan level faktor yang signifikan sebagai berikut fraksi volume 70%, Konsentrasi NaOH 5% dan waktu perendaman 60 menit. Penerapan level faktor yang optimal pada pengujian bending mengalami kenaikan nilai menjadi 62,38 Mpa sedangkan pada pengujian tanpa metode taguchi nilai yang diraih oleh kekuatan bending hanya 53,15 Mpa.
UJI EKSPERIMEN KINERJA MODEL TURBIN ANGIN JENIS SWIRLING SAVONIUS DEFLEKTOR DIAM DENGAN PENAMBAHAN FREE DRAG REDUCING DI TEROWONGAN ANGIN TAWAKAL, IQBAL; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSecara umum dalam penggunaan/konsumsi energi di Indonesia masih mengandalkan dan bergantung pada sumber energi minyak bumi. Suatu kondisi bahwa, perkembangan teknologi menunjukan bahwa hampir seluruh peralatan rumah tangga, dan peralatan lainnya masih menggunakan energi listrik yang semua tersebut bergantung pada bahan bakar minyak. Di Indonesia salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan adalah energi angin. Turbin angin savonius mengkonversikan energi angin menjadi energi mekanis dalam bentuk gaya dorong (drag force). Untuk meningkatkan efisiensi turbin ini dapat menambahkan deflektor atau pengarah angin, dan memodifikasi bilah turbin dengan penambahan overlap pada bilah yang menyebabkan tumpang tindih. Pada penelitian ini lebih memfokuskan pada variasi jumlah deflektor dengan sudut sebesar 45? dari datangnya arah angin. Dengan adanya penambahan deflektor ini dapat berpengaruh besar terhadap daya dan koefisiensi turbin angin, karena angin yang datang langsung di arahkan ke turbin angin. Model dalam penelitian ini berupa turbin angin Swirling Savonius. Penelitian ini dilakukan menggunakan deflektor diam pada turbin angin swirling savonius dengan penambahan Free Drag Reducing. Variasi jumlah deflektor yang digunakan disini sebanyak 12, 14, 16 dan 18 buah. Dengan sudut deflektor 45? yang diukur dari datangnya arah angin, dan 3 lubang Free Drag Reducing.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa daya terbaik diperoleh pada variasi deflektor diam 12 bilah dengan daya sebesar 2.72875 watt dengan beban 2400 gram. Untuk CP terbaik diperoleh pada variasi deflektor diam 12 bilah dengan CP sebesar 24.9986768% dengan beban 2400 gram. Untuk karakteristik jumlah CDP dan CLP total antara sisi advancing dan returning bilah didapatkan pada variasi deflektor 12 sebesar 1.074 dengan total CDP 3.116 dan CLP 2.042. Variasi tanpa deflektor didapatkan sebesar -2.265 dengan total CDP 0.530 dan CLP 2.795. Variasi deflektor 14 didapatkan sebesar -1.111 dengan total CDP 1.333 dan CLP 2.445. Variasi deflektor 16 didapatkan sebesar -1.872 dengan total CDP 1.668 dan CLP 3.540. Variasi deflektor 18 didapatkan sebesar -2.065 dengan total CDP -1.141 dan CLP 0.924. Kata kunci: Swirling savonius, vertical, deflektor , free drag reducingAbstract In general, energy usage / consumption in Indonesia still relies on and depends on petroleum energy sources. This condition refers to technological developments show that almost all household appliances, and other equipment still use electrical energy which all depend on fuel oil. In Indonesia, one of the renewable energy sources that could be utilized is wind energy. Savonius wind turbines convert wind energy into mechanical energy in the form of drag force. To increase the efficiency of this turbine, It could be added a deflector or wind direction, and modify the turbine blades by adding overlap to the blades that cause overlap. This research focuses more on variations in the number of deflectors with an angle of 45 ? from the coming wind direction. By the addition of this deflector can greatly affect the power and coefficient of wind turbines, because the wind that comes directly directed to the wind turbine. The model in this study is the Savonius Swirling wind turbine. This research was conducted using a silent deflector on a swirling savonius wind turbine with the addition of Free Drag Reducing. There are 12, 14, 16 and 18 variations in the number of deflectors used. With a 45 def deflector angle measured from the coming wind direction, and 3 Free Drag Reducing holes. The results of the study showed that the best power was obtained in the variation of the 12 blades silent deflector with a power of 2,72875 watts with a load of 2400 grams. The best CP is obtained in the variation of 12 blades silent deflector with CP 24.9986768% with 2400 gram load. For the characteristics of the total number of CDP and CLP between the advancing and returning slats, the variation of deflector 12 is 1,074 with a total CDP of 3,116 and CLP 2,042. Variations without deflectors were obtained for -2,265 with a total CDP of 0.530 and CLP of 2795. The variation of deflector 14 was obtained for -1.111 with a total CDP of 1.333 and CLP of 2,445. The variation of deflector 16 is -1,872 with a total CDP of 1,668 and CLP 3,540. The variation of deflector 18 is obtained by -2.065 with a total CDP of -1.141 and CLP of 0.924. Keywords: Swirling savonius, vertical, deflector, free drag reducing
UJI PERFORMA TURBIN ANGIN DARRIEUS 6 BLADE DAN SOLAR PV SEBAGAI SUMBER PEMBANGKIT LISTRIK HYBRID DI PANTAI TAMBAN KABUPATEN MALANG ANJAR PRATIWI, DEWI; ANSORI, ARIS
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan penyebaran listrik, sehingga menyebabkan banyaknya wilayah yang belum menikmatik listrik. Kurangnya persediaan energi listrik dari PLN menjadi kendala bagi masyarakat di pesisir pantai di Kabupaten Malang. Potensi energi angin rata-rata perhari adalah 2 m/s hingga 5 m/s dan potensi energi matahari rata-rata perhari adalah 600 W/m2 hingga 1.000 W/m2 yang dapat digunakan untuk dijadikan sumber energi pembangkit listrik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental dimana turbin angin darrieus tipe-H 6 sudu dan solar PV monocrystalline berkapasitas 50 WP akan digabung menjadi sistem hybrid untuk mengatasi masing-masing kekurangan dari turbin angin maupun solar PV dengan variasi kecepatan angin yaitu 1-2 m/s, 2,1-3,1 m/s, dan 3,2-4,2 m/s dan variasi intensitas matahari yaitu 250-470 W/m2, 471-691 W/m2, dan 692-912 W/m2. Sumber energi dari matahari dapat menghasilkan daya listrik rata-rata 0,74 KW/hari dengan efisiensi 8,2% dengan rata-rata intensitas cahaya tertinggi pada pukul 11.00 WIB sampai 13.00 WIB. Sedangkan, sumber energi dari angin dapat menghasilkan daya listrik rata-rata sebesar 0,21 KW/hari dengan efisiensi sebesar 5,38% dengan rata-rata kecepatan angin tertinggi pada pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB. Maka yang dapat dihasilkan oleh pembangkit listrik hybrid sebesar 0,95 KW/hari dengan efisiensi sebesar 51,1% dalam 1 hari (06.00 WIB-15.00 WIB).Kata kunci : Energi Terbarukan, Turbin Angin, Solar PV, Hybrid

Page 2 of 2 | Total Record : 20