cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Mesin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2020)" : 7 Documents clear
ANALISIS GETARAN BAJA HARDENING S45C PADA PROSES HOT TURNING MENGGUNAKAN INDUCTION ELECTROMAGNETIC FIKRI ABDI RACHMAN, HAIKAL; HAFIZH AINUR RASYID, AKHMAD
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Majunya perkembangan teknologi pada bidang material harus diimbangi juga dengan perkembangan teknologi dalam bidang permesinan. Material yang mempunyai nilai kekerasan yang tinggi sulit untuk dikerjakan pada proses permesinan. Untuk membubut material dengan nilai kekerasan yang tinggi maka diperlukan nilai feeding dan depth of cut yang rendah agar getaran yang terjadi tidak besar sehingga menyebabkan proses produksi yang relatif lebih lama. Lamanya waktu proses produksi menyebabkan menurunnya produktivitas produksi. Salah satu metode untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah dengan hot turning. Namun penggunaan LPG sebagai bahan pemanas pada hot turning menimbulkan beberapa permasalahan, sehingga dipilih metode pemasanan yang lain yakni induction electromagnetic. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan induction electromagnetic pada proses hot turning baja hardening S45C terhadap nilai getaran proses. Pada penelitian ini digunakan metode hot turning dengan variasi pemanasan 400?C, serta variasi feeding 0.15mm/rev dan 0.3mm/rev. Material yang digunakan adalah baja hardening S45C dengan nilai kekerasan rata-rata 49.6HRC. Pengujian yang digunakan pada penelitian ini adalah uji getaran untuk mengetahui getaran yang terjadi pada saat proses hot turning yang diwakilkan oleh nilai defleksi pada ujung pahat. Hasil pengujian menunjukan bahwa pada pengujian getaran, penggunaan induction electromagnetic menyebabkan perbedaan getaran yang terjadi pada pahat. Nilai rata-rata defleksi tertinggi didapatkan dari variasi pemanasan 400?C dengan feeding 540mm/min yaitu sebesar 0.024mm. Nilai rata-rata defleksi terendah didapatkan dari variasi pemanasan 400?C dengan feeding 270mm/min yaitu sebesar 0.016mm. Kata Kunci: Nilai Kekerasan, Getaran, Baja Hardening S45C, Hot Turning, Induction Electromagnetic.
PENGARUH VARIASI LAJU ALIRAN UDARA PADA UPDRAFT GASIFIER SISTEM SEMI KONTINYU TERHADAP KUALITAS NYALA API SYN GAS PADA GASIFIKASI BIOMASSA LIMBAH CANGKANG KEMIRI PRAMANA PUTRA, AJI; WAYAN SUSILA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi minyak bumi di Indonesia tiap tahunnya tercatat semakin meningkat. Untuk mengatasi ketergantungan terhadap energi minyak bumi adalah dengan menemukan energi alternatif salah satunya adalah gasifikasi. Gasifikasi adalah proses konversi energi dari bahan padat (biomassa) menjadi syn gas (gas hasil sintesa) yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Permasalahan yang sering dihadapi dalam proses gasifikasi biomassa adalah rendahnya kualitas nyala api syn gas yang dihasilkan (warna, tinggi, temperatur, dan waktu). Salah satu variabel yang menentukan rendahnya kualitas nyala api adalah laju aliran udara yang memasuki gasifier. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mencari pengaruh AFR (rasio udara : bahan bakar) dalam satuan (kg udara/detik/kg bahan bakar) yang masuk ke dalam gasifier tipe updraft aliran semi kontinyu. Variasi AFR (0,3; 0,5; 0,7; 0,9; dan 1,1) dilakukan dengan cara mengatur bukaan katup pada blower udara yang masuk ke dalam gasifier. Jumlah biomassa cangkang kemiri dibuat tetap yaitu 5,5 kg sekali proses. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk AFR 0,3; 0,5; 0,7; 0,9; dan 1,1 diperoleh tinggi nya api masing-masing 22,2 cm; 25,7 cm; 31 cm; 51,2 cm; dan 54,6 cm. Lama waktu nyala api masing-masing: 100 menit, 80 menit, 60 menit, 40 menit, dan 30 menit. Sedangkan temperatur nyala api masing-masing: 249?, 180?, 161?, 142?, dan 140?. Warna nyala api terbaik berwarna biru pada AFR 0,3 sedangkan lainnya berwarna kemerahan. Dari kelima AFR tersebut yang terbaik adalah AFR 0,3 karena warna nyala api biru, lama waktu menyala dan temperatur tertinggi meskipun tinggi nyala api terendah. Kata Kunci : Laju Aliran Udara, Gasifikasi, Cangkang Kemiri, Kualitas Nyala Api
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN SERAT PADA LARUTAN NATRIUM BIKARBONAT (NAHCO3) TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO KOMPOSIT SERAT KULIT BATANG KERSEN - POLIESTER AGUNG LUTFINANDHA, MUHAMMAD; SUKMA DRASTIAWATI, NOVI
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan teknologi dibidang industri material yang semakin maju menuntut pembaharuan jenis material dengan berat jenis (density) rendah, kuat dan ramah lingkungan seperti jenis material komposit serat alam. Penggunaan Laminate composite material kayu maple pada papan skateboard masih kurang efektif karena sering terjadi patah dan rusak akibat panas matahari serta air hujan. Perlu dilakukan inovasi material pada aplikasi papan skateboard salah satunya dengan menggunakan jenis komposit serat kersen (Muntingia calabura). Masalah yang sering terjadi pada material komposit serat alam yaitu lemahnya ikatan serat dengan matriks dan cacat akibat produksi yang menyebabkan sifat mekanis kurang sesuai dengan aplikasinya, proses perlakuan alkalisasi serat kersen dengan larutan alkali Natrium Bikarbonat (NaHCO3) diharapkan mampu memperbaiki ikatan serat dengan matriks. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh serat kersen tanpa perendaman dan serat kersen dengan lama perendaman selama 24 jam, 96 jam dan 192 jam pada larutan Natrium Bikarbonat (NaHCO3) dengan matriks poliester terhadap kekuatan tarik dan foto mikro kegagalan komposit. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen serat kersen tanpa perendaman dan serat kersen dengan variasi lama perendaman selama 24 jam, 96 jam dan 192 jam pada larutan Natrium Bikarbonat (NaHCO3). Serat kersen dimasukkan pada larutan Natrium Bikarbonat (NaHCO3) dengan konsentrasi 12% pada wadah selama 24 jam, 96 jam dan 192 jam. Pembuatan spesimen komposit menggunakan metode hand lay up. Fraksi volume serat kersen dengan poliester sebesar 30%. Pengujian tarik menggunakan standar ASTM D638 . Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kekuatan tarik antara komposit serat kersen tanpa perlakuan dengan jenis komposit serat kersen variasi lama perendaman 24 jam, 96 jam dan 192 jam pada larutan Natrium Bikarbonat (NaHCO3). Lama perendaman serat menentukan kemampuan interlocking antara serat dan matriks yang dipengaruhi akibat hilangnya senyawa lignin, hemiselulosa, lilin dan minyak yang terdapat pada serat alam, Dapat dilihat dari hasil pengujian kekuatan tarik tertinggi didapat pada komposit serat kersen lama perendaman 96 jam sebesar 57.55 Mpa, serat kersen lama perendaman 192 jam sebesar 54.76 Mpa, serat kersen lama perendaman 24 jam sebesar 45.38 Mpa dan kekuatan tarik terendah pada komposit serat tanpa perendaman sebesar 37.78 Mpa. Dari Pengamatan makro dan mikro pada spesimen uji tarik dominan menunjukkan kegagalan fiber pull out, yaitu kegagalan akibat ketidakmampuan matrik menahan beban yang diterimanya sehingga menyebabkan serat terlepas kemudian patah karena gaya searah yang diterimanya.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGARUH VARIASI JUMLAH SUDU BERPENAMPANG V TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN CROSSFLOW POROS HORIZONTAL RYAN PRIAMBODHO, GIGGA; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan energi listrik di Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, penduduk dan perubahan gaya hidup manusia. Dalam mengatasi menipisnya cadangan energi fosil sebagai sumber energi listrik maka tenaga air merupakan jenis energi terbarukan yang memiliki potensi besar. Microhydro atau sering dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mycrohydro (PLTMH), pembangkit ini menghasilkan energi listrik dibawah 100 KW. Turbin crossflow dipilih karena dirasa lebih unggul dalam kriteria pemilihan turbin serta lebih mudah dalam pembuatan dan pengaplikasiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah sudu berpenampang V pada turbin crossflow poros horizontal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan memvariasikan jumlah sudu berpenampang V sebanyak 6, 8 dan 10 sudu dengan sudut sudu sebesar 100°, selain itu kekasaran permukaan sudu pada penelitian ini diabaikan. Pengujian dilakukan pada variasi kapasitas air sebesar 9.855 L/s, 11,804 L/s dan 14,320 L/s dan variasi pembebanan sebesar 500 g, 1000 g, 1500 g dan seterusnya hingga turbin berhenti berputar. Hasil dari penelitian didapatkan turbin dengan jumlah sudu 8 memiliki daya dan efisiensi yang paling optimal daripada turbin dengan jumlah sudu 6 dan 10. Daya tertinggi dimiliki oleh turbin dengan jumlah sudu 8 yang terjadi pada kapasitas aliran 11,804 L/s dengan pembebanan 6500 gram, memiliki daya sebesar 2,834 Watt. Efisiensi turbin tertinggi juga dihasilkan oleh jumlah sudu 8 pada kapasitas 11,804 L/s dengan pembebanan 6500 gram dengan nilai efisiensi sebesar 77,55%. Hal ini dikarenakan pada jumlah sudu 8 pada kapasitas 11,804 L/s ketinggian air tidak terlalu tinggi sehingga aliran air tepat menerpa sudu turbin sehingga aliran air bisa dimanfaatkan dengan optimal untuk memutar turbin dan dapat menghasilkan rpm dan torsi yang lebih tinggi dan tahan terhadap pembebanan tinggi. Kata kunci: Crossflow, Daya, Efisiensi, Jumlah Sudu, Turbin.
SIMULASI NUMERIK PENGARUH KEMIRINGAN SUDUT SUDU BERPENAMPANG PLAT DATAR TERHADAP KINERJA TURBIN ALIRAN VORTEX PRADANA ASPRILIANSYAH, IQSWANDA; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) adalah salah satu pembangkit listrik yang memanfaatkan aliran air untuk diubah menjadi energi mekanik. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi numerik pada kondisi steady dan unsteady menggunakan software CFD (Computational Fluid Dynamic) yaitu Ansys Fluent 19.2 dengan memvariasikan jumlah kemiringan sudut sudu pada turbin aliran vortex poros vertikal. Kemiringan sudut sudu plat datar yang digunakan adalah 0?, 7,5?, 15?, 22,5?, 30?, 37,5?, 45 ?. Mesh yang digunakan model Test/Hybrid Tgrid atau segitiga. Model turbulen yang digunakan k-omega standard dengan variasi Reynolds Number 4,04 x 106 ; 4,18 x 105 ; 4,46 x 105 ; 4,95 x 105 . Hasil dari penelitian turbin aliran vortex poros vertikal dengan variasi kemiringan sudut sudu adalah daya tertinggi pada kemiringan sudut 37,5° pada RE 4,46 x 105 sebesar 45,01 watt. Sedangkan efiensi tertinggi pada kemiringan sudut 37,5° pada reynold number 4,46 x 105 sebesar 70,25 %. Dari hasil analisis tersebut bahwa variasi kemiringan sudut sudu memiliki pengaruh terhadap kenaikan daya pada turbin reaksi vortex, hal ini dikarenakan arah jatuh aliran yang mengenai permukaan sudut sudu mendekati tegak lurus sehingga membuat putaran turbin lebih cepat dibandingkan dengan turbin tanpa menggunakan variasi kemiringan sudut. Kata Kunci: Vortex, Kemiringan Sudut Sudu, CFD
PENGARUH VARIASI LAJU ALIRAN UDARA PADA UPDRAFT GASIFIER SISTEM SEMI KONTINYU TERHADAP KUALITAS NYALA API SYN GAS PADA GASIFIKASI BIOMASSA LIMBAH CANGKANG KEMIRI PRAMANA PUTRA, AJI; WAYAN SUSILA, I
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi minyak bumi di Indonesia tiap tahunnya tercatat semakin meningkat. Untuk mengatasi ketergantungan terhadap energi minyak bumi adalah dengan menemukan energi alternatif salah satunya adalah gasifikasi. Gasifikasi adalah proses konversi energi dari bahan padat (biomassa) menjadi syn gas (gas hasil sintesa) yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar. Permasalahan yang sering dihadapi dalam proses gasifikasi biomassa adalah rendahnya kualitas nyala api syn gas yang dihasilkan (warna, tinggi, temperatur, dan waktu). Salah satu variabel yang menentukan rendahnya kualitas nyala api adalah laju aliran udara yang memasuki gasifier. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mencari pengaruh AFR (rasio udara : bahan bakar) dalam satuan (kg udara/detik/kg bahan bakar) yang masuk ke dalam gasifier tipe updraft aliran semi kontinyu. Variasi AFR (0,3; 0,5; 0,7; 0,9; dan 1,1) dilakukan dengan cara mengatur bukaan katup pada blower udara yang masuk ke dalam gasifier. Jumlah biomassa cangkang kemiri dibuat tetap yaitu 5,5 kg sekali proses. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk AFR 0,3; 0,5; 0,7; 0,9; dan 1,1 diperoleh tinggi nya api masing-masing 22,2 cm; 25,7 cm; 31 cm; 51,2 cm; dan 54,6 cm. Lama waktu nyala api masing-masing: 100 menit, 80 menit, 60 menit, 40 menit, dan 30 menit. Sedangkan temperatur nyala api masing-masing: 249?, 180?, 161?, 142?, dan 140?. Warna nyala api terbaik berwarna biru pada AFR 0,3 sedangkan lainnya berwarna kemerahan. Dari kelima AFR tersebut yang terbaik adalah AFR 0,3 karena warna nyala api biru, lama waktu menyala dan temperatur tertinggi meskipun tinggi nyala api terendah. Kata Kunci : Laju Aliran Udara, Gasifikasi, Cangkang Kemiri, Kualitas Nyala Api
UJI EKSPERIMENTAL PENGARUH JUMLAH FIN POSISI VERTIKAL PADA TURBIN ANGIN SAVONIUS BENTUK U TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI ADI ARIANTO, SATRYO; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi makin tahun akan terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, kondisi pertumbuhan ekonomi, dan kebutuhan konsumsi energi itu sendiri. Sedangkan hal tersebut berbanding terbalik dengan energi fosil ternyata tidak dapat mengimbangi pertumbuhan industri maupun tingkat sosial ekonomi di masyarakat. Dengan kondisi seperti ini maka perlu pengembangan sumber energi alternatif ramah lingkungan , salah satunya energi angin. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang panjang. Angin yang berhembus di daerah pesisir pantai cukup tinggi, akan tetapi untuk daerah selain pesisir pantai memiliki kecepatan angin yang relatif rendah. Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan turbin angin tipe vertikal. Jenis Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan membuat model turbin angin tipe vertikal jenis savonius bentuk u dengan memvariasikan jumlah fin. Variasi jumlah fin yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1,2, dan 3. Pengujian ini dilakukan pada kondisi angin skala kecil, menggunakan wind tunnel yang telah disediakan. Penelitian ini dilakukan di Gedung A8 lantai 4, Universitas Negeri Surabaya, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Mesin. Uji eksperimen ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jumlah fin pada kinerja turbin angin terhadap daya dan efisiensi. Hasil Penelitian ini diperoleh pada variasi jumlah fin pada turbin angin savonius bentuk u menunjukkan daya maksimal yang diperoleh pada kecepatan 6 m/s dengan beban 2250 gram sebesar 1,55 watt dan efisiensi maksimal turbin angin sebesar 14,2% dengan menggunakan variasi jumlah fin 3.

Page 1 of 1 | Total Record : 7