cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 108 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2019)" : 108 Documents clear
PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN KECIL TERHADAP KERJASAMA SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, KESEHATAN DAN OLAHRAGA LAZUARDI AKBAR, SANDIAH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permainan kecil merupakan salah satu media dalam pembelajaran Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK), dalam permainan kecil terdapat nilai sikap kerjasama. Kerjasama merupakan sikap yang dibutuhkan dalam berbagai materi dalam pembelajaran PJOK, dengan bekerjasama siswa siswa akan belajar menyelesaikan masalah secara bersama-sama, rasa toleransi, pertemanan, dan kekeluargaan siswa juga akan bertambah, dengan tumbuhnya kerjasama maka diharapkan dapat menekan berbagai sikap negatif. PJOK merupakan pembelajaran berbasis gerak yang berarti siswa belajar berbagai pengetahuan, keterampilan gerak dan pembentukan karakter melalui berbagai aktivitas fisik dan olahraga. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara, dalam pembelajaran PJOK siswa kelas X MIPA 6 SMAN 1 Taman merupakan siswa yang pandai dan aktif, tetapi kurang dalam bekerjasama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penerapan permainan kecil terhadap kerjasama siswa dalam pembelajaran PJOK pada siswa kelas X MIPA 6 SMAN 1 Taman. Jika ada, seberapa besar pengaruh penerapan permainan kecil terhadap kerjasama siswa dalam pembelajaran PJOK pada siswa kelas X MIPA 6 SMAN 1 Taman Sidoarjo. Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penerapan permainan kecil terhadap kerjasama siswa pada pembelajaran PJOK siswa kelas X MIPA 6 SMAN 1 Taman Sidoarjo, dibuktikan dengan nilai Thitung 10,19 lebih besar dari Ttabel 1,6905 dengan persentase pengaruh sebesar 10,23%. Kata Kunci: Permainan Kecil, Kerjasama Siswa. Abstract Small games are one of the media in the learning of physical education (PE). There is a value of cooperation and attitude in small games. Cooperation is a necessary attitude in various materials in PE learning. It could be reflected by working together, solve problems, a sense of tolerance, friendship, and togetherness. PE is a motion-based learning. It means students learn a variety of knowledge, motion skills and character building through various physical activities and sports. Based on the results of observation and interviews, in PE learning of grade X students MIPA 6 State Senior High School 1 Taman are good and active student, but lack of cooperation. This research was conducted to find out if there is any influence on the application of small game to students cooperation in PE learning. Furthermore, Based on the results of the data analysis, it can be concluded that there is influence of the application of small games to students cooperation. The evidence is the significant value of Tcount is 10.19 or greater than Ttable 1.6905 with a percentage influence is 10.23%.. Keywords: Small Games, Student Cooperation.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA SMAN 2 PONOROGO DENGAN SMKN 1 JENANGAN YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER FUTSAL MANGGALA MUKTA, PITRA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani adalah salah satu komponen penting yang harus dimiliki oleh seorang siswa. Pendidikan jasmani adalah suatu wadah ataupun sarana pendidikan serta pengembangan potensi yang ada di dalam siswa, pada saat jam pelajaran maupun di luar jam pelajaran sekolah (ekstrakurikuler). Kebugaran jasmani perlu dimiliki oleh setiap siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal. Futsal merupakan olahraga yang sangat kompleks, sehingga olahraga tersebut memerlukan tingkat kebugaran jasmani yang cukup untuk dapat melakukannya. Maka dari itu harus diadakan pengukuran dengan menggunakan test cooper lari lapangan 12 menit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan tingkat kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMAN 2 Ponorogo dengan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMKN 1 jenangan dan seberapa besar perbedaannya, dengan menggunakan sampel yang berjumlah 30 siswa putra. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Stadion Darussalam Gontor Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Jawa Timur. Berdasarkan perhitungan menggunakan IBM SPSS Statistical Product and Service Solution (SPSS) for windows v21.0 uji beda dua rata-rata antara siswa ekstrakurikuler futsal SMAN 2 Ponorogo dan siswa ekstrakurikuler futsal SMKN 1 Jenangan diperoleh hasil nilai sig 0,048< alpha 0,05 dengan menggunakan taraf signifikan 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan ada perbedaan kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMAN 2 Ponorogo dengan SMKN 1 Jenangan, sedangkan besar perbedaan tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal sebesar 4,8% lebih besar siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMAN 2 Ponorogo di banding siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMKN 1 Jenangan. Kata kunci: kebugaran jasmani, ekstrakurikuler futsalAbstract Every student needs to possess physical fitness. Physical education is a course that aims on developing the students physical knowledge and potentials which can not only be done within, but also outside the school hours (extracurricular). All the students registered in futsal extracurricular need to have a good physical fitness, because futsal is considered as a complex sport. Cooper test is a test that requires the students to do a 12-minute run. It can predict the students? physical fitness. The purpose of this study was to find out whether there is any difference between the level of physical fitness possessed by the members of futsal extracurricular in State Senior High School 2 Ponorogo and State Vocational High School 1 Jenangan. There were 30 male students as the sample of the study. This study was conducted in Darussalam Gontor Stadium which is located in Mlarak, Ponorogo, East Java. Based on the calculation, it was found a sig value 0,048< alpha 0,05 with a significant level of 0.05. Thus, Ha is accepted and Ho is rejected. In conclusion, it can be said that there is a difference in the physical fitness level possessed by the members of the futsal extracurricular in State Senior High School 2 Ponorogo and State Vocational High School 1 Jenangan. The students in State Senior High School 2 Ponorogo have 4.8% higher than State Vocational High School 1 Jenangan. Keywords: physical fitness, futsal extracurricular
PENGARUH PERMAINAN KECIL TERHADAP PARTISIPASI AKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN PJOK PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SIDOARJO , KRISTIANTO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Secara umum, pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Salah satu dari mata pelajaran tersebut adalah pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Dalam aktivitas pembelajaran diperlukan interaksi antara peserta didik dan pendidik sehingga pembelajaran lebih aktif. Agar pembelajaran dapat berjalan dengan aktif dan tidak membosankan diperlukan pelaksanaan inovasi baru yang diberikan oleh guru agar siswa berpartisipasi aktif untuk mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan semakin meningkat. Salah satunya dengan penerapan permainan kecil yang disesuaikan dengan kurikulum di satuan pendidikan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui pengaruh permainan kecil terhadap partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran PJOK pada kelas VIII SMPN 2 Sidoarjo. 2) Mengetahui besarnya pengaruh permainan kecil terhadap partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran PJOK pada kelas VIII SMPN 2 Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan jenis eksperimen semu, dengan pendekatan kuantitatif, dan desain one group pre-test post-test design. data dikumpulkan dengan menggunakan analisis video melalui instrumen Analisa Proporsi Fokus (APF). Pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sidoarjo dan jumlah sampel yang diambil yaitu 33 siswa.. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ada pengaruh permainan kecil terhadap partisipasi aktif dalam pembelajaran PJOK pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sidoarjo yang dapat dibuktikan dengan Nilai Zhitung 1,96 > Ztabel 0,153 dengan persentase sebesar 5,168 %. Kata Kunci: Permainan Kecil, Partisipasi Aktif Siswa. Abstract Education aims to build and develop the character and intellectual life of a nation. Particularly, developing students? skill that believe in God, have a good character, healthy, knowledgeable, capable, creative, independent, democratic and become a responsible citizen. One of the subject is physical education. To achieve an active and fun teaching-learning activity, the interaction between teacher and students is necessarily needed. Therefore, teacher must provide a new teaching method or innovation to make the students actively involved in physical education. One the method is small game, where the application must be adjusted based on the curriculum regulation. This study aimed to: (1) Understand the influence of small game application toward student?s active participation in process physicall education and sport in Eighth Grade of Junior High School 2 Sidoarjo. (2) Understand the significant influence of small game application toward student?s active participation in physicall education session in Eighth Grade of Junior High School 2 Sidoarjo. This study used a quasi-experimental method, with quantitative design and apply One Group Pretest-Posttest Design to thirty three selected students in Eighth Grade of Junior High School 2 Sidoarjo. The data was collected by using technique Analysis Proportion Focus (APF) video instrument. Based on the data analysis, there was significant effect towards the active participation of eight graders of Junior High School 2 Sidoarjo which can be proven by Z-score 1,96 > Z-table 0,153 with 5.168% improvement. Keywords: Small Game, Students Active Participation.
SURVEI TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS X DAN XI DI SMK PENERBANGAN DHARMA WIRAWAN SIDOARJO WAHYU TRIONO, LAJU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian dari pendidikan keseluruhan, proses interaksi antara siswa dengan lingkungan yang dikelola melalui aktivitas jasmani untuk menuju pembentukan manusia seutuhnya. Aktivitas jasmani tersebut dapat dijadikan sebagai kegiatan peserta didik untuk meningkatkan keterampilan motorik, fungsional dan kebugaran jasmani siswa, SMK Penerbangan Dharma Wirawan Sidoarjo yang dimana adalah sekolah semi militer yang diperuntukkan untuk umum hal tersebut menjadi berbeda dengan SMK yang lain. Tes kebugaran jasmani Indonesia adalah salah satu cara untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa kelas X dan XI SMK Penerbangan Dharma Wirawan Sidoarjo dengan jumlah 217 siswa. Perhitungan data yang dianalisis menggunakan pendekatan statistik kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah non eksperimen dengan menggunakan instrumen TKJI untuk usia 16-19 tahun yaitu tes lari cepat 60 meter, tes gantung siku tekuk, tes baring duduk 60 detik, tes loncat tegak dan tes lari 1000/1200 meter. Perhitungan data yang diperoleh dan dianalisis menggunakan pendekatan statistik kuantitatif. Pada hasil tes kebugaran jasmani siswa kelas X dan XI sekolah SMK Penerbangan Dharma Wirawan Sidoarjo memiliki tingkat kebugaran jasmani sebagai berikut, siswa yang mengikuti tes berjumlah 217 siswa dengan 3 siswa persentase (1,38%), masuk dalam kategori sedang. 105 siswa persentase (48,39%), masuk dalam kategori kurang. 109 siswa persentase (50,23%), masuk dalam kategori kurang sekali. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan siswa kelas X dan XI SMK Penerbangan Dharma Wirawan Sidoarjo dengan kategori terbanyak adalah 109 persentase (50,23%), masuk dalam kriteria Kurang Sekali. Kata Kunci : Tingkat Kebugaran Jasmani, Siswa ABSTRACT Physical education is part of education which uses the interaction between students and the environment through physical activities. Physical activity is used to improve students physical performance, functional and physical fitness. Aviation Vocational High School of Dharma Wirawan Sidoarjo is a semi-military school which is opened for public. So, all students from any background knowledges could register themselves in this school. It makes this school become special because the mechanism is different from others aviation vocational high school. In doing so, the researcher interests to see the physical fitness level of Aviation Vocational High School of Dharma Wirawan Sidoarjo. Indonesian physical fitness tests are one way to determine the level of students physical fitness. The purpose of this research is to know the physical fitness level of 217 students in grade X and XI of Aviation Vocational High School of Dharma Wirawan Sidoarjo. The research data was analyzed by using quantitative statistical approaches. This research is a non-experimental research by using TKJI instrument for the age 16-19 years. They were tested by using sprint test in 60 meters, hang elbow bending test, sit up test in 60 sec, vertical jump test and run test in 1000/1200 meters. The data computation was analyzed by using a quantitative statistical approach. The results, there are 3 students (1.38%) in the average category,105 students (48.39%) in the below average category, and 109 students (50.23%) in the very poor category. From the explanation above, it can be concluded that students in grade X and XI of Aviation Vocational High School Dharma Wirawan Sidoarjo belongs to very poor category with 109 students in percentage (50.23%). Keywords: Physical Fitness Level, Student
HUBUNGAN ANTARA KEDISIPLINAN DENGAN HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 4 SIDOARJO DALAM PEMBELAJARAN PJOK PRAMESWARA, WINDA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan mata pelajaran yang unik, karena di dalamnya siswa diajarkan beberapa hal mulai dari kognitif, afektif dan psikomotor. Mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan menghasilkan hasil belajar dari apa yang telah diberikan kepada siswanya oleh guru. Setelah melalui proses belajar diharapkan siswa memiliki hasil belajar yang tinggi. Kegiatan belajar mengajar di sekolah disiplin merupakan syarat utama dalam mencapai keberhasilan dalam belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah terdapat hubungan antara kedisiplinan dengan hasil belajar siswa SMAN 4 Sidoarjo dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan angket kedisiplinan dan hasil belajar siswa. Dari hasil belajar siswa diambil dari pengetahuan dan keterampilan. Untuk mengetahui nilai ranah pengetahuan dari nilai ulangan tengah semester dan ranah keterampilan dari nilai keterampilan bola voli dan lompat jauh. Hasil pengujian dari hipotesis menunjukkan bahwa rhitung (-0,034) dan rtabel (0,329) dengan taraf signifikan 0,05 yang bermakna bahwa nilai rhitung lebih kecil dari pada rtabel. Hasil tersebut disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara kedisiplinan dengan hasil belajar siswa kelas XI IPS 3 di SMA Negeri 4 Sidoarjo dalam pembelajaran pendidikan, jasmani, olahraga, dan kesehatan. Kata kunci : Kedisiplinan, Hasil Belajar Siswa Abstract Physical education is a unique subject, because students are taught several things such as cognitive, affective and psychomotor. Physical education learning outcomes are designed by the teachers. Moreover, after going through the learning process students are expected to have high learning outcomes. Teaching and learning activities in disciplined schools are the main condition in achieving success in learning. The purpose of this study is to prove whether there is a relationship between discipline and students learning outcomes in physical education at State Senior High School 4 Sidoarjo. This is a correlational research with a quantitative descriptive approach. In the data collection methods, researchers used a disciplinary questionnaire and student learning outcomes i.e. knowledge and skills. Particularly, the knowledge and skill in the volleyball skills and long jump. The hypothesis testing result indicates that r counts is -0,034 and r table is 0,329. It means that the value of r count is smaller than the r table. These results concluded that there was no relationship between discipline and students learning outcomes in physical education at State Senior High School 4 Sidoarjo. Key words : Discipline, Learning Outcomes Students
IDENTIFIKASI MOTIVASI PELAJAR PEREMPUAN MENGIKUTI OLAHRAGA BELADIRI AMANI, MUZAKIR
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga merupakan kegiatan aktivitas fisik yang dapat dilakukan oleh semua kalangan umur, dari anak-anak hingga lanjut usia, baik laki-laki maupun perempuan. Namun kenyataan pada masyarakat, olahraga yang memiliki ciri dengan kekerasan, kekuatan, kecepatan, keberanian, dan kepemimpinan, merupakan ciri yang diidentikkan dengan laki-laki. Lebih khusus pada cabang olahraga beladiri, yang merupakan jenis olahraga pertarungan yang bersifat keras dan memiliki resiko cedera yang sangat besar. Tentu hal tersebut berbanding terbalik dengan ciri perempuan feminim yang bersifat anggun, lemah lembut, cantik, dan penuh kasih sayang. Maka dari itu, dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menjadi motivasi pelajar perempuan untuk mengikuti olahraga beladiri. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan desain deskriptif kuantitatif (non-eksperimen) yang bertujuan mengungkapkan informasi sebanyak-banyaknya dari responden tanpa memberikan suatu perlakuan. Sampel dalam penelitian adalah atlet cabang olahraga beladiri pada nomor fight seperti, gulat, tinju, muay thai, mix martial arts (MMA), yang masih berstatus pelajar maupun mahasiswa di UKM Gulat Unesa, UKM Tinju Unesa, Upperground MMA, Unicombat Academy. Sehingga total responden keseluruhan adalah 30 orang. Dalam penelitian ini instrument yang digunakan adalah angket motivasi pelajar mengikuti olahraga beladiri, yang berjumlah 28 pernyataan dan terbagi dalam 2 faktor, yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, distribusi frekuensi, dan uji regresi. Hasil persentase motivasi pelajar perempuan mengikuti olahraga beladiri terhadap 30 responden pada UKM Gulat Unesa, UKM Tinju Unesa, Upper Ground MMA, Unicombat Academy terdiri dari tingkatan 5 kategori, dari yang ?sangat tinggi? (10%) berjumlah 3 orang, ?tinggi? (63,3%) berjumlah 19 orang, ?sedang? (6,7%) berjumlah 2 orang, ?rendah? (20%) berjumlah 6 orang, dan ?sangat rendah? adalah (0%). Selain itu juga dilakukan analisis data menggunakan uji regresi, yang dapat diketahui bahwa semua indikator dalam faktor motivasi intrinsik maupun ekstrinsik berpengaruh signifikan terhadap motivasi pelajar perempuan untuk berpartisipasi dalam olahraga beladiri. Hal ini diambil dengan cara membandingkan nilai signifikan dengan nilai probabilitas 0,5. Dari sekian banyak indikator baik faktor motivasi intrinsik dan ekstrinsik, yang menjadi alasan paling besar responden dalam mengikuti olahraga beladiri adalah indikator orang tua dengan nilai T-hitung 20,597 dan koefisien 1,050. Kata kunci : Motivasi, Pelajar Perempuan, Beladiri. Abstract Sport is a physical activity which can be performed by all ages, from children until the old, even men and women. However, in the social reality, stringent, strength, speed, courage, and leadership sports are categorized as men sport. Specifically in martial arts, It is so violence and has a very high risk of injury. It is contradict with the woman?s characteristics which are graceful, calm, beautiful and lovely. This study aims to determine the motivation of female students to participate in martial arts. This study is descriptive research which was conducted by using descriptive quantitative design (non-experimental). The samples in the study were 30 martial arts athletes such as wrestling, boxing, muay thai, and mix martial arts (MMA). All of research samples are undergraduate students at Surabaya State University (Unesa) who are also the member of wrestling club, Boxing club, Upper ground MMA club, and Unicomba Academy club. The research instrument is motivation questionnaires. There are intrinsic and extrinsic domain with 28 statements. The data analysis technique were validity test, reliability test, frequency distribution, and regression test. The results, female students motivation percentage consisted of 5 categories, from "very high" (10%) to 3 people, "high" ( 63.3%) totaling 19 people, "moderate" (6.7%) totaling 2 people, "low" (20%) totaling 6 people, and "very low" were (0%). Beside, data analysis was performed by using regression tests, which can be seen that all indicators in intrinsic and extrinsic motivation factors significantly influence the motivation of female students to participate in martial arts. Both intrinsic and extrinsic motivation influence the female athlete participation in martial arts. Furthermore, parents? support is the biggest reason respondents in participating in martial arts with a T-count value of 20.597 and a coefficient of 1.050. Keywords : Motivation, Female Students, Martial Arts.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEMAMPUAN GERAK DASAR PADA SISWA MI MIFTAHUL HUDA BLONGKO, KEC. NGETOS, KAB. NGANJUK KELAS IV, V, DAN VI IMAN WICAKSONO, NUR; NURHAYATI, FARIDHA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Status gizi dan kemampuan gerak dasar bagi siswa sekolah dasar merupakan hal yang penting. Status gizi sangat berpengaruh terhadap kemampuan gerak dasar siswa mulai dari lahir hingga ke masa yang akan datang. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kemampuan gerak dasar siswa kelas atas di MI Miftahul Huda Blongko Kecamatan Ngetos kabupaten Nganjuk. Jenis Penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan desain penelitian non-eksperimen. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Pengukuran Anthropometri untuk mengetahui status gizi dan Carpenter Motor Ability Test untuk mengukur kemampuan gerak dasar. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi MI Miftahul Huda Blongko kelas atas yaitu kelas IV,V dan VI yang berjumlah 77 siswa pada tahun ajaran 2018-2019. Instrumen yang digunakan untuk mengukur Status gizi (Variabel bebas) adalah pengukuran Anhropometri (IMT/U). Sedangkan Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan gerak dasar (Variabel Terikat) menggunakan Carpenter Motor Ability Test yang meliputi Tes Kelincahan, Tes Kelentukan, dan Tes Keseimbangan. Teknik analisis data menggunakan rumus Koreasi Gamma pada aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara status gizi dengan kemampuan gerak dasar siswa sebesar -0.036. Pengujian hipotesis, diperoleh T tabel sebesar -0.190 sedangkan sig 0.849. hal ini berarti bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kemampuan gerak dasar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kemampuan gerak dasar siswa kelas atas MI Miftahul Huda Blongko Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Kata kunci: hubungan, status gizi, gerak dasar Abstract The nutritional status and basic mobility abilities for elementary school students are important. Nutritional Status has great affect to students in the basic mobility abilities from birth to their future. This research aims to determine the relationship of nutritional status with the basic mobility abilities of upper classes students in MI Miftahul Huda Blongko, Ngetos District, Nganjuk Regency. This research use a correlations study with non-experimental design research. The research instruments used are anthropometric measurements to know the nutritional status and Carpenter Motor Ability Tests to measure the basic mobility abilities. The subjects in this study are the upper classes students of IV, V, and VI school years in MI Miftahul Huda Blongko. There were 78 students in the 2018-2019 year. The first instrument which was used to measure the nutritional Status (as free variable) is the Anthropometric Measurements (BMI/U). The other instrument which was used to measure basic mobility abilities (as bounded variable) is the Carpenter Motor Ability Tests which includes agility tests, Flexibility tests, and balance tests. Gamma correlation formula in SPSS computing application was used for the data analysis. The study results showed correlations between the nutritional status and the students basic mobility abilities of -0.036. The hypothesis testing acquired T table is -0.190 whereas sig 0.849. This means that there is no significant relationship/ affect between the nutritional status and the basic mobility abilities. It can be concluded that there is no significant relationship/affect between the nutritional status and the basic mobility abilities in the upper classes students of MI Miftahul Huda Blongko Ngetos District, Nganjuk Regency. Keyword: relationship, nutritional status, basic mobility abilities
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SERVIS ATAS BOLAVOLI PADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 22 SURABAYA PUPUT SAFITRI, LUTHFIANA; INDAHWATI, NANIK
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) memiliki kelebihan menekankan proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkan dengan situasi kehidupan nyata. Pembelajaran PJOK memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kepercayaan diri, keterampilan untuk melakukan aktivitas fisik dan keterampilan sosial nyang dapat diaplikasikan terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dan besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran CTL terhadap hasil belajar servis atas bolavoli pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 22 Surabaya. Hasil yang diperoleh dalam penelitian adalah sebagai berikut: 1) Ada peningkatan hasil belajar servis atas bolavoli sebesar 15,86% dalam ranah pengetahuan dan 24,47% dalam ranah keterampilan; 2) Terdapat perbedaan yang signifikan dari hasil belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dibuktikan dengan hasil uji beda Indipendent T-test nilai signifikan ranah pengetahuan 0,002 ? 0,05 dan ranah keterampilan 0,001 ? 0,05. Disimpulkan bahwa ada pengaruh pada penerapan model pembelajaran CTL terhadap hasil belajar servis atas bolavoli pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 22 Surabaya, hal ini dibuktikan dari hasil penjabaran statistik bahwa nilai pengetahahuan thitung -7,666? ttabel 1,697 dengan Sig = 0,000 ? ? = 0,05 yang berarti menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dan nilai keterampilan thitung -7,097? ttabel 1,697 dengan Sig = 0,000 ? ? = 0,05 yang berarti menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kata Kunci: pembelajaran kontekstual, servis atas bolavoli. Abstract Contextual Teaching and Learning (CTL) model has the advantage of emphasizing the full process of students involvement to be able in finding material that is learned and connects with real life situations. Physical education provides opportunities for students to develop self-confidence, skills of physical activity and social skill life that can be applied to others in daily life. The aim to be achieved in this study was to find out whether there was an influence and how much the application of the CTL learning model influenced the learning results of overhead service on volleyball on XI grade students of Senior High School 22 Surabaya. The results obtained during the study took place as follows: 1) There was an increase in learning outcomes for volleyball at 15.86% in the knowledge domain and 24.47% in the skills domain; 2) There is a significant difference from the learning outcomes between the experimental class and the control class, it was proved by the results of the independent difference test. The T-test significant value of the knowledge domain is 0.002 ? 0.05 and the skill domain is 0.001 ? 0.05. It was concluded that there was an influence on the application of the CTL learning model to the learning outcomes of overhead service on volleyball on XI grade students of Senior High School 22 Surabaya, this has been proven from the results of statistical analysis that the value of knowledge was tcount -7.666? ttable 1.697 with Sig = 0,000 ? ? = 0, 05 which means that Ho is rejected and Ha is accepted. And the value of the skills of tcount -7,097? ttable 1,697 with Sig = 0,000 ? ? = 0.05 which means that Ho is rejected and Ha is accepted. Keywords: contextual teaching and learning, overhead service of volleyball.
PENGARUH MODEL GAYA BELAJAR VAK (VISUAL, AUDITORY, KINESTETIC) TERHADAP KETERAMPILAN SHOOTING BOLA BASKET DI KELAS XI SMA AL IRSYAD SURABAYA MANDALA PUTRA, RANGGA; , SUDARSO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan pada penelitian ini yaitu mendeskripsikan pengaruh model gaya belajar VAK (Visual, Auditory, Kinestetic) terhadap shooting bola basket dan seberapa besar peningkatannya pada siswa Kelas XI SMA Al Irsyad Surabaya. Sampel yang digunakan merupakan 2 rombel kelas, masing-masing setiap kelas berjumlah 24 siswa. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 48 siswa. Sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan cluster random sampling. Teknik ini memberi kesempatan yang sama bagi semua rombel agar terpilih menjadi sampel penelitian. Hasil penelitian terdapat dua cara untuk melihat adanya pangaruh, pertama membandingkan thitung dengan ttabel dengan ketentuan jika thitung bernilai positif (thitung > ttabel ) maka ada pengaruh. Begitu sebaliknya, jika thitung bernilai negatif (thitung < ttabel) maka tidak ada pengaruh. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa thitung sebesar 11,100 yang berarti thitung > ttabel pada atau 11,100 > 1,714 pada taraf signifikan 5%, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat yang signifikan model gaya belajar VAK terhadap shooting bola basket pada siswa kelas XI SMA Al Irsyad Surabaya. Setelah mengetahui hasil pengaruh model pembelajaran VAK terhadap belajar shooting bola basket, maka selanjutnya peneliti mengetahui data peningkatan hasil penelitian dari keterampilan awal pretest shooting bola basket sampai posttest terdapat peningkatan sebesar 2%. Kata Kunci : Model gaya belajar (VAK), Shooting bola basket Abstract The purpose of this study are describing the effect of the learning style model VAK (Visual, Auditory, Kinestetic) on ball shooting basketball and knowing how much increased in Class XI Al Irsyad High School Surabaya. The samples were 48 students from 2 classes. The sample was chosen by using cluster random sampling technique. This technique provides the same opportunity for all groups to be selected as research samples. The results there are two ways to see the effect, first is comparing tcount with ttable in the provision if tcount is positive, then there is an effect if tcount> ttable so vice versa if tcount is negative then there is no effect if tcount <ttable. It is known that tcount is 11,100 which means tcount> ttable at or 11,100> 1,714 at a significant level of 5%. It can be concluded that there is a significant VAK learning style model on basketball shooting in class XI Al Irsyad High School Surabaya. Furthermore, researchers found out that the increased data from research results from the initial skills of basketball shooting to posttest which had an increasement 2%. Keywords: Learning style model (VAK), Shooting basketball
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN MAHASISWA DALAM ORGANISASI KEMAHASISWAAN WILDAN HABIBI AR, MUHAMMAD; HARTOTO, SETIYO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar mahasiswa yang ikut dan yang tidak ikut organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kausal komparatif dengan menggunakan desain tipe (a) yaitu group possesses characteristic dan group does not possess characteristic. Teknik analisis data menggunakan deskriptif statistik, uji normalitas, dan uji beda Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata IPK mahasiswa yang ikut organisasi sebesar 3.48 dengan nilai terendah 2.73 dan nilai tertinggi 3.88, sedangkan mahasiswa yang tidak ikut organisasi memiliki rata-rata nilai IPK 3.37 dengan nilai terendah 2.59 dan nilai tertinggi 3.75. Hasil uji beda Mann Whitney menunjukkan nilai Z sebesar -3.283 dengan nilai signifikan 0.001<0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar antara mahasiswa yang ikut dan tidak ikut organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa yang ikut organisasi kemahasiswaan cenderung memiliki IPK lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak ikut organisasi kemahasiswaan. Kata kunci: mahasiswa organisasi, prestasi belajar Abstract The objective of this study is to determine the differences in learning achievement between students who participate and who do not participate in student organizations. This research belongs to the type of comparative causal research using the type A design, namely group possessing characteristic and group does not possess characteristic. The data analysis technique used descriptive statistics, normality tests, and Mann Whitney difference tests. The results showed that the average GPA of students who participating in the organization was 3.48 with the lowest score of 2.73 and the highest score of 3.88, while the students who did not join the organization have an average GPA of 3.37 with the lowest score of 2.59 and the highest score of 3.75. The results of the Mann Whitney difference test showed a value of Z of -3,283 with a significant value of 0.001<0.05. So that it can be concluded that there are significant differences in learning achievement between students who participated and do not participate in student organizations. Students who participate in student organizations tend to have a higher GPA than students who do not participate in student organizations. Keywords: student organization, learning outcome

Page 5 of 11 | Total Record : 108