cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 59 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020)" : 59 Documents clear
KEBIASAAN BELAJAR DAN BERLATIH SISWA KELAS OLAHRAGA MUSTOFA, ACHMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keseimbangan antara kegiatan akademik dan aktivitas olahraga menjadi hal yang krusial bagi siswa kelas olahraga. Disatu sisi mereka dituntut untuk berprestasi dalam olahraga, tetapi disisi yang lain mereka juga harus baik di dalam akademiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kebiasaan belajar dan berlatih siswa kelas olahraga. Sebagai subjek penelitian adalah 76 siswa kelas olahraga SMP Negeri 1 Mantup. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket dan dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi aktivitas berlatih siswa lebih dominan dibandingkan dengan proporsi kegiatan belajarnya. Hasil uji t membuktikan, ada perbedaan yang signifikan terkait penggunaan waktu antara kegiatan akademik dan kegiatan olahraga, dengan nilai t sebesar 6.47, pada p<.001. Pendampingan akademik yang bersifat personal, atau sekurang-kurangnya dalam kelompok kecil, perlu dilakukan agar potensi kecerdasan siswa dapat tumbuh secara optimal seiring keterampilan olahraganya. Kata Kunci: kebiasaan belajar, kebiasaan berlatih, kelas olahraga, penggunaan waktu Abstract The balance between academic activities and sports activities is crucial for students in sports classes. On the one hand they are required to excel in sports, but on the other hand they must also be good in academics. This study aims to describe the study habits and practice of sports class students. As the subject of the study were 76 students of the sports class of junior high school state 1 Mantup. Data were collected using a questionnaire and analyzed with descriptive statistics and different tests. The results showed that the proportion of students training activities was more dominant than the proportion of their learning activities. T test results prove, there is a significant difference related to the use of time between academic activities and sports activities, with a t value of 6.47, at p <.001. Academic assistance personally, at least in small groups, needs to be done so that the potential of students intelligence can grow optimally along with their sports skills. Keywords: study habits, practice habits, sports classes, use of time
PERBANDINGAN TINGKAT KETERAMPILAN DASAR PENCAK SILAT PADA SISWA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT PSHT DI SMPN 13 SURABAYA DAN SMPN 55 SURABAYA PUTRY PERMATA SARI, DIAN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan saat di luar jam pembelajaran yang umumnya dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan tujuan untuk menyalurkan minat dan bakat peserta didik agar dapat menghasilkan prestasi sesuai dengan bidangnya masing-masing khususnya pencak silat. Untuk dapat mencapai prestasi yang diinginkan, maka diperlukan keterampilan dasar pencak silat yang bagus dengan cara melakukan latihan yang rutin dan maksimal. Dengan memiliki keterampilan dasar pencak silat yang bagus, maka siswa akan dapat dengan mudah menambah prestasi di bidang non-akademik. Berdasarkan pengamatan di SMPN 13 Surabaya, ekstrakurikuler pencak silat di sekolah ini telah mengikuti beberapa kejuaraan pencak silat namun tidak pernah sekalipun mendapatkan prestasi, sehingga perlu diketahui seberapa besar keterampilan dasar pencak silat yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Pada penelitian ini, peneliti akan membandingkan keterampilan dasar pencak silat siswa ekstrakurikuler pencak silat PSHT di SMPN 13 Surabaya dan SMPN 55 Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan keterampilan dasar pencak silat di SMPN 13 Surabaya dan SMPN 55 Surabaya, jika ada seberapa besar perbedaan yang dimiliki oleh kedua sekolah tersebut. Sasaran pada penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler pencak silat PSHT yang bersabuk polos (hitam) di SMPN 13 Surabaya dan SMPN 55 Surabaya, dengan jumlah sampel yakni 18 siswa. Metode analisis yang digunakan yaitu kuantitatif, untuk pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes keterampilan dasar pencak silat yang mengadopsi dari Martopo (2017). Berdasarkan hasil analisis menggunakan IBM SPSS for windows v 21.0, diperoleh hasil sig 0,008<0,05 sehingga, Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikansi antara tingkat keterampilan dasar pencak silat siswa ekstrakurikuler PSHT di SMPN 13 Surabaya dan SMPN 55 Surabaya, dengan hasil rerata yakni 61,22 untuk SMPN 13 Surabaya dan 74,88 untuk SMPN 55 Surabaya, yang berarti bahwa tingkat keterampilan dasar pencak silat siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat PSHT di SMPN 55 Surabaya lebih tinggi 14% dibandingkan dengan SMPN 13 Surabaya. Kata Kunci: pencak silat, SMPN 13 Surabaya, SMPN 55 Surabaya Abstract Extracurricular activities are performed in outside school hours which are generally carried out in the school environment to channel the interests and talents of students to produce achievements by their respective fields, especially pencak silat. To be able to achieve the desired performance, it requires good basic pencak silat skills by doing routine and maximum training. By having good basic pencak silat skills, students will be able to easily add achievements in non-academic fields. Based on observations at Junior High School 13 Surabaya, pencak silat extracurricular activities in this school have participated in several pencak silat championships but have never even gotten achievements, so it is necessary to know how much the basic skills of pencak silat possessed by each student. In this study, researchers will compare the basic skills of pencak silat extracurricular pencak silat PSHT students at Junior High School 13 Surabaya and Junior High School 55 Surabaya. This study aims to determine whether there are differences in the basic skills of pencak silat in Junior High School 13 Surabaya and Junior High School 55 Surabaya if there is how much difference the two schools have. The targets in this study were students of extracurricular pencak silat PSHT who has plain belt (black) in Junior High School 13 Surabaya and Junior High School 55 Surabaya, with a total sample of 18 students. The analytical method used is quantitative, for data retrieval done by using the basic skills test instrument of martial arts adopted from Martopo (2017). Based on the results of the analysis using IBM SPSS for Windows v21.0, the results obtained sig 0.008<0.05 then, Ho is rejected and Ha is accepted. it means that there is a significant difference between the level of pencak silat basic skills of PSHT extracurricular students at Junior High School 13 Surabaya and Junior High School 55 Surabaya, with an average result of 61.22 for Junior High School 13 Surabaya and 74.88 for Junior High School 55 Surabaya, which means that the level of pencak basic skills silat extracurricular pencak silat PSHT students at Junior High School 55 Surabaya 14% higher than Junior High School 13 Surabaya. Keywords: pencak silat, Junior High School 13 Surabaya, Junior High School 55 Surabaya
GAMBARAN TINGKAT LITERASI KESEHATAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA EMILIA, DESI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi kesehatan adalah kemampuan seseorang untuk dapat memperoleh, memproses, dan memahami dasar informasi kesehatan dan kebutuhan pelayanan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan kesehatan yang tepat. Literasi kesehatan di kalangan mahasiswa diharapkan mampu menambah wawasan pengetahuan tentang kesehatan dengan cara membaca, menulis, dan mendengarkan informasi kesehatan. Pada penelitian ini peneliti memiliki tujuan yaitu mengetahui gambaran literasi kesehatan mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Surabaya angkatan 2017 dengan jumlah sampel 112 mahasiswa. Adapun penelitian ini termasuk dalam penelitian non eksperimen dengan metode survei. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner HLS-EU-Q16 dan NVS (Newest Vital Sign). Analisis data menggunakan persentase. Hasil dari penelitian berdasarkan pengisian angket HLS-EU-Q16 menunjukkan bahwa literasi kesehatan mahasiswa kategori rendah 1 mahasiswa (0,9%), 21 mahasiswa (18,8%) termasuk kategori sedang, dan 90 mahasiswa (80,4%) termasuk kategori tinggi. Sedangkan hasil penelitian berdasarkan pengisian angket NVS terdapat 71,4% termasuk kategori kemungkinan besar literasi terbatas, 26,8% termasuk kategori kemungkinan literasi terbatas, dan 1,8% termasuk kategori kemungkinan literasi cukup. Hal ini menunjukkan gambaran tingkat literasi kesehatan mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga berdasarkan dimensi yang sesuai dengan pengisian kuesioner HLS-EU-Q16 termasuk ke dalam kategori tinggi, dan tingkat literasi kesehatan mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga berdasarkan pengisian kuisioner NVS (Newest Vital Sign) termasuk ke dalam kemungkinan besar literasi terbatas. Kata kunci: literasi kesehatan, mahasiswa, fakultas ilmu olahraga Abstract Health literacy is the ability of a person to be able to obtain, process, and understand basic health information and the service requirements needed for proper health decision making. Health literacy among students is expected to increase knowledge about health by reading, writing and listening to health information. In this study the researchers had the aim to find out the health literacy picture of students from the Faculty of Sports, Surabaya State University, 2017 class with a sample of 112 students. This research is included in non-experimental research with survey methods. Data was collected by filling out the HLS-EU-Q16 and NVS (Latest Vital Sign) questionnaires. Data analysis uses percentages. The results of the study based on the filling out of the HLS-EU-Q16 questionnaire showed that student health literacy was in the low category of 1 student, 21 students (18.8%) was in the medium category, and 90 students (80.4%) was in the high category. While the results of research based on filling in the NVS questionnaire were 71.4% included in the category of most likely limited literacy, 26.8% included in the category of likelihood of limited literacy, and 1.8% included in the category of likelihood of adequate literacy. This shows a picture of the health literacy level of the students of the Faculty of Sport Sciences based on dimensions corresponding to the filling of the HLS-EU-Q16 questionnaire included in the high category, and the level of health literacy of the students of the Faculty of Sports Science based on the filling of the NVS (Newest Vital Sign) questionnaire included in the possibilities limited literacy large. Keyword: health literacy, students, faculty of sport science
ANALISIS TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA KELAS AKSELERASI DAN SISWA KELAS REGULER DI SMP NEGERI 1 SIDOARJO FAISOL, MOHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani merupakan aspek terpenting yang terdapat pada ranah psikomotorik, yang bersandar pada perkembangan kemampuan organ tubuh. Kebugaran jasmani yang baik merupakan salah satu komponen utama bagi siswa dalam melakukan aktivitas gerak fisik secara berulang untuk waktu yang sangat lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengetahui tingkat kebugaran jasmani antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler di SMP Negeri 1 Sidoarjo. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non-eksperimen dengan pendekatan komparatif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII-K (kelas akselerasi) dan siswa kelas VIII-I (kelas reguler) SMP Negeri 1 Sidoarjo. Dengan pengambilan sampel menggunakan cluster ramdom sampling. Adapun pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner PAQ-A dan instrumen TKJI. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah mean, standar deviasi, minimum, maksimum, persentase, frekuensi, uji normalitas, uji homogenitas, dan independen sampel t-tes. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa hasil analisis tingkat kebugaran jasmani pada siswa kelas akselerasi dengan rata-rata sebesar 14.86 masuk dalam kategori sedang, pada siswa kelas reguler dengan rata-rata sebesar 15.62 masuk dalam kategori sedang. Selanjutnya data dianalisis didapat bahwa nilai sig. (2-tailed) sebesar 0.234 (p > 0.05), sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler pada kebugaran jasmani. Tingkat kebugaran jasmani pada siswa kelas reguler lebih baik dibandingkan pada siswa kelas akselerasi dengan perbedaan rata-rata sebesar 0.76. Kata Kunci: kebugaran jasmani, kelas akselerasi, kelas reguler Abstract Physical fitness is the most important aspect in the psychomotor domain, which relies on the development of the ability of body organs. Good physical fitness is one of the main components for students in doing physical movement activities repeatedly for a very long time without experiencing significant fatigue. Therefore this study aims to analyze and find out the level of physical fitness between accelerated class students and regular class students at SMP Negeri 1 Sidoarjo. In this study using non-experimental quantitative research with a comparative approach. The samples used in this study were students of class VIII-K (acceleration class) and students of class VIII-I (regular class) SMP Negeri 1 Sidoarjo. By sampling using cluster ramdom sampling. The data collection used was the PAQ-A questionnaire and TKJI instruments. Data analysis techniques in this study are the mean, standard deviation, minimum, maximum, percentage, frequency, normality test, homogeneity test, and independent sample t-test. The results of this study indicate that the results of the analysis of physical fitness levels in accelerated class students with an average of 14.86 included in the medium category, in regular class students with an average of 15.62 included in the medium category. Furthermore, the analyzed data obtained that the value of sig. (2-tailed) of 0.234 (p> 0.05), so it can be said that there is no significant difference between acceleration class students and regular class students on physical fitness. The level of physical fitness in regular class students is better than in the acceleration class with an average difference of 0.76. Keyword: physical fitness, accelerated class, regular class
PERBANDINGAN TINGKAT DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI SISWA DI DATARAN TINGGI DENGAN SISWA DI DATARAN RENDAH KABUPATEN NGAWI ITSNAYATUL ABDIYAH, KARTIKA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Daya tahan kardiorespirasi adalah kapabilitas seseorang untuk dapat melakukan aktivitas kesehariannya tanpa rasa letih yang berlebihan sehingga masih ada cadangan energi untuk melakukan aktivitas lain. Setiap siswa perlu memiliki daya tahan kardiorespirasi yang tinggi atau baik karena daya tahan kardiorespirasi dapat menunjang proses belajar menjadi maksimal. PJOK merupakan mata pelajaran yang berperan agar setiap siswa memiliki daya tahan kardiorespirasi yang baik. SMP Negeri 3 Sine memiliki 3 jam pelajaran PJOK, sedangkan SMP Negeri 3 Ngawi juga memiliki 3 jam pelajaran PJOK. Tujuan pelaksanaan penelitian adalah: 1) Untuk mengetahui tingkat daya tahan kardiorespirasi siswa dataran tinggi dan siswa dataran rendah kabupaten Ngawi, 2) Untuk mengetahui perbandingan tingkat daya tahan kardiorespirasi antara siswa dataran tinggi dan siswa dataran rendah kabupaten Ngawi. Penelitian ini adalah penelitian komparatif dengan pendekatan kuantitatif serta jenis penelitian non-eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah MFT (Multistage Fitness Test). Analisis data yang digunakan adalah Mann Whitney Test. Dari hasil perhitungan statistik menggunakan Mann Whitney Test dapat dilihat bahwa nilai signifikansi sebesar (0.973) lebih besar daripada ? (5%) atau 0.05. Dengan demikian Ha ditolak dan Ho diterima. Hasil dari tes MFT siswa SMP Negeri 3 Sine adalah 27.9500 dan hasil tes MFT siswa SMP Negeri 3 Ngawi adalah 27.2000. Jadi, tidak terdapat perbandingan yang signifikan daya tahan kardiorespirasi antara siswa SMP Negeri 3 Sine dengan SMP Negeri 3 Ngawi. Dengan hasil tes MFT yang hampir sama. Kata Kunci: daya tahan kardiorespirasi, ketinggian, siswa Abstract Cardiorespiratory endurance is the capability of a person to be able to conduct daily activities without excessive fatigue so that he/she still has reserves of energy to do other activities. Every student requires to have a high or good cardiorespiratory endurance because it can support the learning process to the maximum. Physical education is a subject whose role is that each student has good cardiorespiratory endurance. 3 Sine Junior high school has three hours of physical education lessons, while 3 Ngawi junior high school also has three hours of physical education lessons. The objectives of this research are: 1) To reveal the cardiorespiratory endurance level of highland and lowland students in Ngawi regency, 2) To discover the comparison of cardiorespiratory endurance levels between highland and lowland students of Ngawi regency. This research was a comparative study with a quantitative approach and a non-experimental research type. This research applied purposive sampling to collect the data. The instrument used in this study was the MFT (Multistage Fitness Test). The data analysis used was the Mann Whitney Test. From the results of statistical calculations using the Mann Whitney Test, it can be observed that the significance value of (0.973) is greater than ? (5%) or 0.05. Therefore, Ha is rejected and Ho is accepted. The results of the MFT test for students of SMP Negeri 3 Sine were 27.9500 and the results of the MFT test for students of Junior High School 3 Ngawi were 27.2000. Hence, there is no significant comparison of cardiorespiratory endurance between students of Junior High School Sine and Junior High School 3 Ngawi. Keywords: cardiorespiratory, altitude, student
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR DRIBBLE BOLA BASKET RAMADHANI, ALIF
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode tutor sebaya merupakan model pembelajaran yang menerapkan dengan strategi kooperatif dimana dibentuk kelompok kecil dengan anggotanya memiliki kemampuan yang berbeda-beda guna untuk membantu dan bekerja sama dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi. Ketika pembelajaran berlangsung terjadi pendekatan kooperatif karena kelompok ini menggunakan bahasa sehari-hari sebagai komunikasi mereka yang membuatnya semakin akrab. Metode tutor sebaya dapat diterapkan pada salah satu teknik bola basket yaitu dribble. Dribble merupakan menggiring bola dengan cara memantulkan bola ke lantai dengan dorongan telapak tangan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar dribble bola basket. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan menggunakan randomized control group pretest-pottest design. Penentuan sampel dengan menggunakan cluster random sampling, dengan sampel 34 siswa yaitu kelas VII-B. Berdasarkan uji hipotesis pada hasil belajar penerapan metode pembelajaran tutor sebaya dalam ranah pengetahuan dan keterampilan memiliki nilai sig 0.00<0.05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan metode tutor sebaya terhadap hasil belajar dribble bola basket. Dari hasil perhitungan peningkatan penerapan metode tutor sebaya terhadap hasil belajar dribble bola basket pada ranah pengetahuan kelompok eksperimen diketahui persentase peningkatannya sebesar 65%, pada ranah keterampilan diketahui peningkatannya sebesar 34% dengan selisih rata-rata dari hasil pre test dan post test.Kata kunci: bola basket, dribble, metode tutor sebaya Abstract The peer tutoring method is a learning model that applies cooperative strategies in which small groups are formed with members having different abilities to assist and work together in solving a problem faced. When learning takes place a cooperative approach occurs because this group uses everyday language as their communication which makes it more familiar. The peer tutoring method can be applied to one of the basketball techniques, namely dribble. Dribble is dribbling by bouncing the ball to the floor with the push of your palm. This study aims to determine the effect of applying peer tutoring learning methods on basketball dribble learning outcomes. This type of research is quasi-experimental using randomized control group pretest-posttest design. Determination of the sample using cluster random sampling, with a sample of 34 students, namely class VII-B. Based on hypothesis testing on learning outcomes the application of peer tutoring learning methods in the realm of knowledge and skills has a sig value of 0.00<0.05, it can be stated that there is a significant influence of the application of peer tutoring methods on basketball dribble learning outcomes. From the calculation results of the increase in the application of the peer tutoring method to the learning outcomes of basketball dribble in the experimental groups knowledge domain it is known that the percentage increases by 65%, in the realm of skills it is known to increase by 34% with the average difference from the pre-test and post-test results.Keyword: basketball, dribble, peer tutoring method
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR LAY-UP SHOOT BOLA BASKET NUR RAHMAWATI, ROSI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan suatu proses pendidikan yang dilakukan secara sadar dan sistematis melalui berbagai rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan kebugaran jasmani, keterampilan motorik, perilaku hidup sehat, sikap sportif, dan kecerdasan emosi peserta didik. Dalam aktifitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan peserta didik perlu adanya suatu pembelajaran yang efektif. Dengan adanya interaksi yang baik atar peserta didik dalam aktifitas pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mencapai ketuntasan dalam belajar. Dalam proses pembelajaran perlu adanya strategi pembelajaran efektif yang dilakukan oleh guru agar peserta didik dapat mencapai ketuntasan dalam belajar. Dengan menerapkan metode pembelajaran tutor sebaya yang dilakukan dengan cara membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok dengan tujuan agar peserta didik lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran yang diajarkan oleh teman sebaya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dalam penggunaan metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar lay-up shoot bola basket pada peserta didik kelas X SMA Negeri 2 Magetan dan seberapa besar pengaruhnya. Dalam penelitian ini pengambilan data dilaksanakan 4 pertemuan, pre-test, treatment I, treatment II, dan post-test. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen yang desain nya menggunakan one group pre test-post test design, dengan menggunakan sampel kelas X-MIA-2 SMA Negeri 2 Magetan. Berdasarkan hasil dari analisis statistika terdapat adanya pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar lay-up shoot adanya peningkatan pada hasil tes pengetahuan sebesar 18.09 %, sedangkan pada tes keterampilan terdapat adanya peningkatan sebesar 27.80 %. Maka, penggunaan metode pembelajaran tutor sebaya dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran pendidikan jasmani. Kata Kunci: pengaruh, tutor sebaya, lay-up shoot, bola basket Abstract Physical education, sports, and health (PJOK) is an educational process which is actively and consistently carried out across a variety of activity designed to improve physical safety, motor skills, healthy living, athletic activity, and motivational education. Good learning is expected in the learning activities of teachers and students. Students are supposed to achieve mastery in learning with a good mastery of students in learning activities. The teacher needs an effective learning strategy in the learning process to allow the students to master the lesson. By using the peer-tutoring method, students are divided into several groups to help the students become more active in learning with their peers. This research aims to find out the effect of peer-tutoring learning methods of SMA Negeri 2 Magetan tenth-grade students on the lay-up shooting results in basketball. This research required four meetings; pre-test, the treatment I, treatment II, and post-test. The design of this research is experimental research which uses one group pre-test-post test design by using a sample from class X-MIA-2 of SMA Negeri 2 Magetan. Based on the findings of the statistical review, the impact of peer tutoring methods on the research outcomes of tests was increased up to 18.09%, compared to a 27.80% increase on the skills test. Therefore, the peer-tutoring method can be used to enhance learning efficiency for students in physical education. Keywords: influence, peer tutoring, lay-up shoot basketball
HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DENGAN HASIL BELAJAR AKADEMIK LEMBAR RHAMADHANIE, JUNJUNG
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk melaksanakan tugas gerak, pekerjaan atau rutinitas sehari-hari dengan fisik yang prima, tidak mengalami kelelahan yang berat setelah melaksanakan aktivitas tersebut serta memiliki kemampuan fisik yang baik untuk melakukan pekerjaan lainnya. Dari hasil pengamatan penulis selama melaksanakan mata kuliah Program Pengelolaan Pembelajaran selama tujuh minggu di SMP Negeri 1 Jombang, kebanyakan siswa kurang aktif dalam melakukan tugas gerak selama proses kegiatan belajar mengajar mata pelajaran PJOK. Dasar peneliti mengambil SMP kelas VIII karena banyak siswa yang belum begitu memahami tentang tes MFT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan hubungan tingkat kebugaran jasmani dengan hasil belajar akademik yang diambil dari siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jombang, yaitu kelas VIII B, VIII D dan VIII E. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif, dimana penelitian ini adalah penelitian yang menghubungkan satu atau lebih variabel bebas dengan satu variabel terikat tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut. Bentuk sederhana dari penelitian korelasi adalah hubungan antara dua variabel. Berdasarkan hasil penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani dengan hasil belajar akademik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jombang. Hasil dari penelitian hubungan Tingkat Kebugaran Jasmani dengan Hasil Belajar Akademik siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Jombang, menghasilkan signifikansi sebesar 0,000. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai Significance < level of significance (a=5% atau 0,05). Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat Kebugaran Jasmani dengan Hasil Belajar Akademik. Nilai koefisien bernilai positif, yaitu 0,436. Koefisien yang bernilai positif menunjukkan hubungan yang searah, artinya bahwa apabila Tingkat Kebugaran Jasmani semakin tinggi maka Hasil Belajar Akademik siswa juga akan meningkat. Kata Kunci: kebugaran jasmani, hasil belajar akademik Abstract Physical fitness is an ability to execute workout or daily routine with physical excellence, without severe fatigue after doing the activity and also having well physical ability to execute other job. The observation result during conducting Learning Management Program for 7 weeks in Junior High School 1 Jombang indicates that most of the student doesn?t too much active for doing workout during the program. The basis to took the VIII grade junior high school student because at the time the researchers conducted Physical Education, many students had not yet thought about the MFT test. The aim of this research is to find out the development of relation between physical fitness level and academic learning outcomes collected from students of VIII grade Junior High School 1 Jombang classes VIII B, VIII D and VIII E. The type of this research is correlational with a quantitative approach, which is connecting one or more independent variable without any action to influences those variables. The simplest from of correlational research is the relation between two variables. Based on the result, the aim is to find out the level of physical fitness and learning outcome collected from student grade VIII Junior High School 1 Jombang. This research results the significance 0,000. The result indicates that the value of significance < level of significance (a=5% or 0,05). Therefore, it could be started that there is a significance relation between the level of physical fitness and academic learning outcome. Coefficient value is positive, 0,436. The positive value indicates a direct relation, means that if the level of physical fitness higher, the academic learning outcome will increase. Keywords: physical fitness, academic learning outcomes
PENGARUH SENAM CERIA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA TUNAGRAHITA DI SDLB SISWA BUDHI SURABAYA FARY SETYANINGSIH, AIN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak tunagrahita ringan memerlukan kegiatan yang berkaitan dengan latihan yang dapat meningkatkan keterampilan gerak. Salah satunya menggunakan gerakan senam karena pada gerakan senam terdapat gerak dasar yang sangat penting dalam kegiatan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Peneliti melihat masih kurangnya motivasi belajar bagi anak tunagrahita di SDLB Siswa Budhi Surabaya, dilihat dari pada saat melakukan tugas gerak pada saat pembelajaran PJOK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh senam ceria terhadap motivasi belajar PJOK pada anak tunagrahita dan mengetahui besaran pengaruh senam ceria terhadap motivasi belajar PJOK pada anak tunagrahita di SDLB Siswa Budhi Surabaya. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif dengan menggunakan model one group pretest-posttest design. Pada penelitian ini menggunakan sampel siswa kelas 5 dan 6 berjumlah 10 siswa tunagrahita. Pada saat pengambilan data peneliti menggunakan instrumen berupa angket motivasi belajar PJOK pada siswa tunagrahita. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar sebesar 13,20%. Dapat dibuktikan dengan nilai T hitung 6,230 ? T tabel 1,833 dengan sig= 0,001 ? ? 0,05 yang menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Kata Kunci: senam ceria, motivasi belajar pjok, siswa tunagrahita Abstract Mild mental retardation children need an activity that relates to exercise, which can improve motion skills. One of the activities can be implemented is gymnastic movements because there are fundamental movements that are vital for mentally disabled children in their daily lives. The researcher has observed that the students with mental retardation in ?Siswa Budhi? Public Special Education School in Surabaya were lack of motivation to learn, it can be seen from the effect of cheerful gymnastics on the learning motivation of the students with mental retardation during the P.E course in ?Siswa Budhi? Public Special Education School. This research was designed as a descriptive quantitative, which applied one group prestest-posttest design model. This research sample involved ten students with mental retardation from fifth-grade and sixth-grade. When collecting the data, the researcher used an instrument in the from of a learning-motivation questionnaire for students with mental retardation. Based on the research result, it can be concluded that there was an improvement in learning motivation for 13,20%. In addition, it can be proven by the T value of 6,230 ? T tabel 1,833 with sig = 0,001 ? ? 0,05, which indicates that Ha is accepted and H0 is rejected. Keywords: cheerful gymnastic, p.e class motivation, students with mental retardation
PERBANDINGAN KESEHATAN PRIBADI DAN STATUS GIZI ANTARA SISWA SEKOLAH FULL DAY DAN SEKOLAH REGULER YONI CAHAYA, RESTU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan tempat seseorang menuntut ilmu dan belajar akan segala sesuatu. Salah satunya mengerti tentang ilmu kesehatan pribadi dan belajar untuk menerapkannya di lingkungan sekolah. Kesehatan pribadi siswa dapat menjadi salah satu acuan keberhasilan pendidikan pada suatu sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan kesehatan pribadi dan status gizi siswa antara sekolah full day dan sekolah reguler. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang membandingkan 2 kelompok sampel. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas V di sekolah full day (SDIT Utsman Bin Affan) dan sekolah reguler (SDN Lakarsantri II). Instrumen penelitian menggunakan angket kesehatan pribadi dan status gizi menggunakan IMT/U dan TB/U. Teknik analisis data menggunakan uji t dan chi square. Dari hasil penghitungan uji t kesehatan pribadi diperoleh hasil nilai sig. (2-tailed) 0,029 < 0,05 maka H? diterima. Sedangkan hasil pengujian chi square status gizi diperoleh hasil p-value sebesar 2,231 dan sig 0,526. Hal ini menunjukkan bahwa sig (0,526) alpha 0,05 yang berarti H? ditolak dan Ho diterima. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: Ada perbedaan yang bermakna antara kesehatan pribadi siswa sekolah full day (SDIT Utsman Bin Affan) dan siswa sekolah reguler (SDN Lakarsantri II) dan tidak ada perbedaan yang bermakna antara status gizi siswa sekolah full day (SDIT Utsman Bin Affan) dan siswa sekolah reguler (SDN Lakarsantri II). Jadi kesehatan pribadi sekolah full day lebih baik daripada sekolah reguler. Kata Kunci: kesehatan pribadi, status gizi, full day, reguler Abstract School is a place for someone to study and learn about everything, including to understand about personal health science and learn to apply it in the school environment. Student?s personal health can be one reference to the success of education in a school. The aim of this study is to find out are there differences in personal health and nutritional status between full day schools students and regular schools students. This study is a comparative study, which is comparing 2 groups of samples. The sample selection use purposive sampling technique, the sample in this study is students in grade V in a full day schools (Integrated Islamic Elementary School Utsman Bin Affan) and a regular schools (Lakarsantri State Elementary School 2). The study instrument use personal health questionnaire and nutritional status based on BMI/ Age and Height/ Age calculation. Data analysis in this study use T-test and chi square techniques. The result of the personal health study by T-test obtained result value sig. (2-tailed) 0.029 <0.05 then H? is accepted. While the chi square test results of nutritional status obtained p-value of 2.231 and sig 0.526. This shows that sig (0.526) alpha 0.05, which means that H? is not accepted and Ho is accepted. From the research results it can be conclude that: There is a significant difference between the personal health of full day school students (Integrated Islamic Elementary School Utsman Bin Affan) and regular school students (Lakarsantri State Elementary School 2) and there is no significant difference between the nutritional status of full day school students (Integrated Islamic Elementary School Utsman Bin Affan) and regular school students (Lakarsantri State Elementary School 2). So, personal health of a full day school students is better than a regular school students. Keywords: personal health, nutritional status, full day, regular