cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Prestasi Olahraga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
ANALISIS KONDISI FISIK PEMAIN FUTSAL PUTRA KABUPATEN BLITAR PADA PRA PORPROV JAWA TIMUR 2019 BAHTIAR, YUSUF; FARUK, MOHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAC ANALYSIS OF PHYSICAL CONDITIONS FUTSAL MEN PLAYERS BLITAR DISTRICT ON EAST JAVA PRA PORPROV 2019 Nama : Yusuf BahtiarNIM : 13060474082Program Studi : S-1 Sports Coaching EducationJurusan : Sports Coaching EducationFakultas : Sports ScienceNama Lembaga : State University Of SurabayaPembimbing : Mohammad Faruk, S.Pd., M.KesThis study raised the issue of the physical condition futsal players in Blitar Regency. The purpose of this research is to determine the physical conditions in the form of endurance, power, speed and agility in male futsal players in Blitar District. The research used is descriptive quantitative with one shot method research. The sample uses data on the amount needed for a team of 15 people. This research instrument uses MFT (Multistage Fitness Test) for ability, long jump for strength, runs 30 meters for speed, and illinois agility run for agility.The results of research endurance MFT (Multistage Fitness Test) mean results 38,706 ml/kg/minute. Players who get an average category of 26.70% are 4 players. fairly category of 46.60% of 7 players. While the players who are in the poor category (poor) 26.70% are 4 players. Power Standing Long Jump test an mean of 241.53 cm. Players who get a very good category of 6.60% are 1 player. Players get 46.70% good categories as many as 7 players. While players get enough categories of 46.70% many as 7 players.The 30 meter running speed test mean 50 second. players get a moderate category of 46.70% in 7 players. 20% less categories many as 3 players. While players get very few categories 33.30% many as 5 players. The Illinois Agility Run test results mean 16?00 seconds. Above average category 40% many as 6 players. While players get the 60% Average category by 9 players. The results of the analysis of physical conditions concluded that the male futsal team in Blitar had moderate physical conditions because the average obtained in the medium category. So it needs intensive training to improve the physical condition of the players to get more leverage and get the best results. Key Words: Physical Condition, Futsal, Blitar District
PENGARUH LATIHAN SPEED, AGILITY AND QUICKNESS (SAQ) TERHADAP KECEPATAN DAN KELINCAHAN PADA ATLET FUTSAL STKIP PGRI SUMENEP TAHUN 2019 IRIANTO ARIFIN, DENY; BULQINI, ARIF
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latihan kecepatan,kelincahan dan percepatan (SAQ) bisa menghapuskan mental yang besar kemungkinan pemain agar mengeluarkan kekuatan terbaiknya sehingga bentuk gerakannya bisa dikontrol dengan seimbang terlebih dalam olahraga futsal. Maksut dari penelitian ini untuk mengetahui hasil program eksperimen kecepatan,kelincahan dan percepatan(SAQ) kepada kecepatan dan kelincahan kepada pemain futsal .untuk mengetahui berapa besar pengaruh eksperimen dari kecepatan,kelincahan dan percepatan(SAQ). Hasil dari penelitian yang di temukan pertama atlet kesulitan saat melaksanakan bentuk latihan yang di berikan . Atlet kesuliatan untuk mengikuti irama gerakan latihan, oleh karena itu di butuhkan latihan berulang-ulang agar hasil dari latihan bisa maksimal. Kata Kunci: latihan Kecepatan,Kelincahan dan Percepatan (SAQ) Abstract Speed, agility and quickness (SAQ) training can erase mentality and limits wich will allow athletes to exeert their best strength so that the movement pattern can be controlled and balanced especially in futsal sports. To find out how much influence the has. The results of the research found that the firs athlete had difficulty when carrying out the form of exercise provided.athletes find it difficult to follow the rhythm of the movement of speed,agility and quickness (SAQ) exercise. But after a few tries the athlete no longer struggled. Therefore it is necessary to introduce the movement of speed, agility and quickness (SAQ) exercise that will be carried out by the next athlete. Keywords: speed, agility and quickness (SAQ) training
SURVEY KONDISI FISIK SSB COBRA SURABAYA U 15 AFIF RAMDHANI, MUHAMMAD
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneitian ini ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kemampuan kondisi fisik pemain SSB Cobra Surabaya ,yang dilihat dari Indeks masa tubuh, daya ledak, kelincahan, Kecepatan, dan DayaTahan (VO2Max) pemain sebagai bahan evaluasi guna menunjang efektifitas permainan dan sebagai persiapan awal ke depan untuk jenjang lanjutan ke usia senior (professional). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pemain SSB Cobra Surabaya U15 yang berjumlah 15 orang Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata Indeks massa tubuh pemain SSB Cobra Surabaya adalah 19,44 dengan kategori ?Normal?. Rata-rata tingkat daya ledak pemain SSB Cobra Surabaya adalah 41,73 dengan kategori ?kurang?. Rata-rata tingkat kelincahan pemain SSB Cobra Surabaya adalah 17,27 detik dengan kategori ?sedang?. Rata-rata tingkat kecepatan pemain SSB Cobra Surabaya adalah 5,05 detik dengan kategori ?baik?. Rata-rata daya tahan (Vo2Max) pemain SSB Cobra Surabaya adalah 41,8 dengan kategori ?sedang?. Kata kunci : Sepakbola, Kondisi Fisik dan VO2Max.
ANALISIS PERBANDINGAN KONDISI FISIK PEMAIN SEPAKBOLA DENGAN PEMAIN FUTSAL (STUDI PADA ATLET SEKOLAH SEPAKBOLA MITRA SURABAYA DAN ATLET SEKOLAH FUTSAL SURABAYA) JAFAR LUTFI, ERIC; WIRIAWAN, OCE
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan rentang rata-rata komponen kondisi fisik antara pemain sepakbola dengan pemain futsal, studi pada atlet Sekolah Sepakbola Mitra Surabaya dan atlet Sekolah Futsal Surabaya. Sampel diambil sejumlah 16 orang atlet sepakbola dan 16 orang atlet futsal dengan jumlah keseluruhan 32 orang, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran kondisi fisik yang diantaranya daya tahan kardiovaskular menggunakan Multistage Fitness Test (MFT), kecepatan menggunakan tes akselerasi 20 meter, kelincahan menggunakan tes Illinois Agility Run, daya ledak menggunakan tes Vertical Jump, kelentukan menggunakan tes Sit and Reach.Perhitungan statistik menggunakan Statistical Package for Social Science (SPSS) 21, dengan menggunakan Independent T Test untuk uji perbandingan.Dari analisis data diperoleh kesimpulan hasil :1. Diketahui daya tahan VO2Max atlet sepakbola bahwa nilai rata-rata 40,79 sedangkan hasil daya tahan VO2Max atlet futsal nilai rata-rata 43,23. 2. Diketahui kecepatan atlet sepakbola bahwa nilai rata-rata 3,66 detik sedangkan hasil kecepatan atlet futsal nilai rata-rata 3,48 detik. 3. Diketahui hasil kelincahan atlet sepakbola bahwa nilai rata-rata 12,87 detik sedangkan hasil kelincahan atlet futsal nilai rata-rata 13,62 detik. 4. Diketahui hasil daya ledak atlet sepakbola bahwa nilai rata-rata 43,81 cm sedangkan hasil daya ledak atlet futsal nilai rata-rata 43,75 cm. 5. Diketahui hasil kelentukan atlet sepakbola bahwa nilai rata-rata 15,09 inchi sedangkan hasil kelentukan atlet futsal nilai rata-rata 14,35 inchi.Dapat diambil kesimpulan bahwa ada perbedaan rentang rata-rata kondisi fisik antara atlet Sekolah Sepakbola Mitra Surabaya dan atlet Sekolah Futsal Surabaya. Diketahui atlet Sekolah Sepakbola Mitra Surabaya memiliki tingkat kondisi fisik yaitu kelincahan, daya ledak, dan kelentukan yang lebih unggul dari atlet Sekolah Futsal Surabaya.Sedangkan atlet Sekolah Futsal Surabaya memiliki tingkat kondisi fisik yaitu daya tahan dan kecepatan yang lebih unggul dari atlet Sekolah Sepakbola Mitra Surabaya.
ANALISIS KONDISI FISIK TIM BASKET PUTRA SMA NEGERI 1 SIDAYU MAHDI ARIFIN, NAUVAL; HARIYANTO, AGUS
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrakPermainan bola basket merupakan salah satu cabang olahraga yang di kembangkan di Indonesia melalui pendidikan jasmani di sekolah maupun organisasi lainnya di bawah pengawasan PERBASI (Persatuan Bola Basket Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kondisi fisik Tim Basket Putra SMA N 1 Sidayu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif yang menerapkan gambaran aktifitas kemampuan kondisi fisik Tim Basket Putra SMA N 1 Sidayu. Subyek penelitian ini adalah pemain Tim Basket Putra SMA N 1 Sidayu yang berjumlah 15 pemain. Berdasarkan hasil penelitian terhadap peserta yang mengikuti tes kemampuan kondisi fisik Tim Basket Putra SMA N 1 Sidayu melalui 4 item tes diperoleh hasil bahwa kemampuan kondisi fisik Tim Basket Putra SMA N 1 Sidayu tergolong sedang, terbukti dari rata rata tim basket putra SMA N 1 Sidayu mendapat nilai Shuttle Run 12,59 detik termasuk kategori "sedang", Kecepatan 3,53 detik masuk kategori "sedang", Standing Broad Jump 1,93m masuk kategori "baik", Vo2Max 27,77ml/kg/menit kategori "kurang". Kata kunci : Bola Basket, Kondisi Fisik, SMA N 1 Sidayu
ANALISIS TINGKAT KEMAMPUAN DASAR BERMAIN BOLABASKET KU-16 REBORN TEAM DI SIDOARJO PUTRI FEBRIANE, ARINA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemain Putra KU-16 Reborn Team mempunyai fisik yang bagus, sedangkan di segi teknik bermain bolabasket belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar bermain bolabasket KU-16 Putra Reborn Team di Sidoarjo. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 putra yang mengikuti basket di Reborn. Sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling KU-16 sebanyak 10 putra. Instrumen penelitian ini menggunakan tes dari Johson Basket Ball dengan validitas tes 0,79 dan reliabilitas tes 0,80, tes yang digunakan ada tiga item yaitu shooting, dribbling, passsing. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian ini secara keseluruhan tingkat keterampilan dasar bermain bolabasket KU-16 Putra Reborn Team dengan frekuensi berkategori ?baik sekali? 4 orang (40 % ), dalam kategori baik 6 orang (60 %), dalam kategori cukup 3 orang ( 30%), dalam kategori kurang 1 orang (1%), dan dalam kategori kurang sekali tidak ada. Kata kunci : keterampilan dasar, bermain bolabasket, Reborn
PEMBINAAN CABANG OLAHRAGA BOLAVOLI PUTRI JUNIOR PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2018 DWI KHASANAH, NOVIA; SUBAGIO, IRMANTARA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan adalah suatu proses penggunaan manusia, alat peralatan, uang, waktu, metode, dan sistem yang didasarkan pada prinsip tertentu untuk pencapaian tujuan yang telah ditentukan dengan daya dan hasil yang sebesar-besarnya. Bolavoli adalah suatu permainan dengan 6 orang pemain pada sisinya. Yang menjadi sasaran adalah mengirimkan bola diatas net dan didalam batas-batas lapangan sampai lawan tidak mampu mengembalikan bola atau mencegah agar tidak jatuh ketanah. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui pembinaan kegiatan latihan Klub Bolavoli Putri Petrokimia Gresik Tahun 2018 dan untuk mengetahui prestasi yang telah dicapai oleh atlet selama dalam pembinaan Klub Bolavoli Putri Petrokimia Gresik Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah pengurus, pelatih dan atlet Klub Bolavoli Putri Petrokimia Gresik. Pengambilan data pada penelitian ini dengan menggunakan pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Adapun hasil dari pengamatan dan wawancara bahwa 1) manajemen organisasi yang kurang baik karena struktur organisasi belum tersusun dengan baik. 2) pembinaan latihan yang rutin berprogram dan terencana. 3) standar pelatih yang berkualitas. Sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Bolavoli Putri Petrokimia Gresik sangat bagus dan lengkap. Antara lain lapangan indoor, lapangan outdoor, lapangan berpasir, tempat fitness, asrama atlet yang nyaman dan bersih, kamar mandi. Prestasi yang pernah didapat oleh atlet Bolavoli Putri Petrokimia Gresik sudah membanggakan, karena hampir semua atlet sudah berprestasi atau mendapat juara di kejuaraan yang diikuti semenjak bergabung dan berlatih di Bolavoli Putri Petrokimia Gresik. Akan tetapi target yang dimiliki oleh Klub Bolavoli Putri Petrokimia Gresik masih belum tercapai. Kata Kunci : Pembinaan, Bolavoli, Petrokimia Gresik
KONDISI FISIK ATLET TENIS LAPANGAN JAWA TIMUR PON XIX-2016 DIANNE FEBY, MAISY; SUBAGIO, IRMANTARA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan kondisi fisik merupakan bagian terpenting untuk semua cabang olahraga terutama cabang olahraga tenis. Tujuannya untuk membentuk kondisi fisik tubuh sebagai dasar untuk meningkatkan ketahanan, kebugaran, dan pencapaian suatu prestasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi fisik atlet tenis lapangan Jawa Timur XIX-2016. Jenis penelitian yang digunakan adalah ex post facto (ekspos fakto) dengan pendekatan Analisis Data Sekunder (ADS) merupakan kegiatan penelititan menggunakan data sekunder yang sudah ada untuk mengkaji variabel-variabel yang telah terjadi sebelumnya Adapun hasil dari penelitian bahwa 1) Kualitas kondisi fisik kekuatan otot lengan putra 40% tergolong baik sekali dan 60% tergolong kurang sekali. Sedangkan untuk kekuatan otot lengan putri 25% cukup, 25% baik sekali dan 50% kurang sekali. 2) Kualitas kondisi fisik kekuatan otot perut putra 25% tergolong cukup dan 75% tergolong baik sekali. Sedangkan untuk kekuatan otot perut putri 25% kurang, 25% baik dan 50% kurang sekali.. 3) Kualitas fisik kecepatan atlet putra 50% tergolong kurang sekali dan 50% tergolong baik sekali yang artinya 2 orang tergolong baik sekali dan 2 orang tergolong kurang sekali. Sedangkan kecepatan atlet putri 25% baik sekali, 25% cukup dan 50% kurang sekali. 4)Kualitas fisik daya tahan atlet putra 50% tergolong baik sekali dan 50% tergolong kategori baik. Sedangkan untuk daya tahan atlet putri 33% cukup, 33% baik dan 33% baik sekali. 5) Kualitas fisik daya ledak otot tungkai atlet putra 50% tergolong kurang sekali dan 50% tergolong baik sekali. Sedangkan daya ledak otot tungkai putri 50% tergolong kurang sekali dan 50% tegolong baik. 6) Kualitas fisik kelentukan putra 25% tergolong kurang sekali, 25% tergolong kurang, 25% tergolong cukup dan 25% teergolong baik sekali. Sedangkan kelentukan atlet putri 25% tergolong kurang sekali dan 75% tergolong baik. Kata Kunci : Kondisi fisik, tenis lapangan, kekuatan otot lengan, kekuatan otot perut, kecepatan, daya tahan,daya ledak otot tungkai, kelentukan.
EFEK PERENDAMAN AIR DINGIN TERHADAP FLEKSIBILITAS OTOT HAMSTRING SETELAH MELAKUKAN LATIHAN INTENSITAS TINGGI SARI HARAHAP, DESYTA; JAYADI, IKA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latihan intensitas tinggi adalah jenis latihan yang mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu, semakin banyak kerja yang dilakukan dalam unit tertentu semakin tinggi intensitas latihannya. Weigh training merupakan salah satu jenis latihan untuk mengembangkan kekuatan dan fleksibilitas pada atlet. Dan dalam latihan ini apat menimbulkan kelelahan yang mendekati maksimal sehingga menurunkan fleksibilitas seorang atlet. Cold water immersion dalam hal ini berperan penting dalam memberikan efek terhadap pemulihan kekuatan otot kaki pasca latihan dan memberikan efek pelemasan terhadap kinerja otot yang telah digunakan atau diforsir selama latihan berlangsung terutama pada latihan dengan intensitas tinggi sehingga mempengaruhi fleksibilitas otot hamstring yang menjadi tumpuan utama latihan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek perendaman air dingin terhadap fleksibilitas otot hamstring setelah melakukan latihan intensitas tinggi atlet putri UKM Bola Tangan Universitas Negeri Surabaya. Dengan melakukan tes kelentukan terhadap otot hamstring diharapkan dapat mengetahui efek perendaman air dingin dan menjadi acuan untuk pemulihan yang efektif dan evisien. Subjek penelitian adalah 14 anggota UKM Bola Tangan Putri Universitas Negeri Surabaya. Hasil dari penelitian ini padaa saat pre test yaitu melakukan tes fleksibilitas menggunakan bench sit and reach mendapatkan hasil rata rata sebesar 40 cm. Setelah itu dilakukan post test 1 berupa latihan weigh training dengan intensitas tinggi menghasilkan rata-rata sebesar 37.43 cm dan post test 2 berupa perlakuan menggunakan perendaman air dingin setelah melakukan latihan mendapatkan rata rata fleksibilitas sebesar 39,5 cm. Dalam penelitian ini membuktikan bahwa recovery menggunakan cold water immersion terhadap fleksibilitas otot hamstring memberikan pengaruh signifikan dalam melakukan pemulihan setelah melakukan latihan intensitas tinggi terhadap UKM Handball Putri Universitas Negeri Surabaya.
EVALUASI INDEK KEBUTUHAN LATIHAN ( INDEX OVERALL DEMAND) ATLET PENCAK SILAT SMA NEGERI OLAHRAGA JAWA TIMUR FARID, M.; SUBAGIO, IRMANTARA
Jurnal Prestasi Olahraga Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Prestasi Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pencak silat merupakan beladiri asal Indonesia warisan bangsa yang saat ini perkembanganya sudah mendunia yang mana sudah diperlombakan di berbagai event nasional maupun Internasional. Akan tetapi banyak pelatih Indonesia khususnya pencak silat sangat kurang dalam pemahaman dalam mengatur berapa dosis latihan yang akan di berikan kepada setiap atlit. Dalam khasus ini sangat berpengaruh pada tingkat pencapaian prestasi atlit, apabila dosis latihan yang di berikan tidak sesuai dengan kemampuan atlit tentunya akan mengakibatkan kelelahan yang berlebih sehingga bisa menyebabkan cidera dan overtraining dan apa bila dosis yang di berikan kurang dari dosis yang semestinya pasti tidak akan terjadi peningkatan pada performance atlit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa besar indek kebutuhan latihan SMA Negeri Olahraga Jawa Timur dengan cara megunakan metode index overall demand ,yang mana metode ini untuk mengetahui seberapa tinggi kualitas dosis latihan yang di berikan oleh setiap individu berdasrkan perhitungan waktu kerja bersih ( volume absolut) perbandingan waktu kerja bersih dan waktu istirahat (absolut density) dan intensitas secara keseluruhan (overall intensity ). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengambilan data dilakukan melalui pengamatan secara langsung untuk mengetahui beberapa faktor ? faktor penting guna menunjang ketahap selanjutnya, yaitu volume relative, volume rest interval, heat rate performance . Hasil penelitian menunjukan bahwa rata ?rata hari pertama untuk rata ?rata volume absolut 56.03, absolut density 26.39, overall intensity 76.48 dan index overall demand 11.42. Pada hari kedua rata ? rata volume absolut 64.17, absolut density 64.21, overall intensity 74.18, overall intensity 30.85. Pada hari ketiga volume absolut 50.83, absolut density -1.10, overall intensity 66.74. index overall demand -0.25 . Menurut hasil rata ?rata diatas dapat di ketahui bahwa indek kebutuhan latihan (index overall demand) atlet pencak silat SMA Negeri Olahraga Jawa Timur masih tergolong sangat rendah sekali. Dikarenakan tingginya waktu istirhat yang mempengaruhi hasil dari volume absolut yang berdampak pada hasil absolut desnity dan juga tidak di tunjang dengan intensitas yang lebih tinggi pada masing ? masing individu yang mnyebabkan turunya hasil dari index overall demand bahkan minus karena latihan terlalu banyak melakukan istirahat. Kata Kunci : Index Overall Demand, Pencak Silat, SMA Negeri Olahraga Jawa Timur ABSTRACT Pencak silat is a martial art from Indonesia, a nations heritage that is currently developing worldwide, which has been competed at various national and International events. However, many Indonesian trainers, especially pencak silat, are very lacking in understanding how many doses of training will be given to each athlete. In this case it is very influential on the level of achievement of athletes, if the dose of exercise provided is not in accordance with the abilities of athletes, of course it will lead to excessive fatigue so that it can cause injury and overtraining and what if the dose is given less than the exact dose will not occur improvement in athlete performance. This study aims to evaluate how much the index of training needs of the Sports High School East Java by using the index overall demand method, which is this method to find out how high the quality of exercise dose given by each individual based on calculation of net work time (absolute volume) comparison clean work time and rest time (absolute density) and (overall intensity). This research is a quantitative study using a descriptive approach. Data retrieval is done through direct observation to find out some important factors to support the next stage, namely volume relative, volume rest interval, heat rate performance. The results show that the first day average for the absolute volume average is 56.03, absolute density 26.39, overall intensity 76.48 and the index overall demand 11.42. On the second day the average absolute volume is 64.17, absolute density 64.21, overall intensity 74.18, overall intensity 30.85. On the third day the absolute volume is 50.83, absolute density -1.10, overall intensity 66.74. index overall demand -0.25. According to the above average results, it can be seen that the index of training needs (index overall demand) of martial arts athletes in Sports High School East Java is still very low. Due to the high istirhat time that affects the results of absolute volumes that have an impact on the absolute results of desnity and also not supported by the higher intensity of each individual which causes the decline in the results of the index overall demand even minus the exercise too much rest. Keyword : Index Of Overall Demand, Pencak Silat, Sports State High School East Java.