cover
Contact Name
Abdul Muis
Contact Email
edutrippernusantara@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
edutrippernusantara@gmail.com
Editorial Address
CV. RINJANI AKSARA PUBLISHER Jl. IGST KT. Jelantik Gosa No. 14, Panaraga Selatan, Sapta Marga, Cakranegara, Kota Mataram-Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere
ISSN : -     EISSN : 31242901     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere (JIPIS) merupakan jurnal ilmiah populer yang hadir untuk menghubungkan hasil riset dengan masyarakat luas melalui penyajian informasi sains dan teknologi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Jurnal ini memuat artikel populer yang bersumber dari penelitian, pengembangan teknologi, serta inovasi praktis di bidang ilmu pengetahuan alam, teknologi, maupun sosial yang relevan dengan kebutuhan publik. JIPIS bersifat interdisipliner, terbuka, dan bersifat edukatif, serta terbit dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Februari dan Agustus. Dengan gaya penulisan populer-ilmiah, Inovasi-Sainsphere mengundang partisipasi akademisi, peneliti, praktisi, pendidik, maupun jurnalis sains yang memiliki komitmen terhadap penyebarluasan pengetahuan. Sebagai jurnal dengan mekanisme tinjauan sejawat (peer-reviewed), JIPIS berpegang pada standar etika publikasi yang tinggi untuk menjaga akurasi dan integritas setiap artikel yang diterbitkan. Proses peninjauan naskah dilakukan melalui metode double-blind review oleh dewan redaksi, sehingga identitas penulis dan peninjau tetap terjaga kerahasiaannya. Focus and Scope JIPIS menerima artikel dengan fokus pada isu-isu berikut: Inovasi Berbasis Riset Penyederhanaan hasil penelitian agar dapat diakses oleh publik Aplikasi teknologi tepat guna Inovasi lokal dan pemecahan masalah kontekstual. Sains Populer dan Pendidikan: Artikel edukatif berbasis sains untuk pelajar dan masyarakat Topik STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang inspiratif Pengayaan literasi ilmiah untuk public. Isu Global dan Lokal Sains dan teknologi dalam konteks perubahan iklim, pangan, dan energi Pengembangan berkelanjutan dan keberlanjutan komunitas Kesehatan masyarakat dan lingkungan. Sains dan Budaya Integrasi kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah Etnosains dan narasi ilmiah dari komunitas tradisional Peran budaya dalam mengkomunikasikan sains. Wawancara dan Reportase Ilmiah Tokoh sains dan inovator Laporan lapangan, eksposisi kegiatan inovatif, atau edukasi berbasis proyek. Aims and Objectives Tujuan utama Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere adalah : Memasyarakatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pendekatan komunikasi yang ringan, menarik, dan mudah dipahami. Meningkatkan literasi sains masyarakat melalui tulisan-tulisan populer yang informatif, akurat, dan berbasis bukti ilmiah. Menumbuhkan minat generasi muda terhadap sains dan inovasi melalui narasi ilmiah yang inspiratif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Mendorong publikasi ilmiah populer sebagai bagian dari pengabdian masyarakat oleh dosen, peneliti, dan praktisi pendidikan. Mendukung budaya inovasi dan pemikiran kritis di tengah tantangan zaman melalui penyebaran gagasan sains dan teknologi secara inklusif.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Kajian Literatur: Pengendalian Hama Burung pada Berbagai Jenis Tanaman Pangan di Indonesia Amrul Jihadi; Anjar Pranggawan Azhari
Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere
Publisher : CV. RINJANI AKSARA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avian pests pose a significant challenge to food production in Indonesia, causing substantial economic losses for farmers. This literature review summarizes the information available in the scientific literature from 2000 to 2025 on the diversity of avian pests, the extent of the damage they cause, the control methods employed, and their potential integration into an integrated pest management (IPM) system. Using leading academic databases such as ScienceDirect, ProQuest, and Google Scholar, this report identifies dominant species, such as the house sparrow (Lonchura punctulata) and other white-rumped shamas, that infest rice, causing yield reductions of up to 30–50%. The analysis shows that infestation severity depends not only on the pest population but also on the characteristics of the host plant, as exemplified by the susceptibility of the Rojolele rice variety. Various control techniques, from traditional physical and mechanical methods to sensor-based automated technologies, each have their advantages and disadvantages. Therefore, this report concludes that an integrated and holistic IPM approach is the most effective solution. This approach does not aim for complete eradication, but rather for controlling pest populations below the economic damage threshold, leveraging the dual role of birds as natural predators of insect pests.
Budidaya Pekarangan di Era Urban Farming: Solusi untuk Kota Hijau dan Sehat Jayaputra
Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere
Publisher : CV. RINJANI AKSARA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat menimbulkan tantangan serius terhadap ketahanan pangan, kesehatan, dan kualitas lingkungan perkotaan. Salah satu solusi yang semakin relevan adalah budidaya pekarangan dalam kerangka urban farming. Pemanfaatan pekarangan dengan berbagai teknik seperti hidroponik, vertical farming, dan penggunaan pot atau polybag memungkinkan masyarakat memproduksi sayuran, buah, dan tanaman obat secara mandiri di lahan terbatas. Selain meningkatkan ketahanan pangan keluarga, budidaya pekarangan juga berkontribusi pada penghijauan kota, perbaikan kualitas udara, serta kesejahteraan sosial dan psikologis masyarakat. Dukungan teknologi digital, inovasi pertanian, serta kebijakan pemerintah memperkuat peran pekarangan sebagai bagian integral dari strategi mewujudkan kota hijau dan sehat. Artikel ini menegaskan bahwa budidaya pekarangan di era urban farming bukan sekadar kegiatan rumah tangga, melainkan gerakan kolektif menuju keberlanjutan perkotaan.
TAKEDAPOT untuk Kesehatan dan Ketahanan Pangan Keluarga Bambang Budi Santoso
Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere
Publisher : CV. RINJANI AKSARA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan pertanian dalam arti luas menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan kesehatan keluarga, terutama melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sehat. Salah satu solusi inovatif adalah TAKEDAPOT (Tanam Kelor Dalam Pot), yaitu teknik budidaya Moringa oleifera secara intensif dalam wadah terbatas. Teknologi ini tidak hanya menjawab kebutuhan akan sayuran bergizi dan herbal penguat imun, tetapi juga adaptif terhadap keterbatasan lahan dan perubahan iklim. TAKEDAPOT memanfaatkan bibit kelor dari biji atau stek batang, media tanam berbasis organik, serta pot yang memenuhi syarat aerasi dan drainase. Teknik ini mudah diaplikasikan, berbiaya rendah, dan dapat memberikan hasil panen daun secara rutin setiap 30–60 hari. Selain memenuhi konsumsi sendiri, hasil panen dapat dijual untuk menambah pendapatan rumah tangga. Dengan demikian, TAKEDAPOT berpotensi besar sebagai bagian dari program Rumah Pangan Lestari (RPL) dan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), serta sebagai strategi praktis dalam membangun ketahanan pangan keluarga berbasis sumber daya lokal.
Optimalisasi Fotosintesis untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Anjar Pranggawan Azhari; Amrul Jihadi
Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere
Publisher : CV. RINJANI AKSARA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cahaya merupakan faktor kunci dalam proses fotosintesis yang menentukan pertumbuhan dan produktivitas tanaman sayuran. Optimalisasi fotosintesis dapat dilakukan melalui pemahaman aspek fisika cahaya, yaitu spektrum, intensitas, dan durasi paparan. Penelitian menunjukkan bahwa cahaya merah berperan dalam pembentukan bunga dan buah, sedangkan cahaya biru berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif. Teknologi lampu LED hortikultura memberikan solusi efisien karena dapat mengatur spektrum cahaya sesuai kebutuhan tanaman, hemat energi, dan ramah lingkungan. Aplikasi LED dengan kombinasi cahaya merah-biru terbukti meningkatkan biomassa, kandungan nutrisi, serta hasil panen pada berbagai jenis sayuran, baik di greenhouse maupun sistem vertical farming. Dengan demikian, penerapan fisika cahaya melalui teknologi pencahayaan buatan menjadi strategi penting dalam meningkatkan produktivitas hortikultura sayuran secara berkelanjutan.
Capung: Penjaga Sungai dan Danau dari Pencemaran Rizki Primaditya Hasanto
Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Populer Inovasi-Sainsphere
Publisher : CV. RINJANI AKSARA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capung (Odonata) merupakan serangga yang memiliki peran penting dalam ekosistem perairan dan daratan. Siklus hidupnya yang bergantung pada fase larva di air menjadikan capung sensitif terhadap perubahan kualitas lingkungan, sehingga dapat digunakan sebagai bioindikator alami. Artikel ilmiah populer ini membahas peran capung sebagai indikator kualitas air sungai dan danau, dengan menyoroti hasil-hasil penelitian ekologi perairan di Indonesia dan luar negeri. Keragaman capung terbukti menurun pada perairan yang tercemar limbah domestik maupun pertanian, sementara perairan dengan vegetasi riparian yang baik menunjukkan keanekaragaman lebih tinggi. Studi kasus di Nusa Tenggara Barat, khususnya kawasan wisata Air Terjun Kerta Gangga, memperlihatkan bahwa capung dapat menjadi simbol lokal yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan ekowisata dan edukasi masyarakat. Selain aspek ilmiah, artikel ini juga menekankan nilai budaya dan popularisasi capung sebagai “penjaga sungai dan danau” untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya menjaga kebersihan perairan. Dengan pendekatan populer, capung tidak hanya dipandang sebagai serangga indah, tetapi juga sebagai ikon ekologis yang relevan bagi masyarakat luas dalam upaya pelestarian lingkungan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5