Articles
69 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 1 (2017):"
:
69 Documents
clear
WATAK-WATEK
Yuni Triani, Feni
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Karya tari Watak-watek merupakan sebuah karya yang berangkat dari fenomena anak kembar yang memiliki sisi perbedaan karakter yang banyak namun tetap hidup berdampingan. dapat hidup berdampingan.Karya ini memilih fokus untuk memvisualisasikan sebuah karakter yang memiliki kekuatan pada massing-masing anak dengan tipe tari simbolik.Karya tari ini ditujukan agar dapat mengetahui bahwasannya sebuah ide atau gagasan dalam membuat sebuah karya tari dapat diambil dari sebuah karakter manusia yang akan ditata melalui beberapa bagian di dalam pertunjukannya untuk menghasilkan sebuah makna yang terkandung dalam tarinya melalui gerak yang bersifat simbolik. Sebuah karakter dikaitkan dengan sifat atau perilaku manusia, yang pastinya memiliki banyak perbedaan. Kata Kunci: Karakter, Anak Kembar, dan Watak-Watek
TRAVESTI (VISUALISASI PERJUANGAN HIDUP TANDAK LUDRUK DALAM KARYA TARI)
Wulan, Puspitaning
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Karya tari Travesti merupakan sebuah karya representatif yang berangkat dari fenomena kehidupan perjuangan seorang tandak ludruk. Menurut koreografer seorang Travesti bukanlah merupakan seorang transgender, mereka hanyalah memiliki peran ganda dalam hal penampilan di atas panggung.. Karya ini memilih fokus untuk menggambarkan kehidupan tandak ludruk dengan tipe tari simbolik. Karya tari ini ditujukan Mengkritisi kehidupan tandak ludruk pada saat ini. Karya ini dibuat sebagai media ungkapan ekspresi, sebagai media social untuk mengulas kehidupan sosial tandak ludruk. Memperkaya hasanah atau wawasan budaya. Memberikan tambahan sumber eksplorasi bagi penata tari selanjutnya.Kata Kunci: Travesti, simbolik, tandak ludruk
SEKARTAJI
ISNAINI, ARSYAH
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Karya tari Sekartaji merupakan sebuah karya tari yang berangkat dari fenomena legenda daerah lokal yang berasal dari Nganjuk. Di Nganjuk terdapat wisata alam berupa pemandian air merambat Roro Kuning. Karya ini memilih fokus untuk memvisualisasikan sebuah karakter yang ada dibalik cerita rakyat daerah Nganjuk tersebut. Karya tari ini ditujukan agar dapat mengetahui bahwasannya sebuah ide atau gagasan dalam membuat sebuah karya tari dapat diambil dari penokohan karakter manusia yang akan ditata melalui beberapa bagian di dalam pertunjukannya untuk menghasilkan sebuah makna yang terkandung dalam tarinya melalui gerak yang bersifat simbolik. Sebuah karakter dikaitkan dengan sifat atau perilaku manusia, yang pastinya memiliki banyak perbedaan. Kata Kunci: Karakter, Tokoh, dan Sekartaji
WUJUD UNGKAP PENEMUAN JATI DIRI DALAM KARYA TARI SEKAR GENDHUK
Septina Suari, Bella
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perkembangan zaman saat ini, pengetahuan dan ilmu teknologi sangat mempengaruhi kepada para remaja khususnya para gadis-gadis nya dalam menemukan jati diri. Koreografer menjadikan makna penemuan jati diri tersebut sebagai fokus pembuatan karya dengan tujuan untuk memvisualisasikan problematika kehidupan dalam bentuk karya tari dan mendiskripsikan bentuk penyajian karya tari Sekar Gendhuk. Metode penciptaan karya dimulai dari menentukan rangsang awal yaitu rangsang visual dan idesional, yang menggunakan mode penyajian simbolis representatif kemudian tahap selanjutnya eksplorasi, improvisasi, dan evaluasi.Bentuk penyajian karya tari Sekar Gendhuk meliputi gerak-gerak yang distilisasi dari problematika kehidupan para remaja saat ini. Ceria, riang gembira, manja,dan kadang seringkali meminta bahkan mencari perhatian. Elemen utama yaitu gerak dengan pijakan gerak dan karakteristik Pandhalungan yaitu perpaduan antara Jawa dan Madura yang dikembangkan dan elemen pendukung yaitu iringan, rias busana, pola lantai, pemanggungan dengan panggung procenium beserta setting dan lightingnya. Kata kunci: Karya Tari, Sekar Gendhuk, Bentuk Penyajian
IMPLEMENTASI FUNGSI KEMOCENG SEBAGAI ALAT KEBERSIHAN DALAM KARYA TARI MOCENG
Anita Firmansyah, Dwi
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Karya tari Moceng merupakan suatu penggambaran dari alat kebersihan. Kebersihan yang dimaksudkan berupa kegiatan yang dilakukan oleh seseorang baik membersihkan benda ataupun segala hal yang tidak benar di sekitar mereka. Dari hal tersebut koreografer bermaksud mengungkapkan karya tari dengan fokus yakni kebersihan yang dilakukan oleh petugas penertipan (SATPOL PP). Tujuan karya tari ini ialah untuk mengimplementasikan bahwa sesuatu yang sederhana dapat memiliki arti yang berbeda-beda. Dengan tema kebersihan yang digambarkan melalui properti tari kemoceng, koreografer memilih jenis tari komikal, yang memiliki karakter gerak lucu. Dalam penyajiannya koreografer menggunakan metode konstruksi milik Jacqueline Smith dan Alma M. Hawkins dari mulai penemuan ide, pembuatan konsep, proses kekaryaan, hingga penyampaian karya.Bentuk penyajian yang dipilih adalah prosenium, dengan gerak-gerak yang ditarikan dalam 4 adegan, pertunjukan karya tari ini dilengkapi dengan rias wajah dan juga busana untuk mendukung kemunculan karakter yang diinginkan oleh koreografer. Judul karya itu sendiri diambil dari kata kemoceng, sehingga menjadi Moceng yang kemudian diangkat menjadi judul karya. Dengan ide sederhana tersebut karya tari ini kemudian terwujud.Kata kunci: tari, kemoceng, kebersihan.
PROSES KREATIF PENCIPTAAN KARYA TARI PEANCE
KARTIKA NINGTYAS S., NURUN
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Karya tari “ Peance “ merupakan sebuah karya tari yang diciptakan sebagai bentuk suatu kebebasan yaitu bebas untuk memilih dan melakukan hal sebagai media pengungkapan rasa dan ekspresi yang dirasakan. Permainan musik yang biasanya hanya dipertunjukan dengan bermain alat saja tanpa diiringi sebuah gerak tari kini akan dipertunjukan dan dipadukan dengan sebuah tari modern yang berkembang saat ini dengan maksud agar fokus karya dapat sampai pada karya tari. Penggarapan isi dari karya tari ini penata lebih memfokuskan pada ketarmpilan mengolah ritme yang ditimbulkan dari alat-alat pukul. Dalam proses penciptaan karya, koreografer tak hanya semata-mata menggunakan alat musik perkusi drum sebagai alat utama dalam karya tari, namun juga dipadukan dengan musik kreatif dari alat kentongan dan jimbe. Penata juga menambahkan bunyian ritme dari sepatu yang digunakan oleh penari agar suara dan bunyi yang ditimbulkan dapat bervariasi. Dimana capaiannya ialah penari diharapakan dapat terampil dalam mengolah ritme-ritme yang ditimbulkan dari properti alat-alat musik. Serta dapat memanfaatkan sepatu juga vokal dari penari sebagai iringan dalam karya tari . Konsep dari karya tari Peance menggambarkan tentang kebebasan sekelompok anak remaja yang ingin merasakan hal-hal menyenangkan dalam hidupnya. Dari alat-alat pukul yang digunakan dapat melatih keterampilan dalam mengolah ritme bunyi yang ditimbulkan oleh alat-alat tersebut. Penata tari menggunakan berbagai instrumen alat pukul sebagai media dalam penyaluran gerak dan makna karya tari. Adapun desain visual, desain ruang yang bebas akan membentuk gerak dengan tidak adanya batasan dalam ruang tenaga dan waktu. Tipe tari yang di gunakan oleh penata tari ialah tipe tari dramatik. Mode penyajian karya tari Peance menggunakan mode penyajian simbolis yang menyajikan kembali sebagaimana dalam kehidupan nyata dengan penggambaran simbolis melalui simbol-simbol tertentu yang digunakan dan jika berhasil maka simbol-simbol tersebut bisa bermakana bagi penonton. Proses penciptaan karya tari ini melalui beberapa tahap, yaitu eksplorasi, improvisasi, foarming, dan evaluasi. Kata Kunci: Kebebasan, Alat pukul, Bunyi, Peance
PENERAPAN TEORI JERZY GROTOWSKI DAN EUGINIO BARBA DALAM PERTUNJUKAN BOY AND GIRL
SAFITRI, WARDANI
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada zaman modern banyak kaum laki-laki maupun perempuan bergaya dan bersikap seperti halnya lawan jenis, yang disebut penyimpangan perilaku seksual. Faktor yang mempengaruhi adalah faktor biologis, yaitu lebih dominannya hormon seksual lawan jenis yang dapat mempengaruhi sikap dan sifat asli nya. Psikogenik menjadi faktor kedua, seseorang menjadi banci atau sebaliknya juga disebabkan oleh faktor psikologis. Iklim keluarga yang tidak harmonis sangat mempengaruhi perkembangan psikologis anak. Seperti keinginan orang tua memiliki anak perempuan, namun kenyataannya adalah seorang laki-laki dan sebaliknya. Faktor ketiga adalah sosiogenik. Lingkungan sosial yang kurang kondusif juga dapat mendorong adanya penyimpangan perilaku seksual. Persoalan tersebut sangat menarik untuk diangkat sebagai karya seni.Fokus karya terdiri dari fokus isi dan bentuk. Pementasan yang berjudul “Boy and Girl“ akan mengungkap bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi seorang wanita bertingkah tomboy, pria bertingkah banci yang pada akhirnya mereka harus menyadari kodratnya masing-masing. Wanita adalah wanita, pria adalah pria. Hal ini yang mendorong penulis melakukan eksplorasi terhadap tubuh dan benda sekitar. Tujuan dalam penciptaan karya ini adalah 1) Membebaskan tubuh untuk memperkaya gerak tanpa ada patokan naskah. 2) Memberikan kekayaan gerak tersendiri bagi tubuh aktor. 3) Sebagai proses pembelajaran bagi aktor. 4) Mampu memberikan makna dan arti dari setiap gerak.Kata Kunci : Boy and Girl, Jerzy Grotowski, Euginio Barba.
URUPING KARYO
Ratriana Sari, Alifatul
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Karya tari Uruping Karyo merupakan sebuah karya tari yang ber-genre langen carita.Karya tari ini terinspirasi dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang bekerja di Sawah. Dari inspirasi yang sederhana itu, kemudian dikembangkan menjadi sebuah karya tari yang bercerita dan bertema semangat bekerja. Karya tari bercerita ini yang dimaksud sebagai genre langen carita. Ciri-ciri dari genre tersebut, yaitu suatu karya tari yang diceritakan melalui gerak-gerakan tari, sedikit dialog, dan terdapat unsur tetembangan. Unsur tetembangan tersebut yang memiliki arti penggambaran suatu cerita. Pada Karya tari Uruping Karyo ini menceritakan tentang anak-anak petani yang semangat bekerja dan divisualisasikan ke dalam genre langen carita. Kata Kunci: genre, langen carita, bekerja keras, dan Uruping Karyo
VISUALISASI KESUCIAN DEWI KILISUCI DALAM BENTUK KOREOGRAFI LINGKUNGAN MELALUI KARYA TARI SELA SOCA
nur imama, yulela
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dewi Kilisuci merupakan putri dari Raja Airlangga yaitu raja yang pernah memerintah Kerajaan Kadiri. Dewi Kilisuci terkenal dengan cerita kesuciannya dalam melakukan pertapaan. Dalam pertapaan tersebut Dewi Kilisuci memilih Goa Selomangleng untuk melakukan empat lelaku suci menuju kedewataan, sehingga Goa Selomangleng di Kediri hingga sekarang terkenal sebagai tempat pertapaan Dewi Kilisuci. Karya Tari Sela Soca merupakan ide penyajian sebuah karya dalam konteks kesucian Dewi Kilisuci melalui Koreografi Lingkungan yang digagas oleh penata. Karya ini memiliki tujuan komunikatif yaitu menyampaikan dan menunjukkan bahwa Goa Selomangleng memiliki potensi yang besar sebagai media berkarya seni khususnya tari.Karya Tari Sela Soca merupakan gambaran kesucian dari Dewi Kilisuci melalui media ungkap gerak yang didukung oleh pola penataan, iringan, properti, tata rias dan busana serta tata teknik pementasan. Karya Sela Soca menggunakan lingkungan alam Goa Selomangleng sebagai tempat pertunjukan karena dinilai memiliki bentuk alam yang eksotis serta menarik. Gerak sebagai media ungkap dalam karya ini mengadopsi gaya mataraman karena disesuaikan dengan masa dari isi karya tersebut diangkat, pemilihan gerak juga didasarkan pada kondisi alam sebagai respon terhadap lingkungan. Busana yang digunakan penari merupakan inspirasi dari filosofi motif yang terefleksikan ke dalam isi, serta penyesuaian dengan teknik gerak berdasarkan kondisi alam. Penyajian karya ini menggabungkan ritual sebagai keterkaitan lingkungan budaya Goa Selomangleng melalui garapan baru.Kata kunci: Koreografi Lingkungan, Karya Tari Sela Soca, visualisasi kesucian
WAKUL PINCUK
Juniantik, Elly
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Karya tari Wakul Pincuk merupakan sebuah karya yang berangkat dari fenomena pedagang pecel Pincuk keliling yang berjuang menjajakan dagangannya ditengah maraknya warung makan rumahan. Karya ini memilih fokus untuk memvisualisasikan sebuah karakter pedagang Pincuk yang bekerja keras tidak mengenal lelah. Karya tari ini ditujukan agar dapat mengetahui bahwasannya sebuah ide atau gagasan dalam membuat sebuah karya tari dapat diambil dari sebuah pengamatan sehari-hari yang mana terdapat kesenjangan yang dapat dijadikan sebuah fenomena untuk membuat suatu karya tari, yang di dalam pertunjukannya menghasilkan sebuah makna yang terkandung dalam tarinya melalui gerak yang bersifat simbolik. Proses eksplorasi gerak berangkat dari gerak tradisi yang dipadukan dengan gerak tari Dongkrek yang kreasikan. Sebuah kesenjangan tentunya dapat dijadikan pijakan alasan mengapa karya tersebut dibuat, yaitu untuk mengungkapkan kesenjangan tersebut dalam sebuah karya. Tujuan karya tari ini adalah untuk memperkenalkan makanan khas Madiun yaitu pecel Pincuk melalui seni tari. Kata Kunci: Bekerja Keras, Wakul, Pincuk