Journal of Cross Knowledge
Journal of Cross Knowledge is an academic journal that focuses on the exchange of knowledge across disciplines. This journal provides a platform for researchers, historians, and practitioners to share ideas, findings, and knowledge across various fields of study. With an interdisciplinary focus, this journal aims to facilitate the integration of concepts and methods from various scientific disciplines, encouraging the formation of a more comprehensive conceptual framework.
Articles
30 Documents
Search results for
, issue
"cross inovation"
:
30 Documents
clear
Kesehatan Mental Pada Remaja
Dina Hidayati Hutasuhut;
Sofia Massayu Pasha Dinata;
Mhd. Ariel Pranata3;
Anisa Umi Aida
Journal of Cross Knowledge Cross Inovation
Publisher : edujavare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70610/jck.v2i1.231
Beberapa jenis masalah kesehatan mental yang umum terjadi pada remaja antara lain gangguan kecemasan, gangguan mood, skizofrenia, gangguan psikotik, kontrol impuls, dan gangguan makan. Gangguan kecemasan adalah keluhan pertama yang dialami oleh remaja yang merasa cemas berlebihan dan khawatir secara terus-menerus. Gangguan mood yang berhubungan dengan suasana hati, terkadang pasien bisa mengalami kebahagiaan atau kesedihan berlebih di luar batas normal. Beberapa cara untuk memperkenalkan kesehatan mental bagi remaja antara lain menunjukkan cinta, kasih sayang, dan perhatian pada anak remaja, mengajak anak untuk berbicara tentang perasaannya, dan mengajak anak untuk melakukan kegiatan fisik yang menyenangkan.
Sosialisasi Penanganan Cedera Dalam Olahraga di SSB Putra Bahurekso
Riyan Aref Muhtasim
Journal of Cross Knowledge Cross Inovation
Publisher : edujavare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70610/jck.v2i1.242
Cedera olahraga jika tidak ditangani dengan cepat dan benar dapat mengakibatkan gangguan atau keterbatasan fisik. Bahkan bagi atlit cedera ini bisa berarti istirahat yang cukup lama dan mungkin harus meninggalkan hobi dan profesinya. Oleh sebab itu dalam penanganan cedera olahraga yang sudah parah harus dilakukan secara tim yang multidisipliner. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di SSB Putra Bahurekso dengan metode yang digunakan meliputi 3 tahap, yaitu: 1. Pra pelaksanaan meliputi koordinasi pelaksanaan, survai lokasi, perizinan, persiapan sarana dan prasarana. 2. Pelaksanaan kegiatan Dalam pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi/pemaparan materi terkait penanganan cedera olahraga dan diskusi bersama. 3. Pembuatan laporan akhir pembuatan artikel ilmiah dan evaluasi jangka panjang tentang perubahan sikap responden. Total peserta SSB Putra Bahurekso 30 peserta. 60% dari peserta memiliki pengetahuan yang kurang tentang pencegahan cedera dalam olahraga pada saat sebelum sosialisasi (pre-test). Dan setelah dilakukan sosialisasi (post-test) 66% dari peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan cedera dalam olahraga. Jadi dari hasil sosialisasi ini dikatakan berhasil dikarenakan terdapat peningkatan pengetahuan kepada siswa SSB Putra Bahurekso dinilai dari hasil post-test yang diberikan. Adapun Kesimpulan dari kegiatan sosialisasi ini adalah banyak siswa SSB Putra Bahurekso yang kurang memahami tentang penanganan cedera olahraga. Tujuan dari sosialisasi ini yaitu agar siswa SSB Putra Bahurekso memahami tata cara penanganan cedera dalam olahraga.
Respon Pertumbuhan Tanaman Pepaya California Terhadap Pemberian Tandan Kosong Kelapa Sawit
Hasanudin;
Slamet Haryono;
Yeni Anggraini
Journal of Cross Knowledge Cross Inovation
Publisher : edujavare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70610/jck.v2i1.262
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat respon tanaman pepaya California terhadap pemberian tandan kosong kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di kebun pepaya california areal Kebon Enha Lima Desa Simpang Beringin, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan. Dari bulan November 2023 sampai Januari 2024. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode survey menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 2 pengamatan yakni tanpa pemberian tandan kosong kelapa sawit dan pemberian tandan kosong kelapa sawit dengan 3 ulangan setiap ulangan terdiri dari 5 tanaman. Tanaman yang diteliti adalah tanaman pepaya yang telah berumur satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tandan kosong kelapa sawit memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, lingkar batang, dan rata-rata jumlah buah pertanaman. Tinggi tanaman yang diberi tandan kosong kelapa sawit rata-rata 204,750cm, rata-rata lingkar batang 36,67cm, dan rata-rata jumlah buah pertanaman 29 buah. Perbedaan pertumbuhan terjadi karena pepaya yang diberi perlakuan TKKS mendapat sumbangan unsur hara yang berperan penting terhadap pertumbuhan fisiologis tanaman.
Analisis Minat Konsumen Pada Warung Bandrek Putra Langkat Di Kota Pekanbaru
Wahyudi Zikri
Journal of Cross Knowledge Cross Inovation
Publisher : edujavare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70610/jck.v2i1.265
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat konsumen pada Warung Bandrek Putra Langkat di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diperoleh melaui wawancara informan yang ada di Warung Bandrek Putra Langkat Kota Pekanbaru, observasi serta dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa minat konsumen pada Warung Bandreng Putra Langkat di Kota Pekanbaru dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang diantaranya: faktor gaya hidup dan motivasi atau keterlibatan. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi minat beli konsumen di Warung Bandrek Putra Langkat adalah budaya dan pemasaran usaha, dalam hal ini yang meliputi pemasaran usaha adalah kualitas produk, harga, kemasan, dan ketersediaan barang.
Sosialisasi Pelatihan Atletik (Lari Sprint Dan Start Jongkok) Di SMP Al-Masudiyyah
Yusup Prasetyo;
Wildana Rosyada Adla;
Fredy Eko Setiawan
Journal of Cross Knowledge Cross Inovation
Publisher : edujavare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70610/jck.v2i1.266
Atletik merupakan salah satu cabang olahraga yang terus berkembang. Salah satu ajang olahraga atletik paling bergengsi adalah lari 100 meter. Analisis struktural kinerja 100 meter dan kebutuhan pelatihan dan pembelajaran untuk meningkatkannya harus dilihat sebagai kombinasi kompleks dari proses biomekanik, biomotor, dan energik. Puncak olahraga atletik adalah lari 100 meter. Ada beberapa fase dan teknik dalam sebuah event lari yang memerlukan perhatian terutama pada fase start. Mengenai teknik start lari, ada berbagai jenis start jongkokKegiatan ini dilaksanakan dengan 4 tahap : 1. Survey yang dilakukan diawal oktober 2023 untuk mengobservasi kondisi lingkungan sekolah, 2. Persiapan, mulai dari administrasi dari kampus hingga persiapan di sekolah. 3. Pelaksanaan, dengan sasaran siswa kelas VIII, melalui penyampaian materi dan praktek langsung. 4. Evaluasi, Penilaian peningkatan pengetahuan dan sikap siswa diukur dengan memberi pertanyaan pre-test, post-test serta praktek dilapangan.Kegiatan ini dilaksanakan pada 12 Oktober 2023 dengan tujuan untuk memberikan sosialisasi terkait olahraga atletik. kegiatan ini dihadiri oleh 35 dari 42 total peserta yang berada di SMP Al Masudiyyah. sebelum sosialisasi 20% dari responden memiliki pengetahuan yang kurang, hal ini menunjukan bahwasanya masih ada peserta yang kurang memahami tentang olahraga Atletik. setelah sosialisasi 57,2% dari responden memiliki pengetahuan yang baik, jadi hasil edukasi dan pelatihan ini dikatakan berhasil dikarenakan terdapat peningkatan pengetahuan. kesimpulan dari kegiatan ini 1. terdapat hubungan yang signifikan antara kecepatan terhadap lari jarak pendek 100 meter dan start jongkok, 2. Terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan VO2 Max. terhadap lari jarak pendek 100 meter dalam olahraga atletik, 3. Terdapat hubungan yang signifikan antara kecepatan (speed) dan kekuatan VO2 Max. terhadap lari jarak pendek 100 meter dalam olahraga.
Contribution of Forensic Laboratory Examination Results in Proving Narcotics Crimes
itok
Journal of Cross Knowledge Cross Inovation
Publisher : edujavare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70610/jck.v2i1.267
The results of forensic laboratory examinations are included in documentary evidence that can prove that a crime has occurred. In practice, there is a narcotics crime that requires a forensic laboratory examination related to the alleged narcotics crime. This research aims to analyze the role of forensic laboratory examination results as documentary evidence. These problems are analyzed using normative legal research methods with a case approach. The results of this research show that the results of forensic laboratory examinations of substances suspected of being narcotics play a very important role in proving that a crime of illicit narcotics trafficking has occurred.
Sosialisasi Olahraga Tradisional Beladiri Praktis Pencak Silat Di SMA Tarakanita Magelang
Riza Irsyad;
Aristiyanto
Journal of Cross Knowledge Cross Inovation
Publisher : edujavare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70610/jck.v2i1.269
Permainan tradisional yang berasal dari masyarakat merupakan asetr budaya yang berharga yang perlu dilestarikan hingga sekarang, salah satunya adalah Seni Beladiri Pencak Silat. Pengenalan olahraga beladiri pencak silat dinilai perlu khususnya di kalangan siswa ditengah maraknya kasus bullying di lingkungan sekolah. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di SMA Tarakanita Magelang dengan 3 tahap, yaitu: 1. Pra pelaksanaan meliputi koordinasi pelaksanaan, survai lokasi, perizinan, persiapan sarana dan prasarana. 2. Dalam pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi/pemaparan materi terkait sosialisasi pelestarian olahraga tradisional Pencak Silat dan Praktik secara langsung bersama siswa . 3. Pembuatan laporan akhir yaitu pembuatan artikel ilmiah dan evaluasi jangka panjang tentang perubahan sikap responden. Total peserta sosialisasi sebanyak 93 siswa. tujuan dari diadakannya sosialisasi tentang pentingnya ilmu beladiri dasar Pencak Silat di kalangan siswa SMA Tarakanita terlaksana dengan baik, terbukti sebagian besar dari responden memiliki pengetahuan yang baik tentang olahraga tradisional Beladiri Praktis Pencak Silat setelah dilakukan sosialisasi.
Pelatihan Servis Bola Voli Untuk Menghadapi Popda Kab. Semarang Di SMP Al-Mas’udiyyah
Wildana Rosyada Adla;
Yusup Prasetyo;
Fredy Eko Setiawan
Journal of Cross Knowledge Cross Inovation
Publisher : edujavare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70610/jck.v2i1.271
POPDA Kabupaten Semarang diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan minat dan bakat pelajar dalam bidang olahraga serta memupuk semangat sportivitas dan kebersamaan antar sekolah. Selain itu, tujuan utamanya adalah untuk mencari para atlet berbakat yang dapat mewakili kabupaten ini dalam kompetisi olahraga tingkat regional, nasional, bahkan internasional. karena dalam olahraga banyak sekali variatif permainan yang dapat membentuk karakter anak untuk menjadi kreatif, maka dari itu melalui pendekatan bermain yang kreatif, interaktif dan terintegrasi dengan lingkungan bermain anak.Kegiatan ini dilaksanakan 4 tahap, yaitu: 1) Survey, dengan tujuan mengobservasikan kondisi lingkungan sekolah SMP AL-MASUDIYYAH. 2) Persiapan, mulai dari administrasi kampus hingga persiapan di sekolah. 3) Pelaksanaan, tempat di SMP Al Masudiyyah dengan sasaran siswa kelas VII, melalui penyampaian materi dan pelatihan secara langsung. 4) Evaluasi, Penilaian peningkatan pengetahuan dan sikap siswa diukur dengan cara pemberian pertanyaan pre-test, post-test serta praktek dilapangan.Kegiatan ini dilaksanakan di SMP Al-Mas''udiyyah pada 10 Oktober 2023 dengan tujuan untuk memberikan pelatihan terkait servis bola voli. kegiatan ini dihadiri 32 dari 35 total siswa kelas VII D. Sebelum pelatihan 37,5% dari peserta berpengetahuan kurang tentang servis bola voli. setelah pelatihan 37,5% dari peserta berpengetahuan baik tentang servis bola voli. Jadi pelatihan ini dikatakan berhasil dikarenakan ada peningkatan pengetahuan dinilai dari hasil post-test yang diberikan.Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di SMP Al Mas`udiyyah Bandungan dapat dilaksanakan secara baik dan lancar. Setelah melaksanakan pkl dan pkm tentunya mahasiswa mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa dan dapat mengenal tentang dunia kerja khususnya didunia pendidikan di SMP Al Mas`udiyyah Bandungan.
Kebebasan Manusia Menurut Sayyid Quthb Dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an
Maryati;
Pitradi
Journal of Cross Knowledge Cross Inovation
Publisher : edujavare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70610/jck.v2i1.284
Hasil penelitian ini adalah adapun bentuk-bentuk kebebasan manusia dalam al-Qur’an pertama kebebasan manusia dalam berakidah, dalam berakidah itu tidak boleh adanya unsur paksaan dan tekanan melainkan keikhlasan. Kedua, kebebasan berpikir dan mengemukakan pendapat. Dalam hal ini manusia diberi kebebasan dalam berfikir serta mengemukakan pendapat, berfikir sebebas-bebasnya segala yang dapat dipecahkan secara ilmiah dan pada akhirnya mampu meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan. Ketiga, kebebasan berkehendak, kehendak makhluk berbeda dengan kehendak Allah, kehendak makhluk bersifat rencana yang didahului dengan keinginan dan pemikiran. Sedangkan kehendak Allah tidaklah demikian. Batas-batas kebebasan manusia adalah sesuatu yang terjadi pada hukum alam merupakan takdir yang telah dikehendaki oleh Allah. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah hanya bisa berusaha sesuai dengan kemampuan dan perencanaannya. Jadi disetiap manusia memang di beri kebebasan oleh Allah namun sebagai makhluk diciptakannya kebebasan manusia itu tidak mutlak. Penelitian ini bersifat kajian kepustakaan (library research), sedangkan yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah kitab tafsir Sayyid Quthb yakni Fi Zhilalil Qur’an. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah Content analysis (analisis kontan) yang bersifat kualitatif.
Optimalisasi Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi,Balita Melalui Makanan Bergizi Secara Pendekatan Continuity Of Care (Coc) Di Praktik Mandiri Bidan Chairul Mala Husin Kota Palembang
Merisa Riski;
Ahmad Arif muqorrobin;
Mastina muqorrobin
Journal of Cross Knowledge Cross Inovation
Publisher : edujavare
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70610/jck.v2i1.288
Pemenuhan gizi yang baik pada anak untuk membantu meningkatkan kemampuan berfikir dan pertumbuhan fisiknya. Kurangnya pemberian gizi yang baik tentunya akan menghambat dan dapat menimbulkan keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Selain menghambat pertumbuhan fisik pada anak, kurangnya memerhatikan gizi yang baik pada anak juga dapat berdampak pada perkembangan otak anak. Penanganan masalah gizi perlu mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan termasuk di daerah perkotaan yang mana kedua orang tua disibukkan dengan pekerjaan. Pemerintah atau Instansi Kesehatan perlu mengadakan penyuluhan-penyuluhan kepada seluruh masyarakat tentang pentingnya menu gizi yang seimbang untuk anak dengan cara pendekatan dengan orang tua dan orang setmpat secara berkesinambungan.