cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018)" : 17 Documents clear
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) DAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAMK) UNTUK PEMBUATAN LULUR TRADISIONAL SEBAGAI ALTERNATIF “GREEN COSMETICS” ERNA ISFIANTI, DWI; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Lulur adalah kosmetik perawatan yang digunakan untuk merawat dan membersihkan kulit dari kotoran serta sel kulit mati yang terbuat dari bahan rempah-rempah dan tepung yang teksturnya kasar yang digunakan dengan cara dioleskan atau digosokkan secara perlahan keseluruh tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan lulur tradisional berbahan limbah kulit jeruk nipis dan daun kelor terhadap sifat fisik serta kesukaan panelis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Hasil lulur tradisional meliputi aroma, warna, tekstur, bentuk, daya lekat, dan kesukaan panelis. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi oleh 30 orang panelis. Analisis data dengan Anova tunggal dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan Uji Duncan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata proporsi Kulit Jeruk Nipis dan Daun Kelor terhadap sifat fisik lulur tradisional yang meliputi Aroma, Warna, Tekstur, Bentuk, Daya Lekat serta kesukaan panelis. Hasil lulur tradisional yang paling baik dan paling disukai panelis terdapat pada sediaan lulur X2 ( 4g Kulit Jeruk Nipis dan 6g Daun Kelor) dengan kriteria memiliki cukup aroma khas jeruk nipis dan tidak menyengat, warna sesuai kriteria yaitu hijau kekuningan, tekstur cukup kasar karena apabila terlalu kasar akan menyebabkan iritasi pada kulit dan apabila terlalu encer lulur akan susah digunakan untuk menscrub kulit, bentuk kental ketika sudah dicampurkan dengan pelarut, dan daya lekat lulur mudah melekat dan mudah lepas ketika digosok. Kata Kunci : Lulur tradisional, limbah kulit jeruk nipis, daun kelor. Abstract: Body Scrub is a cosmetic treatment used to treat and cleanse the skin of impurities and dead skin cells. Traditional scrubs are made from spices and flour with a rough texture that is used by means of smeared or gently rubbed over the body. The purpose of this research is to know the process of making traditional scrub made from lime skin waste and leaves kelor on physical properties and likes panelists. This type of research is experimental. Traditional scrubs including aroma, color, texture, shape, adhesiveness, panelists. The data collection finished with observation by 30 panelists. Analysis of data with single Anova. When there is a real effect then followed Duncan test using SPSS 16. The results showed that there is a real effect of Propsion of Lemon and Leaf Kelor on the physical properties of traditional body scrub which include Aroma, Color, Texture, Shape, Stickiness and panelists fondness. Results traditional herbal nicest and most preferably panelists contained in the preparation of scrubs X2 (4g Skin Lime and 6g Leaves Kelor) criteria has enough distinctive aroma of lemon and do not sting, color according to criteria which are green in color, texture is quite rough, a condensed form when it is mixed with the solvent, and the stickiness of the scrub is easily attached and easily loose when rubbed. Keywords: Traditional body scrub, leather lime waste, kelor leaves.
PENGARUH PENGAPLIKASIAN LEM BULU MATA SEBAGAI PENGGANTI CUKUR ALIS TERHADAP HASIL TATA RIAS MATA RATNASARI, ULFI; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Lem bulu mata dari bahan lateks alami dan dari bahan lateks sintetis merupakan salah satu perkembangan dalam dunia industri kosmetik. Hal tersebut dapat membantu terciptanya sebuah inovasi dalam bidang tata rias. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh pengaplikasian lem bulu mata dengan bahan lateks dan lateks sintetis sebagai pembentukan alis tanpa cukur; 2) hasil yang lebih diminati antara pengaplikasian lem bulu mata dengan bahan lateks dan lateks sintetis. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen. Variabel bebasnya adalah jenis lem bulu mata yang berbahan dasar lateks dan lateks sintetis. Variabel terikatnya yaitu hasil jadi tata rias mata dengan 6 aspek penilaian, yaitu kerapian bentuk alis; ketegasan karakter mata; kehalusan pada bagian highlight mata; proporsi dan keseimbangan dengan bentuk wajah; keseluruhan hasil riasan wajah; tingkat kesukaan observer. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dengan melibatkan 30 observer. Metode analisis data menggunakan uji statistik t dua sampel bebas (independent sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh pengaplikasian dua jenis lem bulu mata terhadap hasil jadi pembentukan alis tanpa cukur pada tata rias mata. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil data yang diolah menunjukkan bahwa dari keenam aspek menunjukkan pengaruh yang signifikan. 2) pengaplikasian lem bulu mata sebagai pembentukan alis tanpa cukur memperoleh nilai t hitung 5,257 dengan signifikansi 0,000 pada aspek tingkat kesukaan observer. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil pengaplikasian jenis lem bulu mata dengan bahan lateks lebih diminati dibanding hasil pengaplikasian jenis lem bulu mata dengan bahan lateks sintetis. Kata kunci : lateks, lateks sintetis, lem bulumata, pengganti cukur alis Abstact: Eyelash glue from natural latex and synthetic latex is one of the developments in cosmetics industry. This can help create an innovation in the field of cosmetology. The purpose of this research is to know 1) effect of eyelash glue application with latex material and synthetic latex as shapeless eyebrow formation; 2) the more desirable results between applying eyelash glue to latex and synthetic latex. This type of research is experiment. The free variable is a type of latex eyelash glue and synthetic latex. The dependent variable is the result of eye makeup with 6 aspects of assessment, including neat eyebrow shape; assertiveness of eye characters; smoothness at the highlighted eye; proportion and balance with face shape; overall facial makeup; observers favorite level. Methods of data collection using observations involving 30 observers. Methods of data analysis using t test statistics two independent samples (independent sample t-test). The results showed that 1) there is influence of applying two types of glue eyelashes to the finished result of formation of eyebrow without shaving on eye makeup. This can be seen from the results of the data processed showed that of the six aspects showed significant influence. 2) application of glue of eyelashes as shapeless eyebrow formation obtained t value of 5,257 with significance 0.000 on observers favorite level aspect. So it can be concluded that the application of eyelash glue type with latex material is more desirable than the application of eyelash glue type with synthetic latex material. Keywords: latex, synthetic latex, eyelash glue, eyebrow shaver alternate
PENGARUH PROPORSI TEPUNG PATI SINGKONG DAN BUBUK KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MASA SIMPAN MASKER WAJAH TRADISIONAL GEO UTARID, RYNDIKA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung pati singkong dan kayu manis (Cinnamomum burmannii) terhadap 1) Sifat fisik masker wajah tradisional yang meliputi aroma, warna ,terkstur, dan daya lekat. 2) kesukaan panelis. 3) masa simpan masker wajah tradisional dengan uji mikrobiologi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen . Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah proporsi tepung pati singkong dan kayu manis yaitu X1 (3:7), X2 (4:6), X3 (5:5), X4 (6:4) dan X5 (7:3). Variabel terikat adalah sifat fisik yang meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat, dan kesukaan panelis serta masa simpan. Pengumpulan data dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis dan uji mikrobiologi untuk mengetahui masa simpan. Data dianalisis dengan menggunakan anava tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program spss versi 16. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh proporsi tepung pati singkong dan kayu manis terhadap sifat fisik masker wajah tradisional. Proporsi X4 (6:4) menghasilkan aroma, warna, tekstur dan daya lekat paling baik dibandingkan proporsi lainnya, yaitu beraroma khas kayu manis, berwarna coklat, tekstur sangat halus dan sangat lekat. Proporsi X4(6:4) paling disukai panelis dibandingkan dengan proporsi lainnya dan masa simpan masker wajah selama 7 hari. Kata kunci: masker wajah tradisional, tepung pati singkong, bubuk kayu manis, sifat fisik dan masa simpan masker wajah Abstract The purpose of this research is to know the influence of proportion Cassava starch flour and cinnamon powder (Cinnamomum burmannii) to 1) The physical properties of traditional face mask include aroma, color, texture, and stickiness. 2) panelist preferences. 3) shelf life of traditional face mask with microbiological test. The type of this rlesearch is experiment. The independent variables in this research are the proportion of cassava strach and cinnamon powder that is X1 (3: 7), X2 (4: 6), X3 (5: 5), X4 (6: 4) and X5 (7: 3). The dependent variable is the physical properties that include aroma, color, texture, adhesion, and panelist preferences and shelf life. Data collection with observation method which was conducted by 30 panelists and microbiology test to know the shelf life. Data analysis used is a single anava and continued with Duncan test using spss program version 16. The result of this research is the influence of proportion of cassava starch flour and cinnamon powder to the physical properties of traditional face mask. The proportion of X4 (6: 4) produces the best aroma, color, texture and adhesion compared to other proportions, which is typical of cinnamon, brown, very fine texture and very sticky. The proportion of X4 (6: 4) is most preferred by panelists compared to others and the shelf life of the face mask for 7 days. Key words: traditional face mask, cassava starch flour, cinnamon powder, physical properties and shelf life of face mask.
PERENCANAAN TATA LAKSANA DEKORASI PELAMINAN DI ARIS DECORATION DAN RIAS PENGANTIN SURABAYA PUTRI WIJAYANTI, FIFI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Aris Decoration dan Rias Pengantin menjalankan usaha yang bergerak pada bidang jasa yang melayani berbagai macam keperluan pernikahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan tata laksana dekorasi pelaminan yang ada di Aris Decoration dan Rias Pengantin. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui empat tahap yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji kesahihan data menggunakan trianggulasi sumber. Informan dalam penelitian ini adalah owner, karyawan dan konsumen. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada teori manajemen dari James A.F Stoner yang menjelaskan bahwa perencanaan merupakan tujuan organisasi dan penentuan prosedur terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Hasil Penelitian ini diketahui perencanaan tata laksana dekorasi pelaminan di Aris Decoration dan Rias Pengantin meliputi pemesanan layanan dan paket dekorasi, persiapan dan pembagian tugas karyawan, pemesanan bahan, rapat persiapan pernikahan, perencanaan perlengkapan dekorasi, dan pemasangan dekorasi pernikahan pada saat pernikahan diselenggarakan. Pada tahap perencanaan tata laksana ini melibatkan owner, koordinator rias pengantin,koordinator dekorasi pelaminan, karyawan, dan konsumen. Kata kunci : Perencanaan, Tata Laksana Dekorasi, Dekorasi Pelaminan, Jasa Abstract : Aris Decoration and Bridal Makeup are a business engaged in services that serve a variety of wedding needs. The purpose of this research is to describe the planning of the decoration of wedding in Aris Decoration and Bridal Makeup. The type of this research is descriptive qualitative. Data collection techniques were conducted using interviews, observation and documentation. Data analysis techniques through four stages of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. Test the validity of data using source triangulation. Informants in this study are the owner, employees and consumers. The theory used in this study refers to the management theory of James A. F Stoner explaining that planning is the goal of the organization and the determination of the best procedures to achieve that goal. The result of this research is to know the planning of decoration of wedding in Aris Decoration and Rias Pengantin include ordering service and decoration package, preparation and division of employees job, material ordering, wedding preparation meeting, decoration equipment planning, and wedding decoration installation at wedding time. At this stage of management planning involves the owner, bridal makeup coordinator, decorator coordinator pelemanan, employees, and consumers. Key Word : Planning, Decoration Management, Wedding Decoration, services
PENGARUH PROPORSI PATI BENGKUANG (PACHYRHIZUS EROSUS ) DAN EKSTRAK OKRA (ABELMOSCHUS ESCULENTUS) TERHADAP HASIL JADI MASKER UNTUK PERAWATAN KULIT WAJAH BERMINYAK DAN BERJERAWAT ADRESHINA, PRISCILLA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH PROPORSI PATI BENGKUANG (Pachyrhizuserosus) DAN EKSTRAK OKRA (Abelmoschusesculentus) TERHADAP HASIL JADI MASKER UNTUK PERAWATAN KULIT WAJAH BERMINYAK DAN BERJERAWAT Nama : Priscilla Adreshina NIM : 13050634044 Program Studi : S1- Pendidikan Tata Rias Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas : Teknik Instansi : Universitas Negeri Surabaya Salah satu masalah pada kulit wajah adalah berminyak dan berjerawat. Salah satu perawatan kulit wajah untuk masalah tersebut adalah dengan menggunakan masker pati bengkuang dan ekstrak okra. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh dan proporsi terbaik pati bengkuang dan ekstrak okra dilihat dari uji organoleptic (aroma, warna, tekstur, dandayalekat). Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variable bebasnya yaitu perbandingan pati bengkuang dan ekstrak okra XI = 35 gram pati bengkuang dan 15 gram ekstrak okra, X2 = 25 gram pati bengkuang dan 25 gram ekstrak okra, X3 = 15 gram pati bengkuang dan 35 gram ekstrak okra. Variable terikatnya yaitu hasil uji organoleptic. Uji coba dilakukan pada 5 orang dosen dan 25 mahasiswa Unesa dengan metode pengambilan data dengan cara observasi. Analisis data aroma, warna, tekstur, dayalekat, dan kesukaan panelis menggunakan uji anava tunggal kemudian melakukan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh perbandingan proporsi pati bengkuang dan ekstrak okra dilihat dari segi hasil warna, tekstur, aroma, dayalekat, dan kesukaan panelis terhadap hasil jadi masker untuk perawatan kulit wajah berminyak dan berjerawat dengan perbandingan terbaik yaitu X1 (35 gram pati bengkuang dan 15 gram ekstrak okra) dengan skor rata-rata secara berurutan 3.57; 3.50; 3.43; 3.60; 3.73. Kata Kunci: Pati bengkuang, Ekstrak Okra, Kulit Wajah Berminyak dan berjerawat. ABSTRACT THE INFLUENCE OF YAM STARCH (Pachyrhizuserosus)AND OKRA EXTRACT (Abelmoschusesculentus) TOWARD FINISHED RESULT OF MASK FOR OILY AND ACNE FACIAL TREATMENT Name : Priscilla Adreshina NIM : 13050634044 Study Program : S1-Cosmetology Education Department : PKK Faculty : Engineering Institute : UniversitasNegeri Surabaya One of the problems on facial skin is oily and acne. One facial skin care for the problem is to use a starchy yam and okra extractmask. The purpose of this research is to know the influence and proportion of the best ratio proportion of Yam starch and okra extract seen from organoleptic test (aroma, color, texture, and stickiness). The type of research is experiment. The independent variables are the ratio of yam starch and okra extract XI = 35 gram of yam starch and 15 gram of okra extract, X2 = 25 gram of yam starch and 25 gram okra extract, X3 = 15 grams starch and 35 gram okra extract. The dependent variable is organoleptic test result. The test was conducted on 5 lecturers and 25 students of Unesa with data collection method by observation. Analysis of aroma data, color, texture, adhesion, and panelist preferences using single anava test then perform Duncan test The results showed that there was an influence of proportion of yam starch and okra extract in terms of color, texture, aroma, adhesive, and panelist preference to mask result for oily and acne facial skin care with best comparison X1 (35 gram yam starch and 15 grams of okra extract) with a consecutive average score of 3.57; 3.50; 3.43; 3.60; 3.73. Keywords: Yam Starch, Okra Extract, Oily and acne face skin.
PENGARUH PROPORSI EKSTRAK LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DAN MADU SEBAGAI BAHAN AKTIF HAIR TONIC RUSDIANA, IVANA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui pengaruh proporsi ekstrak lidah buaya (aloe vera) dan madu sebagai bahan aktif hair tonic yang dilihat dari sifat organoleptik (warna, aroma, daya serap), dan 2) Mengetahui tingkat kesukaan panelis dan kandungan kimia pada hasil jadi hair tonic yang disukai. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perbandingan jumlah ekstrak lidah buaya (aloe vera) dan madu dengan formula hair tonic yang akan digunakan dengan perbandingan sebagai berikut : 1 ml : 5 ml, 3 ml : 3 ml, dan 5 ml : 1 ml. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah warna, aroma, daya serap, dan kesukaan panelis, serta uji kimia untuk mengetahui kandungan pada hair tonic ekstrak lidah buaya (aloe vera) dan madu. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan anava tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian adalah 1) Terdapat pengaruh proporsi ekstrak lidah buaya (aloe vera) dan madu sebagai bahan aktif hair tonic yang dinilai sifat fisiknya secara organoleptik (warna, aroma, daya serap) dan kesukaan panelis. 2) Sampel X3 memiliki proporsi yang paling baik dengan kriteria hair tonic yang dihasilkan adalah berwarna putih jernih dan homogen. 3) Sampel X3 adalah sampel yang paling disukai panelis. 4) Kandungan pada sampel X3 yaitu vitamin A, asam amino, zinc, vitamin B5, vitamin C, dan pinocembrin. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat pengaruh proporsi ekstrak lidah buaya dan madu pada X3 (5 ml : 1 ml) terhadap hasil jadi hair tonic dan hasil uji kimia terhadap hair tonic X3 memiliki kandungan vitamin A sebesar 11,81 mg/100 ml, asam amino sebesar 9,50 mg/100 ml, vitamin B5 sebesar 2,45 mg/100 ml, dan vitamin C sebesar 4,80 mg/100 ml. Kata kunci : hair tonic, ekstrak lidah buaya, madu
PENGARUH PROPORSI TEPUNG SINGKONG (MANIHOT ESCULENTA) DAN TEPUNG BIJI RAMBUTAN TERHADAP HASIL JADI LULUR TRADISIONAL SAYEKTI SUSANTO, NURITA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lulur merupakan salah satu kosmetik perawatan kulit yang berfungsi membersihkan pori-pori serta mengangkat sel-sel kulit mati. Singkong mempunyai kandungan anti inflamasi yang dapat mendinginkan kulit serta melindungi kulit dari kekeringan. Biji rambutan mengandung lemak dan polifenol (flavonoid, resveratrol, dan isoflavon) dan vitamin C. Kandungan biji rambutan berfungsi berfungsi untuk meningkatkan kemampuan anti-inflamasi dan kekebalan tubuh, memperkuat sistem kekebalan tubuh, mampu memperlambat proses penuaan, dan sebagai antioksidan kuat. Sehingga kedua bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan lulur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan tepung singkong dan tepung biji rambutan terhadap hasil lulur tradisional yang meliputi sifat organoleptik yaitu (aroma, warna, tekstur, dan daya lekat), tingkat kesukaan panelis serta masa simpan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Variabel bebas penelitian ini adalah perbandingan tepung singkong dan tepung biji rambutan yaitu X1 (2 : 7), X2 (4 : 5), dan X3 (6 : 3). Variabel terikatnya yaitu hasil lulur tradisional meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat, tingkat kesukaan panelis dan masa simpan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan anava tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh perbandingan tepung singkong dan tepung biji rambutan terhadap hasil jadi lulur tradisional dilihat dari aroma, warna, tekstur dan daya lekat yang mana sampel X2 memiliki proporsi lulur yang paling baik dan disukai oleh panelis dengan kriteria lulur yang dihasilkan adalah beraroma khas singkong dan biji rambutan yang mirip kacang, berwarna coklat susu, tekstur cukup kasar dan berbentuk bubuk dan mempunyai daya lekat yaitu lekat. 2) berdasarkan uji mikrobiologi pada ketiga lulur bubuk tradisional memiliki masa simpan lebih dari hari ke-7 dengan jumlah cemaran jamur dibawah 105 kol/gr. Kata Kunci : Lulur tradisional, tepung singkong, tepung biji rambutan.

Page 2 of 2 | Total Record : 17