cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 36 Documents clear
PENGELOLAAN TEACHING FACTORY DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADA JURUSAN KECANTIKAN KULIT DAN RAMBUT ANGGITA PUTRI, NOVI; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan teaching factory di SMK khususnya pada jurusan kecantikan kulit dan rambut. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan atau disebut dengan Library Research yaitu dengan merujuk pada buku ataupun artikel jurnal nasional yang berkaitan serta masukan dari dosen pembimbing. Hasil penelitian ini berupa penjelasan tentang tata cara pengelolaan tefa dengan penerapan manajemen dasar berupa POAC (planning, organizing, actuating, controlling) disertai dengan strategi pemasaran 7P (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence) yang selaras dengan situasi dan kondisi pada bidang kecantikan kulit dan rambut. Sistem pengelolaan ini dapat menjadi acuan guru pariwisata untuk memaksimalkan kegiatan teaching factory di sekolah. Kata kunci : Pengelolaan, Teaching Factory, Kecantikan. Abstract This research is aimed to describe the management of teaching factory at vocational school especially in skin and hair beauty majors. The method is used literature study or as known as Library Research by referring from the books or the national articles that related to the supervisor?s recommendation. The results of this research is about the management procedures of tefa with basic management application of POAC (planning, organizing, actuating, controlling) accompanied by 7P marketing strategies (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence) which is in line with the situations and conditions of skin and hair beauty. This management system can be a reference for tourism teachers to provide teaching factory activities at school. Key works: Management, Teaching Factory, Beauty
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT KONSUMEN TERHADAP PRODUK PERAWATAN TUBUH YANG DIGUNAKAN DEWI MAYASISKA, TITI; DEWI SOEYONO, RAHAYU
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi minat konsumen dalam menggunakan produk perawatan tubuh, terdapat empat faktor yang meliputi faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan faktor budaya terdiri dari kebudayaan, sub budaya, kelas sosial, yang berpengaruh sebesar 16% artinya berkategori sangat rendah. Faktor sosial terdiri dari unsur kelompok referensi, keluarga serta peran dan status, berpengaruh sebesar 26% yang artinya berkategori rendah. Faktor pribadi terdiri dari unsur usia dan tahapan siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup serta kepribadian dan konsep diri, berpengaruh sebesar 52%, yang artinya berkategori sedang. Faktor psikologi terdiri dari usur motivasi serta presepsi yang berpengaruh sebesar 70% yang artinya berkategori kuat. Faktor psikologi berpengaruh yang paling tinggi terhadap minat konsumen pada produk perawatan tubuh yang digunakan, diikuti oleh faktor pribadi, faktor sosial dan yang paling rendah adalah faktor kebudayaan. Kata Kunci: produk perawatan tubuh, minat konsumen Abstract This study is aimed at finding and determining factors that influence the consumers? interest in using body care products. There are four factors which are cultural factor, social factor, private factor, and psychological factor. The research method used in this study is descriptive qualitative. The data analysis technique using statistic descriptive by the percentage calculation. The result showed that cultural factor consists of culture, sub culture, social class which had impact at 16% and can be categorized as low. Social factor consists element of reference group, family, also the role and status which had impact at 26% and can be categorized as low. Private factor includes element of age and stage of life cycle, job, economic situation, lifestyle, also characteristic and self-concept, impacted at 52% which means in medium. The psychological factor consists element of motivation and perception which had impact at 70%, means in the high category. Indeed, psychological factor had highest impact in consumer interest of body care products used followed by private factor, social factor, and the lowest is cultural factor. Keywords: body care products, consumer interest
AKULTURASI BUDAYA PADA TATA RIAS MUPUS BRAEN BLAMBANGAN SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI YANTI NURULLAILY, ZULVI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan tata rias pengantin yang bersumber dari kebudayaan asli suku Osing. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan proses pembentukan tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. (2) Untuk mengetahui akulturasi budaya pada tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Informan dalam penelitian ialah perias senior Banyuwangi, HARPI Melati Banyuwangi, pemuka adat desa Kemiren, serta Budayawan. Data diproses melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengantin Mupus Braen Blambangan bermula dari pengantin Osing. Pengantin Osing merupakan pengantin tradisi kuno yang bersumber dari desa Kemiren. Terbentuknya pengantin Mupus Braen Blambangan didorong oleh semangat penggalian pengantin Nusantara. Bentuk tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan hasil interaksi budaya, yaitu budaya kerajaan Blambangan, budaya Hindu dan budaya Islam. Kata Kunci : Akulturasi budaya, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Tata Rias Pengantin Abstract Mupus Braen Blambangan?s bride is source bride from the original culture of the Osing tribe. The purpose of the research at (1)Tto describe Mupus Braen Blambangan?s bride process forming of Osing tribe. (2) To know cultural acculturation of Mupus Braen Blambangan?s bride Osing tribe. This is descriptive qualitative research. Technique data collection done with interview, observation and documentation.. The location of research on Kemiren Village, Glagah Sub-district, Banyuwangi Regency. Main informant in this research are senior make up artist of Banyuwangi, HARPI Melati of Banyuwangi, traditional leader of Kemiren Village,and cultural practitioner. The data analys technique use data reduction, data display and conclussion. The result of the researh indicates that Mupus Braen Blambangan?s start from Osing?s bride. Osing?s bride is a ancient tradition source from Kemiren Vilage. The formation of Mupus Braen Blamngan?s bride push on excavation Archipelago?s bride. In formation of Mupus Braen Blambangan;s bride cultural interaction occurs, among of them are royal culture, Hindu culture and Islamic culture Keyword : Cultural acculturation, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Bridal Make up
AKULTURASI BUDAYA PADA TATA RIAS MUPUS BRAEN BLAMBANGAN SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI YANTI NURULLAILY, ZULVI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan tata rias pengantin yang bersumber dari kebudayaan asli suku Osing. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan proses pembentukan tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. (2) Untuk mengetahui akulturasi budaya pada tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Informan dalam penelitian ialah perias senior Banyuwangi, HARPI Melati Banyuwangi, pemuka adat desa Kemiren, serta Budayawan. Data diproses melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengantin Mupus Braen Blambangan bermula dari pengantin Osing. Pengantin Osing merupakan pengantin tradisi kuno yang bersumber dari desa Kemiren. Terbentuknya pengantin Mupus Braen Blambangan didorong oleh semangat penggalian pengantin Nusantara. Bentuk tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan hasil interaksi budaya, yaitu budaya kerajaan Blambangan, budaya Hindu dan budaya Islam. Kata Kunci : Akulturasi budaya, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Tata Rias Pengantin Abstract Mupus Braen Blambangan?s bride is source bride from the original culture of the Osing tribe. The purpose of the research at (1)Tto describe Mupus Braen Blambangan?s bride process forming of Osing tribe. (2) To know cultural acculturation of Mupus Braen Blambangan?s bride Osing tribe. This is descriptive qualitative research. Technique data collection done with interview, observation and documentation.. The location of research on Kemiren Village, Glagah Sub-district, Banyuwangi Regency. Main informant in this research are senior make up artist of Banyuwangi, HARPI Melati of Banyuwangi, traditional leader of Kemiren Village,and cultural practitioner. The data analys technique use data reduction, data display and conclussion. The result of the researh indicates that Mupus Braen Blambangan?s start from Osing?s bride. Osing?s bride is a ancient tradition source from Kemiren Vilage. The formation of Mupus Braen Blamngan?s bride push on excavation Archipelago?s bride. In formation of Mupus Braen Blambangan;s bride cultural interaction occurs, among of them are royal culture, Hindu culture and Islamic culture Keyword : Cultural acculturation, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Bridal Make up
AKULTURASI BUDAYA PADA TATA RIAS MUPUS BRAEN BLAMBANGAN SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI YANTI NURULLAILY, ZULVI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan tata rias pengantin yang bersumber dari kebudayaan asli suku Osing. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan proses pembentukan tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. (2) Untuk mengetahui akulturasi budaya pada tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Informan dalam penelitian ialah perias senior Banyuwangi, HARPI Melati Banyuwangi, pemuka adat desa Kemiren, serta Budayawan. Data diproses melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengantin Mupus Braen Blambangan bermula dari pengantin Osing. Pengantin Osing merupakan pengantin tradisi kuno yang bersumber dari desa Kemiren. Terbentuknya pengantin Mupus Braen Blambangan didorong oleh semangat penggalian pengantin Nusantara. Bentuk tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan hasil interaksi budaya, yaitu budaya kerajaan Blambangan, budaya Hindu dan budaya Islam. Kata Kunci : Akulturasi budaya, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Tata Rias Pengantin Abstract Mupus Braen Blambangan?s bride is source bride from the original culture of the Osing tribe. The purpose of the research at (1)Tto describe Mupus Braen Blambangan?s bride process forming of Osing tribe. (2) To know cultural acculturation of Mupus Braen Blambangan?s bride Osing tribe. This is descriptive qualitative research. Technique data collection done with interview, observation and documentation.. The location of research on Kemiren Village, Glagah Sub-district, Banyuwangi Regency. Main informant in this research are senior make up artist of Banyuwangi, HARPI Melati of Banyuwangi, traditional leader of Kemiren Village,and cultural practitioner. The data analys technique use data reduction, data display and conclussion. The result of the researh indicates that Mupus Braen Blambangan?s start from Osing?s bride. Osing?s bride is a ancient tradition source from Kemiren Vilage. The formation of Mupus Braen Blamngan?s bride push on excavation Archipelago?s bride. In formation of Mupus Braen Blambangan;s bride cultural interaction occurs, among of them are royal culture, Hindu culture and Islamic culture Keyword : Cultural acculturation, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Bridal Make up
AKULTURASI BUDAYA PADA TATA RIAS MUPUS BRAEN BLAMBANGAN SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI YANTI NURULLAILY, ZULVI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan tata rias pengantin yang bersumber dari kebudayaan asli suku Osing. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan proses pembentukan tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. (2) Untuk mengetahui akulturasi budaya pada tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Informan dalam penelitian ialah perias senior Banyuwangi, HARPI Melati Banyuwangi, pemuka adat desa Kemiren, serta Budayawan. Data diproses melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengantin Mupus Braen Blambangan bermula dari pengantin Osing. Pengantin Osing merupakan pengantin tradisi kuno yang bersumber dari desa Kemiren. Terbentuknya pengantin Mupus Braen Blambangan didorong oleh semangat penggalian pengantin Nusantara. Bentuk tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan hasil interaksi budaya, yaitu budaya kerajaan Blambangan, budaya Hindu dan budaya Islam. Kata Kunci : Akulturasi budaya, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Tata Rias Pengantin Abstract Mupus Braen Blambangan?s bride is source bride from the original culture of the Osing tribe. The purpose of the research at (1)Tto describe Mupus Braen Blambangan?s bride process forming of Osing tribe. (2) To know cultural acculturation of Mupus Braen Blambangan?s bride Osing tribe. This is descriptive qualitative research. Technique data collection done with interview, observation and documentation.. The location of research on Kemiren Village, Glagah Sub-district, Banyuwangi Regency. Main informant in this research are senior make up artist of Banyuwangi, HARPI Melati of Banyuwangi, traditional leader of Kemiren Village,and cultural practitioner. The data analys technique use data reduction, data display and conclussion. The result of the researh indicates that Mupus Braen Blambangan?s start from Osing?s bride. Osing?s bride is a ancient tradition source from Kemiren Vilage. The formation of Mupus Braen Blamngan?s bride push on excavation Archipelago?s bride. In formation of Mupus Braen Blambangan;s bride cultural interaction occurs, among of them are royal culture, Hindu culture and Islamic culture Keyword : Cultural acculturation, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Bridal Make up

Page 4 of 4 | Total Record : 36