cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 91 Documents clear
STRATEGI PEMASARAN DI NURAYYA SALON DAN SPA MUSLIMAH SURABAYA HAFDARA MAGHFIROH, SITI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan oleh Nurayya Salon. Penelitian ini termasuk penelitian dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan adalah owner, pegawai dan konsumen. Teknik analisis data dengan cara mengorganisasikan data kedalam reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan uji kredibilitas. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Strategi pemasaran fokus pada empat komponen yaitu: segmentasi pasar dengan pemilihan salon khusus muslimah. Target pasar yang dipilih yaitu muslimah kalangan menengah atas. Posisi pasar di tengah kota, pusat keramaian, pusat kegiatan islami, pusat pemerintahan, area kampus dan perumahan mewah. Bauran pemasaran dengan menyesuaikan produk yang ditawarkan, harga, tempat dan promosi. Strategi promosi secara offline marketing dan digital marketing. Digital marketing merupakan strategi unggulan yang dapat menarik konsumen untuk memilih jasa salon muslimah pada Nurayya Salon dan Spa Muslimah Surabaya. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Salon Muslimah, Digital Marketing. Abstract This study aims to determine the marketing strategy adopted by Nurayya Salon. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques with interviews, observation and documentation. Informants are owners, employees and consumers. Data analysis techniques by organizing data into data reduction, data presentation, drawing conclusions and credibility tests. The data analyzed by using SWOT analyze (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). The results showed that: The marketing strategy focused on four components, namely: market segmentation by selecting Muslim salons. The target market chosen is middle-class Muslim women. Market position in the city center, downtown, Islamic activity center, government center, campus area and luxury housing. Marketing mix by adjusting offered products, prices, places and promotions. Promotion strategies for offline marketing and digital marketing. Digital marketing is a superior strategy that can attract consumers to choose Muslim salon services at Nurayya Salon and Spa Muslimah Surabaya. Keywords : Marketing strategy, muslimah salon, digital marketing.
STRATEGI PEMASARAN DI NURAYYA SALON DAN SPA MUSLIMAH SURABAYA HAFDARA MAGHFIROH, SITI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan oleh Nurayya Salon. Penelitian ini termasuk penelitian dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan adalah owner, pegawai dan konsumen. Teknik analisis data dengan cara mengorganisasikan data kedalam reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan uji kredibilitas. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Strategi pemasaran fokus pada empat komponen yaitu: segmentasi pasar dengan pemilihan salon khusus muslimah. Target pasar yang dipilih yaitu muslimah kalangan menengah atas. Posisi pasar di tengah kota, pusat keramaian, pusat kegiatan islami, pusat pemerintahan, area kampus dan perumahan mewah. Bauran pemasaran dengan menyesuaikan produk yang ditawarkan, harga, tempat dan promosi. Strategi promosi secara offline marketing dan digital marketing. Digital marketing merupakan strategi unggulan yang dapat menarik konsumen untuk memilih jasa salon muslimah pada Nurayya Salon dan Spa Muslimah Surabaya. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Salon Muslimah, Digital Marketing. Abstract This study aims to determine the marketing strategy adopted by Nurayya Salon. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques with interviews, observation and documentation. Informants are owners, employees and consumers. Data analysis techniques by organizing data into data reduction, data presentation, drawing conclusions and credibility tests. The data analyzed by using SWOT analyze (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). The results showed that: The marketing strategy focused on four components, namely: market segmentation by selecting Muslim salons. The target market chosen is middle-class Muslim women. Market position in the city center, downtown, Islamic activity center, government center, campus area and luxury housing. Marketing mix by adjusting offered products, prices, places and promotions. Promotion strategies for offline marketing and digital marketing. Digital marketing is a superior strategy that can attract consumers to choose Muslim salon services at Nurayya Salon and Spa Muslimah Surabaya. Keywords : Marketing strategy, muslimah salon, digital marketing.
STRATEGI PEMASARAN DI NURAYYA SALON DAN SPA MUSLIMAH SURABAYA HAFDARA MAGHFIROH, SITI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan oleh Nurayya Salon. Penelitian ini termasuk penelitian dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan adalah owner, pegawai dan konsumen. Teknik analisis data dengan cara mengorganisasikan data kedalam reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan uji kredibilitas. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Strategi pemasaran fokus pada empat komponen yaitu: segmentasi pasar dengan pemilihan salon khusus muslimah. Target pasar yang dipilih yaitu muslimah kalangan menengah atas. Posisi pasar di tengah kota, pusat keramaian, pusat kegiatan islami, pusat pemerintahan, area kampus dan perumahan mewah. Bauran pemasaran dengan menyesuaikan produk yang ditawarkan, harga, tempat dan promosi. Strategi promosi secara offline marketing dan digital marketing. Digital marketing merupakan strategi unggulan yang dapat menarik konsumen untuk memilih jasa salon muslimah pada Nurayya Salon dan Spa Muslimah Surabaya. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Salon Muslimah, Digital Marketing. Abstract This study aims to determine the marketing strategy adopted by Nurayya Salon. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques with interviews, observation and documentation. Informants are owners, employees and consumers. Data analysis techniques by organizing data into data reduction, data presentation, drawing conclusions and credibility tests. The data analyzed by using SWOT analyze (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). The results showed that: The marketing strategy focused on four components, namely: market segmentation by selecting Muslim salons. The target market chosen is middle-class Muslim women. Market position in the city center, downtown, Islamic activity center, government center, campus area and luxury housing. Marketing mix by adjusting offered products, prices, places and promotions. Promotion strategies for offline marketing and digital marketing. Digital marketing is a superior strategy that can attract consumers to choose Muslim salon services at Nurayya Salon and Spa Muslimah Surabaya. Keywords : Marketing strategy, muslimah salon, digital marketing.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMASARAN TERHADAP PRODUK NURAYYA SAMPO DANDRUFF TANPA KANDUNGAN SLS RIESTIAN R, BERLIANA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media sosial sudah menjadi hal pokok dalam penyampaian informasi, memperkenalkan produk dan adanya media sosial dapat digunakan sebagai sarana pemasaran produk kepada masyarakat khususnya konsumen. Nurayya Salon & Spa Muslimah memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran online untuk mempengarui daya beli konsumen. Sampo merupakan produk kecantikan yang dipergunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sampo memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan juga kebersihan rambut. Nurayya memproduksi sebuah sampo yang diberi nama Nurayya Sampo Dandruff Tanpa Kandungan SLS (Sodium Lauryl Sulphate). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Intensitas akses media sosial sebagai alat pemasaran produk pada Nurayya Shampo Dandruff (2) Media sosial apa saja yang digunakan oleh Nurayya sebagai alat pemasaran produk (3) Peran media sosial bagi Nurayya untuk mempromosikan produk Nurayya Sampo Dandruff. Penelitian ini merupakan analisis kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara kepada pemilik dari Nurayya. Hasil penelitian menunjukan bahwa media sosial adalah sesuatu yang pokok dalam melaksanakan promosi dalam media pemasaran. Media pemasaran yang digunakan dalam pemasaran produk adalah Instagram, Whatsapp, Facebook dan Fanspage dengan adanya konten dapat menarik konsumen agar melakukan pembelian terhadap apa yang kita tampilkan. Kata Kunci: Media Sosial, Media Pemasaran, Nurayya Sampo Dandruff. Abstract Social media has become the main thing in the delivery of information, introducing products and the presence of social media can be used as a means of marketing products to the public, especially consumers. Nurayya Salon & Spa Muslimah utilizes social media as an online marketing tool to influence consumer purchasing power. Shampoo is a beauty product that is used by all walks of life, shampoo has an important role in maintaining health as well as hair hygiene. Nurayya produces a shampoo called Nurayya Sampo Dandruff without the content of SLS (Sodium Lauryl Sulphate). This study aims to determine (1) Intensity of social media access as a product marketing tool in Nurayya Shampoo Dandruff (2) What social media is used by Nurayya as a product marketing tool (3) The role of social media for Nurayya to promote Nurayya Sampo Dandruff products. This research is a qualitative analysis by taking data through interviews with the owner of Nurayya. The results showed that social media is an important thing in promoting media marketing. The marketing media used in product marketing are Instagram, Whatsapp, Facebook and Fanspage with the content that can attract consumers to make purchases of what we display .Keywords: Social Media, Makteting Media, Nurayya Shampo Dandruff
PEMANFAAN EKSTRAK DAUN BIDARA LAUT (STRYCHNOS LIGUSTRINA BLUME) UNTUK PEMBUATAN HAIRTONIC , MUCHLISA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil jadi hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut (strychnos lingustrina blume), dan (2) mengetahui kadar pH hair tonic yang paling disukai panelis, (3) mengetahui masa simpan hair tonic terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen, dengan variabel bebas jumlah penambahan ekstrak daun bidara laut yaitu : X1 (0,5gr), X2 (0,75gr), dan X3 (1gr). Variabel terikat, yaitu sifat fisik hair tonic yang meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian dan kesukaan panelis. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode observasi yang dilakukan oleh 10 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hair tonic yang paling baik yaitu hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut 0,75gr (X2), dengan kriteria beraroma daun bidara laut, berwarna hijau kekuningan, homogen, dan terasa dingin dan mudah menyerap pada kulit. Ph hair tonic pada hari ke-7 yaitu memiliki kadar ph 6,58 dan pada hari ke-10 memiliki kadar ph 6,55. Hal tersebut berarti Hair tonic masih sesuai dengan SNI syarat hair tonic yaitu antara 3,0-7,0. Masa simpan hair tonic masih dapat digunakan sampai hari ke-10 karena jumlah mikroba masih sesuai dengan SNI hair tonic yakni dibawah 105. hasil angka lempeng total bakteri tersebut yaitu 3,2x101. Kata Kunci: Hair tonic, ekstrak daun bidara laut. Abstract The aim of this research is (1) to determine the effect of the results of being a hair tonic with the addition of strychnos lingustrina leaf extract different, on the physical properties of hair tonic and the panelists level of preference, (2) know the pH level of Hair tonic that panelists like best, (3) knowing the shelf life of the panelists most like. This research was an experiment, with the independent variable the amount of addition of strychnos lingustrina leaf extract namely : X1 (0.5gr), X2 (0.75gr), and X3 (1gr). Dependent variable, namely the physical nature of hair tonic which includes scent, color, homogeneity, impression of usage and panelist preference. Data collection technique is to use the method of observation conducted by 10 panelists. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. The results showed that the most preferred hair tonic by panelists was hair tonic with the addition of 0.75gr (X2) strychnos lingustrina leaf extract, with scented criteria for strychnos lingustrina leaf, yellowish green, homogeneous, and felt cold and easily absorbed on the skin. Hair tonic ph on the 7th day has a pH level of 6.58 and on the 10th day has a pH level of 6.55. This means that Hair tonic is still in accordance with SNI hair tonic requirements, which is between 3.0-7.0. The shelf life of hair tonic can still be used until the 10th day because the number of microbes is still in accordance with SNI hair tonic which is below105. the result of total bacterial plate count is 3.2x101. Keywords : Hair tonic, strychnos lingustrina leaf extract.
PEMANFAAN EKSTRAK DAUN BIDARA LAUT (STRYCHNOS LIGUSTRINA BLUME) UNTUK PEMBUATAN HAIRTONIC , MUCHLISA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil jadi hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut (strychnos lingustrina blume), dan (2) mengetahui kadar pH hair tonic yang paling disukai panelis, (3) mengetahui masa simpan hair tonic terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen, dengan variabel bebas jumlah penambahan ekstrak daun bidara laut yaitu : X1 (0,5gr), X2 (0,75gr), dan X3 (1gr). Variabel terikat, yaitu sifat fisik hair tonic yang meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian dan kesukaan panelis. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode observasi yang dilakukan oleh 10 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hair tonic yang paling baik yaitu hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut 0,75gr (X2), dengan kriteria beraroma daun bidara laut, berwarna hijau kekuningan, homogen, dan terasa dingin dan mudah menyerap pada kulit. Ph hair tonic pada hari ke-7 yaitu memiliki kadar ph 6,58 dan pada hari ke-10 memiliki kadar ph 6,55. Hal tersebut berarti Hair tonic masih sesuai dengan SNI syarat hair tonic yaitu antara 3,0-7,0. Masa simpan hair tonic masih dapat digunakan sampai hari ke-10 karena jumlah mikroba masih sesuai dengan SNI hair tonic yakni dibawah 105. hasil angka lempeng total bakteri tersebut yaitu 3,2x101. Kata Kunci: Hair tonic, ekstrak daun bidara laut. Abstract The aim of this research is (1) to determine the effect of the results of being a hair tonic with the addition of strychnos lingustrina leaf extract different, on the physical properties of hair tonic and the panelists level of preference, (2) know the pH level of Hair tonic that panelists like best, (3) knowing the shelf life of the panelists most like. This research was an experiment, with the independent variable the amount of addition of strychnos lingustrina leaf extract namely : X1 (0.5gr), X2 (0.75gr), and X3 (1gr). Dependent variable, namely the physical nature of hair tonic which includes scent, color, homogeneity, impression of usage and panelist preference. Data collection technique is to use the method of observation conducted by 10 panelists. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. The results showed that the most preferred hair tonic by panelists was hair tonic with the addition of 0.75gr (X2) strychnos lingustrina leaf extract, with scented criteria for strychnos lingustrina leaf, yellowish green, homogeneous, and felt cold and easily absorbed on the skin. Hair tonic ph on the 7th day has a pH level of 6.58 and on the 10th day has a pH level of 6.55. This means that Hair tonic is still in accordance with SNI hair tonic requirements, which is between 3.0-7.0. The shelf life of hair tonic can still be used until the 10th day because the number of microbes is still in accordance with SNI hair tonic which is below105. the result of total bacterial plate count is 3.2x101. Keywords : Hair tonic, strychnos lingustrina leaf extract.
PEMANFAAN EKSTRAK DAUN BIDARA LAUT (STRYCHNOS LIGUSTRINA BLUME) UNTUK PEMBUATAN HAIRTONIC , MUCHLISA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil jadi hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut (strychnos lingustrina blume), dan (2) mengetahui kadar pH hair tonic yang paling disukai panelis, (3) mengetahui masa simpan hair tonic terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen, dengan variabel bebas jumlah penambahan ekstrak daun bidara laut yaitu : X1 (0,5gr), X2 (0,75gr), dan X3 (1gr). Variabel terikat, yaitu sifat fisik hair tonic yang meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian dan kesukaan panelis. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode observasi yang dilakukan oleh 10 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hair tonic yang paling baik yaitu hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut 0,75gr (X2), dengan kriteria beraroma daun bidara laut, berwarna hijau kekuningan, homogen, dan terasa dingin dan mudah menyerap pada kulit. Ph hair tonic pada hari ke-7 yaitu memiliki kadar ph 6,58 dan pada hari ke-10 memiliki kadar ph 6,55. Hal tersebut berarti Hair tonic masih sesuai dengan SNI syarat hair tonic yaitu antara 3,0-7,0. Masa simpan hair tonic masih dapat digunakan sampai hari ke-10 karena jumlah mikroba masih sesuai dengan SNI hair tonic yakni dibawah 105. hasil angka lempeng total bakteri tersebut yaitu 3,2x101. Kata Kunci: Hair tonic, ekstrak daun bidara laut. Abstract The aim of this research is (1) to determine the effect of the results of being a hair tonic with the addition of strychnos lingustrina leaf extract different, on the physical properties of hair tonic and the panelists level of preference, (2) know the pH level of Hair tonic that panelists like best, (3) knowing the shelf life of the panelists most like. This research was an experiment, with the independent variable the amount of addition of strychnos lingustrina leaf extract namely : X1 (0.5gr), X2 (0.75gr), and X3 (1gr). Dependent variable, namely the physical nature of hair tonic which includes scent, color, homogeneity, impression of usage and panelist preference. Data collection technique is to use the method of observation conducted by 10 panelists. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. The results showed that the most preferred hair tonic by panelists was hair tonic with the addition of 0.75gr (X2) strychnos lingustrina leaf extract, with scented criteria for strychnos lingustrina leaf, yellowish green, homogeneous, and felt cold and easily absorbed on the skin. Hair tonic ph on the 7th day has a pH level of 6.58 and on the 10th day has a pH level of 6.55. This means that Hair tonic is still in accordance with SNI hair tonic requirements, which is between 3.0-7.0. The shelf life of hair tonic can still be used until the 10th day because the number of microbes is still in accordance with SNI hair tonic which is below105. the result of total bacterial plate count is 3.2x101. Keywords : Hair tonic, strychnos lingustrina leaf extract.
PEMANFAAN EKSTRAK DAUN BIDARA LAUT (STRYCHNOS LIGUSTRINA BLUME) UNTUK PEMBUATAN HAIRTONIC , MUCHLISA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil jadi hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut (strychnos lingustrina blume), dan (2) mengetahui kadar pH hair tonic yang paling disukai panelis, (3) mengetahui masa simpan hair tonic terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen, dengan variabel bebas jumlah penambahan ekstrak daun bidara laut yaitu : X1 (0,5gr), X2 (0,75gr), dan X3 (1gr). Variabel terikat, yaitu sifat fisik hair tonic yang meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian dan kesukaan panelis. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode observasi yang dilakukan oleh 10 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hair tonic yang paling baik yaitu hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut 0,75gr (X2), dengan kriteria beraroma daun bidara laut, berwarna hijau kekuningan, homogen, dan terasa dingin dan mudah menyerap pada kulit. Ph hair tonic pada hari ke-7 yaitu memiliki kadar ph 6,58 dan pada hari ke-10 memiliki kadar ph 6,55. Hal tersebut berarti Hair tonic masih sesuai dengan SNI syarat hair tonic yaitu antara 3,0-7,0. Masa simpan hair tonic masih dapat digunakan sampai hari ke-10 karena jumlah mikroba masih sesuai dengan SNI hair tonic yakni dibawah 105. hasil angka lempeng total bakteri tersebut yaitu 3,2x101. Kata Kunci: Hair tonic, ekstrak daun bidara laut. Abstract The aim of this research is (1) to determine the effect of the results of being a hair tonic with the addition of strychnos lingustrina leaf extract different, on the physical properties of hair tonic and the panelists level of preference, (2) know the pH level of Hair tonic that panelists like best, (3) knowing the shelf life of the panelists most like. This research was an experiment, with the independent variable the amount of addition of strychnos lingustrina leaf extract namely : X1 (0.5gr), X2 (0.75gr), and X3 (1gr). Dependent variable, namely the physical nature of hair tonic which includes scent, color, homogeneity, impression of usage and panelist preference. Data collection technique is to use the method of observation conducted by 10 panelists. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. The results showed that the most preferred hair tonic by panelists was hair tonic with the addition of 0.75gr (X2) strychnos lingustrina leaf extract, with scented criteria for strychnos lingustrina leaf, yellowish green, homogeneous, and felt cold and easily absorbed on the skin. Hair tonic ph on the 7th day has a pH level of 6.58 and on the 10th day has a pH level of 6.55. This means that Hair tonic is still in accordance with SNI hair tonic requirements, which is between 3.0-7.0. The shelf life of hair tonic can still be used until the 10th day because the number of microbes is still in accordance with SNI hair tonic which is below105. the result of total bacterial plate count is 3.2x101. Keywords : Hair tonic, strychnos lingustrina leaf extract.
KAJIAN BENTUK DAN MAKNA TATA RIAS, BUSANA DAN AKSESORIS TARI OREK-OREK KHAS NGAWI ANGGITA SARI, PUTRI; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tari Orek-orek adalah kesenian tradisional yang berasal dari Ngawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bentuk dan makna tata rias wajah dan penataan rambut (2) Busana (3) Aksesoris tari Orek-orek khas Ngawi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tata rias tari Orek-orek adalah: 1). Tata rias penari perempuan menggunakan warna eyeshadow kuning bermakna kelincahan, merah bermakna kebahagiaan dan hitam bermakna kekuatan. Alis nanggal sepisan berwarna hitam bermakna seperti bulan sabit (melengkung indah). Penataan rambut menggunakan ukel tekuk melambangkan perempuan ibarat bunga yang baru mekar. Tata rias penari laki-laki menggunakan warna eyeshadow biru bermakna kedamaian dan hitam bermakna kekuatan. Alis telengan dan godeg prengesan berwarna hitam bermakna kegagahan. Penataan rambut menggunakan iket modang bermakna kepercayaan diri yang kuat. (2) Busana penari perempuan meliputi kebaya kutu baru berwarna merah melambangkan kekuatan dan kebahagiaan, sampur sinomparijoto melambangkan enom (muda), jarik motif pring sedapur melambangkan kebersamaan. Busana penari laki-laki meliputi kemeja lengan panjang berwarna kuning melambangkan kejayaan, rompi dan celana cinde berwarna merah melambangkan kekuatan dan keberanian, sampur sinomparijoto melambangkan enom (muda), jarik motif pring sedapur melambangkan kebersamaaan (3) Aksesoris penari perempuan meliputi cundhuk mentul melambangkan matahari berpijar memberi kehidupan, ceplok melambangkan keharuman dari para leluhur, slepe berwarna merah melambangkan kebahagiaan. Aksesoris penari laki-laki epek timang melambangkan bekerja dengan sungguh-sungguh. Kata Kunci: Bentuk, Makna, Tata Rias, Tari Orek-Orek AbstractOrek-orek dance is traditional dance from Ngawi. This study aims to know (1) the meaning of hair do and make up look (2) costume (3) accessories of Orek-Orek dance from Ngawi. This study is using descriptive qualitative method. The data collected by interview, observation, and documentation. The study result of the makeup of the Orek-orek dance is 1.) the female dancer is using yellow eyeshadow that is means agility, the red eyeshadow means happiness, and black means strength. The black nanggal eyebrows means a half moon (that curved beautifully). The hair do is using ukel tekuk that symbolize of the flower blooming. The male dancer is using blue eyeshadow that is means peace and the black means strength. The black telegan eyebrows and godeg prengesan means brave. The hair do is using iket modang that means the confidence. (2) The costume of the female dancer is a red kutu baru kebaya symbolize strength and happiness, sampur sinomparijoto means enom (young), jarik pring sedapur that means togetherness. Then, the costume of male dancer is a yellow long sleeves shirt that means glory, and the red cinde pants and vest means strength and brave, sampur sinomparijoto means enom (young), jarik pring sedapur means togetherness. (3) The female accessories is cundhuk mentul symbolize the shine sun that gives life, ceplok means a good reputation that is always remembered, the red slepe means happiness. The accessories of male dancer is epek timang symbolize work hard. Keywords: Shape, Meaning, Cosmetology, Orek-Orek Dance
PELATIHAN TATA RIAS DASAR BAGI REMAJA EKONOMI LEMAH DESA TULUNGREJO KABUPATEN KEDIRI FEBRIAN CHRISTININGTYAS, DWI; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengelolaan pelatihan tata rias dasar bagi remaja ekonomi lemah di Tulungrejo, 2) aktivitas peserta pelatihan remaja desa tulungrejo, 3) hasil merias wajah pada remaja dusun tulungrejo kecamatan pare sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan, 4) respon peserta terhadap pelatihan tata rias wajah. Metode penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain pretest dan posttest. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pengelolaan pelatihan, lembar observasi aktivitas peserta, lembar tes hasil pelatihan dan lembar angket respon peserta. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t atau paired sample t-test dengan aplikasi SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keterlaksanaan pengelolaan pelatihan sangat baik, 2) ktivitas peserta sangat baik, 3) nilai rata-rata Pretest dan Posttest dengan perhitungan taraf signifikansi menggunakan uji t test dengan SPSS 16 menunjukkan bahwa ada peningkatan kompetensi keterampilan merias setelah dilakukan treatment atau pelatihan merias wajah, 4) respon peserta, diketahui bahwa peserta bersemangat dan antusias dalam mengikuti pelatihan merias wajah. Kata Kunci: Pelatihan Tata rias Desa Tulungrejo ABSTRACT This study aims to find out 1) the management of basic cosmetology training for economically weak youth in Tulungrejo, 2) the activities of youth training participants in Tulungrejo village, 3) the results of makeup on teenagers in Tulungrejo hamlet, Pare sub-district before and after the training, 4) participant responses to face makeup training. This research method is a pre-experimental design with pretest and posttest. The instrument used for data collection in this study used the observation sheet of the management of the training, the observation sheet of the participants activity, the test sheet of the results of the training and the participants questionnaire response sheet. Data analysis techniques in this study used a t-test or paired sample t-test with SPSS 16 applications. The results showed that 1) the management of the training was very good, 2) the participants were very good, 3) the pretest and posttest average values ??with calculations significance level using t test with SPSS 16 shows that there is an increase in the competency of makeup skills after treatment or training in makeup, 4) participant responses, it is known that participants are excited and enthusiastic in taking makeup training. Keywords: Make-up Training in Tulungrejo Village.

Page 2 of 10 | Total Record : 91