cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 91 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 91 Documents clear
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD KOMPETENSI DASAR MIKROORGANISME BIDANG KECANTIKAN Arfikum Anna, Nurizza; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKModel pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) merupakan cara atau startegi yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif dengan metode ceramah, pertanyaan, tanya jawab dan diskusi yang beranggotakan 3 sampai 4 peserta didik. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) membuat peserta didik aktif dalam proses pembelajaran, mempelajari dan memahami suatu materi yang diberikan, serta dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji/ mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Penelitian ini merupakan studi literatur yang membahas tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku dan jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) adalah model pembelajaran yang baik untuk diterapkan pada kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung pembelajaran kooperatif tipe STAD dan menjadikan peserta didik lebih mudah dalam mengingat materi yang disampaikan. Kata Kunci: Kooperatif Tipe STAD, Mikroorganisme terkait Bidang Kecantikan ABSTRACTThe STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model is a method or strategy used in cooperative learning with lecture, question, answer and question methods consisting of 3 to 4 students. The STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model makes students active in the learning process, learning and understanding a given material, and in communicating. The purpose of this research is to study / describe the application of STAD type cooperative learning models with the basic competencies of microorganisms related to the beauty field. This research is a literature study that discusses the application of the STAD type cooperative learning model of basic competencies related to the field of beauty microorganisms. Data collection is done by collecting related books and journals for later reading and review. The results showed that the application of the STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model was a good learning model to be applied to the basic competencies of microorganisms related to the beauty field. This can be seen from the many learning theories that support STAD type cooperative learning and make it easier for students to remember the material presented. Keywords: Cooperative Type STAD , Microorganism related to Beauty
KAJIAN MODEL PEMBELAJARARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA BIDANG KECANTIKAN Margarina Dewi, Frida; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda. Dalam penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dapat mengetahui: 1) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) keaktifan siswa selama proses pembelajaran,3) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe TGT pada pengetauan keselamatan kerja, 4) respon siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Setelah data terkumpul, dilakukan pengujian dan perbandingan data yang ditemukan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) serta siswa menjadi lebih mudah mengingat teori yang disampaikan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Keselamatan Kerja, bidang kecantikan Abstract The TGT (Team Games Tournament) cooperative learning model is a type of cooperative learning that places students in study groups of 5 to 6 students who have different abilities, genders, syllables or races. The purpose of this study is to find out : 1) the implementation of the TGT cooperative learning model on te basic competencies of implementing occupational safety, 2) the activeness of students during te learning process, 3) te improvement of student learning outcomes after participating in the TGT learning in work safety knowledge, 4) student responses after implementing te learning process. The purpose of this study is to examine the literature on te aplplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative lerning model on basic occuptional safety competencies. Data collection is carried out by collecting related books and journals for later reading and review. After te data has been collected, testing and comparison of the data found. The data analysis technique was carried out qualitatively by citing appropriate opinions. The result showed that the application of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model was an excellent model used in basic occupational safety competencies as a very good model used in basic occupational safety competencies. This is evident from te many learning teories tat support the aplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model and students become easier to remember te theory presented. Keywords: TGT (Team Games Tournament) type of Cooperative Learning Model, Basic Competence for Applying Work Safety.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA BIDANG KECANTIKAN Margarina Dewi, Frida; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda. Dalam penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dapat mengetahui: 1) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) keaktifan siswa selama proses pembelajaran,3) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe TGT pada pengetauan keselamatan kerja, 4) respon siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Setelah data terkumpul, dilakukan pengujian dan perbandingan data yang ditemukan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) serta siswa menjadi lebih mudah mengingat teori yang disampaikan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Keselamatan Kerja, bidang kecantikan Abstract The TGT (Team Games Tournament) cooperative learning model is a type of cooperative learning that places students in study groups of 5 to 6 students who have different abilities, genders, syllables or races. The purpose of this study is to find out : 1) the implementation of the TGT cooperative learning model on te basic competencies of implementing occupational safety, 2) the activeness of students during te learning process, 3) te improvement of student learning outcomes after participating in the TGT learning in work safety knowledge, 4) student responses after implementing te learning process. The purpose of this study is to examine the literature on te aplplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative lerning model on basic occuptional safety competencies. Data collection is carried out by collecting related books and journals for later reading and review. After te data has been collected, testing and comparison of the data found. The data analysis technique was carried out qualitatively by citing appropriate opinions. The result showed that the application of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model was an excellent model used in basic occupational safety competencies as a very good model used in basic occupational safety competencies. This is evident from te many learning teories tat support the aplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model and students become easier to remember te theory presented. Keywords: TGT (Team Games Tournament) type of Cooperative Learning Model, Basic Competence for Applying Work Safety.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA BIDANG KECANTIKAN Margarina Dewi, Frida; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda. Dalam penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dapat mengetahui: 1) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) keaktifan siswa selama proses pembelajaran,3) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe TGT pada pengetauan keselamatan kerja, 4) respon siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Setelah data terkumpul, dilakukan pengujian dan perbandingan data yang ditemukan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) serta siswa menjadi lebih mudah mengingat teori yang disampaikan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Keselamatan Kerja, bidang kecantikan Abstract The TGT (Team Games Tournament) cooperative learning model is a type of cooperative learning that places students in study groups of 5 to 6 students who have different abilities, genders, syllables or races. The purpose of this study is to find out : 1) the implementation of the TGT cooperative learning model on te basic competencies of implementing occupational safety, 2) the activeness of students during te learning process, 3) te improvement of student learning outcomes after participating in the TGT learning in work safety knowledge, 4) student responses after implementing te learning process. The purpose of this study is to examine the literature on te aplplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative lerning model on basic occuptional safety competencies. Data collection is carried out by collecting related books and journals for later reading and review. After te data has been collected, testing and comparison of the data found. The data analysis technique was carried out qualitatively by citing appropriate opinions. The result showed that the application of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model was an excellent model used in basic occupational safety competencies as a very good model used in basic occupational safety competencies. This is evident from te many learning teories tat support the aplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model and students become easier to remember te theory presented. Keywords: TGT (Team Games Tournament) type of Cooperative Learning Model, Basic Competence for Applying Work Safety.
MAKNA TEMU TEMANTEN NEMBE PADA UPACARA PERNIKAHAN DI TUBAN TIFTAANI DIAN AGUSTINA, SASTRI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Temu temanten nembe merupakan prosesi perkawinan yang dilaksanakan masyarakat Tuban ketika menikahkan anak yang pertama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan (1) tahapan upacara temu temanten nembe, dan (2) makna upacara temu temanten nembe. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, pedoman observasi dan pedoman dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang mana di dalamnya terdapat tiga komponen pokok yang harus dimengerti dan dipahami oleh setiap peneliti. Tiga komponen tersebut adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) tahapan pada temu temanten nembe meliputi tiga hal yaitu: yang pertama menyiapkan sarana dan prasarana temu temanten nembe, yang kedua pelaksanaan temu temanten nembe, dan yang ketiga adalah tahapan setelah temu temanten nembe. (2) kandungan makna yang terdapat dalam temu temanten nembe terletak pada sarana dan prasarana temu temanten nembe yaitu nasi kuning, kembang mayang, iyan, ilir, jebor, irus, entong, kukusan, tombak, kendi dan kinangan yang kesemuanya memiliki makna yang berbeda-beda. Temu temanten nembe merupakan sarana untuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya diberi kelancaran dalam melangsungkan prosesi pernikahan dan tidak diganggu oleh roh-roh halus, dan diharapkan supaya menjadi keluarga yang selalu bahagia, bisa saling menghargai pasangan, bertanggung jawab dan selamat dunia serta akhiratnya. Kata Kunci: Makna, Temu Temanten Nembe, Upacara Pernikahan, Budaya Abstract Temu Temanten Nembe is a local cultural heritage of Tuban that is worth preserving. Temu Temanten Nembe must be done by the Tuban community in marrying their first child. The purpose of this study is to describe (1) the stages of Temu Temanten Nembe, and (2) the meaning of temu temanten nembe. This type of research uses descriptive qualitative data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The instruments used in this study were interview guidelines, observation guidelines and documentation guidelines. This research data analysis uses an interactive analysis model in which there are three main components that must be understood and understood by each researcher. The three components are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate (1) the stages of the temu temanten nembe include three things: the first is preparing the facilities and infrastructure of the temu temanten nembe, the second is the implementation of the temu temanten nembe, and the third is the stage after the temu temanten nembe. (2) the content of cultural values contained in the temu temanten nembe lies in the facilities and infrastructure of temu temanten nembe namely yellow rice, kembang mayang, iyan, ilir, jebor, irus, entong, steaming, spear, jug and kinangan all of which have different meanings. Temu temanten nembe is a means for supplication to God Almighty to be given a smooth process of marriage and not be disturbed by spirits, and is expected to be a family that is always happy, can respect each others partners, take responsibility and be safe in the world and the hereafter. Keywords: Meaning, Temu Temanten Nembe, Wedding Ceremony, Culture
KEMAMPUAN MERIAS WAJAH KOREKTIF UNTUK PESTA MALAM MELALUI PELATIHAN BAGI ANGGOTA PKK DI DESA WIROBITING SIDOARJO DINI PRILIASARI, AYU; USODONINGTYAS, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggota PKK di Desa Wirobiting cSidoarjo belum memiliki ckemampuan merias wajah korektif, ckhususnya untuk pesta malam. cTujuan penelitian ini adalah cuntuk mengetahui 1) pengelolaan cpelatihan merias wajah ckorektif untuk cpesta malam bagi anggota cPKK di Desa cWirobiting Sidoarjo, 2) caktivitas peserta cpelatihan, dan 3) hasil kemampuan cpelatihan cmerias wajah ckorektif untuk pesta malam bagi canggota PKK di Desa cWirobiting cSidoarjo, dan 4) crespon peserta cpelatihan. cSubyek penelitian ini adalah canggota PKK di cDesa Wirobiting cSidoarjo yang cberjumlah 20 orang. cMetode pengumpulan cdata menggunakan cobsevasi, tes dan cangket. cHasil cpenelitian menunjukkan cbahwa pengelolaan cpelatihan memperoleh cnilai rata-rata 3,7 (baik). Aktivitas cpeserta cmemperoleh nilai rata-rata 3,8 (baik). cKemampuan peserta cdalam merias wajah ckorektif untuk cpesta malam crata-rata 35,6% (baik). Respon peserta terhadap cpelaksanaan cpelatihan csebesar 55% (baik) dan 20% (sangat baik). Kesimpulannya cbahwa kemampuan cmerias wajah korektif cuntuk pesta cmalam melalui pelatihan cberhasil baik.Kata cKunci: Pelatihan, cMerias Wajah ckorektif. cAbstractPKK members in cSidoarjo Wirobiting Village do cnot yet have the cability to do corrective cmakeup,especially for cnight parties. The cpurpose of this cstudy wa to determine 1) the cmanagement of cmakeup training, 2) the ctraining participantas?activities, and 3) thec results of the training cabilities, and 4) the ctraining participants? responses. cThe subjects of this cstudy were 20 PKK cmembers in Wirobiting Sidoarjo Village. Data ccollection methodsc use observation, test cand questionnaires. The results showed that the cmanagement of ctraining received an caverage grade of 3,7 (good). Activity cparticipants receivedan caverage grade of 3,8 (good). cThe ability of participants on caverage 35,6% (good). Thec average cpercentage of cparticipant responses wa 55% (good) cand 20% (very good). The cconclusion is that cthe cability todo coreective cmakup for cevening partiesc through training is
ANALISIS PRODUK KOSMETIK MAKE UP SALAH SATU MEREK GLOBAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SANIATI, FARRAILA; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kosmetik adalah produk yang digunakan untuk mempercantik dan mengubah penampilan tanpa mempengaruhi struktur atau fungsi tubuh. Kebutuhan kosmetik bagi konsumen berbeda-beda, produsen kosmetik berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Perkembangan industri kosmetik di Indonesia semakin besar, persaingan juga semakin ketat. Tren kosmetik di indonesia memunculkan berbagai jenis kosmetik dari banyak brand dan tersedia di berbagai pusat perbelanjaan. Produsen kosmetik memiliki strategi pemasaran yang baik dan tepat agar dapat mempertahankan dan mendapatkan lebih banyak pangsa pasar yang ada di Indonesia antaralain melalui media sosial dan media iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keputusan pembelian produk merek global yang mempunyai kualitas produk luxury brand dengan harga ramah dikantong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang merujuk pada buku-buku, karya ilmiah, dan internet. Hasil penelitian ini berupa penjelasan tentang pengaruh dari Beauty Vlogger Riview dan iklan terhadap keputusan pembelian pada produk kosmetik make up. Kata Kunci: Produk Kosmetik, Merek Global, Keputusan Pembelian. Abstract Cosmetics are products that are used to enhance and change their appearance without affecting the structure or function of the body. Cosmetics needs for consumers different, cosmetics producer are competing to meet consumer needs. The development of the cosmetics industry in Indonesia is getting bigger, competition is also getting strict. Cosmetic trends in Indonesia bring up various types of cosmetics from many brands and are available in various shopping centers. Cosmetics producers have a good and appropriate marketing strategy to be able to maintain and gain more market share in Indonesia, among others through social media and advertising media. This study aims to describe the purchasing decisions of global brand products that have quality luxury brand products at bag-friendly prices. This research uses the method of library research that is research that refers to books, scientific works, and internet. The results of this study are in the form of an explanation of the effect of Riview Beauty Vlogger and advertisements on purchasing decisions on make up cosmetic products. Keywords: Product Cosmetic, Global Brands, Purchasing Decisions.
ANALISIS PRODUK KOSMETIK MAKE UP SALAH SATU MEREK GLOBAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SANIATI, FARRAILA; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kosmetik adalah produk yang digunakan untuk mempercantik dan mengubah penampilan tanpa mempengaruhi struktur atau fungsi tubuh. Kebutuhan kosmetik bagi konsumen berbeda-beda, produsen kosmetik berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Perkembangan industri kosmetik di Indonesia semakin besar, persaingan juga semakin ketat. Tren kosmetik di indonesia memunculkan berbagai jenis kosmetik dari banyak brand dan tersedia di berbagai pusat perbelanjaan. Produsen kosmetik memiliki strategi pemasaran yang baik dan tepat agar dapat mempertahankan dan mendapatkan lebih banyak pangsa pasar yang ada di Indonesia antaralain melalui media sosial dan media iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keputusan pembelian produk merek global yang mempunyai kualitas produk luxury brand dengan harga ramah dikantong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang merujuk pada buku-buku, karya ilmiah, dan internet. Hasil penelitian ini berupa penjelasan tentang pengaruh dari Beauty Vlogger Riview dan iklan terhadap keputusan pembelian pada produk kosmetik make up. Kata Kunci: Produk Kosmetik, Merek Global, Keputusan Pembelian. Abstract Cosmetics are products that are used to enhance and change their appearance without affecting the structure or function of the body. Cosmetics needs for consumers different, cosmetics producer are competing to meet consumer needs. The development of the cosmetics industry in Indonesia is getting bigger, competition is also getting strict. Cosmetic trends in Indonesia bring up various types of cosmetics from many brands and are available in various shopping centers. Cosmetics producers have a good and appropriate marketing strategy to be able to maintain and gain more market share in Indonesia, among others through social media and advertising media. This study aims to describe the purchasing decisions of global brand products that have quality luxury brand products at bag-friendly prices. This research uses the method of library research that is research that refers to books, scientific works, and internet. The results of this study are in the form of an explanation of the effect of Riview Beauty Vlogger and advertisements on purchasing decisions on make up cosmetic products. Keywords: Product Cosmetic, Global Brands, Purchasing Decisions.
UPACARA TUMPLAK PUNJEN DALAM PROSESI PANGGIH PERNIKAHAN ADAT JAWA DI KOTA MALANG YADIANA, ROCHMATINI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Upacara tumplak punjen merupakan upacara yang dilaksanakan ketika orang tua menikahkan anak bungsu atau anak yang terakhir. Tujuan penelitan ini adalah (1) mendeskripsikan asal-usul dan tahapan upacara tumplak punjen; (2) mendeskripsikan makna upacara tumplak punjen; dan (3) menjelaskan peran Dukun Manten dalam upacara tersebut. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini, pertama, asal-usul upacara tumplak punjen sudah dimulai dari jaman kerajaan Majapahit (1293 M) ) kemudian pada jaman kerajaan Mataram Islam (1700 M) diberikan sentuhan Islam sehingga uborampe atau perlengkapan yang dipakai untuk tumplak punjen disederhanakan seperti yang ada pada saat ini. Kedua, makna filosofis dari upacara tumplak punjen adalah sebagai ungkapan syukur kedua orang tua kepada tuhan karena telah selesai menunaikan kewajibannya terhadap semua anak-anaknya dengan cara menikahkan, sebagai curahan kasih sayang orang tua kepada semua anaknya dan tidak membedakan anak yang satu dengan yang lainnya, menyampaikan amanat kepada semua anak cucu agar tetaphidup rukun dan saling tolong menolong, serta memberikan bekal kehidupanuntuk semua anak-anaknya. Ketiga, Dukun Manten bertanggung jawab mengarahkan pelaksanaan upacara Tumplak Punjen sesuai tata aturan adat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang tradisi tumplak punjen dalam prosesi panggih pernikahan adat jawa, sehingga generasi muda dapat melestarikan nilai-nilai budaya leluhur.Kata Kunci: Tumplak Punjen, Makna Filosofis, Pernikahan, JawaAbstractTumplak punjen ceremony is a ceremony that is held when parents marry the youngest child or the last child. The purpose of this research is (1) to describe the origins and stages of the punjen tumplak ceremony; (2) describe the meaning of the punjen tumplak ceremony; and (3) explain the role of the Manten Shaman in the ceremony. This type of research is descriptive qualitative. In this study the techniques used to collect data are interviews, observation, and documentation. The results of this study were, first, the origins of the punjen tumplak ceremony had begun from the era of the Majapahit kingdom (1293 AD) and then in the Islamic Mataram kingdom (1700 AD) a touch of Islam was given so that the uborampe or equipment used for the punjen pudding was simplified like that of the currently. Second, the philosophical meaning of the punjen tumplak ceremony is as an expression of gratitude for both parents to God because they have completed fulfilling their obligations to all their children by marrying off, as an outpouring of parental affection for all their children and not distinguishing one child from another, deliver the mandate to all children and grandchildren so that they can live in harmony and help one another, and provide life supplies for all their children. Third, the Manten Shaman is responsible for directing the implementation of the Tumplak Punjen ceremony in accordance with traditional rules. The results of this research are expected to be able to add insight and knowledge about the tumplak punjen tradition in the procession of Javanese traditional wedding ceremonies, so that the younger generation can preserve ancestral cultural values.Keywords: Tumplak Punjen, Philosophical Meaning, Marriage of Java
PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MASKER MORINGA OILEFERA “NIZA” SINTA NURROHMI, SEFTIA; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProduk masker Moringa Oilefera ?Niza? memerlukan peningkatan penjualan. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Untuk meningkatkan keputusan pembelian, maka perlu diperhatikan atribut-atribut yang ada dalam produk tersebut. Atribut-atribut dalam produk masker yang dipertimbangkan oleh konsumen sebelum melakukan pembelian di antaranya yaitu kualitas produk, fitur produk, dan desain produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atribut produk yang terdiri dari kualitas produk, fitur produk, dan desain produk terhadap keputusan pembelian masker Moringa Oilefera ?Niza?. Populasi penelitian ini adalah seluruh pembeli masker Moringa Oilefera ?Niza?. Sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling, sedangkan jumlah sampel dilakukan dengan melakukan perhitungan dengan rumus Lameshow. Dari perhitungan tersebut diperoleh responden atau sampel penelitian sebanyak 54 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner online. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis regresi linier berganda, uji T, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kualitas produk berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikanis 0,000; (2) fitur produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi sebesar 0,799; (3) desain produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikansi sebesar 0,678; (4) kualitas produk, fitur produk, dan desain produk memiliki pengaruh sebesar 63,5% terhadap keputusan pembelian, sedangkan sisannya yakni 26,5% adalah kontribusi dari variabel di luar penelitian ini.Kata Kunci: Atribut Produk, Keputusan Pembelian, Masker Moringa OileferaAbstract?Niza? Moringa Oilefera mask products require increased sales. This can be done by increasing consumer purchasing decisions. To improve purchasing decisions, it is necessary to consider the product attributes. The attributes in mask products that are considered by consumers before doing a purchase are product quality, product features, and product design. This study aims to determine the effect of product attributes consisting of product quality, product features, and product design on the purchasing decision of the mask "Niza" Moringa Oilefera. The population of this study was all buyers of the Moringa Oilefera mask "Niza". The sample of this study was determined by purposive sampling technique, while the number of samples was carried out by doing calculations with the Lameshow formula. From these calculations obtained respondents or research samples 54 people. Data collection techniques are done by online questionnaire. The data analysis technique was performed by multiple linear regression analysis, T test, and F test. The results showed that (1) product quality had a significant positive effect on purchasing decisions with a significance value of 0.000; (2) product features haven?t significant effect on purchasing decisions with a significance value of 0,799; (3) the product design haven?t significant effect on purchasing decisions with a significance value of 0,678; (4) product quality, product features, and product design have an effect of 63.5% on purchasing decisions, while the composition ie 26.5% is the contribution of variables outside this study.Keywords: Product Attributes, Purchasing Decisions, Moringa Oilefera Mask

Page 8 of 10 | Total Record : 91