cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 27 Documents clear
PERHITUNGAN PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PEKERJAAN PENGURUKAN DAN PEMADATAN JALAN DI PROYEK PEMBANGUNAN TOL SURABAYA-MOJOKERTO (LOKASI PEMBANGUNAN JALAN RAYA TENARU STA 19+425 - JALAN RAYA SUMPUT STA 24+150) ADRIAN FERDINAL, LUDY; PURWADI, DIDIEK
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembangunan jalan tol memiliki banyak aspek pekerjaan, namun dalam penelitian ini dititik beratkan pada pekerjaan pengurukan dan pemadatan dengan menggunakan perhitungan produktivitas, biaya operasional dan optimalisasi alat berat. Proyek pembangunan jalan tol memiliki banyak aspek pekerjaan, namun dalam penelitian ini di titik beratkan pada pekerjaan pengurukan dan pemadatan dengan menggunakan perhitungan produktivitas, biaya operasional alat berat dan optimalisasi alat berat supaya bisa diketahui berapa unit alat yang digunakan dan besar biaya yang harus dikeluarkan. Pekerjaan ini menghasilkan perhitungan kebutuhan alat berat yakni, alat berat Excavator 320 D berjumlah 2 Unit dengan produktivitas 95,167 m3/jam dan dikenakan biaya sebesar Rp 5.214656/ hari, Bulldozer 65 PX berjumlah 3 unit dengan produktivitas 66,524 m3/ jam dan dikenakan biaya sebesar Rp 4.728.128/ hari, Vibrator Roller XG 6121 berjumlah 1 unit dengan produktivitas 177,034 m3/ jam dan dikenakan biaya sebesar Rp 3.639.072/ hari, dan Dump Truck Lambung 049 berjumlah 81 unit dengan produktivitas 2,197 m3/ jam dan dikenakan biaya sebesar Rp 8.992.632/ hari. Pada pekerjaan tersebut dapat ditarik kesimpulan yakni produktivitas alat berat Excavator 320 D 95,167 m3/ jam, Bulldozer 65 PX 66,524 m3/ jam, Vibrator Roller 6121 XG 177,034 m3/ jam, Dump Truck Lambung 049 2,197 m3/ jam. Biaya operasional alat berat yang dibayarkan Excavator 320 D Rp 5.214.656/ hari, Bulldozer 65 PX Rp 4.728.128/ hari, Vibrator Roller 6121 XG Rp 3.639.072/ hari, Dump Truck Lambung 049 Rp 8.992.632/ hari. Dan selanjutnya yaitu optimalisasi alat berat yaitu Excavator 320 D berjumlah 2 unit, Bulldozer 65 PX berjumlah 3 unit, Vibrator Roller 6121 XG berjumlah 1 unit, Dump Truck Lambung 049 berjumlah 81 unit. Kata Kunci : Produktivitas, Biaya Operasional, Optimalisasi Alat Berat Abstract Construction of Surabaya toll road to Mojokerto on the location of Tenaru road to the Sumput road with a length of 4 km is one effort in growing the economy of the region. This toll road development project has many aspects of the work, but in this reseach is centered on soil dredging and compaction work using productivity calculation, heavy equipment operating cost and machine optimization in order to know how many units of equipment used and the cost to be incurred. The dumping and compacting of this toll road resulted in the calculation of heavy equipment needs, heavy equipment Excavator 320 D 2 unit with productivity 95,167 m3/hour and charged Rp 5.214.656/day, Bulldozer 65 PX 3 unit with productivity 66,524 m3/hour and charged Rp 4.728.128/day, Vibrator roller XG 6121 1 unit with productivity 177,034 m3/hour and charged Rp 3.639.072/day, and Dump Truck 049 total 81 units with productivity 2,197 m3/hour and charged Rp 8.992.632/day. In this work, conclusions can be drawn on the productivity of the machine Excavator 320 D 95,167 m3/hour, Bulldozer 65 PX 66,524 m3/hour, Vibrator roller XG 6121 177,034 m3/hour, Dump Truck 049 2,197 m3/hour. Operational costs of heavy equipment paid Excavator 320 D Rp 5.214.656/day, Bulldozer 65 PX Rp 4.728.128/day, Vibrator roller XG 6121 Rp 3.639.072/day, Dump Truck 049 Rp 8.992.632/day. And next is the optimization of heavy equipment Excavator 320 D 2 units, Bulldozer 65 PX 3 units, Vibrator roller XG 6121 1 unit, and Dump Truck 049 total 81 units. Keywords : productivity, operation cost, optimization of heavy equipment
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT SABUT KELAPA PADA PEMBUATAN BETON RINGAN CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE MARFRANKLIN, MUHAMMAD; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi, pertumbuhan sumber daya manusia yang semakin tinggi meningkatkan kebutuhan di bidang pembangunan dan hal ini menimbulkan kebutuhan akan material untuk pembangunan tersebut salah satunya adalah penggunaan beton. Penggunaan beton sangat diminati karena keunggulannya yaitu kuat akan gaya tekan, ketersediaan material dasar, dan tahan akan cuaca , namun beton juga memiliki kelemahan yaitu berat sendiri beton yang menambah beban berat pada gedung, dan lemah akan gaya tarik.Penelitian ini dilakukan penambahan serat sabut kelapa dengan tujuan untuk solusi kelemahan beton ringan terhadap tarik serta membuat beton ringan lebih padat dikarenakan pori-pori beton ringan terisi oleh serat sabut kelapa sehingga kuat tekan dan kuat tariknya meningkat serta mengurangi resapan airnya. Penambahan serat ini memiliki variasi penambahan sebesar 0%, 0.1%, 0.3%, 0.5% dan 0.7% terhadap volume benda uji. Hasil penelitian dari penambahan variasi tersebut diperoleh bahwa kuat tekan beton tertinggi pada variasi 0.3% sebesar 5.06 MPa dengan berat volume 0.99 gr/cm3 dan resapan air 24.31%, sedangkan variasi tanpa serat atau 0% diperoleh sebesar 4.19 MPa dengan berat volume 1.05 gr/cm3 dan resapan air 23.07% pada umur 28 hari. Kuat lentur tertinggi diperoleh pada variasi 0.3% sebesar 0.92 MPa dengan berat volume 0.828 gr/cm3 pada umur 28 hari. Kata Kunci: Beton Ringan, Serat Sabut Kelapa.In this globalization era, the growing of human resources leads the needs of development and its material, one of them is concrete. The use of concrete is very desirable because of its advantages, it has strong compressive force, availability of basic materials, and wheather resistance, but concrete also has disadvantages, its weight adds heavy loads to the building, and weak of pulling force.This research was carried out with the addition of coconut fiber with the aim of solution to the weakness of lightweight concrete to tensile strength and to make lightweight concrete denser because the pores of lightweight concrete were filled with coconut fiber so that the compressive strength and tensile strenght increased it can reduce water absorption. The variation of fiber addition were 0%, 0.1%, 0.3%, 0.5% and 0.7% with respect to the volume of test object.The result of addition of the variation showed that the highest concrete compressive strenght in the variation of 0.3% by 5.06 MPa with a volume weight of 0.99 gr/cm3 and water absorption of 24.31%, while the variation without fiber or 0% was obtained at 4.19 MPa with volume weigth 1.05 gr/cm3 and 23.07% water absorption at the age oft 28 days. The highest flexural strength was obtained the highest at 0.3% variation of 0.92 MPa with a volume weight of 0.828 gr/cm3 at the age of 28 days. Keywords: Lightweight concrete, Coconut Fiber.
PENGARUH VARIASI NAOH TERHADAP NA2SIO3 TERHADAP NILAI KUAT TEKAN DRY GEOPOLYMER MORTAR METODE DRY MIXING PADA KONDISI RASIO ABU TERBANG TERHADAP AKTIVATOR 5:1 RACHMAWAN SAPUTRA, OKY; WARDHONO, ARIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Umumnya, dalam membangun suatu infrastruktur diperlukan material struktural yang kokoh yaitu beton. Di dalam beton terdapat bahan pengikat utama yang mampu membentuk kekuatan yaitu semen portland. Oleh karena itu permintaan semen portland lambat laun diprediksi akan semakin meningkat seiring gencarnya para negara-negara membangun infrastruktur untuk memperlancar roda perekonomian negara mereka. Beton geopolymer bisa menjadi solusi dalam permasalahan ini karena merupakan suatu jenis beton yang 100% tidak menggunakan semen sebagai bahan pengikatnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi NaOH terhadap Na2SiO3 terhadap nilai kuat tekan dry geopolymer mortar metode dry mixing pada kondisi rasio abu terbang terhadap aktivator 5:1 dan didapatkan kuat tekan tertinggi dengan variasi NaOH terhadap Na2SiO3 pada kondisi rasio abu terbang terhadap aktivator 5:1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi didapat pada kondisi abu terbang terhadap aktivator 5:1 adalah 26,98 MPa, yaitu pada variasi campuran NaOH terhadap Na2SiO3 sebesar 1:3. Kuat tekan dry geopolymer mortar dipengaruhi banyaknya komposisi Na2O. Semakin tinggi kandungan Na2O maka reaksi yang terjadi akan semakin cepat yang menyebabkan semakin tingginya kuat tekan. Namun jika komposisi Na2O didalamnya terlalu tinggi juga dapat menyebabkan menurunnya kuat tekan mortar. Kata Kunci : mortar geopolymer, metode dry mixing, binder geopolymer. Abstract Generally, to build an infrastructure, strong structural materials are needed, that is a concrete. Inside the concrete there is the main binder material which is able to form the strength, it is a portland cement. Therefore, portland cement demand is predicted to be increased as countries intensely build infrastructure to facilitate the economy of their country. Geopolymer concrete can be the solution to this problem because it is a type of concrete that is 100% not using cement as a binder material. The purpose of this study was to determine the effect of variation NaOH on Na2SiO3 on the value of compressive strength of dry geopolymere mortar with dry mix method in the condition of the ratio of fly ash on activator 5:1 and the highest compressive strength with NaOH variation on Na2SiO3 in the condition of the fly ash ratio to activator 5:1. The results showed that the highest compressive strength obtained in the fly ash condition against a 5:1 activator was 26.98 MPa, which is in the variation of NaOH mixture to Na2SiO3 by 1: 3. The compressive strength of dry geopolymer mortar is influenced by the amount of Na2O composition. The higher the Na2O content, the faster the reaction will cause the higher the compressive strength. But if the composition of Na2O in it is too high it can also cause a decrease in mortar compressive strength. Keywords : geopolymer mortar, dry mixing method, geopolymer binder.
ANALISA CAMPURAN AC – WC DENGAN AGREGAT RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT (RAP) DAN FILLER FLY ASH SEBAGAI CAMPURAN INDUK UNTUK PENAMBAHAN HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) , KARISMANAN; MAHARDI, PURWO
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) hasil Cold Milling Machine sebagai agregat baru dalam perkerasan jalan dan bahu jalan masih belum optimal penggunaannya. Dengan adanya potensi pemanfaatan RAP dalam campuran aspal panas maka dilaksanakan penelitian ini. Penggunaan RAP dalam campuran beraspal diharapkan dapat menghemat anggaran pemeliharaan atau pembangunan jalan serta mengetahui kemungkinan penggunaan RAP dalam perkerasan. Campuran aspal panas Laston AC-WC bergradasi kasar dengan bahan pengikat aspal pen 60/70, sehingga material RAP dapat dimanfaatkan lebih optimal. Penelitian ini diawali dengan analisa saringan terhadap RAP dan material baru ditinjau dari Spesifikasi Umum Bina Marga 2010. Persentase penambahan agregat baru dalam campuran yang akan diuji bergantung pada gradasi RAP. Komposisi campuran harus memenuhi amplop gradasi agregat dan penambahan aspal pen 60/70 ke dalam campuran sesuai dengan perhitungan perkiraan kadar aspal (Pb). Didapatkan komposisi gradasi yang memenuhi amplop gradasi yaitu komposisi 21% RAP pada MA (Medium Agregat) dengan ukuran 5 - 10 mm dan CA (Course Agregat) dengan ukuran 10 - 15 mm. Campuran kemudian diuji dengan pengujian Marshall sehingga dapat menentukan komposisi campuran optimal yang memenuhi ketentuan Spesifikasi Umum Bina Marga 2010. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi campuran dengan 21% RAP pada CA (Course Agregat). Merupakan komposisi yang paling optimal dengan kadar aspal optimum (KAO) yang dihasilkan sebesar 5,25% pada campuran Variasi 2. Dengan analisa parameter Marshall, nilai stabilitas yaitu 1256,64 kg , kelelehan atau flow 3,25 mm, V.I.M 4,51%, V.M.A 15,12%, V.F.A 70,20%, dan marshall quotient 387,67 kg/mm.Kata Kunci: Parameter Marshall, Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), Laston AC-WCThe potency of Reclaimed Asphalt Pavement from Cold Milling Machine as a subtitution of new asphalt and aggregate in the pavement and road?s shoulder is still not optimal use yet. By the potential of the use of RAP in Hot Mix Asphalt then this study The use of RAP in paved mixtures is expected to save maintenance or road construction budgets as well as knowing the possibility of using RAP in pavement. Coarse graded Hot Mix Asphalt Laston AC-WC with 60/70 pen asphalt binder, so that the materials can be optimally used. This study was initiated by examining analysis of RAP and new materials to be reviewed of The Highways General Specification 2010. The percentage of addition new aggregate in the mixture that will be tested depends on the RAP?s gradation. The composition of the mixtures must full fill aggregate grading envelope and the addition of 60/70 pen asphalt into the mixture according to calculation of estimated bitumen content (Pb). Obtained the compositions that meets the envelopegradation are the composition of 21% RAP on MA (Medium Aggregate) with a size of 5-10 mm and CA (Aggregate Course) with a size of 10-15 mm. A mixture of later in the test with testing marshall so it can determine the composition mix optimally filled the terms of The Highways General Specification 2010. The result of this study shows that the mixture composition with 21% RAP on CA (Aggregate Course). The most optimal composition with optimum asphalt content (KAO) is 5.25% in the mixture of Variation 2. By the Marshall parameter analysis, the stability value is 1256.64 kg, melt or flow 3.25 mm, V.I.M 4.51%, V.M.A 15.12%, V.F.A 70.20%, and Marshall quotient 387.67 kg / mm. Keywords: Marshall Parameter, Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), Laston AC-WC
ANALISA CAMPURAN AC-WC PEN 60/70 DENGAN AGREGAT RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT (RAP) DAN FILLER ABU BATU SEBAGAI CAMPURAN UNTUK PENAMBAHAN LOW DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) BRIAN PERMANA, ARSANDY; MAHARDI, PURWO
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada akhir ini, banyak pekerjaan pengaspalan jalan baru maupun penambalan. Dari pekerjaan tersebut, menimbulkan limbah aspal yang tidak dimanfaatkan kembali. Sehingga dapat menimbulkan masalah baru yaitu timbulnya limbah aspal atau yang disebut RAP (Reclaimed Asphalt Pavement). Pada penelitian ini yang ditinjau adalah pengaruh RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) sebagai pengganti agregat dengan menggunakan filler abu batu pada campuran aspal pertamina pen 60/70 sebagai dasar campuran penambahan limbah plastik LDPE (Low Density Polyethylene). Oleh sebab itu penggunaan RAP menjadi salah satu alternatif yang digunakan untuk mendapatkan kualitas lapis perkerasan yang baik dan memanfaatkan kembali limbah perkerasan lentur. Benda uji yang disiapkan untuk campuran AC-WC+RAP dengan persentase aspal 4,5%; 5%; 5,5%; 6%; 6,5%; dari total berat material. Pencampuran agregat AC-WC+RAP dilakukan dengan metode kering, dicampur diatas penggorengan. Dari hasil uji Marshall menunjukkan seluruh kadar aspal telah memenuhi spesifikasi umum Bina Marga 2018 divisi 6. Nilai stabilitas dan flow optimum ada pada variasi 3 dengan kadar aspal 6% yaitu 1287,18 Kg untuk stabilitas dan 3,5 mm untuk flow. Dimana variasi 3 mensubstitusi material asli agregat halus ke penggunaan material RAP yang sangat maksimal yaitu sebesar 46%. Kata Kunci : Karakteristik Marshall, Laston AC-WC, Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), Low Density Polyethylene (LDPE)
ANALISA KERUSAKAN JALAN DAN TEKNIK PERBAIKAN BERDASARKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) BESERTA RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA RUAS JALAN GEMPOL – PANDAAN (STUDI KASUS: RUAS JALAN GEMPOL – PANDAAN KM 39+000 – 42+000) OKI PRATAMA, TONI; SURYANTO HS, MAS
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari jenis kerusakan, tingkat kerusakan, jenis perbaikan jalan dan rencana anggaran biaya pada jalan Gempol ? Pandaan di Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sasaran penelitian ini adalah ruas Jalan Gempol ? Pandaan tepatnya pada Km 39+000 sampai 42+000. Metode pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi. Metode analisa PCI merupakan metode yang digunakan untuk mengetahui suatu nilai kondisi pada lapisan permukaan jalan yang besar nilainya ditentukan oleh keadaan lapis permukaan yang diakibatkan oleh kerusakan jalan yang terjadi. Metode analisa PCI ini merupakan metode untuk mengevaluasi kerusakan perkerasan secara visual dengan 3 hal penting yaitu: (1) Penentuan jenis kerusakan dan tingkat keparahan. (2) Penilaian kerusakan. (3) Penentuan kondisi perkerasan. Metode PCI ini dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan perbaikan perkerasan jalan. Hasil penelitian dari penelitian ini adalah: (1) Jenis kerusakan perkerasan jalan yang terjadi adalah retak buaya dengan total 3667,31 m2, retak blok dengan total 83,46 m2, keriting dengan total 648,77 m2, penurunan bekas tambalan dengan total 88,01 m2, lubang dengan total 2,32 m2 dan sungkur dengan total 156,84 m2. (2) Nilai tingkat kerusakan rata-rata yang terjadi berdasarkan niliai PCI adalah 86-100 (baik) sebesar 12,5%, 51-70 (sedang) sebesar 17,5%, 26-50 (buruk) sebesar 60% dan 0-25 (sangat buruk) sebesar 10%. (3) jenis perbaikan yang didapat berdasarkan hasil analisis adalah metode pemeliharaan rutin untuk 7 segmen jalan, metode lapis tambah untuk 24 segmen jalan dan metode perencanaan jalan kembali untuk 4 segmen jalan. (4) Nilai biaya yang diperlukan untuk perbaikan jalan berdasarkan hasil perhitungan rencana anggaran biaya adalah sebesar Rp. 4.611.871.000,00. Kata kunci: kerusakan, PCI (Pavement Conditon Index), perbaikan, anggaran biaya.Abstract This research aims to find for this type of damage, level of damage, type of road repair and cost budget plan on Gempol ? Pandaan Road in Pasuruan Regency. This research is a quantitative research. The target of this research is Gempol - Pandaan Road section precisely on Km 39+000 until 42+000. Data collection methods with observation and documentation. PCI analysis is a method used to determine the value of conditions in the road surface layer whose value is determined by the state of the surface layer caused by damage to the road that occurs. This PCI analysis method is a method for evaluating pavement damage visually with 3 important things, specifically: (1) Determination of type of damage and severity. (2) Damage assessment. (3) Determination of pavement conditions. This PCI method can be used as a reference to determine road pavement repairs. The results of this research are: (1) The type of road pavement damage is alligator crack has amount 3667,1 m2,, block crack has amount 83,46 m2, corrugation has amount 648,77 m2, patch & utility cut patching has amount 88,01 m2, potholes has amount 2,32 m2 and shoving has amount 156,84 m2. (2) The value of the average damage level that occurs based on PCI values ??is 86-100 (good) has amount 12,5%, 51-70 (fair) has amount 17,5%, 26-50 (poor) has amount 60% and 0-25 (very poor) has amount 10%. (3) the type of improvement obtained based on the results of the analysis is patching method for 7 road segment, overlays method for 24 road segment and reconstruction for 4 road segment. (4) The cost value required for road improvement based on the calculation of the budget plan is as big as Rp. 4.611.871.000,00. Keywords: damage, PCI (Pavement Condition Index), repair, budget plan.
PENGARUH VARIASI JUMLAH TUMBUKAN MENGGUNAKAN ASBUTON BUTON GRANULAR ASPHALT (BGA) DAN LAWELE GRANULAR ASPHALT (LGA) SEBAGAI CAMPURAN ASPHALT CONCRETE WEARING – COURSE (AC – WC) PENETRASI 60/70 HASAN BASRI, MOHAMMAD; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kadar Aspal Optimum dari variasi jumlah tumbukan dan untuk mengetahui pengaruh variasi jumlah tumbukan terhadap asbuton BGA dan LGA pada campuran Asphalt Concrete ? Wearing Course (AC ? WC) melalui pengujian Marshall. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan melakukan pengujian di laboratorium. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengarush asbuton BGA dan LGA dengan analisa data yang sudah ditentukan. Kadar Aspal Optimum yang dihasilkan oleh campuran AC ? WC dengan 75 dan 112 tumbukan adalah 5,5%. Kadar Aspal Optimum yang dihasilkan oleh campuran AC-WC dan BGA didapatkan 5,0% untuk 75 tumbukan dan 5,5% untuk 112 tumbukan. Kadar Aspal Optimum yang dihasilkan oleh campuran AC-WC dan LGA dengan 75 dan 112 tumbukan adalah 5,0%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan jumlah tumbukan 75 menghasilkan nilai stabilitas yang lebih tinggi dari tumbukan 112. Rata ? rata nilai flow yang dihasilkan oleh tumbukan 75 telah memenuhi spesifikasi jika dibandingkan dengan tumbukan 112. Hal ini menunjukkan bahwa dengan jumlah tumbukan lebih dari 75 semua benda uji campuran AC-WC dengan BGA maupun LGA tidak memenuhi spesifikasi Bina Marga 2010. Kata Kunci: AC ? WC, Asbuton, Tumbukan Abstract The purpose of this study was to determine the Optimum Asphalt Level from variations in the number of collisions and to determine the effect of variations in the number of collisions on BGA and LGA asbuton in a mixture of Asphalt Concrete - Wearing Course (AC - WC) through Marshall testing. This research was quantitative research by testing in the laboratory and conducted to determine the effect of BGA and LGA asbuton by analyzing the data that has been determined. Optimum Asphalt Levels produced by AC-WC mixtures with 75 and 112 collisions are 5.5%. Optimum Asphalt Levels produced by a mixture of AC-WC and BGA obtained 5.0% for 75 collisions and 5.5% for 112 collisions. Optimum Asphalt Levels produced by a mixture of AC-WC and LGA with 75 and 112 collisions are 5.0%. The results showed that with the number of collisions 75 produced a higher stability value of collision 112. The average flow value produced by the collision 75 has met the specifications when compared with collision 112. This shows that with the collision number of more than 75 all test specimens the mix of AC-WC with BGA and LGA did not meet the 2010 Bina Marga specifications. Keywords: AC - WC, Asbuton, Collision
PENGARUH SUBSTITUSI LIMBAH MARMER TERHADAP NILAI KUAT TEKAN DRY GEOPOLYMER MORTAR METODE WET MIXING DENGAN BERBAHAN DASAR ABU TERBANG DAN NAOH 8M ERWAN TRIANTONO, RIYAN; WARDHONO, ARIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerkembangan yang terjadi pada dunia konstruksi di Indonesia telah meningkat sangat pesat. Hal ini juga berdampak pada bertambahnya jumlah penggunaan mortar sebagai salah satu material konstruksi. Mortar sebagai bahan konstruksi yang mengandung semen memiliki peranan yang sangat penting untuk perekat antara material-material penyusunnya. Pabrik semen pada saat proses produksi semen terjadi pelepasan gas karbondioksida (CO2) ke udara yang besarnya sebanding dengan jumlah semen yang diproduksi yang dapat merusak lingkungan hidup kita diantaranya pemanasan global. Salah satu inovasi yang dapat menggantikan atau mengurangi komposisi semen adalah beton geopolimer. Hasil dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa beton geopolymer memiliki potensi untuk menghasilkan sifat mekanik yang lebih baik dengan adanya kandungan CaO pada fly ash. Limbah marmer merupakan material hasil sisa produksi yang memiliki kandungan CaO cukup tinggi, yaitu sebesar 97,74%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi limbah marmer terhadap nilai kuat tekan pada pembuatan dry geopolymer mortar metode wet mixing berbahan dasar abu terbang dan NaOH 8M. Pengujian dilakukan pada mortar diameter 5cmx5cmx5cm dengan variasi persentase substitusi sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. Larutan alkali aktifator menggunakan molaritas 8M. Hasil penelitian menunjukkan substitusi limbah marmer sebesar 10% memiliki nilai kuat tekan paling tinggi yaitu sebesar 8,57 MPa dengan nilai porositas sebesar 1,90%. Kata Kunci : Geopolymer mortar, Limbah marmer, NaOH 8M, fly ash, kuat tekan. AbstractThe development in the construction world in Indonesia has increased very rapidly. This also has an impact on increasing the number of mortar use as one of the construction materials. Mortar as a construction material containing cement has a very important part for adhesives between its constituent materials. Cement factories during the cement production process, occur the release of carbon dioxide (CO2) gas into the air which is proportional to the amount of cement produced which can damage our environment including global warming. One of innovation that can replace or reduce the composition of cement is geopolymer concrete. The results of several studies show that geopolymer concrete has the potential to produce better mechanical properties in the presence of CaO content in fly ash. Marble waste is a residual production material that has a high CaO content of 97.74%. This study aims to determine the effect of marble waste substitution on the value of compressive strength in the manufacture of wet mixing dry geopolymer mortar based on fly ash and NaOH 8M. Tests were carried out on 5cmx5cmx5cm diameter mortars with variations in the percentage substitution of 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. The alkali activator solution uses 8M molarity. The results showed that substitution of 10% marble waste had the highest compressive strength of 8.57 MPa with porosity value of 1.90%. Keywords : Geopolymer mortar, Marble waste, 8M NaOH, fly ash, compressive strength.
PENGGUNAAN ASBUTON LAWELE GRANULAR ASPHALT (LGA) DAN BUTON GRANULAR ASPHALT (BGA) PADA CAMPURAN ASPAL PORUS ADNANY, IFTITAH; RISDIANTO, YOGIE
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aspal porus merupakan generasi baru dalam perkerasan lentur. Aspal porus memiliki campuran dengan agregat tertentu, yang didesain mempunyai pori-pori udara dan membolehkan air meresap secara vertical maupun horizontal. Aspal porus memiliki nilai stabilitas marshall yang lebih rendah dari aspal beton yang menggunakan gradasi rapat. Penggunaan aspal porus dinilai bisa menjadi solusi dari permasalahan kondisi jalan di Indonesia. Asbuton ditemukan oleh geolog asal Belanda WH Hetzel Asbuton pada tahun 1924, dan digunakan pertama kali dalam pengaspalan jalan dua tahun kemudian. Aspal alam di Pulau Buton totalnya tidak kurang dari 750 juta ton, ini berarti 80% cadangan aspal alam di dunia terdapat di Pulau Buton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan Buton Granular Asphalt (BGA) dan Lawele Granular Asphalt (LGA) dalam campuran Aspal Porus yang menggunakan agregat bergradasi seragam ditinjau dari karakteristik Marshall. Agregat bergradasi seragam adalah agregat yang hanya terdiri dari butir ? butir agregat berukuran sama atau hampir sama. Metode penelitian ini menggunakan standart SNI 06-2489-1991 dengan gradasi campuran menggunakan standart Australian Asphalt Pavement Association (2004). Variasi kadar aspal dengan campuran LGA BGA adalah 2%, 2,5%, 3%, 3,5%, 4%, dan 4,5% dengan menggunakan aspal pen 60/70. Serta penambahan BGA pada agregat halus (0 mm-5 mm) dengan perbandingan 50:50 dan penambahan LGA pada agregat medium (5 mm ? 10 mm) dengan perbandingan 50:50. Hasil penelitian menunjukan dengan adanya penambahan asbuton LGA dan BGA berpengaruh cukup baik dilihat dari nilai stabilitas menigkat mencapai 724,3 kg, mengalami kenaikan hingga 15,66% dari campuran aspal porus tanpa penambahan LGA dan BGA. Untuk nilai VIM pada kadar aspal 2,75% telah memenuhi spesifikasi dari Australian Asphalt Pavement Association (2004) sehingga dapat memenuhi parameter untuk struktur perkerasan lentur. Nilai permeabilitas mengalami penurunan dari kondisi kontrol tetapi tetap berada di atas standart yang ditentukan. Kata Kunci : Aspal porus, Buton Granular Asphalt (BGA), Lawele Granular Asphalt (LGA), Marshall, Permeabilitas.
DESAIN DIMENSI MODEL SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BAKU DUSUN GLINDAH KIDUL DESA GLINDAH KEDAMEAN GRESIK MENGGUNAKAN PROGRAM APLIKASI EPANET V.2.0. DWIJAYA, ARIF; IRIANTO, DJONI
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK DESAIN DIMENSI MODEL SISTEM JARINGAN PIPA DISTRIBUSI AIR BAKU DUSUN GLINDAH KIDUL DESA GLINDAH KEDAMEAN GRESIK MENGGUNAKAN PROGRAM APLIKASI EPANET v.2.0 Nama : Arif DwijayaNIM : 15050724014Program Studi : S-1 Teknik SipilJurusan : Teknik SipilFakultas : TeknikNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaPembimbing : Drs. Djoni Irianto, M.T Air adalah salah satu kebutuhan penting untuk menjaga keberlangsungan hidup manusia. Air yang dibutuhkan manusia selain harus memiliki kualitas yang baik, juga harus memiliki kuantitas yang cukup dan sistem distribusi yang baik pula. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menganalisa suatu sitem jaringan pipa agar terjadi pendistribusian air dengan baik.Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengetahui kebutuhan air baku (2) menganalisa model jaringan pipa air baku sampai tahun ke-T (3) menganalisa debit aliran, dan besar kehilangan energi yang terjadi pada model jaringan pipa sesuai standar kebutuhan air di Dusun Glindah Kidul, Desa Glindah Kedamean Gresik menggunakan program aplikasi EPANET v.2.0.Metode penelitian ini adalah kuantitatif simulasi. Data dikumpulkan dengan mencari informasi data sekunder melalui Panitia Pengelola Air Dusun Glindah Kidul, instansi pemerintahan Desa Glindah, dan melalui penelusuran dengan bantuan instrumen penelitian. Data demografi penduduk kami dapatkan dari instansi pemerintahan desa Glindah. Data air dan pemetaan situasi kami dapatkan dari Panitia Pengelola Air Dusun Glindah dan aplikasi globe virtual Google Earth Pro.Hasil penelitian menunjukkan pipa eksisting di Dusun Glindah Kidul diperlukan modifikasi dimensi pipa agar memenuhi standarisasi pemakaian air oleh SNI 03-7065-2005. Modifikasi dilakukan dengan trial error hingga mendapatkan dimensi yang efektif untuk mendistribusikan air baku, menyesuaikan velocity, pressure dan unit headloss yang terjadi pada pipa. Jaringan pipa yang telah dimodifikasi dimensinya, mampu menerima debit sampai dengan 1.1607 l/d yang terjadi pada tahun 2028 atau tahun ke-10 perencanaan. Kata kunci: air, pipa, velocity, headloss, EPANET.ABSTRACT DIMENSIONAL DESIGN OF RAW WATER DISTRIBUTION NETWORK MODEL SYSTEM GLINDAH KIDUL HAMLET GLINDAH VILLAGE KEDAMEAN GRESIK USING EPANET v.2.0 APPLICATION PROGRAM Name : Arif DwijayaSRN : 1505072014Courses of Study : Bachelor of Civil EngineeringDepartment : Civil EngineeringFaculty : Faculty of EngineeringInstitution : State University of SurabayaLecture Supervisor : Drs. Djoni Irianto, M.T Water is one of the important needs to maintain human survival. Water that is needed by humans in addition to having good quality, must also have sufficient quantity and a good distribution system. Therefore, it is important for us to analyze a pipeline network system so that there is a good distribution of water.The objectives of this study are (1) to know the raw water requirements (2) to analyze the model of the raw water pipeline until the T-year (3) to analyze the flow rate, and the amount of energy loss that occurs in the pipeline model according to the water requirements in Glindah Kidul Hamlet, Glindah Village Kedamean Gresik using the EPANET v.2.0 application program.This research method is quantitative simulation. Data was collected by looking for secondary data information through the Water Management Committee of Glindah Kidul Hamlet, Glindah Village government agency, and through search with the help of research instruments. We get population demographic data from Glindah village government agencies. Water data and mapping of the situation we got from the Glindah Kidul Water Management Committee and the Google Earth Pro virtual globe application.The results of the research show that the existing pipes in Glindah Kidul Hamlet are required to modify the dimensions of the pipe to meet the standardization of water use by SNI 03-7065-2005. Modifications are made by trial error to get effective dimensions to distribute raw water, adjust the velocity, pressure and headloss units that occur in the pipe. Dimensioned pipelines are capable of receiving debits up to 1,1607 l / d which occur in 2028 or the 10th year of planning. Keywords: water, pipe, velocity, headloss, EPANET.

Page 1 of 3 | Total Record : 27