cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 20 Documents clear
PENERAPAN MODEL MARKET PLACE ACTIVITY (MPA) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ABAD 21 DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF KELAS X TKR 1 SMK NEGERI 1 KEDIR Baidowi, Achmad; , DEWANTO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil refleksi yang didapat peneliti selama kegiatan PPP berlangsung di SMKN 1 Kediri, saat proses belajar mengajar kurang lebih sebanyak 50% siswa yang kurang dalam keterampilan kolaborasi dan keterampilan komunikasi sehingga penguasaan materi baik secara kelompok atau individu yang telah diberikan oleh guru kurang diterima dengan maksimal. Sedangkan di pembelajaran abad 21 sekarang ini dibutuhkan keterampilan yang memiliki ciri yang disebut sebagai 4C, yaitu: Communication, collaboration, critical thinking and problem solving, creativity and innovation. Kembali pada tujuan peneliti yang diharapkan mampu menerapkan model pembelajaran MPA sehingga keterampilan komunikasi, kolaborasi dan hasil belajar setelah kegiatan belajar mengajar dapat meningkat.Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dimana teknik analisis datanya bersifat sikluistis. Data dikumpulkan dengan menggunakan Teknik observasi, angket dan tes. Teknik analisis data digunakan untuk mengolah data menjadi suatu bentuk yang mudah dibaca dan diinterpresentasikan dalam pengolahan data. Analisis hasil belajar untuk mengetahui ketuntasan klasikal dan idividual, analisis observasi dan angket dianalisis menggunakan rumus persentase hasil obsrvasi atau angket dan analisis keterlaksaan pembelajaran dianalisis dengan menggunakan rumus keterlaksanaan pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKR 1 sebanyak 34 orang, dengan jenis kelamin laki-laki semuanya.Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah: 1) Keterlaksanaan model pembelajaran market place activity terlaksana sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran pada RPP. 2) Penerapan model market place activity dapat meningkatkan keterampilan komunikasi siswa pada mata pelajaran teknologi dasar otomotif. 3) Penerapan model market place activity dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa pada mata pelajaran teknologi dasar otomotif. 4) Penerapan model market place activity dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran teknologi dasar otomotif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Market Place Activity dapat meningkatkan keterampilan belajar abad 21 sehingga hasil belajar siswa kelas X TKR 1 SMK Negeri 1 Kediri juga mengalami peningkatan
PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING (MRP) DALAM PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK MULTI – PLY CONVEYOR BELT CONSTRUCTION DI PT. KARET NGAGEL SURABAYA WIRA JATIM DADANG FIRMANSYAH, MOCHAMMAD; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin berkembangnya dunia industri sekarang ini, perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur mempunyai persaingan yang ketat dalam memproduksi produk-produk yang bermutu dengan harga jual yang murah. Dari pengamatan dan observasi di PT. Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim, penentuan persediaan bahan baku di perusahaan yang selama ini tidak berdasarkan metode-metode yang sudah baku, melainkan berdasarkan pada pengalaman-pengalaman sebelumnya. Untuk membantu memecahkan permasalahan di atas, khususnya masalah perencanaan kebutuhan bahan baku, telah dikembangkan system Material Requirements Planning (MRP). MRP adalah penggunaan teknik lot sizing yang tepat. Lot sizing merupakan penentuan ukuran lot pengadaan material yang dimaksud. Dengan menerapkan sistem tersebut diharapkan pemenuhan kebutuhan bahan baku dapat dilakukan secara tepat, dan dapat ditetapkan seoptimal mungkin.Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat diambil simpulan bahwa peramalan permintaan bahan baku Multi ? Ply Conveyor Belt Construction di PT. Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim pada 1 (satu) periode kedepan mulai bulan Mei tahun 2019 ? bulan April 2020 menggunakan teknik Moving Average (MA) dan didapatkan permintaan pada bulan Mei tahun 2019 sebesar 5.215 m2 , bulan Juni tahun 2019 sebesar 5.188 m2 , bulan Juli tahun 2019 sebesar 4.651 m2 , bulan Agustus tahun 2019 sebesar 4.212 m2 , bulan September tahun 2019 sebesar 3.979 m2, bulan Oktober tahun 2019 sebesar 4.023 m2, bulan November tahun 2019 sebesar 4.350 m2 , bulan Desember tahun 2019 sebesar 4.298 m2 , bulan Januari tahun 2020 sebesar 4.720 m2 , bulan Februari tahun 2020 sebesar 4.853 m2 , bulan Maret tahun 2020 sebesar 5.388 m2 , dan pada bulan April tahun 2020 sebesar 5.388 m2 . Perencanaan persediaan masing-masing bahan baku menggunakan lima perbandingan teknik lotting yaitu LFL (lot for lot) Fixed Period Requirement (FPR), Economic Order Quantity (EOQ), Fixed Order Quantity (FOQ), dan Period Order Quantity (POQ).Sesuai hasil penelitian di PT. Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim metode yang tepat untuk melakukan pemesanan bahan baku produk Multi ? PLY Conveyor Belt Construction di tiap-tiap item bahan baku dengan mempertimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan terendah yaitu dengan metode: Metode Lot for Lot (LFL) untuk bahan baku Karet Alam Ribbed Smoked Sheet (RSS) 1, Zinc Oxide (ZnO), Carbon Black (CB), Silika, C9 Petroleum Resin, Pentachlorothiophenol, dan Prevulcanization Inhibitor (PVI); Metode Fixed Periode Requirement (FPR) untuk bahan baku Petroleum Oils Parrafins, Petroleum Oils Naphthenes, Petroleum Oils Aromatics, Microcrystalline Wax, Belerang atau Sulfur, TMTD, dan CBS; Metode Fixed Order Quantity (FOQ) untuk bahan baku Karet Sintetis Styrene Butadiene Rubber (SBR), dan Magnesium Silikat; Metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk bahan baku TMQ. Kata kunci: Perencanaan Persediaan, Material Requirements Planning (MRP), Lot Sizing, Multi ? Ply Conveyor Belt Construction.
PERENCANAAN PERSEDIAAN SPARE PART FORKLIFT TCM FD 30 PADA BIDANG MAINTENANCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE CONTINUOUS REVIEW DI PT INDUSTRI KERETA API (PERSERO) MADIUN MUSONIF, ACHMAD; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen persediaan merupakan aspek utama dalam pengelolaan sejumlah bahan baku atau spare part yang disimpan untuk memenuhi permintaan. Persediaan yang terlalu banyak menimbulkan modal yang tertanam untuk pengadaan terlalu besar. Sebaliknya jika terjadi kekurangan persediaan proses operasional akan terganggu dan produktivitas perusahaan akan menurun. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research). Penelitian ini dilakukan di PT INKA (persero) Madiun pada persediaan spare part Forklift TCM FD 30 dengan metode Continuous Review dimana bertujuan untuk menentukan ukuran lot pemesanan tetap (q0) dan titik pemesanan kembali (r) yang menghasilkan total biaya persediaan terkecil. Dalam menggunakan metode Continuous Review peramalan permintaan akan suku cadang sangat diperlukan untuk menghitung perencanaan inventory spare part.Berikut adalah hasil perencanaan peramalan yang didapatkan. Bearing Assy diramalkan sebesar 47 unit, Roller Mast sebesar 11 unit, Kampas Kopling sebesar 3 unit, King Pin Kit sebesar 14 unit, Filter Solar sebesar 29 unit, Seal Plunger sebesar 29 unit, Filter Air sebesar 25 unit, Battery sebesar 2 unit, Starters sebesar 1 unit, Filter Oil sebesar 30 unit, dan Brush Starter sebesar 15 unit. Berikut adalah hasil ukuran lot pemesanan tetap (q0) dan titik pemesanan kembali (r). Untuk Bearing Assy (q0) sebesar 47 dan (r) jumlahnya 20 unit, Roller Mast (q0) sebesar 19 unit dan (r) 4 unit, Kampas Kopling (q0) sebesar 11 unit dan (r) jumlahnya 3 unit, King Pin Kit (q0) sebesar 19 unit dan (r) jumlahnya 5 unit, Filter Solar (q0) sebesar 41 unit dan (r) jumlahnya 9 unit, Seal Plunger (q0) sebesar 46 unit dan (r) jumlahnya 8 unit, Filter Air (q0) sebesar 32 unit dan (r) jumlahnya 7 unit, Battery (q0) sebesar 2 unit dan (r) jumlahnya 1 unit, Starters (q0) sebesar 2 unit (r) jumlahnya 1 unit, Filter Oil (q0) sebesar 31 unit (r) jumlahnya 7 unit, dan Brush Starter (q0) sebesar 22 unit (r) jumlahnya 5 unit. Kata kunci: Inventory Management, Spare Part Forklift TCM FD 30, Model Continuous Review.
INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI TERBARU KENDARAAN MELALUI BROSUR BERBANTUAN MEDIA ONLINE SEBAGAI ALTERNATIF MENGATASI KETERBATASAN SARANA BELAJAR MAHASISWA RIZKY BACHTIAR, MOCH; YASA UTAMA, FIRMAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana belajar mahasiswa yang dimiliki bengkel otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNESA masih terjadi kurang sinkron antara kondisi di kampus dengan kondisi teknologi kendaraan yang berkembang saat ini. Di sisi lain, dengan membaca spesifikasi roda dua maupun roda empat yang terdapat pada brosur kendaraan, kita akan mengetahui informasi teknologi terbaru yang digunakan. Dari permasalahan dan kondisi yang ada, peneliti membuat media pembelajaran yang diintegrasikan dari brosur kendaraan dan berbantuan media online berupa modul ajar yang berjudul ?Perkembangan Teknologi Otomotif (Sistem Rem, Sistem Transmisi, dan Sistem Kemudi)? sebagai penunjang agar proses pembelajaran lebih efektif dan mampu menjadi alternatif dalam mengatasi keterbatasan sarana belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), dan (4) penyebaran (Disseminate). Pada penelitian ini, hanya sampai pada tahap ke 3 (Develop). Subyek penelitian yaitu mahasiswa D3 Teknik Mesin yang mengikuti Mata Kuliah Konstruksi dan Stabilitas Kendaraan. Instrumen penelitian digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar angket validasi modul dan lembar angket respon mahasiswa. Hasil rekapitulasi validasi dosen-dosen ahli menyatakan modul ajar Perkembangan Teknologi Otomotif sangat layak yaitu sebesar 3,47 atau 87%. Respon mahasiswa setelah menggunakan modul pengembangan yaitu sebesar 89,8% dengan kategori sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan sangat layak dan dapat digunakan dalam perkuliahan Konstruksi dan Stabilitas Kendaraan. Kata kunci: Brosur Kendaraan, Modul Ajar, Model Pengembangan 4-D, Validasi, dan Respon Mahasiswa
PENGEMBANGAN MODUL AJAR PENGOPERASIAN MESIN UMUM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMKN 1 SARIREJO LAMONGAN AYU MIKA HARINA, DYAH; DWI KURNIAWAN, WAHYU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini siswa kelas X TPM tahun ajaran 2017-2018 di SMKN 1 Sarirejo Lamongan kesulitan mengembangkan aspek kognitif pada mata pelajaran Dasar Teknik Mesin khususnya pada kompetensi dasar prosedur pengoperasian mesin umum sehingga masih banyak siswa yang belum mencapai nilai KKM. Oleh karena itu, peneliti melakukan penelitian pengembangan modul ajar yang menarik dan bisa membantu siswa untuk mengembangkan aspek kognitifnya dengan judul, ?Pengembangan Modul Ajar Pengoperasian Mesin Umum?. Di dalam pokok bahasan ini terdiri dari: 1)persiapan untuk mesin umum, 2) prosedur pengoperasian mesin umum, 3) memeriksa komponen kerja. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) pendefinisian (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), (4) penyebaran (Disseminate). Tahap pendefinisian meliputi analisis awal, analisis siswa, analisis konsep, analisis tugas dan spesifikasi tujuan pembelajaran. Tahap perancangan terdiri dari penyusunan tes, pemilihan media, pemilihan format, dan perancangan awal (desain awal). Pada tahap pengembangan terdiri dari validasi modul oleh dosen ahli, angket respon siswa dan soal pre test post test untuk siswa. Sedangkan untuk tahap penyebaran tidak dilakukan dikarenakan terbatasnya waktu penelitian.Hasil dari penelitian menunjukkan (1) rata-rata skor penilaian modul 3,56 dengan kategori sangat valid dan jika dipersentasekan menjadi 89%; (2) 57% siswa menunjukkan respon sangat baik dan 42% merespon baik terhadap modul. Jadi, 95% merespon positif terhadap penggunaan modul; (3) hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari nilai rata-rata hasil belajar tahap pertama 40 dan rata-rata hasil belajar tahap kedua 80. Jadi, pada hasil belajar tahap kedua sebanyak 17 siswa mendapat nilai diatas KKM dengan daya serap sebanyak 89%. Kata kunci : modul ajar pengoperasian mesin umum, 4D (four D model), hasil belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENGGUNAKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TPM 2 PADA MATA PELAJARAN DPTM DI SMK DHARMA BAHARI SURABAYA HASNA SEPTIANGGRAINI, DINDA; , DEWANTO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil refleksi yang didapatkan peneliti dan guru pada proses pembelajaran, didapatkan bahwa siswa kurang memahami teori secara konseptual. Hal ini disebabkan oleh sikap siswa yang tidak dapat memenuhi KKM, sehingga kelas tidak kondusif dan siswa tidak dapat mencapai KKM pada nilai pengetahuan dan keterampilan, serta metode pembelajaran yang kurang tepat. Perlu dilakukan penanganan dan perbaikan pada model pembelajaran agar nilai siswa pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa dapat mencapai KKM. Peneliti memiliki solusi agar siswa dapat meningkatkan hasil belajar melalui model pembelajaran dan latihan soal yang sesuai dengan mata pelajaran DPTM. Penelitian ini bertujuan agar siswa dapat mencapai ketuntasan hasil belajar siswa. Ketuntasan hasil belajar siswa yang meliputi dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Siklus penelitiam memulai alur dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar menggunakan penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) menggunakan soal higher order thinking skills (HOTS) pada kelas X TPM 2 ini dapat meningkatkan sikap siswa dalam melaksanakan proses belajar mengajar, meningkatkan pengetahuan siswa, serta meningkatkan keterampilan siswa sehingga dapat mencapai KKM. Kata Kunci: Problem Based Learning, HOTS, Hasil Belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PDTO KELAS X TKR 1 DI SMK NEGERI 3 JOMBANG ICHSAN KHOFI, MUHAMMAD; , DEWANTO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan peneliti dan guru di kelas X TKR 1 SMK Negeri 3 Jombang diperoleh hasil bahwa keaktifan siswa rendah dan hasil belajar kurang memuaskan. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu perlu diterapkannya inovasi model pembelajaran agar permasalahan tersebut dapat terselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran siswa kelas X TKR 1 di SMK Negeri 3 Jombang pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif (PDTO) dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan alur penelitian yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Variabel yang diteliti yaitu keaktifan dan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data untuk mencari keaktifan siswa dengan mengggunakan lembar angket dan lembar pedoman observasi, sedangkan untuk hasil belajar berupa tes yang memilki tiga aspek yaitu aspek afektif, kognitif, dan psikomotor. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) keterlaksanaan model pembelajaran make a match terlaksana sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran pada RPP; 2) Keaktifan siswa meningkat selama proses pembelajaran; dan 3) Hasil belajar siswa kelas X TKR 1 di SMK Negeri 3 Jombang mengalami peningkatan di atas nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Kata Kunci: Make A Match, Keaktifan Siswa, Hasil Belajar
PENGARUH PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP TINGKAT PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN BAGIAN SERVICE KENDARAAN DI PT. MAYANGSARI BELIAN MOTORS SIDOARJO LAILA HIDAYATUL ARIFAH, NUR; MADE MULIATNA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, informasi, komunikasi serta transportasi di era globalisasi ini dapat dirasakan oleh semua manusia. Perkebangan semua ini semata-mata hanya untuk memenuhi berbagai kebutuhan peradaban manusia yang semakin modern dan canggih. Tidak heran melihat angka pengendaran kendaraan Indonesia setiap tahunya mengalami peningkatan yang cukup signifikan baik kendaraan roda 2 maupun roda 4. Dengan peningkatan ini diikuti dengan terjadinya peningkatan jasa service. Sehingga banyak produsen yang memanfaatkan peluang untuk memperebukan di dunia industry jasa service. Hal ini beresiko menimbulkan maraknya terjadi kecelakaan kerja di perusahaan. Sehingga dapat mempengaruhi nilai produktivitas karyawan. Produktivitas merupakan salah satu hal yang menjadi tolak ukur maju tidaknya suatu perusahaan. Berdasarkan latar belakang, penelitian ini berfokus pada ?Pengaruh Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada Bagian Service di PT. Mayangsari Berlian Motors Sidoarjo?. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan keselamatan kerja dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja karyawan bagian service secara simultan maupun parsial. Dan hasil penelitian ini menunjukkan secara simultan keselamatan kerja dan kesehatan kerja memiliki pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan sebesar 46,2% sehingga untuk sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Sedangkan jika secara parsial, keselamatan kerja memiliki pengaruh sebesar 0,42 dan kesehatan kerja memiliki pengaruh sebesar 1,947. Sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keselamatan kerja lebih berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan dibandingkan dengan kesehatan kerja. Kata kunci: Keselamatan kerja, Kesehatan kerja, Produktivitas kerja, Uji F, Uji T. Abstract The progress of science and technology, information, communication and transportation in this era of globalization can be felt by all humans. The development of all this is solely to fulfill the various needs of an increasingly modern and sophisticated human civilization. No wonder the number of driving vehicles in Indonesia every year has experienced a significant increase in both 2-wheeled and 4-wheeled vehicles. This increase was followed by an increase in service services. So that many manufacturers take advantage of opportunities to develop in the service service industry. This risks creating a widespread work accident in the company. So that it can affect the value of employee productivity. Productivity is one thing that becomes a benchmark for the progress of a company. Based on the background, this study focuses on "The Effect of Work Safety and Occupational Health on Employee Productivity at the Service Division at PT. Mayangsari Berlian Motors Sidoarjo ". The purpose of this study was to determine the effect of the application of occupational safety and occupational health to the work productivity of service employees simultaneously or partially. And the results of this study indicate that occupational safety and occupational health simultaneously have an influence on employee work productivity of 46.2% so that the rest is influenced by other variables not examined by the researcher. Whereas if partially, work safety has an effect of 0.42 and occupational health has an influence of 1.947. So that from these results it can be concluded that work safety has more influence on employee work productivity compared to occupational health. Keywords: Occupational Safety, Occupational Health, Work Productivity, F Test, T. Test.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL AUTODESK INVENTOR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR, KEMAMPUAN KOMUNIKASI, DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TMI PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK DI SMK NEGERI 1 JATIREJO-MOJOKERTO ALLIFUDIN SYARIF, MOHAMMAD; , DEWANTO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum 2013 mengisyaratkan seorang guru harus menerapkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang mengandung 5M (Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, dan Mengkomunikasikan). Namun di SMK Negeri 1 Jatirejo masih dijumpai beberapa kekurangan baik ditinjau dari motivasi belajar yang rendah, minimnya kemampuan komunikasi siswa, dan hasil belajar siswa yang masih di bawah KKM. Oleh karena itu dilakukan upaya perbaikan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif NHT dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran NHT menggunakan media visual Inventor terhadap motivasi belajar siswa, kemampuan komunikasi siswa baik verbal maupun non-verbal dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode True eksperimental design dengan jenis penilitian Posttest Only Control Design dengan melakukan beberapa tahap pengujian diantaranya uji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat analisis dan uji t-test untuk mengetahui pengaruh setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh terhadap motivasi belajar, kemampuan komunikasi siswa baik verbal maupun non-verbal, dan hasil belajar siswa meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor dengan diterapkannya model pembelajaran NHT dengan bantuan media visual inventor. Hal tersebut ditunjukkan dengan harga t-hitung semua aspek lebih besar dari t tabel antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.Kata kunci: NHT, Autodesk Inventor, motivasi belajar, Kemampuan komunikasi, dan Hasil belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTUAN MEDIA ADOBE FLASH PROFESSIONAL CS6 PADA MATA PELAJARAN DASAR PERANCANGAN TEKNIK MESIN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 10 TMI DI SMK NEGERI 1 JATIREJO – MOJOKERTO KIANI RAMADHANI, FENZI; , DEWANTO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil refleksi yang dilakukan oleh peneliti dan guru di SMKN 1 Jatirejo didapatkan bahwa proses pembelajaran dengan model yang kurang efektif dapat menyebabkan respon siswa pasif sehingga hasil belajar siswa banyak yang belum tuntas. Dari permasalahan tersebut solusi yang dibutuhkan adalah penerapan model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menigkatkan kualitas pembelajaran dari segi efektivitas pembelajaran, respon siswa, dan hasil belajar menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan media Adobe Flash Professional CS6 untuk mempermudah penyampaian materi dalam bentuk animasi dan video interaktif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diterapkan pada kelas X TMI 1 pada mata pelajaran Dasar Perancangan Teknik Mesin. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, angket dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada efektivitas pembelajaran mendapatkan hasil dengan kategori sangat efektif, respon menunjukkan hasil dengan kategori sangat baik, dan hasil belajar siswa menunjukkan ketuntasan klasikal sebanyak 28 siswa hasil belajarnya tuntas. Kata kunci: STAD, Efektivitas Pembelajaran, Respon Siswa, Hasil belajar

Page 1 of 2 | Total Record : 20