cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2019)" : 15 Documents clear
Inovasi Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui Samsat Judes (Jujug Desa) oleh Kantor Bersama Samsat Kabupaten Jombang (Studi pada Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam) RAHMAH SINTYA ANGGRAINI; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

Samsat Judes (Jujug Desa) merupakan inovasi Kantor Bersama Samsat Jombang yang bertujuan untuk meningkatkan hasil pemungutan pajak dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat hingga ke pelosok desa. Munculnya Samsat Jujug Desa (Judes) memberikan kemudahkan bagi Wajib Pajak untuk melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor dengan jarak tempuh yang lebih dekat. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian menggunakan teori kriteria inovasi pelayanan publik menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 03 Tahun 2018 yang terdiri dari memiliki kebaruan, efektif, bermanfaat, dapat ditransfer/direplikasi, dan keberlanjutan. Teknik pengumpulan data yaitu teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman, antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi layanan Samsat Jujug Desa (Judes) telah memenuhi kriteria memiliki kebaruan karena Samsat Jujug Desa menjangkau hingga ke pelosok desa dan menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi. Kriteria efektif ditunjukkan dengan meningkatnya hasil pemungutan pajak Kabupaten Jombang dan meningkatnya kepatuhan masayarakat Desa Wonosalam dalam membayar pajak. Kriteria bermanfaat ditunjukkan dengan terjangkaunya tempat pelayanan, prosedur yang lebih mudah, dan waktu pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kriteria dapat direplikasi ditunjukkan dengan adanya beberapa instansi yang dapat menerapkan sistem yang serupa. Serta kriteria keberlanjutan yang ditunjukkan dengan munculnya Samsat Jujug Desa Plus dan Samsat Jujug Desa sendiri juga merupakan kelanjutan dari Samsat Keliling. Kata Kunci : Pelayanan, Publik, Inovasi
Evaluasi Program Keaksaraan Fungsional di Desa Tlambah Kecamatan Karangpenang Kabupaten Sampang Madura MITA DEVI SUKMAWATI; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

Program Keaksaraan Fungsional ini sangatlah penting bagi masyarakat penyandang buta aksara. Dengan adanya program ini masyarakat terutama mereka yang tinggal di Desa terpencil akan terbantu dan meningkatkan kesadaran masyarakatterhadap pendidikan. Pada pembelajaran Keaksaraan Fungsional Fungsional ini juga bagian dari upaya untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat yang merata agar mampu berperan di tengah-tengah masyarakat yang sesuai dengan kemampuan dalam bidangnya masing-masing. Mayoritas masyarakat Kabupaten Sampang bermata pencaharian sebagai petani, sebagian kecil pedagang. Rata-rata kualitas sumber daya manusia (SDM) rendah dengan angka prestasi buta aksara sangat tinggi. sehingga Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 49 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan oleh satuan pendidikan Keaksaraan Fungsional (SK). Tujuan dari penelitian ini adalah adalah untuk mendeskripsikan Evaluasi Program Keaksaraan Fungsional di Desa Tlambah Kecamatan Karangpenang Kabupaten Sampang Madura. Fokus dari penelitian ini adalah menggunakan Teori Evaluasi William N.Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, ketetapan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatakn kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Program keaksaraan Fungsional ini merupakan suatu pembelajaran yang diberikan diluar sekolah untuk masyarakat penyandang buta aksara. Terutama bagi mereka yang tidak bisa menulis, membaca dan menghitung. Hasil dari Evaluasi Program Keaksaraan Fungsional ini masih belum dikatakan efektiv. Karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan surat keterangan melek aksara (SUKMA). Kata Kunci : Evaluasi, Program, Keaksaraan, Fungsional
Implementasi Program Bajuku Libas Dosa (Bangkit Menuju Keluarga Religius, Bahagia Sejahtera dengan Orientasi Surga) di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Blitar OLGA NORMALISTIA; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

KDRT masih rentan terjadi, tidak hanya pada kota-kota besar di Jawa Timur, tetapi juga di beberapa kabupaten termasuk Kabupaten Blitar. Dengan adanya Program Bajuku Libas Dosa (Bangkit Menuju Keluarga Religius, Bahagia Sejahtera dengan Orientasi Surga) di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Blitar, laporan mengenai kasus KDRT selama tahun 2015-2017 semakin meningkat. Selain itu terdapat kesenjangan antara jumlah kasus KDRT yang telah dilaporkan dan kasus KDRT yang telah ditangani. Hal ini dikarenakan faktor yang muncul dari pola pikir beberapa masyarakat masih menganggap kasus KDRT merupakan sebuah aib keluarga. Ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan pelaksana dengan kasus yang ditangani juga menjadi permasalahan dalam pelaksanaan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan implementasi Program Bajuku Libas Dosa (Bangkit Menuju Keluarga Religius, Bahagia Sejahtera dengan Orientasi Surga) di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Blitar. Pendekatan Penelitian adalah kualitatif deskriptif, dengan fokus penelitian model implementasi kebijakan publik milik Donald P. Warwick. Lokasi penelitian di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Blitar. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan yang dilakukan oleh P2TP2A Kabupaten Blitar telah membuahkan hasil. Pada tahap implementasi terdapat dua faktor, yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat. Peneliti memberi saran menambah fasilitas mobil Perlindungan Perempuan dan Anak dan perbaikan pada websites P2TP2A Kabupaten Blitar. Kata Kunci : Kekerasan, Perlindungan, Implementasi
IMPLEMENTASI PROGRAM BLOOD JEK DI UTD PMI KABUPATEN LUMAJANG ROVIYANTI RAZALIA; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Salah satu alternatif penanggulangan distribusi darah di Kabupaten Lumajang, UTD PMI Kabupaten Lumajang menjalankan program Blood Jek. Program Blood Jek adalah sistem layanan yang dirancang untuk menjamin kualitas darah, menjaga keualitas darah, dan memudahkan permintaan darah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian yang digunakan adalah variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan sudah cukup baik dalam penyampaian informasi yang dilakukan oleh pelaksana program kepada kelompok sasaran, kejelasan informasi belum cukup baik karena ketidaklengkapan identitas pasien pada form permintaan darah. Sedangkan untuk konsistensi materi sudah cukup konsisten. Sumber daya manusia dalam pelaksanaan program Blood Jek masih kurang dalam segi jumlah petugas Blood Jek. Fasilitas atau sarana dan prasarana dalam pelaksanaan program Blood Jek masih kurang baik. Untuk aspek disposisi, sikap implementator program Blood Jek sudah cukup baik, dan adanya insentif yang diberikan kepada implementator juga sudah baik. Sedangkan dalam pelaksanaan program Blood Jek sudah sesuai dengan SOP. Saran dari peneliti yaitu penambahan petugas Blood Jek, penambahan fasilitas sarana sepeda motor dalam layanan program Blood Jek, perbaikan prasarana gedung agar lebih luas dalam pelaksanaan program Blood Jek di UTD PMI Kabupaten Lumajang. Kata Kunci : Implementasi, Distribusi, Darah. Abstarct One alternative for the control of blood distribution in Lumajang Regency, UTD PMI Lumajang Regency runs the Blood Jek program. The Blood Jek program is a service system designed to guarantee blood quality, maintain data quality, and facilitate blood demand. In its implementation, the community and the Hospital understood enough about the Jek Blood program but the lack of blood delivery officers in the Jek Blood program, the number of facilities and infrastructure lacking in the implementation of the Blood Jek program at UTD PMI Lumajang Regency. This research uses descriptive research with a qualitative approach. The focus of the research used is variable communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The results showed that the information provided by program implementers was sufficiently good for the target group, information clarity was not good enough because of the incompleteness of the patients identity on the blood request form. As for the consistency of the material is quite consistent. Human resources in implementing the Blood Jek program are still lacking in terms of the number of Blood Jek officers. Facilities or facilities and infrastructure in the implementation of the Blood Jek program are still not good. For the disposition aspect, the attitude of the Blood Jek program implementer was quite good, and the incentives provided to the implementers were also good. While the implementation of the Blood Jek program is in accordance with the SOP. Suggestions from researchers were the shooting of the Jek Blood Officer, adding motorcycle facilities in the Blood Jek program service, improving building infrastructure to make it wider in the implementation of the Blood Jek program at UTD PMI Lumajang Regency. Keywords: Implementation, Distribution, Blood.
EVALUASI PROGRAM BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA (BSPS) DI KELURAHAN TAMANAN KECAMATAN TULUNGAGUNG KABUPATEN TULUNGAGUNG RATIH WIDAYANTI; WENI ROSDIANA
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya ( BSPS ) ini berdasarkan Peraturan Menteri Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat No. 14 Tahun 2011 adalah program fasilitasi pemerintah dengan memberikan sejumlah dana untuk pembangunan atau perbaikan rumah tidak layak huni dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Di Keluraha Tamanan Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualiutatif.Subyek penelitian ini terdiri dari Staf Bappeda Kabupaten Tulungagung,Staf Dinas PU BMCK Kabupaten Tulungagung, Staf Kelurahan Tamanan dan kelompok sasaran penerima bantuan BSPS Di Kelurahan Tamanan.Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi,wawancara dan dokumentasi.Analisis data yang digunakan berupa pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan program BSPS di Kelurahan Tamanan dari enam indikator model evaluasi menurut William N Dunn yaitu: 1) efektivitas, belum dikatakan efektif karena selama pelaksanaan terdapat kendala terkait penyaluran bantuan dan juga karena masih banyaknya masyarakat miskin yang belum menerima bantuan karena keterbatasan kuota. 2) efisiensi, sudah terpenuhi untuk bantuan bahan material dengan sumber dana yang jelas berasal dari APBN tetapi untuk biaya tukang belum memenuhi sehingga hal ini dapat menghambat ketercapaian program dan juga terkait kerjasama antar sumber daya manusia yang turut serta dalam proses pembangunan. 3) kecukupan, belum maksimal karena keterbatasan dana yang dimiliki oleh kelompok sasaran mengingat bantuan yang didapat dari pemerintah berupa bahan material 4) perataan,untuk besaran bantuan disalurkan merata sesuai degan kebutuhan .Akan tetapi masih terdapat masalah dalam proses bangunan dan juga masih banyaknya masyarakat miskin yang belum menerima bantuan karena syarat yang diberikan pemerintah.5) responsivitas, dengan adanya program bsps ini masyarakat merasa sangat terbantu dan juga dapat meningkatkan rasa solidaritas antar tetangga dan saudara disekitar kelompok sasaran. Serta respon positif yang ditunjukkan oleh penerima bantuan. 6) ketepatan, ketidaktepatan sasaran yang terjadi karena adanya penolakan oleh kelompok sasaran karena keterbatasan dana . Dapat disimpulkan bahwa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Tamanan masih terdapat kendala, maka saran peneliti adalah : 1) Meninjau kembali syarat dan ketentuan calon penerima bantuan khususnya terkait status kepemilikan tanah. 2) Persyaratan untuk penerima bantuan yang sekiranya memberatkan atau menyulitkan seharusnya dihilangkan.3)Bantuan yang diberikan hendaknya tidak hanya meliputi bahan bangunan saja melainkan juga meliputi biaya tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan.4)Desain rumah seluruh penerima bantuan disamakan agar tidak terjadi kekurangan dan dapat mencukupi kriteria rumah sehat.5)Diperlukan adanya pengawasan dari pelaksana mulai dari proses sosialisasi program hingga proses pelaksanaan agar tidak terjadi kesalahan atau miskomunikasi antara pihak pelaksana dan pihak penerima bantuan. Kata Kunci : Evaluasi, Program Stimulan Perumahan Abstact The Self-Help Housing Stimulation Program (BSPS) is based on Minister of Public Works and Peoples Housing Regulation no. 14 Year 2011 is a government facilitation program by providing some funds for the construction or repair of uninhabitable homes with funds sourced from the State Revenue Budget. This study aims to describe the evaluation of the Self-Helping Housing Stimulus Program (BSPS) in Tamanan Village Tulungagung District Tulungagung District.The research type used is descriptive with quantitative approach. The subject of this research consisted of staff of Bappeda of Tulungagung Regency, staff of PU BMCK Office of Tulungagung Regency, Tamanan Village Staff and beneficiary group of BSPS in Tamanan Village. Data collecting technique consisted of observation, interview and documentation . Data analysis used in the form of data collection, data reduction and conclusion.The results of the study show that the program of BSPS in Tamanan Urban Village from six indicators of evaluation model according to William N Dunn are: 1) effectiveness, not yet effective because during implementation there are constraints related to the distribution of aid and also because there are still many poor people who have not received assistance due to quota limitations. 2) efficiency, has been fulfilled for material assistance with funding source which obviously comes from APBN but for the expense of artisans have not fulfilled so that this can hinder the achievement of program and also related cooperation between human resources participating in development process. 3) sufficiency, not maximal due to limited funds owned by the target group considering assistance obtained from the government in the form of materials 4) leveling, for the amount of aid distributed evenly in accordance with the needs. But there are still problems in the building process and also the many poor people who have not received assistance due to government requirements.5) responsiveness, with the existence of this bsps program, the community feels very helpful and can also increase the sense of solidarity between neighbors and relatives around the target group. As well as the positive response shown by the beneficiaries. 6) the accuracy, inaccuracy of targets that occur due to the rejection by the target group due to limited funds.It can be concluded that the Self-Helping Housing Stimulation Program (BSPS) program in Tamanan Village is still constrained, so the researchers suggestion is: 1) Reviewing the terms and conditions of potential beneficiaries especially related to land ownership status. 2) Requirements for recipients of assistance in the case of incriminating or complicating should be omitted.3) Assistance should not only cover building materials but also cover labor costs as required.4) The design of the houses of all beneficiaries is equated to avoid shortages and sufficient criteria for a healthy house.5) There is a need for supervision from the implementer from the program socialization process until the implementation process in order to avoid errors or miscommunication between the implementing parties and the beneficiaries. Keywords: Evaluation, Housing Stimulant Program
Implementasi Kepariwisataan Berbasis Kearifan Lokal, Seni, Dan Budaya Dayak (Studi Festival Budaya Tira Tangka Balang Di Kabupaten Murung Raya) DEBBY OLIVIA WULANDARI; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

AbstrakMeningkatnya perkembangan sektor pariwisata tidak terlepas dari potensi budaya yang ada di Indonesia. Budaya merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga dengan baik oleh para penerus bangsa. Kabupaten Murung Raya sebagai daerah yang mempunyai otonomi berwenang mengatur dan mengurus daerahnya, menyelenggarakan adanya Festival Budaya “Tira Tangka Balang”, sebagai ajang pelestarian budaya dan kepariwisataan daerah berbasis kearifan lokal, seni, dan budaya Dayak. Dimana Festival Budaya “Tira Tangka Balang” diselenggarakan setiap tahunnya pada bulan April di ibu kota Kabupaten Murung Raya, yaitu Puruk Cahu, melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Murung Raya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan bagaimana implementasi kepariwisataan berbasis kearifan lokal, seni, dan budaya Dayak (studi Festival Budaya “Tira Tangka Balang”). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah teori Implementasi Merilee S.Grindle. Subjek penelitian ini ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari teori Implementasi Merilee S.Grindle, pada content dan context of policy tidak menemukan adanya masalah yang sifatnya menghambat pada pelaksanaan kegiatan Festival Budaya “Tira Tangka Balang”, meskipun masih ada kekurangan seperti pada akses atau kondisi jalan yang harus ditempuh masyarakat dari tiap Kecamatan di Kabupaten Murung Raya, serta tidak ada penyediaan transportasi dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Murung Raya. Adapun saran yang diajukan peneliti adalah perlu adanya peningkatkan pada promosi yang maksimal bagi pelaksanaan Festival Budaya “Tira Tangka Balang” di Kabupaten Murung Raya.Kata Kunci: Implementasi, Pariwisata, Kearifan LokalAbstractThe increasing development of the tourism sector is inseparable from the cultural potential that exists in Indonesia. Culture is a national identity that must be respected and guarded well by the nations successors. Murung Raya Regency as an autonomous region has the authority to regulate and manage its area, holding a "Tira Tangka Balang" Cultural Festival, as a regional cultural and tourism preservation site based on local wisdom, art and Dayak culture. Where the "Tira Tangka Balang" Cultural Festival is held annually in April in the capital city of Murung Raya Regency, namely Puruk Cahu, through the Murung Raya Regency Tourism and Youth Office. The purpose of this study was to analyze and describe how the implementation of tourism based on local wisdom, arts and Dayak culture (study of the "Tira Tangka Balang Culture Festival"). This study uses a descriptive research method with a qualitative approach. The focus of this research is the theory of Merilee S. Grindle Implementation. The subject of this study was determined by purposive sampling technique. Data collection techniques in this study through interviews, observation and documentation. Data analysis is done by data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that from the theory of Merilee S. Grindle Implementation, the content and context of policy did not find any problems that were hampering the implementation of the "Tira Tangka Balang" Cultural Festival, although there were still shortcomings such as access or road conditions that must be taken by the community from each Subdistrict in Murung Raya Regency, and there is no provision of transportation from the Murung Raya District Tourism and Sports Agency. The suggestions put forward by researchers are the need to increase the maximum promotion for the implementation of the "Tira Tangka Balang" Cultural Festival in Murung Raya Regency.Keywords: Implementation, Tourism, Local Wisdom
Inovasi Pelayanan Kesehatan Lansia melalui Program Gerakan Lansia Sehat (Gelas) di Puskesmas Trenggalek Kabupaten Trenggalek NIKITA BAKUH TRIYONO; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

AbstrakPuskesmas Trenggalek menciptakan sebuah inovasi pelayanan di bidang kesehatan lansia yaitu melalui program Gerakan Lansia Sehat (Gelas). Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi lansia khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Trenggalek yang selama ini dirasa masih kurang maksimal. Jenis penelitian yang digunakan yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian menggunakan teori komponen kemampuan inovasi menurut Prof. Y. Emery et al,. dalam Trends and Challenge Towards Innovative Public Services (2015:4-10) yang terdiri dari Budaya Inovatif, Kepemimpinan, Pengetahuan Ahli, Keterlibatan Pemangku Kepentingan, dan Desain Kerja yang Inovatif. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Puskesmas Trenggalek telah memenuhi kelima komponen kemampuan inovasi serta dalam pelaksanaan program sudah berjalan dengan cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa kendala baik dari faktor internal maupun eksternal. Selain itu masih banyak lansia yang belum bergabung dalam posyandu maupun senam lansia sehingga peneliti menyarankan agar Puskesmas Trenggalek mengoptimalkan sosialisasi kepada para lansia.Kata kunci : Pelayanan, Publik, InovasiAbstract Trenggalek health center creates a service innovation in the elderly health field called Gerakan Lansia Sehat. Health services in Trenggalek health center was not developed very well so far, so the program wants to optimalize health services for elderly,especially for those who lives in the sub-district of Trenggalek. Researcher choose to use descriptive research with qualitative approach. Components Theory by Prof. Y. Emerty et al., is use to focus this research, using the ablity to innovate theory on Trends and Challenge Towards Innovative Public Services (205:4-10). These theory tends to talk about innovation cultures, leadership, expert knowledge,stakeholder engagement, and innovative work design. Datas are collected thourgh interviews, observations, and documentations which analize using analyzing data technique from Miles and Huberman which included data accumulation, data reduction, data presentation, and adopting conclusion. This research shows that Trenggalek health center fully qualify the components of innovation and Elderly Health Program is done well altough still having some problems, both internally and externally. Many elderly still did not joined the program or even the medical check routine, so the researcher suggest the Trenggalek health center to have more socialization to elderlies. Key words : Service, Public, Innovation.
KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN PADA APLIKASI GO-HOME (APLIKASI PENGGANTI HANDPHONE) DI SEKOLAH DASAR NEGERI 05 MADIUN LOR KOTA MADIUN ERFI OKFIANA; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

AbstrakPelayanan Aplikasi Go-Home merupakan inovasi pelayanan terbaru yang dimiliki oleh Sekolah Dasar Negeri 05 Madiun Lor Kota Madiun. Pelayanan ini bertujuan untuk mengatasi kekurangoptimalan bahkan tersendatnya komunikasi dari siswa-siswi ke orang tua wali murid tentang keperluan mereka terkait urusan sekolah selama siswa-siswi berada di lingkungan sekolah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan secara mendalam dan menganalisis kualitas pelayanan pendidikan pada aplikasi Go-Home (Aplikasi Pengganti Handphone) di Sekolah Dasar Negeri 05 Madiun Lor Kota Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian menggunakan teori kualitas pelayanan menurut Kumorotomo 1996 yang terdiri dari Efisiensi, Efektifitas, Keadilan serta Daya Tanggap dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Sekolah Dasar Negeri 05 Madiun Lor telah memenuhi keempat komponen kualitas pelayanan serta dalam pelaksanaan pelayanan sudah berjalan dengan cukup baik, walaupun masih ada beberapa kekurangan atau kendala yang harus diselesaikan. Sehingga peneliti memberikan saran yaitu perlu menambah jumlah mesin aplikasi, sekolah diharapkan melakukan sosialisasi secara bertahap, diperlukan untuk menambah petugas pengisian pulsa dan juga fitur Om-Jek bisa segera untuk digunakan, juga diperlukan adanya pembaruan agar sinyal lebih kuat serta penambahan fitur WhatsApp yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.Kata Kunci : Kualitas, Pelayanan, PublikAbstract The Application Service Go-Home is the latest service innovation owned by Madiun Lor State Elementary School 05 Madiun City. This service aims to overcome the lack of optimization and even the hindrance of communication from students to parents about their needs regarding school matters as long as students are in the school environment. The purpose of this study is to describe in depth and analyze the quality of educational services on the Go-Home Application (Mobile Phone Replacement Application) in Public Elementary School 05 Madiun Lor, Madiun City. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. While the focus of the study uses the theory of service quality according to Kumorotomo 1996 which consists of Efficiency, Effectiveness, Justice and Response with techniques Purposive Sampling. Data collection techniques through interview techniques, observation, and documentation were analyzed using data analysis techniques according to Miles and Huberman which included data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. That results of this study indicate that Public Elementary School 05 Madiun Lor has fulfilled the four components of service quality as well as in the implementation of the service it has run quite well. So that the researchers provide advice, namely the need to increase the number of application machines, schools are expected to carry out socialization in stages, needed to add top-up officers and also a feature to use immediately, also needed an update to make the signal stronger and the addition of WhatsApp features that are in line with current technological developments.Key words : Quality, Service, Public
STRATEGI BUMDES DALAM PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATA NEGERI ATAS ANGIN DI DESA DELING KECAMATAN SEKAR KABUPATEN BOJONEGORO FERDINAN RAKHMAD YANUAR; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

AbstrakPotensi Wisata Negeri Atas Angin harapannya dapat menjadi desa tujuan wisata bagi masyarakat (wisatawan). Akan tetapi jika melihat realita yang terjadi jumlah pengunjung yang datang ke tempat wisata ini dapat dikatakan masih rendah apabila di bandingkan dengan jumlah pengunjung wisata alam yang berada di daerah lain. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi Bumdes dalam peningkatan kunjungan wisata negeri atas angin di desa Deling Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Fokus penelitian dilihat dari atraksi, aksebilitas, dan amenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya Pemerintah Desa Deling (BUMDes) sudah menjalankan beberapa kriteria tentang pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata, akan tetapi dalam hal tersebut campur tangan dari pemerintah Kabupaten Bojonegoro sangat dibutuhkan terutama dalam hal perbaikan akses jalan yang membutuhkan biaya yang sangat besar. Kesimpulan yang dapat dijelaskan adalah strategi BUMDes dalam meningkatkan kunjungan wisata Negeri Atas Angin di Desa Deling Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro sudah dilaksanakan namun belum secara maksimal karena dihambat oleh beberapa kendala terutama dalam hal biaya.Kata Kunci : Manajemen, Strategi, Wisata.AbstractNegeri Atas Angin would became a tourist destination. But the fact said people who come to NegeriAtasAngin still low, according to the number of visitor compared with the number of visitors in other areas. The goal of this research is to describe the strategy of Bumdes in improvement of excursion in Negeri Atas Angin ,Deling village Bojonegoro. The type of research is descriptive with qualitative approaching. Then the technique of retrieving the source data in this research using the technique of Purposive Sampling. Meanwhile, the focus of this research is seen from these forms of attraction, accessibility, and amenity. The results showed that the Government of Deling Village (BUMDes) already run some criteria about the management and development of the tourist area, but in terms of the interference from the County Government. much needed especially in terms of improvements to the access road that requires a very large cost. The conclusion that can be described is BUMDes strategies in improving the tourist NegeriAtasAnginwas implemented but not yet optimally because is inhibited by several constraints, especially in terms of cost.Keywords : Management, Strategies, Tourism.
INOVASI LAYANAN PANTAUAN PENDUDUK (SIPANDU) DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA SURABAYA (PEMERINTAH KOTA SURABAYA) ADHE PURNOMO; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Inovasi layanan SIPANDU adalah inovasi yang di ciptakan oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam pelaksanaanya layanan berbasis aplikasi ini diamanahkan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika selaku penyedia layanan. Inovasi ini lahir pasca kejadian terorsime yang ada di Surabaya pada 13 mei 2018 lalu, hal tersebut membuat masyarakat yang terkena dampak terorisme menuntut Pemerintah Kota Surabaya untuk memberikan solusi agar tindakan kejahatan tersebut tidak terulang kembali. Dan pada tanggal 15 mei 2018 aplikasi ini lahir. aplikasi layanan ini lahir dari upaya pemerintah Kota guna menjawab kegundahan yang menyelimuti warga Surabaya kala itu pasca kejadian terorisme, dengan adanya apliksi ini diharapkan dapat menjawab semua kebutuhan masyarakat Kota Surabaya dalam memulihkan kondusifitas Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara itu, fokus penelitian ini adalah indikator inovasi menurut teori Gebauer et al; Prahalad & Ramaswamy. Kemudian subjek penelitian ini ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kelima indikator inovasi menurut teori Gebauer et al; Prahalad & Ramaswamy masih terdapat kelebihan dan kekurangan. Analisis penelitian menunjukan bahwa Diskominfo Kota Surabaya dalem memberikan layanan ini sudah di katakan sangat baik berbgai upaya di lakukan guna mengembalikan kondisi Kota Surabaya. Salah satu upaya yang di lakukan adalah dengan melakukan sosialisai secara berkala dan promosi melalui media online. Kekurangan dari inovasi layanan ini masih terdapat warga/pengguna yang belum melek teknologi membuat layanan aplikasi ini belum berjalan maksimal. Adapun saran dari peneliti adalah diharapkan Dinas Kominfo Kota Surabaya turut aktif mensosialisaiikan layanan SIPANDU ini kepada pemuda Surabaya agar bisa diakses oleh semua kalangan pengguna layanan SIPANDU ini. Serta perlunya pelatihan teknologi yang di adakan oleh Diskominfo Kota Surabaya untuk meningkatkan kualitas masyarakat Kota Surabaya. Kata Kunci : Pelayanan, Publik, Inovasi. Abstract SIPANDU service innovation is an innovation created by the Surabaya City Government in implementing this application-based service mandated to the Office of Communication and Information as a service provider. This innovation was born after the most recent incident in Surabaya on May 13 2018, which made the people affected by terrorism demand the Surabaya City government to provide a solution so that the crime would not be repeated. And on May 15 2018 this application was born. This service application was born from the efforts of the city government to answer the anxiety that enveloped Surabaya citizens at the time after the terrorism incident, with this application it was hoped that it could answer all the needs of the Surabaya City community in restoring the conducive condition of Surabaya City. The type of research used in this study is descriptive and uses a qualitative approach. Meanwhile, the focus of this study is an indicator of innovation according to the theory of Gebauer et al; Prahalad & Ramaswamy. Then the subject of this study was determined bytechnique purposive sampling. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data analysis is done by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of the study show that of the five indicators of innovation according to the theory of Gebauer et al; Prahalad & Ramaswamy still have advantages and disadvantages. Analysis of the research shows that Diskominfo Kota Surabaya in providing this service has been said to be very good with various efforts made to restore the condition of the city of Surabaya. One of the efforts taken is to conduct regular socialization and promotion through online media. The disadvantage of this service innovation is that there are still people / users who have not been tech savvy, making this application service not running maximally. The suggestion from the researcher is that it is expected that the Surabaya City Communication and Information Service will actively socialize the service of this guide to young Surabaya people so that it can be accessed by all users of SIPANDU services. As well as the need for technology training held by Diskominfo Surabaya City to improve the quality of the people of Surabaya City. Keywords: Service, Public, Innovation.

Page 1 of 2 | Total Record : 15