cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 26 Documents clear
EKSISTENSI INDUSTRI GERABAH DI DESA NGADIREJO KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN ANIKA, SUN; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Ngadirejo merupakan salah satu sentra industri kerajinan gerabah yang ada di Kabupaten Tuban, namun di zaman sekarang kegunaan gerabah sudah mulai ditinggalkan dan digantikan dengan peralatan yang modern, hal ini mengakibatkan pengrajin gerabah mengalami penurunan jumlah pemasaran setiap tahun. Kesulitan yang dialami pengrajin membuat jumlah pengrajin yang bertahan di tahun 2018 sebanyak 50 pengrajin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengrajin gerabah, faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi industri gerabah serta strategi bertahan industri gerabah di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban.Jenis penelitian ini adalah survei, populasi dari penelitian ini adalah seluruh industri gerabah di Desa Ngadirejo Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban yaitu sebanyak 50 pengrajin gerabah. Jumlah populasi yaitu 50 pengrajin maka keseluruhan populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, kuisioner, dokumentasi dengan teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif prosentase.Hasil penelitian menunjukkan 1) profil pengrajin industri gerabah adalah perempuan rentang usia 51-61 tahun dengan tingkat pendidikan lulusan sekolah dasar, jenis pekerjaan tetap yang dilakukan secara turun temurun, menggunakan cara tradisional, 2) faktor-faktor eksistensi industri gerabah adalah: a) bahan baku mudah didapat b) tenaga kerja anggota keluarga c) modal lebih banyak dari modal sendiri d) pemasaran dijual melalui pengepul, 3) strategi bertahan indutri gerabah dengan cara memasarkan melalui pengepul sebesar 92%, meminjam modal kepada pengepul 42% dan memanfaatkan jaringan sosial dalam tenaga kerja yaitu memakai anggota keluarga dengan sistem gotong royong antar pengrajin dan tetangga.Kata Kunci : Eksistensi, Industri Gerabah, Strategi Bertahan
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA PULAU LUSI DI KECAMATAN JABON KABUPATEN SIDOARJO ISLAMIYAH RAKHMAH, DINA; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPulau Lusi merupakan salah satu destinasi wisata baru di Sidoarjo yang diharapkan dapat menjadi tujuan wisatayang berwawasan lingkungan dengan tema pemanfaatan, penelitian, pembelajaran serta pelestarian mangrove. PulauLusi belum dikenal secara luas oleh masyarakat karena pengunjung masih didominasi dari kecamatan Jabon dan daerahsekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dan prioritas pengembangan yang dapat diterapkanpada objek wisata Pulau Lusi.Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitiandilakukan di Pulau Lusi yang terletak di Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Respondendalam penelitian ini berjumlah 30 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan datamenggunakan observasi, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis strategi pengembangan berdasarkan InternalFactor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS) pada analisis SWOT.Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan nilai faktor strength (kekuatan) menunjukkan angka sebesar 1,9933 dannilai faktor weakness (kelemahan) sebesar 0,6659. Hasil perhitungan nilai faktor opportunity (peluang) menunjukkannilai sebesar 1,6543 dan nilai faktor threat (ancaman) sebesar 1,1111. Perhitungan dengan analisis SWOT menunjukkanbahwa objek wisata Pulau Lusi berada pada kuadran I, strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah strategi agresif(growth oriented strategy). Prioritas utama strategi pengembangan untuk objek Pulau Lusi dengan total skor 0,3160yaitu meningkatkan promosi di berbagai media promosi dengan pemanfaatan teknologi promosi agar masyarakat dapatlebih mengenal objek wisata Pulau Lusi.Kata Kunci : Strategi, Pengembangan, Analisis SWOT
DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL MOJOKERTO-KERTOSONO TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN TEMBELANG DAN KECAMATAN PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG ROFIULLOH, GAYUH; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBeberapa tahun terakhir pembangunan infrastruktur sangat berkembang pesat di bidang jalan khusunya Jalan Toldi Jawa Timur. Wilayah Kabupaten Jombang adalah salah satu yang termasuk dalam pembangunan jalan tol yangmenghubungkan antara Mojokerto - Kertosono. Pembangunan Jalan Tol Mojokerto - Kertosono melewati enam desadari dua kecamatan yaitu Kecamatan Tembelang dan Kecamatan Peterongan sehingga perlu dilakukan pembebasanlahan. Pembebasan lahan ini berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat.Tujuan penelitian iniyaitu untuk mengetahui adannya perubahan terhadap kondisi sosial ? ejonomi masyarakat di Kecamatan Tembelang danKecamatan Peterongan di Kabupaten Jombang sebelum dan sesudah adanya pembangunan jalan tol Mojokerto-Kertosono.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Tembelang danPeterongan yang terdiri dari enam desa yaitu Desa Tampingmojo, Desa Kedunglosari, Desa Mojokrapak, DesaPesantren, Desa Tengaran dan Desa Sumberagung. Sampel dalam penelitian ini ada 100 responden yang dibagi dalamenam desa di dua Kecamatan. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakanadalah analisis deskriptif kuantitatif yaitu data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan prosentase.Hasil penelitian ini menunjukkan lahan yang dibebaskan untuk pembangunan jalan tol adalah lahan pertanian danpemukiman. Pembangunan Jalan Tol Mojokerto - Kertosono berdampak relatif buruk terhadap kondisi sosial danekonomi, terutama kondisi sosial. Untuk mata pencaharian tidak sepenuhnya berubah karena 48% masyarakat masihtetap menjadi petani dan beberapa beralih profesi mata pencaharian akibat terkena pembebasan lahan. Kondisi ekonomiada perubahan yaitu penurunan produktivitas hasil panen dikarenakan lahan pertanian terkena pembebasan lahan untukbangunan jalan tol yang mempengaruhi pendapatan dan pengeluaran tiap bulan masyarakat.Kata kunci : Pembangunan, Jalan Tol.
STUDI POLA KETERJANGKAUAN PUSKESMAS DI KABUPATEN LAMONGAN ARIF, DAHRUL; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jumlah penduduk Kabuaten Lamongan yang berjumlah 1.342.266,sedangkan jumlah Puskesmas di Kabupaten Lamongan ada 33. Standar nasional pelayanan Puskesmas No.128/Menkes/SK/II/2004, menetapkan bahwa setiap Puskesmas melayani 30.000 jiwa penduduk, maka satu Puskesmas di Kabupaten Lamongan melayani 40.675 jiwa, sehingga Puskesmas di Kabupaten Lamongan belum memenuhi standar nasional pelayanan Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pola persebaran Puskesmas di Kabupaten Lamongan. 2) Keterjangkauan Puskesmas di Kabupaten Lamongan. 3) Tindak lanjut masyarakat yang tidak terjangkau fasilitas Puskesmas di Kabupaten Lamongan. Jenis penelitian ini adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah kepala keluarga yang tidak terjangkau fasilitas Puskesnas dengan sampel 100 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan pengukuran. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik NNA (nearst neighbor analysis) untuk mengetahui pola persebaran, buffer, overlay dan querry untuk mengetahui keterjangkauan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pola persebaran Puskesmas yakni acak atau random diseluruh wilayah Kabupaten Lamongan. 2) Keterjangkauan Puskesmas di Kabupaten Lamongan masih banyak wilayah yang belum terjangkau ada sekitar 43 desa dengan luas pemukiman 1.972.880 m2 . 3) Tindak lanjut masyarakat yang tidak terjangkau 25 responden berobat ke Rumah sakit 15 responden berobat ke Puskesmas induk dan enam responden berobat ke Puskesmas pembantu, sedangkan 52 responden memilih berobat ke klinik dan dokter spesialis. Kata kunci: Pola Persebaran, Keterjangkauan, Puskesmas.
RESPON MATA AIR KARST GOA GREMENG TERHADAP KEJADIAN HUJAN PADA AREA TANGKAPANNYA DI KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNGKIDUL PUJI LESTARI, EKA; BUDIYANTO, EKO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentang lahan karst Gunungsewu tersusun oleh batuan gamping (CaCO3) yang memiliki sifat mudah larut olehair CO2. Air permukaan yang terpolusi langsung menuju sungai bawah tanah tanpa adanya filtrasi sehingga sungai diwilayah karst Gunungsewu rentan terhadap pencemaran. Mata air Goa Gremeng merupakan salah satu mata air karstGunungsewu yang perlu dilakukan pengelolaan. Mata air Goa Gremeng digunakan masyarakat untuk pemenuhankebutuhan air domestik. Upaya pengelolaan mata air memerlukan pemahaman karakteristik sensitivitas area tangkapanterhadap hujan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sensitivitas area tangkapan mata air karst Goa Gremeng.Jenis penelitian yaitu deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Metode pengambilan sampel yangdigunakan adalah Purposive Sampling. Data yang diambil yaitu data curah hujan dan tujuh parameter kualitas air(Kekeruhan, Total Dissolve Oxygen (TDS), temperature, pH, Dissolve Oxygen (DO), Kesadahan CaCO3 dan Nitrat).Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi tunggal dan deskriptif. Parameter kualitas air hasil pengukuran akandikorelasikan dengan pola curah hujan di area tangkapannya.Hasil penelitian menunjukkan 1) Konsentrasi parameter kualitas mata air Goa Gremeng yaitu Kekeruhan ,TDSdan Kesadahan CaCO3. 2) Hasil korelasi parameter kualitas air terhadap curah hujan yaitu a) Kekeruhan 0,757 = korelasikuat b) TDS -0,846 = korelasi sangat kuat c) Temperatur -0,651 = korelasi kuat d) DO -0,257 = korelasi lemah e) pH 0,422 =Korelasi sedang f) Kesadahan CaCO3 -0,565 = korelasi sedang g) Nitrat -0,732 = korelasi kuat. 3) Sumber bahaya pencemaryang berpotensi terhadap pencemaran mata air Goa Gremeng yaitu Erosi tanah batuan, limbah industri, pertanian dankotoran manusia.Kata kunci : Karst, Sensitivitas, Mata Air Goa Gremeng, Kualitas Air, Curah Hujan
TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG UPAYA PERLINDUNGAN LINGKUNGAN PADA AREA TANGKAPAN MATA AIR KARST GOA GREMENG, DESA UMBULREJO SYAHADAH NOVITA SARI, ARINI; BUDIYANTO, EKO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKawasan karst dikenal sebagai lingkungan yang memiliki daya dukung lingkungan yang sangat rendah. Kawasan karst yang mengalami kerusakan maka sulit memperbaikinya. Kerusakan karst juga mengakibatkan pencemaran terhadap akuifer karst. Penting sekali bagi masyarakat untuk memahami karakteristik wilayahnya sebagai pengontrol mereka saat beraktivitas khususnya yang menghasilkan limbah dan yang bersifat merusak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan masyarakat tentang upaya perlindungan lingkungan karst berdasarkan lokasi tempat tinggal.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat desa Umbulrejo yang tinggal di daerah tangkapan air Goa Gremeng berjumlah 70 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah interpretasi menggunakan skala ukur pengetahuan dan mengkategori pengetahuan.Hasil analisis data menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mayoritas rendah dan paling sedikit adalah sedang. Informasi yang didapatkan masyarakat desa Umbulrejo tentang lingkungan karst oleh pemerintah rendah. Warga kurang tahu pasti bagaimana cara yang dilakukan untuk mencegah atau mengurangi dampak dari aktivitas warga sehari-hari yang menggunakan mata air Goa Gremeng. Masyarakat berpengetahuan rendah menunjukkan bahwa masyarakat ini kurang informasi tentang lingkungan karst yang ditinggali. Penyuluhan untuk masyarakat berpengetahuan rendah diperlukan agar menambah wawasan tentang lingkungan karst.Kata kunci: Karst, Pengetahuan, Masyarakat
ANALISIS TINGKAT KESADAHAN MATA AIR GOA GREMENG SEBAGAI SUMBER KEBUTUHAN AIR MASYARAKAT DI DESA UMBULREJO KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNGKIDUL ZARKASI, MUHAMMAD; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKawasan karst merupakan wilayah yang identik dengan batuan kapur, yakni CaCO3 (karbonat) dan Ca(Mg)CO3 (Dolomite). Batuan kapur dicirikan sebagai batuan yang mudah larut akibat konsentrasi CO2. Proses pelarutan ini disebut sebagai karstifikasi. Proses karstifikasi inilah yang menyebabkan fenomena yang sering ditemui di wilayah karst, yakni kesadahan air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kadar kesadahan air pada bulan kering dan bulan basah, klasifikasi kesadahan air, serta kesesuaian kesadahan mata air untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Obyek yang diteliti adalah Goa Gremeng, Desa Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Gunungkidul. Pengumpulan data menggunakan observasi lapangan, pengambilan sampel air, dan pengujian sampel di laboratorium BBTKLPP Yogyakarta. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis perhitungan kesadahan total dan analisis komparatif.Data kesadahan air yang diperlukan diambil pada bulan kering dan bulan basah. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kesadahan air dalam dua dua bulan tersebut jika digolongkan dalam kelas kesadahan air menurut Peavy (1985, dalam Setyaningsih, 2014:3), maka termasuk dalam kelas sedang. Jika hasil penelitian dibandingkan dengan Permenkes Nomor 32 tahun 2017, maka sampel air yang diuji tersebut masih dikategorikan aman, yakni di bawah ambang batas maksimum kesadahan sebesar 500 mg/liter . Hasil penelitian juga menunjukkan tingkat kesadahan pada bulan kering yang lebih tinggi dari bulan basah.Kata Kunci : Kesadahan, Morfologi Karst, Mata Air Karst
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN TERHADAP HARGA LAHAN DI DESA REJOSARI KECAMATAN DEKET KABUPATEN LAMONGAN SUCI WULAN INDAH, ACIK; KURNIAWATI, AIDA
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Rejosari merupakan salah satu desa di Kecamatan Deket yang mengalami alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan tersebut digunakan untuk pembangunan industri, jasa, dan pemukiman. Permintaan lahan yang meningkat akibat pembangunan berpengaruh terhadap harga lahan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan harga lahan di Desa Rejosari Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Rejosari Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan presentase yang kemudian dijelaskan dalam bentuk kalimat.Hasil penelitian ini menujukkan bahwa perubahan penggunaan lahan pertanian berpengaruh terhadap harga lahan di Desa Rejosari Kecamatan Deket Kabupaten Lamongan. Perubahan lahan tertinggi digunakan untuk pembangunan industri dengan luas 44,980 ha. Perubahan penggunaan lahan mempengaruhi harga lahan di Desa Rejosari, pada tahun 2014 harga lahan tertinggi Rp. 500.000 per m² berada di sepanjang jalan utama dan harga terendah Rp. 155.000 per m² yaitu berada di sepanjang rel kereta api yang tidak mempunyai akses jalan. Harga lahan tertinggi tahun 2018 mencapai Rp. 1.600.000 per m² berada di sepanjang jalan utama dan harga lahan terendah mencapai Rp. 250.000 per m² yakni berada di sepanjang rel kereta api yang tidak mempunyai akses jalan.Kata Kunci : alih fungsi lahan, penggunaan lahan, harga lahan
KAJIAN PENYEBAB KEJADIAN DIFTERI DI KABUPATEN PASURUAN PUSPITALOKA AYUNING SANJANI, VIA; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa Kejadian Luar Biasa merupakan peristiwa yang terjadi di masyarakat yang bermakna epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. KLB penyakit menular juga terdapat di Indonesia salah satunya wabah penyakit difteri, yang cukup serius khususnya wilayah Jawa Timur. Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2017 menunjukkan bahwa Kabupaten Pasuruan merupakan penyumbang terbesar angka kejadian penyakit difteri di wilayah Jawa Timur yaitu 53 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor ? faktor penyebab kejadian penyakit difteri di wilayah Kabupaten Pasuruan.Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan case control. Subyek kasus penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang dinyatakan terkena bakteri Corynebacterium diphtheriae dan positif terkena penyakit Difteri dengan matching jarak rumah responden terhadap tempat fasilitas kesehatan. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Data yang diuji menggunakan chi square dan regresi logistik berganda.Hasil analisis menggunakan chi square diketahui bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian penyakit difteri di Kabupaten Pasuruan pada faktor imunisasi adalah variabel Difteri dan Tetanus 1 (p=0,008). Faktor umur memiliki pengaruh signifikan dengan (p=0,000). Faktor jenis kelamin memiliki pengaruh yang signifikan (p= 0,007) dengan odd ratio sebesar 3,86. Faktor pengetahuan memiliki pengaruh yang signifikan (p=0,016) dengan odd ratio sebesar 4,45. Faktor ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan (p=0,045) dengan odd ratio sebesar 3,99. Hasil penelitian melalui uji regresi logistik ganda diketahui bahwa variabel yang paling berpengaruh signifikan terhadap kejadian penyakit difteri di wilayah Kabupaten Pasuruan adalah jenis kelamin (p=0,004) dengan odd ratio sebesar 3,86, serta pola persebaran penyakit difteri di Kabupaten Pasuruan ialah pola tidak merata (random pattern) .Kata Kunci : KLB, Difteri, Anaisis Faktor
ANALISIS SEBARAN AIR LIMBAH AKTIFITAS PETERNAKAN SAPI TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DI DESA BABADAN, KECAMATAN PACE, KABUPATEN NGANJUK AFITA YOLANDA ARI PUTRI, ELENA; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas air yang baik menjadi syarat utama sebagai pendukung berlangsungnya pemenuhan fungsi air untuk mendukung keperluan manusia sehari-hari. Pembuangan limbah peternakan baik limbah padat maupun limbah cair ke badan sungai atau tidak maksimalnya pengolahan limbah peternakan akan menurunkan kualitas air sungai baik secara fisika, maupun kimiawi karena limbah organic memicu oksidasi yang cukup tinggi. Keadaan demikian yang mengakibatkan kualitas air sungai di Desa Babadan, Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk menurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas air sungai yang mengalir sebelum dan sesudah peternakan sapi di Desa Babadan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Kualitas air dianalisis berdasarkan beberapa parameter seperti Fisika dan Kimia. Pencemaran sungai ditandai dengan adanya nilai kulaitas air yang melebihi baku mutu air golongan II seperti Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solid (TSS), Amonia, Power of Hydrogen (pH), dan Suhu. Pengukuran kualitas air sungai dilakukan dengan observasi lapangan, pengambilan sampel pada enam titik air sungai pada saat musim penghujan, dan pengujian sampel di lapangan juga di laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri (BARISTAND) Surabaya. Hasil penelitian meunjukkan bahwa pada enam titik sampel yang diuji dan di bandingkan dengan baku mutu air golongan II yang di muat di PP No. 82 Tahun 2001 ditemukan bahwa tingkat pencemaran pada titik B1, C1, C2, dan C3 (aliran sungai setelah peternakan) secara umum lebih tinggi dibandingkan pada titik A1, dan A2 (aliran sungai sebelum peternakan). Tingginya pencemaran ditandai dengan kandungan COD, BOD, TSS, dan Amonia yang melebihi batas ambang baku mutu air golongan II. Kata kunci: Kualitas Air, Pencemaran air, Limbah Organik

Page 2 of 3 | Total Record : 26