cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 58 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016" : 58 Documents clear
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) GEOGRAFI BERBASIS MIND MAPPING DI KELAS X SMA NEGERI JOGOROTO JOMBANG WAHYUNTINA HUTAMI, PUTRI
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu  media belajar. LKS Geografi yang digunakan di sekolah masih banyak menunjukkan ketidaksesuaian dengan kriteria LKS sesuai kurikulum 2013 dan kebutuhan siswa. Hasil belajar siswa sebagian besar menunjukkan nilai di bawah KKM. Hal ini diperlukan alternatif pemecahan masalah dengan mengembangkan LKS berbasis Mind Mapping. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengembangkan LKS berbasis Mind Mapping yang layak ditinjau dari kriteria materi, kebahasaan, penyajian, dan kesesuaian dengan komponen Mind Mapping, (2) mengetahui hasil belajar siswa setelah pembelajaran menggunakan LKS berbasis Mind Mapping, (3) mengetahui respon siswa terhadap LKS berbasis Mind Mapping, (4) mengetahui aktivitas guru dan siswa saat menggunakan LKS berbasis Mind Mapping. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4-D. Desain penelitian ini adalah eksperimen kuasi nonequivalent control-group design. Data kelayakan LKS dan aktivitas siswa dianalisis dengan skala Likert, data hasil belajar siswa dianalisis dengan Uji t, data respon siswa dianalisis dengan skala Guttman, dan data aktivitas guru dianalisis dengan APKG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) LKS yang dikembangkan memenuhi validitas isi dengan persentase dari kriteri materi sebesar 92,5%; kebahasaan sebesar 91,7%; penyajian sebesar 94,2%; Mind Mapping sebesar 90%, (2) hasil belajar siswa menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara nilai posttest kelas eksperimen dengan kelas kontrol dengan signifikansi sebesar 0,036, (3) LKS yang dikembangkan mendapat respon positif siswa pada kriteria materi, kebahasaan, penyajian, dan Mind Mapping dengan kategori sangat layak, (4) guru menunjukkan aktivitas yang baik dengan persentase sebesar 78,4% dan siswa menunjukkan aktivitas yang sangat baik dengan persentase sebesar 92,3% di kelas eksperimen yang menggunakan LKS berbasis Mind Mapping, sedangkan di kelas kontrol yang menggunakan LKS Tim MGMP guru menunjukkan aktivitas yang cukup baik dengan persentase sebesar 60,86% dan siswa menunjukkan aktivitas belajar yang baik dengan persentase sebesar 66,9%. Kata Kunci: penelitian pengembangan, LKS Geografi, Mind Mapping
STUDI DESKRIPTIF INSIDEN KEGUGURAN PASANGAN USIA SUBUR DESA RANDUAGUNG KECAMATAN KEBOMAS KABUPATEN GRESIK TAHUN 2014 YAHYA RIZKI PRATAMA, MOCH.
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan jumlah penduduk di Desa Randuagung di tahun 2011 - 2014 disertai dengan  insiden keguguran pada pasangan usia subur yang juga terus meningkat yaitu 0,3% di tahun 2011 , 0,5%, tahun 2012, 0,69%  di tahun 2013  dan 0,97 % ditahun 2014. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui kondisi sosial (usia,riwayat melahirkan, riwayat keturunan, tingkat pendidikan dan pengetahuan) dan ekonomi (status dan jenis pekerjaan, besar penghasilan dan tanggungan keluarga)  Pasangan Usia Subur yang mengalami insiden keguguran di desa Randuagung pada tahun 2014. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan usia subur yang mengalami insiden keguguran di desa Randuagung pada tahun 2014. Adapun sampel diambil secara purposive yaitu sebanyak 20 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial dan ekonomi pasangan usia subur yang mengalami  insiden keguguran di desa Randuagung pada tahun 2014 adalah sebagai berikut:  55% responden menyatakan berusia 20 - 29 tahun, 60% responden menyatakan belum pernah melahirkan dalam arti merupakan kehamilan pertama, 50% menyatakan memiliki keluarga yang pernah  mengalami insiden keguguran, 80% menyatakan berpendidikan SMA/MA, 95% menyatakan kadang-kadang memperoleh pengetahuan kesehatan ibu hamil, 55% responden menyatakan bekerja, 45% responden menyatakan bekerja sebagai buruh pabrik, 50% responden berpengahasilan 2,5 juta - 3,5 juta rupiah, 70% responden menyatakan jumlah tanggungan keluarga 3 sampai dengan 5 orang, dan 100% responden menyatakan tidak merokok atau mengkonsumsi minuman keras. Kata Kunci: Pasangan Usia Subur,  Insiden Keguguran.
ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS TITIK KEMACETAN DI JALAN AHMAD YANI, JALAN WONOKROMO DAN JALAN DUPAK SURABAYA TAHUN 2014) BUDI UTOMO, EKO
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS TITIK KEMACETAN DI JALAN AHMAD YANI, JALAN WONOKROMO DAN JALAN DUPAK SURABAYA TAHUN 2014) Eko Budi Utomo, Rindawati, Bambang Hariyanto,Sri Murtini   Surabaya merupakan kota metropolitan dengan penduduk terbanyak kedua setelah ibu kota Negara Jakarta. Sebagai kota yang terus berkembang, kebutuhan akan alat transportasi juga meningkat. Tingginya kebutuhan masyarakat tersebut menimbulkan berbagai masalah pula di bidang transportasi. Masalah-masalah tranportasi umumnya adalah kecelakaan lalu lintas dan kemacetan. Berdasarkan dari lima titik kemacetan yang telah disebutkan Kepala Dishub Surabaya, Jalan Ahmad Yani,Wonokromo dan Dupak adalah pintu masuk menuju kota Surabaya yang mana ketiga jalan tersebut merupakan tiga jalan yang memiliki rata-rata kecepatan paling rendah dan volume lalu lintas yang besar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui berapa besar lalu lintas harian, satuan mobil penumpang, kapasitas jalan dan derajat kejenuhan di jalan Ahmad Yani, Wonokromo dan Dupak Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan proses pengambilan data melalui studi kasus, karena penulis melihat/menemukan masalah yang ada di daerah penelitian dimana dalam hal ini masalah pokok yang dikaji oleh peneliti adalah masalah kemacetan yang terjadi di kota Surabaya. Subyek dalam penelitian ini adalah lalu lintas harian, kapasitas jalan dan satuan mobil penumpang di jalan Ahmad Yani, Wonokromo dan Dupak Surabaya. Berdasarkan Hasil penelitian dapat diketahui bahwa rata-rata volume kendaraan di Jalan Ahmad Yani sebesar 19.060 smp/jam, Jalan Wonokromo sebesar 15.237 smp/jam dan Jalan Dupak sebesar 9.112 smp/jam. Sedangkan untuk kapasitas jalan yang dimiliki Jalan Ahmad Yani adalah sebesar 8.514 smp/jam, Jalan Wonokromo sebesar 7.830 smp/jam dan Jalan Dupak sebesar 9.108 smp/jam. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa derajat kejenuhan di jalan Ahmad Yani sebesar 2,24, Jalan Wonokromo sebesar 1,95 dan Dupak memiliki derajat kejenuhan sebesar 1,00 yang berarti ketiga ruas jalan tersebut memiliki derajat kejenuhan sebesar ≥1,00. Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa kemacetan yang terjadi diakibatkan oleh volume kendaraan yang melintas di jalan Ahmad Yani,Wonokromo dan Dupak melebihi ambang batas yang bisa ditampung oleh kapasitas jalan-jalan tersebut.   Kata kunci : Kemacetan Lalu Lintas, LHR, Kapasitas Jalan, Satuan Mobil Penumpang dan Derajat Kejenuhan
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSISTENSI INDUSTRI KERAJINAN MARMER DI KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG PRASETYO, KRISMA
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu kabupaten yang terkenal dengan industri kerajinan marmer, salah satunya berpusat di Kecamatan Campurdarat. Sejak tahun 2012 hasil dari produksinya menurun hingga sekarang, sehingga sangat disayangkan mengingat industri ini sudah menjadi ciri khas dari Kabupaten Tulungagung dan keberadaannya mampu bertahan sampai sekarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi industri kerajinan marmer di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung, serta mengkaji orientasi lokasi industri kerajinan marmer di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung dengan konsep teori lokasi industri Weber. Jenis penelitan ini merupakan penelitian survey. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh industri kerajinan marmer di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung yang tersebar di 6 desa yaitu sebanyak 46 pengusaha. Subyek penelitian kurang dari 100, yaitu 46 pengusaha menjadikan keseluruhan populasi sebagai sampel penelitian. Dan untuk menentukan responden, peneliti menggunakan teknik random sampling atau sampel secara acak. Pengambilan data kepada responden dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif prosentase. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik deskriptif  kuantitatif prosentase. Penggunaan teknik tersebut dapat diketahui bahwa faktor-faktor eksistensi industri kerajinan marmer  untuk bahan baku dan tenaga kerja berasal dari dalam Kecamatan Campurdarat, dan untuk faktor modal sebagian besar berasal dari modal pribadi. Luas jangkauan pemasaran mencapai luar kecamatan dengan teknik pemasaran dijual secara langsung ke konsumen. Analisis lokasi industri dengan menggunakan teori Weber dapat disimpulkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk mengangkut bahan baku lebih mahal dari pada biaya pemasaran dalam sekali produksi per bulan. Sehingga lokasi optimum industri dipilih berdekatan dengan bahan baku atau berorientasi pada bahan baku. Kata Kunci : Eksistensi, Industri, Kerajinan Marmer
DAMPAK KEBERADAAN PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR BAGI MASYARAKAT DI KECAMATAN REJOTANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG PRIYAMBODO, TEDI
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Keberadaan peternakan ayam ras petelur di Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung telah memberikan dampak positif dan negatif terhadap masyarakat. Dampak positif yang ditimbulkan yaitu Kotoran ayam dapat dijadikan pupuk oleh masyarakat, menambah lowongan pekerjaan bagi masyarakat  sekitar peternakan dan dampak negatif yang ditimbulkan antara lain bau yang tidak sedap dari peternakan, banyak lalat di rumah-rumah warga sekitar peternakan. Hal yang paling mengganggu masyarakat sekitar yaitu pada musim hujan tiba, karena kotoran ayam menjadi basah dan baunya menyengat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuhi dampak negatif keberadaan peternakan , mengetahui dampak positif keberadaan peternakan, mengetahui cara mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan dengan keberadaan peternakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey. Jumlah populasi dalam penelitian ini sejumlah 11197 KK.  Sampel yang digunakan dengan metode  proposional sampling adalah 190 KK, yang terdiri dari 134 pemilik peternakan dan 56 warga sekitar peternakan. Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian data ini adalah menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian yang dapat dideskripsikan sebagai berikut (1) Usaha peternakan ayam ras petelur sebagai pekerjaan utama sebesar 68% sedangkang sebagai sambilan 32% (2) Penyerapan tenaga kerja dari dalam desa sebesar 61% dari luar desa 23%. (3) Tingkat pendidikan anak pemilik peternak ayam ras petelur SD sebesar 18%, SMP 16%, SMA 17% dan yang menempuh perguruan tinggi 23% (4) Akibat adanya peternakan disekitar rumah warga mengalami sakit 16%, seperti batuk, sesak nafas dan gatal-gatal. (5) Upaya yang dilakukan para peternak untuk mengurangi dampak negatif dengan cara menyemprotkan obat di area kandang untuk mengurangi bau 89%, obat tersebut bisa berupa air gamping maupun obat pembunuh hama pari dan membersihkan secara rutin 11%, kemudian upaya sebagian kecil masyarakat untuk mengurangi bau menyengat dan lalat akibat kotoran ayam dengan cara memasang pengharum ruangan 16% dan perekat lalat 23% yang lain tidak ada upaya untuk mengurangi bau maupun lalat 61%. Pemahaman dampak negatif masih kurang, masyarakat mengabaikan begitu saja tentang bahaya dampak negatif tersebut. Kata kunci : Dampak, Peternakan ayam, Lingkungan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IIS DI SMA WACHID HASYIM 2 TAMAN IKA DAYANTI, YULFIANA
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurikulum 2013 menekankan pembelajaran berbasis student center namun dalam kenyataannya di SMA Wachid Hasyim 2 Taman pembelajaran yang berlangsung di sana masih berpusat terhadap guru, hal ini mengakibatkan kurangnya pemahaman dan hasil belajar yang rendah karena siswa tidak berperan aktif dalam pembelajaran, maka diperlukan inovasi model pembelajaran salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menerapkan model problem based learning (2) perbedaan hasil belajar antara siswa yang menerapkan pembelajaran dengan menggunakan model problem based learning dengan siswa yang tidak menerapkan (3) keaktifan siswa yang menerapkan model problem based learning. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Eksperimen Design dengan desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol, penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan kemampuan siswa yang hampir sama. Teknik pengumpulan data berupa metode tes dan observasi. Teknik analisis data meliputi analisis butir soal, analisis perbandingan hasil belajar menggunakan uji t, analisis keaktifan siswa menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukan (1) hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran problem based learning mengalami peningkatan ditunjukan dengan uji statistic paired sample t-test nilai pretest dan posttest kelas XI IIS 1 diperoleh hasil  dengan menggunakan α : 5%, p (0,000) <α (0,05), (2) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang menerapkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan siswa yang tidak menerapkan, perbedaan ditunjukan dengan uji statistic independent sample t-test, diperoleh hasil nilai α : 5%, p (0,000) <α (0,05), (3) keaktifan siswa yang menerapkan model problem based learning, mengalami peningkatan  rata-rata presentasenya sebesar 83,6% , keaktifan siswa termasuk dalam kriteria aktif dengan aktivitas siswa yang selalu meningkat pada waktu  proses pembelajaran.   Kata Kunci:      Model Problem Based Learning, Hasil Belajar, Keaktifan Siswa
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU KUARTET GEOGRAFI PADA SUB MATERI POKOK KEGIATAN PERTANIAN, KEGIATAN PERTAMBANGAN, SERTA KEGIATAN INDUSTRI DAN JASA MATA PELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IIS DI SMA NEGERI 1 TAMAN SIDOARJO TAHUN 2015/2016 AFIFAH, NUR
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN JUMLAH PENGUNJUNG DI PANTAI SLOPENG DAN PANTAI LOMBANG KABUPATEN SUMENEP Faqih, Zein
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura yang memiliki potensi wisata yang tinggi. Selain wisata religi, Sumenep juga memiliki potensi wisata pantai yang sangat baik. Ada Pantai Slopeng dan Pantai Lombang yang masing-masing pantai ini mempunyai ciri khas. Kedua pantai ini dikelola oleh pemerintah setempat untuk dijadikan objek wisata unggulan. Meskipun sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah tetapi jumlah pengunjung di kedua pantai ini sangat berbeda jauh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah pengunjung di kedua pantai ini dengan menganalisis potensi yang dimiliki (aksesibilitas, daya tarik, dan fasilitas penunjang), interaksi dengan objek wisata lain, dan promosi yang dilakukan.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Lokasi penelitian dilakukan di Pantai Slopeng dan Pantai Lombang Kabupaten Sumenep. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan accidental random sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara acak dan kebetulan tanpa ada perencanaan sebelumnya. Peneliti mengambil masing-masing 50 pengunjung pada setiap pantai. Jadi total responden adalah 100. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik skoring prosentase.Hasil penelitian dari segi potensi Pantai Slopeng termasuk dalam kategori sedang, sedangkan Pantai Lombang termasuk dalam kategori baik. Segi interaksi yang diukur dengan teori model gravitasi didapatkan Pantai Slopeng lebih tinggi dari Pantai Lombang. Namun, jika dilihat dari akses jalan maka wajar jika Pantai Lombang memiliki jumlah pengunjung lebih banyak dari Pantai Slopeng, karena akses jalannya mudah dilalui. Dari segi promosi Pantai Slopeng termasuk dalam kategori sedang, sedangkan Pantai Lombang termasuk kategori baik. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat disimpulkan jika Pantai Lombang lebih baik dari pada Pantai Slopeng, yang menyebabkan jumlah pengunjung di Pantai Lombang lebih tinggi dari Pantai Slopeng.Kata Kunci: jumlah pengunjung, wisata pantai, potensi, interaksi, promosi.
PERBEDAAN STRATEGI PEMBELAJARAN (PROBLEM BASED LEARNING DAN EKSPOSITORI) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN FENOMENA ANTROPHOSFER ( STUDI KASUS PADA KELAS XI IPS SMAN 4 SIDOARJO) RISKI YULIANA, INTAN
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Strategi pembelajaran berbasis masalah menfasilitasi siswa untuk belajar melalui keterlibatan aktif siswa dalam memecahkan masalah mulai dari tahapan orientasi pada masalah, mengorganisir untuk memecahkan masalah, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, menyajikan hasil karya serta mengevaluasi pemecahan masalah,sedangkan strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang sifatnya mirip metode ceramah, tetapi guru hanya menjelaskan mengenai inti materi sementara pengembangannya menjadi tugas bagi siswa. Guru berbicara pada awal pelajaran, menerangkan materi, dan contoh soal, serta waktu-waktu tertentu saja.  Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan hasil belajar siswa dengan menggunakan strategi Pembelajaran Berbasis Masalah, (2) Mendeskripsikan hasil belajar siswa dengan menggunakan strategi Ekspositori, dan (3) Mendeskripsikan perbedaan hasil belajar siswa antara penerapan strategi Pembelajaran. Sampel yang terdiri dari Kelas XI IPS 1 yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok eksperimen (penerapan strategi pembelajaran langsung) dan XI IPS 2 yang berjumlah 34 siswa sebagai kelompok kontrol (penerapan strategi pembelajaran ekspositori). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan analisis data yang bersifat deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perubahan hasil belajar siswa setelah diterapkan strategi pembelajaran Problem Based Learning, (2 terdapat perubahan hasil belajar siswa setelah diterapkan strategi pembelajaran Ekspositori, dan (3) jenis Strategi Belajar memberikan pengaruh terhadap Hasil Belajar Siswa. Selain itu, perbedaan rerata nilai Postest antara Strategi AProblem Based Learning dengan Strategi Ekspositori juga menunjukkan hasil yang juah berbeda, dimana hasil belajar siswa pada kelas eksperiment menunjukkan hasil yang lebih baik.     Kata Kunci: Strategi Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Masalah, Ekspositori, Hasil Belajar
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KURANG DIMINATINYA PASAR KRIAN BARU OLEH PEDAGANG KAKI LIMA KRIAN DI KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO BASUKI TRIWIYANTO, AGUS
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Pasar Krian Baru merupakan pasar yang terletak di Jalan Setiabudi Kelurahan Krian Kabupaten Sidoarjo. Keberadaan pedagang kaki lima di luar pasar, di pinggir jalan mengganggu ketertiban umum dan menjadi penyebab kemacetan lalu lintas di depan pasar. Relokasi pedagang kaki lima dari pinggir jalan ke dalam pasar merupakan salah satu solusi mengatasinya. Dalam perkembangannya relokasi pedagang kaki lima Krian ke dalam Pasar Krian Baru belum menyelesaikan permasalahan. Pedagang kaki lima banyak yang keluar dari pasar dan kembali berjualan di pinggir jalan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mencari gambaran realita secara empirik dibalik fenomena secara mendalam, rinci, dan luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis yang dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga tahapan yaitu, reduksi, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor penurunan omset pendapatan menjadi penyebab utama Pedagang Kaki Lima enggan menempati lokasi berjualan di Pasar Krian Baru. Perbedaan pendapatan antara saat berjualan di pinggir jalan dengan di dalam Pasar Krian Baru menjadi alasan utama. Penyebab lainnya yaitu lokasi pasar yang kurang strategis menurut pedagang kaki lima. Lokasi pasar yang harus masuk menjadi penghambat pedagang kaki lima dalam mendapatkan pembeli. Pembeli enggan masuk ke dalam pasar hanya hanya untuk membeli dagangan pedagang kaki lima. Pembeli cenderung memilih tempat di pinggir jalan dikarenakan aksesnya mudah dijangkau dan praktis. Faktor terakhir yang menjadi penyebab yaitu harga sewa kios yang mahal. Harga sewa kios yang mahal tidak sebanding dengan pendapatan pedagang kaki lima Krian. Alasan tersebut membuat pedagang kaki lima enggan menempati Pasar Krian Baru.  Kata Kunci : Pedagang Kaki Lima