cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018)" : 21 Documents clear
KEKERASAN SIMBOLIK DI SEKOLAH (STUDI DI SD NEGERI PUCANGRO KECAMATAN KALITENGAH KABUPATEN LAMONGAN) NUR FARIDAH, SEFTIYA; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan, alasan atau penyebab kekerasan, tempat, situasi dan kondisi pada waktu kekerasan terjadi, serta menganalisis dan mengkonstruksikan tindak kekerasan simbolik di sekolah. Peneliti menggunakan pendekatan etnometodologi yang bertujuan untuk mengamati perilaku individu dalam mengambil tindakan yang disadarinya, serta cara mereka mengambil tindakan atau belajar mengambil tindakan. Penelitian ini menggunakan perspektif teori Pierre Bourdieu.Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling.Teknik analisis menggunakan analisis interaktif.Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa adanya kekerasan simbolik yang terjadi di SDN Pucangro melalui upaya guru untuk menunjang tata tertib sekolah.Bentuk-bentuk yang kekerasan simbolik yang ditemukan, yaitu peringatan, perintah, ancaman, dan hinaan.Adanya bentuk kekerasan simbolik, siswa dipaksakan untuk mempunyai modal simbolik yang dimiliki oleh kelas menengah atas. Guru sebagai kaum dominan telah melanggengkan habitus kelas menengah atas. Kata kunci :Sekolah, Peraturan tata tertib, Kekerasan simbolik
CYBER-SNOB , GHIFARY; JACKY, M.
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus dari artikel ini akan menelaah bagaimana hasrat snob dalam mengidentifikasi liyan melalui penggunaan tagar (#) serta kutipan dari liyan oleh snob untuk memenuhi hasrat narsisitik aktif. Artikel ini mencoba menggunakan perspektif Lacanian untuk memahami permasalahan hasrat narsistik aktif pada diri snob. Tujuan dari artikel ini untuk melakukan identifikasi terhadap identitas dan objek hasrat yang berjalan pada sebuah diskursus. Hasil penelitian menunjukkan, pencapaian hasrat atas intelektualitas ini dilakukan dengan upaya sublimasi untuk mengejawantahkan objek yang dihasrati menjadi identitas dirinya. Media sosial dapat mewakilkan subjektivitas melalui rangkaian penanda yang sengaja dimunculkan melalui interpasivitas, yang sifatnya mempengaruhi dan menyampaikan sesuatu. Pengutipan tokoh-tokoh arkais menjadi penanda utama dalam rangkaian diskursus yang berjalan dalam media sosial. Dalam media sosial, snob senantiasa berada di bawah fantasi dan idealisasi atas identitas yang intelek, filosofis, dan berwawasan luas. Citraan atas intelektualitas yang ditampilkan dalam media sosial, mampu menginterpelasi hasrat sang subjek snob untuk segera memenuhi kegegaran dirinya. Kegegaran ini coba ditutupi melalui penanda utama yakni pengutipan quotes yang mampu membentuk identitas sang subjek snob. Melalui quotes yang diunggahnya, subjek yang seolah telah mendapatkan fantasinya akan secara kontinu melakukan quoting demi terjaganya identitas yang dikira telah didapatkannya. Kata Kunci : Quotes, Media Baru, Psikoanalisis
MITOS DALAM SMK BISA! SYAIFUL RIZAL, MUHAMMAD; IMRON, ALI
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang iklan layanan masyarakat dan membedah mitosnya. Semiotika Barthes merupakan turunan dari linguistik Saussure. Barthes mengembangkan tingkat pemaknaan Saussure yang terdiri dari penanda dan petanda kemudian menjadi denotasi dan konotasi. Denotasi merupakan bentuk objek dan makna langsungnya. Sedangkan, konotasi adalah makna tersebunyi yang tidak nampak dan tidak mudah dimengerti secara langsung. Konotasi biasanya bersifat kultutral, atau bersifat ideologis. Teori yang dipakai dalam penelitian ini ialah pendidikan kritis dan teori Henry Giroux. Namun penelitian ini tidak meminggirkan teori semiotika Barthes dikarenakan penelitin ini didasari pada pemikiran Barthes. Antara lain, berita sebagai sumber informasi yang aktual, pragmatisme pada suatu pendidikan, positivisme dalam pendidikan, tuntutan globalisasi. Iklan layanan masyarakat SMK Bisa! tidak menyampaikan secara langsung ideologinya, melainkan dengan cara konotatif. Hal ini dapat dilihat ketika iklan layanan masyarakat tentang pendidikan menampilkan aspek-aspek ekonomi. Iklan layanan masyarakat SMK Bisa! memunculkan mitos seperti pendidikan hanyalah tentang mendapatkan pekerjaan. Pada akhirnya, mitos-mitos itu menjadi tujuan masyarakat dalam hal memilih pendidikan dan mengeyampingkan tujuan pendidikan dalam aspek humanisnya. Kata kunci: Mitos, Iklan Layanan Masyarakat, pendidikan . Abstract This study discusses public service advertisements and dissects the myths. Semiotics Barthes is a derivative of Saussure linguistics. Barthes develops a Saussure meaning level that consists of signifier and signified and then denotation and connotations. Denotation is a form of object and its direct meaning. Meanwhile, connotation is a hidden meaning that is not visible and not easily understood directly. Connotation is usually a cultural, or ideological one. The theory used in this research is the critical education and theory of Henry Giroux. However, this research does not exclude Barthes semiotics theory because the research is based on Barthes thought. Among others, news as actual information source, pragmatism in an education, positivism in education, demand of globalization. Public service ads SMK Bisa! not directly convey their ideology, but in a connotative way. This can be seen when public service advertisements on education showcase aspects of the economy. Public service ads SMK Bisa! bringing up myths like education is about getting a job. Ultimately, these myths are the communitys goal of choosing education and putting aside educational goals in its humanist aspect. Keywords: Myth, Public Service Advertisement, Education
MODAL SOSIAL BAGI ORANG TUA SISWA TIDAK MAMPU (STUDI PADA ORANG TUA SISWA TIDAK MAMPU DI SMK NEGERI 1 SURABAYA) AGUSTYNA, YASHINTA; LEGOWO, MARTINUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang modal sosial dalam lingkup kekerabatan yang dibangun oleh orang tua siswa tidak mampu di SMK Negeri 1 Surabaya dalam upaya untuk memperoleh pinjaman uang yang digunakan untuk membayar biaya pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana peran modal sosial dalam upaya untuk membayar biaya pendidikan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori modal sosial Robert D Putnam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk modal sosial terdiri dari tiga, yaitu jaringan sosial berupa jalinan relasi dengan keluarga, tetangga dan teman. Kepercayaan berupa saling memberikan dukungan moril saat ada masalah, kesediaan kerabat memberikan pinjaman uang, kesediaan kerabat berbagi informasi terkait tempat meminjam uang, menitipkan anak pada tetangga dan norma berupa hutang harus dibayar tepat waktu, ada denda jika telat membayar hutang, harus bernegosiasi dengan kerabat apabila belum bisa membayar hutang dan saling menjaga tutur kata dan sikap.
BUDAYA MENONTON FILM PADA REMAJA PUTRI DI KOTA SURABAYA PUTRI PERMATASARI, DHANTI; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi praktik menonton film di bioskop oleh remaja putri di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori etnometodologi Pierre Bourdieu. Penelitian ini menemukan bahwa dalam menonton film seorang remaja putri memerlukan modal ekonomi yang bersumber dari pekerjaan orang tua, uang saku yang diperoleh, dan pemilihan bioskop. Kemudian, modal sosial yang dimiliki remaja putri dalam menonton film ditentukan melalui status sekolah dan tingkat popularitas sekolah tersebut, serta pemilihan tempat untuk meluangkan waktu atau berkumpul bersama teman. Dalam praktik menonton film modal budaya terbentuk dari sosialisasi yang dilakukan secara terus-menerus tanpa sadar oleh pihak keluarga. Pengklasifikasian gedung bioskop tersebut bertujuan agar hiburan menonton film di bioskop dapat dirasakan oleh remaja dari berbagai golongan masyarakat, dan untuk menujukkan di posisi kelas mana seorang remaja tersebut berada. Kata Kunci: Film, Remaja, Habitus menonton film, Bioskop. Abstract This study aims to identify the practice of watching movies in cinemas by young women in Surabaya. This research uses a qualitative approach with the perspective of Pierre Bourdieu etnomethodology theory. This study found that in watching a movie a young woman needs economic capital that comes from the work of parents, pocket money earned, and the selection of cinema. Then, the social capital that girls have in watching movies is determined through the schools status and the schools popularity level, as well as the choice of places to spend time or get together with friends. In the practice of watching the film culture capital is formed from the socialization that is done continuously unknowingly by the family. The classification of the cinema is aimed at watching the movies in the cinema can be felt by teenagers from various community groups, and to show in which class position a teenager is located. Keywords: Movies, Teenagers, Habitus watching movies, Cinema
PENGGUNAAN ORGANISASI SOSIAL KPPM SEBAGAI INSTRUMEN POLITIK SISWANTO, MOHAMMAD; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran organisasi sosial Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) sangat diperhitungkan eksistensinya di Surabya. Hal ini tak lepas dari peran tokoh-tokoh KPPM yang berkecimpung di dunia politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi objektif orang-orang Maluku perantauan; mengidentifikasi pola hubungan antara anggota KPPM; menganalisis penggunaan jaringan sosial KPPM sebagai modal sosial dalam berpolitik diperantauan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan perspektif teori Jaringan Sosial. Teori yang dipakai teori Gemainschaft Ferdinand Tönnies, dan teori Jaringan Sosial James Coleman. Hsil penelitian menunjukkan bahwa orang Maluku yang bermigrasi ke Surabaya berasal dari keluarga menengah ke atas. Motif mereka bermigrasi dari daerah asalnya disebabkan karena hubungan kekeluargaan, ekonomi, dan pendidikan. Di perantauan rasa solidaritas orang Maluku direkatkan oleh sistem kekerabatan pela gandong. Dalam mengembangkan jaringan politik, terdapat tiga jalur. Yang pertama melalui jalur persekutuan gereja bagi orang Maluku Kristen. Kedua, melalui ormas Islam bagi orang Maluku Islam. Ketiga, melalui jalur interdenominasi baik di dalam maupun di luar komunitas KPPM.Kata kunci: Organisasi Sosial KPPM, Politikus Maluku, Jaringan Sosial
KEKERASAN PEKERJA PEREMPUAN (ANALISIS KEKERASAN YANG DIALAMI IBU RUMAH TANGGA PENGRAJIN HIASAN SOUVENIR DI SURABAYA) VIRGIANANDA, SHINTA; JACKY, M.
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melatarbelakangi adanya sektor publik dalam ranah domestik, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketidakadilan gender pada ibu rumah tangga pengrajin hiasan souvenir. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan metodelogi dan teori analisis gender Mansour Fakih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan sektor publik dalam ranah domestik memberikan dampak buruk bagi perempuan. Karena anggapan gender, perempaun mengalami ketidakadilan gender, seperti; beban kerja dan kekerasan. Berbagai bentuk kekerasan yang dialami oleh dalam ranah domestik ialah kekerasan fisik, psikis, dan ekonomi. Kesemuanya itu berakar dari budaya patriarki karena anggapan gender, menempatkan perempuan pada posisi terendah. Sedangkan laki-laki, pada posisi yang dominan dan berkuasa.
STRATEGI PENGUATAN PRANATA KELUARGA UNTUK MENANGGULANGI DAMPAK DARI KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN (KTD) DI KALANGAN REMAJA ANDRIANI SALIM, HEMA; IMRON, ALI
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk strategi penguatan pranata keluarga untuk menanggulangi KTD di kalangan remaja. Penelitian ini mengambil lokasi di Kompleks Rusun Penjaringan Sari Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif yakni melakukan observasi langsung ke lapangan guna mengetahui realitas yang ada berkaitan dengan KTD di kalangan remaja. Pengumpulan data secara primer (wawancara dan observasi) dan data sekunder (penelusuran skripsi, jurnal dan literatur). Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis dari Miles dan Huberman, yakni dengan reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya KTD remaja berada di tahap tengah dan akhir. Adanya sikap permisif dari remaja dan dari orang tua yang memperbolehkan remaja berpacaran tanpa kontrol yang kuat. Oleh karena itu, strategi penguatan pranata keluarga dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai tentang resiko perilaku seks bebas, meningkatkan bimbingan agama di lingkungan dan internalisasi pendidikan seksualitas sejak dini, pada keluarga. Kesemua ini harus dilakukan dan ditampilkan oleh orang tua dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Dengan demikian anak dapat merasakan kesesuaian diri pribadinya dengan nilai yang tertanam pada keluarganya.
FUNGSI JARINGAN SOSIAL DALAM ‘KOMUNITAS KICAU MANIA GRESIK’ WILDAN HAKIM, M; XAVERIUS SRI SADEWO, FRANSISCUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hobi merawat burung adalah hal yang sedang berkembang di kota Gresik dimana hal tersebut memicu orang untuk merawat burung pada awalnya. Tetapi dalam waktu dekat ini orang merawat burung juga untuk mengikuti perlombaan burung kicau. Komunitas pecinta burung di Kota Gresik pun banyak bermunculan salah satunya yaitu komunitas Kicau Mania Gresik. Semakin banyaknya orang yang merawat burung di manfaatkan komunitas ini semua anggota kelompok selalu berasumsi tentang kepentingan bersama. Hasil penelitian ini menemukan 3 aktor yang berperan dalam jaringan sosial. Aktor tersebut yaitu penjual, pembeli dan makelar. Peran aktor dalam jaringan tersebut penjual burung sebagai penyedia burung yang berkualitas serta pakan untuk burung. Makelar berperan sebagai penjembatan antara penjnual dan pembeli, serta memberikan pilihan burung kepada pembeli. Pembeli berperan membeli burung dari penjual dan memberi komusi bagi makelar. Jaringan sosial dalam komunitas ?Kicau Mania Gresik? terdapat dua iktan yaitu iktan kuat dan lemah dimana ikatan kuat antar anggota kelompok ikatan lemah kepada di luar anggota kelompok itu sendiri karena ikatan lemah akan memberikan manfaat untuk menjebati hubungan dengan dunia luar kelompok tersebut.
KONSTRUKSI SISWI OBESITAS TENTANG IKLAN SUSU WRP DI TELEVISI THAMESVITA, NURNADIA; HANDINI LISTYANI, REFTI
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KONSTRUKSI SISWI OBESITAS TENTANG IKLAN SUSU WRP DI TELEVISI Nurnadia Thamesvita S-1 Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Hukum Universitas Negeri Surabaya Nurnadiathamesvita@mhs.unesa.ac.id Refti Handini Listyani Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya Reftihandini@unesa.ac.id Abstrak Pencitraan keidealan tubuh tersebut dilakukan sedemikian rupa dan seringkali mendapatkan pembenaran dari kalangan perempuan sendiri. Bentuk tubuh perempuan yang dianggap ideal bisa berubah-ubah,misalnya pada jaman Renaissance tubuh perempuan yang ideal adalah ?berisi?. Sebaliknya pada jaman sekarang ini, bentuk tubuh ideal adalah langsing dengan lingkar pinggang yang kecil. Banyaknya iklan yang ada di televisi yaitu menawarkan berbagai macam produk makanan dan minuman dengan memberikan sebuah pengaruh dan membuat suatu bentuk konsep tubuh perempuan yang ideal yaitu sesuai dengan gambaran yang diciptakan oleh model iklan tersebut. Dari berbagai macam iklan produk yang di tawarkan yaitu diet sehat dengan meminum susu pelangsing tubuh yang tepat. Dari keterangan di atas, maka peneliti tertarik untuk mengangkat judul ?Konstruksi Remaja Perempuan Obesitas di SMAN 16 Surabaya Tentang Iklan Minuman Susu Pelangsing Tubuh WRP di Televisi?. Teori di dalam penelitian ini adalah memakai teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keadaan obesitas pada perempuan, usaha untuk membentuk tubuh ideal, pengetahuan iklan susu WRP, pesan-pesan yang ada di dalam iklan susu WRP, kenyataan dari pesan tersebut, dan tentang iklan susu WRP. Kata Kunci: Konstruksi Sosial, Obesitas, Iklan. Abstract Ideal body imaging is done in such a way and often gets justification from women themselves. The ideal female body shape can vary, for example in the Renaissance the ideal female body is contained.On the contrary today, the ideal body shape is slim with a small waistline. The number of ads available on television that offers a wide range of food and beverage products by giving an influence and create an ideal form of female body concept that is in accordance with the image created by the ad model. From a variety of product ads on offer is a healthy diet by drinking the right body slimming milk. From the description above, the researchers are interested to lift the title "Construction of Adolescent Women Obesity in Senior High School 16 Surabaya About Advertising WRP Slimming Milk Drink on Television".The theory in this study using social construction Peter L. Berger theory. The purpose of this study was to identify the state of obesity in women, effort to shape the ideal body, knowledge of WRP ads, messages contained in the WRP, the reality of the message, and about the WRP advertising. Keywords: Construction Social, Obesity, Ads.

Page 1 of 3 | Total Record : 21