cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018)" : 21 Documents clear
STRATEGI BERTAHAN HIDUP PENGEMUDI OJEK KONVENSIONAL WULAN PUTRI, DESI; HARIANTO, SUGENG
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini tentang strategi bertahan hidup pengemudi ojek konvensional dalam mempertahankan kelangsungan hidup setelah adanya ojek online. Moda transportasi semakin berkembang sesuai perkembangan teknologi informasi dan komunikas. Seperti halnya ojek yang saat ini berkembang menjadi ojek online. Ojek online memanfaatkan aplikasi pada smartphone sehingga memudahkan masyarakat menggunakan ojek. Munculnya ojek online mengakibatkan pendapatan pengemudi ojek konvensional menurun drastis, sehingga berdampak pada pemenuhan kebutuhan hidup keluarganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi bertahan hidup pengemudi ojek konvensional. Penelitian ini menggunakan teori strategi bertahan hidup yang dikemukakan oleh James C Scott. Subjek penelitian ini diambil menggunakan teknik purposif. Hasil dari penelitian ini adalah adanya ojek online berdampak pada pemenuhan kebutuhan keluarga pengemudi ojek konvensional. Pengemudi ojek konvensional melakukan strategi dengan mengurangi frekuensi dan kualitas makanan dengan cara mengurangi frekuensi makan dalam sehari, ekonomi subsisten yaitu mendapatkan bahan makanan dari ladang sendiri, mengeksploitasi sumberdaya keluarga, meminjam uang kepada teman atau kerabat. Kata kunci : strategi bertahan hidup, ojek konvensional, ojek online. ABSTRACT This research is about a strategy for conventional taxibikes to survive in maintaining their survival after the existence of online drivers. The Mode of transportation grows due to the fact that the development of the technology of information and communication is getting sophisticated, for instance taxibikes become online drivers. Online drivers take benefits on the application in Smartphones. The existence of online drivers caused the conventional taxibikes? income decreased dramatically which also resulted on the fulfillment of their family needs. This study aimed at identifying a strategy for the conventional taxibikes to survive. This study used a theory from James C. Scott. The subjects of this study were decided using purposive technique. The results of this study showed that the presence of online drivers gave impacts on the fulfillment of the conventional taxibikes? needs. The conventional taxibikes did the strategy by reducing the frequency and quality of food that they eat in a day. Economic subsistence is getting food from their own fields, exploiting family resources, and borrowing money from friends or relatives Keywords: strategy to survive, conventional taxibikes, online drivers
JARINGAN SOSIAL PENGUSAHA SEPATU KULIT HOME INDUSTRY ( STUDI DI KELURAHAN MIJI- KOTA MOJOKERTO) NAILUZ ZULFAH, FINA
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan sosial dalam dunia usaha terbentuk karena adanya rasa ingin tahu, memberi informasi, saling mengingatkan dan saling membantu antar anggota yang ada dalam jaringan tersebut. Seangkan industri rumahan (home industry) dimaknai sebagai tempat masyarakat untuk mengembangkan jati diri secara mandiri dalam pembangunan ekonomi di kelurahan Miji kota Mojokerto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak jaringan sosial pengusaha home industry sepatu kulit di kelurahan Miji kota Mojokerto. Metode penelitian bersifat kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Lokasi dan obyek penelitian melibatkan beberapa pengusaha home industry sepatu kulit, penyedia bahan baku, penjual dan karyawan sepatu kulit di kelurahan Miji kota Mojokerto dengan informan sebanyak 11 (sebelas) orang yang memiliki latar sosial berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak yang timbul dari adanya jaringan sosial pengusaha home industry yaitu dengan banyaknya pengusaha yang saling berinteraksi lewat hubungan-hubungan tersebut dalam melakukan proses kegiatan produksi usaha yang dijalaninya. Kata Kunci: Jaringan Sosial, Home Industry, Pengusaha
REBOISASI BERBASIS PAR OLEH KELOMPOK TANI HUTAN MUHTADI BILLAH, AHMAD; LEGOWO, MARTINUS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Jembul di Kabupaten Mojokerto yang merupakan pusat kerajaan Majapahit yang tidak banyak tereksplorasi. Memiliki kekayaan hutan yang menjadi penyangga dalam bumi dan sebagai otot penyangga layaknya baja dalam bangunan. Jika pepohonan habis, maka tidak ada lagi penyangga hutan sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi, bencana yang banjir bandang sangat mungkin terjadi. Melukiskan kembali alam Jembul seperti sedia kala tidaklah memerlukan waktu yang singkat. Namun usaha untuk menuju sebuah proses perubahan tersebut patut mendapatkan apresiasi dan monitoring. Apresiasi untuk sebuah perubahan besar dalam pola pikir dan perilaku. Pemecahan problem illegal logging di Desa Jembul baru merupakan titik awal dari sebuah perjuangan. Perjuangan untuk mempertahankan kegiatan mereka yang berkesinambungan. Perjuangan untuk menciptakan sebuah transformasi sosial. Dan perjuangan untuk mengamalkan proses pemberdayaan lainnya melalui kemampuan stakeholder.Kata kunci: Illegal Logging, PAR, Pemberdayaan.
PENYIMPANGAN GENG DESA ASROFIN, MOHAMMAD
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedesaan merupakan satu kesatuan wilayah yang berbeda dengan perkotaan. Masyarakat desa merupakan masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat, yang hubungan antar warganya masih mempunyai hubungan yang mendalam, dan masih berkelompok berdasarkan sistem kekeluargaan. Dibalik semua itu ada satu fenomena yang jauh dari identitas masyarakat pedesaan yakni adanya geng desa. Geng desa merupakan geng yang berbasis pada desanya masing-masing, dalam penelitian kali ini mengambil salah satu geng desa yakni genpocker yang merupakan geng tertua dan terkuat didaerah ujung pangkah. Genpocker sebagai geng melakukukan penyimpangan social sehingga terjadi labeling dari masyarakat. Tujuan dari peneleitian ini adalah untuk mengetahui labeling yang di lakukan masyarakat, mengambil lokasi di Desa Ujung pangkah, Kabupaten Gresik. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dan menggunakan prespektif labelling dari Edwin M lemert. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, kategorisasi data, dan dianalisis menggunakan teori labelling dari Edwin M lemert. Hasil penelitian menunjukan bahwa akibat adanya labelling dari masyarakat mengkibatkan genpocker melakukan penyimpangan sekunder. Kata Kunci: Pedesaan Geng Desa, Labelling.
HIPEREALITAS DALAM FILM DON JON BHAKTI PATRIA, FEDI
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kajian cultural studies, ideologi dalam film merupakan salah satu topik yang layak untuk ditelaah. Ideologi memang tidak akan pernah bisa dilepaskan dalam melihat hamparan kebudayaan kekinian. Film pun menjadi medium yang siap diisi dengan berbagai macam eksesifitas ide tentang kesalehan hingga kecabulan. Fokus dari artikel ini adalah melihat fenomena hiperialitas yang muncul dari film Don Jon menggunakan pendekatan semiologi Rolland Barthes dan konsep dari Baudrillard sebagai pendukungnya. Hasilnya menunjukkan bahwa hiperealitas dalam film Don Jon terlihat dari hilangnya batasan antara dunia riil dan dunia tidak riil yang dalam hal ini adalah film porno. Lebih lanjut, film ini menunjukkan bahwa alat pemuas fantasi seksual yang di dapatkan dari relasi antar subjek secara langsung maupun voyeurism melalui film porno bisa bekerja secara subtitutif atau bahkan berjalan bersamaan Kata Kunci : Hiperealitas, Don Jon, Film porno
PRAKTIK SOSIAL PENERIMA PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) KABUPATEN TULUNGAGUNG YUNIAR NAHRUL JANNAH, AGNESIA; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Indonesia Pintar (PIP) di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) merupakan bantuan berupa uang tunai dari pemerintah yang akan diberikan kepada peserta didik yang orang tuanya tidak atau kurang mampu untuk membiayai pendidikannya. Tujuan dibentuknya Program Indonesia Pintar yaitu untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia dengan memberikan pendidikan gratis bagi peserta yang kurang mampu, namun kenyataannya pemerintah hanya sekedar sedekah untuk masyarakat miskin. Dana PIP yang seharusnya dimaksimalkan untuk menempuh pendidikan dan membeli keperluan pendidikan justru digunakan untuk memenuhi kesenangan dan kepuasan mereka. Selain itu data dilapangan juga menunjukkan bahwa mereka sering membolos kursus saat program berlangsung karena dipengaruhi membolos oleh teman-temannya untuk nyethe dan juga kebiasaan mereka karena seringnya menonton TV yang kurang mendidik, menonton youtube, dan bermain game yang akhirnya mereka menjadi orang yang pemalas, salah satunya malas untuk belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif serta menggunakan pendekatan Pierre Bourdieu yakni strukturalis genetis agar dapat mengetahui bagaimana praktik sosial yang dilakukan penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Kata kunci: Masyarakat Miskin, PIP
RASIONALITAS MAHASISWA SURABAYA DAN SEKITAR DALAM MENGIKUTI COSSPLAY FIRDAUS DYLHAMI, YOSSI
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cospaly adalah singkatan dari costum play yang berarti seseorang yang memakai kostum dari karater anime, manga, ataupun game. Perkembangan budaya jepang yang sangat pesat membuat cosplay semakin dikenal di masyarakat. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui motif dan bagaimana cosplay memaknai identitasnya sebagai cosplayer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.dalam penelitian ini juga mencari informan cosplay yang bergabung dalam komunitas yang berada disurabaya. Hasil penelitian ini adalah identitas cosplay yang dinternalisasi yaitu dengan proses sosial yang di sosialisasikan dalam kelompo k atau media, kemudian dilanjutkan melalui kostum dalam suatu even. Menentukan identitas tidak hanya menggunakan kostum, memamerkan kostum sendiri dilakukan oleh cosplayer ada juga yang berfoto kemudian diupload ke sosial media. Sehingga dapat disimpulkan bahwa identitas cosplay adalah kostum. Cosplay memaknai identitasnya sebagai seorang pemain yang menjadikan cosplay sebuah tantangan. Cosplay juga mendatangkan suatu kepuasan dan kesengan tersendiri. Beberapa cosplayer memaknainya sebagai hobi, namun ada juga yang memaknainya sebagai profesi. pemaknaan identitas cosplay membawa pengaruh kedalam kehidupan cosplayer, seperti pengaruh karakter serta masalah keuangan. Tanggapan keluarga cosplayer t erkadang juga tidak begitu baik.walaupun banayak hambatan yang d irasakana oleh cosplayer, namun tidak membuatnya berhenti dalam bercosplay.
MAKNA KONFLIK PERSEBAYA SURABAYA BAGI BONEK TERNGGINAS SAPUTRA, FRANS
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dualisme yang terjadi pada Persebaya Surabaya menyebabkan terjadinya konflik yang berkepanjangan anatara persebaya Surabaya dan persebaya 1927 hal ini juga berimbas pada supporter persebaya yakni bonek. Hal ini dipicu adanya pembatalan pertandingan sebanyak empat kali antar klub persebaya dengan persik sehingga pihak klub persebaya melakukan protes kepada PSSI yang kala itu dipimpin oleh Nurdin Halid. Karena kurang mendapatkan jawaban yang pasti dari PSSI membuat kubu persebaya membentuk klub baru dengan nama Persebaya 1927 yang di pimpin oleh Saleh Ismail Mukadar dan memutuskan untuk mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia yang di pimpin oleh pengusaha Arifin Panigoro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Dalam penelitian ini dijelaskan bagaimana terjadinya konflik yang ada pada persebaya, Konflik yang berupa dualisme persebaya, demo yang dilakukan Bonek Mania. Perjuangan Bonek dalam memperjuangkan nama asli Persebaya Surabaya agar dapat berkompetisi di kasta tertinggi Liga Indonesia.
DRAMATURGI PENERIMA KARTU INDONESIA SEHAT (STUDI KASUS DI DESA NGEPEH KECAMATAN SARADAN KABUPATEN MADIUN) EPRILLIA DHAMAYANTI, VENNI; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kartu Indonesia Sehat merupakan program bantuan sosial dari pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan yang layak bagi masyarakat Indonesia dengan keadaan ekonomi miskin atau tidak mampu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kondisi objektif (keseharian),perilaku,dan praktik dramaturgi penerima Kartu Indonesia Sehat. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan Etnometodologi, dan menggunakan prespektif Teori Dramaturgi Erving Goofman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi objektif atau keseharian penerima KIS dapat dilihat dari penampilan,bahasa tubuh (gesture),dan tutur bahasa. (1.) Panggung depan yang ditunjukkan oleh penerima KIS merupakan cara untuk membentuk kesan kepada audiens. Pembentukan kesan tersebut ditunjukkan dengan cara berpenampilan,barang yang digunakan,raut wajah yang ditampakkan,dan tutur bahasa yang digunakan. Panggung belakang yang ditunjukkan oleh penerima KIS merupakan keadaan ekonomi yang sebenarnya,yang tidak sesuai dengan kriteria untuk memperoleh KIS. (2.) Panggung belakang tersebut dapat dilihat dari keadaan rumah,kepemilikan barang,dan sumber pendapatan. Kata Kunci: Dramaturgi,Kartu Indonesia Sehat,Etnometodologi Abstrack Healthy Indonesia Card is a social assistance program from the government to provide a decent health insurance for Indonesian society with poor or inadequate economic. This study aims to understand the objective conditions or daily life,behavior,and practice dramturgi recipient Healthy Card Indonesia. This research is qualitative by using Etnometodology approach, and using the prespective of dramaturgy drafting theory goofman. This results of this study indicate that (1.) conditions objective or daily KIS receiver can be seen from the appearance,body language,and speech language. (1.) The front stage shown by the recipient of KIS is a way to from an impression to the audience. The formation of the impression is shown by the appearance of goods used,facial expression and speech language used. The backstage shown by the recipient of KIS is an actual economic condition,which is not in accordance with the criteria for obtaining KIS. (2.) The back stage can be seen from the state of the house,ownership of goods,and sources of income. Keywords: Dramaturgy,Healthy Indonesia card,Ethnometodology
RASIONALITAS MEMILIH SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) AYU LUKMININGSIH, PUTRI; SUDRAJAT, ARIEF
Paradigma Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SMKN 1 Surabaya menjadi salah satu sekolah yang patut dipertimbangkan masyarakat dalam memasuki dunia pendidikan terutama siswa kelas XII jurusan Broadcasting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami rasionalitas siswa memilih Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di SMKN 1 Surabaya dari kelas sosial menengah atas. Kesadaran siswa sebagai aktor juga berperan dalam mengendalikan sumber daya yang dimiliki dengan mempertimbangkan suatu nilai yang ingin dicapai sebelum memilih jenjang pendidikan di SMKN 1 Surabaya. Masalah ini dibahas berdasarkan fakta dilapangan dengan metode penelitian deksriptif dengan perspektif teoritik James S. Coleman. Hasil penelitian memilih karena status negeri, memilih karena salah satu SMKN favorit di Surabaya, memilih karena tertarik dengan jurusan, dan memilih karena termotivasi mengulang kesuksesan alumninya. Sumber daya berupa latar belakang pendidikan keluarga, latar belakang lingkungan sosial keluarga, dan latar belakang perekonomian keluarga. Nilai disini tujuan yang ditentukan berdasarkan nilai atau pilihan aktor. Terdapat 2 nilai, yaitu nilai kekeluargaan dan nilai emosi.Kata Kunci : Pendidikan, Kelas Menengah Atas, Pilihan RasionalitasAbstract SMKN 1 Surabaya became one of the schools that should be considered by the community in entering the world of education, especially class XII students majoring in Broadcasting. This study aims to understand the rationality of students choosing Vocational High School (SMK) in SMKN 1 Surabaya from upper social class. Student awareness as an actor also plays a role in controlling resources owned by considering a value to be achieved before choosing a level of education in SMKN 1 Surabaya. This problem is discussed based on facts in the field with descriptive research method with theoretical perspective James S. Coleman. The result of the study chose because of the status of the country, chose because one of the favorite SMKN in Surabaya, chose because interested in majors, and chose because motivated to repeat the success of alumni. Resources are in the form of family education background, background of family social environment, and family economic background. The value here is the destination that is determined by the actors value or choice. There are 2 values, namely the value of kinship and emotional value. Keywords : Education, Middle Up Class, Rational Choice

Page 2 of 3 | Total Record : 21