Articles
37 Documents
Search results for
, issue
"Vol 6, No 2 (2018)"
:
37 Documents
clear
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN GRESIK PADA MASA PEMERINTAHAN BUPATI KH. ROBBACH MA’SUM TAHUN 2000-2010
JANNAH, MIFTAKUL;
, SUMARNO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakKabupaten Gresik memprioritaskan bidang pendidikan dalam kebijakan pembagunan. Pendidikan menjadi hal yang penting dalam kehidupan untuk mendapatkan ilmu dalam pembagunan. Kemajuan pembagunan disebabkan oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan terdidik. Sesuai dengan pasal 31 UUD 45 semua warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan. Hal itu didukung oleh Undang-Undang No. 23 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa. Persoalan yang dihadapi Kabupaten Gresik sebelum KH. Robbach Ma?sum sudah banyak melakukan pembagunan sarana dan prasarana tetapi jumlah pembagunan pendidikan luar sekolah masih kurang, masih rendahnya sumber daya manusia masyarakat Gresik, alokasi anggaran dana yang kurang untuk menunjang pendidikan, penepatan stakeholder yang kurang tepat untuk pengelolaan pendidikan dan kesejahteraan guru yang kurang mendapatkan perhatian.Permasalahan penelitian ini yaitu 1.Megapa pendidikan dijadikan skala prioritas dalam pembagunan kebijakan pada masa Bupati KH. Robbach Ma?sum? 2. Bagaimana implementasi kebijakan pendidikan pada masa Bupati KH. Robbach Ma?sum? 3. Bagaimana dampak dari implementasi kebijakan pendidikan di Kabupaten Gresik pada masa Bupati KH. Robbach Ma?sum? Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi (1) Heuristik, mencari sumber sejarah sesuai topik yang akan diteliti, (2) Kritik, menganalisis sumber untuk mencari fakta sejarah (3) Interpretasi, menganalisis sumber yang sudah dikritik kemudian di interpretasi sesuai dengan tema penelitian (4) Historiografi, penulisan sumber yang terbentuk rekonstruksi peristiwa sejarah.Hasil dari penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan Berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Gresik yang dilakukan KH. Robbach Ma?sum berlatar belakang pendidikan sebagai hal yang penting dalam kehidupan manusia dan bertujuan meningkatkan SDM masyarakat Gresik. KH Robbach Ma?sum sebagai bupati mengalokasikan anggaran dana sebesar 30% dari total APBD Kabupaten Gresik sebesar 480 Milyar untuk menunjang pelaksanaan kebijakan pendidikan. Berhasil mendapatkan penghargaan internasional dari Kerajaan Brunai atas kepedulian bupati dalam pembagunan bidang pendidikan.KH. Robbach Ma?sum berhasil menuntaskan buta aksara pada tingkat dasar tahun 2004 dan tingkat lanjut tahun 2009 melalui program percepatan pemberantasan buta aksara. Adanya peningkatan jumlah lembaga pendidikan luar sekolah menjadi 147 lembaga tahun 2010.Kesejahteraan guru meningkatdengan pemberian intensif dan kenaikan pangkat bersama 1.072 PNS.Keberhasilan dalam bidang lainya yaitu mendapatkan penghargaan dari kemenang atas keberhasilan dalam pembagunan lembaga pendidikan agama islam.Dampak bagi pemerintah Adanya penghargaan yang berhasil diperoleh memberikan pengaruh yang positif dan secara tidak langsung menunjukkan pemerintah gresik dalam berhasil dalam membangun bidang pendidikan. Pemerintah Gresik juga membantu menyukseskan program nasional pemerintahan pusat.Sedangkan dampak bagi kehidupan masyarakat pada aspek sosial yaitu adanya peningkatan pada persentase melek huruf tahun 2006 berjumlah 48% menjadi 65% pada tahun 2010. Pada bidang ekonomi juga adanya peningkatan dilihat dari peningkatan pada pendapatan perkapita. Respon masyarakat Gresik untuk kebijakan pendidikan juga bersifat positif dilihat dari pemerataan dan layanan pendidikan yang cukup baik dan adanya pembebasan biaya SPP untuk SD pada tahun 2010. Berbagai keberhasilan dalam bidang pendidikan yang diperoleh Kabupaten Gresik tidak pernah lepas dari peran Bupati KH.Robbach Ma?sum dengan dukungan kerjasama dari Dinas Pendidikan dan masyarakat Gresik.Kata Kunci: Kebijakan, KH. Robbach Ma?sum, Kabupaten Gresik
PERKEMBANGAN KERAJINAN TENUN TRADISIONAL DI KELURAHAN BANDAR KIDUL KOTA KEDIRI TAHUN 1966 - 1998
AJI DWI KURNIAWAN, MOHAMMAD;
, ARTONO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakTenun ikat yang ada di Kota Kediri merupakan tenun ikat yang di wariskan oleh etnis Tionghoa. Pada tahun 1950 etnis Tionghoa di Kediri berdagang dan memperjual belikan kain. Kain tersebut dibuat secara manual dengan memasukkan benang satu demi satu kedalam sebuah alat tenun. Selama proses pembuatan para pedagang tionghoa menggunakan jasa masyarakat Bandar Kidul untuk menajdi pegawainya. Pada saat itu masyarakat Bandar Kidul tergolong masyarakat yang memiliki ekonomi lemah. Ketika peristiwa G30S/PKI tenun ikat milik etnis Tionghoa ditutup dan terpaksa pegawainya di PHK. Namun ketika masuk tahun 1966 masyarkat Bandar Kidul mulai membuka usaha tenun milik sendiri. Dari latar belakng tersebut, permasalahannya yaitu 1) Apa perubahan yang dialami industri tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri tahun 1966 ? 1998; 2) Bagaimana dinamika industry tenun ikat Bandar Kidul kota Kediri tahun 1966 ? 1998; 3) Bagaimana upaya Industri Tenun Ikat Bandar Kidul untuk bersaing dengan industri tenun mesin. Skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: 1) Heuristik melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan; 2) Kritik Sumber; 3) Intepretasi; 4) Historiografi.Berdasarkan hasil penelitian perkembangan tenun ikat di kelurahan Bandar Kidul Kota Kediri tahun 1966 ? 1998 dijelaskan bahwa tenun ikat dikelurahan Bandar Kidul mulai dirintis oleh masyarakat Bandar Kidul yaitu pada tahun 1966 karena adanya desakan para masyarakat sekitar untuk membuatkan sarung. Tenun ikat Bandar Kidul juga menagalami kemunduran karena adanya sarung yang dibuat mesin. Perkembangan tenun ikat Bandar Kidul nampak dari beberapa aspek yaitu perkembangan manajemen yang dilihat dari Sumber Daya Manusia, perkembangan produksi yang dilihat dari kualitas dan kuantitas produknya, perkembangan motif dan perkembangan tekonologi yang dilihat dari kualitas manusia untuk merubah teknologi produksinya. Serta dari hasil penelitian tersebut juga akan nampak adanya sebuah upaya dari tenun ikat Bandar Kidul agar tetap eksis.Kata Kunci: Perkembangan, Tenun Ikat, Perubahan, Industri
PERKEMBANGAN KOPERASI BATIK “PEMBATIK†DI KABUPATEN PONOROGO TAHUN 1953-1970
TANFIDZI DHARMA PUTRA, AHMAD;
TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakPada tahun 1940-an pengusaha batik di Kabupaten Ponorogo mengalami kendala dalam menjalankan usahanya. Hal itu disebabkan oleh sulitnya mendapatkan bahan baku batik (cambrics). Pengadaan bahan baku batik dalam negeri saat itu masih dimonopoli oleh pihak asing, yang menjadikan harga bahan baku menjadi melambung tinggi. Akhirnya para pengusaha batik di Kabupaten Ponorogo mencari jalan keluar dari permasalahan ini dengan mendirikan sebuah koperasi batik yang bertujuan untuk memudahkan pelayanan atas kebutuhan-kebutuhan pengusaha batik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Langkah pertama dalam penelitian ini adalah proses heuristik yaitu pencarian sumber-sumber sejarah yang dibutuhkan, kemudian melalui tahapan kritik yaitu penyaringan sumber sesui dengan topik penelitin, kemudian menuju tahapan intepretasi yaitu penafsiran sumber sejarah, dan terakhir adalah historiografi yaitu penulisan fakta sejarah kedalam bentuk text atau bacaan.Hasil dari penelitian ini adalah, Koperasi Batik ?Pembatik? berdiri pada tanggal 9 Desember 1953 di rumah Bapak Wongsohartono di Desa Pondok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Koperasi Batik pembatik merupakan hasil fusi atau peleburan dari pada tiga koperasi batik yang sebelumnya sudah ada di Kabupaten Ponorogo yaitu Koperasi Batik Kertosari, Koperasi Batik Patian Wetan dan Koperasi Batik Perbaikan Pondok Ponorogo. Tujuan berdirinya koperasi batik ini adalah untuk melayani para pengusaha batik di Kabupaten Ponorogo dalam hal kebutuhan bahan-bahan membatik juga melakukan fungsi pemasaran terhadap produk yang dihasilkan oleh anggota koperasi batik. Koperasi Batik Pembatik mencapai masa kejayaannya yaitu pada periode tahun 1960-an. Namun pada periode tahun 1970-an Koperasi Batik Pembatik mulai mengalami masa-masa sulit. Hal ini diakibatkan oleh kebijakan pemerintah yang kurang berpihak, serta sulitnya regenerasi yang dihadapi oleh pengusaha batik di wilayah Kabupaten Ponorogo.Kata Kunci: Batik, Ponorogo, Koperasi Batik, Koperasi Batik Pembatik Ponorogo.
PERKEMBANGAN GAYA RAMBUT WANITA TAHUN 1980-1990
SAFITRI, ARISKA;
, NASUTION
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Wanita dan kecantikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Masyarakat sering menilai perempuan fisik seseorang wanita atau wanita identik dengan kecantikan. Tidak heran jika banyak wanita yang melakukan banyak dan supaya penampilannya bisa dikatakan cantik oleh masyarakat.Kecantikan adalah suatu hal yang didambakan setiap wanita. Semenjak usia dini wanita diajarkan untuk menganggap bahwa penampilan fisiknya sebagai salah satu faktor penting dalam menumbuhkan kebanggaan dan percaya diri. Pada masa kini biasanya wanita juga akan mendapatkan pujian lebih kena karakter feminimnya seperti cantik, sopan, manis dan manja.Pembahasan pada tulisan ini bertujuan umum untuk dapat menambah wawasan keilmuan dari segi sejarah pada umunya. Tujuan khusus dari pembahasan permasalah ini adalah Untuk menganalisis perkembangan konsep cantik gaya rambut wanita Indonesia yang di gambarkan pada media massa yang di perankan oleh wanita Indonesia pada tahun 1980-1990.Metode penelitian, Dalam tulisan ini akan mengungkapkan gaya rambut dalam media masa tahun 1980-1990 dengan menggunakan metode sejarah studi pustaka. Metode sejarah adalah suatu proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Metode sejarah yang di gunakan adalah Studi Pustaka terhadap sumber-sumber yang sezaman. Penelitian ini dilakukan dengan meninjau bentuk visual dari gaya rambut berdasarkan dokumen dan literatur yang ada. Terdapat empat langkah digunakan dalam kegiatan metode penulisan sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Kegiatan pertama yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah heuristik, berupa menelusuri sumber-sumber sejarah yang berhubungan dengan obyek penelitian.Sumber yang di temukan menurut penulis merupakan sumber yang autentik karena memang didapat dari gaya rambut pada media massa dan melalalui berbagai wawancara dari masyarakat. Sumber-sumber yang ditemukan seperti:Setelah berbagai sumber primer terkumpul, langkah selanjutnya adalah pengujian terhadap sumber atau kritik sumber. Gaya rambut yang terdapat dalam berbagai sumber dan melalui wawancara tersebut dikelompokkan berdasarkan jenis perubahan gaya rambut. Ragam gaya rambut tersebut terdiri dari gaya rambut wanita 1980-1990. Kritik sumber yang dilakukan pada gaya rambut tersebut tentang keseluruhan pada pada jenis perubahan.Kajian mengenai perkembangan gaya rambut tahun 1980-1990 merupakan sebuah kajian mengenai representasi konsep cantik wanita yang digambarkan dalam perkembangan gaya rambut. Ragam perubahan gaya rambut yang berkembang di Indonesia yang dalam pembahasan ini dibatasi hanya pada konsep cantik gaya rambut dalam perubahan 1980-1990Dari hasil analis terhadap gaya rambut bisa ditarik kesimpulan bahwa konsep cantik gaya rambut pada era 1980.an terdapat banyak perubahan seperti gaya rambut Bob, yong skop, bob trap, shaggy, poni jambul, pixie dan berbagai sanggul-sanggul modern. Dalam perubahannya menjelang tahun 1980, Bisa di katakan banyak perubahan terjadi dibidang mode rambut dan kecantikan.Seiring dengan perkembangan zaman, telah berkembang pula teknologi dalam hal penataan rambut, mulai dari peralatan yang bersifat manual sampai tercanggih yang bersifat elektrik. Mulai dari kosmetik yang berasal dari bahan-bahan alami sampai dengan bahan kosmetik yang menggunakan bahan-bahan kimia. Semua diusahakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam merubah penampilan rambutnya pada penampilan yang selalu berbeda-beda dan mengikuti tren gaya rambut. Gaya rambut dapat diubah-ubah secara buatan, seperti pengeritingan rambut.Keywords: Hairstyle, beautiful, representation
SEJARAH PERSELA LAMONGAN
MAHMUDAH, SITI;
LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Permainan sepakbola merupakan permainan yang paling digemari diseluruh dunia tanpa pandang usia, gender dan suku atau ras. Perkembangan permainan sepakbola terus mengalami kemajuan bukan hanya berada di China, akan tetapi di negara-negara lain juga telah berkembang permainan sepakbola salah satunya adalah Indonesia. Permainan sepakbola di Indonesia telah banyak mengalami perkembangan yang sangat pesat dimulai dari tahun 1920 yaitu saat Belanda datang ke Indonesia. Kegembiraan dan antusiasme masayarakat terhadap perkembangan sepakbola tanah air juga ditunjukkan oleh masayarakat yang ada di daerah Kabupaten Lamongaan. Keinginan pemerintah Kabupaten Lamongan untuk mendirikan sebuah klub sepakbola akhirnya terwujud pada tanggal 18 Maret 1967 dengan dibentuknya klub sepakbola Lamongan dengan nama Persela (Persatuam Sepakbola Lamongan).Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana latar belakang dibentyknya Persela Lamongan?, (2) Bagaimana perjalanan Persela dari Divisi II ke Divisi Utama ?, (3) Bagaimana dampak setelah Persela masuk Divisi Utama bagi Industri Kreatif Lamongan?. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang menerapkan bebarapa tahapan yaitu : (1) Heuristik, mencarian dan mengumpulkan sumber. (2) Kritik terhadap sumber yang telah dikumpulkan dengan menyeleksi keasliannya. (3) Interpretasi sumbe, dengan membandingkan dan menganalisa sumber sejarah menjadi fakta sejarah. (4) Historigrafi, yaitu menyusun fakta sejarah secara kronologis sebagai laporan akhir penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkembangan sepakbola di Lamongan bukan hanya terjadi ketika lamongan disinggahi oleh bangsa Belanda, akan tetapi sepakbola Lamongan juga mengalami perkembangan yang sangat berarti ketika Lamongan berada dalam situasi politik yang cukup panas yakni setelah peristiwa pemberontakan G30 S PKI pada tahun 1965, yang pada tahun 1965 partai NU dan Masyumi adalah partai politik yang sangat kuat di Lamongan. Partai NU dan Masyumi memiliki peranan yang sangat penting dalam berjalannya kehidupan masyarakat Lamongan, yakni salah satunya adalah masyumi sangat memperhatikan perkembangan sepakbola Lamongan.Berdasarkan perkembangan persepakbolaan yang terus mengalami peningkatan prestasi, menjadikan pemerintah Kabupaten Lamongan untuk membentuk klub sepakbola yang tidak lagi dinaungi oleh partai politik namun langsung dibawah naungan pemerintah Kabupaten Lamongan. Keinginan pemerintah Kabupaten Lamongan untuk mendirikan sebuah klub sepakbola akhirnya terwujud pada tanggal 18 Maret 1967 dengan dibentuknya klub sepakbola Lamongan dengan nama Persela (Persatuam Sepakbola Lamongan).Kesuksesan Persela juga memberikan dampak yang baik bagi sistem perekonomian di kabupaten Lamongan. Masyarakat Lamongan yang memang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan pengusaha tambak perikanan, mulai memiliki usaha lain untuk dapat menambah keuangan keluarga yaitu dengan memanfaatkan berbagai peluang usaha yang muncul setelah keberhasilan yang didapatkan oleh Persela. Ketika prestasi Persela dalam persepakbolaan nasional semakin meningkat maka akan muncul para pelaku usaha kreatif di Lamongan. Usaha kreatif yang pertama kali muncul berasal dari LA.mania yaitu dengan menciptakan kaos yang menjadi salah satu identitas para LA.Mania. penjualan kaos Persela tidak hanya dilakukan oleh para pedagang kaki lima yang berada di depan Stadion Surajaya Lamongan, akan tetapi muncul ide kreatif lain dari salah satu LA. Mania untuk mengembangkan usahannya dalam penjualan atribut-atribut LA.Mania. Ide kreatif itu adalah dengan memperbarui sistem penjualan, desain tempat, dan konsep yang diusung adalah kefe kopi serta depstore baju-baju Persela yang memiliki kualitas tinggi dan dengan brang ternama yaitu Diadora.Kata kunci: Persela Lamongan, Industri Kreatif
POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN
DWI ARIYANTORO, SANDY;
LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Demokrasi Terpimpin dalam politik luar negerinya banyak diwarnai peristiwa-peristiwa internasional yang cukup membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat dan politiknya. Masalah perdebatan dan pembebasan Irian Barat adalah salah satu peristiwa politik luar negeri yang mewarnai hubungan internasional pada masa Demokrasi Terpimpin. Pada masa Demokrasi Terpimpin juga banyak diwarnai peristiwa-peristiwa internasional yang melibatkan Indonesia sebagai bagian dari masyarakat internasional. Politik luar negeri Indonesia pada masa demokrasi terpimpin merupakan salah satu kajian sejarah yang menarik dalam pembabakan sejarah Indonesia namun tak banyak yang menelaah teori politik luar negerinya terutama dalam dua teori besar. Permasalahan pada penelitian ini yaitu 1) Bagaimana karakteristik politik luar negeri Indonesia pada masa pemerintahan Demokrasi Terpimpin? 2) Bagaimana pelaksanaan politik luar negeri Indonesia pada masa pemerintahan Demokrasi Terpimpin? 3) Bagaimana realisme dalam politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin dan dampaknya? Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu memperoleh penjelasan mengenai politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin. Penelitian ini juga menjelaskan analisis teori realisme dalam politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Langkah awal yaitu mengumpulkan sumber-sumber terkait dengan judul penelitian yaitu Politik Luar Negeri Indonesia Pada Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965) atau yang biasa disebut dengan heuristik, sumber primer didapat dari majalah atau koran sezaman, sedangkan sumber sekunder didapat dari buku-buku dan jurnal online. Kedua, yaitu dengan melakukan kritik sumber, memilah sumber baik primer maupun sekunder yang terkait dengan fakta mengenai perpolitikan luar negeri Indonesia pada tahun 1959-1965. Ketiga, intepretasi sumber yaitu membandingkan sumber satu dengan sumber lain sehingga diperoleh fakta sejarah mengenai politik luar negeri Indonesia masa Demokrasi Terpimpin. Terakhir historiografi, setelah semua fakta sejarah direkontruksi sesuai dengan tema maka dilakukan penulisan sejarah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin banyak ditujukan untuk kepentingan revolusi Indonesia. Revolusi Indonesia ini diperjuangkan dalam bentuk diplomasi ofensif dan militer demi terwujudnya kepentingan revolusi Indonesia yaitu tuntutan kemerdekaan penuh dan penghapusan imperialisme dan kolonialisme demi terwujudnya perdamaian dunia. Dikarenakan demi tuntutan-tuntutan revolusi Indonesia dan demi menyelenggarkan negara dan dunia yang bebas dari penjajahan maka politik luar negeri Indonesia lebih cenderung bersifat realisme. Realisme dalam politik luar negeri Indonesia secara aktif bersifat radikal dan revolusioner.Kata Kunci: Politik Luar Negeri, Soekarno, Realisme, Power
GRESIK SEBAGAI BANDAR DAGANG DI JALUR SUTRA AKHIR ABAD XV HINGGA AWAL ABAD XVI (1513 M)
, MUHADI;
, ARTONO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Mengetahui masa lampau adalah salah satu hal penting dalam kehidupan manusia. Masa lampau sebagai tempat berpijak masa kini dan masa datang.oleh karena itu masa lampau perlu diwariskan. untuk mewariskan masa lampau pada generasi penerus perlu diadakan sebuah kegiatan berupa rekonstruksi ( pembangunan kembali) agar dapat dilukiskan jalannya peristiwa masa lampau secara utuh. Peran Gresik sebagai bandar dagang yang direkonstruksi dalam tulisan ini menggambarkan tahap-tahap perkembangan Gresik. Manfaat yang diharapkan bukan hanya untuk mengetahui peranan yang pernah dimainkan Gresik. Sekaligus juga untuk mengabarkan tentang proses integrasi bangsa.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Mengapa Gresik menjadi bandar niaga di era Indonesia awal? (2) Bagaimana Perkembangan Gresik menjadi bandar niaga hingga menjadi bandar dagang besar dijalur sutra akhir abad XV hingga awal abad XVI?Sedangkan metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang menerapkan beberapa tahapan yaitu : (1) Heuristik, pencarian dan mengumpulkan sumber yaitu buku-buku tersier terkait karena tidak ditemukannya sumber primer. (2) Kritik terhadap sumber yang telah di kumpulkan dengan menguji sumber. (3) Interprestasi sumber, dengan membandingkan dan menganalisa sumber sejarah menjadi fakta sejarah. (4) Historiografi, yaitu menyusun fakta sejarah secara kronologis sebagai laporan akhir penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gresik yang letak pelabuhannya berada didekat muara sungai bengawan solo memungkinkan diangkutnya hasil bumi dari pedalaman ke bandar melalui jalur sungai. Hal ini membuat penduduk tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sampai di pelabuhan karena perjalanan dapat menggunakan perahu pribadi. Faktor mudahnya akses ke pelabuhan dan tanpa biaya ini merupakan pemicu ramainya aktivitas perdagangan di Bandar.Seiring berjalannya waktu Gresik yang merupakan pelabuhan terbuka menjadi persinggahan kapal-kapal laut. Kedatangan para saudagar islam membuat perdagangan Gresik berkembang pesat. Terutama setelah ulama ini diangkat sebagai syahbandar. Mahirnya ulama dalam perdagangan yang mempunyai kapal pribadi dengan jumlah besar serta relasi yang cukup luas menbuat Gresik menjadi bandar dagang internasional yang ramai.Kata kunci : Bandar dagang, Gresik, Saudagar islam
PERKEMBANGAN INDUSTRI BATIK SEKAR JATI DI KABUPATEN JOMBANG TAHUN 1993-2010
FRANSISKA, ELLA;
LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kabupaten Jombang merupakan salah satu kawasan yang berada di Jawa Timur yang memiliki berbagai sektor industri kecil. Salah satu industri kecil yang terkenal di Kabupaten Jombang yaitu industri batik Sekar Jati yang terletak di Desa Jatipelem. Keberadaan industri batik Sekar Jati dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Jatipelem. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana latar belakang berdirinya industri batik Sekar Jati? (2) Bagaimana perkembangan motif batik Sekar Jati sehingga memperoleh hak cipta motif batik? (3) Bagaimana kontribusi industri batik Sekar Jati terhadap perekonomian masyarakat di Desa Jatipelem tahun 1993-2010? Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan empat tahapan, yaitu : Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi dan Historiografi.Berdasarkan hasil analisis terhadap data dan sumber yang telah didapatkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan industri batik Sekar Jati tahun 1993 berawal dari ide Ibu Hj Maniati dalam melestarikan budaya membatik di Desa Jatipelem, guna untuk mengisi kekosongan saat masa pensiun telah tiba. Dalam memproduksi batik, Ibu Hj Maniati dibantu oleh anaknya yang kemudian mampu menciptakan banyak motif batik, namun hanya 2 diantara jenis motif yang mendapatkan hak cipta motif dari pemerintah. Hal ini berdasarkan dari potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Jombang. Keberadaan sentra industri batik sekar jati memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat Desa Jatipelem sehingga dapat membantu perekonomian keluarga bagi karyawan batik bahkan beberapa warga termotivasi untuk mendirikan usaha batik.Kata kunci: Industri, Batik Sekar Jati, Desa Jatipelem
FLUKTUASI HASIL PRODUKSI JAGUNG DI KABUPATEN GRESIK TAHUN 1987-1993
AMELIA, YULI;
, ARTONO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia sebagai negara agraris, sektor pertanian jagung merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting bagi perekonomian nasional. Keadaan yang sama juga terjadi di kabupaten Gresik. Peranan penting sektor pertanian jagung menjadikan pemerintah melakukan beberapa upaya pengembangan disektor pertanian. Upaya pemerintah dalam mengembangkan sektor pertanian jagung berdampak terhadap penghasilan hasil produksi pertanian jagung di kabupaten Gresik. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana kebijakan pemerintah terhadap fluktuasi hasil produksi jagung di kabupaten Gresik Tahun 1987-1993? (2) Bagaimana dampak ekonomi terhadap fluktuasi hasil produksi jagung di kabupaten Gresik tahun 1987-1993?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang memiliki beberapa tahap penelitian, diantaranya (1) heuristik (2) kritik (3) interprestasi (4) historiografiHasil penelitian yang didapat menunjukkan faktor utama penyebab turunnya produksi jagung adalah hama tikus yang merusak areal persawahan di kabupaten Gresik, serta berkurangnya lahan jagung dan petani jagung, lahan pertanian jagung banyak yang dialih fungsikan ke industri, hal ini terbukti di daerah Cerme. Faktor tersebut saling berkaitan dan menyebabkan turunnya hasil produksi jagung di kabupaten Gresik. Turunnya produksi jagung telah berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di kabupaten Gresik membawa dibidang ekonomi, sosial seperti berdampak terhadap petani jagung mengalami kerugian, peternak unggas. Melihat kondisi tersebut, pemerintah melakukan penyuluhan kepada petani dengan memberikan bantuan bibit unggul, cara pemupukan yang seimbang dan teknologi tepat guna.Kata Kunci: Pertanian Jagung, Jagung, Petani Jagung
NASIONALISME DALAM LAGU IWAN FALS TAHUN 1979 – 1985 (ANALISIS SEMIOTIKA)
ALMA NENDA NUGRAHA, SITIE;
HANAN PAMUNGKAS, YOHANES
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
AbstrakNasionalisme ialah sebuah wujud cinta terhadap bangsanya. Salah satu musisi Indonesia yang berjuang menumbuhkan rasa nasionalisme pada rakyat Indonesia ialah Iwan Fals melalui lagu ? lagu ciptaannya. Iwan Fals dikenal sebagai musisi legendaris dengan lagunya bertema kritikan sosial yang banyak diciptakan namun, Iwan Fals juga menciptakan lagu bertema nasionalisme meskipun tidak banyak. Ada beberapa lagu bertema nasionalisme yang diciptakan dan pertama kali pada tahun 1980. Gaya bahasa yang unik dan berbeda dari lagu bertema nasionalisme pada umumnya sehingga, menarik untuk diteliti. Permasalahan yang didapat ialah 1) Bagaimana simbol nasionalisme dalam lagu Iwan Fals tahun 1979 ? 1985 ? 2) Bagaimana perubahan represantasi simbolis nasionalisme dalam lagu karya Iwan Fals 1979 - 1985?Teori Semiotika merupakan metode yang digunakan oleh peneliti dalam mencari tanda nasionalisme pada lirik lagu Iwan Fals. Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanda. Tanda yang dimaksud ialah tanda tentang sesuatu yang dapat diciptakan dan direka sebagai penyimpanan informasi yang memiliki sebuah makna tertentu, dengan beberapa sistem. Bedasarkan pengkajian yang dilakukan melalui lagu bertema nasionalisme milik Iwan Fals, terbukti beberapa peristiwa seperti moderninasi tahun 1979 - 1980 pernah terjadi dan memepengaruhi keadaan sosial, budaya juga moral. Banyak kejadian seperti kemiskinan hingga perubahan lingkungan sebagai dampak modernisasi yang terjadi. Selain, mengetahui peristiwa yang pernah terjadi sebagai tanda dalam lagu, peneliti juga mengetahui gaya bahasa yang dipergunakan oleh Iwan Fals dalam lagunya bertema nasionalisme. Harapan dan kesadaran akan pentingnya menumbuhkan rasa nasionalisme sangat jelas dibutuhkan untuk mempertahankan persatuan suatu bangsa.Kata Kunci : Nasionalisme, Lagu , Semiotika, Iwan Fals